Anda di halaman 1dari 17

FIX DRUG ERUPTION

DISUSUN OLEH :
ENDIVIA RIZKI MAGHFIROH
102011101046
PEMBIMBING :
PROF. DR. BAMBANG SUHARIYANTO,SP.KK(K)

SMF KULIT DAN KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER
RSD DR. SOEBANDI JEMBER
2014

PENDAHULUAN

Obat adalah bahan kimia yang digunakan untuk


pemeriksaan, pencegahan dan Pengobatan suatu penyakit
atau gejala.
Selain manfaatnya obat dapat menimbulkan reaksi yang tidak
diharapkan yang disebut reaksi simpang obat.
Reaksi simpang obat dapat mengenai banyak organ antara
lain paru, ginjal, hati dan sumsum tulang tetapi reaksi kulit
merupakan manifestasi yang tersering.
Reaksi tersebut dapat berupa reaksi yang dapat diduga
(predictable) dan yang tidak dapat diduga (unpredictable).
FDE ditandai oleh makula hiperpigmentasi dan kadangkadang bula diatasnya , yang dapat muncul kembali ditempat
yang sama bila minum obat yang sama.
FDE adalah erupsi alergi obat yang melulu dicetuskan oleh
obat atau bahan kimia.

DEFINISI
Fixed drug eruption adalah erupsi alergi obat yang
bila berulang akan timbul pada tempat yang sama.

EPIDEMIOLOGI

Sekitar 10% FDE terjadi pada anak dan dewasa,


usia paling muda yang pernah dilaporkan adalah 8
bulan.
Kajian oleh Noegrohowati (1999) mendapatkan
FDE (63%), sebagai manifestasi klinis erupsi alergi
obat terbanyak dari 58 kasus bayi dan anak,
disusul dengan erupsi eksantematosa (3%) dan
urtikaria (12%).
Jumlah kasus bertambah dengan meningkatnya
usia, hal tersebut mungkin disebabkan pajanan
obat yang bertambah.

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS


Banyak obat yang dilaporkan dapat menyebabkan
FDE.
Yang
paling
sering
dilaporkan
adalah
phenolpthalein,
barbiturate,
sulfonamide,
tetrasiklin, antipiretik pyrazolone dan obat anti
inflamasi non steroid.

Obat antibakteri

Sulfonamid

Barbiturat dan tranquilizer


lainnya

(co-

Nistatin

trimoxazole)

Tetrasiklin

Penisilin

Ampisilin

Amoksisilin

Eritomisin

Trimethoprim

Clioquinol

Derivat Barbiturat
Griseofulvin
Opiat
Dapson
Chloral hidrat
Arsen
Garam Merkuri Benzodiazepine
P amino salicylic Chlordiazepoxide
acid
Anticonvulsan
Thiacetazone
Dextromethoephan
Quinine

Metronidazole

O BAT
ANTI INFLAMASI
Aspirin

NON STEROID
Symphatomimetic

Oxyphenbutazone

Symaphatolitic

Phenazone

Parasymphatolitic

Metimazole

Hyoscine butylbromide

Paracetamol

Magnesium hydroxide

Ibuprofen

Magnesium trisilicate

Phenolpthalein

Anthralin

Codein

Chlorthiazone

Hydralazin

Chlorphenesin carbamate

Oleoresin

PATOGENESIS
Patogenesis FDE sampai saat ini belum diketahui
pasti, diduga karena karena reaksi imunologi.
Berdasarkan mekanisme imunologik yang terjadi
pada reaksi obat dapat berupa IgE mediated drug
eruption, immunecomplex dependent drug
reaction, cytotoxic drug induced reaction dan
cell mediated reaction

GAMBARAN KLINIS

FDE dapat timbul dalam waktu 30 menit sampai 8 jam setelah


ingesti obat secara oral.
Lesi berupa makula oval atau bulat, berawarna merah atau
keunguan, berbatas tegas, seiring dengan waktu lesi bisa
menjadi bula, mengalami deskuamasi atau menjadi krusta.
Ukuran lesi : lentikuler sampai plakat.
Timbulnya kembali lesi ditempat yang sama menjelaskan arti
kata fixed pada nama penyakit tersebut.
Tempat paling sering adalah bibir dan genital
Lesi FDE pada penis sering disangka sebagai penyakit kelamin
Gejala lokal meliputi gatal dan rasa terbakar , jarang dijumpai
gejala sistemik. Tidak dijumpai pembesaran kelenjar getah
bening regional. Lesi pada FDE jika menyembuh akan
meninggalkan bercak hiperpigmentasi post inflamasi yang
menetap dalam jangka waktu lama.

HISTOPATOLOGI
Gambaran histologi FDE menyerupai eritema
multiforme (EM). Seperti pada EM reaksi
dapat Terjadi di dermis atau epidermis atau
keduanya

DIAGNOSIS

1.
2.
3.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan


gambaran klinis yang khas.
BIOPSI KULIT
UJI TEMPEL
UJI PROVOKASI ORAL

DIAGNOSIS BANDING
Mastositosis: biasanya timbul urtikaria disertai
tanda Darier.
Herpes labialis atau herpes genitalis: biasanya
berlangsung lebih cepat dan tidak meninggalkan
bercak hiperpigmentasi.
Dermatitis Kontak Alergi: adanya riwayat kontak

PENATALAKSANAAN
Hentikan

penggunaan obat yang diduga


sebagai penyebab.
Pengobatan Sistemik Pemberian kortikosteroid
sistemik biasanya tidak diperlukan.Untuk
Keluhan rasa gatal pada malam hari yang
kadang mengganggu istirahat pasien dan orang
tuanya dapat diberikan antihistamin generasi
lama yang mempunyai efek sedasi.
Pengobatan
Topikal Pengobatan topikal
bergantung pada keadaan kelainan kulit
apakah kering atau basah.

PROGNOSIS
Prognosis umumnya baik

FOTO KLINIS