Anda di halaman 1dari 12

PARASIT DAN PENYAKIT IKAN

DIPLOZOON, DIPLECTANUM,
DAN BENEDENIA

Kelompok 10

Rizki Nugraha Saputra 230110140094


Ayunani Agustina 230110140095
Darajat Prasetya W 230110140198
Indriani Okfri Auralia
230110140100

Diplozoon

Morfologi
Bentuk cacing ini membentuk
huruf X yang berkepala dua
(Twin Worm). Ukuran tubuh
nya 4-11 mm
Habitatnya berada pada
tubuh ikan air tawar sebagai
parasit.

Klasifikasi
Kingdom

Animalia

Phylum

Platyhelminthes

Class

Trematoda

Ordo

Monogenea

Family

Diplozoidae

Genus

Diplozoon

Spesies

Diplozoon paradoxum

Cacing ini bersifat


hermaprodit dan
menempelkan diri dengan
pengisap dan clamp serta
bercotylofor
Fertlisasi pada cacing ini
terjadi secara cross
fertilization (fertilisasi silang).
Telur berekor panjang seperti
benang dan larva dewasa
disebut diporpa

Gejala klinis yang timbul pada


ikan yang terinfeksi parasit
Diplozoon adalah timbul bintilbintil pada insang dengan
warna abu abu kecil. Parasit ini
berbahaya dan dapat
membunuh ikan.
Pengendalian
Perawatan khusus yang dapat dilakukan
untuk menghilangkan parasit ini untuk
saat ini tidak diketahui secara pasti.
Dari beberapa perawatan terhadap
serangan dari cacing lain, digunakan
asam picric ataupun metilen biru pada
perendaman ikan yang terinfeksi.

Siklus Hidup
Diplozoon paradoxum terdiri dari
dua kepala karena mereka
monogami. Diplozoon paradoxum
dewasa sebenarnya terdiri dari
dua larva. Siklus hidup Diplozoon
paradoxum dimulai ketika mereka
meletakkan telurnya di insang dari
family Cyprinidae.

Diplectanum

Klasifikasi
Filum :
Platyhelminthes
Kelas : Monogenea
Ordo
: Dactylogyridea
Family : Diplectanidae
Genus : Diplectanum
Spesies : Diplectanum
sp.

Ciri Morfologi
Parasit Diplectanum sp.
merupakan jenis parasit yang
menyerang bagian luar tubuh
ikan (ektoparasit). Parasit
Diplectanum dikenal sebagai
parasit Monogenetik trematoda
insang karena sering ditemui
menyerang insang, parasit ini
juga sering disebut sebagai
cacing insang.
Bentuknya Simetris bilateral dan
pipih
Berukuran 1-1,5 mm
Memiliki squamodisc
Memiliki opisthaptor
Memiliki Jangkar
Bagian kulit luarnya ialah
kutikula
Ikan Kerapu, Ikan Kakap, Ikan
Napoleon, dan Ikan Bawal

Gejala Klinis
Parasit Diplectanum merupakan parasit
menyerang insang pada ikan, khusunya
pada ikan kerapu. Insang yang terinfeksi
biasanya berwarna pucat dan produksi
lendirnya berlebihan (Chong & Chao 1986).

Menurunnya nafsu makan


Tingkah laku berenang yang
abnormal pada permukaan air
Warna tubuh berubah menjadi
pucat
Bernapas lebih cepat dengan
tutup
insang
yang
selalu
terbuka.

Menimbukan peradangan
pada luka. Jika terjadi
serangan secara massal
akan menurunkan
kekebalan tubuh secara
drastis, dan akan
mengganggu mekanisme
pernafasan ikan sehingga
menyebabkan kematian.

Siklus Hidup
Siklus hidup parasit Monogenea
yang salah satunya ialah
Diplectanum sp. adalah dengan
menghasilkan telur yang
dilengkapi dengan filamen
panjang yang berfungsi untuk
menempel pada substrat.
Dalam waktu sekitar lima hari
telur akan matang dan menetas
menghasilkan onkomirasidia
(pada reproduksi dihasilkan telur
yang akan mengalami tahap
larva) yang mempunyai bulu
getar dan berfungsi aktif sebagai
alat renang untuk mencari inang.

Telur Berfilamen

Larva
Onkomirasidia
(Memiliki bulu
getar)
Mencari dan
mendapatkan
Inang

Tumbuh Dewasa
(Bulu getar hilang)

Pengendalian
Upaya pengendalian dari parasit Diplectanum sp. dapat dilakukan
dengan melakukan perendaman 250 ppm formalin selama 1 jam atau
perendaman dalam air laut salinitas tinggi yaitu 60 ppt selama 15
menit (Zafran et al, 1998; Koesharyani et al. 2001).

Benedenia

Klasifikasi
Phylum

Platyhelminthes

Class

Trematoda Monogenea

Ordo

Dactylogyridea

Family

Capsylidae

Genus

Benedenia

Spesies

Benedenia seriolae

Benedenia sp. merupakan jenis


organisme ektoparasit yang
sekaligus penyebab benedeniasis
pada ikan kerapu (hospes
definitive). Organisme ini hidup
menginfeksi bagian kulit, mata,
rongga hidung, dan insang ikan
kerapu.
Termasuk ke dalam cacing trematoda
dan tergolong monogenea.

Ciri Morfologi
Ciri-ciri Benedenia sp. panjang
1,4-2,7 mm, bentuk pipih agak
oval, bagian anterior terdapat
sepasang alat penempel,
sedangkan pada bagian posterior
terdapat haptor yang dilengkapi
dengan sepasang alat pengait
(Zafran et al., 1998).
Gejala Klinis
Menurut Ghufron dan Andi (2010),
gejala klinis yang ditimbulkan oleh
infeksi Benedenia sp. (Ordo:
Dactylogyridea, Family:
Capsalidae) umumnya yaitu ikan
menghasilkan lendir atau mucus
yang berlebihan, luka pada kulit,
memediasi infeksi sekunder oleh
bakteri serta menghambat
pertumbuhan ikan budidaya.

Siklus Hidup
Adapun siklus hidup dari
Benedenia sp. yakni telur hasil
fertilisasi dikeluarkan oleh
Benedenia sp. betina di perairan.
Lalu siklus hidup dimulai saat
telur parasit menetas dalam
waktu 4-7 hari menjadi
oncomiracidium.

Saat menjadi Benedenia sp.


dewasa barulah parasit ini
menginfeksi bagian permukaan
kulit dan insang ikan. Benedenia
sp. dewasa menempel ke inang
oleh haptor dengan dua pasang
jangkar pada akhir posterior dan
sepasang pengisap pada akhir
anterior.

Pengendalian
Dianjurkan untuk membunuh parasit dengan
merendam ikan di air tawar selama 5-10 menit selama
tiga hari berturut-turut. Pengendalian juga dapat dilakukan
melalui perendaman ikan dengan hydrogen peroxida 150
ppm selama 30 menit dilakukan sebanyak 2-3 kali dengan
interval waktu 7 hari. Selain itu, pengobatan penyakit
yang disebabkan oleh parasit Benedenia sp. dapat
dilakukan dengan merendam ikan dalam larutan formalin
250 ppm selama 1 jam. Selama pengobatan diberi aerasi
yang kuat.