Anda di halaman 1dari 82

Hydroprocessing

and Resid
Processing
Kelompok 6:
Angeline Paramitha
Jeremia Jan Chandra Pranata
Kevin Alexander
Rayhan Hafidz I.

PENDAHULUAN

HYDROPROCESSING?

si
i
n
ef

Proses pemisahan molekul umpan minyak bumi


menggunakan hidrogen sehingga titik didih turun dan
impurities terpisah.

Meningkatkan kualitas produk dengan menghilangkan


kontaminan dan mengubahnya menjadi fraksi yang
lebih ringan
an
u
j
u
T

RESID PROCESSING?

si
i
n
f
e

Proses pengolahan residue untuk meningkatkan kualitas


produk. Istilah umum jika feed berupa residue dan VGO.

Meningkatkan kualitas produk dengan menghilangkan


kontaminan dan mengubahnya menjadi fraksi yang
lebih ringan.
j
Tu

n
a
u

MACAM-MACAM HYDROPROCESSING
Hydrotreating
Catalytic
Hydrocracking
Hydroprocessing
and Resid
Processing

Coking
Non-Catalytic

Visbreaking
Solvent
Extraction

DIMANAKAH LETAK PROSESNYA?

CATALYTIC
HYDROPROCESSING

HYDROTREATING
Minyak
Bumi
(Feed)

Gas H2

Menghilangkan kandungan sulfur, nitrogen,


oksigen, dan logam
Menjenuhkan ikatan antaratom C pada olefn
dan aromatik

HYDROTREATING

Konsumsi Gas H2 pada


Hydrotreating

SUMBER GAS HIDROGEN


Kriogenik
Pressure Swing
Adsorption
Separasi Membran
Catalytic Reforming
Steam-Methane
Reforming (SMR)
Gasif kasi
Oksidasi parsial

Katalis pada Hydrotreating

Cobalt-molybdenum
Penghilangaan sulfur
Penjenuhan olefn

Katalis pada Hydrotreating

Nickel-molybdenum
Penghilangan nitrogen
Penjenuhan aromatik

Skema
Hydrotreati
ng

JENIS HYDROTREATING
Gasoline dan Naptha hydrotreater
menghilangkan Sulfur dan Nitrogen dari reformer
atau umpan isomerisasi
Kerosene dan Diesel hydrotreater
menghilangkan Sulfur, mengurangi densitas, dan
meningkatkan cetane index
Gas-Oil hydrotreater
menghilangkan
Sulfur dan Nitrogen
dipersiapkan
sebagai
umpan
FCC,
menjenuhkan ikatan rangkap

yang
serta

Jenis Hydrotreating
CxHy-S

H2

CxHy

H2S

CxHy-N

H2

CxHy

NH3

CxHy-O

H2

CxHy

H2O

HYDRO-DESULPHURIZATION
(HDS)

HYDRO-DESULPHURIZATION
(HDS)

HYDRO-DESULPHURIZATION
(HDS)

HYDRO-DENITROGENATION
(HDN)

HYDRO-DEMETALLIZATION

MEKANISME REAKSI PENJENUHAN


Penghilangan
Oksigen

Penghilangan Halida

Penjenuhan Olefin

RESIDUE HYDROPROCESSING
Feed: Atmospheric Resid Crude
(ARC) dan Vacuum Resid Crude
(VRC)
Menggunakan H2 dalam jumlah
besar
Menghilangkan kontaminan yang
sangat banyak

RESIDUE HYDROPROCESSING

HYDROCRACKING
Catalytic
Cracking

Hydrocrack
ing

Hydrogenatio
n

HYDROCRACKING

HYDROCRACKING

SKEMA
HYDROCRACK
ING
Kondisi Operasi:
P = 1000-2000
psi
T = 400-815C

KATALIS PADA
HYDROCRACKING
Platinum
Palladium
Tungsten
Nikel

PANDUAN HYDROPROCESSING

Jenis Reaktor Hydroprocessing

Kondisi Operasi Reaktor


Hydroprocessing

Perbandingan Reaktor
Hydroprocessing
Reakto
r
Fixed-Bed

Kelebihan

Kekurangan

Kehilangan katalis lebih kecil

Pressure Drop besar

Kondisi operasi lebih fleksibel

Laju alir cairan rendah

Biaya operasi lebih murah

Banyak hotspot

Penggunaan katalis optimum


Moving-Bed

EbullatedBed

Feed dan katalis tercampur


dengan baik
Kondisi operasi sangat
fleksibel
Perpindahan kalor sangat baik

Katalis harus tahan


gesekan

Laju konsumsi katalis


besar

Perbandingan Reaktor
Hydroprocessing

NON-CATALYTIC RESID
PROCESSING

JENIS- JENIS NON-CATALYTIC


PROCESS
Coking
Non-Catalytic

Visbreaking
Solvent
Extraction

COKING
Thermal process untuk mengkonversi fraksi berat low
grade oil menjadi produk yang lebih ringan

Feed:
Residu vacuum
distillation

Produk:
Gas
Nafta
Gas oil
Coke

Gas oil untuk feed di catalytic cracking unit .


Coke dapat digunakan untuk bahan bakar maupun untuk
elektrode, industri kimia, dan coke untuk metalurgi.

JENIS COKING

Coking

Delayed
Coking
Flexicoking

DELAYED COKING

FLEXICOKING

1100 oF

CO, H2, CO2,


N2

PERBANDINGAN

VISBREAKING
Operasi thermal cracking untuk mengurangi viskositas dan
pour point dari residu vakum.

Feed:

Produk:

Residu vacuum
distillation

Nafta
Fuel oil

Produksi kilang minyak bahan bakar berat dapat dikurangi


20-35%

SKEMA UMUM VISBREAKING


Range umum
kondisi operasi:
T = 455510 C
P = 50300 psi

JENIS VISBREAKING

Coil Visbreaking

Visbreaking

Soaker
Visbreaking

COIL VISBREAKING

T Furnace= [885-930 F (473-500 C)]


Waktu reaksi=1-3 menit.
Selang waktu running = 3-6 bulan.

SOAKER VISBREAKING

T Furnace= [800-830 F (427-443C)]


Waktu reaksi=5-10 menit.
Selang waktu running = 6-18 bulan.

PERBANDINGAN
Coil Visbreaking

Soaker

Furnace Outlet

900

Visbreaking
805

Temperature (oF)
Fuel consumption

0,85

(relative)
Capital cost (relative)

0,9

SOLVENT EXTRACTION
Mengambil fraksi-fraksi ringan yang masih terdapat dalam
residu dan memisahkannya dari fraksi berat.
Produk:
Feed:
Residu vacuum
distillation

Fraksi-fraksi ringan
terbawa solvent (feed
hydrotreating)
Fraksi-fraksi berat

Komponen yang lebih berat akan masuk ke proses solvent


dewaxing untuk menghasilkan lube oil dan waxes.
Solvent umum: Propana-pentana.

JENIS SOLVENT EXTRACTION

DEMEX (License: UOP)

Solvent Extraction

ROSE (License: KerrMcGee)

DEMEX

ROSE

INOVASI TEKNOLOGI

4 INOVASI TEKNOLOGI
Residfining (Exxon)

ARDS/VRDS (Chevron)
Inovasi Teknologi
H Oil (UOP)

LC Fining (Chevron)

RESIDFINING

Kondisi proses : 13,8 MPa 20,7 Mpa


Katalis : silika alumina dengan ukuran pori 150 200 dan
cobalt molybdenum sebagai kat alis untuk hidrogenasi logam.

UMPAN DAN PRODUK PROSES RESIDFINING

ARDS/VRDS

AR DS d ig u na ka n u ntu k d e sulf uris asi resid u a tm os f er ik , se d ang kan


VR DS unt uk d es ulf urisa si re sid u d is tilas i vakum .
Pro se s ini c o c ok d ig unakan untuk m e ng has ilka n p rod uk ya ng a ka n
d ium p a nkan c a t a lyt ic c ra c k ing a tau d ela ye d c ok ing .

H - OIL

T = 415 440 o C
P = 168 207 atm
Reaktor jenis ebullated digunaka n untuk menca pa i konversi dan
distribusi umpan yang sera gam
Proses ini dirancang untuk mengolah umpan residu atau yang lebih
tinggi untuk menghasilkan produk yang diguna kan sebagai fuel oil,
umpan coking unit, fuel gas, dsb

LC - FINING

T = 385 450 o C
P = 68 184 atm
Proses ini menggunaka n ebullated reactor
Umpan pada proses ini da pat berupa residu atm osferik, residu
vakum, dan oil sand bitumen
Produk berupa fuel ga s, diesel, kerosene, LVGO, nafta, umpan
FCC, coke

P E RB AN D IN GAN P R OSE S RE SI DF IN IN G, ARD S /VD RS,


H OIL, DAN L C FIN IN G
No. Komponen ResidFining
Exxon
1.
Lisensor
Jenis
Fixed bed
2.
reaktor
3.

4.

Umpan

Produk

Vacuum
residue

Fuel
gas,nafta,
distillate

ARDS/VDRS
Chevron
Fixed bed
vacuum gas,
oil,
atmospheric,
residu, dan
vakum residu
Gasoline
oriented,
umpan
catalytic
cracker atau
delayed
coking

H - OIL
UOP
Ebullated
bed

LC - FINING
Chevron
Ebullated bed

Vacuum
residu or
higher

Residu atmosferik,
residu vakum, dan oil
sand bitumen

Fuel oil,
umpan
coking unit
dan
blending
aspal

Distillate oriented

HYDROPROCESSING AND RESID


PROCESSING
DI KILANG MINYAK INDONESIA

KILANG MINYAK DI INDONESIA

RU II DUMAI & SUNGAI PAKNING (1)


Letak
: Riau
Crude Oil
: SLC (85%) dan Duri (15%)
Kapasitas Produksi
: 177 ribu barel/hari

RU II DUMAI & SUNGAI PAKNING (2)

RU II DUMAI & SUNGAI PAKNING (3)


Unit

Input

Output

High Vacuum Unit

Long Residue

Short Residue (S.Res), Light Vacuum Gas

(HVU)

(L.Res)

Oil (LVGO), High Vacuum Gas Oil (HVGO)

Delay Coking Unit

Short Residue

(DCU)

(S.Res)

Distillate Hydro
Treating Unit (DHTU)
Hydro Cracking Unit
(HCU)
Naphtha Hydro
Treating Unit (NHDT)

Gas, LPG, Naphtha, Low Cycle Gas Oil


(LCGO), Heavy Cycle Gas Oil (HVGO),

Coke
Light Cycle Gas Oil Naphtha, Light Kerosene (L.Kero), High
(LCGO)

Kerosene (H.Kero)

Heavy Vacuum

LPG, Light Naphtha (L.Naphtha), High

Gas Oil (HVGO),

Naphtha (H.Naphtha), Light Kerosene

LPG, Gas

(L.Kero), High Kerosene (H.Kero)

Heavy Cycle Gas Light Naphtha (L.Naphtha), High Naphtha


Oil (HCGO)

(H.Naphtha)

RU III PLAJU (1)


Letak
: Sumatera Selatan
Crude Oil
: SLC dan Ramba
Kapasitas Produksi
: 145 ribu barel/hari

RU III PLAJU (2)

RU III PLAJU (3)


Unit

Input

Output
Short Residue (S.Res),
Light Vacuum Gas Oil

High Vacuum Unit


(HVU)

Long Residue (L.Res)

(LVGO), Medium
Vacuum Gas Oil
(MVGO), High Vacuum
Gas Oil (HVGO)

RU IV CILACAP (1)
Letak
: Jawa Tengah
Crude Oil
: ALC, Arjuna, dan Attaka
Kapasitas Produksi
: 348 ribu barel/hari

RU IV CILACAP (2)

RU IV CILACAP (3)
Unit
Naphtha Hydro
Treating (NHT)
Hydro
Desulfurization
(HDS)
Hydro Treating Unit
(HTU)
AH. Unibon

Input
Naphtha

Output
Fuel Gas, LPG,
Gasoline

Light Gas Oil (LGO),

Automotive Diesel Oil

Heavy Gas Oil (HGO)

(ADO), Kerosene

Long Residue (L.Res)

Lubricant

Naphtha

Kerosene
Automotive Diesel Oil

Thermal Hydro

Thermal Cracked

Treating (THDT)

Residue

Visbreaker

Long Residue (L.Res)

(ADO), Industrial
Diesel Oil (IDO)
Thermal Cracked
Residue

RU V BALIKPAPAN (1)
Letak
: Kalimantan Timur
Crude Oil
: Handil, Bekapal, SLC, dan Widuri
Kapasitas Produksi
: 266 ribu barel/hari

RU V BALIKPAPAN (2)

RU V BALIKPAPAN (3)
Unit

High Vacuum Unit


(HVU)

Input

Output
Light Vacuum Gas Oil
(LVGO), High Vacuum

Long Residue (L.Res)

Gas Oil (HVGO),


Short Residue

Naphtha Hydro

High Naphtha

Treating (NHT)

(H.Naphtha)

Hydro Cracking

High Vacuum Gas Oil

Unit (HCU)

(HVGO)

(S.Res)
Low Naphtha
(L.Naphtha)
Light Naphtha
(L.Naphtha), High
Naphtha
(H.Naphtha),
Kerosene, Gas Oil

RU VI BALONGAN (1)
Letak
: Jawa Barat
Crude Oil
: SLC dan Duri
Kapasitas Produksi
: 125 ribu barel/hari

RU VI BALONGAN (2)

RU VI BALONGAN (3)

Unit

Input

Hydro Demetallization (ARHDM)

Crude Oil

Gas Oil Hydro Treating Unit (GO


HTU)
Light Crude Oil Naphtha
Treating Unit (LCO NTU)

Gas Oil

Output
Demetallized Crude
Oil
Diesel Oil
Industry Diesel Fuel

Light Crude Oil

(IDF), Marine Fuel


Oil (MFO)

RU VII KASIM (1)


Letak
: Irian Jaya Barat
Crude Oil
: Walio
Kapasitas Produksi
: 10 ribu barel/hari

RU VII KASIM (2)

RU VII KASIM (3)

Unit
Naphtha

Input

Output

Hydro

Heavy

Sweet

Treating

Naphtha

Naphtha

Unit (NHTU)

Terima Kasih

Dian : produk yg dihasilkan lebih bagus


hydrocracking/ catalytic cracking? Proses visbreaking,
ada perbedaan lain?
Marini : perbedaan feed untuk menentukan proses
yang dilakukan?
Sharfan : produk coking pemanfaataannya untuk
apa? Hasil dr coking pemanfaatannya untuk tujuan
yang sama/tidak?
Agum : H-Oil, residu punya T > kenapa ga diolah pake
vakum distilasi kenapa menggunakan ebulated bed