Anda di halaman 1dari 18

“MANAJEMEN KESEHATAN IKAN”

PENYAKIT CRUSTACEA PADA IKAN

Kelompok 4:
Mikraim kaseger : 15051102023
Selvyane bukasiang : 15051102017
Frayogi datunsolang : 1505110204
Cintia Hormati : 15051102022
Lernea sp

Argulus sp

PENYAKIT CRUSTACEA

Isopoda

Caligus sp
Lernea sp

Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subphylum : Crustacea
Kelas : Maxillopoda
Subclass : Copepoda
Urutan : Cyclopoida
Family : Lernaeidae
Genus : Lernae

Lernea atau biasanya disebut cacing jangkar, merupakan parasit


pada ikan air tawar tapi dia juga menyerang ikan air payau. Di
sebut cacing jangkar karena pada bagian kepalanya terdapat
organ yang menyerupai jangkar, sehingga dengan perantaraan
organ inilah cacing jangkar menempelkan dirinya ke tubuh ikan.
bentuk cambuk, panjang 5-10cm, Berbentuk panjang
MORFOLOGI berwarna putih, didepan dengan alat penghisap mudah
terlihat secara kasat mata .

INANG ikan bandeng, nila,mas, ikan air tawar , dapat menginfeksi ikan
air payau

Parasit ini umumnya ditemukan di daerah saat musim panas


HABITAT atau pada daerah tropis .

PArasit ini telah menyebar ke seluruh dunia. Umumnya penyakit


bersifat epizootik.

Di Indonesia, Lernaea telah menyebar ke berbagai pusat


pembenihan.
Pada awalnya lerneasis hanay ditemukan pada ikan mas, namun pada
perkembangannya ditemukan juga pada spesies air tawar lainnya.

Bahkan di Fiipina juga ditemukan di ikan payau seperti bandeng. Penularan


penyakit ini secara langsung melalui kontak dengan ikan sakit.Ikan liar juga
dapat menjadi sumber penyakit

siklus hidupnya mengalami tiga kali perubahan tubuhnya yaitu


Siklus hidup nauplius, copepodit dan bentuk dewasa. Satu siklus hidup
membutuhkan waktu berkisar ini 21 – 25 hari.

hanya yang betina yang menjadi parasit. Parasit dapat tampak


Gejala klinis
menyolok di permukaan tubuh,lubang hidung, pangkal sirip,
insang, dan rongga pipi

Ikan biasanya terlihat menggosokkan diri, melompat dari permukaan air. Di


tempat melekatnya Lernaeaakan tampak bercak merah
Ikan biasanya terlihat menggosokkan diri, melompat dari permukaan air. Di
tempat melekatnya Lernaeaakan tampak bercak merah

Diagnosa cukup mudah,dengan pengamatan


Metode Diagnosa makroskopis dan mikroskopsi

menjaga kebersihan, menghidari keluar-masuknya


ikan baru, memberikan cukup pakan, mengeluarkan
ikan yang mati dengan segera.

Pencegahan
Terhadap air harus dilakukan penyaringan sebelum
dialirkan atau menggunakan bahan kimia untuk
membasmi stadium Nauplius dan copepodid pada
cacing ini.
pengendalian dilakukan dengan
PENGENDALIAN melakukan pengeringan dan
pengapuran
Argulus sp

Klasifikasi Argulus sp
Filum : Arthopoda
Sub filum : Crutacea
Kelas : Maxillopoda
Sub klas : Branchiura
Ordo : Arguloida
Famili : Argulidae
Genus : Argulus
Spesies : Argulus sp.

Argulus sp atau kutu ikan (fish louse) merupakan ektoparasit yang


menempel pada bagian luar tubuh ikan. Dengan tubuh transparan dan
ukuran 5-8 mm Argulus sp sangat mudah dikenali.
sifat parasit cenderung temporer yaitu mencari inang secara acak dan
dapat berpindah dengan bebas pada tubuh ikan lain atau bahkan bisa
juga meninggalkannya. serangan parasit pada ikan-ikan muda yang
biasanya berukuran kecil karena belum berkembangnya system
pertahanan tubuh.

menyerang hampir semua jenis ikan air tawar, baik ikan konsumsi
maupun ikan hias. Contohnya ikan gurami, ikan lele dan ikan mas.
SIKLUS HIDUP DAN
Ciri-ciri morfologi Argulus sp
HABITATNYA

Argulus sp berbentuk pipih dan pada Dalam siklus hidupnya, Argulus


bagian dorsal dilindungi oleh karapas menggunakan ikan sebagai inangnya,
yang menutupi hampir seluruh bagian mereka menginfeksi jenis ikan air tawar
tubuhnya. Bagian sisi karapas ini dapat dan ikan laut. . Argulus menghabiskan
sedikit digerakkan ke atas dan ke bawah sebagian besar waktu hidupnya dengan
seperti sayap. Pada bagian anterior berenang di sekitar inangnya karena
terdapat dua pasang antena, sepasang Argulus merupakan perenang yang baik,
mata majemuk, mulut, organ pengisap, ia berenang mencari ikan untuk dihisap
dan maxilla pada ujung-ujungnya darahnya.
terdapat pengkait berfungsi untuk
mengaitkan diri pada inangnya.
Perkembangbiakan terjadi secara kawin karena jenis Argulus ini ada
jantan dan betina, ukuran tubuh jantan lebih kecil daripada betina.

Argulus betina dapat menghasilkan 100 butir telur atau lebih yang
ditempelkannya pada permukaan benda padat. Telur akan menetas dalam
waktu 25 hari.

Masing - masing telur pada umumnya menetas pada waktu yang berbeda
Larva Argulus dengan ukuran 0.6 mm bersifat planktonik sebelum
akhirnya menyerang ikan.

Larva ini akan berganti kulit selama 8 kali sebelum mencapai dewasa
dengan ukuran 3-3.5 mm.
Kebiasaan hidup

Argulus sp menempel pada tubuh ikan untuk menghisap darah setelah kenyang
mereka akan lepas dari tubuh ikan dan apabila lapar mereka akan kembali
menempel pada tubuh ikan untuk dihisap darahnya. Oleh karena itu argulus juga
dapat membawa penyakit dari satu ikan ke ikan yang lain.

menyerang pada semua jenis ikan air tawar dengan


menusukkan stilettonya dan melepaskan sengat
agar tidak terjadi pembekuan darah

dengan menghisap darah inangnya

Cara penyerang menempel pada bagian kulit yang lunak dan banyak
an argulus sp pembuluh darahnya, seperti pangkal sirip dan daerah
pada ikan mulut
Setelah penyerangan, parasit ini melepaskan diri dan
berenang lagi mencari mangsa lainnya

Dalam keadaan tertentu, parasit ini dapat tahan


berpuasa selama 3 minggu, dan bertindak sebagai
parasit obligat
Pencegahan
Gejala yang melakukan pengeringan kolam serta
muncul pengapuran sebanyak 200 g/m²,
melakukan penyaringan Air masuk.

penyerangan kelihatan kemerah-


merahan Pendarahan pada kulit
ikanPerubahan warna pada kulit
Isopoda

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Crustacea
Kelas : malakostraca
Subkelas : Eumalacostraca
Superordo : Paracarida
Ordo : Isopoda

Isopoda adalah salah satu ordo dari sub filum crustacean yang paling
beragam dan hidup di lingkungan yang luas.

Habitat isopoda ada di darat, perairan laut dan air tawar, meskipun
yang paling sering di temukan di perairan laut dangkal (El-shahawy and
desouky, 2010).
Isopoda

ukuran parasit antara 0,2-0,8 cm sehingga mudah dilihat


dengan mata telanjang

Menginfeksi hamper semua jenis ikan air tawar, terutama ikan-ikan


bersisik seperti ikan mas, dan nila

umumnya terjadi pada budidaya ikan di Karamba Jaring Apung (KJA)


pada awal musim penghujan, dimana limpasan bahan organik yang
masuk ke badan perairan relative tinggi

Gejala Klinis

Luka dan pendarahan pada tempat gigitan, dan secara


visual parasit ini tampak menempel pada tubuh ikan
terutama di bawah sisik atau pangkal sirip.
Hilang keseimbangan, lemah dan nafsu makan menurun.
DIAGNOSA Secara visual terlihat adanya parasit yang
menempel pada tubuh ikan

Pengendalian

Perontokan parasit dalam wadah terbatas dengan bahan kimia yang


mengandung bahan aktiv dichlorfos pada konsentrasi 5-7 ppm selama 60
menit.

Setelah parasit rontok, ikan dipindahkan ke wadah lain untuk diobati


dengan disinfektan atau antibiotic untuk mencegah adanya infeksi
sekunder oleh bakteri pada bekas gigitan parasit

Menggunakan spot light pada malam hari untuk mengumpulkan parasit


tersebut pada satu lokasi, kemudian diangkat dengan jaring Iklan.
Caligus Sp

berbentuk seperti buah pear dan transparan, . Parasit ini dapat diamati secara kasat
mata dengan panjang tubuh antara 2-3 mm,

Caligus menyerang ikan biasanya menyerang kulit, sirip dan insang pada ikan
kerapu, kakap,dan Pada ikan tertentu misalnya ikan nila, caligus ditemukan
tidak hanya menyerang pada kulit, tetapi sudah sampai menyerang insang.
bagaian yang terinfeksi biasanya ditandai denan sisik lepas
Gejala klinis ,terjadi hemoragi atau ulser.

pencegahan perendaman dengan Neguvon 0,25 ppm


dan selama 12-24 jam setiap minggu
pengobatan pengambilan langsung dari tubuh ikan