Anda di halaman 1dari 105

BAB I PENDAHULUAN

Theology The Study of God

A.

LATAR BELAKANG
Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya untuk mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari peran agama amat penting bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti yang luhur, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai1

nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan. Dasar Pendidikan Agama Kristen Protestan bukanlah standar moral Kristen yang ditetapkan untuk me ngikat peserta didik, melainkan dampingan dan bimbingan bagi peserta didik dalam melakukan perjumpaan dengan Tuhan Allah dan mengekspresikan hasil perjumpaan itu dalam kehidupan seharihari. Peserta didik belajar memahami, mengenal dan bergaul dengan Tuhan Allah secara akrab karena seungguhnya Tuhan Allah itu ada dan selalu ada dan berkarya dalam hidup mereka. Dia adalah Sahabat dalam Kehidupan Anak-anak. Hakikat Pendidikan Agama Kristen Protestan adalah: Usaha yang dilakukan secara terencana dan kontinu dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari, terhadap sesama dan lingkungan hidupnya. Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Protesan memiliki keterpanggilan untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas. Pada dasarnya Pendidikan Agama Kristen Protestan , dimaksudkan untuk menyampaikan kabar baik (euangelion = injil), yang disajikan dalam dua aspek, aspek ALLAH TRITUNGGAL (ALLAH BAPA, ANAK, DAN ROH KUDUS) dan KARYANYA, dan aspek NILAI-NILAI KRISTIANI. Secara holistik, mengacu pada dogma Allah Tritunggal dan karya-Nya. Pemahaman terhadap Allah Tritunggal dan karya-Nya harus tampak dalam nilai-nilai kristiani yang dapat dilihat dalam kehidupan keseharian peserta didik. Berdasarkan pemahaman tersebut, Pendidikan Agama Kristen Protestan di sekolah dibatasi hanya pada aspek yang secara substansial mampu mendorong terjadinya transformasi
2

dalam kehidupan peserta didik, terutama dalam pengayaan nilainilai iman kristiani. Dogma yang lebih spesifik dan mendalam diajarkan di dalam gereja. Fokus Pendidikan Agama Kristen Protestan berpusat pada kehidupan manusia (life centered). Artinya, pembahasan Pendidikan Agama Kristen Protestan didasarkan pada kehidupan manusia, dan iman Kristen berfungsi sebagai cahaya yang menerangi tiap sudut kehidupan manusia. Pembahasan materi sebagai wahana untuk mencapai kompetensi, dimulai dari lingkup yang paling kecil, yaitu manusia sebagai ciptaan Allah, selanjutnya keluarga, teman, lingkungan di sekitar peserta didik, setelah itu barulah dunia secara keseluruhan dengan berbagai dinamikanya.

B.

TUJUAN DAN FUNGSI


1. Mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Protestan sekolah bertujuan: di

a. Memperkenalkan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus dan karya-karya-Nya agar peserta didik bertumbuh iman percayanya dan meneladani Allah Tritunggal dalam hidupnya b. Menanamkan pemahaman tentang Allah dan karya-Nya kepada peserta didik, sehingga mampu memahami dan menghayatinya c. Menghasilkan manusia Indonesia yang mampu menghayati imannya secara bertanggungjawab serta berakhlak mulia di tengah masyarakat yang pluralistik. 2. Fungsi a. Memampukan peserta didik memahami kasih dan karya Allah dalam kehidupan sehari-hari b. Membantu peserta didik mentransformasikan kristiani dalam kehidupan sehari-hari nilai-nilai

C.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen Protestan meliputi aspek-aspek sebagai berikut. 1. Allah Tritunggal (Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus) dan karyaNya 2. Nilai-nilai kristiani. Pada jenjang Pendidikan Agama Kristen Protestan, peserta didik dibimbing untuk tidak hanya memahami secara lebih dalam mengenai hubungan Allah dengan manusia, tetapi lebih jauh lagi peserta didik diharapkan mampu mewujudkan nilai-nilai kristiani dengan respons nyata melalui pikiran, perkataan dan perbuatan. Pada tahap selanjutnya, peserta didik diharapkan mampu mengambil keputusan hidup sesuai dengan usia dan kemampuannya dengan mengacu pada nilai-nilai kristiani yang dipelajari dan dialaminya dalam proses pembelajaran aktif di sekolah.

BAB II SEJARAH AGAMA KRISTEN PROTESTAN


A. SEJARAH KRISTENISASI DI INDONESIA
Arti Kristenisasi : 1. Yang dinamakan kristenisasi ialah mengkristenkan orang atau membuat seseorang memeluk agama Kristen. Arti kata-kata itu menurut istilah ialah: mengkristenkan orang secara besarbesaran dengan segala daya upaya yang mungkin agar supaya adat dan pergaulan dalam masyarakat mencerminkan ajaran agama Kristen. Masyarakat yang demikian akan lebih melancarkan tersiar luasnya agama Kristen. Akhirnya kehidupan rohani dan sosial penduduk diatur dan berpusat ke gereja. 2. Kristenisasi tidak hanya dilancarkan terhadap orangorang yang belum memeluk agama atau mereka yang memeluk agama animisme saja, tetapi juga ditujukan terhadap orang yang telah memeluk agama Islam. Pengkristenan dipercayai sebagai satu tugas suci yang dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh ditinggalkan. Mengkristenkan orang dianggap sebagai membawa kembali anak-anak domba yang tersesat, dibawa kembali kepada induknya. Manusia-manusia sebagai anak domba akan dibawa kepada kerajaan Allah. 3. Kristenisasi adalah usaha internasional, artinya mereka bermaksud menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. Dapat diakui bahwa ini adalah mutlak hak asasi mereka, sebagaimana orang Muslimin-pun mempunyai tugas menyiarkan Islam ke seluruh dunia. Namun demikian memang perlu sama-sama disadari perlunya suatu garis pengamanan yang dapat menghindarkan terjadinya pergesekan dan perselisihan, sehingga masing-masing pemeluk agama tertentu tidak merasa cemas untuk dipaksa atau dibujuk atau diusahakan pindahnya kepada agama lain. Garis ini harus jelas dan ditaati terutama oleh para pemeluk agama yang telah disahkan oleh Negara Republik Indonesia seperti misalnya agama Islam dan Kristen (Masehi).

4. Pada tanggal 30 Nopember 1967 Pemerintah mengadakan Musyawarah Antar Agama bertempat di gedung Dewan Pertimbangan Agung Jakarta, dengan maksud antara lain untuk membina saling pengertian dan saling toleransi antara pemeluk-pemeluk agama terutama Islam dan Masehi. Dalam sambutan tertulis Jenderal Suharto pada waktu itu, Pejabat Presiden Republik Indonesia, menyatakan keprihatinannya atas kenyataan bahwa penyiaran agama masih dilakukan orang terhadap mereka yang telah memeluk agama tertentu. Dijiwai oleh sambutan Pejabat Presiden itu maka pihak umat Islam mengusulkan rumusan persetujuan, yaitu: rakyat yang telah beragama jangan dijadikan sasaran penyebaran agama lain. Pihak Masehi menolak keras usul itu. Maka dicoba untuk mengadakan pertukaran pikiran dan pendekatan-pendekatan namun sia-sia, yang mengakibatkan musyawarah yang berlangsung hampir 24 jam itu tidak menghasilkan sesuatu yang kongkrit. 5. Kristenisasi dalam pengertian politik ialah: berusaha untuk lahirnya undang-undang ataupun peraturan atau tindakan dan sikap penguasa, yang memberi kesempatan lebih banyak lagi bagi tersiarnya agama itu atau menguntungkan bagi agama itu. Apabila penyebaran dalam masyarakat telah berhasil dan dalam bidang politik berhasil pula, maka terbukalah jalan yang selebarlebarnya untuk menjadikan keseluruhan masyarakat bernapaskan Kristen, sehingga diharapkan dengan cepat umat Kristen akan menjadi mayoritas, seperti umpamanya kejadian di Pilipina, yang sekarang ini ternyata menjadi basis perluasan ke seluruh Asia Tenggara. 6. Usaha Kristenisasi itu dilakukan dengan segala daya, beaya peralatan yang lengkap, rencana yang masak, tehnik yang tinggi, kemauan dan kesungguhan yang mantap dan kuat, keyakinan yang mendalam serta melalui segala jalan dan saluran yang meresap dalam hampir semua aspek kehidupan manusia: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik dan segala macam hiburan.

B.

SEJARAH KRISTENISASI OLEH AGAMA PROTESTAN


1. Zending Protestan pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1831 dengan dua orang pendeta bernama Riedel dan Schwarz ke Minahasa. Pada tahun 1850 mereka membuka
6

2.

3.

sebuah Kweekschool (sekolah pendidikan guru) di Tomohon dan pada tahun 1868 dibuka pula Sekolah Guru Injil (Hulpzendelingen). Kristenisasi di Minahasa itu ditangani dan dibeayai oleh Nederlandse Zendelinggenootschap yang didirikan di Rotterdam tahun 1787. Pada tahun 1882 di Minahasa juga didirikan asrama dan sekolah khusus bagi anak-anak pegawai negeri serta orang-orang terkemuka. Semua sekolah tersebut mendapat subsidi dari Pemerintah Hindia Belanda. Tahun 1888 mereka mendirikan percetakan untuk mencetak buku-buku, selebaran dan sebuah surat kabar yang bernama, "Cahaya Siang." Di kepulauan Sangihe dan Talaud bangsa Portugis telah lebih dahulu menyiarkan agama Kristen. Pekerjaan ini kemudian diambil alih dan diteruskan oleh bangsa Belanda di Ambon dan Maluku dipelopori antara lain oleh: J. Kam pada pertengahan abad ke 19 juga. Dia adalah utusan dari Nederlandse Zendinggenootschap tersebut. Kemudian mereka luaskan sampai ke pulau Buru. Adapun daerah Sulawesi Tengah dan Tenggara kristenisasi dilakukan oleh Bala Keselamatan atau Leger des Heils, sedang Gereformeerde Zendingbond mengirimkan pendeta Van Den Loodrecht ke Luwuk pada tahun 1913. Di Bolaang Mongondow pengkristenan dilakukan oleh Nederlandse Zendinggenootsehap. Pada tahun 1904 seorang raja meminta kepada Zending itu untuk mendirikan sebuah H.l.S. disana. Sekolah ini terlaksana pada tahun 1913. Perkumpulan De Nederlandse Zendingvereniging yang semula diberikan tugas mengkristenkan Jawa Barat, pada tahun 1915 juga beroperasi di Sulawesi Tenggara. Kristenisasi di Jawa Timur dipelopori oleh seorang tukang jam bangsa Belanda di Surabaya yang bernama Emde dan seorang tuan tanah bernama C. Coolen kira-kira pada tahun 1840. Empat tahun kemudian pengikut mereka berhasil membentuk sebuah desa Keristen di Mojowarno di mana dewasa ini berdiri sebuah rumah sakit Kristen yang amat besar dan modern. Pada tahun 1848 seorang zendeling lagi yaitu E.J. Jellesma dating ke Surabaya lalu ke Mojowarno. Dengan dibantu oleh seorang guru Injil Paulus Tosari didirikannya sebuah Kweekschool yang kemudian terpaksa ditutup pada tahun
7

4.

5.

1858. Tetapi pada tahun 1500 dapat dibuka kembali. Muridmurid dari pengikut C. Coolen menyebarluaskan agama Kristen ini sampai ke Pasuruan dan Kediri. Kemudian berdatangan para zendeling dari negeri Belanda untuk menyebarkan agamanya di tengah-tengah umat Islam. Mereka mendirikan rumah sakit rumah sakit di banyak tempat di samping rumah sakit besar Mojowarno. Di Jepara tinggal seorang bernama Tunggul Wulung yang terkenal dengan julukan Kiyahi Berahim. Dia adalah seorang petapa yang mengaku telah mendapat wahyu dari Allah lalu masuk Kristen. Tetapi kemudian dia campur-adukkan kepercayaan Kristen dengan Islam dan animisme, akhirnya dia tidak diakui lagi oleh gereja. Ada pula seorang santri bernama Sadrah, yang berhasil ditarik memeluk agama Kristen oleh seorang zendeling yang bernama Hoezoo. Sadrah kemudian mengembara hampir ke seluruh tanah Jawa dan banyak bertemu serta berwawancara dengan penyebar agama Kristen lainnya. Di Jakarta, dahulu Batavia, dia bertemu dengan MR. F.L. Anthing, bekas pejabat tinggi kehakiman di Semarang yang telah pindah ke Jakarta, Dia ini sangat besar jasanya dalam pernyebaran Kristen. Tahun 1867 Sadrah dibaptiskan dan dua tahun kemudian dia dipindahkan ke Purworejo untuk menyiarkan Kristen bekerja sama dengan nyonya Philips. Tahun 1870 pindah ke desa Karangjasa dekat Bagelen dan terus giat menyebarkan agamanya dan memimpin kaum Kristen Jawa. Dari sana Kristenisasi diperluas oleh Dewan Gereja (Gereformeerde Kerken) ke Banyumas dan Kedu lalu meluas ke Yogyakarta dan Surakarta. Adapun di Sumatera pekerjaan zending dapat dikatakan dimulai pada tahun 1890 di dacrah Sumatera Pasisir Timur. Pada tahun 1894 mereka sampai ke utara Danau Toba daerah Batak Karo. Pada tahun 1915 mereka dirikan rumahsakit di bawah pimpinan seorang Zuster bangsa Belanda. Pulau Nias dimasuki pada tahun 1866 oleh para zendeling dari perkumpulan Rheinische Missionsgeselschaft, yaitu gabungan zending yang berdiri pada tahun 1823 dan berpusat di Barmen wilayah Dusseldorf, Jerman. Mereka juga melebarkan sayap ke Pulau Mentawai dan Enggano. Rheinische
8

Missionsgeselschafe ini juga beroperasi di pulau Kalimantan sebelah Selatan dan Timur untuk mengkristenkan suku Dayak. Pada tahun l904 kelihatan kemajuannya di Kuala Kurom dan Kahayan Hulu, lalu meluas dengan pesat. Demikianlah ringkasan sejarah kristenisasi yang dilakukan oleh agama Protestan di tanah air kita.

BAB III AGAMA KRISTEN PROTESTAN


A. PENGERTIAN
Protestan berasal dari bahasa latin yaitu protestari, yang melahirkan istilah protest. Istilah tersebut diartikan mengakui atau menyatakan secara terbuka atau suatu pernyataan yang khidmat tentang resolusi, fakta atau pendapat. Namun, protest sering diartikan secara negatif yaitu keberatan atau menyanggah. Protestantisme adalah sebuah gerakan di dalam gereja yang didalamnya terkandung dua arti, yaitu : Keberatan atas beberapa pokok kepercayaan dan praktek gereja Roma Katolik. Meyatakan kepercayaan yang dianggap esensial bagi kepercayaan Kristen.

B.

SEJARAH PROTESTANTISME
Protestantisme merupakan konsekuensi gerakan reformasi yang terjadi pada abad ke-16. Kurang lebih tiga abad, protestantisme menyebar ke bagian utara benua Eropa dan Inggris, kemudian sampai ke Amerika Utara. Awal abad 20, Protestantisme menyebar hampir keseluruh dunia. Gerakan reformasi gereja dikenal sejak Martin Luther (1483-1556) dan Yohanes Calvin. Tetapi sebenarnya sudah ada tokoh pra-revormasi, yaitu Wyclif di Inggris dan Yohanes Hus di Buhemia. Awal reformasi ini adalah terbitnya 95 dalil Martin Luther yang merupakan protes terhadap praktek penjualan surat indulgensia yang dilakukan gereja. Pengembangan dalil-dalil itu akhirnya merupakan sebuah challenge bagi seluruh sistem sacramental-klerikal-hierarkikal Gereja Katolik. Pada kuliah-kuliahnya di Universitas Wittenberg mengenai al-Kitab, ia menemukan kenyataan bahwa God is primary actor in

salvation and that all human beings todo is accept Gods promised deliverance. Pada salib Yesus, Allah mendamaikan
10

manusia once for all. Pada tahun 1520, melalui tulisannya ia menjelaskan posisinya : a. Keselamatan oleh imam melalui anugerah. b. Otoritas kekristenan terletak pada al-Kitab, bukan penguasa gereja. c. Jumlah sakramen dikurangi, bukan tujuh melainkan dua saja, yaitu baptisan dan penjamuan kudus.

C.

PENDIRI KRISTEN PROTESTAN


Pembangkang terhadap gereja Katolik memuncak di masa Martin Luther, sehingga ia dapat dikatakan sebagai tokoh pendiri agama Kristen Protestan. Kemudian setelah Martin Luther terdapat Ulrich Zwingli dan Jean Calvin. Yang akan diuraikan lebih lanjut disini adalah mengenai Martin Luther, siapa Martin Luther, bagaimana pemikirannya serta bagaimana perjuangannya. Martin Luther berasal dari keluarga petani di Thuringen. Ia dilahirkan pada tanggal 10 Novenber 1483 di Eisleben, Jerman. Pada tahun 1507 ia ditahbis menjadi imam, kemudian pada tahun 1512 ia berhasil meraih gelar doktor dalam teolog dari Universitas Weittenberg dan seterusnya aktif di Universitas itu. Luther menyerang cita hidup mistik dalam gereja, yang berusaha mendapatkkan keselamatan dan persekutuan rohani langsung dari Yesus. Ia mendasarkan ajarannya pada iman dan Rahmat sebagai sumber hidup manusia. Dikemukakannya pengertian baru tentang apa yang dikatakan Paulus dalam Roma 1: 16-17 yaitu : Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan orang-orang yang percaya. Pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman, dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman. Berdasarkan ayat tersebut Luther tidak dapat menerima apa yang sering didengarnya bahwa Kebenaran Tuhan adalah keadilan Tuhan yang sama dengan Hakim Duniawi, membebaskan, membenarkan orang-orang yang baik dan menghukum orang-orang yang jahat. Ini tidak benar, karena menurut Luther kebenaran Tuhan itu adalah anuger ah Tuhan, yang menerima orang-orang berdosa serta putus asa terhadap dirinya sendiri.
11

Sebaliknya Tuhan menolak orang-orang yang menganggap dirinya baik. Titik dasar ajaran Luther adalah di dalam al-Kitab yang berbeda dari ajaran Katolik tentang hubungan Tuhan dengan manusia. Ia berpendirian bahwa Tuhan itu hanya di atas, tidak ada Tuhan yang menjelma dalam diri manusia, pengalaman manusia tidak akan dapat mencapai kemauan Tuhan, perbuatan manusia itu mempunyai nilai sedangkan Tuhan tidak dapat dinilai. Manusia hanya dapat berusaha mencari jalan keselamatan dengan imannya. Oleh karenanya apa yang disebut api penyucian dan indulgensi itu tidak benar. Disinilah peristiwa yang membuat Luther bergerak bangkit menyerang gereja Katolik, yaitu perbuatan yang disebut simoni gereja, dimana para biarawan dominikan di Jerman melakukan transaksi jual beli surat-surat indulgensi untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan gereja Santo Pertus, sehingga nilai-nilai rohani dipermainkan dengan uang dan barang.

D.

POKOK POKOK AJARAN PROTESTANTISME


Ajaran protestan memang tidak dapat dilepaskan dari ajaran Gereja Katolik, karena Protestan memang berasal dari agama Katolik. Keduanya mempercayai Allah yang sama, pencipta alam semesta, Penembus manusia. Keduanya menekankan tanggung jawab manusia kepada Allah sebagai jawaban atas tuntutan-Nya untuk menciptakan sebuah hubungan yang trustful dengan-Nya, serta hubungan yang bertanggung jawab dan murah hati dengan sesama manusia. Dasar-dasar dari kepercayaan dalam agama Kristen protestan adalah Kristsentrisme, artinya bahwa Yesus Kristus berkedudukan sebagai sentral dari seluruh kehidupan orang-orang Kristen. Ajaran tersebut terwujud dalam konsepsi Inkarnasi, Penembusan, dan Trinitas, sehingga menjadi suatu system kepercayaan yang terdiri dari 12 pasal. 1) Sistem kepercayaan Asas-asas yang menonjol menurut kepercayaan dalam ajaran Protestan adalah anti pemutlakan terhadap hal-hal yang relatif dan pembenaran iman, di mana setiap umat Kristiani sebagai manusia dapat bertemu dengan Allah dalam tiga tempat, yaitu :
12

Dalam tatanan dan keagungan alam Dalam pribadi Yesus Kristus yang hidup dalam sejarah Dalam hati nurani manusia. Segi-segi kehidupan tersebut masing-masing ada pada Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Roh Kudus atau Roh Tuhan, yang dapat diketahui dari isi dan makna yang tercantum dalam ke-12 pasal pengakuan Iman Rasuli. Pengakuan Iman yang disebut Apostolicum (Yunani, aposteles: iman atau Latin, credo: percaya), kemudian diartikan menjadi Pengakuan Iman Rasuli atau dengan kata lain Dua belas pasal kepercayaan. 2) Pengakuan Iman Rasuli Adanya pengakuan iman ini asalnya dibuat para Rasul yang kemudian disusun secara bertahap sejak tahun 150 M dengan bunyi sebagai berikut : Aku percaya kepada Allah Bapa Yang Maha Kuasa, penguasa langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus, anak Tuhan yang tunggal, Tuhan kita. Yang terkandung dalam Roh Kudus, lahir dari perawan Maria. Yang menderita di bawah pemerintahan Pointus Pilatus, disalibkan, wafat dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. Pada hari ketiga bangkit pula dari antara orang mati. Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa. Dan akan datang dari sana untuk mengakimi orang-orang yang hidup dan mati. Aku percaya kepada Roh Kudus. Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus. Pengampunan dosa Kebangkitan daging Dan hidup yang kekal. Dari urutan kalimat tersebut maka dapat diuraikan bahwa pada mulanya pengakuan gereja Kristen cukup dengan rumusan singkat Yesus adalah Tuhan atau Yesus adalah Kristus.

13

3) Kepercayaan tentang Tuhan Menurut ajaran Kristen, tentang Tuhan harus dilihat dari dua pihak, disatu pihak bahwa Allah tidak boleh turun dari surga. Dipihak lain Allah itu menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus, yang mana antara keduanya mempunyai tekanan yang sama tanpa harus melebur yang satu dengan yang lain. Sebagaimana digambarkan pada saat kedatangan Yesus, bahwa Allah yang hidup itu telah menyatakan diri sebagai dia yang sungguhsungguh Allah dan yang sungguh-sungguh manusia. Sebagaimana dikatakan dalam Yohanes 4 : 24 bahwa : Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam Roh dan kebenaran. Artinya Allah itu bukan makhluk yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Karena Allah itu Roh, maka orang yang menyembahNya sharus menyembah di dalam Roh dan kebenaran. Jadi ibadah lahiriyah itu tidak akan ada artinya di hadapan Allah jika orang itu tidak berada dalam kebenaran, dan tidak seorang pun yang benar di hadapan Allah jika tidak menerima kebenaran Allah dalam Yesus. 4) Yesus Kristus Seperti dinyatakan dalam bagian kedua Pengakuan Iman Rasuli, Yesus Kristus mendapat kehormatan yang sama dengan Allah Bapa. Dalam arti gereja meyakini bahwa Yesus Kristus adalah sesungguhnya Allah dan sesungguhnya manusia. Rumusan yang paradoks ini bukan berarti yang satu boleh dilebur dengan yang lain. Oleh karena Yesus bukan terletak diantara Allah dan manusia, juga bukan setengah Tuhan, melainkan benar-benar Allah dan benar-benar manusia. 5) Roh Kudus Dilihat dari namanya, sifat dan peranan dan karyanya Roh Kudus adalah Allah. Setiap orang yang percaya bahwa Allah melalui Roh Kudus mau bersemayam dalam umat Kristen. 6) Sakramen Sakramen merupakan pusat dari ibadah yang merupakan perbuatan lahir yang ilahi atau disebut juga firman yang nyata. Sakramen itu disusun dalam dan ditetapkan dalam Konsili Luteran IV dan Konsili Trente yang menyimpulkan bahwa sakramen adalah alat anugerah yang bukan saja sebagai tanda dan cap anugerah tetapi juga mengandung anugerah. Dari
14

kepercayaan itu bertarti bahwa melakukan sakramen dan membagikannya kepada orang. Firman Allah hanyalah menggambarkan adanya anugerah dan yang dapat diberi anugerah hanya sakramen. Diperlukannya sakramen adalah untuk keselamatan, agar manusia mendapat anugerah pembenaran, sakramen itu harus ada atau sekurangkurangnya orang harus mempunyai keinginan menerimanya, karena hanya dengan percaya saja maka itu tidak akan cukup. Menurut Kristen Protestan sakramen itu ada dua macam, yaitu sakramen pemandian atau sakramen pembaptisan dan sakramen ekaristi atau sakramen penjamuan suci yang juga disebut komuni suci, jamuan suci, misa atau korban suci, dan sebagainya. Baptisan dalam Protestan dilakukan pada aorang-orang yang telah mencapai usia dewasa dengan memandikan mereka. Hal ini dilakukan seperti yang dilakukan oleh Yahya yang memandikan Yesus sebagai upacara pembaptisan menjadi Rasul Tuhan dengan air sungai Yordan pada usia 30 tahun. Sedangkan pembaptisan dalam Gereja Roma Katolik dilakukan saat bayi lahir. Diharapkan dengan sakramen itu dalam jiwa bayi ditanamkan Rahmat Pertama dari Tuhan yang akan mendorongnya ke dalam susunan kehidupan yang supernatural (suci). Sedang sakramen perjamuan suci berarti ucapan syukur, di mana ketika pelaksanaannya Yesus secara rohani dan maknawi berbentuk roti dan anggur yang menjadi makanan. Dengan pengertian bahwa bukan hanya tubuh saja yang memerlukan santapan tetapi juga rohani dalam diri manusia. Dengan demikian yang merupakan santapan rohani adalah roti (Yesus Kristus), dimaksukan agar ikatan batin antara orang-orang yang percaya bertambah erat dengan Yesus. Di dalam penjamuan suci ini Yesus hadir dengan rohnya dan dia akan berada dalam diri manusia yang percaya. Roti melambangkan tubuh Yesus dan anggur malambangkan Yesus sebagai air hidup yang harus diminum. Protestan menganggap bahwa terdapat lima sakramen yang tidak sah, yaitu : a. Konfermasi, yaitu sakramen untuk memberikan kekuatan batin kepada anak-anak yang memasuki umur dewasa agar punya jiwa
15

teguh. b. Pengakuan dosa, sakramen dimana seseorang mengakui dosanya dihadapan imam (pastur) untuk diampuni. c. Perminyakan terakhir, sakramen mensucikan jenazah yang akan dikubur dengan menggosok seluruh tubuh jenazah dengan minyak sejenis vestin yang telah disucikan. d. Pentahbisan imam, sakramen pengangkatan imam-imam pastur sebagai pejabat suci gereja. e. Sakramen pernikahan, upacara pengesahan perkawinan oleh pastur. Lima sakramen tersebut dianggap tidak sah karena melanggar kitab suci. Dalam Injil Matius 28 : 19 dan 20 dan Injil Markus 14 : 22-24, Yesus suci (eucarisasi) dan pembaptisan (pemandian suci) sampai kedatangannya yang kedua kali nanti. Disamping itu Protestan juga mempunyai sifat-sifat yang khas, yaitu : a. Pembenaran karena iman (sola fide) yang menjadi formula klasik ajaran Protestan. b. Hanya karena anugerah (sola gratia), merupakan korelasi dan tuntunan dari bulir a tersebut. c. Mengenai hakekat manusia, disebutkan bahwa pada satu saat yang sama manusia adalah orang berdosa dan juga orang yang dibenarkan. d. Kedudukan al-Kitab sentral. e. Imamat am orang-orang beriman. f. Meurut Protestan, gereja adalah persekutuan orang beriman sebagai sebuah persekutuan dimana setiap orang adalah imam bagi sesame dan juga saksi bagi sesama. g. Gereja wajib melakukan pelayanan perdamaian kepada dunia, karena protestan meyakini bahwa ia sudah menerima perdamaian dan pengampunan Allah melaui Kristus. h. Protestan selau menunjukkan perlunya keesaan gereja secara esensial.

E.

DOGMA DALAM PROTESTANISME


Pernyataan dogmatis dalam Protestanisme masa lalu selalu dihubungkan dengan pentingnya kebenaran itu bagi keselamatan manusia.
16

Dalam gereja Protestan masa kini, ada dua posisi yang harus dibedakan, yaitu: a. Posisi yang menolak pemikiran tentang kebenaran iman yang harus dituruti. Disini, dogma hanyalah objek dari kritik ilmiah, khususnya secara historis. b. Sikap yang bersedia menerima kebenaran-kebenaran iman yang harus dituruti. Dalam hal ini, pemberlakuan dan formulasinya tidak kekal, melainkan harus terus diformulasikan kembali. Fungsi teolog dogmatika, paling sedikit ada dua yang mana keduanya saling melengkapi dan mengoreksi, yaitu : a. Fungsi reproduktif tradisional Dogmatika berfungsi memadukan tatanan al-Kitab dan penjelasan dogma gereja. Fungsi dogmatif tradisional ini tampak dalam buku-buku dogmatika yang berasal dari masa lalu. b. Fungsi produktif kontekstual Yang dimaksud kontekstual disini adalah bagaimana hubungan domatika dengan situasi dan kondisi masa kini. Dogmatika tidak boleh tinggal dalam pertimbangan-pertimbangan historis saja. Jadi apa yang sudah terjadi di masa lalu memerlukan penerjemahan kebenarannya ke dalam situasi masa kini (kontekstual).

17

BAB IV Allah Tritunggal


Konsep mengenai Allah Tritunggal bukan sesuatu yang mudah dimengerti, bahkan perlu dikatakan bahwa hal ini mustahil dapat dimengerti secara menyeluruh. Berbicara mengenai Allah Tritunggal perlu ditempatkan dalam konteks wahyu dan iman. Wahyu adalah segala sesuatu yang dikenalkan Allah mengenai diriNya kepada manusia dengan menggunakan kategori manusia, dan iman adalah jawaban ya terhadap wahyu Allah tersebut. Konsep mengenai Allah Tritunggal merupakan pewahyuan Allah kepada manusia dan dapat dikatakan sebagai rangkuman dari seluruh ajaran kristiani. Konsep ini memiliki dimensi misteri, namun juga menampakkan sesuatu yang nyata dan dapat dirasakan. Oleh karena itu berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai Allah Tritunggal. Tujuan pembahasan adalah untuk membantu kita mengerti mengenai Allah Tritunggal sejauh manusia dapat menangkapnya.

A.

PENGENALAN AKAN ALLLAH


Agustinus menggunakan kategori negative dalam mengenal Allah. Di dalam permenungannya ia berpendapat bahwa Allah adalah misteri dan manusia tidak mampu mengenalnya dengan sepenuhnya. Pandangan ini kemudian dikembangkan oleh Thomas Aquinas yang menyatakan bahwa ada dua cara pengenalan akan Allah. Pertama adalah negative seperti yang diungkapkan oleh Agustinus dan kedua adalah positive. Pengenalan akan Allah dalam arti positive ini adalah bahwa manusia dapat mengenal Allah sejauh Allah mewahyukan diriNya kepada manusia. Manusia dapat mengenal Allah sebagai yang baik, karena ada pengalaman akan hal itu. Manusia mengenal Yesus, Bapa, dan Roh Kudus, karena dari pengalaman banyak orang memang sungguh ada tiga pribadi itu. Bagaimana tiga itu menjadi satu dan bagaimana persisnya hal itu terjadi belum dapat dimengerti oleh manusia atau istilahnya adalah misteri. Jawaban terhadap hal ini
18

adalah ketidakmampuan manusia untuk memahami Allah secara menyeluruh (pengenalan akan Allah dalam arti negative).

Allah Bapa
Pengertian mengenai Allah Bapa perlu diletakkan kembali dalam pemikiran bahwa konsep ini dekat dengan kehidupan manusia. Bapa bagi bangsa Yahudi bapa adalah pemimpin di dalam keluarga, pencari nafkah, pengambil keputusan, pelindung keluarga, pemberi kehidupan dan orang yang harus dihormati. Konsep mengenai bapa ini diangkat pada pandangan mengenai Allah. Bagi bangsa Israel Allah adalah adalah pencipta, pellindung, pemberi kehidupan, raja, pengambil keputusan, pribadi yang harus ditaati. Peranan Allah ini dirasa cocok dengan figure bapa bangsa Israel. Hanya saya secara jelas harus dikatakan bahwa apa yang dikenakan pada Allah harus dipandang melebihi segala sesuatu yang ada di dunia. Peranan jelas Allah bagi bangsa Israel ialah Dia yang menciptakan segala sesuatunya.

Allah Putera
Allah Putera adalah Allah yang menjelma menjadi manusia dan tinggal di dunia untuk menebus dosa-dosa manusia. Kehadiran Yesus Kristus sebagai Allah Putera merupakan puncak keselamatan bagi manusia. Allah yang jauh semakin menjadi dekat dengan mengenakan pakaian kemanusiaan. Ia dapat semakin dikenal oleh manusia karena Ia menjadi saudara bagi manusia. Melalui kehadiran Allah Putera ini manusia semakin menjadi dekat dan mengerti Allah dalam hidupnya, khususnya bahwa Allah sungguh mencintai dan mengasihi mereka. Yesus yang adalah Allah tidak mengenakan pakaian kemegahan, melainkan kesederhanaan dan Dia memberikan diri sehabis-habisnya di kayu salib agar kita selamat.

Allah Roh Kudus


Peranan Roh Kudus adalah menyucikan, memurnikan dan mendampingi manusia agar manusia dapat semakin mengenal Allah dan memperoleh keselamatan yang dating dari Allah. Roh
19

Kudus berada di dalam diri kita. Ia adalah yang berbisik senantiasa kepada manusia untuk segala hal yang baik. Ia pula yang membantu manusia untuk dapat berdoa. Melalui Roh Kudus ini manusia dapat bersatu dengan yesus, dan bersatu dengan Allah Bapa. Allah Tritunggal: 1 hakekat, 3 pribadi Pengertian hakekat adalah suatu esensi yang menjelaskan inti sesuatu. Bila unsurunsur yang baku dari sesuatu itu tidak ada, maka sesuatu itu bukan lagi yang dimaksud dengan yang sesuatu yang dimaksud. Contoh sederhana, adalah kayu. Kayu disebut sebagai kayu karena unsur-unsur yang ada. Sebuah meja masih bisa disebut terbuat dari kayu atau masih dapat dikenal sebagai kayu. Lain halnya kalau kayu itu dibakar dan berubah substansinya menjadi abu. Abu tidak lagi dapat sebut sebagai kayu. Allah ada dalam satu hakekat. Mereka adalah satu, namun memiliki tiga pribadi. Pengertian pribadi di sini diambil dari istilah yunani, yaitu hypostasis. Hypostasis adalah keunikan masing-masing dan bukan hanya penampilan melainkan juga adalah hal kenyataan obyektif. Dengan pengertian pribadi ini mau diungkapkan bahwa suatu kenyataan bahwa tiga pribadi itu satu hakekat, namun masing-masing memiliki keunikannya dan kehadirannya yang berbeda. Kesimpulan Allah Tritunggal adalah dogma gereja, yang sulit dimengerti. Gereja tetap mengangkat dogma ini karena melalui dogma ini terangkumlah seluruh keselamatan umat manusia. Isi dogma ini bukan pada tataran teori, melainkan dalam tatanan praktis (sesuatu yang dialami dan diamini). Isinya bukan menjelaskan mengenai siapakah Allah sedalam-dalamnya, melainkan karya keselamatan yang dilakukan Allah kepada manusia.

B.

HARI BERSAMA TUHAN


Orang Kristen dianjurkan untuk memulai harinya bersama Tuhan dan menegaskan kembali tujuan dan misinya dalam bekerja. Namun, kedisiplinan untuk melakukan anjuran itu sangat mudah sekali dilindas oleh semangat dan kesibukan dalam bekerja. Kedisiplinan itu memang penting, tapi itu saja tidak cukup untuk membuat kita sadar bahwa pekerjaan yang kita
20

lakukan, demikian halnya dengan sikap kita saat bekerja, benarbenar berarti bagi Tuhan. Jika saya dapat memahami tujuan Tuhan dalam pekerjaan saya, sejauh manakah saya dapat memahaminya? Dengan segala aspeknya, pekerjaan dapat membuat kita sangat sibuk saat jam kerja (dan jam di luar jam kerja) sehingga kita melupakan rencana indah di balik posisi yang Tuhan berikan kepada kita sekarang ini. Malahan, banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa ada rencana di balik semua hal yang kita lakukan. Ada banyak orang (termasuk orang Kristen) yang akan membuat Anda bosan selama berjam-jam saat mereka menceritakan segala rincian tentang apa yang istimewa dari pekerjaan mereka. Mereka bisa dengan kesungguhan menjawab pertanyaan, "Apa istimewanya pekerjaan saya?". Sisi negatifnya, jenis pembicaraan seperti ini menyingkapkan keistimewaan diri, kekuasaan, status profesional, permainan kekuasaan, dan sebagainya. Sedangkan sisi positifnya, semua orang perlu memiliki pemikiran bahwa pekerjaan mereka berarti dan berperan dalam kebutuhan mereka dan dalam masyarakat. Walaupun kenyataannya ada orang-orang yang tidak suka membicarakan pekerjaan mereka. Kita mencari jawaban untuk pertanyaan yang sedikit berbeda, yaitu "Apa istimewanya pekerjaan saya bagi Tuhan?"

C.

SIKAP YANG DAPAT DIAMBIL MENJADI SAKSI


Menjadi saksi Amanat Agung meliputi perintah untuk mengajar semua bangsa "segala sesuatu" yang diperintahkan Yesus -- dan Ia mengajarkan banyak hal tentang sikap dalam bekerja! Sikap Yesus terhadap pekerjaan kita adalah kunci mengapa pekerjaan kita penting dan yang akan menghancurkan pemikiran kita bahwa iman dan pekerjaan itu harus dipisahkan. Mungkin tempat kerja kita adalah satu-satunya tempat di mana rekan kerja kita bisa mengenal kekristenan. Tapi apakah itu berarti kita harus memprioritaskan penginjilan di tempat kerja kita? Jika memang demikian, pekerjaan yang kita lakukan sekarang akan menjadi pekerjaan sambilan yang tidak terlalu penting. Mungkin kemudian

21

kita menganggap pekerjaan kita "hanyalah sebuah pekerjaan" dan sebuah sarana untuk mencapai tujuan akhir. Dengan sikap seperti itu, kita tidak akan memuliakan Tuhan melalui performa dan sikap kita dalam bekerja. Pekerjaan kita kemudian akan tidak sesuai dengan beberapa aturan standar yang ada di Alkitab. Efesus, misalnya, mendorong murid untuk "... dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan" (Ef. 6:7-8). Ayat tersebut jelas-jelas menyatakan bahwa Tuhan mengharapkan sebuah pekerjaan yang dikerjakan dengan sangat baik karena dari situlah kesaksian yang efektif akan muncul. Kombinasi pekerjaan yang seperti itulah yang Ia inginkan. Kekristenan akan bekerja saat kita menjadi teladan yang hidup. Dibentuk oleh Tuhan Terkadang sulit untuk kita pahami bagaimana Tuhan membentuk hidup kita ketika atasan kita selalu dipuji atau selalu dapat menghadapi konflik dalam semua hubungan kerjanya, atau ketika rekan kerja kita bersikap sinis terhadap agama kita. Pengalaman seperti itu nampaknya bukanlah suatu pembentukan yang positif. Namun, bagi kebanyakan orang, tempat di mana kita bekerja dan menghabiskan sebagian besar hidup, berperan penting bagi perkembangan iman kita kepada Tuhan. Dan setiap kita telah dibentuk dengan cara yang berbeda. Terkadang, semakin buruk situasi kerja kita, semakin teguh kita memegang iman kita. Tuhan tidak selalu mengubahkan pekerjaan, tapi Ia mengubah pekerja-Nya. Paulus mengaitkan proses ilahi itu dalam frasa "kita adalah ciptaan Tuhan" (Ef.2:10) -- secara harafiah, ini berarti kita adalah hasil karya-Nya yang hidup, dengan segala keterampilan dan keunikan yang terpancar darinya. Melalui proses "berjalan dalam Roh" (Gal. 5:25), kita telah menjadi seperti itu. Prinsip bagaimana kita memandang pekerjaan dalam konteks hubungan yang benar dengan Tuhan mencakup banyak bidang pekerjaan. Kita semua perlu
22

mengetahui jawaban pertanyaan "pekerjaan siapakah ini sebenarnya?" Dalam kitab Kolose, misalnya, dikatakan untuk budak (kelas masyarakat yang paling rendah): "taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. (Kol. 3:22-24)" Kita jarang membayangkan pekerjaan kasar, rendah, dan buruk yang dilakukan oleh budak-budak pada masa itu. Namun, Tuhan sendiri menghargai pekerjaan itu karena pekerjaan itu dilakukan untuk-Nya. Sebaliknya, anggota masyarakat yang paling berkuasa yang telah menjadi Kristen diminta untuk bersikap lain dari pada yang biasa mereka lakukan di masa lalu. Di dunia di mana budak tidak memiliki suatu hak apapun juga, Tuhan memerintah para penguasa: "berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga" (Kol. 4:1). Sungguh suatu cerminan dampak Roh Kudus dalam hidup mereka! Kristus memperkenalkan dua kelas masyarakat itu kepada dimensi pekerjaan mereka yang lebih tinggi, kepada apa yang menjadi kewajiban mereka dalam bekerja. Yesus Kristus mengingatkan mereka bahwa Ialah penguasa lingkungan kerja mereka. Mungkin mengejutkan bahwa asumsi dari ayat itu adalah Tuhan mendominasi pekerjaan kita. Mungkin kita bisa membatasi-Nya, tapi itu jelas bukan rencana-Nya. Kita harus masuk dalam rencana-Nya! Menyaksikan kasih Tuhan dalam tindakan Menyaksikan kasih Tuhan memang berkaitan dengan peran khusus kita sebagai saksi, lebih spesifik dengan sikap kita dalam pekerjaan. Kini kita berada dalam bagian yang sulit. Perilaku kerja orang Kristen banyak yang tidak menunjukkan keilahian Tuhan. Beberapa orang Kristen cenderung dikarakterisasi oleh kekakuan, kearoganan, kepicikan, dan mulut besar mereka daripada keilahian Tuhan. Kelemahan gereja yang paling besar adalah kehidupan
23

jemaatnya yang tidak mencerminkan Kristus. C.H. Spurgeon pernah menyatakan, "Jika pengetahuan teologi Anda tidak bisa mengubah Anda, maka nasib Anda juga tidak bisa berubah." Ketika ditanya tentang perintah Allah yang terbesar, Yesus menjawab, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." Dan yang kedua adalah: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Mat. 22:37,39). Hal tersebut adalah sebuah mandat yang menantang -- mengasihi Tuhan, sesama, dan diri kita sendiri. Makna praktis mandat tersebut sangat luas. Mengasihi Tuhan memerlukan ketaatan. Seberapa sering kita merenungkan pekerjaan dan sikap kita dalam bekerja? Seberapa sering kita bertanya apakah dan di mana kasih Tuhan nyata dalam sikap kita? Haruskah kasih kita kepada Tuhan tampak dalam cara kita memperlakukan orang, cara kerja, kinerja, motivasi kita, dsb.? Misalnya, bagaimana kasih itu bisa tampak ketika melayani pelanggan yang merepotkan di toko? Bagaimana kasih itu bisa nampak dalam hubungan seorang manajer dengan pegawai yang kaku? Dalam kehidupan seorang perawat yang kelelahan merawat pasien yang tidak tahu terima kasih? Kita mungkin tergoda untuk menanyakan, "Apa hubungan kasih dengan pekerjaanku?" Jawaban Alkitabiah untuk pertanyaan itu adalah -- segalanya. William Tyndale mengatakan beberapa abad yang lalu,"Tidak ada pekerjaan yang lebih baik dalam menyukakan Tuhan; menuangkan air, mencuci piring, menjadi tukang sepatu, atau rasul, semuanya sama; mencuci piring dan berkhotbah adalah sama, semuanya untuk menyenangkan Tuhan." Menyaksikan kasih Tuhan dalam tindakan Menyaksikan kasih Tuhan memang berkaitan dengan peran khusus kita sebagai saksi, lebih spesifik dengan sikap kita dalam pekerjaan. Kini kita berada dalam bagian yang sulit. Perilaku kerja orang Kristen banyak yang tidak menunjukkan keilahian Tuhan. Beberapa orang Kristen cenderung dikarakterisasi oleh kekakuan, kearoganan, kepicikan, dan mulut besar mereka daripada keilahian Tuhan. Kelemahan gereja yang paling besar adalah kehidupan jemaatnya yang tidak mencerminkan Kristus.
24

Dalam hal yang penting ini, kita menghadapi tantangan besar. Dalam pekerjaan, kita dituntut untuk memimpin orangorang yang berinteraksi dengan kita untuk bersyukur dan memuliakan-Nya. Mungkin Anda bertanya, untuk apa? Untuk mereka melihat Kristus dalam diri kita; untuk mereka melihat perbedaan yang disebabkan oleh Roh dalam hidup kita, untuk mereka melihat perbuatan kita yang menyatakan kasih Kristus; untuk mereka melihat penyataan iman kita; untuk mereka melihat integritas kita, untuk mereka melihat kepedulian kita terhadap orang lain, dsb.. Kalimat "supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaanNya" (Ef. 1:12) menyiratkan hal itu, bahkan lebih. Sangat mudah untuk menyerah dan mengatakan bahwa panggilan ini adalah mustahil karena beberapa alasan. Saya bekerja dengan orang-orang yang tidak mengenal atau memuji Tuhan"; "tidak ada seorang pun di sini yang berpikiran seperti itu jika saya seorang yang baik, mereka tidak akan tahu kepada siapa mereka harus berterima kasih (itupun jika mereka terpikir untuk berterima kasih). Semua tanggapan ini mengarah kepada satu jawaban yang masuk akal. Saya harus hidup sebagai pengikut Kristus dan berbicara tentang-Nya. Bagaimana lagi orang Kristen harus bersikap? Orang Kristen terpanggil untuk menjadi lebih dari sekadar "orang yang baik". Hal itu menghadirkan masalah untuk beberapa orang Kristen. Mereka berpendapat, lebih baik bertindak daripada berbicara. Sebenarnya, keduanya penting. Kebanyakan dari kita tinggal dalam dunia yang maju, di tengah masyarakat yang mungkin post-Kristen. Banyak orang yang lupa akan arti mengikut Kristus. Menurut mereka, menjadi orang Kristen bukanlah menjadi sesuatu yang berbeda, sama saja. Orang lain membutuhkan penjelasan mengapa kita melakukan hal tertentu, dan kita harus menjelaskannya kepada mereka.
25

Namun begitu, ada aspek lain yang juga penting dalam memuliakan Tuhan. Dalam Alkitab, pekerjaan dan penyembahan sangat berkaitan. Bahkan, kata "bekerja" dalam bahasa Ibrani terkadang diartikan sebagai `penyembahan`. Ketika seorang Kristen bekerja, dia juga sedang menyembah. Apakah Anda sudah melakukannya setiap hari? Cara kerja dan cara menyikapi pekerjaan yang buruk akan mengarah kepada penyembahan yang berkualitas buruk pula -atau tidak menyembah sama sekali. Jika itu terjadi, kemuliaan Allah sedang dirampok sebanyak dua laki lipat -- karena kita tidak mendorong orang lain untuk memuliakan-Nya karena kita sendiri pun tidak memuliakan- Nya. Aksi: Kita telah membahas empat cara agar pekerjaan kita bisa memuliakan Tuhan. Periksa dan nilailah pekerjaan Anda sekarang berdasar empat prinsip ini. Berdoalah agar Anda mampu bersikap jujur dan objektif. Kita semua perlu belajar banyak dan mencoba menerapkannya dengan lebih baik. Bagaimana Anda menjawab pertanyaan, "Apa pentingnya pekerjaanku bagi Tuhan?"

D.

KESIMPULAN
Ada beberapa hal yang mungkin perlu untuk kita jadikan sebuah tantangan dan renungan dalam hidup serta pekerjaan kita sehari-hari : 1. Tentukan apa yang menurut Anda istimewa bagi Tuhan mengenai peran Anda dalam pekerjaan Anda saat ini. Sangat penting untuk menentukan sikap itu sekarang karena sikap inilah yang akan mempengaruhi hidup Anda selanjutnya. 2. Selama beberapa tahun terakhir ini, apakah pekerjaan Anda lebih member pengaruh kepada diri Anda daripada Tuhan? Atau apakah Anda merasa bahwa Tuhan ikut bekerja sehingga Anda mampu mengatasi beragam sikap yang ada dalam lingkungan kerja Anda? 3. Bagaimana Anda mengaitkan pekerjaan Anda yang sekarang ini sebagai "penyembahan"? Bandingkan dengan bagaimana Anda mempersiapkan dan keterlibatan Anda dalam penyembahan, dampaknya terhadap Anda, sikap Anda saat menyembah, seberapa fokus Anda, dsb..

26

4.

Bagaimana Anda bisa lebih memuliakan Tuhan melalui pekerjaan Anda? Atau apakah yang harus Anda mulai ubah agar Anda dapat lebih memuliakan-Nya? Satu kesimpulan yang bisa diambil oleh seorang Kristen dari bahasan di atas adalah: "Saya bekerja untuk Tuhan". Bisakah Anda mengatakan kalimat itu? Semoga Tuhan Memberkati!!

27

BAB V ETIKA KRISTEN


Setiap manusia mempunyai kepribadian yang berbeda-beda , ada yang mempunyai kepribadian yang baik , buruk , lucu , susah bergaul , dan masih banyak lagi contohnya . Ada banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan dan pengembangan kepribadian seseorang , salah satu contohnya adalah etika kristen . Etika kristen sangat berpengaruh sekali dalam pembentukan dan pengembangan kepribadian . Kata Yunani Ethos adalah asal kata Etika yang berarti kebiasaan, baik kebiasaan individu maupun kebiasaan masyarakat. Dalam abad ini etika memusatkan penyelidikannya pada kebenaran atau kesalahan perbuatan perbuatan lahir, tetapi dalam dua dasawarsa yang terakhir ini banyak ahli etika menekankan pentingnya kepribadian dan lingkungan . Etika adalah penyelidikan tentang apa yang baik atau benar atau luhur dan apa yang buruk atau salah atau jahat dalam kelakuan manusia .Etika menaruh perhatian kepada norma-norma yang membimbing perbuatan manusia dan cita-cita yang membentuk tujuan manusia. Pengambilan keputusan etis dan juga filsafat moral juga berperan besar dalam pengembangan dan pembentukan kepribadian seseorang . Dengan adanya makalah ini , saya harap pembaca dapat mempunyai kepribadian yang baik .

A.

KEPUTUSAN ETIS
Ciri-ciri keputusan etis : 1. Menyangkut pertimbangan tentang apa yang benar dan apa yang salah,apa yang baik dan apa yang buruk. 2. Menyangkut pilihan yang sukar karena seringkali, keputusan kita bukan antara hitam dan putih, melainkan dua corak yang kelabu. 3. Keputusan-keputusan etis tidak mungkin dielakkan karena sewaktu kita dihadapkan dengan pilihan etis, tidak mungkin kita tidak mengambil keputusan.

28

4, Kita hanya bisa memahami pengambilan keputusan etis kalau kita memperhitungkan juga hal-hal yang tidak dipertimbangkan pada saat pengambilan keputusan itu.

B.

IMAN
Iman bukan persetujuan intelektual bahwa ajaran-ajaran tertentu benar, juga bukan pengetahuan yang tidak dapat dibuktikan, tetapi Iman adalah kepercayaan yang praktis pada sesuatun yang lebih dihargai dari pada semua yang lain. Iman adalah kesetiaan kepada hal yang kita anggap paling pokok dalam kehidupan kita. Kita beriman kepada hal yang kita pegang meskipun kita harus mengorbankan hal-hal yang lain. Obyek iman kita mungkin Allah, mungkin sesuatu yang lain. Iman selalu mengandung kepercayaan. Beriman kepada Allah berarti mempercayai-Nya lebih dari pada segala sesuatu yang lain. Iman juga mengandung kesetiaan. Kesetiaan itu sepasang dengan kepercayaan. Kepercayaan merupakan segi iman yang lebih pasif sedangkan kesetiaan merupakan segi iman yang lebih aktif. Kesetiaan kepada Allah berarti kita berpegang teguh kepada-Nya sebagai kewajiban kita yang utama. Kita bertekad untuk melayani Allah sekalipun pelayanan itu berbahaya dan tidak populer.

C.

TABIAT / KARAKTER
Perbuatan-perbuatan serta sifat-sifat, tabiat dan kepribadian adalah dua unsur penting dalam etika Kristen. Kita harus melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan juga harus menjadi orang-orang yang baik. Dua unsur ini berhubungan erat satu sama lain, seperti pohon dan huahnya. Tabiat yang baik menghasilkan perbuatanperbuatan yang baik. Tabiat dapat didefinisikan sebagai susunan batin seseorang yang memberi arah dan ketertiban kepada keinginan, kesukaan dan perbuatan orang itu. Susunan itu dibentuk oleh interaksi antara diri orang dengan lingkungan sosialnya dan Allah. Tabiat mengandung suara hati yaitu pengetahuan tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Tabiat juga mengandung kecenderungan dan motivasi

29

untuk berbuat selaras dengan susunan batin kita. Tabiat juga mengandung kesukaan, kemauan dan keinginan kita. Dalam Etika Kristen sifat yang baik disebut kebajikan. Tabiat tidak sama dengabn watak. Watak biasanya dianggap sebagai bentuk diri kita yang kita dapat secara alamiah waktu kita lahir. Watak itu bersifat tetap, tetapi tabiat kita berkembang dan berubah sepanjang hidup kita. Tabiat mempunyai kontinuitas tetapi tidak mempunyai ketetapan. Sifat-sifat tabiat bertahan tetapi tidak pernah dalam keadaan sudah jadi. Tabiat memberi keselarasan kepada perbuatan-perbuatan kita tetapi juga dapat dibina dan diubah. Watak kita dapatkan di luar tanggung jawab kita. Meskipun tabiat kita dipengaruhi oleh hal-hal di luar kekuasaan kita, namun kita bertanggung jawab atas tabiat kita. Kita dapat memperbaiki ataupun merusak tabiat kita. Watak merupakan bahan mentah tabiat kita. Cara kita mengolah bahan mentah itu adalah tanggung jawab kita. Tabiat juga berbeda dengan kepribadian. Kepribadian sama dengan tabiat mempunyai kontinuitas, berkembang dan berubah. Tetapi kepribadian lebih luas dari pada tabiat. Tabiat hanya mengandung sifat-sifat moral dalam diri kita, tetapi kepribadian mengandung sifat-sifat emosional, mental dan juga sifat-sifat moral. Misalnya rasa rendah diri dan pendiam 10 merupakan sifat-sifat kepribadian tetapi tidak langsung merupakan sifat-sifat tabiat juga. Kepribadian sering dianggap sebagai sifat-sifat baik, sifat-sifat lahiriah maupun batiniah - yang member kesan tertentu kepada orang lain.

D.

FILSAFAT MORAL
Adalah wajar dan manusiawi belaka , bila orang enggan membenamkan diri ke dalam kompleksitas suatu masalah yang seolah-olah tidak berujung pangkal . Sifat manusiawi inilah yang menjebak orang mencari jalan pintas yang mudah dan cepat walau terbukti salah . Orang cenderung menyederhanakan permasalahan , dengan terlampau menggantungkan diri hampir hampir secara membabi buta pada satu dua nilai dasar yang dipilih secara acak . Masalahnya adalah simplifikasi yang menyesatkan . Simplifikasi telah menjadi godaan besar ketika orang berhadapan dengan masalah etika ekonomi yang ruwet dan rumit , pada abad
30

ke 19 misalnya , khususnya di eropa barat , perdebatan dan pemikiran di dalam bidang etika ekonomi , cenderung terjadi di dalam kerangka cara berpikir filsafat tertentu , khususnya utilitarianisme .

E.

NORMA-NORMA
Kebanyakan orang merasa bahwa norma-norma dan hukumhukum mempunyai peran besar dalam bidang etika. Kata kesusilaan yang artinya sama dengan etika terdiri dari dua kata Sanskerta: sila yang berarti norma kehidupan dan su yang berarti baik. Etika menyangkut kelakuan yang menuruti normanorma yang baik. peran norma-norma dan hukum-hukum dalam kehidupan orang Kristen terus menerus dipersoalkan dan digumuli dalam sejarah gereja. Peran hukum dalam etika Kristen disangkal karena alasan-alasan theologis oleh Karl Barth, Dietrich Bonhoeffer, Richard Niebuhr dan Paul Lehmann. Mereka menganggap penggunaan hukum-hukum tidak sesuai dengan kedaulatan dan kasih karunia Tuhan Allah. Orang Kristen harus mematuhi dan mempercayai Allah saja, bukan hukum-hukum. Peran hukum dalam etika Kristen juga dipersoalkan karena alasan-alasan empiris/praktis oleh Joseph Fletcher, John Robinson dan mereka yang menganut etika situasi atau moralitas baru. Mereka berpendapat bahwa peraturan-peraturan moral sering kali menghambat keterbukaan orang terhadap situasi baru dan bertentangan dengan kasih kepada orang lain.

31

BAB VI NILAI DAN NORMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT


Nilai adalah sesuatu yang berguna dan baik yang dicita-citakan dan dianggap penting oleh masyarakat oleh masyarakat.sesuatu dikatakan mempunyai nilai,apabila mempunyai /kegunaan,kebenaran,kebaikan,keindahan dan religiositas.sedangkan Norma merupakan ketentuan yang berisi perintah-perintah atau larangan-larangan yang harus dipatuhi warga masyarakat demi terwujudnya nilai-nilai. Nilai dan norma merupakan dua hal yang saling berhubungan dan sangat penting bagi terwujudnya suatu keteraturan masyarakat.nilai dalam hal ini adalah ukuran,patokan,anggapan dan keyakinan yang dianut orang banyak dalam suatu masyarakat.keteraturan ini bisa terwujud apabila anggota masyarakat bersikap dan berperilaku sesuai dan selaras dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.seseorang yang ingin memenuhi kebutuhan sosial seperti,kegiatan bersama harus memerhatikan dan melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.apabila dalam memenuhi kebutuhan tersebut mengabaikan nilai dan norma sosial yang berlaku,tentunya ketertiban dan keteraturan sosial tidak akan terwujud.

A.

LATAR BELAKANG
Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Selain melakukan interaksi sosial mereka juga melakukan pelanggaran norma. Jika kita perhatikan, setiap hari selalu saja terjadi peristiwa pelanggaran norma yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Pelanggaran norma muncul akibat tidak adanya kesadaran anggota masyarakat untuk mentaati norma dan peraturan sosial. Perilaku menyimpang harus dihindari karena dapat mengganggu ketertiban dan ketentraman hidup
32

masyarakat. Pelanggaran norma dapat terjadi dalam berbagai bentuk, waktu, dan kalangan (kelompok masyarakat tertentu). Bahkan pelanggaran norma juga sering dilakukan oleh kalangan remaja, contohnya remaja Kristen. Bentuk-bentuk penyimpangannya pun beragam seperti perjudian, alkoholisme, korupsi, penyalahgunaan narkoba, terorisme, tawuran, pelacuran, waria, homoseksual, seks bebas, penipuan, subkultur menyimpang (geng), balap liar, menyontek, bolos, berbohong dll. Pada jaman sekarang,di era globalisasi, banyak hal yang berubah. Pergaulan remaja adalah contoh kecil dari sekian banyak akibat dari globalisasi. Pergaulan remaja sudah tidak ada batasnya. Banyak remaja yang melakukan hal-hal yang sangat merugikan dirinya dan orang lain. Remaja-remaja masa kini banyak terpengaruh oleh media-media informasi. Balapan liar contohnya, balapan liar banyak ditiru anak remaja dari film dalam ataupun luar negeri. Remaja sekarang ini lebih menuruti egonya daripada keselamatan dirinya, sekarang ini banyak dijumpai anak muda sekolah dari SMP sampai SMA melakukan kegiatan balapan liar sepeda motor, kegiatan ini bisa dibilang sebagai hobby oleh mereka, penuh tantangan dan sportifitas yang mereka rasakan. Norma adalah istilah umum atau universal dan mencakup sesuatu yang ideal, yang berkaitan dengan hukum, ketentuanketentuan, dan prinsip-prinsip dan kepastian (Macquarrie, 1986:426). Hal itu berarti juga bahwa norma adalah suatu ukuran untuk menentukan sesuatu (Poerwodarminta, 1986:678). Sesuatu yang dimaksud adalah menyangkut hidup manusia. Itulah sebabnya, James Chidress pernah mengatakan bahwa norma adalah sesuatu yang membimbing ke arah hakikat dan perbuatan manusia. Lebih praktis lagi, norma membawa ke arah model suatu perbuatan yang baik atau yang buruk, sesuatu yang wajib atau diperbolehkan (Macquarie, 1986:425). Hukum, prinsip, dan ketentuan yang membawa manusia untuk melaksanakan perbuatannya itu menyangkut juga etika yang erat hubungannya dengan situasi dan kondisi yang dihadapi dan dialami oleh seseorang. Baik buruknya perbuatan seseorang pada situasi tertentu dapat dinilai dengan suatu alat ukur, yaitu norma. Norma terbagi atas norma agama, norma kesusilaan, norma hukum, norma kesopanan, dan norma adat/hukum adat.
33

Adat adalah aturan (perbuatan dsb) yg lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala; cara (kelakuan dsb) yg sudah menjadi kebiasaan; wujud gagasan kebudayaan yg terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yg satu dng lainnya berkaitan menjadi suatu sistem. Karena istilah Adat yang telah diserap kedalam Bahasa Indonesia menjadi kebiasaan maka istilah hukum adat dapat disamakan dengan hukum kebiasaan. Hukum adat bermacam-macam, mulai dari hukum adat untuk pernikahan, kematian, sampai dengan hukum adat untuk kelahiran bayi. Begitu pula halnya dengan hukum adat di Kalimantan Tengah. Telah kita ketahui bahwa setiap pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan harus melakukan Acara Adat Perkawinan dan Pemenuhan Hukum Adat dalam Perkawinan karena dianggap sakral dan wajib. Selain itu ada juga ada adat penyembuhan penyakit seperti upacara Wadian yang merupakan salah satu upacara adat suku Dayak Maayan . Namun apakah hukum adat tersebut sesuai dengan agama Kristen atau sebaliknya?.

B.

PENGERTIAN NORMA DAN NILAI


Masyarakat yang menginginkan hidup aman, tentram, dan damai tanpa gangguan memerlukan suatu tata. Tata itu berwujud aturan-aturan yang menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran. Berikut pembahasan singkatnya.

C.

Makna Nilai
1. Nilai adalah kegiatan manusia yang menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk mengambil keputusan. 2. Menurut Kimball Young Nilai adalah asumsi abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting. 3. Menurut A.W. Green Nilai adalah kesadaran yang secara relative berlangsung disertai emosi terhadap objek.

34

4. Menurut Woods Nilai merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai adalah sesuatu yang berguna dan baik yang dicitacitakan dan dianggap penting oleh masyarakat oleh masyarakat.sesuatu dikatakan mempunyai nilai,apabila mempunyai /kegunaan,kebenaran,kebaikan,keindahan dan religiositas.sedangkan Norma merupakan ketentuan yang berisi perintah-perintah atau larangan-larangan yang harus dipatuhi warga masyarakat demi terwujudnya nilai-nilai. Nilai dan norma merupakan dua hal yang saling berhubungan dan sangat penting bagi terwujudnya suatu keteraturan masyarakat.nilai dalam hal ini adalah ukuran,patokan,anggapan dan keyakinan yang dianut orang banyak dalam suatu masyarakat.keteraturan ini bisa terwujud apabila anggota masyarakat bersikap dan berperilaku sesuai dan selaras dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.seseorang yang ingin memenuhi kebutuhan sosial seperti,kegiatan bersama harus memerhatikan dan melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.apabila dalam memenuhi kebutuhan tersebut mengabaikan nilai dan norma sosial yang berlaku,tentunya ketertiban dan keteraturan sosial tidak akan terwujud. Beberapa pandangan tentang nilai: a. Nilai bersifat Objektif Pandangan ini menganggap bahwa nilai suatu objek itu melekat pada objeknya dan tidak tergantung pada subjek yang menilai.maksudnya,setiap objek itu memiliki nilai sendiri,meskipun tidak diberi nilai oleh seseorang/subjek. b. Nilai bersifat Subjektif. Pandangan ini beranggapan bahwa nilai dari sesuatu itu tergantung pada orang/subjek yang menilainya.suatu objek yang sama dapat mempunyai nilai yang berbeda bahkan bertentangan bagi orang yang satu dengan orang lain.suatu objek yang sama dapat dinilai baik atau buruk,benar atau salah,serta berguna atau tidak berguna tergantung pada subjek yang menilainya.

35

Nilai dibagi menjadi empat antara lain : 1.Nilai Etika merupakan nilai untuk manusia sebagai pribadi yang utuh,misalnya kejujuran.nilai tersebut saling berhubungan dengan akhlak,nilai ini juga berkaitan dengan benar atau salah yang dianut oleh golongan atau masyarakat.nilai etik atau etis sering disebut sebagai nilai moral,akhlak,atau budi pekerti.selain kejujuran,perilaku suka menolong,adil,pengasih,penyayang,ramah dan sopan termasuk juga ke dalam nilai ini.sanksinya berupa teguran,caci maki,pengucilan,atau pengusiran dari masyarakat. 2.Nilai Estetika atau nilai keindahan sering dikaitkan dengan benda,orang,dan peristiwa yang dapat menyenangkan hati(perasaan).nilai estetika juga dikaitkan dengan karya seni.meskipun sebenarnya semua ciptaan tuhan juga memiliki keindahan alami yang tak tertandingi. 3.Nilai Agama berhubungan antara manusia dengan tuhan,kaitannya dengan pelaksanaan perintah dan larangannya.Nilai agama diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan yang bermanfaat baik didunia maupun di akhirat,seperti rajin beribadah,berbakti kepada orangtua,menjaga kebersihan,tidak berjudi dan tidak meminum-minuman keras,dan sebagainnya.bila seseorang melanggar norma/kaidah agama,ia akan mendapatkan sanksi dari Tuhan sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing.oleh karena itu,tujuan norma agama adalah menciptakan insan-insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,dalam pengertian mampu melaksanakan apa yang menjadi perintah dan meninggalkan apa yang dilarangannya.adapun kegunaan norma agama,yaitu untuk mengendalikan sikap dan perilaku setiap manusia dalam kehidupannya agar selamat di dunia dan di akhirat. 4.Nilai sosial berkaitan dengan perhatian dan perlakuan kita terhadap sesama manusia di lingkungan kita.nilai ini tercipta karena manusia sebagai mahkluk sosial.manusia harus menjaga hubungan diantara sesamannya,hubungan ini akan menciptakan sebuah keharmonisan dan sikap saling membantu.kepedulian terhadap persoalan lingkungan,seperti kegiatan gotong-royong dan menjaga keserasian hidup bertetangga,merupakan contoh nilai sosial.

36

berdasarkan proses terbentuknya,nilai dapat diklasifikasikan menjadi enam macam: A.Nilai teori Kegiatan untuk mengetahui identitas benda serta kejadian yang ada disekitarnya akan melahirkan nilai teori.teori ini muncul dengan diawali fenomena yang terjadi,kemudian dilakukan sebuah pengamatan.untuk mengetahui identitas mahkluk hidup maka hasilnya adalah pengetahuan tentang mahkluk hidup,seperti kehidupan flora dan fauna. B.Nilai Ekonomi Kegiatan untuk menilai kegunaan benda-benda untuk memenuhi kebutuhan akan melahirkan nilai ekonomi.nilai ekonomi berkaitan dengan ketersediaan,kecukupan sarana pemenuhan kebutuhan hidup. C.Nilai Religi Kepercayaan yang manusia anut atau agama D.Nilai Estetis Nilai estetis terbentuk bila manusia memahami yang indah melalui intuisi dan imajinasinya. E.Nilai Sosial Nilai sosial terbentuk bila orientasi(arah)penilaian tertuju pada hubungan antarmanusia,yang menekankan pada segi-segi kemanusiaan yang luhur. F.Nilai Politik apabila tujuan penilaian berpusat pada kekuasaan dan pengaruh yang terdapat dalam kehidupan masyarakat,akan terbentuk nilai politik.

D.

Makna Norma
Norma merupakan suatu aturan-aturan yang berisi perintah,larangan,dan sanksi-sanksi bagi yang melanggarnya.pada dasarnya norma merupakan nilai,tetapi disertai dengan sanksi yang tegas terhadap pelanggarnya.norma merupakan aturan-aturan dengan sanksi-sanksi yang dimaksudkan untuk mendorong bahkan menekan perorangan,kelompok,atau masyarakat secara keseluruhan untuk mencapai nilai-nilai sosial. Norma merupakan aturan-aturan dengan sanksi-sanksi yang dimaksudkan untuk mendorong bahkan menekan orang
37

perorangan, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan untuk mencapai nilai-nilai sosial. Macam-macam norma yaitu: 1. Dari tingkat sanksi atau kekuatan mengikatnya a. Tata cara ( usage ) b. Kebiasaan (folkways) c. Tata Kelakuan (mores) d. Adat ( customs ) e. Hukum (laws) 2. Berdasarkan jenis atau sumbernya a. Norma Agama b. Norma Kesusilaan c. Norma Kesopanan d. Norma Hukum Ada bermacam-macam norma yang berlaku di masyarakat. Macam-macam norma yang telah dikenal luas ada empat, yaitu: a. Norma Agama Ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa siksa kelak di akhirat. Contoh norma agama ini diantaranya ialah: a) Dilarang membunuh. b) Dilarang mencuri. c) Kamu harus patuh kepada orang tua. d) Kamu harus beribadah. e) Kamu jangan menipu. b. Norma Kesusilaan Ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia. Contoh norma ini diantaranya ialah : a) Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain. b) Kamu harus berlaku jujur. c) Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia. d) Kamu dilarang membunuh sesama manusia c. Norma Kesopanan

38

Ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Contoh norma ini diantaranya ialah : a) Jangan makan sambil berbicara. b) Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat dan. c) Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua. d. Norma Hukum Ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama. Contoh norma ini diantaranya ialah : a) Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setingitingginya 15 tahun. b) Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan, diwajibkan mengganti kerugian, misalnya jual beli. c) Dilarang mengganggu ketertiban umum. e.Norma sosial adalah aturan,standar(patokan) yang dipergunakan oleh anggota masyarakat sebagai petunjuk,perintah,anjuran,dan larangan. Dalam perkembangannya,suatu norma sosial akan menjadi bagian tertentu dari lembaga kemasyarakatan.

E.

FAKTOR PENDORONG PERILAKU PELANGGARAN NORMA


Berikut beberapa faktor pendorong perilaku pelanggaran norma. a. Tidak mempunyai seseorang sebagai panutan dalam memahami dan meresapi tata nilai atau norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kondisi semacam ini lazim disebut sebagai hasil proses sosialisasi yang tidak sempurna. Akibatnya, ia tidak bisa membedakan hal-hal yang baik ataupun yang buruk, benar atau salah, pantas atau tidak pantas, dan sebagainya.

39

b. Pengaruh lingkungan kehidupan sosial yang tidak baik, misalnya lingkungan yang sering terjadi tindak penyimpangan, seperti prostitusi, perjudian, mabuk-mabukan, dan sebagainya. c. Proses bersosialisasi yang negatif, karena bergaul dengan para pelaku penyimpangan sosial, seperti kelompok preman, pemabuk, penjudi, dan sebagainya. d. Ketidakadilan, sehingga pihak-pihak yang dirugikan melakukan protes, unjuk rasa, bahkan bisa menjurus ke tindakan anarkis.

F.

KAITAN NORMA DAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN


Dalam Pendidikan Agama Kristen kita diajarkan untuk dapat bersikap kritis terhadap norma-norma di dalam masyarakat berdasarkan nilai-nilai kristiani. Kaitan tersebut dapat kita temukan dalam beberapa ayat Alkitab, seperti Mzm 112:7, Mat 5:44; 6:25-34; 25:14-30, Luk 17:7-10, Yoh 15:12-13, Ef 5:22-33, Mrk 10:42-43, Kel 20:3-17, Ams 1:7-8, Pkh 11:9-10; 12:1-8. Berikut kutipan ayat Alkitab yang dikutip dari Ams 1:8 yang berbunyi demikian, Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firmanMu.. (Mzm 119:9) Jadi, dapat kita pahami bahwa pada kenyataannya, Yesus tidak hanya mengajar tentang merendahkan diri bahkan juga menjalankannya dalam hidup-Nya. Ia juga ingin kita supaya patuh terhadap firman-Nya sehingga secara tidak langsung kita pun dapat mematuhi norma dan nilai yang berlaku.

G.

DAMPAK
Berbagai bentuk perilaku menyimpang yang ada di masyarakat akan membawa dampak bagi pelaku maupun bagi kehidupan masyarakat pada umumnya. Berikut dampak pelanggaran norma. 1. Dampak Bagi Pelaku a. Memberikan pengaruh psikologis karena akan dikucilkan b. Dapat menghancurkan masa depan pelaku penyimpangan. c. Dapat menjauhkan pelaku dari Tuhan dan dekat dengan perbuatan dosa. d. Perbuatan yang dilakukan dapat mencelakakan dirinya sendiri.
40

2. Dampak Bagi Orang Lain a. Mengganggu keamanan, ketertiban dan ketidakharmonisan dalam masyarakat. b. Merusak tatanan nilai, norma, dan berbagai pranata sosial yang berlaku. c. Menimbulkan beban sosial, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga pelaku. d. Merusak unsur-unsur budaya dan unsur-unsur lain yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan masyarakat.

H.

SOLUSI ATAU JALAN KELUAR TERBAIK


Solusinya yaitu a. Di Lingkungan Keluarga Menciptakan suasana harmonis, perhatian, dan penuh rasa kekeluargaan. Menanamkan nilai-nilai budi pekerti, kedisiplinan, dan ketaatan beribadah. Mengembangkan komunikasi dan hubungan yang akrab dengan anak. Selalu meluangkan waktu untuk mendengar dan menghargai pendapat anak, sekaligus mampu memberikan bimbingan atau solusi jika anak mendapat kesulitan. Memberikan punnish and reward, artinya bersedia memberikan teguran atau bahkan hukuman jika anak bersalah dan bersedia memberikan pujian atau bahkan hadiah jika anak berbuat baik atau memperoleh prestasi. Memberikan tanggung jawab kepada anak sesuai tingkat umur dan pendidikannya. b. Di Lingkungan Sekolah Mengembangkan hubungan yang erat dengan setiap anak didiknya agar dapat tercipta komunikasi timbal balik yang seimbang. Menanamkan nilai-nilai disiplin, budi pekerti, moral, dan spiritual sesuai dengan agama dan kepercayaannya masingmasing. Selalu mengembangkan sikap keterbukaan, jujur, dan saling percaya.

41

Memberi kebebasan dan mendukung siswa untuk mengembangkan potensi diri, sejauh potensi tersebut bersifat positif. Bersedia mendengar keluhan siswa serta mampu bertindak sebagai konseling untuk membantu siswa mengatasi berbagai permasalahan, baik yang dihadapinya di sekolah atau yang dihadapinya di rumah.

I.

Nilai dan Norma Kristiani


Apabila kita berbicara tentang nilai dan norma kristiani, kita harus juga mengirigat ajaran-ajaran Kristen, khususnya yang menyangkut pedomanpedoman hidup Kristen. Pedoman tersebut menyangkut etika Kristen. Etika Kristen inilah yang mengontrol, mengoreksi, dan mengarahkan perbuatan orang-orang Kristen dalam berbuat secara nyata atau perbuatan praktis. Dasar yang digunakan adalah firman Tuhan. Misalnya: Sepuluh Perintah Allah yang tercantum dalam Keluaran 20:1-17 dan yang disarikan di dalam Hukum Kasih (Matius 22:37-40; Markus 12:30-31; Lukas 10:27) yakni: 1. Mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan kita. Hukum yang pertama mi merupakan ringkasan Sepuluh Perintah Allah nomor 15. 1. Mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Hukum yang kedua mi merupakan ringkasan Sepuluh Perintah Allah nomor 610. Nilai-nilai dan norma-norma kristiani, khususnya tentang kasih. diterangkan secara praktis di 1 Korintus 13:48, antara lain: 1. Sabar 2. Murah hati 3. Tidak cemburu 4. Tidak memegahkan diri dan tidak sombong 5. Tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri 6. Tidak pemarah dan tidak menyiinpan kesalahan orang lain 7. Tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran

42

8. Menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu Di dalam Alkitab, masih ada banyak petunjuk yang berkaitan dengan nilai dan norma kristiani yang semuanya mendidik, mengarahkan dan membangun orang Kristen dalam menjalankan hidupnya. Nilai dan norma kristiani erat hubungannya dengan praktik hidup antara iman dan perbuatan. Sementara, iman tanpa perbuatan itu pada hakikatnya iman itu mati (Yakobus 2:17). Berikut ini adalah contoh-contoh nilai dan norma yang mencerminkan sifat Allah. 1. Kasih Allah adalah kasih. Kasih Allah tidak terbatas pada kondisi tertentu. Ia mengasihi semua bangsa. Sekalipun Ia membenci dosa, ia mengasihi orang yang berdosa. Kasih tersebut mendorong Allah untuk bertindak dalam kemurahan, kesabaran dan belas kasihan. Kasih mendorong Allah untuk berkorban , memberikan yang terbaik untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Kasih itu mengampuni. (1 Kor 12 jabarkan lingkupan kasih). Kasih Kristus adalah kejahatan yang dibalas dengan kebaikan, kedengkian yang dibalas dengan keramahan. Ia tidak membalas setimpal dengan kejahatan kita (Maz 103:10, Luk 23:34, Ul 32:35). Kasih Kristus tidak membedakan orang terpelajar, orang kaya atau pun orang miskin dan tak berpendidikan. Kasih juga berarti menegur yang salah, tetapi dengan cara yang baik dan benar (Yoh 4:1-42). Bagaimana kamu menerapkan kasih terhadap sesamamu? Berikan contohcontohnya 2. Adil Keadilan Allah adalah keadilan yang tidak berpihak kepada sekelompok manusia tertentu. Roma mengatakan bahwa Allah tidak memandang bulu (favoritism). Keadilan selalu berpihak pada kebenaran. Karena Allah itu adil dan benar. Sebagai manusia, kita diciptakan dengan rasa keadilan, sehingga ketika terjadi ketidakadilan, jiwa kita merasakan pemberontakan. Contohnya, bangsa Israel yang berteriak kepada Allah karena perlakuan Firaun yang semena-mena terhadap mereka. Dalam hal ini, Allah yang adil tidak membiarkan ketidakadilan merajalela, sehingga Allah bertindak membebaskan mereka melalui kepemimpinan Musa. Salomo juga
43

menunjukkan rasa keadilan ketika ia memutuskan kasus perebutan bayi oleh dua orang ibu. Lihatlah dalam kehidupan sehari-hari di sekelilingmy. Apakah keadilan telah ditegakkan dengan baik? Temukan kasus baru-baru ini melalui berita koran, majalah atau internet mengenai keadilan dan ketidak adilan. berikan tanggapanmy terhadap kasus tersebut. Bagaimana kamu menerapkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contohnya. 3. Setia (Mat 28:14-30) Allah adalah Allah yang setia, kesetiaan Allah nyata dalam janji dan penggenapannya, memelihara dan menopang seluruh ciptaanNya. Kristus pun setia dalam mengemban misi ketika datang ke dunia. Ia setia bahkan sampai mati di kayu salib (Fil 2:8), walaupun itu dijalaninya dengan penuh pergumulan. Maka Allah juga menghendaki umat setia kepadaNya, melalui setiap hal yang dipercayakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita setia dalam perkara kecil maka tentu dipercaya dalam hal yang lebih besar. Pengorbanan Ishak adalah contoh kesetiaan Abraham kepada Allah. Peristiwa Musa memukul tongkat untuk mengeluarkan air dari batu karang adalah contoh ketidak-setiaan ketika menghadapi pencobaan. Kemampuan untuk setia didasarkan pada keyakinan yang teguh atas janji Allah dan kepercayaan penuh atas pemeliharaan dan perlindungan Allah terhadap hidup kita. Kesetiaan diuji melalui rutinitas, rentangan waktu yang panjang, dan juga melalui kesulitan yang menghadang. Kesetiaan melingkupi berbagai aspek kehidupan, baik kehidupan spiritualitas, studi, pekerjaan, relasi pertemanan, maupun pernikahan. 4. Rendah hati (Fil 2:8) apakah yang dimaksud dengan rendah hati? Allah adalah Allah yang rendah hati. Sekalipun Ia adalah pencipta yang maha kuasa, Allah yang kudus dan tidak berkompromi terhadap dosa, namun ketika Allah mendapatkan manusia melanggar hukum Allah, jatuh dalam dosa, Allah tetap mencari manusia (Kej 3:16), bahkan Allah memberikan yang terbaik kepada manusia yaitu AnakNya yang tunggal untuk mati di atas kayu salib bagi penebusan umat yang telah memberontak dihadapan-Nya. Yesus adalah teladan kerendahan hati yang patut kita contoh. Allah yang mulia dan tak terbatas, menjadi manusia terbatas yang lahir di kandang yang hina, bahkan mati dengan
44

cara yang paling hina di atas kayu salin, demi keselamatan manusia. Contoh lain dalam Alkitab yang menunjukkan kerendahan hati adalah FIlemon terhadap Onesimus, sera Yusuf terhadap saudara-saudaranya ketika ia telah menjadi orang kepercayaan Firaun di Mesir. Mengapakah kedua tokoh ini bisa disebut sebagai orang yang rendah hati? Berikan pandanganmu.

J.

Praktik Hidup Sesuai Nilai dan Norma Kristiani


Bacalah Lukas 10:25-37, Matius 22:35-40, Markus 12:28-34, Matius 5:44, dan Lukas 6:27, 35. Ayat-ayat tersebut menerangkan kasth yang berkaitan dengan perbuatan nyata dalam praktik hidup seseorang. Kasih telah menembus sampai wilayah musuh. Mengasihi orang yang memusuhi kita dan orang yang membenci kita, sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin kita lakukan. Namun, firman Tuhan hams kita lakukan dengan tanpa duka dan terpaksa. Bahkan dalam Mazmur 4:5, 37:1, 8 dikatakan bahwa kita boleh marah, tetapi tidak boleh berbuat dosa, namun kita tidak boleh marah hanya karena orang berbuat jahat kepada kita. Itu berarti kemarahan tidak boleh dibalas dengan kemarahan pula. Kejahatan tidak boleh dilawan dengan kejahatan. Secara praktis, ada orang yang memberi saran demiki . apabila kamu dilempar batu, balaslah dan lemparlah orang itu dengan kapas. mi suatu ilustrasi yang mungkin dapat kita terima, namun ada unsur pembalasan dan dendam. Sementara, unsur pembalasan dan dendam itu justru tidak boleh bagi norma dan nilai-nilai kekristenan. Dalam hal mi, kita diingatkan tentang peristiwa di Taman Getsemani ketika Tuhan Yesus ditangkap dan Petrus membela-Nya dengan menggunakan pedang, namun kata Tuhan Yesus: Masukkan pedang itu (Matius 26:52; Yohanes 18:11).

K.

Sikap yang Bertentangan dengan Nilai Kristiani


Contoh sikap yang bertentangan dengan nilai kristiani: iri hati, karena iri dan panas hati Kain membunuh Habel (Kej 4:1-11); serakah seperti Daud yang menginginkan istri Uria yaitu Batsyeba dan merebutnya dengan cara yang tidak terpuji (2 Sam. 11:1-27). Dalam kehidupan sehari-hari misalnya KKN. Banyak orang Kristen yang mengejar kepentingan sendiri, mengabaikan nilainilai kristiani sehingga mengorbankan kepentingan dan hidup
45

sesamanya ketimbang melayani. Ada birokrat, politikus, dan masyarakat yang melakukan KKN. Karena keserakahan, pebisnis dan birokrat pemerintah melakukan monopoli perdagangan dan mengupayakan segala cara untuk untung sebesar-besarnya dengan tidak memikirkan kerugian masyarakat luas, seperti: harus membayar jauh lebih mahal dari sewajarnya. Tidak jarang seseorang menduduki jabatan tinggi dan menentukan bukan dkarena kemampuan dan dedikasinya, melainkan karena kedekatan hubungan keluarga dengan pejabat yang menetapkan jabatan di lembaga tersebut (nepotisme).

46

BAB VII GAMBARAN UMUM AGAMA KRISTEN


Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Agama ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. Mereka beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Murid-murid Yesus Kristus pertama kali dipanggil Kristen di Antiokhia (Kisah Para Rasul 11: 26b).

A.

DASAR DASAR IMAN


Crucifixion, menggambarkan kematian Yesus di kayu salib,
lukisan dari D. Velzquez, pada abad ke 17. Agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamik yang berdasarkan hidup, ajaran, kematian dengan penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus dari Nazaret ke surga, sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru, umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam dari Perjanjian Lama
47

(atau Kitab suci Yahudi). Kekristenan adalah monoteisme, yang percaya akan tiga pribadi (secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasis) Tuhan atau Tritunggal. Tritunggal dipertegas pertama kali pada Konsili Nicea Pertama (325) yang dihimpun oleh Kaisar Romawi Konstantin I. Pemeluk agama Kristen mengimani bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat, dan memegang ajaran yang disampaikan Yesus Kristus. Dalam kepercayaan Kristen, Yesus Kristus adalah pendiri jemaat (gereja) dan kepemimpinan gereja yang abadi (Injil Matius 16: 18-19). Umat Kristen juga percaya bahwa Yesus Kristus akan datang untuk kedua kalinya sebagai Raja dan Hakim akan dunia ini. Sebagaimana agama Yahudi, mereka menjunjung ajaran moral yang tertulis dalam Sepuluh Perintah Tuhan. Kata Kristen sendiri memiliki arti "pengikut Kristus atau "pengikut Yesus". Murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen ketika mereka berkumpul di Antiokia (Kisah Para Rasul 11: 26b).

B.

PERGERAKAN
Sepeninggal Yesus, kepemimpinan orang Kristen diteruskan berdasarkan penunjukan Petrus oleh Yesus. Setelah Petrus meninggal kepemimpinan dilanjutkan oleh para uskup yang dipimpin oleh uskup Roma. Pengakuan iman mereka menyebutkan yang satu, kepercayaan kudus, katolik, akan Allah Tritunggal yang dosa, Mahakudus, yakni Bapa, Anak (Yesus Kristus), Roh kudus, Gereja apostolik; pengampunan kebangkitan badan, kehidupan kekal. Setelah itu, Gereja Kristen mengalami dua kali perpecahan yang besar: yang pertama terjadi pada tahun 1054 antara Gereja Barat yang berpusat di Roma (Gereja Katolik Roma) dengan Gereja Timur (Gereja Ortodoks Timur) yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Turki). Yang kedua terjadi antara Gereja Katolik dengan Gereja Protestan pada tahun 1517 ketika Martin Luther memprotes ajaran Gereja yang dianggapnya telah menyimpang dari kebenaran.
48

Banyak

denominasi

Gereja

kini

menyadari

bahwa

perpecahan itu justru menyimpang dari pesan Yesus yang mendoakan kesatuan di antara para pengikutnya. Injil Yohanes 17:20-21 : "Dan bukan untuk mereka ini saja Aku

berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Doa ini kemudian
menjadi dasar dari gerakan ekumenisme yang dimulai pada awal abad ke-20.

C.

IBADAH

Contoh benda-benda yang digunakan umat Kristen dan Katolik untuk beribadahAlkitab, sebuah Salib, and sebuah Rosario.

D.

LITURGI
Justin Martyr menggambarkan liturgi [1] (tata cara urutan ibadah) Kristen di First Apology (c. 150) kepada Penguasa Antoninus Pius pada abad ke-2, dan penggambarannya masih relevan untuk menggambarkan struktur dasar dari liturgi ibadah Kristen. Justin menggambarkan, orang Kristen berkumpul untuk ibadah bersama pada hari Minggu, yaitu hari Yesus bangkit dari kubur. Pembacaan Firman Tuhan diambil dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tapi terutama dari Injil. Pada akhir dari liturgi ibadah, diadakan Perjamuan Kudus, untuk memperingati pengorbanan Yesus.
49

Namun gereja pada saat ini juga ada yang mengadakan ibadah selain hari Minggu. Gereja Advent Hari Ketujuh berkumpul pada hari Sabtu. Gereja Pentakosta atau Karismatik mengikuti "tuntunan Roh Kudus" dan tidak memiliki liturgi yang tertulis, walaupun ada tata cara urutan umum kebiasaan ibadah yang biasanya dari minggu ke minggu mirip. Gereja Evangelical menggabungkan Pop dan Rock ke dalam ibadahnya, sementara beberapa Gereja yang lain melarang sama sekali penggunaan alat musik dalam ibadah, seperti Gereja Ortodoks. Ibadah dapat divariasikan untuk acara-acara khusus, seperti baptisan, pernikahan, atau hari raya Kristen seperti Natal dan Paskah. Ada pula ibadah untuk anak-anak, yang biasanya disebut Sekolah Minggu atau Ibadah Anak.

E.

SAKRAMEN
Sakramen adalah ritus Agama Kristen yang menjadi perantara (menyalurkan) rahmat ilahi. Kata 'sakramen' berasal dari Bahasa Latin sacramentum yang secara harfiah berarti "menjadikan suci". Salah satu contoh penggunaan kata sacramentum adalah sebagai sebutan untuk sumpah bakti yang diikrarkan para prajurit Romawi; istilah ini kemudian digunakan oleh Gereja dalam pengertian harfiahnya dan bukan dalam pengertian sumpah tadi.

50

F.

KALENDER LITURGIS
Komunitas Katolik Roma, Anglikan, dan Kristen Protestan mengatur ibadah dalam jadwal kalender liturgis. Hal ini termasuk hari-hari suci, misalnya Hari Perenungan yang memperingati sebuah kejadian di dalam hidup Yesus Kristus, hari-hari puasa, atau perayaan-perayaan biasa seperti hari memperingati orangorang kudus. Komunitas Kristen yang tidak mengikuti tradisi kalender liturgis biasanya masih tetap merayakan perayaanperayaan tertentu, seperti Natal, Paskah, dan Kenaikan Yesus ke Surga. Beberapa Gereja sama sekali tidak memakai kalender liturgis.

G.

Simbol
Salib, yang saat ini adalah simbol Kekristenan yang paling mudah dikenali di seluruh dunia, telah digunakan sebagai simbol Kristen pada zaman sangat awal. Lambang ikan juga nampaknya berada di urutan teratas lambang favorit setelah salib. Lambang ikan dipakai oleh karena kemiripan 5 huruf konsonan yang membentuk kata ikan (Ichthys), yang mana dapat dipakai sebagai singkatan untuk menggambarkan Yesus: Iesous Christos

Theou Yios Soter, artinya Yesus Kristus, Anak Allah, Penyelamat.


Orang Kristen awal mula suka untuk menghiasi makammakam mereka dengan ukir-ukiran dan gambar mengenai Yesus, orang-orang kudus, kejadian dari Alkitab, dan perlambangperlambang yang lain. Orang-orang Kristen awal tidak memiliki pemikiran negatif menganai gambar, ukiran, maupun patung. Simbol-simbol yang lain meliputi burung merpati (simbol Roh Kudus), anak domba (simbol pengorbanan Yesus), pohon anggur beserta ranting-rantingnya (simbol bahwa orang Kristen harus memiliki hubungan secara pribadi dengan Yesus) dan banyak yang lain. Semua ini diambil dari ayat-ayat Alkitab Perjanjian Baru.

51

H.

BAPTISAN
Baptisan merupakan sebuah ritual dan sakramen menggunakan air, yang menandakan seseorang berkomitmen menjadi seorang Kristen dan tergabung menjadi anggota Gereja. Ada gereja yang memperbolehkan baptisan dengan air yang dipercikkan (misalnya Gereja Kristen Protestan, Gereja Katolik dan Ortodoks), ada gereja yang mengharuskan baptisan dilakukan dengan diselamkan ke dalam air seperti Yesus (misalnya Gereja Pantekosta dan Karismatik).

I.

DOA
Pengajaran Yesus tentang doa pada Khotbah di Bukit menggambarkan bahwa doa secara Kristiani hanya memakai sedikit faktor eksternal, atau tidak ada sama sekali, seperti misalnya harus menggambar simbol-simbol tertentu atau harus menyembelih hewan-hewan tertentu terlebih dahulu sebelum berdoa. Dalam doa secara Kristiani, semua perilaku-perilaku yang menekankan kepada "teknik-teknik berdoa" yang menggunakan faktor eksternal seperti yang tadi disebutkan biasanya dituduh sebagai "pagan" (paganisme, penyembahan berhala). Karena itu, dalam doa secara Kristiani, yang ditekankan adalah cukup hanya perlu percaya kepada kebaikan Tuhan ketika berdoa. Di seluruh Perjanjian Baru, penekanan terhadap kebebasan untuk datang kepada Tuhan ini pun
52

ditekankan. Keyakinan ini harus dilihat dari sudut pandang kepercayaan Kristen terhadap hubungan yang unik antara orang percaya dengan Yesus, lewat Roh Kudus. Dalam tradisi lanjutan, beberapa gerakan sebelum berdoa dianjurkan, seperti misalnya membuat tanda salib, berlutut, atau membungkuk. Kebiasaan melipat tangan, menyatukan kedua tangan di depan dada, atau mengangkat tangan pun terkadang sering dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi ketika berdoa dan mengekspresikan isi doa.

J.

GEREJA MULA-MULA

Setelah naiknya Yesus Kristus ke surga, rasul-rasul mulai menyebarkan ajaran Yesus ke mana-mana, dan sebagai hasilnya, jemaat pertama Kristen, sejumlah sekitar tiga ribu orang, dibaptis. Namun, pada masa-masa awal berdirinya, agama Kristen cenderung dianggap sebagai ancaman hingga terusmenerus dikejar dan dianiaya oleh pemerintah Romawi saat itu. Banyak bapa Gereja yang menjadi korban kekezaman kekaisaran Romawi dengan menjadi martir, yaitu rela disiksa maupun dihukum mati demi mempertahankan imannya, salah satu contohnya adalah Ignatius dari Antiokia yang dihukum mati dengan dijadikan makanan singa. Saat itu, kepercayaan yang berkembang di Romawi adalah paganisme, di mana terdapat konsep balas jasa langsung.
53

Namun dengan gencarnya para rasul menyebarkan ajaran Kristen, perlahan agama ini mulai berkembang jumlahnya, sehingga pemerintah Romawi semakin terancam oleh keberadaan agama Kristen. Romawi pun berusaha menekan, dan bahkan melarang agama Kristen, karena umat Kristen saat itu tidak mau menyembah Kaisar, dan hal ini menyulitkan kekuasaan Romawi. Selain itu, paganisme dan ramalan-ramalan yang sejak zaman Republik sudah dipakai sebagai alat-alat propaganda dan pembenaran segala tingkah laku penguasa atau alasan kegagalan penguasa, sudah tidak efektif lagi dengan keberadaan agama Kristen. Maka, pada masa-masa ini, banyak umat Kristen yang dibunuh sebagai usaha pemerintah Romawi untuk menumpas agama Kristen. Penyebar utama agama Kristen pada masa itu adalah Rasul Paulus, yang paling gencar menyebarkan ajaran Kristen ke berbagai pelosok dunia.

K.

PERPECAHAN

Pembukaan dari 95 dalil Luther. Puncak dari penyalahgunaan ajaran Gereja diawali dengan jual beli surat indulgensia. Praktik ini sendiri sesungguhnya bertentangan dengan ajaran iman Gereja Katolik. Martin Luther, seorang rahib, memutuskan untuk melakukan pembaharuan dengan melakukan pemberontakan terhadap Gereja Katolik dengan memakukan 95 dalil Luther di pintu Gereja Kastil di Wittenberg, Jerman, 31 Oktober 1517, dan membangun gereja tandingan baru. Sedangkan Ignatius Loyola, pendiri ordo Jesuit dalam Gereja Katolik, berusaha melakukan pembaharuan dari
54

dalam, salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan teologi Kristen yang ketat kepada para klerus, terutama dalam kepatuhan penuh pada otoritas dan ajaran Gereja, agar praktek korup dalam Gereja berkurang dan tidak menjadi-jadi. Konsili Trente merupakan konsili yang diadakan sebagai reaksi dari reformasi Martin Luther, di mana reformasi Martin Luther dianggap oleh Gereja Katolik sebagai tindakan yang memperparah kondisi kekristenan. Dalam Konsili Trente-lah ajaran iman Gereja Katolik dipertegas (termasuk kanonisasi terakhir Alkitab Katolik) demi menekan dan mengurangi berbagai macam penyalahgunaan yang sewenang-wenang dalam tubuh Gereja. Ketika Martin Luther menerjemahkan Kitab Suci menjadi bahasa Jerman, pengikut-pengikutnya mulai memiliki pandangan yang berbeda-beda akan Kitab Suci tersebut, lalu terjadilah pertentangan penafsiran antara umat satu dengan yang lain, salah satu kasusnya adalah pertentangan antara denominasi protestan reformed-nya Zwingli dan denominasi anabaptis, reformed-nya Calvinis dengan Arminian, dan masih banyak lagi. Inilah yang membuat agama Kristen Protestan sekarang banyak terbagi-bagi lagi menjadi denominasi-denominasi lagi.

L.

TANTANGAN EKSTERNAL
Tantangan Eksternal: Artinya tantangan yang datang dari luar Gereja. Berikut akan diuraikan tiga tantangan bagi kehidupan Gereja @. Tantangan Materialisme

55

Gaya hidup materialisme adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu, termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan. Dalam era sekarang ini gaya hidup materialisme telah menggandrungi kehidupan banyak orang, sehingga terciptalah mentalitas yang mengangung-agungkan materi atau benda. Segala sesuatu diukur dengan materi. Dan tanpa disadari gaya hidup seperti ini telah masuk dalam wilayah Gereja. Gereja mulai memandang bahwa yang paling penting gedung Gerejanya, sarana dan prasarana. Hal-hal materi menjadi center seluruh kegiatan gerejawi. Sementara kesejahteraan, ekonomi jemaat diabaikan.

56

@. Gaya Hidup instan

Globalisasi dan modernisasi telah mengakibatkan munculnya gaya hidup instant. Gaya hidup instant adalah gaya hidup serba cepat. Manusia cenderung ingin meraih segala sesuatu dengan cepat dan mudah. Manusia tidak lagi berpikir bagaimana caranya tetapi bagaimana mendapatkan sesuatu dengan cepat tanpa mengikuti prosedur yang sebenarnya. Contoh: ingin cepat kaya melakukan korupsi, ingin nilai bagus nyontek, ingin juara melakukan doping dll.Suka atau tidak suka mentalitas seperti inipun telah msuk dalam kehidupan Gereja.

57

@. Tantangan Munculnya Berbagai Aliran dalam Kekristenan

Fenomena yang tidak dapat disangkal bahwa berbagai aliran telah bermunculan dalam sejarah pejalanan Gereja. Hal ini menuntut kita untuk memiliki sikap kritis, sehingga kita pun tidak terjerembab di dalamnya. Salah satu usaha yang dapat kita lakukan untuk memperlengkapi diri kita adalah dengan mengikuti pendalam Alkitab yang ada di Gereja kita masingmasing. Dengan mengikuti Pendalaman Alkitab tersebut, kita mengetahui sikap Gereja kita, sehingga kita dapat membandingkannya denga aliran-aliran tersebut.

58

59

BAB VIII HUBUNGAN GEREJA DENGAN NEGARA

Dalam bagian ini kita akan membahas tentang hubungan gereja dengan Negara . Gereja yang hadir di tengah dunia hidup bukanlah untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk lingkungan dimana ia ada..

A.

EMPAT MODEL HUBUNGAN GEREJA DAN NEGARA


Di bawah ini akan diuraikan 4 model hubungan gereja dengan Negara antara lain: 1. Terpisah dan bermusuhan artinya gereja diasingkan dengan Negara, gereja tidak diakui keberadaannya oleh Negara contoh dinegera-negara Eropa Timur dan Selatan

60

2. Pemisahan gereja dengan Negara artinya Negara tidak memihak, Negara bersifat netral. Dalam hubungan seperti ini gereja tidak mendapat bantuan dari Negara. Kendatipun demikian gereja dalam hubungan seperti ini mendapat kebebasan penuh untuk mengembangkan diri, contoh di Negara Prancis, AS dll 3. Mapan artinya dalam hubungan yang mapan gereja mendapat dukungan yang penuh dari Negara contoh di Negara-negara Eropa Utara (Inggris, Swedia, Norwegia dll) 4. Semi terpisah artinya Gereja menentukan dan mengurus dirinya sendiri secara terbatas. Para pepimpin gereja berhak mendapat layanan public contoh di Jerman.

B.

BELAJAR DARI TOKOH GEREJA


Dietrich Boenhoeffen (1906-1945) lahir dalam keluarga bangsawan Jerman yang terpelajar. Ayahnya seorang psikiater di Universitas Berlin dan ibunya adalah anak pendeta. Ia tumbuh sebagai seorang anak yang cerdas sehingga dalam usia 21 tahun ia mampu meraih gelar doktor, dan setahun kemudian ia menjadi dosen dan pendeta di Universitas Berlin. Pada waktu itu situasi perekonomian Jerman sangat terpuruk, nilai mata uang dan saham jatuh, pabrik-pabrik tutup dan buruh menganggur. di tengah situasi demikian muncullah partai yang bernama NASI (National Sozialist). Partai ini melontarkan semboyang cinta bangsa sehingga menimbulkan rasa benci terhadap bangsa lain termasuk bangsa Yahudi yang ada di negara itu. Ternyata semboyang ini mendapat sambutan hangat, sehingga partai NAZI dalam pemilihan berikutnya mendapat suara yang cukup siknipikan. Adolf Hitler, pemimipin partai tersebut terpilih menjadi Perdana Menteri, kemudian menjadi Presiden dengan kekuasaan mutlak. Banyak pendeta tertarik dengan gagasan tersebut, apalagi Hitler menjanjikan sejumlah bantuan kepada Gereja. Dietrich Boenhoeffen mengambil sikap yang berbeda dengan temannya sesama pendeta. Dalam khotbahnya ia mengatakan "Gereja, jadilah Gereja jangan membiarkan dirimu menjadi alat pemerintah. Roh Kristus bukanlah roh kesombongan berbangsa dan juga bukan roh kebenciaan terhadap bangsa lain. Gereja, mana kesaksianmu? Mengapa
61

kamu mendekati pemerintah yang sewenang wenang. Dengan sikap Boenhoeffen seperti ini, ia dan teman-temannya ditangkap oleh tentara NAZI pada tahun 1945, karena merencanakan pembunuhan terhadap Hitler. Dua tahun kemudiana, ia dihukum gantung. Sebenarnya Boenhoeffer menyadari bahwa membunuh adalah keliru, tetapi hati nuraninya memutuskan bahwa membunuh seorang pembunuh supaya pembunuhan itu berhenti membunuh jutaan orang lainnya adalah Ultima ratio atau pilihan terakhir yang terpaksa .

C.

GEREJA DALAM KONTEKS INDONESIA


Dalam konteks Indonesia, kedudukan Gereja berada pada bekerjasama, dimana Negara melindungi dan memberikan hak pada masyrakatnya untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya. Hubungan gereja dan Negara sifatnya koordinatif (setara dan saling bekerja sama) bukanlah subordinatif (yang satu menguasai yang lain). Demikian pula agama (dalam hal ini gereja) ikut membina warganya agar dapat berpartisipasi dengan baik dalam mayarakat dengan penuh rasa tanggung jawab menjaga stabilitas kebangsaan ini. Kesemuanya ini adalah usaha untuk lebih mengaplikasikan tiga tugas utama gereja yaitu, Bersekutu (koinonia), melayani (diakonia)dan bersaksi (marturia).

62

BAB IX
FUNGSI DAN PERAN AGAMA DALAM MASYARAKAT

A.

PENGERTIAN AGAMA SECARA UMUM


Istilah Agama dalam bahasa sansekerta terdiri dari kosa kata a berarti tidak dan gama yang berarti kacau. Jadi kalau kedua kata itu digabungkan maka agama berarti tidak kacau. Istilah yang ke dua adalah ugama yang berarti peraturan, tata tertib, hukum taurat. Dari kedua kata diatas dapat disimpulkan bahwa agama adalah upaya manusia untuk mengaitkan dan menyesuaikan seluruh hidupnya dengan tata tertib, hukum serta peraturan Ilahi. Sehingga relasi dengan yang Ilahi, manusia dan alam dapat berjalan dengan baik dan tertib. Dalam bahasa latin agama disebut religeo kata ini berasal dari akar kata religere yang berarti mengembalikan ikatan, mengikatkan kembali. Dari istilah ini apat diartikan bahwa agama usaha manusia untuk mengemb alikan, memulihkan hubungan yang rusak antara manusia dengan Allah. Hubungan yang rusak antara manusia dengan Allah pertama sekali terjadi ketika manusia (Adam dan Hawa) jatuh dalam dosa.

B.

PENGERTIAN AGAMA MENURUT PARA SOSIOLOG

63

Guna mempelajari bagian ini kita akan melihat pengertian agama menurut para sosiolog : menurut Emile Durkhien agama merupakan kekuatan yang amat mempengaruhi sikap hidup manusia secara individual maupun sosial. Sementara menurut Franz Dahler mengatakan agama adalah hubungan manusia dengan kekuasaan yang suci, dimana kekuasaan yang suci tersebut lebih tinggi dari adanya manusia. Hal yang sama dengan ini Banawiratman mengatakan bahwa agama bukan hanya ajaran teoritis, merumuskan iman dan mengarahkan prilaku orang beriman, melainkan juga didalamnya terdapat norma dan aturan, perintah, dan larangan yang berkenaan dengan etika dan moral masyarakat. Dari beberapa pengertian di atas dapat kita menarik benang merah, bahwa nilai-nilai agama sudah ada dalam diri manusia dan nilai-nilai tersebut sangat mempengaruhi nilai hidup manusia sehingga ia memiliki kesadaran bahwa di luar dirinya ada sesuatu yang lebih tinggi, lebih suci dari dirinya.

C.

FUNGSI DAN PERAN AGAMA DALAM MASYARAKAT


Agama yang hadir dalam sejarah peradaban manusia tidak hanya berorientasi kepada Tuhan (spiritual) namun juga berorientasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dr.Th. Kobong mengatakan bahwa agama adalah sumber hidup manusia dalam relasi tiga dimensi, yaitu relasi dengan Allah pencipta, dengan sesama dan dengan seluruh ciptaan lainnya, dan kalau digambarkan demikian:

Allah<------Agama------>SesamaManusia------>Ciptaan Lainnya
Memang harus diakui tidak sedikit pemeluk agama meningkatkan kehidupan spiritualitasnya masing-masing. Tetapi pada sisi lain, kegiatan itu seolah-olah terpisah dari kehidupan bersama dalam masyarakat. Padahal sejak semula para pendiri agama tidak memisahkan kehidupan spiritualnya dengan masyarakat.. misalnya, Sidharta Gautama memahami manusia dan dunia sebagai sesuatu yang beragama dan mempengaruhi. Itu sebab nya perbedaan harus dihargai. Nabi Mohammad yang mencoba merubah masyarakat Arab yang primordialisis menjadi masyarakat yang berlandaskan persaudaran universal. Yesus Kristus, memperjuangkan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan untuk semua orang.
64

Dalam konteks Indonesia yang pada dasarnya adalah masyarakat majemuk, dimana kemajemukan itu dapat kita lihat dalam hal: suku, etnis, bahasa, agama, dan lain-lain. Dalam hal agama, lima agama besar di dunia ada ditengahtengah bangsa ini dan itu dilindungi/diakui oleh undang-undang (legal). Dan para The fonding fathers telah menetapkan pondasi sebagai titik puncak guna tumbuh kembangnya agama-agama yang ada itu. Pancasila yang adalah landasan Negara telah menjadi payung guna melindungi agama-agama yang ada di dalamnya. Pancasila menjadi wadah yang memadai sebagai dasar pijak bersama seluruh anak bangsa dan agama memberi isi pada dimensi ritual. Adapun fungsi dan peran agama sebagai mana dimaksud diatas adalah sebagai berikut: a. Agar kita dapat selalu ingat akan Tuhan, petunjuk bagaimana cara kita melayani Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. b. Sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari. Artinya jika kita melakukan sesuatu yang tidak baik, dengan kita punya agama kita bisa disadarkan oleh ajaran dan agama yang kita anut untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik. c. Penyelaras hidup dalam masyarakat

D.

PERAN AGAMA YANG DESTRUKTIF

Istilah destruktif dapat diartikan merusak, memusnahkan. Dari istilah ini jelaslah bahwa agama bukan lagi sebagai alat perdamain, penyejuk, bagi umat manusia, tetapi telah diseret oleh pelaku kejahatan sebagai alat violence. Dalam sejarah
65

peradaban manusia di belahan dunia ini tidak sedikit musibah terjadi dengan dalih agama. Benyamin F. Intan mengatakan agama dengan wilayah Violence tidak hanya ditemukan di negeri seberang sana, ia telah mengglobal, bisa ditemukan dimana-mana termasuk di negeri ini. Semangat jihat, crusade, Holy War telah mewarnai sejarah perjalanan umat manusia dalam hal keagamaan. Semangat jihat, crusade dan Holy War ini memiliki ciri-ciri berperang mengatas namakan Tuhan dan cenderung memperlakukan lawan sebagai musuh yang harus diberantas dan dibasmi sampai ke akarakarnya. Satu contoh yang terjadi pada saat Perang Salib sekitar abad ke 11 abad 13 yang sangat dijiwai oleh semangat Holy

War.
Pada tahun 1095 Paus Urbanus II memerintahkan orangorang Kristen untuk merebut Tanah Suci Yerusalem dari tangan Muslim, yang digambarkn Paus pada waktu itu sebagai orang kafir terkutuk yang tidak mengenal Allah. Perang Salib yang terjadi pada waktu itu, bukan hanya terjadi terhadap agama yang berbeda, tetapi juga ditujukan kepada sesama Kristen. Masih banyak lagi deretan peristiwa yang mengatas namakan agama (Tuhan). Dan semangat seperti itu pun ada dalam agama apapun itu, tidak ada perkecualian, yakni semangat fundamentalisme dan fanatisme.

66

BAB X IMAN KRISTEN DAN NILAI-NILAI KRISTIANI


Nilai-nilai kristiani yang akan diuraikan di bawah ini sebagaimana tertulis dalam Galatia 5:22-23 Melalui pembahasan ini diharapkan para siswa/i dapat memahami dan mempraktekkan nilai-nilai tersebut guna menunjukkan identitasnya sebagai pengikut Yesus Kristus. A.

KASIH ( MATIUS22:37-40 DAN 1KORINTUS13:4-7 )


Istilah Kasih dalam bahasa aslinya dipakai kata agape yang berarti kasih tanpa pamrih, tanpa mengharapkan imbalan, balasan. Kasih Allah kepada manusia. Allah mengasihi, menyelamatkan manusia tanpa mengharapkan balasan sedikitpun. Kasih seperti inilah yang diberikan Allah kepada manusia. (Contoh: ketika Anda memberikan pertolongan atau apapun namanya maka Anda sebagai manusia yang telah menerima kasih Allah secara Cuma-cuma, maka Anda pun wajib mengasihi dengan Cuma-Cuma) Oleh sebab itu, manusia yang telah menerima kasih Allah itu mestinya mewujudkan kasih itu kepada sesama manusia dan dunia ini. Nilai kasih yang diberikan oleh Allah kepada manusia bukanlah sebuah opsi, artinya boleh dilakukan atau boleh tidak dilakukan. Nilai kasih merupakan suatu keharusan yang perlu diwujudnyatakan dalam kehidupan yang nyata, oleh siapa dan dimanapun, tua muda, anak-anak, pekerja, maupun pelajar. Inti dari seluruh iman Kristen adalah kasih. Kasih kepada Tuhan maupun kasih kepada sesama (Matius 22:37-40). Dengan mewujudkan kasih, itu berarti kita juga peduli dengan sesama manusia bahkan dengan seluruh isi dunia. Itu sebabnya rasul Paulus menegaskan bahwa inti dari segala sesuatu adalah kasih . tanpa kasih sia-sialah segala sesuatu yang kita lakukan, tanpa kasih sia-sialah apapun yang kita miliki (baca: 1 Korintus 13:113).

67

B.

SUKA CITA

Pada saat kapan biasanya Anda bersukacita? Apakah saat dapat nilai yang baik, naik kelas, ketika papa-mama memberi hadiah, ketika pacar Anda memberi perhatian yang luar biasa terhadap Anda dll. Bagaimana kalau hal-hal seperti itu tidak memihak pada kita? Mungkin Anda berkata bersukcita? Mana bisa? Dalam pelajaran ini kita akan membahas tentang sukacita. Kata sukacita berulang kali disinggung dalam Alkitab. Bahkan dalam kitab Filipi saja kata ini ditulis lebih kurang 16 kali. Itu artinya sukacita sangat penting dalam kehidupan manusia. Dalam bahasa aslinya kata sukacita diambil dari kata khara. Kata ini tidak mengandung sukacita duniawi, atau sukacita karena berhasil. Sukacita ini hanya berdasar pada Allah saja. Tuhan Yesus menginginkan agar setiap umatnya bersukahati. Itu sebabnya 1 Tesalonika 5:16 mengatakan bersukacitalah senantiasa. Sukacita umat Kristen bukan karena ia mempunyai deposit yang berlimpah atau karena ia mempunyai jabatan yang tinggi Sukacita Kristen didasarkan pada janji Tuhan yang akan selalu menyertai dan melindungi umat Nya yang percaya dan setia kepadaNya (Mat 28:20) Karena itu Firman Tuhan berkata : bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan bersukacitalah! (fil 4:4)

68

C.

DAMAI SEJAHTERA

Secara umum damai berarti, aman, tidak ada peperangan, kebencian, perselisihan dll. Dengan demikian semua manusia yang ada dipermukaan bumi ini pasti merindukan kedamaian Istilah damai sejahtera dalam bahasa Ibrani dipakai kata syalom yang biasanya digunakan untuk menyapa, menanyakan kabar (Kejadian 43:27), ucapan salam perpisahan. Istilah syalom bisa juga menyangkut setiap hal yang membawa kebaika tertinggi bagi manusia. Istilah dalam bahasa Yunani adalah eirene . dalam perikop istilah ini berarti ketenangan hati yang bersumber pada kesadaran bahwa seluruh kehidupan kita berada di tangan Allah. Tuhan Yesus Kristus telah mengadakan damai sejahtera bagi kita, karena dengan kematianNya Ia telah melenyapkan perseteruan manusia dengan Allah. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatkan berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Matius 5:9) Tuhan Yesus menginginkan supaya umatNya tetap hidup damai dengan semua orang karena itu setiap umatNya wajib menjauhi segala bentuk perselisihan, pertengkaran yang dapat memicu perkelahian dan permusuhan.

69

D.

KESABARAN
Sabar dalam bahasa Indonesia berarti : Pertama, tahan menghadapi cobaan seperti tidak lekas marah, tidak lekas putus asa dan tidak lekas patah hati, sabar dengan pengertian seperti ini juga disebut tabah, kedua sabar berarti tenang; tidak tergesagesa dan tidak terburu-buru. Dalam kamus besar Ilmu Pengetahuan, sabar merupakan istilah agama yang berarti sikap tahan menderita, hati-hati dalam bertindak, tahan uji dalam mengabdi, mengemban perintah-peintah Allah serta tahan dari godaan dan cobaan duniawi. Dalam bahasa Yunani sabar megandung 2 pengertian: pertama, semangat tak kenal menyerah sampai akhir (dalam penderitaan). Kedua, masalah hubungan dengan sesama, contoh, menahan diri untuk tidak memanfaatkan hasrat ingin membalas dendam karena perbuatan orang lain yang menyakitkan, seperti kesabaran Allah supaya kita bertobat (Rm 2: 40) Kesabaran Kristus pada Paulus yang berdosa (1 Tim 1: 16), kesabaran Allah menanti Nuh mempersiapkan bahtera (1 Pet 3: 20) Betapa mudah kita berkata sabar dan betapa sulit melakukannya. Kesabaran adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh orang Kristen. Rasul Paulus berulang kali mengimbau umat Kristen untuk saling bersabar satu sama lain. Bahkan, kesabaran sebenarnya adalah sebuah tes keorisinilan umat Kristen. Karakter Kristen yang sejati, tanda utama kelahiran baru, terlihat dalam kesabaran yang sejati. Sabar adalah satu bukti yang menunjukkan bahwa seseorang benar-benar pengikut Yesus orang yang. Sabar membuat ia tetap bersyukur walau hidup serba sederhana. Sabar membuat ia tidak bersungut-sungut apalagi pesimis dan putus asa. Karena ia percaya akan pengasihan dan pertolongan Tuhan Yesus (mat 11:28).

70

E.

KEMURAHAN DAN KEBAIKAN

Kemurahan dan kebaikan adalah dua kata yang hampir sama artinya, bahkan dalam bahsa aslinya kemurahan sering juga diartikan kebaikan. Kemurahan dan kabaikan suatu sikap hidup seseorang yang dengan rela hati memberikan pertolongan kepada orang lain tanpa mengharapakan imbalan apapun. Dalam iman Kristen, dasar kemurahan dan kebaikan dipahami sebagai tanggapan manusia terhadap kemurahan dan kebaikan Allah, yang terlebih dahulu mengasihi manusia (Yohanes 3:16). Allah adalah pribadi yang penuh dengan kemurahan dan kebaikan, itu sebabnya hidup kita sebagai umat Kristen tidak lepas dari kemurahan dan kebaikanNya yang tidak henti-hentinya membagikan berkatNya hari lepas hari. Ia yang selalu bermurah hati memenuhi kebutuhan hidup kita menurut kekayaan dan kemuliaannya adalah Kristus Yesus. Karena itu Tuhan Yesus memberikan perintah kepada kita supaya meneladani kemurahan dan kebaikanNya dengan kita selalu berbaik hati kepada orang lain yang membutuhkan pertolongan kita. Tuhan Yesus Berfirman : demikian lah kehendaknya terangmu bercahaya didepan orang supaya mahluk hidup melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga (mat 5:16)

71

F.

KESETIAAN (MATIUS 25:14-30)

Kesetian dalam bahasa aslinya diambil dari kata pistis Kata ini sangat umum dalam dalam bahasa Yunani sehari-hari yang berarti: layak untuk dipercaya. Istilah in menunjuk pada ciri khas orang yang dapat diandalkan. Istilah setia juga berarti melakukan segala sesuatu dengan tekun. Contoh ketika kita ingin berhasil dalam mengerjakan suatu usaha yang kita inginkan, maka yang sangat kita butuhkan adalah kesetiaan untuk mengerjakannya dengan tekun sampai berhasil. Kesetiaan seseorang akan kelihatan di dalam proses menyelesaikan upayanya, dari awal sampai akhir. Tuhan Yesus adalah tokoh yang ideal ketika kita ingin menwujudnyatakan kesetian dalam hidup keseharian kita, karena Ia pun telah menyelesaikan tugastugasnya bahkan sampai rela mati dikayu salib. Oleh karena itu pula setiap umatNya dituntut supaya setia kepada Tuhan, setiap apa yang dilakukan apa yang diperintahkan Nya, setia terhadap iman kepercayaannya, walau menghadapi berbagai tantangan dan godaan. Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang yang setia dalam perkara yang kecil akan Tuhan percayakan perkara-perkara yang besar (Matius 25:14-30). Oleh sebab itu marilah kita memiliki gaya hidup setia.

72

G.

Kelemah Lembutan
Salah satu ucapan bahagia yang diucapkan oleh Tuhan Yesus adalah berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi." Matius 5:5. Ditengahtengah kehidupan manusia yang penuh dengan kekejaman, kesadisan, kekasaran, kekerasan, penyiksaan, ketersinggungan dan penuh emosional, maka nilai kelemah lembutan pun sudah mulai pudar, padahal nilai ini sangat penting dalam kehidupan manusia. Itu sebabnya dalam pelajaran ini TUHAN mengingatkan kepada kita akan prinsip hidup dari Kerajaan Surga tentang Kelemahlembutan, yang akan memiliki berkat-berkat bumi. Kelemahlembutan menjadi sesuatu yang sulit dijumpai karena kerasnya kehidupan dan banyaknya pergumulan yang menjadikan manusia kurang sabar, kurang tenang dalam jiwanya. YESUS sendiri memberitahukan dan menunjukkan bahwa diri-Nya adalah seorang yang lemah lembut (Matius 11:29 "Aku lemah lembuh ."). Dalam situasi yang terjadi dewasa ini, anak TUHAN dituntut untuk memiliki sikap lemah lembut. Sikap ini bisa kita praktikkan dalam hidup kita sehari-hari, terhadap teman, kelaurga, lingkungan dan lain sebagainya. Berikut ciri-ciri orang yang lembut hatinya: Pribadi yang terbuka terhadap tegoran TUHAN. Firman TUHAN dalam (Yakobus 1:21), Pribadi yang mudah dibentuk. (Yeremia 18:4-6), Pribadi yang rela untuk dilukai atau diperlakukan dengan tidak adil (1 Korintus 6:7).

H.

Penguasaan Diri

Sementara nilai penguasaan diri adalah suatu sikap dimana seseorang mampu mengontorl dirinya secara baik dan
73

benar. Memang kita sadar bahwa manusia memiliki yang namanya keinginan-keinginan. Namun, pada kenyataannya tidak semua keinginan itu dapat membahagiakan sesamanya bahkan dirinya sendiri. Seringkali keinginan manusia dikuasai oleh nafsu dan emosi yang tidak terkontrol, akibatnya manusia menjadi korban dari keinginannya sendiri. Berikut bebrapa tokoh yang dapat kita teladani dalam hal penguasaan diri: Yusuf, dia mampu menguasai dirinya ketika istri Potifar mengajak dia melakukan persetubuhan (Kejadian 39), Tuhan Yesus,. Ketika Tuhan Yesus ditangkap pengawal-pengawal imam besar di taman Getsemani, Tuhan Yesus tetap, tenang penuh penguasaan diri. Salah seorang muridNya mencabut pedang dan menebas telinga salah seorang yang menangkapnya hingga putus tetapi Tuhan Yesus bukannya memuji muridNya itu. Tuhan Yesus bahkan menegur perbuatannya karena ia bertindak keras dan emosional. Tuhan Yesus kemudian memungut telinganya dan menyembuhkanya. Tuhan Yesus yang lemah lembut dan penuh penguasaan diri hendaknya kita teladani dan kita jadikan pedoman hidup kita dalam meng hadapi segala bentuk tantangan yang kita hadapi.

74

BAB XI BERCERMIN DIRI


A. MANUSIA SEBAGAI GAMBAR DAN RUPA ALLAH

Kejadian 1:26 mengatakan Berfirmanlah Allah baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. Istilah gambar dalam bahasa aslinya dipakai kata tselem yang berarti:gambar, patung, model yang asli. Sedangkan istilah rupa dalam bahsa aslinya demuth yang berarti salinan, tembusan yang asli. Atas penjelasan ini, Alkitab secara prinsip hendak menjelaskan bahwa penciptaan manusia memiliki kesamaan dengan Allah yaitu kesamaan ilahi. Kenyataan ini menunjukkan bahwa manusia diciptakan Juga dalam keserupaan dengan Allah Esensi manusia tercakup di hal bahwa manusia adalah gambar dan rupa Allah. Konsep yang ada dalam Alkitab ini sangat berbeda sekali dengan teori-teori lainnya, termasuk teori Carles Darwin, yang menganggap manusia merupakan makhluk binatang menyusui yang tertinggi, cerdas, sebagai kelanjutan dari makhluk sebelumnya yang sederhana. Bahkan Darwin mengatakan manusia adalah keturunan kera. Alkitab menempatkan manusia sebagai makhluk yang paling tertinggi di atas segala-galanya yang dicipta oleh Tuhan Allah. Dengan demikian manusia berbeda dengan semua mahluk ciptaan yang lain dan menjadi yang tertinggi sebagai ciptaan Allah atas semua ciptaan. John stott mengatakan Mahluk manusia adalah segambar dan serupa dengan Allah, diciptakan menurut rupa dan memiliki kebolehan-kebolehan yang unik yang membedakannya dan mahluk binatang segambar dan serupa dengan Allah suatu kualitas yang menjadikan manusia istimewah dihadapan Allah, namun ke istimewaan yang dimiliki oleh manusia tidak berarti manusia luput dari kelebihan dan kelemahan. Dan itulah sebabnya manusia perlu bercermin diri.

75

B.

ARTI BERCERMIN DIRI

Apakah Anda pernah bercermin? Apa yang Anda lakukan ketika sedang bercermin? Mungkin sebagian besar kita, ketika berada di depan cermin, akan merasa termangu-mangu, tersenyum, kagum melihat dirinya yang aduhai. Sebagian besar lagi merasa cemberut, kusam ketika melihat dirinya yang tidak sebanding dengan rekan-rekannya. Tampilan dua sisi ini sebenarnya tidak bisa lepas dari hidup kita. Baik yang membuat kita terpesona maupun yang tidak. Hal ini ibarat dua sisi mata uang yang selalu dan selalu bersama. Itulah sebabnya manusia yang dicipta seganbar dan serupa dengan Allah itu perlu bercermin diri. Bercermin diri maksudnya belajar mengenal diri sendiri mengenal diri sendiri berarti kita mengenal apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan kita. Tidak dapat disangkal, banyak orang tidak menyadari kelebihan dan kelemahannya ketika ia mengekspresikan dirinya. Orang yang mampu mengenal dirinya secara baik, diharapkan juga mampu mengelola emosi dan pikiran serta tindakannya secara seimbang. Tidak dapat disangkal ada orang yang menutup diri menemukan kelemahan dirinya apalagi untuk memperbaharuinya. Perlu juga kita sadari bahwa ada kelemahan
76

tidak berasal dari diri dan tidak dapat ditolak seperti cacat fisik. Itu pun tidak menjadi alasan untuk tidak berbuat apa-apa karena tidak sedikit orang yang bisa berhasil walaupun ia cacat secara fisik misalnya Nick Vujicis (tuna daksa yang sukses sebagai penginjil dan pengusaha) Tuhan telah memberikan kelebihan kepada tiap-tiap orang. tinggal bagaimana orang tersebut, lingkungannya dapat menemukan kelebihan itu dan memanfaatkannya secara maksimal. Kita tidak boleh pasrah begitu saja dengan keadaan yang kita alami. Yang dapat kita lakukan dalam mengatasi kelemahan yang ada pada diri kita adalah, menemukan kelemahan itu sendiri dan mengubah cara pandang kita sehingga kita dapat mengatasinya.

77

BAB XII MEMILIH YANG BENAR: BELAJAR DARI TOKOH ALKITAB


Ada berapa tokoh yang ada dalam Alkitab yang dapat kita teladani dalam melaksanakan tindakan-tindakan atau sikap yang positf dalam hidupnya. A. NUH

Nuh membuat bahtera Cerita tentang kehidupan Nuh dan keluarganya secara lengkap dapat kita lihat dalam kitab Kejadian 6-10.Alkitab mengisahkan bahwa Nuh adalah orang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamanya. Nuh hidup dengan kehendak Allah. Pada zaman Nuh, semua manusia di bumi kecuali keluarga Nuh-telah rusak di hadapan Allah, karena semua manusia telah menyimpang dari perintah-perintah Allah.
78

Melihat keadaan seperti itu, Allah berfirman kepada Nuh agar membuat bahtera dari kayu sebab Allah akan mendatangkan air bah (baca kej 6:14-19). Lalu Nuh melakukan semua yang diperintahkan Allah. Dalam kitab ibrani disebut bahwa :karena iman, maka Nuh dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarga, dan karena iman itu Ia menghukum dunia, dan dia telah ditentukan menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. Berdasarkan cerita tersebut, maka dapatlah kita lihat kepribadian Nuh yang positif, yaitu : a. Orang yang benar dimata Allah b. Tidak mau terpengaruh oleh pikiran, perkataan dan perbuatan masyarakat pada zamannya yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. c. Senantiasa hidup bergaul dengan dan beriman kepada Allah. d. Menjadi berkat bagi keluarganya Menjadi contoh dalam ketaatan,kesalehan,iman dan perbuatan baiknya bagi semua orang,dahulu,sekarang dan seterusnya.

B.

ABRAHAM

Abraham dan Ishak

79

Abraham merupakan seorang tokoh Alkitab yang mendapat predikat sebagai bapa segala bangsa. Nama Abraham sebelumnya adalah Abram, mempunyai dua saudara yakni: Nahor dan Haran. Pada awalnya Terah dan anak-anaknya tinggal di UrKasdim. Dari Ur-Kasdim Terah membawa keluarganya menuju tanah Kanaan lalu sampailah mereka di Haran dan menetap di sana ( Kejadian 11:27-32). Perjalanan hidup Abram sangat menarik untuk diteliti. Dalam Kejadian 12 dicatat bagaimana Allah memanggil dan memerintahkan Abram supaya: pergi dari negerinya, dari sanak saudaranya, dan dari rumah bapanya ke negeri yang akan kutunjukkan kepadamu. Walaupun arah dan tujuan kemana Abram harus pergi tidak diungkapkan oleh Allah secara secara spesifik, tetapi dalam pasal 12:4 dikatakan Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Dengan kata lain Abram pergi dengan bermodalkan janji dan ketaatan kepada Allah. Dengan berpegang teguh akan janji-janji Allah, Abram (selanjutnya nanti nama Abram diganti menjadi Abraham) mengarungi bahtera kehidupannya. Dan dengan berpegang terhadap janji Allah itu jugalah Abraham memperoleh anak yang kelak menjadi ahli warisnya yang diberi nama Ishak. Yang walaupun secara logika tidak mungkin hal itu terjadi karena pada waktu Ishak lahir usia Abraham sudah mencapai seratus tahun dan Sara istrinya sudah menopous. Sosok Abraham ternyata bukan hanya pribadi yang berpegang teguh terhadap janji-janji Allah, tetapi ia juga memeiliki ketaatan dan iman yang teguh. Hal itu terbukti ketika Allah meminta Ishak anak simatawayangnya untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai korban bakaran (Kejadian 22:2). Padahal dalam perjanjian sebelumnya hal ini tidak dibicarakan. Tetapi luar biasanya Abraham membuktikan ketaatan dan keteguhan imannya kepada Allah dengan melaksanakan apa yang difirmankan Tuhan kepadanya. Tetapi yang lebih luar biasa bahwa Allah tidak pernah ingkar terhadap janji-janjiNya. Dan janji-janji Allah yang disampaikan dalam Kejadian 12 digenapi semuanya dalam kehidupan Abraham.

C.

YUSUF

80

Yusuf adalah seorang tokoh Alkitab yang likaliku perjalanan hidupnya cukup tragis namun bisa mencapai puncak kesuksesan. Anda ingin tahu rahasianya seperti apa? Ikuti terus cerita berikut. Yusuf adalah seorang anak yang lahir dari seorang perempuan yang bernama Rahel dan ayahnya bernama Yakub. Yusuf mempunyai sebelas saudara laki-laki yaitu Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulan, Dan, Naftali, Gad, Asyer dan Benyami (Benyamin satu ibu dengan Yusuf). Yusuf adalah anak yang paling dikasihi oleh Yakub sebab Yusuf anak yang lahir pada masa tuanya (Kejadian 37:3). Sekalipun Yusuf anak yang paling dikasihi oleh ayahnya, bukan berarti Yusuf seorang anak yang manja hal itu terbukti ketika Yusuf berumur tujuh belas tahun, ia sudah terbiasa menggembalakan kambing domba dengan saudarasaudaranya. Semenjak usia muda bakat pemimpin sudah mulai tampak dalam kehidupannya. Bahkan dalam sebuah mimpi Yusuf bermimpi bahwa berkas-berkas saudara-saudaranya mengelilingi dan sujud menyembah berkasnya (Kejadian 37:7). Dan dalam mimpi yang lain tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadanya (Kejadian 37:9). Hal ini telah membuat ke kesebelas saudara Yusuf menjadi iri dan membenci dirinya. Tetapi Yakub ayah mereka menyimpan hal itu dalam hatinya (47:11) Akhirnya, kesebelas saudaranya bersepakat menjual Yusuf kepada kafilah (pedagang) orang Ismael dengan harga dua puluh sikal perak, yang sedang melakukan perjalanan ke Mesir. Sesampainya di Mesir, Potifar, seorang pegawai istana dan pengawal raja Firaun, membeli Yusuf dari saudagar tersebut dan menempatkannya sebagai pengawal di rumahnya. Alkitab mencatat, selama Yusuf berada di rumah Potifar, memiliki kepribadian yang baik, misalnya: Yusuf senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan Yusuf mampu mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan kepadanya Potifar menggangkat Yusuf sebagai koordinator bidang kerumah tanggaan di rumahnya Yusuf dapat mengendalikan diri, ketika istri Potifar mengajak Yusuf tidur bersama. Yusuf dengan tegas menolaknya. Namun,
81

akibat penolakannya itu dia masuk penjara. Meskipun di dalam penjara Yusuf tidak berubah, Tuhan tetap menyertai Yusuf. Tuhan melimpahkan kasihNya kepada Yusuf. Akhirnya Yusuf menjadi tahanan yang paling disayangi oleh kepala penjara. Dari semua orang-orang pintar yang ada di Mesir, tidak seorangpun dapat menandingi hikmat yang dimiliki Yusuf untuk menerangkan apa arti mimpi raja Firaun. Setelah Yusuf dapat menerangkan arti mimpi tersebut, Yusuf akhirnya diangkat menjadi deputi pelaksana pemerintahan di Mesir. Meskipun ia telah menjadi orang penting di Mesir, Yusuf tidak pernah berubah. Yusuf tetap takut akan Tuhan dan penuh dengan hikmat serta menjadi orang yang bijaksana bahkan ia mampu memberikan pengampunan terhadap saudara-saudaranya yang walaupun telah berbuat jahat terhadapnya (Kejadian 45). Lebih dari pada itu, meskipun Yusuf telah berada di puncak kesuksesan ia tidak lupa terhadap orang tuanya dan itu terbukti ia menjemput Yakub dari tanah Kanaan.

D.

MUSA

Nabi Musa Musa lahir di Mesir, berasal dari keluarga Lewi, nama Ayahnya adalah Amran dan ibunya ialah Yakobeth. Ketika musa lahir, bangsa Israel mengalami penindasan yang luar biasa, bahkan raja Mesir memberikan perintah bahwa setiap perempuan-perempuan Ibrani yang melahirkan anak laki-laki, maka anak tersebut harus dibunuh. Musa yang lahir dalam situasi yang cukup mengerikan itu selamat dari maut, ini berkat
82

kebijaksanaan kedua orang tuanya yang meletakkan Musa kecil di tepi sungai Nil tempat pemadian putrid Firaun. Ketika Putri Firaun melihat ada seorang bayi dipinggir sungai,ia kemudian memerintahkan dayangdayangnya untuk mengambil bayi tersebut. Akhirnya, Putri Firaun membawa bayi tersebut kedalam istana, merawat dan membesarkannya Setelah Musa dewasa dia tidak suka melihat bangsanya diperbudak, ditindas, dan dibuat menderita. Dalam keadaan yang seperti itu Musa, menunjukkan pembelaanya, ia memukul salah seorang Mesir, yang kemudian orang tersebut meninggal dan dikuburkan dengan pasir. Sejak saat itu Musa melarikan diri ke Midian, di sana Musa menjadi penggembala kambing domba Yitro mertuanya. Suatu hari di saat dia sedang mengembalakan domba, Tuhan memanggilnya dalam sebuah penglihatan tentang semak duri yang terbakar di gunugn Horeb untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah mesir

Musa membelas laut merah Setelah Musa kembali ke Mesir, berulang kali Musa menghadap dan meminta izin kepada Firaun untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Bahkan sampai sepuluh kali Musa membuat tulah di tengah-tengah bangsa Mesir, namun setelah tulah kesepuluhlah baru Firaun mengijinkan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Musalah yang memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Dia jugalah yang mengarahkan bangsa Israel kepada penyembahan yang

83

benar, dan Musa jugalah yang menerima kesepuluh hukum Tuhan di gunung Sinai.

E.

PAULUS

Paulus Awalnya, Rasul Paulus bernama Saulus Ia dilahirkan di Tarsus, sebuah kota yang terkemuka zaman itu di wilayah Kilikia. Tarsus terletak hanya 1,2 km dari Laut Tengah. Oleh karena itu, Tarsus menjadi kota pusat perdagangan. Di samping itu, Tarsus juga menjadi kota ilmu pengetahuan. Banyak orang pendatang yang belajar di sekolah-sekolah terkenal di Tarsus, dan kemudian tersebar ke seluruh bagian kekaisaran Roma. Dia berasal dari suku Benyamin. Ia lahir di tarsus dan memiliki kewarganegaraan Roma. Ia adalah seorang Farisi yang Fanatic. Sampai masa mudanya di Yerusalem, ia terkenal sebagai penganiaya orang Kristen. Saulus memiliki pengaruh yang sangat besar dan mendapat surat kuasa dari imam besar agama Yahudi untuk memenjarakan pengikut-pengikut Kristus. Ia dididik oleh rabi Gamaliel . secara ketat dan teliti. Gamaliel salah seorang guru terbesar pada jaman itu. Paulus menjadi seorang murid yang istimewa dan rupanya Gamaliel memberikan penghargaan tinggi kepadanya. secara ketat dan teliti. Suatu hari . Saulus pergi ke Damsik. Dalam perjalanan jika dia menemukan siapa saja, laki-laki atau perempuan khususnya yang telah percaya pada Kristus maka orang tersebut akan
84

dianiaya. Ketika Saulus dekat kota, tiba-tba datanglah cahaya dari langit, memancar mengelilingi Saulus. Saat itu juga rebahlah Saulus dan terdengarlah suara Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Tetapi, ia tidak melihat siapa-siapa. Dalam keadaan sepert itu, ia berkata:siapakah Engkau? Lalu katanya:Akulah Tuhan yang engklau aniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah kedalam kota, disana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kamu perbuat (Kisah Para Rasul 9:4 6).

Saulus dalam perjalanan ke damsyik Setelah mendengar perkataan itu, Alkitab menceritakan bahwa Saulus dan teman-temanya menjadi termangu-mangu. Paulus berdiri dari tanah dan mendapati dirinya buta. Beberapa anak buahnya menuntun dia dan membawanya ke Damsyik. Selama tiga hari lamanya dia tidak dapat melihat dan tidak makan ataupun minum. Pengalaman ini mengubah Paulus sepenuhnya. Sekarang orang Farisi yang sombong ini berubah menjadi seorang yang kesakitan, gemetar, meraba-raba dan bergantung pada tangan orang lain yang menuntunnya sampai ia tiba di Damsyik. Ia pergi ke rumah Yudas dan langsung masuk ke kamarnya. Di sana ia tinggal selama tiga hari tanpa makanan dan minuman. Selama tiga hari itu Paulus berdoa dan berpuasa. Seluruh hidupnya telah berubah setelah pertemuannya dengan Kristus. Sekarang dia harus membangun kembali kehidupannya di dalam Kristus. Mereka berfikir bahwa menangkap, menganiaya dan
85

memenjarakan pengikut-pengikut Kristus berarti itu identik dengan menganiaya Yesus sejak saat itu, Saulus percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Setelah mendapat pelayanan dari murid-murid Yesus, ia menjadi pelayan Tuhan. Dengan gigih dia memberitakan Yesus Kristus (baca Kisah Para Rasul 9). Bahkan rasul Paulus dipakai oleh Tuhan untuk menulis beberapa kitab dalam Perjanjian Baru. F. DAUD

Daud ialah cicit dari Rut dan Boas, anak bungsu dari 8 bersaudara, dan dipersiapkan untuk menjadi gembala. Dalam pekerjaan inilah ia ditempa menjadi berani, yang di kemudian hari terbukti dalam pertempuran . Dalam pekerjaan itu juga ia belajar kelemahlembutan dan jiwa pengasuhan terhadap kawanan dombanya, yg di belakang hari disyairkannya sebagai sifat-sifat Allah-nya. Seperti Yusuf, ia menderita karena niat-niat jahat dan hati yang cemburu dari kakak-kakaknya, barangkali karena bakat-bakat yang dikaruniakan Allah kepadanya. Di satu pihak ia rendah hati menyebut kaum keluarganya, tapi di pihak lain Daud menjadi bapak leluhur dari keturunan yang ternama, seperti tertera pada silsilah Tuhan Yesus. Sesudah Allah membuang Saul dari kedudukan raja Israel,
86

maka Allah menyatakan Daud sebagai penggantinya kepada Samuel, yang mengurapinya di Betlehem tanpa publisitas. Sebagai akibat dari tindakan Allah itu ialah undurnya Roh Allah dari Saul. Akibat lainnya adalah tekanan jiwa yang dideritanya, yang kadang-kadang kelihatannya mendekati keadaan gila. Ada suatu wahyu yang indah tentang pemeliharaan Allah, dimana Daud yg akan menggantikan Saul dalam karunia dan rencana Allah, dipilih untuk melayani raja yang telah dicomot itu dengan kecapinya kehilangan . Dengan Allah, demikian yaitu kehidupan kedua tokoh ini dipertemukan raksasa dengan penguasa teruna yang yang sudah sedang

segala-galanya

berkembang. Ketangkasan dan keterampilan Daud menggunakan umpannya memusnahkan kekuatan dan mematikan raksasa Goliat, adalah awal kerontokan orang Filistin. Jalan sudah terbuka bagi Daud untuk memetik pahala yang dijanjikan Saul, yaitu mempersunting putri raja, dan kebebasan membayar pajak bagi sanak keluarga bapak. Daud. Tapi unsur baru mengubah jalannya sejarah. Raja Saul cemburu melihat pejuang Israel yang baru ini. Sesudah raja Saul meninggal, Daud menanyakan kehendak Allah dan ia dibimbing kembali ke tanah Yehuda, ke daerah sukunya sendiri. Di sinilah dia diurapi menjadi raja oleh temanteman sesukunya, dan menjadikan Hebron kota kedudukan raja. Pada saat itu umurnya 30 thn dan memerintah di Hebron 7 tahun. Selama 2 tahun pertama pemerintahannya, terjadi perang saudara antara pendukung Daud dan penghuni-penghuni istana Saul, yang menobatkan Esybaal (Isyboset), anak Saul, menjadi raja di Mahanaim. Bisa saja dianggap bahwa Esybaal tidak lebih dari boneka yang dikendalikan 'Oleh Abner, panglima Saul yang setia. Dengan matinya kedua orang ini karena terbunuh, maka berakhirlah perlawanan yang terorganisir terhadap Daud. Ia diurapi menjadi raja atas ke-12 suku Israel di Hebron, dan dari sana segera ibukotanya
87

dipindahkan

ke

Yerusalem.

Alkitab tidak menutup-nutupi dosa atau keburukan watak dari anak -anak Allah. Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, ' telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita' (Roma 15:4). Adalah termasuk bagian tugas Alkitab mengingatkan seseorang dengan memakai contoh, maupun untuk memberi semangat. Dosa Daud dalam perkara Uria, orang Het itu, merupakan contoh soal yang paling kena mengenai hal ini. Aib itu, yakni 'nila setitik merusak susu sebelanga' menjadi cela atas watak Daud, yang seandainya tanpa aib itu hidupnya adalah luar biasa memuliakan Allah. Memang benar, ada unsur-unsur dalam pengalaman Daud yang kelihatannya asing, dan bahkan menjijikkan bagi insan PB. Tapi ia 'melakukan kehendak Allah pada zamannya' (Kisah 13:36), dan di tengah-tengah angkatan itu ia berdiri sebagai lampu yang bersinar terang untuk Allah Israel. Banyak dan beragam yang dia capai; dia tanggap dan pintar bertindak, penyair, pencinta yang lemah lembut, lawan yang bermurah hati, penegak keadilan yang kokoh, sahabat yang setia. Dialah orang yang memenuhi apa yang dianggap orang sehat dan yang mengagumkan, dan hal ini terjadi dengan kehendak Allah, yang menciptakan dia dan membentuknya untuk tujuan itu.

88

G. SAMUEL

Samuel

lahir

dari

seorang

perempuan

yang

diketahu

mandul bernama Hanna dan ayahnya bernama Elkana. Namun, karena ketekunan dan kesungguhan Hanna memohon kepada Tuhan agar ia dikaruniai seorang anak, maka Tuhan mengabulkan doanya. Ketika Hanna berdoa, ia berjanji kelak Samuel lahir maka ia akan mempersembahkan putranya tersebut kepada Tuhan. Dalam pertumbuhan karakter dan kepribadiannya, Samuel tidak mengalami pasang surut, ia senantiasa stabil bertumbuh dan semakin mantap dalam pilihannya menjadi hamba Allah. Samuel memperoleh bimbingan bimbingan yang baik dari Imam Eli. Samuel adalah manusia yang sejak masa kanak-kanaknya hidup di rumah tuhan. Meskipun ia hidup bersama-sama dengan

89

anak-anak Imam Eli yang melakukan berbagai penyimpangan, namun ia tidak terpengaruh sedikitpun.

90

BAB XIII BERPIKIR POSITIF

Manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki kemampuan paling baik. Salah satu kemampuan manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup yang lain adalah kemampuan berpikir. Dari berbagai kemampuan yang ada pada manusia, berpikir merupakan kemampuan yang memegang peranan penting dalam menentukan kualitas hidupnya. Berpikir adalah proses ketika manusia mengolah berbagai informasi, asumsi dan persepsi, serta pengalaman untuk kemudian menghasilkan suatu ide, kesimpulan atau keputusan. Djalaludin Rakhmat, membedakan dua macam aktivitas berpikir, yaitu yang autistic dan realistic. Berpikir autustik adalah berfantasi, berkhayal, melamun, sedangkan berpikir realistic menggunakan nalar di mana si pemikir berupaya menyesuaikan diri dengan dunia nyata. Para filsuf mengatakan bahwa hakikat manusia ditentukan oleh proses berpikirnya (misalnya Immanuel Kant). Bahkan Rene Descartes (15961650) mengatakan: Saya berpikir karena itu saya ada. Dengan pemahaman seperti ini, jelaslah bahwa berpikir merupakan satu ciri yang memanusiakan manusia dan juga yang memampukannya menjalankan tugas yang telah Allah berikan (Kej. 1:28; Mzm.8).

91

Dua Golongan Manusia

Berpikir positif yang dimaksud di sini adalah berpikir secara dewasa atau memahami sesuatu dari sisi atau pandangan yang baik tanpa disertai kecurigaan atau hal-hal yang membebani pikiran. Jadi berpikir positif adalah berpikif secara terbuka dalam wawasan yang luas. D.E Hamachek beberapa karakteristik orang dengan konsep diri posotif antara lain: 1. Memiliki keyakinan terhadap pendapat, tetapi terbuka juga untuk mengubahnya jika ternyata hal itu keliru. 2. mampu bertindak benar 3. Memiliki keyakinan dan kemampuan untuk mengatasi masalah walaupun kenyataannya bisa saja tidak berhasil setelah dicoba. 4. Merasa setara dengan orang lain walau berbeda kemampuan, tidakmembanggakan diri atau menganggap diri rendah. 5. Sanggup menerima dirinya dan merasa berguna bagi orang lain. 6. Menerima pujian secara wajar, tidak berlebihan ataupun terlampau membanggakan apa yang sudah apa yang sudah diraih. 7. Cenderung menolak usaha orang lain untuk mengontrol atau mendominasi dirinya.

92

8. Sanggup mengakui kepada orang lain tentang berbagai perasaan yang ada dalam dirinya menyangkut hal-hal yang posotif maupun negative. 9. Menikmati hidupnya. 10. Peka terhadap kebutuhan orang lain . Konsep diri negatif menurut William D. Brooks dan Philip Emert : 1. Peka pada kritik 2. Responsif terhadap pujian (berlebihan menanggapi pujian) 3. Hiperkritis, mengkritik orang lain, tetapi tidak mau dikritik 4. Pesimis dan cenderung menghindari kompetensi sehat A. BERPIKIR KREATIF DAN KRITIS Perhatikanlah botol-botol plastik berikut. Pikirkan dan tuliskan sepuluh hal yang dapat Anda buat dari botol bekas tersebut

1. Berpikir Kreatif Cara berpikir kreatif adalah cara berpikir yang dipenuhi dengan ide atau gagasan dalam mengembangkan daya imajinasi. Berpikir kreatif adalah kemampan mendayagunakan potensi yang dimiliki yang muncul dari berbagai keadaan. Menurut psikolog Robert W. Olson, hambatan-hambatan seseorang untuk menjadi kreatif antara lain: a. Kebiasaan: kebiasaan dalam melaksanakan pekerjaan yang sama dengan cara yang sama b. Waktu: kesibukan sering dijadikan alasan untuk tidak kreatif, padahal setiap orang, baik yang kreatif sekalipun mempunyai waktu yang sama 1 hari 24 jam. c. Dibanjiri masalah: Hidup tidak terlepas dari yang namanya masalah, Tetapi jika kita mempu menentukan skala prioritas, maka kita dapat memandang semua masalah sebagai tantangan kreatif.
93

d. Tidak ada masalah: Kita adalah makhluk pemecah masalah yang terus-menerus menghadapi dan memecahkan sejumlah masalah. Jika masalah kita dipecahkan secara otomatis atau menurut kebiasaan,kita tidak akan pernah mempunyai masalah. e. takut gagal: kegagalan manusia dalam berusaha dapat berbentuk pengasingan, kritik, kehilangan waktu, kehilangan pendapatan, kecelakaan. Akan tetapi, lebih baik gagal dari pada tidak pernah mencoba. f. Kebutuhan akan sebuah jawaban sekarang: Manusia tidak mau mengalami kesulitan karena tidak memiliki jawaban langsung. Jadi ketika masalah dikemukakan, kita secara langsung memberikan pemecahan. g. Kurang memperluas wawasan: Setiap orang harus terus belajar mengembangkan diri, memperluas wawasan dengan menbaca dan praktik. h. takut bersenang-senang: Manusia sering tidak sadar bahwa rileks, bergembira, dan santai merupakan aspek-aspek penting dari proses pemecahan masalah secara kreatif, sedangkan situasi tegang dan stres akan menumpulkan kreativitas seseorang. i. Dibutuhkan ide-ide dan gagasan yang fleksibel: Setiap gagasan dan ide baru dab segar akan selalu merangsang kreativitas seseorang, akan tetapi ide pemecahan masalah di suatu tempat belum tentu tepat diberlakukan ditempat lain. 2. Kreativitas dalam Iman Kristen Banyak tokoh dalam Alkitab yang mengajarkan kepada kita bahwa beriman tidak mungkin dipisahkan dari berpikir. Yosua dalam menanggapi pesan Allah, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Aku janjikan (Yosua 1:6). Mencoba mengaktualisasikan kepemimpinannya dengan mempberikan perintah kepada kepada para pasukan dan bangsa Israel dalam kerangka strategis untuk merebut Kanaan dan meruntuhkan tembok Yerikho. Tokoh-tokoh lain yang bisa kita lihat kreatifitas mereka dalam menghayati imannya al: Raja Salomo, Yusuf, Rasul Paulus, Tuhan Yesus dll.

94

3. Berpikir Kritis

Berpikir seperti ini adalah berpikir secara cepat dan tepat dalam mengamati sesuatu. Cara berpikir seperti ini bisa berupa pandangan atau gagasan yang menolak segala sesuatu yang terjadi karena dirasa tidak sesuai dengan hati nurani atau jalan pikiran yang benar. Kritis merupakan tanda kemampuan berpikir maju dan berkembang.Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapat memecahkan masalah tersebut, setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda.akan tatapi apabila setiap orang mampu berpikir secara kritis,masalah yang mereka hadapi tentu akan semakin sederhana dan mudah dicari solusinya. Oleh karena itu manusia diberikan akal dan pikiran untuk senantiasa berpikir bagaimana menjadikan hidupnya lebih baik dan mampu menjalani suatu masalah sepelik apapun yang di berikan kepadanya. CIRI CIRI BERPIKIR KRITIS 1.Menanggapi atau memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan. 2.Bersedia memperbaiki kesalahan atau kekeliruan.

95

3.Dapat menelaah dan menganalisa sesuatu yang datang kepadanya secara sistematis. 4.Berani menyampaikan kebenaran meskipun berat dilaksanakan. 5.Bersikap cermat,jujur & ikhlas karena ALLAH baik dalam mengerjakan pekerjaan yang bertalian dengan agama maupun dengan urusan duniawi.

96

BAB XIV MENGHADAPI TANTANGAN


Hidup manusia selalu diperhadapkan kepada masalahmasalah kehidupan. Semenjak manusia dilahirkan ke dunia ini sampai ajal menjemput dia, manusia selalu mendhadapi masalah, baik masalah yang cukup sederhana maupun masalah yang sangat rumit. Sesederhana dan serumit apapun tantangan yang dihadapi oleh manusia seyogianya harus dhadapi, kendati pun pada kenyataannya tidak sedikit manusia menghindar dari masalah yang dia hadapi dengan berbagai alasan, takut gagal dan lain sebagainya. Masa remaja sebagai bagian dari proses kehidupan manusia tidak sedikit juga tantangan yang diperhadapkan kepada hidupnya, ditambah lagi remaja adalah suatu masa pencarian jati diri, labil dan mudah terobang ambing. Dalam menghadapi tantangan dalam hidupnya banyak remaja yang justru mencari jalan pintas dengan harapan cepat dapat dapat mengatasi masalah semisal: Narkoba, Miras, Merokok, Tawuran dll. Caracara pintas ini sesungguhnya malah menambah masalah baru dalamhidupnya.

97

98

Paul G. Stolz menjelaskan dalam bukunya, seberapa cerdasnya manusia dalam menghadapi kesulitan hidup. Ia mengumpamakan kehidupan ini dijalani sebagai gunung yang harus di daki. Itu sebabnya berdasarkan pendakian tersebut disimpulkan bahwa manusia dapat dibedakan tiga tipe dalam menghadapi tantangan antara lain: 1. Tipe manusia quitter Tipe manusia quitter adalah tipe manusia yang berhenti, cepat menyerah dalam menghadapi tantangan, belum berupaya sudah mengatakan tidak sanggup. Selalu mengatakan "tidak" ketika ditunjuk atau diminta untuk melakukan sesuatu. 2. Tipe manusia camper Tipe manusia ini adalah manusia yang berjuang setengahsetengah, separuh jalan. baru sedikit saja berupaya sudah
99

mengatakan cukup. hal itu berarti tipe orang seperti in cepat puas dengan sedikit upaya yang telah mereka lakukan tanpa peduli apakah upaya tersebut mencapai tujuan atau tidak. dalam pendakian, mereka hanya mendaki sampai pada pertengahan, kemudian memutuskan untuk berkemah, tetapi kemudian tidak meneruskan perjalanannya. 3. Tipe manusia climber Tipe manusia ini adalah manusia yang tidak pernah menyerah dalam perjuangan mencapai keberhasilan demi keberhasilan. Segala bentuk tangangan yang dihadapi dengan penuh optimis akan dihadapi. Tipe manusia climber selalu berpikir ada kemungkinan-kemungkinan alternatif dalam menyelasaikan persoalan, tantangan.

100

Cara Yesus Mengahadapi tantangan Ketika Yesus ada ditengah-tengah dunia tidak lepas dari yang namanya tantangan hidup. Hal itu dapat kita lihat ketika Ia melakukan puasa selama 40 hari 40 malam (Lukas 4:113), iblis datang untuk mencobai Tuhan Yesus dan tantangan itu dapat dikategorikan dalam tiga bentuk al: 1. Kebutuhan Jasmani: Haus dan Lapar

Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti." Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." Dalam keadaan lapar, Tuhan Yesus tentunya dapat tergoda untuk segera mengisi perutNya, apalagi dengan kuasa yang dimilikiNya, Ia pasti bisa merubah batu menjadi roti. Namun Yesus tidak terjemak dengan perkataan si iblis. Jika Yesus mengubah batu menjadi roti, sesungguhnya ia bisa memenuhi rasa
101

laparnya, tetapi sekaligus juga keinginan si iblis. Yesus menolak dengan tegas; Ia mengatakan bahwa manusia bukan hanya hidup dari roti saja, tetapi dari Firman Allah yang jauh lebih penting. Artinya, sesungguhnya dengan berpegang pada Firman Tuhan, kita dapat mengalahkan bujuk rayu iblis yang mengajak kita untuk memuaskan keinginan diri sendiri dengan memanfaatkan kekuasaan dan kemampuan yang kita miliki. 2. kebutuhan Psikologis:Kuasa

Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!". Ini tangangan yang cukup menggoda. Siapa sih yang tidak tergiur dengan kekuasaan, keberhasilan, kekayaan, kemuliaan, kehormatan, status dll. Syarat yang ditawarkan oleh iblis sesungguhnya mudah, namun dampak dari penyembahan itu dapat mengakibatkan kebinasaan. Itu sebabnya Yesus menolak tawaran si iblis dengan mengatakan bahwa yang
102

harus disembah adalah Allah yang Maha kuasa atas segalagalanya, sang pemberi hidup kekal itu. Hal demikianpun bisa saja datang kepada kita dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Dengan jalan pintas atau instan untuk mendapatkan keberhasilan hidup, misalnya; korupsi untuk memperoleh kekayaan, mencontek, menyembah kuasa kegelapan semisal dukun dan orang pintar untuk mendapatkan sesuatu, dll 3. Kuasa Spiritual: Iman

Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" Tantangan selanjutnya untuk mencobai Tuhan Allah. Iblis mengajak Yesus untuk membuktikan pertolongan dan perlindungan yang Allah akan berikan. dalam kehidupan kita sehari haripun hal demikian sering kali terjadi, semisal
103

A.

melakukan tindakan yang berbahaya atau beresiko tinggi dengan pemikiran, "tidak akan terjadi apa apa, semuanya akan beres, Allah akan menjaga . Tawaran untuk bertindak ceroboh, ugal-ugalan biasa saja dilakukan supaya kelihatan hebat oleh orang lain. tentunya hal-hal demikian harus dihindari. SENJATA MENGHADAPI TANTANGAN Tuhan Yesus dalam mengahdapi tantangan dalam hidupNya menggunakan Firman Tuhan untuk menjawab tantangan iblis dengan mengucapkan "Ada tertulis". Rasul Paulus dalam Efesus 6:10-20 menegaskan bahwa tiap orang percaya harus mempunyai perlengkapan senjata rohani untuk menghadapi tipu muslihat iblis: a. Ikat pinggang kebenaran b. baju zirah c. kasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera d. Perisai Iman e. Ketopong keselamatan f. Pedang Roh berupa Firman Allah g. Doa tiap waktu di dalam Roh h.Permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus. Kalau kita melihat perlengkapan senjata-senjata di atas, tidak satu pun dari diri sendiri, tetapi semuanya bersumber dari Allah semata. memang kita harus menyadari bahwa kekuatan kita bergantung pada Firman Allah dan kuasaNya. Hal yang sangat mustahil jika kita hanya bersandar pada kemampuan dan kekuatan kita.

104

DAFTAR PUSTAKA

Brownlie , Malcolm , Pengambilan keputusan etis dan faktorfaktor didalamnya . Jakarta : BPK Gunung Mulia , 1991. Darmasaputra , E. , Bisnis , ekonomi dan penatalayanan . Jakarta : BPK Gunung Mulia , 1990. Widyarini , Nilam , Kunci pengembangan diri . Jakarta : PT Elex Media Komputindo , 2009. Neil Hood, God`s Payroll: Whose Work is It anyway?, Bell and Bain Ltd, Glasgow 2003. Arifin. Menguak Misteri Agama-agama Besar. Jakarta : Golden Terayan Press.1994. Djamannuri. Edt. Agama Kita : Perspektif Sejarah Agama-agama Sebuah Pengantar. Yogyakarta : Kurnia Kalam Semesta. 2000. Hadikusuma, Hilman. Antropologi Agama : Pendekatan Budaya

Terhadap agama Yahudi, Kristen Katolik, Protestan dan Islam. Bandung : PT Citra aditya Bakti. 1993.

105