Anda di halaman 1dari 5

CLASS AVES

Ikhsan Pratama
Wahyu Hening kartiko
Joni Vernando
Heri Winarno Akbar
Tyan Destrian
Widad Kusuwardana
DEPARTEMEN BIOLOGI, FMIPA-UNPAK
ABSTRACT
Pigeons (Columba domestica) includes class Aves and the order
Columbiformes, body consists of caput (head), neck (cervix), body (truncus), tail
(cauda). Based on its location feather is divided into 3 kinds remiges, tetrices and
retrices. Remiges be a big feather found on the wing, symmetrical shape, used for
flying. Tectrices form of tiny hairs that cover the body of the bird. Retrices is tail
feathers, symmetrical shape, are used as a rudder during flight. and to identify the
type, the body which is often used in accordance with the color of its body, wings
and beak length.
Key words : Aves, Burung Merpati (Columba domestica)

DASAR TEORI
A. Class Aves
Aves merupakan kelompok
vertebrata yang hampir seluruh
tubuhnya tertutup oleh bulu-bulu.
Tubuh dapat dibedakan atas paruh,
kepala, leher, badan, sayap, tungkai
dan ekor. Bulu pada burung berguna,
antara lain untuk membungkus
tubuh,menjaga badan dan untuk
terbang. Ukuran bulu disebabkan oleh
adanya substansi kimia dan elemenelemen fisik. Warna bulu disebabkan
oleh substansi kimia karena adanya
pigmen biochrome yang menyerap
dan memantulkan cahaya dengan
panjang
gelombang
tertentu.
Sedangkan warna yang ditimbulkan
ialah merah, jingga, kuning, hitam,
kelabu, coklat dan hijau. Warna-warna
yang disebabkan oleh adanya elemen
Jurnal Taks. Hewan
Class Aves FMIPA-Universitas Pakuan

elemen fisik ialah putih dan biru


Kegunaan warna-warna bulu antara
lain untuk membaurkan tubuh dengan
lingkungannya, untuk mengelabui
predator
dan
utnuk
menarik
pasangannya.

Gambar 1. Anatomi Merpati (Aves)


(Sarwoedi, 2011)

Ada beberapa ciri paruh antara lain :

1. Panjang : bila ukurannya lebih


panjang dari kepala.
2. Pendek : bila ukurannya lebih
pendek dari kepala.
3. Berkait: bila bagian atas lebih
panjang
serta
melengkung
menutupi
bagian
bawah
sehingga membentuk bangunan
seperti kait.
4. Pipih
:
bila
paruh
itu
kedudukannya mendatar.
5. Lurus : bila garis antara bagian
atas dan bawah lurus dari
pangkal sampai ujung paruh.
6. Bergigi : bila tepi paruh bagian
atas bergigi.
7. Berkantung leher : bila dagu dan
tenggorokan
melebar
membentuk kantung.

Tipe kaki burung dapat dibedakan


sebagai berikut :
1. Perengang : biasanya pada digiti
terdapat alat perenang atau
selaput renang.
2. Pengarung : biasanya digitnya
panjang-panjang berfungsi untuk
menjaga keseimbangan tubuh
waktu hinggap pada tanaman
air.
3. Pengais : tiga digiti yang ke
depan terletak pada bidang
datar dan satu di belakang
terletak agak ke atas.
4. Pemanjat : dua digiti ke depan
dan dua digiti lagi ke belakang
5. Pencengkeram : digiti yang ke
depan bagian luar bisa diputar
ke belakang apabila waktu
mencengkram.
6. Hinggap : semua digiti terletak
pada satu bidang datar.
TUJUAN
a. Mengenal
ciri-ciri
morfologi
eksternal pada class aves.
ALAT DAN BAHAN

Gambar 2. Tipe paruh pada Aves


(Rikaza, 2012)

Ada beberapa ciri sayap antara lain :


1. Panjang : bila ukuran dari
bengkokan kedua sayap sampai
ke ujung,lebih panjang daripada
badan.
2. Pendek : bila bagian itu lebih
pendek dari badan.
3. Bulat : bila primarins bagian
tengah merupakan bulu-bulu
paling
panjang,
sisanya
berangsur-angsur memendek.
Jurnal Taks. Hewan
Class Aves FMIPA-Universitas Pakuan

Alat :
Pinset.
Mikroskop.
Jarum-jarum pentul panjang
dan berujung tumpul.
Penggaris untuk pengukur.
Pensil 2b, penghapus.
Kapas.
Bahan :
Class Aves (Burung merpati).
METODE KERJA
Menyiapkan specimen segar
atau awetan dari Class Aves.
Melakukan identifikasi bagianbagian morfologi eksternal pada
Class Aves.
Melakukan pengukuran anggota
tubuh pada Class Aves.

Class Aves
1. Amati setiap jenis burung yang
saudara jumpai.
2. Catat variasi warna, antara lain :
mata, paruh, kaki, bulu, sayap,
perut, ekor dan leher.
3. Catat tipe paruh,tipe kaki dan
tipe sayapnya.
4. Buat klasifikasi dari setiap jenis
burung yang saudara dapatkan
5. Catat tanda-tanda lain seperti
selain di atas meliputi tempat
hidup, makanan, asal mula,
peranannya, tingkah lakunya
dan lain-lain.
6. Mengukur beberapa bagian
tubuhnya yaitu:
i. Panjang total; jarak antara
ujung paruh sampai ujung
ekor dengan leher lurus.
ii. Panjang saya: jarak antara
titik bengkok sayap dalam
keadaan terlipat sampai ujung
sayap.
iii. Panjang ekor: panjang ekor
yang diukur dari bagian
pangkal bulu ekor tengah
sampai ujung terpanjang, bila
bulu ekor dibiarkan menutup.
iv. Panjang paruh: ada 2 cara
pengukuran, yaitu panjang
culmen dan panjang gape.
Panjang culmen adalah jarak
antara tempat keluarnya bulubulu pada pangkal paruh
sampai ujung paruh bagian
atas pada saat menutup.
v. Panjang
tarsus:
jarak
antara
ujung
atas
tarsometatarsus
sampai
tepi sisik paling bawah
pada pangkal jari depan.
7. Buat laporan semua yang
saudara amati.
PEMBAHASAN
Hasil pengamatan anatomi
pada burung Merpati (Columba
domestica) didapatkan hasil bahwa
Jurnal Taks. Hewan
Class Aves FMIPA-Universitas Pakuan

tubuh merpati terdiri atas kepala


(caput), anggota badan (extrimitas /
truncus), leher (cervix) dan ekor
(cauda). Daerah kepala terdiri dari
paruh, nares externa, mata, membran
nictitans dan lubang telinga luar.
Daerah anggota badan bagian depan
berupa sayap yang seluruhnya
ditutupi oleh bulu, sedangkan kakinya
hanya pada paha dan betis saja,
bagian crus yaitu daerah tarso
metatarsus ditutupi oleh sisik tanduk.
Pengukuran paruh dilakukan dari
ujung paruh hingga mendekati hidung
pada burung. Daerah ekor terdapat
kloaka yang berfungsi sebagai
tempat keluarnya feses, urin, dan selsel kelamin jantan maupun telur pada
hewan betinanya. Menurut Jasin
(1989), klasifikasi dari Columba
domestica adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Class : Aves
Subclass : Neornithes
Ordo : Columbiformes
Familia : Columbidae
Genus : Columba
Spesies : Columba domestica
Pergerakan tubuh Columba
domestica terutama digerakan oleh
kaki dan sayap, juga dibantu oleh
bagian ekor. Pars vertebralis terdapat
suatu tonjolan cauda dorsal yang
berguna untuk memperkuat dinding
dada yang disebut procesus. Sistem
otot pada tubuh Columba domestica
pada dasarnya kaku, otot sematamata tersusun atas otot kepala, otot
leher dan otot anggota badan. Mesin
untuk terbang merupakan otot yang
besar yang terdapat di daerah dada.
Musculus coraco branchialis adalah
otot penggerak sayapnya (Moment,
1967). Menurut Radiopoetro (1977),
Bulu pada Aves berfungsi untuk

terbang. Oleh karena itu, bulu pada


Aves mempunyai bentuk tersendiri
dibandingkan dengan bulu-bulu pada
Vertebrata lainnya.
1. Menurut susunan anatomisnya,
bulu dapat dibedakan ke dalam :
a. Plumae : Plumae terdiri atas
calamus,
rachis,
umbilicus
inferior, umbilicus superior dan
vexillum. Calamus yaitu tangkai
bulu berbentuk memanjang
dengan rongga di dalamnya.
Pada pangkalnya ada lubang
yang disebut umbilicus inferior,
sedang
bagian
distalnya
terdapat lubang yang disebut
umbilicus superior di mana
lubang ini ke arah rachis. Waktu
bulu masih muda, kedua
umbilicus tadi dilalui oleh
pembuluh-pembuluh
darah
untuk memberi makan kepada
bulu-bulu yang masih muda tadi.
Vexillum dibentuk oleh rami,
ialah suatu cabang lateral
daripada rachis.
b. Plumae. Plumae terdapat pada
burung yang masih muda,
kadang-kadang terdapat juga
pada burung yang sedang
mengerami telurnya.
c. Filoplumae. Filoplumae memiliki
fungsinya yang belum jelas.
Tumbuh di seluruh tubuh tetapi
jaraknya sangat jarang.
2. Menurut letaknya, bulu-bulu dapat
digolongkan ke dalam :
a. Remiges, yaitu bulu-bulu yang
terdapat pada sayap. Di sini
vexillum
ialah
asymetris,
berguna untuk terbang.
b. Rectrices, yaitu bulu-bulu yang
terdapat pada daerah ekor,
vexillum ialah symetris.
c. Tectrices,
yaitu
bulu-bulu
lainnya yang menutupi badan.
d. Parapterium, yaitu bulu-bulu
yang terdapat di daerah bahu
antara badan dan sayap.
Jurnal Taks. Hewan
Class Aves FMIPA-Universitas Pakuan

e. Ala spuria, yaitu bulu-bulu kecil


yang melekat pada jari ke-2 dari
extrimitas superior.
Carpometacarpus adalah fusi
tulang karpal dan metakarpal, pada
dasarnya tulang menyatu tunggal
antara pergelangan tangan dan bukubuku jari. Ini adalah tulang bertubuh
kecil
di
kebanyakan
burung,
umumnya diratakan dan dengan
lubang besar di tengah. Dalam
burung
terbang,
bagaimanapun,
bentuknya mungkin sedikit berbeda,
Untuk itu, sebagian besar remiges
primer melampirkan dibentuk oleh ibu
jari, yang tidak sepenuhnya menyatu
dengan tulang tangan lainnya.
Burung juga mempunyai selaput yang
tembus cahaya yang terdapat pada
sudut muka dari mata dan dapat
bergerak dari muka ke belakang.
Selaput tersebut disebut membrana
nicitans (Djuhanda, 1982). Contoh
bulu-bulu
inilah
yang
menjadi
landasan dalam pengukuran panjang
sayap pada aves.

Gambar 3. Anatomi bulu-bulu aves


(Pigeon bird farm, 2010)

Hal lain yang juga dapat


digunakan
untuk
melakukan
identifikasi terhadap pola burung
adalah warna. Untuk identifikasi jenis,
bagian tubuh yang kerap kali digunak
an sesuai dengan warnanya adalah
warna kaki dan warna paruh.
Meskipun sangat membantu dalam
melakukan identifikasi, kita tidak bisa
hanya mengandalkan kepada metoda
ini saja. karena penggunaan pola
warna memiliki beberapa baik karena

pantulan cahaya yang bisa mengabur


kan warna yang sebenarnya, jarak
antara obyek dengan pengamat, atau
karena persepsi yang berbeda
terhadap
warna
antara
satu
pengamat dengan pengamat lainnya,
oleh karena itu sangat disarankan
agar identifikasi dengan pengenalan
warna ini digabungkan dengan
metoda yang lainnya (Howes, 2003).
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil
dan
pembahasan
sebelumnya
dapat
diambil kesimpulan yaitu : burung
merpati
(Columba
domestica)
termasuk class Aves dan ordo
Columbiformes, tubuhnya terdiri atas
caput (kepala), leher (cervix), badan
(truncus), ekor (cauda).
Sepasang ekstrimitas anterior
merupakan ale (sayap) yang terlipat
seperti huruf Z pada tubuh ketika
tidak terbang. Ekstrimitas posterior
berupa kaki , otot daging, paha kuat,
sedangkan pada bagian bawah
bersisik dan bercakar (Jasin, 1989).
Aves merupakan class yang paling
homogen dikenali dari semua class
tetrapoda. Bulu merupakan struktur
khusus yang penting untuk burung
sebagai penerbang dan hanya kelas
inilah dalam subphylum vertebrata
yang
mencapai
keberhasilan
menggabungkan sifat bipedal dengan
terbang (Hildebran, 1995).
Berdasarkan letaknya bulu
terbagi menjadi 3 macam yaitu
remiges,
tetrices
dan
retrices.
Remiges berupa bulu besar yang
terdapat pada sayap, bentuknya
simetris, digunakan untuk terbang.
Tectrices berupa bulu-bulu kecil yang
menutupi tubuh burung. Retrices
adalah bulu-bulu ekor, bentuknya
simetris, digunakan sebagai kemudi
saat terbang.
Berdasarkan strukturnya bulu
bulu terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
Jurnal Taks. Hewan
Class Aves FMIPA-Universitas Pakuan

plumae, plumulae dan filoplumae.


Plumae terdiri dari calamus, rachis,
rami, radii dan radioli. Plumulae
mempunyai calamus yang pendek,
tidak mempunyai vexillum karena
terdapat radioli. Filoplumae hanya
terdiri calamus dan rami saja
(Djuhanda, 1980).
DAFTAR PUSTAKA
Alters, Sandra. 1999. Biology. Jones
and Braflet Publiser, Boston
USA.
Brotowidjoyo, D.M. 1993. Zoologi
Umum. Erlangga, Jakarta
Darda, Ibnu Rouland & Wahyu.
Prihatini. (2012). Buku Penuntun
Praktikum Taksonomi Hewan,
Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas
Pakuan.
Djuhanda, T. 1982. Pengantar
Anatomi
Perbandingan
Vertebrata I. Amrico, Bandung.
Hildebrand,
M.
1983.
Analisis
Vertebrae Structure. John Wiley
and Son, Inc, New York.
Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan
Vertebrata dan Invertebrata .
Sinar Wijaya, Surabaya.
Moment, Gairduer B. 1967. General
Zoology.
Houghton
Mifflin
Company, Boston USA.
Pigeon. 2010. Anatomi Bulu aves
pigeonbirdfarm.wordpress.com
Radiopoetro.
1977.
Zoologi.
Erlangga, Jakarta.
Rikaza.
2012.
Morfologi
aves
rikazebukancheater.blogspot.co
m.
Sarwoedi. 2011. Aves burung merpati
sarwoedi.wordpress.com
Storer, and Usinger. 1961. Elemen of
Zoology. McGraw-Hill Book
Company Inc., London.
Villee, Walker, Barnes. 1988. General
Zoology 6th Edition. W. B.
Saunders Company, London.