Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Lipid merupakan senyawa yang tersusun oleh rantai hidrokarbon yang panjang sehingga tidak larut

dalam air. Secara umum dibagi menjadi golongan lipid sederhana dan lipid kompleks. Lipid sederhana adalah
senyawa yang tidak mempunyai gugus ester dan tidak dapat dihidrolisis, meliputi steroid. Glolongan lipid
kompleks tersusun oleh senyawa-senyawa yang mempunyai gugus ester dan dapat dihidrolisis, meliputi minyak,
lemak dan lilin.
Lemak atau minyak nabati atau hewan merupakan contoh dari gliserol dan lemak jenuh atau minyak
yang dapat dihidrolisis oleh larutan alkali menjadi garam dari asam lemak yang sehari-hari kita kenal sebagai
sabun. Reaksi hidrolisis ini disebut penyabunan. Ester dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam karbosilat
dengan alkohol yang dapat dikatalisis oleh asam mineral, misalnya asam sulfat atau asam klorida. Reaksi yang
terjadi merupakan suatu keseimbangan. Apabila digunakan asam dalam jumlah yang sama, pada keadaan
seimbang akan diperoleh 67 % ester. Hasil ini ditingkat dengan menggunakan pereaksi berlebihan atau dengan
mengeluarkan air dari campuran.
Lemak netral tergolong senyawa-senyawa majemuk dan ikatannya menyerupai ester. Asamnya terdiri
atas asam-asam monokarbosilat yang tidak bercabang, yaitu asam lemak sedangkan komponen alkoholnya
gliserin merupakan suatu alkohol. Banyaknya asam karbosilat yang diikatkan pada gliserin menghasilkan mono
dan trigiserida.
Gliserol merupakan suatu trihidroksi alkohol yang terdiri atas 3 atom karbon. Jadi tiap atom karbon
mempunyai gugus OH. Gliserol dapat diperoleh dengan jalan penguapan hati-hati kemudian dimurnikan
dengan destilasi pada tekanan rendah.
Gliserol yang diperoleh dari hasil penyabunan lemak atau minyak adalah suatu zat cair yang tidak
berwarna dan mempunyai rasa yang agak manis. Steroid merupakan lipid yang banyak dialam. Pada umumnya
senyawa ini ditemukan dalam bentuk sterol bebas, sterol berikatan dengan glikosida atau sterol yang berbentuk
ester. Dari kelompok sterol, kolesterol merupakan salah satu yang paling melimpah. Kolesterol adalah salah satu
jenis lemak yang di buat di hati dan ditemukan pada makanan hewani.

Kolesterol merupakan salah satu manifestasi dari masalah gizi lebih, yang perlu
mendapatkan perhatian karena prevalensi kolesterol meningkat dari tahun ke tahun, baik di
negara maju maupun negara yang sedang berkembang (Satoto, 1988).

Kadar kolesterol tinggi merupakan salah satu problema yang sangat serius karena
merupakan salah satu faktor resiko yang paling utama untuk terjadinya penyakit jantung pada
seseorang masalah lainya ialah pada seseorang yang tekanan darah tinggi dan perokok
(AnwarBahri,2003:2). Resiko penyakit jantung koroner sesuai dengan peningkatan kadar
kolesterol darah, jika ada faktor lain (hipertensi dan perokok) maka resiko akan lebih
besar(Kusmana,2006:128).
Pada umumnya, penyakit kolesterol banyak diderita oleh orang gemuk saja,akan
tetapi tidak menutup kemungkinan kolesterol juga dapat diderita oleh orang kurus, itu
disebabkan oleh faktor makanan yang tidak terkontrol dengan baik sehingga terjadi hal-hal
yang tidak terduga sebelumnya (Sutanto,2010:117).
Pada tahun 1948, flamingham heart study sebuah penelitian ambisius yang di tangani
oleh national heart institute (sekarang dikenal sebagai national heart, lung, and blood
institute) mengkaji penyebab penyakit jantung dinyatakan bahwa kadar kolesterol merupakan
faktor resiko kuat untuk perkembangan penyakit jantung(Lorig Kate,2004:2)dan merupakan
penyebab kematian yang paling sering didapatkan, di Indonesia menduduki peringkat ke-3
(Anwar Bahri,2004:1).
Kolesterol banyak diderita oleh para lansia karena faktor usia yang semakin lama
badan akan semakin malas digerakkan, sehingga kolesterol didalam tubuh akan menumpuk
dihati, oleh sebab itu dibutuhkan gerak yang seimbang antara pola makanan dan olahraga
agar para lansia terhindar dari kolesterol berlebih, terutama penyakit yang dapat membunuh
manusia dalam sekejap yaitu penyakit jantung dan lain lain.
Didalam tubuh kita kolesterol sangat diperlukan akan tetapi jika penggunaannya berlebih maka akan
terjadi masalah(Sutanto,2010:116). Bila berat badan lebih maka penurunan berat badan adalah salah satu cara
untuk dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh seseorang (Sadoso sumosardjuno,1991:165). Salah
satu cara agar dapat menurunkan berat badan terhadap penderita kolesterol terutama pada usia lanjut atau
(lansia) adalah dengan berolahraga. Dengan melakukan olahraga yang teratur maka peredaran darah kedalam
tubuh tidakmengalami penyumbatan sehingga tidak mengalami kolesterol,salah satu olahraga yang sangat
bermamfaat pada usia lanjut dengan melakukan senam jantung sehat.
Menurunkan kadar kolesterol tidak harus dengan menggunakan obat obatan akan tetapi juga dapat
dilakukan dengan menggunakan metode berolahraga, Olahraga dapat membantun mengurangi bobot badan,
mengendalikan.

1.2

Tujuan

Untuk mengetahui fungsi kolesterol, bahaya penyakit, dan cara mengatasinya.


1.3

Manfaat
Mengetahui fungsi dari kolesterol, bahaya penyakit, dan cara mengatasinya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Kolesterol
Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang diproduksi oleh hati dan sangat

diperlukan oleh tubuh. Tetapi kolesterol berlebih akan menimbulkan masalah, terutama pada
pembuluh darah jantung dan otak. Setiap orang memiliki kolesterol di dalam darahnya, di
mana 50% diproduksi oleh tubuh sendiri dan 50% berasal dari makanan. Kolesterol yang
diproduksi terdiri atas 2 jenis yaitu kolesterol HDL dan kolesterol LDL.Kolesterol tidak
hanya menjadi komponen penting dari dinding dinding sel, ia juga penting untuk produksi
hormon hormone tertentu. Bagi kebanyakan orang antara 70 sampai 75 persen kolesterol

dalam darah diproduksi oleh hati mereka; 25 sampai 30 persen lainnya berasal dari makanan
yang mereka makan ( Santoso, 2011: 1).
Kadar kolesterol seseorang bisa meningkat karena berbagai alasan, ada sejumlah
ketidak normalan genetika yang menghasilkan kenaikan dramatis dalam produksi kolesterol
hati atau penurunan dalam kemampuan hati untuk membersihkan kolesterol dari
darah.Penyakit penyakit tertentu dikaitkan dengan penambahan penambahan kolesterol,
penyakit penyakit ini termasuk diabetes dan ginjal, penyakit hati dan penyakit thyroid.
\
Kolesterol total merupakan susunan dari banyak zat, termasuk triglycerides, LDL
cholesterol dan HDL cholesterol. Trigliseride merupakan lemak,

lemak darah yang

cenderung naik seiring dengan peristiwa konsumsi alkohol, peningkatan berat badan, diet
yang kaya akan gula dan lemak serta gaya hidup yang senang untuk duduk saja tanpa adanya
pergerakan tubuh, tidak diragukan lagi bahwa penambahan triglycerides meningkatkan resiko
perkembangan penyakit jantung dan stroke (Santoso,2011).
2.2

Macam Macam Kolesterol


Ada dua jenis kolesterol didalam tubuh, yaitu LDL (low Density Lipoprotein) dan

HDL (HighDensity Lipoprotein). LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat karena dapat
menempel pada pembuluh darah,sebaikya HDL merupakan lemak yang dapat melarukan
kandungan LDL dalam tubuh. Jumlah keseluruhan kolesterol yang ada pada tubuh disebut
kolesterol total. Kolesterol normal dalam tubuh adalah 160-200 mg(Sutanto,2010:117).
Rasio kolesterol total: HDL kolesterol sebaiknya < 4,6 pada laki-laki dan < 4,0 pada
perempuan makin tinggi rasio kolesterol total: HDL kolesterol resiko Penyakit Jantung
Koroner makin meningkat pada beberapa orang yang mempunyai kadar kolesterol total yang
normal dapat menderita Penyakit Jantung Koroner

juga, ternyata didapatkan resiko

kolesterol total: HDL kolesterol yang meninggi. Sebagai contoh penderita dengan kolesterol
total 140-185 mg/dl, HDL kolesterol 20-22 mg/dl maka rasio kolesterol total: HDL kolesterol
lebih besar dari 7,jadi tidak hanya kadar kolesterol total yang meningi saja yang berbahaya,
akan tetapi rasio kolesterol total: HDL kolesterol yang meninggi juga merupakan faktor
resiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner ( Anwar, 2003:3).
2.3

LDL (Low Density Lipoprotein)

LDL merupakan kolesterol yang berbahaya karena dapat menempel dan menyebabkan
penyumbatan pada saluran darah, LDL dengan kepadatan rendah menyerang pembuluh arteri
dengan cara melekat pada dinding arteri danmenutup saluran arteri. LDL merupakan hasil
sisa hidrolisis trigliserida.Di dalam jaringan sisa hidrolisis tersebut di metabolisasikan oleh
hepar menjadi LDL.
2.4

HDL (HighDensity Lipoprotein).


HDL adalah kolesterol yang bermamfaat bagi tubuh karena berfungsi mengangkut

LDL yang terdapat didalam jaringan perifer ke hepar sehingga akan membersihkan lemak
lemak yang menempel pada pembuluh darah untuk kemudian dikeluarkan melalui saluran
empedu. Karena fungsinya tersebut sebagai kolesterol baik(Sutanto, 2010:118 ).

BAB III
PEMBAHASAN

3.1

Patofisiologi Kolesterol
Kolesterol ada dua sumbernya: pertama kolesterol yang ada dalam makanan, kedua

hati dan usus yang mensintesis kolesterol dari senyawa-senyawa yang konfigurasi
molekulnya berbeda dari kolesterol. Kolesterol penting dalam struktur dinding sel dan dalam
bahan yang membuat kulit kedap air. Banyak kolesterol terdapat pada asam-asam empedu,
steroid-steroid dan cortex gl. suprarenalis, estrogen dan androgen. Kolesterol berasal dari
tubuh yang terus menerus mengalami sintesis, perombakan dan pendauran ulang:

kemungkinan besar kolesterol dari makanan hampir tidak ikut serta dalam reaksi metabolik
(Widmann, FK, 1995 ).
PRINSIP REAKSI PERCOBAAN
TRIGLISERIDA
Trigliserida + H2O
Gliserol + ATP

Lipase

Gliserol + Asam Lemak

Gliserol Kinase

Gliserol-phosphate + O2

Gliserol-3-phosphate + ADP

Gliserol Phosphate Oksidase

H2O2 + 4-aminofenazon + 4-chlorophenol

Dihidro-aseton-phosphate + H2O2
Peroksidasi

4-(p-benzokinonmonoimino)-

fenazon + 4 H2O + HC
KOLESTEROL
Ester kolesterol + H2O Kolesterol Esterase
Kolesterol + RCOOH
Kolesterol + O2 Kolesterol Oksidase
Kolestenon + H2O2
2 H2O2 + fenol + 4-aminofenazon POD
4-(p-benzokinonmono
imino)-fenazon + 4 H2O

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1

Kesimpulan

4.2

Saran