Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

PENYAKIT YANG ADA DI DAERAH PEDESAAN DAN CARA


PENCEGAHANNYA
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Penjas

Disusun Oleh:
Tiara
Deyi
Imani Hayati
Siti Nurbaeti
Risa Amelia
Sri Nuranisa
Gita

Kelas VIII A
SMP ISLAM ABATA
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME karena atas


rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang penyusun beri
judul Jenis-Jenis Penyakit yang Ada di Daerah Pedesaan dan Cara
Pencegahannya ini dengan baik. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan
makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi, penulisan maupun
kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang
bersifat membangun guna perbaikan makalah ini selanjutnya, akan kami terima
dengan senang hati.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini. Karena tanpa bantuan dari mereka
makalah ini tak akan dapat kami selesaikan dengan baik. Semoga
informasi yang ada dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca sekalian.

Bantarujeg, Januari 2016


Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1

Latar Belakang..........................................................................................1

1.2

Rumusan Masalah.....................................................................................1

1.3

Tujuan........................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................2
2.1

Pengertian Penyakit...................................................................................2

2.2

Jenis-Jenis Penyakit yang Ada di Daerah Pedesaan dan Cara

Pencegahannya.....................................................................................................3
BAB III PENUTUP..............................................................................................13
3.1

Kesimpulan..............................................................................................13

3.2

Saran........................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................14

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengertian penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau
pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran
terhadap orang yang dipengaruhinya. Dari pengertian penyakit menurut
Wikipedia tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa adanya suatu
keadaan yang tidak normal, dan gangguan pada tubuh maupun pikiran
seseorang, yang menyebabkan rasa tidak nyaman, bisa disebut sebagai sebuah
penyakit.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Penyakit?
2. Apa saja jenis-jenis penyakit yang ada di daerah pedesan?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian penyakit
2. Mengetahui jenis-jenis penyakit yang sering terjadi di masyarakat
pedesaan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penyakit
Menurut Wikipedia
Pengertian penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau
pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran
terhadap orang yang dipengaruhinya. Dari pengertian penyakit menurut
Wikipedia tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa adanya suatu
keadaan yang tidak normal, dan gangguan pada tubuh maupun pikiran
seseorang, yang menyebabkan rasa tidak nyaman, bisa disebut sebagai sebuah
penyakit.
Menurut Para Ahli
1. Kathleen Meehan Arias
Menurut Kathleen Meehan Arias, penyakit adalah suatu kesakitan
yang biasanya memiliki sedikitnya dua sifat dari kriteria ini: agen
atiologik telah diketahui, kelompok tanda serta gejala yang dapat
diidentifikasi, atau perubahan anatomi yang konsisten.
2. Dr. Beate Jacob
Menurut DR. Beate Jacob, penyakit adalah suatu penyimpangan
dari keadaan tubuh yang normal atau ketidakharmonisan jiwa.
3. Wahyudin Rajab, M. Epid
Menurut Wahyudin Rajab, M. Epid, penyakit adalah keadaan yang
bersifat objektif dan rasa sakit bersifat subjektif.
4. Dr. Eko Dudiarto
Menurut DR. Eko Dudiarto, penyakit adalah kegagalan mekanisme
adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat terhadap rangsangan
atau tekanan sehingga timbul gangguan pada fungsi atau struktur organ
atau sistem tubuh.
5. Thomas Timmreck
Menurut Thomas Timmreck, penyakit adalah suatu keadaan dimana
terdapat gangguan terhadap bentuk dan fungsi tubuh sehingga berada
dalam keadaan tidak normal.

2.2 Jenis-Jenis Penyakit yang Ada di Daerah Pedesaan dan Cara


Pencegahannya
Berikut adalah contoh beberapa jenis penyakit kulit dan juga cara
pencegahannya.
1. Kudis
Kudis adalah penyakit kulit yang menular, penyakit ini dalam bahasa
ilmiah disebut scabies, memiliki gejala gatal, dan rasa gatal tersebut akan
lebih para pada malam hari. Sering muncul di tempat-tempat lembab di tubuh
seperti misalnya, tangan, ketiak, pantat, kunci paha dan terkang di celang jari
tangan atau kaki.
Cara Pencegahan penyakit kudis dapat dilakukan dengan mencuci
sperai tempat tidur, handuk dan pakaian yan dipakai dalam 2 hari belakangan
dengan air hangat dan deterjen.
2. Kurap
Penyakit Kurap merupakan suatu penyakit kulit menular yang
disebabkan oleh fungsi. Gejala kurap mulai dapat dikenali ketika terdapat
baian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi lingkaran merah muda.
Kurap dapat dicegah dengan cara mencuci tangan yang sempurna, menjaga
kebersihan tubuh, dan mengindari kontak dengan penderita.
Kurap dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol
dan kloritomazol dengan benar dapat menghilangkan infeksi.
3. Panu
Panau atau Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh
jamur. Penyakit panau ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit
disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna
putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita. Panau paling
banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa
ditemukan pada penderita berumur tua.
Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga
kebersihan kulit, dan dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di
pasaran, dan dapat juga diobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun
sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioleh pada kulit yang terserang
Panau.

Penyakit penyakit umum yang biasa ditemui dilingkungan masyarakat


ternyata ada lagi penyakit yang lebih bahaya bagi lingkungan masyarakat,
diantaranya 7 wabah penyakit dibawah ini :
1. Demam Kuning
Demam kuning adalah penyakit virus mematikan yang ditularkan oleh
nyamuk. Pemberian nama ini karena pasien yang terinfeksi bisa tampak
kuning. Belum ada obat untuk menyembuhkan demam kuning ini.
Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan mengurangi gejala-gejala pasien,
seperti demam, sakit perut, muntah, serta pendarahan dari mulut, hidung dan
mata.
Ada 30.000 kematian akibat demam kuning setiap tahunnya, biasanya
paling banyak di daerah tropis. Pencegahannya saat ini, vaksinasi adalah
tindakan pencegahan paling penting terhadap demam kuning. Buat program
imunisasi aktif bagi semua bayi berusia 9 bulan ke atas yang oleh
karena tempat tinggal, pekerjaanya, atau karena melakukan perjalanan yang
menyebabkan mereka mempunyai risiko terpajan dengan infeksi. Satu dosis
injeksi subkutan vaksin yang mengandung biakan virus strain 17D dari
demam kuning pada embrio ayam, efektif memberi perlindungan hingga
99%. Antibodi terbentuk 7 10 hari setelah imunisasi dan bertahan sedikitnya
hingga 30 35 tahun, mungkjin lebih lama. Walaupun demikian imunisasi
ulang diharuskan bagi orang yang bepergian ke daerah endemis dalam jangka
waktu 10 tahun sesuai dengan International Health Regulation.
2. Tifus
Tifus masih lazim di negara-negara berkembang, sehingga para
wisatawan asing harus divaksinasi terhadapnya. Penyakit ini disebabkan
oleh bakteri salmonella typhi yang dibawa ke aliran darah dan saluran
pencernaan.

Gejala-gejala

tifus

seperti

demam yang

berkelanjutan,

lemah, sakit perut, sakit kepala dan hilangnya nafsu makan. Pada beberapa
kasus, terdapat ruam dan bintik-bintik merah pada pasein. Demam
tifus biasanya

diobati dengan antibiotik yang dapat

selama 2-3 hari.


Pencegahan Penyakit Tifus :
4

menghilang

infeksi

Penyakit Tifus dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang


tercemar dengan kuman Tifus , Salmonella typhosa, kotoran, atau air
kencing dari penderita penyakit Tifus.

Bila anda sering menderita penyakit ini kemungkinan besar makanan atau
minuman yang Anda konsumsi tercemar bakterinya. Hindari jajanan di
pinggir jalan terlebih dahulu. Atau telur ayam yang dimasak setengah
matang pada kulitnya tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri
Tifus.

Untuk mencegah agar seseorang terhindar dari penyakit ini kini sudah ada
Vaksin Tifus atau Tifoid yang disuntikkan atau secara minum obat dan
dapat melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun. Mintalah Dokter anda
memberikan imunisasi tersebut.

Daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan seperti gizi yg baik, tidur 7-8
jam/24 jam, olah raga secara teratur 3- 4 kali seminggu selama 1 jam.
Bagi orang yang pernah mengalami penyakit Tipes sebaiknya tidak
melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan lebih mudah
kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita
penyakit Tifus.

Dengan cara minum XAMthone Plus setiap hari, 30ml-60ml sebelum


makan(2kali sehari).

3. Flu / Influenza
Pilek merupakan gejala yang timbul akibat flu. Flu atau influenza
disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus masuk ke
dalam tubuh makhluk hidup kemudian menggunakannya sebagai tempat
untuk berkembang biak. Virus ditularkan ke orang lain melalui butiran cairan
dari air liur atau lendir yang dikeluarkan saat seseorang batuk, bersin, atau
berbicara. Virus segera menyebar bersamaan dengan cairan yang dikeluarkan.
Udara menjadi media penyebaran virus dan jika Anda menghirup udara
tersebut dengan kondisi tubuh yang tidak fit dapat membuat Anda terjangkit
flu. Itulah sebabnya penyebaran flu sangat mudah.

Cara lain virus flu menyebar adalah saat seorang penderita flu yang
memegang hidung atau mulutnya membuat virus flu berpindah ke tangannya.
Ketika orang tersebut memegang gagang pintu, virus berpindah, dan jika
Anda memegang gagang pintu, virus tadi berpindah ke tangan Anda.
Selanjutnya, baik sengaja atau tidak sengaja, Anda mungkin memegang mulut
atau hidung, akibatnya virus masuk ke dalam tubuh Anda dan dapat
menyebabkan Anda mengalami flu.
Flu tidak hanya menyerang manusia, tetapi dapat juga menyerang
hewan atau unggas. Bahaya dari virus flu ini adalah virus dapat bermutasi
sehingga menciptakan jenis baru yang tidak dapat ditangkal dengan sistem
kekebalan tubuh. Hewan yang terkena flu dan menulari manusia dapat
membahayakan seperti flu burung atau flu babi yang merupakan jenis virus
baru. Jenis baru ini dapat membahayakan dan dapat menyebabkan epidemi flu
yang mematikan.
Berbagai jenis flu yang membahayakan seperti Flu Spanyol, Flu
Hongkong, atau Flu Burung dan Flu babi harus diwaspadai. Jika tidak segera
mendapatkan penanganan yang tepat, flu ini dapat menyebabkan kematian.
Walau, kini wabah flu-flu tersebut telah merada, tetapi tidak ada salahnya jika
Anda tetap melindungi diri dari berbagai penyakit flu.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, ini berlaku untuk penyakit
flu. Terlebih lagi, jika Anda memiliki anak-anak. Melindungi diri Anda agar
tidak tertular flu dapat menjadi cara agar anak Anda tidak mengalami flu
akibat tertular Anda.
Beberapa cara untuk melindungi Anda dari flu adalah:
a. Mencegah Flu
Satu cara agar virus flu tidak masuk ke dalam tubuh adalah dengan
mencuci tangan secara benar. Tangan merupakan salah satu jalan masuk
virus ke dalam tubuh. Tangan saat memegang gagang pintu, pegangan
pada bus, atau bagian-bagian dari tempat umum lainnya yang menjadi
media perpindahan virus. Maka, untuk mencegah tangan yang bervirus
masuk ke dalam tubuh, sebaiknya cuci tangan sehabis Anda naik bus,
selesai menggunakan toilet, sebelum makan dan kesempatan lain saat

Anda merasa tangan Anda tidak bersih. Hindari juga kebiasaan


sering memegang hidung atau mulut yang tidak perlu. Jangan
menggunakan gelas atau handuk secara bersamaan dengan orang lain.
b. Menjaga Ketahanan Tubuh
Anda dapat menghindari terkena flu jika Anda memiliki ketahanan
tubuh yang kuat. Cara untuk memperkuat ketahanan tubuh terhadap virus
adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi, terutama buah-buahan
dan sayuran segar yang mengandung vitamin C. Istirahat atau tidur cukup
setiap hari dapat memperkuat ketahanan tubuh Anda. Yang tidak kalah
pentingnya adalah dengan berolahraga secara teratur.
Selain meningkatkan ketahan tubuh, Anda juga dapat mencegah
agar daya tahan tubuh tidak melemah. Salah satu penyebab melemahnya
sistem imun tubuh adalah stres. Untuk itu perlu menghindari stres.
Kurang tidur juga dapat menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh,
maka penting agar Anda tidur cukup setiap malam. Tidur juga dapat
membantu menghilangkan stres.
c. Mengobati Flu
Jika Anda sudah terjangkit flu, Anda dapat melakukan hal-hal agar
penyakit Anda tidak bertambah parah. Beristirahat jika terkena flu.
Istirahat atau tidur dapat memperkuat sistem imun tubuh. Jika Anda
bekerja, mungkin Anda bisa meminta ijin untuk beristirahat di rumah.
Dengan tinggal di rumah juga menjadi cara agar Anda tidak menulari
penyakit ini kepada orang lain.
Perbanyak minum air putih. Air putih dapat membantu tubuh agar
tidak dehidrasi, karena saat flu banyak cairan yang dikeluarkan oleh
tubuh. Air ini juga dapat mendorong dan membuang racun-racun yang
ada dalam tubuh.
Melindungi diri dari flu berarti Anda melindungi keluarga dari
sasaran penularan virus pada Anda. Jangan anggap remeh flu
atau influenza dan hendaknya selalu meningkatkan daya tahan tubuh.
4. Cacar
Cacar muncul dari virus variola ribuan tahun yang lalu, dan World
Health

Organization

(WHO)

baru

mengeluarkan

sertifikat

untuk

pemberantasan penyakit ini pada tahun 1979, dan sukses melalui kampanye
vaksinasi.
Namun penyakit cacar ini telah membunuh sekitar 60 juta orang di
Eropa pada abad ke-18. Dan diperkirakan 300-500 juta kematian di seluruh
dunia pada abad ke-20 diakibatkan oleh penyakit ini juga.
Efek jangka panjangnya adalah cacat pada kulit, infertilitas, dan kadankadang kebutaan. Gejala lainnya seperti demam, sakit kepala, nyeri tubuh dan
ruam.
Cara Mencegah Cacar
1. Pengasingan
Memang sedikit kejam melakukan pengasingan atau mengisolasi
orang yang sedang terkena cacar air. Ia harus sangat mengurangi untuk
bertemu dengan orang-orang di sekitarnya. Terutama jika penderita adalah
anak-anak, maka sebaiknya anak tersebut tidak masuk sekolah untuk
sementara. Sedangkan jika orang dewasa, maka harus libur bekerja.
2. Menjaga Kebersihan
Kasus yang paling sering muncul adalah ketika ada keluarga
penderita cacar air, namun kebersihan masih kurang ditingkatkan. Cara
paling mudah adalah dengan menjaga kebersihan, misal dengan
mengganti secara rutin baju kotor, sprei, serta bantal yang digunakan.
Disanrankan untuk pencucian pakaian kotor penderita menggunakan
larutan sterilisasi.
3. Vaksinisasi
Pencegahan yang paling banyak dilakukan adalah dengan
menggunakan vaksinisasi. Menurut perkiraan CDC (Centers for Disease
Control and Prevention) vaksin ini mampu bekerja sebagai pelindung
anak-anak dari cacar air sebesar hamper 90%. Jika anak yang sudah diberi

vaksin namun masih terkena, maka setidaknya vaksin ini bekerja sebagai
pengurang keparahan penyakit.
4. Pola Hidup Sehat
Memang ketika seseoarang mengalami suatu gejala penyakit, salah
satu solusi yang selalu anda temui adalah dengan menanamkan pola hidup
sehat. Mengapa? Hal ini sangat penting dan krusial. Kesehatan seseorang
tergantung pada konsumsi dan pola hidup ia sehari-harinya. Apalagi pada
pola makan yang teratur serta cukup gizi dan nutrisi. Untuk itu pastikan
anda mengkonsumsi selalu buah dan sayuran disetiap menu makanan
anda.
5. Olahraga yang Cukup
Hidup sehat tak lari dari kebiasaan olahraga. Sempatkan selama 1020 menit di pagi anda untuk lari-lari setiap 3 hari sekali. Fungsinya untuk
membiasakan olahraga. Hal ini bukan hanya membuat anda tampak fit,
namun diri anda juga nampak segar kembali.
6. Istirahat yang Cukup
Selain itu, usahakan anda tidak bekerja terlalu keras, atau bermain
terlalu lama. Kebiasaan begadang sangat tidak baik. Selain mengurangi
efektivitas pola tidurmu, malam hari itu diciptakan untuk tubuh tidur.
Selama waktu tidur itulah tubuh akan membuatsistem imun agar tubuh
anda kembali fit dans segar lagi.

5. Malaria
Malaria telah membunuh 2 juta orang per tahun dan menyebabkan 400
hingga 900 juta kasus deman setiap tahunnya. Parasit malaria ditularkan oleh
nyamuk, dan mereka berkembang biak di sel darah merah. Gejalanya
9

bseperti anemia,

demam, mual,

dan pada beberapa

kasus ekstrim dapat

menyebabkan koma hingga kematian. Malaria merupakan permasalahan


terbesar di daerah tropik dan subtropik di dunia.
Cara pencegahan malaria selain dengan mencegah perkembangan vektor bisa
juga dengan cara meminimalisir kontak dengan nyamuk. Misalnya
1. Menggunakan lotion pada saat nyamuk anopheles mulai aktif yakni pada
malam hari.
2. Memasang jaring/kasa anti nyamuk di jendela-jendela supaya nyamuk
3.
4.
5.
6.
7.

tidak dapat masuk


Memakai pakaian yang tertutup dan cerah
Menggunakan obat anti nyamuk
Memasang kelambu pada saat tidur
Memasang perangkap nyamuk
Menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti geranium, zodia,
serai wangi, jeruk, lavender, akar wangi, rosemary, citosa mosquito dan

kecombrang.
8. Menggunakan AC atau kipas angin bisa sedikit mengurangi.
9. Hindari daerah endemis malaria terutama jika anda dalam kondisi yang
rentan (Hamil, balita, sistem kekebalan tubuh yang menurun dan lanjut
usia)
6. Kolera
Kolera menyebabkan delapan wabah sepanjang sejarah, dimulai pada
tahun 1817. Penyakit ini berasal dari air kotor Sungai Gangga di India dan
meledak

selama festival

di Calcutta.

India lainnya, dan akhirnya menyebar

Penyakit ini
ke seluruh

berpindah ke bagian

dunia

melalui air yang

terkontaminasi dan juga melalui kotoran korban. Wabah terbaru pada tahun
1947 menyerang 20.500 orang di Mesir.
Cara Pencegahan Dalam Penyakit Kolera
Cara utama penanggulangan adalah pemutusan rantai penularan bakteri
kolera dnegan prinsip sanitasi lingkungan. Penjernihan cadangan air sumur
dan pembuangan tinja yang memenuhi standar sangat penting dalam
mencegah terjadinya kolera.
Jarak antara sumur dan septick tank minimal harus 10 meter. Usaha
lainya adalah mencuci tangan (menggunakan sabun) sebelum makan,

10

meminum air yang sudah terlebih dahulu dimasak dan menghindari sayuran
mentah atau ikan dan kerang yang dimasak tidak sampai matang.
Bila ada anggota keluarga yang terkena kolera harus diisolasi dan
secepatnya mendapatkan pengobatan. Benda-benda yang terkena kotoran
harus disterilisasi, serangga (vektor) harus diberantas. Vaksin kolera hanya
memberikan perlindungan parsial dan secara umum tidak dianjurkan.
7. Pes
Penyakit pes yang lebih dikenal dengan "Black Death", merupakan
penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pesti, paling sering
dibawa oleh hewan pengerat dan kutu.
Pada abad pertengahan,

jutaan orang di seluruh

Eropa meninggal karena wabah yang

diakibatkan oleh kutu tikus yang

banyak terdapat di rumah rumah dan perkantoran.


Sekarang telah ada antibiotik yang efisien mengobati penyakit ini jika
terdeteksi secara dini. Namun jika seseorang telah terinfeksi dan tidak segera
diobati, cenderung menyebabkan kematian. Wabah pes ini terkadang masih
terjadi pada masyarakat di pedesaan.
Pencegahan
Pencegahan penyakit pes dapat dilakukan melalui penyuluhan dan
pendidikan kesehatan kepada masyarakat dengan cara mengurangi atau
mencegah terjadinya kontak dengan tikus serta pinjalnya.
Cara mengurangi atau mencegah terjadinya kontak antara tikus beserta
pinjalnya dengan manusia dapat dilakukan seperti berikut.
1. Penempatan kandang ternak di luar rumah.
2. Perbaikan konstruksi rumah dan gedung-gedung sehingga mengurangi
kesempatan bagi tikus untuk bersarang (rat proof).
3. Membuka beberapa buah genting pada siang hari atau memasang genting
kaca sehingga sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah sebanyakbanyaknya.
4. Menggunakan lantai semen.
5. Menyimpan bahan makanan dan makanan jadi di tempat yang tidak
mungkin dicapai atau mengundang tikus.
6. Melaporkan kepada petugas Puskesmas bilamana menjumpai adanya tikus
mati tanpa sebab yang jelas (rat fall).
7. Tinggi tempat tidur lebih dari 20 cm dari tanah.
11

12

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Penyakit merupakan sesuatu yang mengganggu dan menimbulkan masalah
terhadap kesehatan sehingga seseorang yang terserang penyakit akan merasa
tidak nyaman, sakit, menderita atau secara fisiologis atau atau anatomis tubuh
orang tersebut aktivitasnya terganggu sehingga menjadi tidak normal.
Penyakit ada yang menyerang
1. Manusia (menular, tidak menular, keturunan)
2. Hewan
3. Tumbuhan
Pencegahan secara umum:
1.
2.
3.
4.

Mempertinggi nilai kesehatan


Memberikan vaksinasi/ imunisasi
Pemeriksaan Kesehatan Berkala
Pola Hidup Sehat

3.2 Saran
1. Untuk pemerintah lebih meningkatkan infrastruktur dalam bidang
kesehatan misal: lebih meningkatkan kualitas pelanyanannya.
2. Untuk pembaca sebaiknya harus menerapkan pola hidup sehat seperti
olagraga, makan yang bergizi, menjaga lingkungan dan sebagainya.

13

DAFTAR PUSTAKA

http://mencegahpenyakit.com/pengertian-penyakit-secara-umum/
https://ratnawahyu36.wordpress.com/2013/12/22/makalah-kesehatan-penyakitdan-pencegahannya/
http://solusidiet.net/tag/penyakit-yang-sering-terjadi-di-masyarakat-desa

14