Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pada umumnya kehidupan manusia selalu berjalan seiring dengan waktu yang terus berputar. Dalam menjalani kehidupannya, manusia mengalami suatu proses yang amat panjang dimulai dari masa bayi hingga menginjak masa dewasa. Namun, kehidupan manusia tidaklah monoton, artinya, dalam setiap jenjang kehidupannya manusia akan mengalami perubahan-perubahan yang terjadi lambat tetapi pasti baik dari segi fisik maupun psikisnya. Antara pria dan wanita, mengalami siklus kesehatan yang berbeda, siklus kesehatan wanita dirasa lebih rumit dari pada siklus kesehatan pria. Hal ini salah satunya dikarenakan pria dan wanita mempunyai organ reproduksi yang berbeda. Oleh karena itu siklus kesehatan antara pria dan wanita tidaklah sama.

B. Tujuan Tujuan penulisan makalah tentang Siklus Kesehatan Wanita Pada Masa Konsepsi, Bayi dan Anak, Remaja, Dewasa, dan Usia Lanjut dalam mata kuliah Kesehatan Reproduksi adalah: 1. Mengenalkan kepada mahasiswi tentang siklus kesehatan wanita sepanjang hidupnya.

2. Meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan tentang perubahan-perubahan yang dialami seorang wanita sepanjang siklus kesehatannya.. 3. Menciptakan mahasiswi yang profesional dalam aspek ilmu pengetahuan khususnya tentang kesehatan reproduksi.

C. Metode Penulisan Metode penulisan makalah ini menggunakan metode pembahasan teori dengan berbagai sumber-sumber pustaka di bidang Ilmu Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi.

D. Sistematika Penulisan Sistematika Penulisan makalah ini terdiri dari : KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang B. Tujuan C. Metode Penulisan D. Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN A. Siklus Kesehatan Wanita Pada Masa Konsepsi, Bayi dan Anak, Remaja, Dewasa, dan Usia Lanjut

1. Siklus kesehatan wanita pada masa konsepsi 2. Siklus kesehatan wanita pada masa bayi dan anak-anak 3. Siklus kesehatan wanita pada masa remaja 4. Siklus kesehatan wanita pada masa dewasa 5. Siklus kesehatan wanita pada masa lanjut usia B. Perubahan-Perubahan Yang Terjadi Pada Masing-Masing Fase 1. Perubahan yang terjadi pada masa konsepsi 2. Perubahan yang terjadi pada masa bayi dan kanak-kanak 3. Perubahan yang terjadi pada masa remaja 4. Perubahan yang terjadi pada masa dewasa 5. Perubahan yang terjadi pada masa lanjut usia C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pada Masing-Masing Tahap 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pada masa konsepsi 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pada masa bayi dan anak-anak 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pada masa remaja 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pada masa dewasa 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi pada masa lanjut usia BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB II PEMBAHASAN

A. Siklus Kesehatan Wanita Pada Masa Konsepsi, Bayi dan Anak, Remaja, Dewasa, dan Usia Lanjut Seorang wanita mempunyai satu hal yang unik, ia mempunyai ovarium (indung telur). Indung telur ini mempunyai semacam hormon yang disebut estrogen, hormon inilah yang merupakan karakteristik seorang wanita. Perkembangan suatu indung telur ditentukan oleh azas-azas keturunan (genetik) atau faktor kromosom yang diturunkan pada waktu penghamilan. Suatu jenis seks sesungguhnya merupakan suatu karakteristik yang diturunkan dan dikandung oleh kromosom dan gen. Setiap sel makhluk hidup di dunia ini mempunyai kromosom yang mengandung materi yang membentuk dan menentukan struktur genetik kita.setiap orang dewasa, lelaki maupun perempuan, mempunyai 46 kromosom dalam satu sel. Perkembangan indung telur. Hasil mikroskopis telah membuktikan bahwa tanda-tanda pertama adanya suatu organ seks mulai tampak waktu si janin berusia 4 minggu. Masih sedini ini belum dapat ditentukan kelamin apakah organ seks tersebut, maka masa ini disebut masa netral. Masa netral berlangsung Selma 6-7 minggu setelah pembuahan. Struktur indung telur baru akan tamapak setelah si janin berusia 5 bulan. Pada masa ini mulai tampak adanya telur-telur primer (ovum) didalam

ovarium. Pada waktu janin dilahirkan sudah ada 2 buah indung telur dan masingmasing mengandung 300 ribu ovum. Maka seorang wanita dilahirkan sudah dengan segala cadangan telur yang merupakan bekal hidupnya sampai dewasa. Tetapi telurtelur ini bagaikan tidur., tidak berfungsi apa-apa sampai tiba saatnya menstruasi pertama. Perkembangan organ perkembangbiakan seorang wanita. Janin yang berusia 2 bulan mulai memperlihatkan perbedaan-perbedaan jenis kelamin., dan pada usia 3 bulan alat kelamin eksternalnya sudah lengkap. Namun, baru pada usia 5 atau 6 bulan alat kelamin bagian dalam mulai sempurna, yaitu rahim, saluran telur, dan vagina. Apa sesungguhnya yang menyebabkan perbedaan kelamin leleki dan perempuan, baik di dalam maupun di luar tubuh, masih belum dapat dipastikan. Tetapi sampai sekarang dianggap sebagai hasil kerja suatu hormon tertentu.

1. Siklus Kesehatan Wanita Pada Masa Konsepsi Konsepsi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur didalam tuba falopi. Hanya satu sperma yang mengalami proses kapasitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum. Setelah itu, zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma. Konsepsi dapat terjadi, jika beberapa kriteria berikut di penuhi : a. Senggama harus terjadi pada bagian siklus reproduksi wanita yang tepat. b. Ovarium wanita harus melepaskan ovum yang sehat pada saat ovulasi.

c. Pria harus mengeluarkan sperma yang cukup normal dan sehat selama ejakulasi. d. Tidak ada barier atau hambatan yang mencegah sperma mencapai penetrasi dan akhirnya membuahi ovum. Konsepasi memiliki kemungkinan paling berhasil, jika hubungan seksual berlangsung tepat sebelum ovula. Sperma dapat hidup selama 34 hari didalam saluran genetalia wanita dan idealnya harus berada di dalam tuba falopii saat ovulasi terjadi, karena ovum hanya bisa hidup selam 1224 jam. Wanita dapat memprediksi ovulasi dengan memantau perubahan dalam tubuhnya. Misalnya, sekitar waktu ovulasi, serviks memendek, melunak dan sedikit berdilatasi. Salah satu indikator ovulasi yang paling kuat adalah status lendir serviks yang menjadi transparan, licin, dan banyak ( Flynn, 1992 ). Lendir tersebut juga dapat direnggangkan, suatu materi yang disebut spinnbarkeit. Setelah ovulasi, lendir kembali menjadi kental, lengket, dan jumlahnya menurun (Norman, 1986). Tindakan lebih jauh yang dapat dilakukan wanita adalah mengobservasi suhu tubuh basalnya, yang meningkat sebesar 0,2 derajat celcius segera setelah ovulasi. Sebelum sebuah sperma mampu mempenetrasi dan membuahi sebuah ovum, sperma harus menjalani sebuah proses yang disebut kapasitasi (berlangsung kurang lebih 7 jam). Pada proses ini membran sperma menjadi rapuh (fragile) dan melepaskan enzim hidrolitik dari akrosom (lapisan seperti helm yang menutupi kepala sperma). Enzim ini (hialuronidase dan proteinase) harus mencerna korona radiata dan zona pelusida sebelum dapat mencapai membrane ovum. Walaupun

banyak sperma terlibat dalam proses cerna ini, hanya satu sperma yang dibiarkan mempenetrasi ovum. Segera setelah satu sprema memasuki ovum, perubahan kimia terjadi. Perubahan kimia ini mulamula mencegah sperma lain berfusi lebih jauh dengan membran ovum dan pada akhirnya semua sperma yang tersisa dikeluar dari ovum. Begitu sperma telah memasuki ovum, sperma sementara berada didalam sitoplasma perifer, sementara nukleus wanita menjadi matur dan jumlah kromosom wanita menurun dari 46 menjadi 23. Nukleus sperma menjadi membengkak dan saling mendekat sebagai pronukleus pria dan wanita saat terbentuk suatu kumparan diantara kedua nukleus tersebut membran pronukleus kemudian rupture dan kromosom yang dibebaskan berkombinasi membentuk zigot. Pada waktu inilah fertilisasi (pembuahan) terjadi. Waktu yang optimal untuk mulainya kehamilan adalah dalam 24 jam ovulasi. Koitus (hubungan seksual) selama 24 jam sebelum ovulasi akan menyediakan spermatozoa pada tuba falopi yang siap menerima kedatangan ovum. Dengan demikian penting bagi wanita mencoba untuk mengerti bahwa ia mengetahui perkiraan hari ovulasinya.

2. Siklus Kesehatan Wanita Pada Masa Bayi dan Anak-Anak Pada seorang bayi wanita yang lahir cukup bulan perkembangan alat kelamin dalamnya telah selesai dan di dalam indung telurnya (ovarium) telah mengandung 750.000 butir sel telur yang belum matang (folikel primodial) yang tidak akan

bertambah lagi jumlahnya pada kehidupan selanjutnya. Tuba, uterus, vagina dan genitalia eksterna sudah terbentuk, labia mayor biasanya menutupi labia minor, tetapi pada bayi yang prematur vagina kurang tertutup, dan labia minor lebih kelihatan. Pada minggu pertama dan kedua kehidupan di dunia luar, bayi masih mengalami pengaruh estrogen yang sewaktu hamil memasuki tubuh janin melalui plasenta. Karena itu, uterus bayi yang baru lahir agak lebih besar dari pada anak kecil. Disamping itu, estrogen dapat menimbulkan pembengkakan payudara pada bayi wanita maupun pria selama 10 hari pertama dari kehidupannya, terkadang justru disertai sekresi cairan seperti air susu. Selanjutnya pada 10-15% dari bayi wanita dapat timbul perdarahan pervaginam dalam minggu-minggu pertama. Biasanya genitalia bayi wanita yang baru lahir itu basah karena sekresi cairan yang jernih. Epitel vagina relatif tebal dan pH vagina 5, setelah 2-3 minggu, epitel vagina ini menjadi tipis dan pH naik menjadi 7. Pada waktu lahir perbandingan serviks dan korpus uteri 1:1, setelah pengaruh estrogen tidak ada lagi, perbandingan lambat laun menjadi 2:1. pada pubertas dengan pengaruh estrogen yang dihasilkan sendiri oleh anak perbandingan berubah lagi, dan pada wanita dewasa menjadi 1:2. Kemudian pada masa kanak-kanak. Walaupun organ reproduksi masih imatur dan bentuk tubuh anak laki-laki dan perempuan hampir sama selama masa kanakkanak, identitas seksual atau jenis kelamin terus berkembang. Anak laki-laki belajar tentang peran jenis kelamin meraka, oleh karenanya cara berpakaian, berbicara, dan

beraksi sebagai seorang laki-laki. Sedangkan anak perempuan berpakaian, berbicara, dan beraksi sebagai wanita. Yang khas dari masa kanak-kanak adalah bahwa perangsangan oleh hormon kelamin sangat kecil, dan memang kadar estrogen dan hormon gonadotropin sangat rendah. Karena itu alat-alat genital dalam masa ini tidak memperlihatkan pertumbuhan yang berarti sampai permulaan pubertas. Asiditas vagina yang rendah memudahkan terjadinya infeksi. Pada masa kanak-kanak sudah nampak perbedaan antara anak pria dan anak wanita, terutama dalam tingkah lakunya, tetapi perbedaan ini ditentukan terutama oleh pendidikan dan lingkungan.

3. Siklus Kesehatan Wanita Pada Masa Remaja Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Masa remaja ditandai dengan perubahan-perubahan fisik pubertas dan emosional yang komplit, dramatis, serta penyesuaian sosial yang penting untuk jadi dewasa dan berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan. Identitas seksual secara normal mencapai kematangan. Dalam siklus kehidupan masa pubertas merupakan tahapan yang penting dalam perkembangan seksualitasnya. Tidak ada batasan dan waktu yang tegas mengenai masa peralihan antara masa kanak-kanak menjadi dewasa ini. Namun pada wanita umumnya masa pubertas dimulai pada saat usia 8-14 tahun dan berlangsung kesempurnaan sebagaimana organ-organ reproduktif mencapai

kurang lebih selama 4 tahun. Awal pubertas berbeda-beda untuk tiap individu tergantung dari bangsa, iklim, gizi dan kebudayaan. Dengan bertambah baiknya gizi seorang anak maka masa pubertasnya dapat terjadi lebih cepat. Pubertas berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi secara mantap dan teratur. Masa pubertas ditandai dengan pertumbuhan badan yang cepat, haid pertama (menarche), perubahan psikis dan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder seperti tumbuhnya rambut pada daerah kemaluan (pubis), pembesaran payudara. Perubahan tersebut sebagian besar terjadi karena pengaruh peningkatan hormon estrogen yang dihasilkan oleh indung telur yang sudah mulai berfungsi. Pertumbuhan tubuh yang sangat pesat ini juga dipengaruhi oleh hormon androgen yang kira-kira secara bersamaan dihasilkan oleh kelenjar anak ginjal. Hormon ini memegang peranan dalam pertumbuhan badan. Hormon estrogen juga berpengaruh pada pertumbuhan alat kelamin dalam dan alat kelamin luar. Dalam masa pubertas alat kelamin dalam dan alat kelamin luar lambat laun tumbuh baik bentuk dan sifatnya seperti pada masa dewasa.

4. Siklus Kehidupan Wanita Pada Masa Dewasa Pada masa ini tingkat kesuburan seorang wanita mencapai puncaknya dan secara seksualitas sudah siap untuk memiliki keturunan. Haid pada masa ini paling teratur dan siklus pada alat kelamin yang dipengaruhi hormon cukup baik untuk kehamilan. Pada keadaan normal, masa reproduksi dimulai ketika sudah terjadi pengeluaran sel telur yang matang (ovulasi) pada siklus haid. Lamanya masa

10

reproduksi sangat bergantung pada cadangan folikel yang masih tersedia dalam ovarium. Pada masa ini terjadi ovulasi kurang lebih 450 kali, dan selama ini wanita berdarah selama 1800 hari. Setelah berusia 40 tahun kesuburan (fertilitas) seorang wanita akan menurun. Kedewasaan adalah perkembangan sempurna potensi seseorang. Kedewasaan fisik terjadi secara spontan bila terjadi energi dan olahraga yang cukup dan penyakit terobati atau tercegah. Kedewasaan psikologis dapat diharapkan untuk terjadi dalam situasi mental yang sehat. Bila kebutuhan-kebutuhan terpenuhi dan penyakit dapat dicegah atau diobati.kedewasaan seksual merupakan perkembangan organ-organ reproduktif dan penerimaan serta penghargaan identitas seseorang, tanggap seksual, dan kemampuan untuk mengguanakan kapasitas reproduksi secara bertanggung jawab.

5. Siklus Kesehatan Reproduksi Pada Masa Lanjut Usia Pada masa lanjut usia, para wanita biasanya mengalami sesuatu yang dinamakan menopause, yaitu haid terakhir yang dialami oleh wanita yang masih dipengaruhi oleh hormon reproduksi yang terjadi pada usia menjelang atau pada usia lima puluhan. Proses ketuaan pada wanita ditandai dengan siklus haid bulanan yang mulai terganggu dan akhirnya menghilang sama sekali. Proses ini merupakan kodrat yang harus dilalui wanita dalam hidupnya, merupakan proses normal tetapi penerimaan wanita berbeda-beda. Istilah menopause sering kali disalah artikan dengan klimakterium.

11

Klimakterium adalah masa peralihan dalam kehidupan normal seorang wanita sebelum mencapai senium, yang mulai dari akhir masa reproduktif dari kehidupan sampai masa non-reproduktif. Masa klimakterium meliputi pramenopause,

menopause, dan pascamenopause. Pada wanita terjadi antara umur 40-65 tahun. Klimakterium prekoks adalah klimakterium yang terjadi pada wanita umur kurang dari 40 tahun. Pramenopause adalah masa 4-5 tahun sebelum menopause, keluhan klimakterik sudah mulai timbul, hormon estrogen masih dibentuk. Bila kadar estrogen menurun maka akan terjadi perdarahan tak teratur. Menopause adalah henti haid yang terakhir yang terjadi dalam masa klimakterium dan hormon estrogen tidak dibentuk lagi, jadi merupakan satu titik waktu dalam masa tersebut. Umumnya terjadi pada umur 45-55 tahun. Pascamenopause adalah masa 3-5 tahun setelah menopause, dijumpai hiper-gonadotropin (FSH dan LH), dan kadang-kadang hipertiroid. Sindrom klimakterik klinis adalah keluhan-keluhan yang timbul pada masa pramenopause, menopause, dan pascamenopause. Sindrom klimakterik endokrinologis adalah penurunan kadar estrogen, peningkatan kadar gonadotropin (FSH dan LH). Disebut juga sebagai sindrom defisiensi estrogen. Sebagian pakar kesehatan berpendapat bahwa menopause merupakan peristiwa alamiah dan bukan diakibatkan oleh penyakit khusus (penyakit defisiensi hormon), sehingga tidak memerlukan pengobatan tetapi hanya membutuhkan pengertian dari keluarga, lingkungan dan dirinya sendiri. Namun banyak pula yang menganggap proses ini sebagai kelainan yang memerlukan pengobatan tersendiri.

12

Agar kehidupan usia senja ini berlangsung dalam kepuasan dan kebahagiaan, maka setiap wanita perlu mengadakan persiapan untuk menghadapinya. Salah satu persiapan yang penting adalah mengetahui organ tubuh kita sendiri dan fungsinya, serta mengenal bagaimanakah sebenarnya kejadian masa klimakterik itu. Gejala-gejala sindrom klimakterik Penurunan fungsi ovarium dapat

berlangsung cepat pada sebagian wanita dan lebih lambat pada yang lainnya. Sebagian wanita menghasilkan estrogen endogen yang cukup sehingga tetap tanpa gejala, sedangkan yang lain memperlihatkan beragam gejala semasa klimakterium. Gejala-gejalanya dapat dikelompokkan menjadi : a. Gangguan neurovegetatif (vasomotorik-hipersimpatikotoni) yang mencakup: 1) gejolak panas (hot flushes) 2) keringat malam yang banyak 3) rasa kedinginan 4) sakit kepala 5) desing dalam telinga 6) tekanan darah yang goyah 7) berdebar-debar 8) susah bernafas 9) jari-jari atrofi 10) gangguan usus (meteorismus) b. Gangguan psikis 1) mudah tersinggung

13

2) depresi 3) lekas lelah 4) kurang bersemangat 5) insomania atau sulit tidur c. Gangguan organik 1) infark miokard (gangguan sirkulasi) 2) atero-sklerosis (hiperkolesterolemia) 3) osteoporosis 4) gangguan kemih (disuria) 5) nyeri senggama (dispareunia) 6) kulit menipis 7) gangguan kardiovaskuler

B. Perubahan yang Terjadi Pada Masing-Masing Fase 1. Perubahan yang terjadi pada masa Konsepsi Masa prenatal / intra urine (masa janin dalam kandungan), dibagi dalam 2 tahap : a. Masa embrio. Adalah sejak konsepsi sampai umur kehamilan 8 minggu. Ovum yang telah dibuahi dengan cepat akan menjadi suatu organisme, terjadi diferensiasi yang berlangsung cepat, terbentuk sistem organ dalam tubuh. b. Masa fetus. Adalah sejak umur 9 minggu sampai dengan kelahiran. Terdiri atas 2 periode :

14

1) Masa fetus dini, sejak usia 3 minggu sampai TM I kehidupan intra urine, terjadi percepatan petumbuhan, pembentukan jasad manusia sempurna dan pembentukan alat tubuh dan mulai berfungsi. 2) Masa fetus lanjut, padaTM akhir pertumbuhan berlangsung pesat dan adanya perkembangan fungsi-fungsi. Pada masa ini terjadi transfer imunoglobulin G dari darah ibu melalui plasenta.

2. Perubahan yang terjadi pada masa bayi dan kanak-kanak Masa postnatal (setelah lahir), terdiri dari 5 periode : a. Masa neonatal (0-28 hari), terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan perubahan sirkulasi darah, serta mulai berfungsinya organ-organ lainnya. b. Masa bayi, terdiri atas 2 tahap : 1) Masa bayi dini (1-12 bulan). Pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan berlangsung secara kontinyu terutama meningkatnya fungsi sistem saraf. 2) Masa bayi akhir (1-2 tahun). Kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik dan fungsi ekskresi. c. Masa prasekolah (2-6 tahun). Pada saat ini pertumbuhan berlangsung dengan stabil, terjadi perkembangan dengan aktifitas jasmani yang bertumbuh dan meningkatnya keterampilan dan proses berfikir.

15

d. Masa masa sekolah / masa pubertas (wanita : 10-18 tahun, laki-laki : 12-20 tahun). Anak wanita 2 tahun lebih cepat memasuki masa adolesensi dibanding anak laki-laki. Masa ini merupakan masa transisi dari periode anak ke dewasa. Pada masa ini terjadi percepatan pertumbuhan berat badan dan tinggi badan yang sangat pesat yang disebut adolescentgrowth spurt. Juga pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan pesat dari alat kelamin dan timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder.

3. Perubahan yang Terjadi Pada Masa Remaja Pada masa remaja, hormon-hormon reproduksi pada wanita mulai dibentuk. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan yang dialami wanita baik dari segi fisik maupun psikis. a. Perubahan Fisik: 1) Mulai menstruasi. 2) Payudara dan pantat membesar. 3) Indung telur membesar. 4) Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat. 5) Vagina mengeluarkan cairan. 6) Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina. 7) Tubuh bertambah tinggi.

16

b. Perubahan psikis Perubahan psikis juga terjadi pada remaja, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab, yaitu : 1) Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya. 2) Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua. 3) Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri. 4) Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya. Hal tersebut diatas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya.

4. Perubahan Yang Terjadi Pada Masa Dewasa Umumnya pada tahap dewasa fisiologi dan anatomi dari tubuh wanita tersebut sudah dikatakan sempurna dan akan mengalami perubahan jika wanita tersebut akan mengalami proses kehamilan. Kehamilan akan merubah hampir semua sistem tubuh seorang

wanita.Misalnya pada berat badan. Berat badan akan bertambah seiring dengan semakin tuanya masa hamil, kemudian penimbunan cairan. Selama hamil tubuh menimbun cairan tubuh ekstra sampai 3 pon. Perubahan umum lainnya seperti kulit, puting susu, dan bibir vagina, menjadi lebih tua warnanya tepat dibagian tengah perut tampak suatu garis tipis dan gelap dikenal dengan sebutan lineanigra. Perubahan

17

organ reproduksi yaitu pada rahim. Rahim terus membesar, dan tingginya dapat diukur pada dinding perut. Selama mengandung vaginanya meregang dan bertambah elastis, selama mengandung buah dada akan membesar dan membentuk kelenjar susu, daerah sekitar puting susu semakin membesar dan menghitam.

5. Perubahan Yang Terjadi Pada Masa Usia Lanjut a. b. c. Uterus (kandungan) : mengecil. Tuba Falopi : lipatan tuba menjadi memendek, menipis dan mengerut. Ovarium (indung telur) : ovarium menciut, terjadi penurunan fungsi ovarium untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesterone, berhenti menghasilkan sel telur. Akibatnya timbul keluhan akibat berkurangnya kadar hormon. d. e. Serviks (leher rahim) : mengerut. Vagina : terjadi penipisan dinding vagina, selain itu secret/lendir vagina mulai mengering, menyulitkan hubungan suami-istri. f. Vulva (bibir rahim) : jaringan vulva menipis karena berkurangnya jaringan lemak, kulit menipis, pebuluh darah berkurang. Akibat sering timbul rasa gatal. Vulva yang mengering bersamaan dengan penyempitan lubang masuk vagina menyebabkan kesulitan untuk melakukan hubungan suami istri, timbul rasa nyeri pada waktu hubungan, menyebabkan wanita berusaha untuk menolak melayani suaminya.

18

g.

Rambut kemaluan pada wanita mulai menipis, sebagian rontok dan mulai memutih/uban.

h.

Payudara : jarigan lemak berkurang, puting susu mengecil. Akibatnya payudara mulai lembek, mengendor, dan keriput.

i. 1)

Hipertensi : turunnya hormon estrogen dan progesteron menyebabkan : HDL Cholesterol (kolesterol baik) menurun.

2) LDL Cholesterol (kolesterol jahat) meningkat Wanita yang semasa haid masih relatif kebal terhadap penyakit aterosklerosis (perkapuran dinding pembuluh darah), setelah menopause mulai bisa diserang penyakit ini, yang berakibat penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyempitan pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner). j. Osteoporosi (pengeroposan tulang). Dengan turunnya kadar hormon estrogen dan progesteron, maka mulai terjadi proses pengeroposan tulang (walaupun seorang wanita cukup mendapat tambahan kalsium seperti dari susu). Rendahnya kadar hormon estrogen dan progesteron menyebabkan zat kalsium/kapur tidak dapat disimpan dalam tulang, sebaliknya kalsium dalam tulang pelan-pelan menyusut. Tandanya adalah mulai terasa nyeri pada tulang yang dianggap sebagai reumatik yang bila berobat sering kali hanya mendapat obat penghilang rasa nyeri. Bila proses pengeroposan sudah sangat lanjut bisa terjadi patah tulang belakang dan tulang panggul secara spontan.

19

C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pada Masing-Masing Tahap 1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pada Masa Konsepsi a. Infertilitas pada wanita Untuk menjadi hamil, wanita perlu memiliki siklus ovulasi yang teratur, ovumnya harus normal dan tidakboleh ada hambatan dalam jalur lintasan sperma atau amplantasi ovum yang sudah di buahi. Oleh karena itu, penyebeb infertilitas pada wanita, yang dapat disebabkan oleh faktor, psikologis, atau kombinasi keduanya, dapat dibagi menjadi masalah ovulasi atau hambatan atau abnormalitas dalam saluran reproduksi. b. Masalah ovulasi Karena ovulasi normal berlangsung dibawah kendali hormon, gangguan tertentu dalam sistem endokrin dapat mempengaruhi fertilisasi. Dengan menelusuri kembali peristiwaperistiwa yang menyebabkan ovulasi, areaarea yang terkait dengan sistem endokrin menjadi jelas. Pertama hipotalamus perlu melepaskan faktor pelepasan gonadotropin yang bekerja pada kelenjar hipofisis, menyebabkan pelepasan FSH dan LH. FSH menstimulasi sebuah folikel menjadi matang dan menyebabkan produksi estrogen, sedangkan LH menstimulasi pelepasan ovum dan produksi progesteron. Produksi estrogen dan progesteron juga dipengaruhi oleh kadar prolaktine yang bersikulasi dari kelenjar hipofisis. Masalah ovulasi dapat disebabkan oleh disfungsi hipotalamus, kelenjar hipofisis, atau kelenjar tiroid (karena peningkatan kadar prolaktin dapat disebabkan baik oleh masalah kelenjar hipofisis ataupun kelenjar tiroid). Dari perspektif

20

psikologi, terdapat juga suatu kolerasi antara hiperprolaktinemia dan tingginya tingkat stress (diantara pasangan yang mendatangi klinik infertilitas), walaupun efek stress pada fertilisasi memerlukan penelitian lebih lanjut. Penyakit sistematik, yang meliputi DM, penyakit gagal ginjal yang mempengaruhi fungsi endokrin dapat juga menggangu siklus normal. Walaupun fungsi hormon dapat berada dalam keadaan normal, gangguan pada ovarium dapat mempengaruhi ovulasi. Misalnya kista atau tumor ovarium, penyakit ovarium polikistis atau kerusakan ovarium akibat endomestiotis atau riwayat pembedahan dapat menggangu siklus ovarium sehingga mempengaruhi fertilitas. Lebih lanjut lagi, dapat terjadi masalah pada produksi dan pelepasan ovum. Misalnya ovum yang dihasilkan dapat dilepas sebelum ovum tersebut benarbenar matur, atau ovum tersebut terus menerus mengalami defek.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pada masa bayi dan kanak-kanak Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang normal, dan ini merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor-faktor tersebut terbagi dalam 2 golongan, yaitu: a. 1) Faktor dalam (internal) Perbedaan ras/etnik atau bangsa

21

Bila seseorang dilahirkan sebagai ras orang Eropa maka tidak mungkin ia memilki faktor hereditas ras orang Indonesia atau sebaliknya. Tinggi badan tiap bangsa berlainan, pada umumnya orang kulit putih mempunyai ukuran tungkai yang lebih panjang daripada ras orang mongol. 2) Keluarga Ada kecendrungan keluarga yang tinggi-tinggi dan ada keluarga yang gemuk-gemuk. 3) Umur Kecepatan pertumbuhan umur yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja. 4) Jenis kelamin Wanita lebih cepat dewasa dibanding anak laki-laki. Pada masa pubertas wanita umunya tumbuh lagi dengan cepat dari pada laki-laki dan kemudian setelah melewati masa pubertas laki-laki akan lebih cepat. 5) Kelainan genetik Sebagai salah satu contoh: Achondroplasia yang menyebabkan dwarfisme, sedangkan sindrom marfan terdapat pertumbuhan tinggi badan yang berlebihan. 6) Kelainan kromosom Kelainan kromosom umunya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindrom Down dan sindrom Turner.

22

b. Faktor luar (eksternal/lingkunan) Faktor pranatal : 1) Gizi Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin. 2) Mekanis Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan konginal seperti club foot. 3) 4) Toksin/zat kima Endokrin Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia kardiomegali. 5) Anoksia embrio Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabka pertumbuhan terganggu. 6) Psikologis ibu Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain. Faktor persalinan : Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala dan asfiksia dapat menyebabkan kerusakan ada jaringan otak.

23

Faktor Pasca natal : 1) Gizi Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat. 2) Penyakit kronis/kelainan konginital Tuberculosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani. 3) Lingkungan fisik dan kimia Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dan lain-lain) mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak. 4) Psikologis Hubungan anak dengan sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya. 5) Endokrin Gangguan hormon misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan. Defisiensi hormon pertumbuhan akan menyebabkan anak menjadi kerdil. 6) Sosio-ekonomi Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan anak.

24

7) Lingkungan pengasuhan Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. 8) Stimulasi Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya dalam

keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak, perlakuan ibu terhadap perilaku anak. 9) Obat-obatan Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf pusat yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.

3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pada Masa Remaja Masa remaja terbagi menjadi tiga yaitu : a. Masa remaja awal Yang dimaksud remaja awal adalah periode dimana masa anak telah lewat dan masa anak pubertas dimulai faktor-faktor yang mempengaruhi terbagi menjadi dua yaitu : 1) Faktor internal (dalam) Faktor internal ini berupa seperti: a) Hormon-hormon gonadotropin

25

b) Estrogen c) Globulin pengikat hormon seks (GPHS) d) Prolaktin e) Hormon pertumbuhan

2) Faktor eksternal (luar) Pada menarche, umur menarche tidak begitu beda dengan sekarang yaitu anatara 11-15 tahun (rata-rata 13 tahun), para ahli mengatakan bahwa anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak, lebik cepat mengalami menarche dari pada anak yang kurus, latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. Bentuk habitus yang ditemukan pada penari balet dan pelari (yaitu yang kurus tinggi dengan rasio yang relatif rendah antara segmen tubuh bagian atas dan bagian bawah) adalah juga khas untuk anakanak yang lambat matur. Tetapi ini mungkin karena anak-anak dengan habitus yang sedemikian itu cenderung memilih sendiri aktifitasnya, jadi habitus dan disfungsi menstruasinya bukanlah akibat dari aktifitasnya. Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat antara ibu dan anak perempuannya. Juga terdapat perbedaan etnis dalam usia menarche, misalnya di AS paling cepat pada Hispanics, lebih lambat pada kulit hitam dan paling lambat pada

26

caucasian. Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan diperkotaan dan lebih cepat. Faktor lain seperti penyakit kronis, terutama yang mempengaruhi masuknya makanan oksigenasi jaringan dapat memperlambat manarche.

b. Masa remaja menengah Ovarium membesar pada tahun sebelum menarche, dimana berat rata-rata masing-masing menjadi 6 gram. Tidak lama sebelum menarche endometrium berkembang, serviks dan korpus uteri membesar dan kelenjar serviks mulai mensekresikan caiaran yang menyerupai susu, tidak berbau, seperti mokus dalam jumlah yang besar dari pada sebelumnya dan pHnya menjadi asam karena produksi asma laktat dan basil-basil yang menghuni vagina.

c. Masa remaja akhir Perkembangan payudara memasuki stadium SMS 5 dengan bentuk dewasa yang khas. Dan rambut pubis ditunjukkan dengan tumbuhnya rambut pubis mencapai tekstur dan distribusi dewasa.

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pada Masa Dewasa Wanita dikatakan dewasa jika wanita tersebut sudah mampu bereproduksi dan anatomi maupun fisiologi alat genetalia eksternal dan internal wanita tersebut sudah berkembang dengan sempurna. Perubahan baru akan terjadi jika wanita tersebut

27

mengalami proses kehamilan. Dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah: a. Perubahan berat badan 1) Kadar air 2) Volume peraliran darah yang meningkat 3) Penimbunan lemak serta protein b. Penimbunan cairan Akibat meningkatnya kebutuhan sirkulasi ibu untuk mempertahankan produksi makanan dan pembuangan dari darah baik untuk diri sendiri maupun untuk bayi dalam kandungan.

5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pada Masa Usia anjut Faktor keturunan dan genetika penting sekali dalam penentuan penuaan dan umur panjang. Proses penuaan berbeda dengan organ yang satu dengan organ yang lain, pribadi yang satu dengan pribadi yang lain. Karena itu yang penting adalah mempertimbangkan proses fisiologis dari setiap orang dan jangan menitik beratkan tua dan usia itu sendiri.

28

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Dalam makalah ini tentang Siklus Kesehatan Wanita Pada Masa Konsepsi, Bayi dan Anak, Remaja, Dewasa, dan Usia Lanjut kelompok kami dapat

menyimpulkan bahwa setiap wanita akan mengalami suatu siklus kesehatan dalam hidupnya. Dimulai dari sejak ia dilahirkan sampai ia menginjak masa tuanya. Dalam perjalanannya tersebut, seorang wanita akan mengalami perubahan-perubahan baik dari segi fisik maupun psikis yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Namun, itulah kodrat sebagai seorang wanita yang harus diterima oleh manusia pada umumnya dan wanita pada khususnya.

B. Saran. 1. Dalam upaya meningkatkan kemampuan bidan dalam segi pengetahuan dan keterampilan diperlukan proses pembelajaran yang terencana dari individu maupun dari institusi Akademi Kebidanan. 2. Mahasiswi sebaiknya lebih mengerti dan memahami siklus kesehatan wanita dari awal hingga akhir, perubahan-perubahan yang akan dialaminya, serta faktorfaktor yang mempengaruhinya.

29