Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

NUTRISI BAGI PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK

DISUSUN OLEH:
CITRA ANGGRAENI
220112130568

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXVII


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik

: Kesehatan Ginjal

Subtopik

: Nutrisi Bagi Penderita Penyakit Ginjal Kronik

Sasaran

: Tn.A dan Keluarga

Hari, tanggal

: Rabu, 18 Juni 2014

Waktu

: 1 X 15 menit

Tempat

: Ruang Fresia 2 RSUP Hasan Sadikin Bandung

Narasumber

1.

: Citra Anggraeni

Tujuan Instruksional Umum ( TIU )


Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit diharapkan Tn.A dapat mengetahui
tentang nutrisi bagi penderita penyakit ginjal kronik.

2.

Karakteristik Peserta Didik : Peserta didik adalah Tn.A dan Keluarga

3.

Analisa Tugas:
Know : peserta didik dapat mengetahui pengertian penyakit ginjal kronik,
penyebab penyakit ginjal kronik, tujuan pengaturan nutrisi bagi penderita penyakit
ginjal kronik, dan pengaturan nutrisi bagi penderita penyakit ginjal kronik
Do

: peserta didik dapat melaksanakan pengaturan nutisi bagi penderita

penyakit ginjal kronik.


Show : peserta didik dapat menyebutkan pengertian penyakit ginjal kronik,
penyebab penyakit ginjal kronik, tujuan pengaturan nutrisi bagi penderita penyakit
ginjal kronik, dan cara pengaturan nutrisi bagi penderita penyakit ginjal kronik.

4.

Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )


Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit, Tn.A dan keluarga dapat:
1.

Menyebutkan pengertian penyakit ginjal kronik dengan benar tanpa melihat


catatan/ leaflet.

2.

Menyebutkan 3 dari 5 penyebab penyakit ginjal kronik dengan benar tanpa


melihat catatan/ leaflet.

3.

Menyebutkan 2 dari 4 tujuan pengaturan nutrisi bagi penderita penyakit ginjal


kronik dengan benar tanpa melihat catatan/leaflet

4.

Menyebutkan cara pengaturan nutrisi bagi penderita penyakit ginjal kronik


dengan benar tanpa melihat catatan/ leaflet

5. Strategi Pembelajaran

Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab/diskusi.

Media yang digunakan adalah leaflet


6. Materi
Terlampir

7. Kegiatan Belajar Mengajar


Tahap
Persiapan
(Pra
Kegiata)

Kegiatan
Pendidik
a.
Menyiapka
n sarana dan
perlengkapan
b.
Menyiapka
n diri untuk
kegiatan
penyuluhan.
c.
Memastika
n Tn.A dan
keluarga telah
siap mengikuti
kegiatan
pendkes.

Kegiatan
Peserta Didik
Tn.A
dan
keluarga
mempersiapka
n diri untuk
mengikuti
kegiatan
penyuluhan.

Metode

Media

Alokasi
Waktu
Setengah
jam
sebelum
pendkes

Tahap

Kegiatan
Kegiatan
Metode
Pendidik
Peserta Didik
Kegiatan
a.
Memberik Tn.A
dan Ceramah
Pembuka
an salam.
keluarga
b.
Perkenalan
menjawab
c.
Menjelask
salam
dan
an
tujuan
mendengarkan
pendkes.
dengan baik.
d.
Menjelask
an
cakupan
materi
yang
akan dibahas.
Uraian
Menjelaskan
Menyimak
Ceramah
Materi
materi penyuluhan
dan
tentang nutrisi
mendengarkan
bagi penderita
dengan baik.
penyakit ginjal
kronik yang
meliputi:
Pengertian
penyakit ginjal
kronik
Penyebab
penyakit ginjal
kronik
Tujuan
pengaturan
nutrisi
bagi
penderita
penyakit ginjal
kronik
Cara
pengaturan
nutrisi
bagi
penderita
penyakit ginjal
kronik.
Kegiatan
a. Melakukan
Menjawab
Tanya
Penutupan
evaluasi dengan
pertanyaan
jawab
memberikan
dengan baik
pertanyan:
dan benar.
Jelaskan
pengertian
penyakit ginjal
kronik?
Jelaskan
penyebab
penyakit ginjal
kronik?

Media

Alokasi
Waktu
5 menit

Power
Point

10 menit

Power
Point

5 menit

Tahap

Kegiatan
Pendidik
Sebutkan
3
dari 5 tujuan
pengaturan
nutrisi
bagi
penderita
penyakit ginjal
kronik
Sebutkan cara
pengaturan
nutrisi
bagi
penderita
penyakit ginjal
kronik!
b. Memberikan
kesimpulan
c. Menutup materi
dan
memberikan
salam

Kegiatan
Peserta Didik

Metode

Media

Alokasi
Waktu

Menjawab
salam
penutup.

8. Daftar Pustaka
Price, Sylvia A. Wilson, Lorraine M. 2006. Patofisiologi. Jakarta: EGC
Direktorat Bina Gizi. 2011. Diet Penyakit Ginjal Kronik. Jakarta: Kementerian
Kesehatan RI
Kresnawan, Triyani. 2012. Diet Protein dan Penggunaan Protein Nabati Pada
Penyakit Ginjal Kronik. Jakarta: FKUI

9. Lampiran Materi

Pengertian Penyakit Ginjal Kronik


Penyakit ginjal kronik adalah hilangnya fungsi ginjal yang terjadi secara
bertahap. Ketika itu terjadi maka cairan, elektrolit dan kotoran akan bercampur
di dalam darah. Penyakit

ginjal kronis mungkin tidak akan terlihat jelas

sampai fungsi ginjal menurun secara signifikan.

Penyebab penyakit ginjal kronik


1.

Hipertensi tak terkontrol

2.

Diabetus mellitus

3.

Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)

4. Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ


ginjal itu sendiri
5. Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau
dampak dari penyakit darah tinggi.

Tujuan pengaturan nutrisi bagi penderita penyakit ginjal kronik


1. Mencukupi kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan pasien agar status gizi
optimal.
2. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
3. Menghindari terjadinya penumpukan produk sisa metabolisme.
4. Pasien mampu melakukan aktivitas normal sehari-hari.

Cara pengaturan nutrisi bagi penderita penyakit ginjal kronik


1. Bahan Makanan Yang Dianjurkan
o Sumber Karbohidrat : nasi, roti putih, mie, makaroni, spageti, sagu,
lontong, bihun, jagung, makanan yang dibuat dari tepung-tepungan,
gula, madu, sirup, jam, permen, dll.

o Sumber protein : Telur, ayam, daging, ikan, hati, susu skim, susu full
krim, es krim, yogurt, kerang, cumi, udang, kepiting, lobster, sesuai
anjuran. Bahan makanan pengganti protein hewani yaitu hasil olahan
kacang kedele seperti tempe, tahu, susu kacang kedele.
o Sumber lemak: minyak kelapa, minyak jagung, minyak kedele,
margarin rendah garam, mentega.
o Buah-buahan : nanas, pepaya, jambu biji, sawo, pear, strawberi, apel,
anggur, jeruk manis, dll dalam jumlah sesuai anjuran
o Sayur-sayuran : ketimun, terung, tauge, buncis, kangkung, kacang
panjang, kol, kembang kol, selada, wortel, jamur dll dalam jumlah
sesuai anjuran
2. Bahan Makanan Yang Tidak Dianjurkan
o

Bahan makanan tinggi kalium bila hiperkalemia : alpukat, pisang,


belimbing, durian, nangka, kelapa muda, daun singkong, paprika,
bayam, daun pepaya, jantung pisang, kelapa, kacang tanah, kacang
hijau, kentang, ubi, singkong, pengganti garam yang menggunakan
kalium.

Air minum dan kuah sayur yang berlebihan.

Hindari/ batasi makanan tinggi natrium pada penderita hipertensi


dan edema. Makanan tinggi natrium diantaranya garam, vetsin,
penyedap rasa/kaldu kering, makanan yang diawetkan, dikalengkan
dan diasinkan, ikan asin, telur asin, minuman bersoda dan minuman
kemasan (kecuali air mineral).

3. Cara mengurangi kalium dari bahan makanan :


o

Cuci sayuran, buah dan bahan makanan lain yang telah dikupas dan
dipotong-potong

Rendam bahan makanan dalam air hangat yang banyak selama 2


jam.

Air dibuang dan bahan makanan dicuci dalam air mengalir selama
beberapa menit.

Setelah itu masaklah. Lebih baik lagi jika air yang digunakan untuk
memasak banyaknya 5 kali bahan makanan.

4. Contoh pengaturan makanan pada Tn.A (45 tahun) dengan penyakit


ginjal kronik dengan BB= 50 Kg, TB= 170 cm
Kebutuhan energi: 35x50= 1750kkal/hari
Kebutuhan protein: 0,6x50=30 gr
Waktu
Pagi

Pk 10.00
Siang
Pk 16.00
Sore

Nasi
Tumis Tahu
Madu
Susu
Kue Talam
Teh
Nasi
Rolade Daging
Cap-cay Goreng
Kue Mangkok
Sirup
Nasi
Ayam Goreng
Sayur Buncis-Wortel
Pepaya

Menu
Gram
100
75
40
15
50

URT
gls
1 ptg sdg
2 saset
3 sdm
1 porsi

150
50
50
50
30
150
40
50
100

1 gls
1 ptg sdg
gls
1 ptg sdg
3 sdm
1 gls
1 ptg sdg
gls
1 ptg

*URT = ukuran rumah tangga, sdm = sendok makan, ptg = potong, gls = gelas,
sdg = sedang, btr = butir, bks = bungkus