Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM

EKSTRAKSI ENZIM AMILASE DARI KECAMBAH KACANG HIJAU


(AMILASE ENZYME EXTRACTION OF MUNG BEAN SPROUTS)

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknologi Enzim Industri
Dosen Pengampu: Shinta Maharani, S.TP., M.Sc.

Disusun Oleh:
Kelompok 1
Annisa Jihan Hasheena (1401965)
Armand Dimas Cantona (1401583)
Dessy Chintya Ernande (1405974)
Lani Meita Indah Furi (1401071)
Nadya Nanda Mutiara (1405514)
Nur Walimah Utami (1403422)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2016

EKSTRAKSI ENZIM AMILASE DARI KECAMBAH KACANG HIJAU


(AMILASE ENZYME EXTRACTION OF MUNG BEAN SPROUTS)
Annisa Jihan Hasheena (1401965)1, Armand Dimas (1401583)2, Dessy Chintya
Ernande (1405974)3, Lani Meita Indah Furi (1401071)4, Nadya Nanda Mutiara
(1405514)5, Nur Walimah Utami (1403422)6
Kelompok 1
Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri
Fakultas Pendidikan Dan Teknologi Kejuruan
Universitas Pendidikan Indonesia

ABSTRAK
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis dalam
suatu reaksi kimia organik, salah satu enzim yaitu enzim amilase yang mampu
mengkatalis proses hidrolisa pati untuk menghasilkan molekul lebih sederhana seperti
glukosa, maltosa, & dekstrin. Untuk mendapatkan ekstrak enzim amilase kasar, dapat
dilakukan melalui proses penyaringan kecambah kacang-kacangan. Misal, kandungan
enzim amilase yang tinggi terkandung pada kecambah kacang hijau. Jurnal ini akan
membahas tentang pengaruh perbandingan berat kecambah dan pelarut yang digunakan
dalam ekstraksi enzim amilase dengan menggunakan metode Dinitrosalicylic (DNS),
DNS yakni suatu senyawa yang mampu menyerap radiasi gelombang elektromagnetik
pada 540 nm dengan kuat. Hasil yang didapat dari persamaan y = bx + a, dengan
ditunjukkan x = 0,0299. Itu menunjukkan sebagai gula tereduksi.
Kata Kunci: Enzim Amilase, Ekstraksi, DNS, Buffer, dan Aktivitas Enzim.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRACT
Enzymes are biomolecules such as proteins that function as a catalyst in a
chemical reaction of organic, one of the enzymes is amylase that capable of catalyzing
the hydrolysis of starch to produce simpler molecules such as glucose, maltose, &

dextrin. To get rough amylase enzyme extract, it can be done through the sprouts beans
screening process. For example, a high content of amylase enzymes that contained in
mung bean sprouts. This journal will discuss the influence of the sprouts weight ratio
and solvents used in the extraction of enzyme using Dinitrosalicylic (DNS) methods,
DNS is a compound that is capable of absorbing electromagnetic wave radiation at .
540 nm strongly. The results obtained that the equation of y = bx + a, with the indicated
x = 0,0299. It shows the reducing sugar.
Keywords: Enzyme Amylase, Extraction, DNS, Buffer, & Enzyme Activity.

PENDAHULUAN
Pemanfaatan enzim banyak diaplikasikan secara luas terutama dalam proses
pengolahan pangan komersial. Sebagian besar kebutuhan enzim masih dipenuhi dengan
jalan impor. Hal tersebut tidak menguntungkan dari segi devisa dan pengembangan
bioteknologi di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk
menghasilkan enzim sehingga kebutuhan dalam negeri dapat diatasi.
Sumber enzim dapat diperoleh dari tanaman, hewan dan mikroorganisme. Salah
satu enzim pemecah pati adalah enzim -amilase. Amilase merupakan enzim yang
penting dalam bidang pangan dan bioteknologi. Amilase merupakan enzim yang
mengkatalisis reaksi hidrolisis pati menjadi gulagula sederhana. Amilase mengubah
karbohidrat yang merupakan polisakarida menjadi maltosa (alfa dan beta) ataupun
glukosa (gluko amilase). Amilase dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti tanaman,
binatang dan mikroorganisme. Saat ini sejumlah enzim amilase telah diproduksi secara
komersial. Penggunaan mikroba dianggap lebih prosepektif karena mudah tumbuh,
cepat menghasilkan dan kondisi lingkungan dapat dikendalikan (Nur Hidayat, 2008).
Produksi enzim amilase dapat menggunakan berbagai sumber karbon. Contohcontoh
sumber karbon molase, tepung jagung, tepung tapioka, dan sebagainya. Dalam produksi
enzim amilase dengan menggunakan mikroba, pengendalian terhadap faktor lingkungan
adalah sangat penting karena dalam produksinya, mikroba dipengaruhi berbagai hal,
seperti suhu dan lama inkubasi, pH awal, jumlah inokulum dan faktor yang berpengaruh
lainnya yang dapat diperoleh melalui eksperimen. Jenis mikroba juga berpengaruh
terhadap jumlah enzim yang dihasilkan. Enzim ini sangat berperan dalam industri
pembuatan roti dan sirup. Enzim amilase banyak terdapat pada kecambah kacangkacangan. Enzim -amilase dalam biji dibentuk pada waktu awal perkecambahan oleh
asam giberilik. Asam giberilik adalah suatu senyawa organik yang sangat penting dalam
proses perkecambahan suatu biji karena bersifat sebagai pengontrol perkecambahan
tersebut.
Pemilihan kacang hijau sebagai sumber enzim -amilase karena dalam bentuk
kecambah mengandung tokoferol (pro vitamin E) 936,4 ppm, fenolik 11,3 ppm.
Senyawa tersebut merupakan antioksidan yang sangat penting terhadap kesehatan

terutama balita. Senyawa fenolik dengan antioksidan lainnya pada konsentrasi rendah
dapat melindungi bahan pangan tersebut dari kerusakan oksidatif. Selain itu, kacang
hijau memiliki kelebihan dari segi ekonomis dan agronomis dibandingkan dengan
tanaman kacang-kacangan lainnya.
Keberhasilan isolasi dan pengujian aktivitas enzim sangat tergantung pada
macam serta kondisi sumber enzim, letak enzim, kecermatan kerja, bahan dan cara
ekstraksi yang dipergunakan serta pengertian sifat-sifat enzim tersebut Enzim -amilase
termasuk ekstraselular, sehingga mengekstraknya relatif mudah.
Uji aktivitas -amilase dengan asam dinitro salisilat (DNS) didasarkan pada
prinsip reaksi reduksi oksidasi. DNS (asam 3,5-dinitrosalisilat) merupakan senyawa
aroma yang akan bereaksi dengan gula pereduksi maupun komponen pereduksi lainnya.
Metode DNS digunakan untuk menentukan total gula pereduksi dalam sampel yang
mengandung karbohidrat. Dalam metode DNS digunakan alat spektrofotometer untuk
mengukur nilai absorbansi sampel (Lehninger AL, 1997). DNS berfungsi sebagai
oksidator akan tereduksi membentuk asam 3-amino-5-nitrosalisilat. Reaksi ini berjalan
dengan suasana basa yang apabila terdapat gula pereduksi pada sampe maka larutan
DNS yang awalnya berwarna kuning akan bereaksi dengan gula pereduksi.
Metode DNS atau metode TRS (Total Raducing Sugar) bertujuan untuk
menentukan kandungan gula pereduksi yang tersisa dari hasil fermentasi sehingga dapat
diketahui kadar alkohol yang terbentuk. Glukosa merupakan gula pereduksi karena
memiliki gugus aldehida sehingga dapat dioksidasi menjadi gugus karboksil. Pada
metode ini, gugus aldehida pada glukosa akan dioksidasi oleh asam 3,5-dinitrosalisilat
menjadi gugus karboksil dan menghasilkan asam 3-amino-5-nitrosalisilat, reaksi ini
berlangsung pada kondisi basa dan suhu tinggi sekitar 90-100C. Senyawa ini memiliki
serapan maksimum pada 510 nm bila diukur absorbansinya dengan menggunakan
spektrofotometer.
Reagen DNS (3,5 dinitro salicilic acid) merupakan suatu reagen yang digunakan
untuk mendeteksi adanya gula pereduksi dalam sampel disakarida maltosa hasil dari
hidrolisis substrat pati oleh enzim amilase. Penentuan aktivitas enzim amilase

ditentukan dari banyaknya gula pereduksi yang terbentuk hasil hidrolisis pati oleh
enzim

amilase. Penentuan kada gula pereduksi (maltosa) dapat dilakukan dengan

dengan menggunakan analisa gula pereduksi yaitu mereaksikan gula pereduksi dengan
reagen DNS (3,5 dinitroaliclic acid) dimana pada suasana basa, gula pereduksi
akan

mereduksi

DNS

menjadi Asam

3-amino-5-dinitrosalisilat

yang

dapat

menyerap dengan kuat radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang


tertentu. Semakin

banyak

amino-5-dinitrosalisilat

gula

yang

pereduksi
terbentuk.

maka
Adanya

semakin

banyak

senyawa

yang

Asam

3-

terbentuk

tersebut ditandai dengan adanya perubahan warna kuning menjadi merah jingga.
Adanya

perubahan warna

tersebut

menandakan

bahwa

telah

terjadi

reaksi

enzimatis yaitu dengan adanya enzim amilase yang mampu merombak pati
menjadi

gula

pereduksi.

Semakin

banyak gula

pereduksi

yang

terbentuk

menunjukkan bahwa semakin tinggi aktivitas enzimamilase untu memecah substrat


pati menjadi gula pereduksi. Tingginya aktivitas enzim amilase ditandai dengan
perubahan warna sampel yang semakin pekat dari sebelumnya
Absorbansi enzim tersebut bisa dilihat dari kurva standar yang telah dibuat.
Kurva standar merupakan kurva yang dibuat dari sederetan larutan standar yang masih
dalam batas linieritas sehingga dapat diregresilinierkan. Kurva standar berfungsi
biasanya digunakan untuk menunjukkan besarnya konsentrasi larutan sampel dari hasil
pengukuran sehingga konsetrasi sampel larutan bisa diperoleh dengan mudah melalui
kurva standar. Kurva standar menunjukkan hubungan antara konsentrasi larutan
(sumbu-x) dengan absorbansi larutan (sumbu-y). Dari kurva standar akan dihasilkan
suatu persamaan yang diregresilinierkan, yaitu persamaan y = mx + c, dengan m:
kemiringan garis, dan c: konstanta.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbandingan berat kecambah dan
pelarut yang digunakan dalam ekstraksi enzim amilase. Ekstraksi adalah proses
penarikan suatu zat dengan pelarut sehingga terpisah dari bahan yang tidak dapat larut
dengan pelarut cair. Seringkali campuran bahan padat dan cair tidak dapat atau sukar
sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis. Misalnya saja, karena
komponennya saling bercampur secara sangat erat, peka terhadap panas, beda sifat-sifat

fisikanya terlalu kecil, atau tersedia dalam konsentrasi yang terlalu rendah. Dalam hal
semacam itu, seringkali ekstraksi adalah satu-satunya proses yang dapat digunakan atau
yang mungkin paling ekonomis.
Teknik ekstraksi sangat berguna untuk pemisahan secara cepat dan bersih, baik
untuk zat organik atau anorganik, untuk analisis makro maupun mikro. Selain untuk
kepentingan analisis kimia, ekstraksi juga banyak digunakan untuk pekerjaan preparatif
dalam bidang kimia organik, biokimia, dan anorganik di laboratorium. Tujuan ekstraksi
ialah memisahkan suatu komponen dari campurannya dengan menggunakan pelarut.

METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu
Praktikum ekstraksi enzim amilase dari kecambah kacang hijau ini
dilaksanakan pada Kamis, 14 April 2016 bertempat di Laboratorium Prodi
Pendidikan Teknologi Agroindustri Lantai 4 Gedung Baru FPTK UPI.

B. Alat dan Bahan


Peralatan yang digunakan dalam praktikum pembuatan kurva standar
maltosa, yakni botol kaca kecil 100 ml, gelas beker kecil, gelas beker besar,
tabung reaksi ulir 10 ml, rak tabung reaksi, kompor listrik, pipet ukur 1 ml, pipet
ukur 10 ml, propipet, botol pancar, kuvet, waterbath, label kecil, tissue, dan
petunjuk waktu. Sedangkan, bahan yang digunakannya adalah maltose, larutan
DNS, aquades, dan es batu.
Peralatan yang digunakan dalam praktikum ekstraksi enzim amilase dari
kecambah kacang hijau antara lain tabung reaksi, propipet, vortex, rak tabung
reaksi, pipet 1 dan 10 ml, gelas beker, kompor listrik, dan petunjuk waktu.
Sedangkan, bahan yang digunakannya adalah kecambah kacang hijau, larutan

buffer pH 5, aquades, Dinitrosalicylic Acid (DNSA), NaOH, Ka-Na-tartrate,


amilum dan es batu.

C. Metode Percobaan
Pembuatan Kurva Standar Maltosa
1.
1.1.

Pengenceran Larutan Maltosa dari 0,40 mg/ml


Cara Pengenceran
Sesuai dengan penggunaan rumus V1. M1 = V2. M2. Pada
pembuatan blanko dengan konsentrasi maltosa, menggunakan volume
larutan maltosa 0,4 mg/ml sebanyak 0 m dan aquades sebanyak 1000 m.
Pada konsentrasi selanjutnya menggunakan perbandingan jumlah yang
sama sesuai rumus. Dan untuk mendapatkan 10 ml larutan maltosa pada
berbagai konsentrasi, pada blanko menggunakan volume larutan maltosa
0,4 mg/ml sebanyak 10 ml dan aquades sebanyak 10ml. Pada konsentrasi
selanjutnya menggunakan perbandingan jumlah yang sama sesuai rumus.

2.
2.1.

Pembuatan Reagent DNS


Cara Pembuatan
Mencampurkan 1 gr DNS acid, 30 gr Ka-Na-Tartrate dan 20 ml
NaOH 2 M, pelarutan sampai 100 ml

3. Pembuatan NaOH 2M
3.1.

Cara Pembuatan
Melarutkan 8 gram NaOH dalam 100ml aquades

4. Pengukuran Absorbansi Kurva Standar

4.1.

Cara Pengukuran
Pertama, memasukkan 1 ml larutan maltosa pada setiap
konsentrasi dan 1 ml reagen DNS dalam tabung reaksi (pengujian
dilakukan

duplo

untuk

setiap

konsentrasi).

Lalu,

melakukan

penghomogenan menggunakan vortex. Setelah homogen, lalu melakukan


pemasanan larutan pada air mendidih selama 5 menit dan mendinginkan
larutan menggunakan air es selama 5 menit. Lalu, melakukan
penghomogenan kembali menggunakan vortex. Setelah itu, melakukan
peneraan kadar absorbansi larutan pada panjang gelombang 540 nm.

Ekstraksi Enzim Amilase dari Kecambah Kacang Hijau


1.

Pembuatan Larutan Amilum 1%

1.1. Cara Pembuatan


Pertama, memanaskan 70 ml aquades hingga mendidih. Lalu,
memasukkan 1 gr soluble starch yang sudah disuspensikan dalam 20 ml
aquades ke dalam air mendidih. Lalu, melakukan pengadukan selama 2
menit dan mendinginkan larutan serta menambahkan aquades sampai
100ml.
2. Pembuatan Buffer Asetat pH 5 (50 mM)
2.1.

Cara Pembuatan
Mencampurkan 14,8 ml asam asetat 0,2 M (11,55 ml asam asetat
dilarutkan dalam 1000 ml aquades) dengan 35,2 ml Na-asetat 0,2 M (16,4 gr
Na asetat dilarutkan dalam 1000 ml aquadest).

3. Ekstraksi enzim amilase dari kecambah kacang hijau dengan pelarut


buffer asetat pH 5 dengan masing-masing variasi perbandingan 1:6, 1:8;
1:10 dan 1:12 (berat kecambah kacang hijau : volume pelarut).

3.1.

Cara Pengujian
Pertama, melakukan penimbangan 2,5 gram kecambah kacang hijau
lalu menghancurkannya menggunakan mortar. Lalu, menambahkan sedikit
demi sedikit pelarut untuk ekstraksi sampai volume yang sesuai dengan
perbandingan yang dipakai pada kecambah kacang hijau yang telah
dihancurkan. Buffer yang dipakai dalam keadaan dingin. Kemudian,
melakukan penyaringan enzim dengan kain saring dan dengan pengulangan
penyaringan menggunakan kertas saring. Setelah itu, mensentrifugasi
ekstrak enzim menggunakan sentrifuse 4000 rpm selama 15 menit. Lalu,
menyimpan ekstrak enzim amilase dalam almari pendingin sebelum dipakai.

4. Pengujian aktivitas enzim amilase dengan pengukuran jumlah gula


reduksi yang dihasilkan (pengukuran gula reduksi dilakukan pada menit ke0)

4.1.

Cara Pengujian
Pertama, memasukkan 200 l substrat amilum 1%, 500 l larutan
buffer pH 5 (50 mM) dan 200 l aquades dalam tabung reaksi. Kemudian,
melakukan pre-inkubasi selama 10 menit pada suhu 60oC di dalam
waterbath. Setelah melakukan pre-inkubasi, kemudian menambahkan
larutan DNS sebanyak 1 ml dan 100 l ekstrak enzim kasar. Lalu,
melakukan penghomogenan larutan menggunakan vortex selama 5 detik.
Setelah homogen, larutan mengalami pemasan pada air mendidih selama 5
menit dan pendinginan menggunakan air es selama 5 menit. Lalu larutan
kembali dihomogenkan menggunakan vortex. Setelah homogen, lalu
melakukan peneraan absorbansi larutan pada panjang gelombang 540 nm
dan mencatat hasilnya.

5. Pengujian aktivitas enzim amilase dengan pengukuran jumlah gula


reduksi yang dihasilkan (pengukuran gula reduksi dilakukan pada menit ke10).
5.1.

Cara Pengujian
Pertama, memasukkan 200 l substrat amilum 1%, 500 l larutan
buffer pH 5 (50 mM) dan 200 l aquades dalam tabung reaksi. Kemudian,
melakukan pre-inkubasi selama 10 menit pada suhu 60oC di dalam
waterbath. Setelah melakukan pre-inkubasi, kemudian menambahkan 100
l ekstrak enzim kasar. Lalu, menginkubasi kembali selama 10 menit
pada suhu 60oC. Setelah inkubasi kedua, lalu menambahkan larutan DNS
sebanyak 1 ml. Lalu, melakukan penghomogenan larutan menggunakan
vortex selama 5 detik. Setelah homogen, larutan mengalami pemasan pada
air mendidih selama 5 menit dan pendinginan menggunakan air es selama 5
menit. Lalu larutan kembali dihomogenkan menggunakan vortex. Setelah
homogen, lalu melakukan peneraan absorbansi larutan pada panjang
gelombang 540 nm dan mencatat hasilnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pembuatan Kurva Standar Maltosa
Konsentrasi Maltosa
0 (blanko)
0,04
0,08
0,012
0,016
0,020
0,024
Ekstraksi Enzim Amilase dari Kecambah Kacang Hijau

Absorbansi
0
0,0615
0,2200
0,3865
0,5570
0,7375
0,9200

Variasi Perbandingan
(duplo)
Blanko
1:8

Absorbansi
Menit ke-0

0,028
-0,018
1:6
-0,013
-0,031
1 : 10
-0,034
-0,011
1 : 12
-0,038
-0,046
*data yang digunakan yaitu : 0,052 dan 0,056

Menit ke-10
0, 373
0,009
-0,041
-0,053
-0,036
0,052*
0,056*
-0,038
-0,045

Amilase adalah golongan glikosida hidrolase, enzim pengurai pati ini dapat
dipilah ke dalam dua kelompok yang secara khas menghidrolisis ikatan (1) 1,6 antar
rantai-rantai dan (2) memutus ikatan 1,4 antar satuan glukosa pada rantai lurus. Pati
mentah, tidak rusak (tidak tergelatinisasi) dan tidak rentan terhadap aktivitas -amilase.
Sebaliknya, -amilase dapat menyerang granul pati utuh secara perlahan-lahan.
Prinsip penggunaan gradien pH dalam proses ekstraksi umumnya menggunakan
larutan buffer, yakni campuran ampholyte (polyamino acid dengan perbedaan sifat
muatan). Pada percobaan ekstraksi amilase dari kecambah kacang hijau digunakan
larutan buffer asetat pH 5 dengan suhu dingin (terkontrol) guna mencegah kemungkinan
aktifitas enzim sebelum pengamatan. Selanjutnya, metode DNS memungkinkan
pengukuran aktifitas enzim berdasar pada warna komplementer yang terabsorbsi
(terserap di dalam larutan) pada panjang gelombang 540 nm. Besarnya nilai absorbansi
secara teoritis berbanding lurus dengan penggunaan variasi waktu kontak enzim
(aktivitas enzim amilase dengan pengukuran jumlah gula reduksi yang dihasilkan).
Selanjutnya, perhitungan konsentrasi amilase yang terkandung dalam bahan
direpresentasikan oleh absorbansi dan disubstitusikan pada persamaan Kurva Standar
Maltosa. Persamaan Konsentrasi Standar Maltosa yang diperoleh adalah y = 3,9732x 0,0649 (dengan nilai Regresi 0,9885).

Pada saat percobaan, pengujian aktivitas enzim amilase dengan pengukuran


jumlah gula reduksi yang dihasilkan ini masing-masing dilakukan secara duplo pada
masing-masing variasi waktu. Sehingga, data absorbansi yang diperhitungkan adalah
nilai rata-rata.
Pada proses perhitungan, masing-masing data pada konsentrasi yang sama
dihitungkan sebagai berikut:
(1) Dari persamaan kurva standar maltosa, y = bx + a = 3,9732x - 0,0649;
( A k a )
(2) Kadar gula reduksi awal/menit ke-0 (mg/ml), G k=
b
Ak = absorbansi kontrol (menit ke-0);
(3) Kadar gula reduksi akhir/menit ke-10 (mg/ml), G s=

( A sa )
b

As = absorbansi sampel (menit ke-10);


(4) kadar gula reduksi akhir, Gh = Gs-Gk;

mol
xV larutan ( ml )
mmol

(5) Aktivitas enzim amilase


mg
t ( menit ) xV enzim ( ml ) xBM Maltosa
mmol
G h xfpx 1000

Gh = kadar gula reduksi hasil hidrolisis enzim


V larutan = Volume larutan sampel (ml) 1 ml
V enzim = Volume enzim yang ditambahkan (ml) 0,1 ml
fp = faktor pengenceran ekstrak enzim kasar
t = waktu inkubasi (menit) 10 menit
BM Maltosa 342 mg/mmol
Dari hasil praktikum, hanya diperoleh nilai absorbansi pada konsentrasi 1:10 pada menit

ke-10 sebagai berikut G s=

( A sa ) ( 0,054(0,0649) )
=
=0,0299 mg / ml
b
3,9732

Sehingga, tidak ada data yang dapat dihitung.

KESIMPULAN

Diperoleh Persamaan Konsentrasi Standar Maltosa adalah y = 3,9732x - 0,0649


(dengan nilai Regresi 0,9885).
Tidak dapat diketahui pengaruh perbandingan (rasio) berat kecambah kacang
hijau dan pelarut (buffer asetat pH 5) dalam ekstraksi enzim amilase karena tidak ada
data yang dapat dihitung.

DAFTAR PUSTAKA
Anam, Khairul. 2010. Produksi Enzim Amilase pdf. IPB.
Anggrahani, Sri. 2009. Pengaruh Lama Pengecambahan Terhadap Kandungan ATo koferol dan

Senyawa

Proksimat

Kecambah

Kacang

Hijau. Jurnal

Publikasi. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.


Bintang, Maria. 2010. Biokimia Teknik Penelitian. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Bernfeld P. 1955. Amylases and : Methods in Enzymology I. New York: Academic
Pr.
Dali, Seniwati., Rugaiyah Arfah., Abdul Karim dan Abd. Rauf Patong. 2013.
Karakterisasi Enzim Amilase Dari Isolat Bakteri Termofilik Bacillus Substilis.
Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin, Makassar.
Dewi, Chandra, dkk. 2005. Produksi Gula Reduksi oleh Rhizopus oryzae dari Substrat
Bekatul. Bioteknologi 2 (1): 21-26. Jurusan Biologi FMIPA. UNS. Surakarta.
Erina, Henny. Kajian Biomedik Enzim Amilase dan Pemanfaatannya Dalam Industri.
[online]. http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Article-28838-7-HennyBiomedikUSU.pdf [diakses pada 17 April 2016].
Hidayat,

Nur.

2008.

Amilase.

[online]

http://ptp2007.wordpress.com/2008/05/15/amilase/ [diakses pada Minggu, 17


April 2016].
Lailatul K, Lela, dkk. 2010. Efektivitas Biolarvasida Ekstrak Etanol Limbah
Penyulingan Minyak Akar Wangi (Vetiveria zizanoides) Terhadap Larva
Nyamuk. Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 1 No 1 Hal 59-65. Bandung.
Lim Chai Teo M-L. 2013. Analysis of in vitro Digestibility of Starches and
Microcapsules: Evaluation of Retention and Release of Folic Acid in
Fortification of Food. Thesis. RMIT University.

the

Lehninger, AL. 1997. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga.


Mutia, M., dkk. Isolasi dan Karakterisasi Enzim Amilase dari Akar Rimpang
Alang-alang. Jurnal Publikasi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Hasanuddin
Makassar.
Poedjiadi, Anna. 2006. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: UI Press.
Ramadhan, Haries. 2010. Pengaruh Konsentrasi Etanol, Suhu dan Jumlah Stage Pada
Ekstraksi Oleoresin Jahe (Zingiber officinale rosc) secara Batch pdf. UNDIP
Semarang.
Rahmansyah, I Made. 2003. Optimasi Analisis Amilase Dan Glukanase Yang Diekstrak
dari Miselium Pleurotus Ostreatus Dengan Asam 3,5 Dinitrosalisilat. Berk.
Penel. Hayati: 9 (7-12). LIPI Bogor.
Sari, L.D.A. 2004. Hubungan Aktivitas Enzim Amilase dengan Perkecambahan
pada Tiga Varietas Kedelai (Glycine max (L) Marill) yang Berbeda. [online]
http://eprints.undip.ac.id. FMIPA UNDIP. [diakses pada Minggu, 17 April
2016].
Suarni & Patong, R. 2007. Potensi Kecambah Kacang Hijau sebagai Sumber
Enzim Amilase. Jurnal Publikasi. Vol.7(3). Hal.332-336.
Tosari, A. A. 2008. Aktivitas Enzim Amilase. Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin Makassar.

LAMPIRAN

1. LAMPIRAN PERHITUNGAN
Kadar Gula Reduksi Awal/menit ke-0 (mg/ml)
Gk=

( Aka)
b

Gk=

00,064
3,973

Gk=0

Gs=

Kadar Gula Reduksi Akhir/menit ke-10 (mg/ml)

( Asa)
b
0,054 = 3.973x - 0.064
0,054 + 0,064 = 3,973x
0,118 = 3,973x
X = 0,0299
Jadi, kadar gula reduksi akhir

Gh=GsGk
Gh=0,02990=0,0299

Aktivitas Enzim Amilase


mol
Gh x fp x 1000
x Vlarutan(ml)
mmol
mg
10 ( menit ) x Venzim ( ml ) x BMmaltosa
mmol

Konsent
rasi

0
0.04
0.08
0.12
0.16
0.20
0.24

RataRata
Absorb
ansi
0
0.0615
0.22
0.3865
0.557
0.738
0.92

mg
mol
x 10 x 1000
x 1 ml
ml
mmol
mg
10 menit x 0,1 ml x 342
ml

0,0299

299
= 0,8743
342
2. KURVA STANDAR MALTOSA

1
0.8

f(x) = 3.97x - 0.06


R = 0.99

0.6
0.4

Linear ()

0.2
0
0

0.2
0.4

3. LAMPIRAN GAMBAR

Pembuatan Kurva Standar Maltosa

Ekstraksi Enzim Amilase dari Kecambah Kacang Hijau

LEMBAR KONTRIBUSI
Nama Anggota

Kontribusi

Annisa Jihan Hasheena

Cover dan Abstrak

Lani Meita Indah Furi

Pendahuluan dan Lembar Kontribusi

Dessy Chintya Ernande

Metode dan Hasil Pengamatan

Nur Walimah Utami

Pembahasan dan Kesimpulan

Armand Dimas Cantona

Lampiran-Lampiran

Nadya Nanda Mutiara

Daftar Pustaka dan Penyusun

catatan : semua anggota kelompok berkontibusi selama praktikum dan pada


pembuatan hasil pengamatan.