Anda di halaman 1dari 10

undefined

undefined

Training and development


Posted by bean

A. Pengertian

Pengertian Training dan development menurut Andrew F. Sikula (1976)

Pelatihan (Training) adalah proses pendidikan jangka pendek dengan menggunakan


prosedur yang sistematis dan terorganisir sehingga karyawan operasional belajar
pengetahuan teknik pengerjaan dan keahlian untuk tujuan tertentu.

Pengembangan (development) merupakan proses pendidikan jangka panjang yang


mengacu pada masalah staf dan personel dengan menggunakan prosedur yang
sistematis dan terorganisir sehingga tenaga kerja manajerial mempelajari pengetahuan
konseptual dan teoritis untuk tujuan umum.

B. Tujuan

Tujuan Pelatihan dan pengembangan secara umum adalah :

1. Meningkatkan produksi

Dengan pengembangan produktivitas kerja karyawan akan meningkat, kualitas dan


kuantitas produksi semakin baik. Karena technial skill, human skill, dan managerial skill
karyawan yang semakin baik.

2. Meningkatkan mutu

Pelatihan dan pengembangan yang tepat juga dapat meningkatkan kualitas atau mutu
keluaran. Hal ini dapat dilihat dari segi konseptual, kepemimpinan serta moral karyawan.

3. Meningkatkan ketepatan dan perencanaan SDM


Pelatihan dan pengembangan yang tepat dalam membantu perusahaan untuk memenuhi
keperluan akan tenaga kerja. Dalam hal ini berfungsi sebagai efisiensi tenaga, waktu,
bahan baku dan sebagainya.

4. Meningkatkan semangat kerja

Iklim dan suasana organisasi pada umumnya menjadi lebih baik jika perusahaan
mempunyai program pelatihan. Suatu rangkaian reaksi positif dapat dihasilkan dari
program pelatihan yang baik.

5. Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja

Pelatihan yang tepat dapat membantu menghindari timbulnya kecelakaan diperusahaan


yang dapat menimbulkan lingkungan kerja yang aman dan sikap mental yang lebih stabil.

6. Menghindari keusangan (obsolescence)

Usaha pelatihan dan pengembangan diperlukan secara terus menerus agar para tenaga
kerja dapat mengikuti perkembangan terakhir dalam bidang kerja mereka masing-masing.

7. Menunjang pertumbuhan pribadi (personal growth)

Pelatihan dan pengembangan tidak hanya menguntungkan perusahaan tapi juga


menguntungkan tenaga kerja sendiri. Dengan pelatihan dan pengembangan kariri
karyawan akan meningkat sesuai dengan keahlian masing-masing.

8. Meningkatkan pelayanan terhadap konsumen

Pelatihan dan pengembangan karyawan akan memberikan manfaat yang baik bagi
konsumen karena mereka memperoleh barang atau pelayanan yang lebih bermutu.

C. Prinsip dan Karakteristik


Prinsip pengembangan adalah peningkatan kualitas dan kemampuan bekerja karyawan (baik
karyawan lama maupun karyawan baru) dengan program atau jenis rencana yang konkret.
Contoh : sasaran, kebijaksanaan, prosedur, anggaran dan waktu pelaksanaan.

Pengembangan dan pelatihan memiliki beberapa karakteristik, diantaranya :

- Orientasi Sistem

Dalam hal ini, orientasi sistem berfokus pada pertalian semua bagian perusahaan dimana
masing-masing pihak saling bekerja sama dalam menanggulangi masalah. Ada interaksi
dalam mencurahkan perhatian terhadap hubungan kerja dan hubungan pribadi.

- Penanggulangan agen perubahan

Yaitu : orang-orang yang berperan merangsang dan mengkoordinasi perubahan dalam


perusahaan

- Strategi Pemecahan Masalah

Pelatihan dan pengembangan pada proses pemecahan masalah. Karyawan dilatih untuk
mengidentifikasi dan memecahkan masalah sesuai dengan teori dan pengalaman yang
diperoleh.

- Umpan Balik

Pelatihan dan pengembangan bergantung pada umpan balik dari karyawan sehingga
mereka memiliki data yang berguna sebagai dasar keputusan. Umpan balik mendorong
mereka untuk memahami, bagaimana persepsi orang lain terhadap mereka dan
melakukan tindakan memperbaiki diri.

- Orientasi Kontingensi

Pelatihan dan pengembangan berpotensi pada situasi dan kontingensi karena pelatihan
dan pengembangan merupakan pendekatan yang bersifat adaptif dengan kebutuhan
tertentu.
- Pembelajaran Eksperimensial

Dalam lingkungan pelatihan karyawan mengalami berbagai hal yang harus dihadapi
dalam dunia kerja. Selanjutnya mereka dapat membahas dan menganalisa pengalaman
langsung mereka dan belajar dari hal tersebut.

- Nilai Humanistik

Pelatihan dan pengembangan umumnya berdasarkan nilai humanistik yaitu keyakinan


positif tentang potensi dan keinginan orang-orang untuk tumbuh.

- Pembinaan Team

Tujuan umum pelatihan dan pengembangan adalah membina kerja tim yang lebih baik
dalam perusahaan secara keseluruhan.

D. Penyusunan Program Pelatihan dan Pengembangan

a. Identifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan : dengan job study dan assessment

Yaitu dengan identifikasi kebutuhan analisis ini akan diperoleh data tentang pengetahuan,
ketrampilan, dan sikap khusus yang masih perlu diajarkan atau dilatihkan.

b. Penetapan sasaran pelatihan dan pengembangan

a. Sasaran umum disesuaikan dengan tujuan umum.

b. Sasaran khusus :

i. Sasaran kognitif

Adalah sasaran yang menggambarkan perilaku kognitif pada karyawan.

ii. Sasaran afektif

Adalah sasaran yang berkaitan dengan perasaan dan sikap


iii. Sasaran psikomotor

Adalah sasaran yang meliputi perilaku gerak.

iv. Penetapan kriteria keberhasilan dengan alat ukunya

v. Penetapan metode pelatihan

vi. Percobaan dan revisi

vii. Implementasi dan evaluasi

E. Metode Pengembangan dan pelatihan

Metode pelatihan

a. On the Job

Peserta pelatihan langsung bekerja untuk meniru suatu pekerjaan dibawah bimbingan
pengawas. Dapat juga menggunakan bagan, pedoman, contoh sederhana, demonstrasi
dan lain-lain.

b. Vestibule

Metode latihan yang dilakukan dalam kelas atau laboratorium untuk memperkenalkan
pekerjaan kepada karyawan baru dan melatih mereka mengerjakan pekerjaan tertentu.

c. Demonstration dan example

Metode latihan yang dilakukan dengan cara peragaan dan penjelasan teknik bagaimana
cara-cara mengerjakan suatu pekerjaan melalui suatu contoh atau percobaan yang
didemonstrasikan.

d. Simulation
Situasi atau kejadian yang ditampilkan semirip mungkin dengan situasi nyata tapi hany
merupakan tiruan saja. Simulasi merupakan teknik untuk mencontohkan semirip
mungkin terhadap konsep nyata dari pekerjaan yang akan dijumpai.

e. Apprentlceship

Metode untuk mengembangkan keahlian lapangan sehingga karyawan yang


bersangkutan dapat mempelajari segala aspek dari pekerjaannya.

f. Classroom methods

Terbagi dalam 7 metode :

Kuliah

Metode kuliah diberikan dalam kelas. Pelatih mengajarkan teori-teori yang


diperlukan dan peserta mencatat dan menginterpretasikan. Cenderung diterapkan
dengan komunikasi searah.

Conference (rapat)

Pelatihan menggunakan makalah tertentu dan peserta training ikut berpartisipasi


dalam memecahkan masalah di makalah tersebut. Ada interaksi aktif dar peserta
dan pelatih sehingga ide saran bagi pengembangan perusahaan dapat optimal.

Program instruksi

Merupakan bentuk training dimana peserta dapat belajar sendiri karena langkah-
langkah pekerjaan sudah diprogram. Biasanya sudah diprogram dengan komputer,
buku dan lain sebagainya.

Metode study kasus


Dalam teknik ini, pelatih memberikan suatu kasus pada peserta training. Peserta
ditugaskan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis situasidan merumuskan
penyelesaiannya.

Dengan metode khusus diharapkan peserta dapat meningkatkan kecakapan dan


ketrampilan dalam mengambil keputusan.

Role playing

Teknik ini menekankan pada sandiwara, jadi beberapa peserta ditunjukan untuk
memainkan peran dalam sebuah organisasi tiruan.

Metode Diskusi

Metode diskusi dilakukan dengan melatih peserta untuk berani memberikan


pendapat dan rumusannya serta bagaimana meyakinkan orang lain agar percaya
pada pendapatnya.

Metode Seminar

Metode seminar bertujuan mengembangkan keahlian dan kecakapan peserta. Untuk


menilai dan memberikan saran-saran yang konstruktif mengenai pendapat orang
lain.

Metode pendidikan

Training Methods

Semacam Classroom Methods

Under studies

Teknik pengembangan yang dilakukan dengan praktek langsung bagi seseorang


yang dipersiapkan untuk menggantikan jabatan atasannya.
Job Rotation

Teknik pengembangan yang dilakukan dengan cara memindahkan peserta dari suatu
jabatan ke jabatan lain secara periodik untuk menambah keahlian dan kecakapan
pada setiap jabatannya.

Coaching and Counseling

Coaching adalah metode pendidikan dengan cara atasan mengajarkan keahlian dan
ketrampilan kerja kepada bawahannya. Memerlukan supervisor sebagai petunjuk
dan pengevaluasi tugas.

Counseling adalah pendidikan dengar melakukan diskusi antara pekerja dengan


manager mengenai hal-hal yang bersifat pribadi.

Junior Board Of Execetive

Merupakan suatu komite penasehat tetap yang terdiri dari calon-calon manager
yang ikut memikirkan atau memecahkan masalah-masalah perusahaan kemudian
akan direkomendasikan kepada manager.

Committe Assigment

Yaitu komite yang dibentuk untuk menyelidiki, mempertimbangkan, menganalisa


dan melaporkan suatu masalah kepada pimpinan.

Business Games

Permainan bisnis adalah pengembangan yang dilakukan dengan di adu untuk


bersaing memecahkan masalah tertentu. Permainan disusun dengan aturan-aturan
tertentu yang diperoleh dari teori ekonomi atau studi operasi bisnis.

Sensituity Training
Sensituity training dimaksudkan untuk membantu para karyawan agar lebih
mengerti tentang diri sendiri, menciptakan pengertian yang lebih mendalam
diantara para karyawan dan mengembanagkan keahlian setiap karyawan yang
spesifik.

Other Development Method

Metode-metode dari para pakar organisasi.

F. Program Training and Development

Program yang ideal adalah program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi yang
bersangkutan. Dengan cara ini konsultan atau agen perubahan bersama-sama dengan pimpinan
teras dapat menyusun program untuk memenuhi kebutuhan khas organisasi. Akan tetapi, banyak
konsultan yang telah menyusun program mereka sendiri berdasarkan kerangka dasar tertentu
yang dapat meliputi gagasan mereka.

Kendala

Kendala pengembangan yang dilaksanakan selalu ada dan kita harus berusaha membenahi
pengaruh dari kendala tersebut. Kendala-kendala bisa menghambat pelaksanaan latihan dan
pendidikan, sehingga sasaran yang tercapai kurang memuaskan. Kendala-kendala tersebut antara
lain :

a. Peserta

Peserta yang mempunyai latar belakang yang berbeda akan mengakibatkan kesulitan dan
penghambat kelancaran dan pelaksanaan latihan karena daya tangkap, persepsi dan daya
nalar mereka terhadap pelajaran yang diberikan berbeda.

b. Pelatih atau instruktur

Pelatih atau instruktur yang ahli dan cakap mentransfer pengetahuannya kepada para
peserta didik sulit didapat akibatnya sasaran yang diinginkan tidak tercapai.
c. Fasilitas pengembangan

Fasilitas sarana dan prasarana pengembangan yang dibutuhkan untuk latihan dan
pendidikan sangat kurang memenuhi standar.

d. Kurikulum

Kurikulum yang ditetapkan dan diajarkan kurang serasi atau menyimpang serta tidak
sistematis untuk mendukung sasaran yang diinginkan oleh pekerjaan atau jabatan peserta
bersangkutan.

e. Dana pengembangan

Dana yang tersedia untuk pengembangan sangat terbatas, sehingga sering dilakukan
secara terpaksa, bahkan pelatih maupun sarananya kurang memenuhi persyaratan yang
dibutuhkan.

Tindak lanjut pengembangan adalah penilaian prestasi kerja karyawan oleh manager
personalia san atasan langsung karyawan yang