Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN PRAKTIKUM GARNISH

Disusun untuk Memenuhi Mata Kuliah Fundamental of Diet and Cullinary


yang Diampu Oleh Laksmi Karunia Tanuwijaya, S.Gz, M.Biomed

Disusun oleh :
Kelas 2A2

Jurusan Gizi Kesehatan


Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya
2016
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Semua jenis makhluk hidup membutuhkan makanan untuk bertahan hidup,
tidak terkecuali manusia juga membutuhkan makanan. Tetapi ada suatu hal yang
membedakan manusia dengan makhluk hidup lain yang berhubungan dengan
makanan, yaitu manusia menikmati makanan tidak hanya dengan indera perasa tetapi
juga dengan indera penglihatan, penciuman dan peraba. Misalkan anda memesan
makanan di restoran, sebelum makanan itu anda makan, pasti terlebih dahulu dilihat
bentuknya dan presentasinya, daya jual dan harga sebuah sajian makanan juga bisa
meningkat jika tampilan dan presentasi sajian tersebut menarik. Ada banyak teknik
yang ada yang berguna untuk mempercantik salah satunya merupakan dengan
memberikan garnish.
Selain untuk mempercantik dan menambah daya jual makanan, garnish juga
bisa digunakan untuk membantu pekerjaan seorang dietisyen dalam melaksanakan
tugasnya. Tugas dietisyen adalah memastikan kliennya memiliki status gizi yang
baik dan pola makan yang sehat, bagi seorang dietisyen untuk bisa menjalankan
tugasnya dengan baik, seorang dietisyen harus bisa memastikan kliennya mau
memakan makanan yang disajikan oleh dietisyen tersebut hal ini bisa dicapai dengan
cara mempercantik makanan yang disajikan dengan garnish sehingga klien yang
awalnya tidak ingin makan menjadi ingin memakan dan menghabiskan makanan
yang disajikan.
Berdasarkan inilah teknik pembuatan garnish menjadi salah satu skill yang
penting dan harus dipelajari bagi seorang calon dietisyen.

1.2 Tujuan Praktikum


1. Mengetahui macam-macam bahan yang bisa dipakai untuk membuat garnish.
2. Mengetahui metode-metode pembuatan garnish.
3. Memraktekkan secara langsung macam-macam garnish yang ada.
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

1. Daun Bawang

Kingdo : Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Liliaceae (suku bawang-bawangan)
Genus : Allium
Spesies : Allium fistulosum L.
(Plantamor, tt)

Daun bawang adalah jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak
digunakan dalam masakan Daun bawang terbagi menjadi dua macam yaitu daun
bawang bakung atau bawang semprong/sibol yang dalam bahasa latin disebut allium
fistulosum dan daun bawang prei atau leek, dalam bahasa latin disebut allium porrum.
Kedua daun bawang tersebut memiliki ciri fisik yang berbeda. Daun bawang
bakung/semprong/sibol mempunyai umbi kecil, berdaun bulat, panjang, serta memiliki
lubang seperti pipa. Sedangkan daun bawang prei/leek tidak mempunyai umbi,
berdaun panjang, pipih, serta memiliki pelepah yang panjang dan liat. . Daun bawang
merupakan sumber vitamin A, K, dan E, karoten, xanthin serta kaya akan antioksidan
dan mineral yang sangat baik untuk tubuh (Kabarimbo, tt).

2. Kentang (Solanum tuberosum L.)


Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus : Solanum
Spesies : Solanum tuberosum L.
Kentang merupakan tanaman umbi-umbian dan tergolong tanaman berumur
pendek. Tumbuhnya bersifat menyemak dan menjalar dan memiliki batang berbentuk
segi empat. Batang dan daunnya berwarna hijau kemerahan atau berwarna ungu.
Umbinya berawal dari cabang samping yang masuk ke dalam tanah, yang berfungsi
sebagai tempat menyimpan karbohidrat sehingga bentuknya membengkak. Umbi ini
dapat mengeluarkan tunas dan nantinya akan membentuk cabang yang baru (Aini,
2012).

Kentang terdiri dari beberapa jenis dan beragam varietas. Jenis-jenis tersebut
memiliki perbedaan bentuk, ukuran, warna kulit, daya simpan, komposisi kimia, sifat
pengolahan dan umur panen. Berdasarkan warna kulit dan daging umbi, kentang
terdiri dari tiga golongan yaitu kentang kuning, kentang putih, dan kentang merah.
Kentang kuning memiliki beberapa varietas yaitu varietas Pattrones, Katella, Cosima,
Cipanas, dan Granola. Kentang putih memiliki varietas Donata, Radosa, dan Sebago.
Varietas kentang merah yaitu Red Pontiac, Arka, dan Desiree. Jenis kentang yang
paling digemari adalah kentang kuning yang memiliki rasa yang enak, gurih, empuk,
dan sedikit berair (Aini, 2012).

Karakteristik kentang yang dapat diolah adalah kentang yang memiliki kandungan
zat padat yang tinggi, tekstur, warna, kandungan gula rendah, terutama gula-gula
pereduksi, tingkat kemasakan yang lanjut, relatif bebas dari penyakit, dan kehilangan
pengupasan yang rendah. Kentang dengan kandungan zat padat yang tinggi pada
umumnya menghasilkan produk-produk pengeringan yang mempunyai tekstur
bertepung. Kandungan zat padat yang tinggi diinginkan pula untuk keripik kentang
atau pati kentang (Pantastico, 1993).

3. Tomat

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Trancheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum lycopersicum L.

Tomat merupakan jenis sayuran yang sangat populer dikonsumsi baik sebagai buah
segar, sebagai salad, maupun dikonsumsi dalam bentuk jus tomat. Tomat merupakan
tanaman perdu dengan tinggi berkisar 1-3 meter yang berasal dari Amerika Tengah,
Selatan, Peru, dan Meksiko. Tomat bermanfaat untuk menurunkan resiko penyakit jantung
dan berbagai kanker (Klasifikasi Tanaman, 2013).

4. Bawang Bombay

Bawang bombay adalah sejenis bawang yang biasa digunakan dalam memasak
makanan di Indonesia, tidak hanya digunakan sebagai hiasan tapi juga bagian dari
masakan karena bentuknya yang besar dan tebal dagingnya.

Bawang bombay memiliki berbagai manfaat pengobatan. Penghuni awal benua


Amerika menggunakan bawang bombay liar untuk mengobati pilek, batuk dan asma serta
untuk mengusir serangga. Dalam pengobatan China, bawang bombay telah digunakan
untuk mengobati radang tenggorokan, batuk, infeksi bakteri dan masalah pernapasan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung penggunaan bawang bombay


untuk meningkatan nafsu makan yang buruk dan mencegah penyempitan pembuluh darah.
Selain itu, ekstrak bawang bombay diakui oleh WHO untuk membatu pengobatan batuk
dan pilek, asma serta bronkitis. Bawang bombay dikenal dapat mengurangi kejang saluran
pernapasan. Sebuah ekstrak bawang bombah diketahui dapat mengurangi sesak napas
akibat alergi pada pasien asma. Bawang bombay adalah sumber yang sangat kaya frukto-
oligosakarida. Oligomer ini merangsang pertumbuhan bakteri sehat sehat bifido dan
menekan pertumbuhan bakteri berbahaya dalam usus besar. Selain itu, mereka dapat
mengurangi resiko tumor berkembang di usus besar.

5. Lemon

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Super Divisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Sapindales

Famili : Rutaceae

Genus : Citrus

Spesies : Citrus x limon (L.) Burm. F.

Tanaman lemon merupakan perdu atau pohon, daunnya berbentuk oval, sayap daun
sempit / marginal, warna bunga kemerahan disertai dengan stamens yang banyak, buahnya
berwarna kuning dengan bentuk membundar (panjang 8-9 cm), kulitnya kasar, dan rasanya
asam, bijinya kecil dengan bentuk ovoid (banyaknya rata-rata 10-15), permukaan biji
halus. Jeruk lemon berbuah sedang tapi pada waktu proses pembungaan berlansung tidak
diganggu oleh angin dan hujan, hasil buahnya akan lebat. Bagian batang kurang tahan
terhadap penyakit tertentu (Martasari dkk., 2008 & Aak, 1994 : 198)

Ciri-ciri lemon yang bagus untuk digunakan sebagai garnish diantaranya, tidak
terdapat bintik-bintik hitam pada bagian luar lemon, kulitnya berwarna cerah, kulitnya
tidak lembek dan tidak kasar, aromanya asam segar, daging buahnya tidak berkerut. Irisan
lemon dapat digunakan sebagai hiasan pada makanan contohnya salad, sekedar garnish
pada daging, dan berbagai minuman. Selain itu, lemon juga dapat digunakan sebagai
campuran dalam berbagai jenis hidangan kue (pastry dan cake) dan bumbu pelengkap
(Tim Cintamela, 2014)

6. Timun

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Super Divisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Sub Kelas : Dillenidae

Ordo : Violales

Famili : Cucurbitaceace

Genus : Cucumis

Spesies : Cucumis sativa L

Mentimun merupakan suatu jenis tanaman merambat yang buahnya dimakan


sebagai lalap dan sayur. Tanaman ini termasuk dalam anggota suku labu-labuan.
Daging buah mentimun mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan.
Di dalam buah terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan
warnanya putih kotor. Daun dan tangkai mentimun bisa dimakan sebagai lalap mentah
atau dikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus, atau disayur. Bisa juga
dibuat acar atau dimakan bersama rujak, mentimun yang baik untuk garnish adalah
mentimun yang kondisinya masih segar, bertekstur keras, bersih, dan berwarna hijau.
(Anonim, 2013).

7. Karamel
Karamel merupakan perubahan wujud dari gula yang dipanaskan sehingga naik
titik didihnya dan meningkatkan kepekatannya. Titik didih gula berada pada suhu 160 C.
Apabila gula dipanaskan melebihi titik didih ini, molekul gula akan memecah dan berubah
wujud. Perubahan ini membuat sifat asli gula jadi berubah pula. Pecahnya molekul gula
ditandai oleh tekstur gula yang berubah menjadi cairan yang lebih lengket berwarna beige
hingga cokelat keemasan (Anonim, 2013).

Karamel biasa digunakan sebagai saus untuk pudding atau juga hiasan. Karamel
memiliki cita rasa manis kepahitan. Semakin gelap warna karamel rasanya juga akan
semakin pahit. Karamel juga sangat mudah gosong jika dimasak terlalu lama, oleh karena
itu dalam pembuatannya tidak boleh lepas dari pengamatan.

8. Strawberry

Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Rosales

Famili : Rosaceae (suku mawar-mawaran)

Genus : Fragaria

Spesies Fragaria x ananassa

(Plantamor, tt)
Tanaman strawberry L pertama kali di temukan di Chili, Amerika. Tanaman ini
adalah tanaman subtropis yang dapat menyesuaikan diri dengan baik di dataran tinggi
yang memiliki temparatur 17-20 derajat celcius dan curah hujan yang baik. Tanaman ini
memiliki buah semu, memiliki bentuk unik yaitu oval dan lonjong berwrana merah jika
sudah tua atau matang dan juga ada berwarna hijau jika masig mudah. Buah ini memiliki
pori-pori di di bagian permukaan buah yang sangat banyak dan bervariasi. Pori tersebut
berwarna kehitaman atau kecoklatan muda. Dan juga buah ini memiliki rasa yang manis
dan juga ada yang kecut atau asam (Kurniawan, tt).

Buah stroberi merupakan sumber Vitamin C yang sangat baik, begitu pula halnya
akan kandungan flavanoids dan phenolic acids. Stroberi juga mengandung fisetin dan
memiliki level tinggi antioksidan dibandingkan buah lainnya. Buah ini sangat rendah akan
lemak jenuh (saturated fats), kolesterol dan sodium. Selain itu, stroberi juga termasuk
sumber mineral potas, mangan, dan iron yang cukup baik, dilengkapi dengan beberapa
vitamin seperti vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B6, vitamin K, vitamin A,
and vitamin E (Web Kesehatan, 2014).
BAB 3
PEMBAHASAN

1. Daun Bawang
Tinjauan Bahan :
- Daun Bawang
- Air
Daun bawang cocok dijadikan garnish dalam penyajian jenis makanan seperti
lumpia, martabak dan lain-lain dengan meletakkannya di samping makanan tersebut.
Metode :
1) Cuci dan bersihkan daun bawang dari kotoran

2) Potong daun bawang 4-6 cm


3) Iris-iris memanjang bagiannya saja

4) Gulung ke arah luar dengan menggunakan bagian luar pisau

5) Rendam dalam air selama 5 menit

Hasil Praktikum Garnish Daun Bawang :


2. Kentang

Tinjauan Bahan :

- Kentang

Metode :

a. Kentang dikupas dan dicuci hingga bersih kemudian diiris-iris tipis dan sediakan lidi
sebagai alat penusuk, bisa juga memakai tusuk gigi

b. Iris salah satu jari-jari kentang seperti pada gambar

c. Buat irisan kentang kecil sebagai putik dan tancapkan pada lidi
d. Kemudian tekuk jari-jari kentang yang sudah diiris

e. Tusuk dengan lidi yang sudah diberi putik

f. Lakukan berulang hingga terbentuk seperti bunga mawar, semakin ke bawah lekukan
kentang semakin lebar
Garnish kentang yang dibuat menjadi lebih cantik seperti bunga mawar yang
terbuat dari kentang. Kentang pada awalnya memiliki bentuk lonjong dan bewarna kuning
kecoklatan namun setelah dibuat menjadi garnish bentuknya menjadi potongan-potongan
tipis yang ditumpuk dan digabung menjadi satu,kemudian disusun rapi dengan tusukan
gigi sehingga membentuk bunga mawar. Garnish dari satu buah kentang dapat dibuat
menjadi 2 garnish bunga mawar.

Dilihat dari proses pembuatannya, tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah.
Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran pada proses pemotongan tipis-tipis pada kentang.
Dibutuhkan keahlian dalam membentuk garnish ini.

Dari hasil praktikum, hasil garnish yang kami buat hasilnya belum terlalu
sempurna layaknya garnish yang dibuat oleh ahli. Hal ini dikarenakan potongan kentang
yang kurang tipis sehingga tidak dapat ditekuk dengan rapi untuk membuat kelopak bunga
mawar. Kentang yang digunakan untuk praktikum juga terlalu kecil, sehingga diameter
kentang kurang lebar untuk membuat kelopak bunga yang bersusun dari kecil ke lebar.
Selain itu, kendalanya pada kurang tajamnya pisau yang digunakan untuk mengiris tipis.
Keahlian dalam mengiris kentang juga sangat berpengaruh dalam rapi atau tidaknya bunga
mawar dari kentang.

Jadi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dibutuhkan bahan kentang yang
masih segar dan juga mempunyai bentuk yang sedikit lonjong,alat yang digunakan harus
tajam agar kentang yang dipotong memiliki ketipisan sesuai dengan yang kita
inginkan,dan ketelatenan untuk mau belajar agar garnish yang dihasilkan memiliki bentuk
dan variasi yang beragam.

3. Tomat

Tinjauan Bahan

- Tomat

Tomat yang digunakan untuk membuat garnish cincin harus memiliki ukuran sedang-
besar. Apabila ukuran tomat terlalu kecil akan susah untuk membentuk cincin yang
diinginkan.
Metode

Berikut adalah cara membuat garnish cincin dari tomat, dengan langkah langkah

1. Potong tomat menjadi dua bagian. Ambil setengah bagian dari tomat dan tidurkan
pada papan pemotong.
2. Potong tomat menjadi bagian yang tipis-tipis. Iris dari atas sampai bawah.
3. Gunakan jari untuk melebarkan irisan pada satu garis. Pastikan jarak antar irisan
sama. Sebagai garis memanjang, gunakan jari untuk memanipulasi irisan menjadi
melengkung pada kedua ujungnya. Lanjutkan hingga terbentuk hampir lingkaran.
Bagian akhir dari tomat akan bertemu.
4. Padatkan lingkaran dengan menekan tomat secara perlahan. Hal ini akan
mengurangi ukuran dan lubang ditengah akan berkurang. Sementara bagian tomat
yang lain akan membentuk spiral.

Garnish yang dibuat dari tomat berbentuk cincin yang memiliki ciri organoleptik yaitu
berwarna merah secara keseluruhan. Kemudian memiliki aroma khas tomat, dan
teksturnya agak lembek karena tomatnya mengeluarkan air. Tomat yang kami dapatkan
saat praktikum dalam keadaan segar, sehingga garnish yang dibuat pun terlihat segar.
Untuk ketepatan prosesnya masih belum sempurna, karena masih ada kesalahan pada saat
mengiris tomat yaitu kurang tipis sehingga pada saat pembentukan garnish, terlihat kurang
cantik. Kesalahan ini diakibatkan karena tidak adanya pisau yang dibutuhkan, yaitu pisau
yang tajam dan tipis.

4. Bawang Bombay

Tinjauan Bahan

Sebelum membuat garnish bunga krisan dari bawang bombay, harus bisa memilih bawang
bombay dengan kualitas yang baik. Bawang bombay dengan kualitas baik dapat ditandai
dengan tidak busuk, berbentuk bulat, utuh, segar, berukuran besar, dan tidak terdapat tanda
kerusakan. Bawang bombay yang cocok digunakan untuk membuat garnish berbentuk
bunga krisan ini adalah bawang bombay dengan ukuran yang tidak terlalu kecil. Jika
ukurannya terlalu kecil, maka akan sulit dibentuk menyerupai bunga krisan yang mekar.

Metode :

Berikut ini adalah langkah-langkah membuat garnish dari bawang bombay berbentuk
bunga krisan :
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Mengupas kulit bawang bombay.
3. Memotong bagian pangkal bawang bombay.
4. Memotong bawang bombay menjadi dua bagian tetapi tidak sampai terpisah.
5. Membuat potongan-potongan lagi hingga sama rata tetapi tidak sampai terpisah.
6. Merendam ke dalam es batu yang telah mencair, hal ini bertujuan agar bawang
bombay bisa berbentuk mekar seperti bunga krisan.
7. Setelah bawang bombay mekar seperti bunga krisan, letakkan garnish tersebut di
atas piring untuk disajikan.
Hasil garnish bawang bombay yang dibentuk menjadi bunga krisan cukup baik. Bawang
bombay bisa berbentuk mekar seperti bunga krisan. Pembuatan garnish ini sudah sesuai
dengan ketetapan bahan dan ketetapan proses. Ketetapan bahan bisa ditunjukkan oleh
pemilihan bahan (bawang bombay) yang baik dengan memperhatikan kualitas bahan.
Bawang bombay yang digunakan sudah dengan kualitas yang baik, yaitu tidak busuk,
berbentuk bulat, utuh, segar, berukuran besar, dan tidak terdapat tanda kerusakan
Selain itu, pembuatan garnish ini juga sudah sesuai dengan ketetapan proses.
Ketetapan proses bisa ditunjukkan dengan pembuatan garnish yang sudah sesuai dengan
prosedur yang ada. Dengan merendam bawang bombay ke dalam es batu yang mencair
tadi maka akan membuat bawang bombay bisa lebih mekar menyerupai bunga krisan.
Sehingga hasil yang diperoleh yaitu bawang bombay dapat dibuat menjadi garnish
berbentuk bunga krisan yang sudah cukup baik.

5. Lemon

Tinjauan Bahan :
-Lemon
Tinjauan Alat:
-Pisau
-Gelas

Metode :

1. Memotong lemon menjadi 2 bagian secara horizontal.

2. Ambil 1 bagian yang ingin diiris. Iris secara horisontal dengan jarak 1cm (berbentuk
roda).

3. Setelah di iris, beri belahan setengah bagian dari jari-jarinya.

4. Letakkan pada hidangan yang telah tersedia. Cocok untuk hidangan minuman.
Garnish Lemon yang dibuat menjadi lebih indah. Dilihat dari proses
pembuatannya, garnish dari lemon ini tidak terlalu sulit. Kualitas lemon yang kami
gunakan dalam praktikum, sudah tidak segar dan warna nya pucat. Dari hasil praktikum,
hasil garnish yang kami buat hasilnya sudah memuaskan. Selain itu, kendalanya pada
kurang tajamnya pisau yang digunakan untuk mengiris. Jadi untuk mendapatkan hasil
yang maksimal dibutuhkan bahan lemon yang masih segar, dan alat yang digunakan harus
tajam agar potongan lemon berbentuk rapih.

6. Timun

a. Tinjauan Bahan

Alat :

Pisau kecil

Telenan

Bahan :

Mentimun

Wortel

b. Metode
Image : wikihow.com
a) Cuci mentimun, biarkan hingga kering. Untuk mempercepat proses pengeringkan
anda bisa menyekanya dengan kain atau tissu.

b) Potong sejajar menjadi dua.


c) Membuat Kelopak bunga. Buatlah kelopak bunga dengan mengiris mentimun
tipis-tipis. Ketika Anda memotong, pastikan Anda menyertakan beberapa potongan
daging mentimun bersama dengan kulitnya. Atur ketipisan potongan dengan jarak
yang rata dan teratur.

d) Potong sampai mendekati bagian bawah mentimun. Jangan terlalu ke bawah,


karena anda harus menjaga agar kelopak tetap utuh.

e) Buatlah irisan tipis di bagian bawah agar mentimun dapat berdiri.


f) Atur posisi kelopak bunga dengan jari-jari Anda. Hati-hati dalam menarik setiap
kelopak bunga, agar tidak ada kelopak yang patah.

g) Buang bagian biji mentimun dengan melubangi bagian tengah mentimun dengan
pisau pengupas. Hati-hati saat anda memotong sekitar area benih. Bersihkan semua
biji yang tersisa dengan pisau.
h) Membentuk kelopak bunga. Potong ujung kelopak mentimun secara diagonal agar
kelopak terlihat seperti bunga sungguhan.

i) Untuk menambah kesan manis, tambahkan sayuran kecil di tengah mentimun.


Anda bisa menggunakan wortel yang diiris lembut, atau bisa menambahkan
beberapa saus.

c. Hasil
Dari garnish mentimun yang dibuat didapatkan hasil yang indah dan menarik.
Garnish dari mentimun dapat dijadikan pemanis pada makanan utama yang
menjadikan makanan tersebut lebih menggugah selera makan.

7. Karamel

A. Tinjauan Bahan
1. 60 gr gula pasir (untuk 3-6 bentuk)
2. 1 sdt butter atau mentega
B. Metode
Dalam pembuatan garnish dari caramel dibutuhkan beberapa alat seperti panci ukuran
sedang untuk memasak gula pasir, sendok kayu untuk mengaduk campuran karamel
dan mentega, sendok untuk membentuk karamel, dan alumunium foil, loyang, atau
wadah anti lengket sebagai alas pembentukan garnish karamel. Berikut adalah langkah-
langkah dalam pembuatan garnish dari karamel.
1. Siapkan panci ukuran sedang lalu masukan gula pasir. Masak dengan api kecil
sampai gula mencair dan berubah menjadi karamel. Selama proses memasak,
goyang-goyangkan panci agar gula tidak gosong.
2. Setelah semua gula menjadi karamel cair, masukan potongan butter. Aduk karamel
sampai tercampur dengan butter.

3. Diamkan karamel sampai mencapai suhu ruang atau teksturnya tidak begitu cair.

4. Siapkan aluminium foil atau loyang diatas meja, tuangkan karamel menggunakan
sendok ke aluminium foil atau loyang tersebut dengan pola menyilang atau sesuai
selera secara halus dan tipis. Karamel juga dapat dibentuk menggunakan stik kayu.
Kita dapat mengoleskan sedikit mentega pada permukaan loyang agar lebih mudah
saat pelepasan caramel yang sudah dibentuk.

5. Lepaskan karamel yang sudah mengeras dari aluminium foil atau loyang, letakkan
pada kue sebagai hiasan.

C. Hasil
Hasil garnish yang dibuat saat praktikum sesuai dengan yang di referensi. Karamelnya
berwarna kuning-kecoklatan transparan. Saat penyajian garnish harus hati-hati agar
tidak patah dan juga harus menghindari bercak sidik jari pada karamel.

8. Strawberry
A. Tinjauan Bahan
Pisau
Tusuk sate atau stik es krim
Piring
Telenan
Strawberry

B. Metode

1) Menempatkan setiap strawberry di tusuk sate atau stik es krim. Ini akan
memudahkan untuk memegang stroberi dengan satu tangan dan bisa
mengukir dengan tangan yang lain.
2) Dorong strawberry. Tempatkan bagian daun pada bagian bawah dan
pastikan tangkai pada buah stroberi sudah hilang.

3) Membuat empat potongan dari bagian bawah buah stroberi untuk membuat
kelopak luarnya terlebih dahulu. Pemotongan harus mengelilingi bagian
bawah buah dan didorong ke arah daerah batang hijau.

4) Lanjutkan dengan membuat tiga atau empat luka potongan seperti langkah
ke-3 sampai pada puncak buah stroberi.

5) Dorong pisau ke bawah melalui bagian atas stroberi secara perlahan dan
jangan sampai patah untuk membuat kelopak akhir.
6) Garnish bunga dari stroberi selesai.

Hasil
Garnish yang dibuat dari buah strawberry berbentuk bunga mawar
memiliki ciri ciri organoleptic berwarna merah, beraroma segar khas strawberry,
dan teksturnya ada yang keras ada yang lembek. Strawberry yang kami dapatkan
ada 8 buah, beberapa ada yang segar dan tidak segar. Pada strawberry yang segar,
garnish lebih mudah dibentuk karena teksturnya yang masih keras. Akan tetapi
pada strawberry yang tidak segar, hasil garnish tidak terlalu bagus karena
teksturnya yang lembek. Untuk ketepatan proses sudah tepat, namun hasilnya
belum memuaskan karena tidak tepatnya bahan.
DAFTAR PUSTAKA

Aak. (1994). Budidaya Tanaman Jeruk, Kanisius, Yogyakarta.

Afini, F. (2015, January 5). RESEP SALTED CARAMEL SAUCE. Retrieved February 17,
2016, from Easy Cooking with Omih: http://www.dapoeromih.com/tag/saus-
karamel/

Anonim. (2013, February 23). Apa itu karamel, gula untuk membuat karamel. Retrieved
February 17, 2016, from femina: http://www.femina.co.id/article/apa-itu-karamel--
gula-untuk-membuat-karamel#

Anonim. 2014. Membuat Bunga Krisan dari Bawang Bombay (Online).


http://www.vemale.com/kuliner/tips-dapur/62963-diy-membuat-bunga-krisan-dari-
bawang-bombay-dengan-gambar.html. Diakses pada tanggal 17 Februari 2016

Atiek. 2014. Tips Cara Membuat Bunga dari Timun. http://www.kliping-


resep.com/2014/03/tips-cara-membuat-bunga-dari-timun.html, diakses pada
tanggal 17 Februari 2016 pukul 13.00

Kabarimbo. tt. Manfaat Daun Bawang untuk Kesehatan. (Online).


http://kabarimbo.com/manfaat-daun-bawang-untuk-kesehatan/. Diakses pada 25
Februari 2016.

Klasifikasi Tanaman. 2013. Klasifikasi tanaman tomat. www.klasifikasitanaman.com/ .


Diakses 24 Februari 2016

Kurniawan, Fredi. tt. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Strawberry.


http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-strawberry (diakses
25 Februari 2016).

Martasari, C., H. Mulyanto. (2008). Teknik Identifikasi Varietas Jeruk. Iptek Hotikultura,
No. 4.
Paul, Italy. 2014. Art In Potato Rose Flowers|Vegetable Carving Garnish|Roses Garnish.
https://www.youtube.com/watch?v=ueRGNF1awP0. (Online). Diakses pada
18 Februari 2016

Plantamor. 2012. Informasi Spesies : Stroberi. http://www.plantamor.com/ (diakses 25


Februari 2016).

Plantamor. tt. Informasi Spesies. (Online).http://www.plantamor.com/index.php?plant=57.


Diakses pada 25 Februari 2016.

Tim Cintamela. 2014. 5 Khasiat Manfaat Lemon Untuk Kulit Wajah. (Online).
http://www.cintamela.com. Diakses pada 24 Februari 2016.
Web Kesehatan. 2014. Stroberi Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya bagi Kesehatan.
http://webkesehatan.com/stroberi-kandungan-nutrisi-manfaat-kesehatan (diakses
25 Februari 2016).