Anda di halaman 1dari 2

Dx : Gangguan Persepsi Sensori

Tujuan :

Gnagguan Pesepsi Sensor teratasi

Kriteria Hasil :

- Pasien dapat mendengar dengan baik tanpa alat bantu pendengaran, mampu menentukan
letak suara dan sisi paling keras dari garputala, membedakan suara jam dengan gesekan
tangan
- Pasien tidak meminta mengulang setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya

Intervensi :

Minimalisasi Rangsangan

Tindakan :

Observasi

- Periksa status mental, status sensori, dan tingkat kenyamanan ( misalnya nyeri, kelelahana)

Terapeutik

- Batasi stimulus lingkungan (misalnya cahya, suara, aktivitas)


- Jadwalkan aktivitas harian dan waktu istirahat
- Kombinasikan prosedur/ tindakan dalam satu waktu, sesuai kebutuhan

Edukasi

- Ajarkan cara meminimalisasi stimulus (mis. Mengatur pencahayaan ruangan, mengurangi


kebisingan, membatasi kujungan)

Kolaborasi

- Kolaborasi dala meminimalkan prosedur/ tindakan


- Kolaborasi pemberian obat yang mempengaruhi persepsi stimulus

Pengekangan Kimiawi
Tindakan :

Observasi

- Idetifikasi kebutuhan untuk dilakukan pengekangan (mis. Agitasi, kekerasan)


- Moitor riwayat pengobatan dan alergi
- Monitor respon sebelum dan sesudah pengekangan
- Monitor tingkat kesadaran, tanda-tanda vital, warna kuit, suhu, sensasi, dan kondisi berkala
- Monitor kebutuhan nutrisi, cairan dan eliminasi

Terapeutik

- Lakukan supervise dan survelensi dalam memonitor tindakan


- Beri posisi nyaman untuk mencegah aspirasi dan kerusakan kulit
- Libatkan pasien dan/atau keluarga dalam membuat keputusan

Edukasi

- Jelaskan tujuan dan prosedur pengekangan


- Latih rentang gerak sendi sesuai kondisi pasien

Kolaborasi :

- Kolaborasi pemberian agen psikotropika untuk pengekangan kimia