Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena
berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.Kemudian
sholawat dan salam selalu kita persembahkan kepada nabi
Muhammad SAW yang selalu kami harapkan syafaatnya di hari kiamat nanti.Dalam
makalah ini kami membahas “Evaluasi dalam Pendidik islam”, suatu pembahasan yang selalu
dikaji bagi Mahasiswa yang baru belajar Ilmu Pendidikan Agama Islam
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah pendidikan
agama islam yang sangat diperlukan oleh para pembaca dalam suatu harapan mendapatkan
pemahaman yang lebih luas terutama bagi paraMahasiswa yang mempelajarinya
Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,

Gondanglegi,11 Januari 2019


Penyusun,

Irma Nur aini

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1

DAFTAR ISI 1

BAB I : PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 4

B. Rumusan Masalah 4

C. Tujuan 4

BAB II : PEMBAHASAN 4

A. Pengertian Evaluasi Pendidikan 4

B. Objek Evaluasi Pendidikan 4

C. Tujan dan Fungsi Evaluasi Pendidikan 4

D. Manfaat Evaluasi Pendidikan 4

E. Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan 4

F. Evaliasi Dilaksanakan Secara Objektif 4

G. Jenis-jenis Evaluasi Pendidikan 4

H. Sasaran Evaluasi 4

I. Syarat-syarat Evaluasi Pendidikan 4

J. Evaluasi dalam Pendidikan Islam 4

BAB III : PENUTUP 1

A. Kesimpulan 4

B. Saran 4

DAFTAR PUSTAKA 1

2
BAB  I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah upaya sadar dan tanggung jawab untuk memelihara, membimbing
dan mengarah kan pertumbuhan dan perkembangan kehidupan peserta didik, agar ia memiliki
makna dan tujuan hidup yang hakiki. Sementara proses pendidikan bertujuan  untuk
menimbulkan perubahan perubahan yang diinginkan pada setiap peserta didik.

Perubahan perubahan yang diinginkan pada peserta didik meliputi tiga bidang, yaitu
(1) tujuan yang personal dan yang berkaitan dengan individu-individu yang sedang belajar
untuk terjadinya perubahan yang diinginkan, baik perubahan tingkah laku, aktivitas dan
pencapai nya, serta pertumbuhan yang diingini pada peserta didik; (2) tujuan sosial yang
berkaitan dengan kehidupan masyarakat  sebagai unit sosial berikut dengan dinamika
masyarakat umumnya; (3) tujuan tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan
pengajaran sebagai ilmu, seni dan profesi. Proses pendidikan yang dimaksud tidak terlepas
dari beberapa komponen yang mendukung.salah satu nya komponen yang urgen dalam
melihat keberhasilan pendidikan adalah evaluasi.

B. Rumusan Masalah
1. Pengertian dari evaluasi pendidikan islam.
2. Objek, fungsi dan tujuan dari evalusi pendidikan islam.
3. Prinsip, sasaran dan jenis-jenis evaluasi pendidikan islam.
4. Evaluasi pendidikan dalam islam .
5. Manfaat dari evaluasi pendidikan islam.

3
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari evaluasi dan objek evaluasi dalam pendidikan.
2. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi evaluasi dalam pendidikan.
3. Untuk mengetahui prinsip,sasaran dan jenis-jenis dari evaluasi pendidikan.
4. Untuk mengetahui evaluasi pendidikan dalam islam.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Evaluasi Pendidikan

Evaluasi berasal dari kata to evaluate yang berarti menilai. Nilai dalam bahasa arab
disebut al qimat. Istilah nilai ini mulanya dipopulerkan oleh para filsuf. Dalam hal ini, Plato
merupakan filsuf yang pertama kali mengemukakannya. Pembahasan ’’nilai’’ secara khusus
diperdalam dalam diskursus filsafat, terutama pada aspek oksiologinya (Ramayulis,2008:221).
Begitu penting kedudukan nilai dalam filsafat sehingga para filsuf meletakan nilai sebagai
muara bagi epistemologi dan antologi filsafat. Kata nilai menurut filsuf adalah idea of
worth (Ramayulis, 2002:331). Selanjutnya, kata nilai menjadi populer.

Evaluasi menurut Edwind Wand dan Gerald W. Brown adalah the act or process to
determining the value of something (Qahar,1972:1). Maka, evaluasi pendidikan berarti
seperangkat tindakan atau proses untuk menentukan nilai sesuatu yang berkaitan dengan dunia
pendidikan .

Evaluasi pendidikan dalam islam dapat diberi batasan sebagai suatu kegiatan untuk
menentukan kemajuan suatu pekerjaan dalam proses pendidikan islam (Nizar,2002:77).
Dalam ruang lingkup terbatas, evaluasi dilakukan dalam rangka mengetahui tingkat
keberhasilan pendidik dalam menyampaikan materi pendidikan islam pada peserta didik.
Sedang dalam ruang lingkup luas, evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
dan tingkat kelemahan suatu proses pendidikan islam (dengan seluruh komponen yang terlibat
didalam nya) dalam mencapai tujuan pendidikan yang dicita-citakan .

Penilaian dalam pendidikan dimaksudkan untuk menetapkan berbagai keputusan


kependidikan, baik yang menyaangkut perencanaan pengelolaan, proses dan tindak lanjut
pendidikan, baik yang menyangkut perorangan, kelompok maupun kelembagaan
(Depdikbud,1983/1984:1).

5
Disamping evaluasi terdapat pula istilah measurement, measurement berasal dari
kata to measure yang berarti mengukur, measurement berarti perbandingan data kualitif
dengan data kuantitatif yang lainnya yang sesuai dalam kerangka mendapatkan nilai
(angka) (Qahar ,1972:7). Pengukuran dalam pendidikan adalah usaha untuk memahami
kondisi-kondisi objektif tentang sesuatu yang akan dinilai. Dalam pendidikan islam, evaluasi
akan objektif apabila didasarkan dengan tolak ukur Al-Qur’an atau Hadits.

Namun demikian, Suharsimi Arikunto (1955:3) membedakan tiga istilah tersebut,


yaitu pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Pengukuran adalah membandingkan sesuatu
dengan suatu ukuran. Pengukuran ini bersifat kuantitatif. Penilaian adalah mengambilan suatu
keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk secara kualitatif. Sementara
evaluasi adalah  mencakup pengukuran dan penilaian secara kuantitatif.

Namun dalam al-qur’an atau hadits, banyak sekali ditemui tolak ukur evaluasi dalam
pendidikan islam misalnya tolak ukur sholat yg baik dan sempurna adalah mencegah orang
dari perbuatan keji dan munkar. Tolak ukur watak seseorang yang beriman adalah bila
melaksanakan sholat secara khusyuk,membayar zakat (lihat QS al-Nisa[4]:162) menjaga
kemaluan terhadap wanita yang bukan istri. Tolak ukur perilaku seseorang yg beriman
adalahmencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri (lihat, misalnya, QS,AL-
Baqorah[2]:148 ). Tolak ukur seseorang  yang munafik disebutkan oleh Nabi dalam tiga
indikasi, yaitu dusta dalam berbicara, ingkar dalam berjanji, dan khianat apabila diberi
kepercayaan (amanah) (Ramayulis dan Nizar ,2009:235-236).

Term evaluasi dalam wacana keislaman tidak dapat ditemukan padanan yang
pas, tetapi terdapat term-term tertentu yang mengarah pada makna evaluasi. Berikut ini
penjelasan term-term tersebut :

1. Al-Hisab, memiliki makna mengira, menafsirkan dan menghitung.


2. Al-Bala, makna cobaan, ujian.
3. Al-Hukm, memiliki makna putusan atau vonis.
4. Al-Qodha, memiliki makna putusan.
5. Al-Nazhr, memiliki arti melihat.

6
Dalam pendidikan islam , tujuan evaluasi lebih ditekankan pada penguasaan sikap
(afektif dan psikomotor) ketimbangan aspek kognitif (Nizar,2002:80). Penekanan ini
bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang secra garis besar meliputi 4 hal
yaitu sebagai berikut :

1. Sikap dan pengalaman terhadap hubungan pribadinya dengan tuhannya.


2. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan dirinya dengan masyarakat.
3. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan kehidupan nya dengan alam sekitarnya.
4. Sikap dan dan pandangan terhadap dirinya sendiri selaku hamba Allah, anggota
masyarakat, serta khalifah Allah.

B. Objek Evaluasi Pendidikan

Objek evaluasi pendidikan Islam dalam arti yang umum adalah peserta didik.
Sementara dalam arti khusus adalah aspek-aspek tertentu yang terdapat pada peserta didik.
Peserta didik di sini sebenarnya bukan hanya sebagai objek evaluasi semata, melainkan pula
sebagai subjek evaluasi. Evaluasi pendidikan Islam dapat di lakukan dengan dua cara yaitu (1)
evaluasi diri sendiri (selfaluationl introspeksi);(2)evaluasi terhadap orang lain (peserta
didik).

Evaluasi terhadap diri sendiri adalah dengan mengadakan intropeksi atau perhitungan
terhadap diri sendiri. Evaluasi ini tentunya berdasarkan kesadaran internal yang bertujuan
untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas (amal shaleh) pribadi. Apabila dalam proses
evaluasi tersebut ditemukan beberapa keberhasilan, keberhasilan itu hendaknya dipertahankan
atau ditingkatkan. Akan tetapi, apabila ditemukan beberapakelemahan dan kelemahan,
hendaknya hal segera diperbaiki dengan cara meningkatkan ilmu, iman, dan amal (Al –Banna,
1990: 12).

C. Tujuan dan Fungsi Evaluasi  Pendidikan Islam 


Menurut Sumadi Suryabrata (1993: 34-48) tujuan evaluasi pendidikan
dapat dikelompokan dalam tiga klasifikasi.

7
1. Klasifikasi berdasarkan  fungsinya, evaluasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan.
a. Psikologis; evaluasi dipakai sebagai kerangka acuan kearah mana ia harus bergerak
menuju tujuan pendidikan.
b. Didaktik/instruksiona; evaluasi bertujuan memotivasi peserta didik, memberikan
pertimbangan dalam penentuan bahan pengajaran dan mengajar, serta dalam
kerangka mengadakan bimbingan-bimbingan secara khusus kepada peserta didik.
c. Administratif /manajerial; bertujuan untuk pengisian buku rapor; menentukan
indeks prestasi, pengisian STTB, dan menngenai ketentuan kenaikan peserta didik.
2. Klasifikasi berdasarkan keputusan pendidikan

Tujuan evaluasi dapat digunakan untuk mengambil keputusan


individual,institutional, didaktik instruksional, dan keputusan –keputusan penelitian.

3. Klasifikasi formatif dan sumatif


a. Evaluasi formatif diperlukan untuk mendapatkan umpan balik guna untuk
menyempurnakan perbaikan proses belajar mengajar.
b. Evaluasi sumatif berfungsi untuk mengukur keberhasilan seluruh program
pendidikan yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan proses belajar mengajar
(akhir semster / tahun).

Secara umum, ada empat  fungsi evaluasi dalam pendidikan islam ;

1. Dari segi pendidikan, evaluasi berfungsi untuk membantu seorang pendidik


mengetahui sejauh mana hasil yang dicapaidalam pelaksanaan tugasnya.
2. Dari segi peserta didik, evaluasi membantu peserta didik untuk dapat mengubah atau
mengubah tingkah laku nya secara sadar kearah yang lebih baik.
3. Dari segi ahli pemikir pendidikan islam, evaluasi berfumgsi untuk membantu para
pemikir pendidikan islam mengetahui kelemahan teori-teori pendidikan islam dan
membantu mereka dalam merumuskan kembali teori-teori pendidikan islam yang
relevan dengan arus dinamika zaman yang senantiasa berubah.
4. Dari segi politik pengambil kebijakan pendidikan islam (pemerintahan ) evaluasi
berfungsi untuk membantu mereka dalam membenahi sistem pengawasan dan
mempertimbangankan kebijakan yang akan diterapkan dalam sistem pendidikan islam.

8
Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk
mendapatkan informasi  yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh
siswa sehingga dapat diupayakan tindak laanjut.Tindak lanjut termaksud merupakan fungsi
evaluasi dan dapat berupa:

1. Penempatan pada tempat ang tepat.


2. Pemberian umpan balik.
3. Diagnosis kesulitan belajar mengajar.
4. Penentuan kelulusan.

Untuk masing-masing tindak lanjut yang dikehendaki ini diadakan tes yang diberi
nama :

1. Tes penempatan.
2. Tes formatif.
3. Tes  diagnostik dan
4. Tes sumatif.

D. Manfaat Evaluasi Pendidikan


1. Manfaat bagi siswa
a. Hasil evaluasi tidak memuaskan.
b. Hasil evaluasi memuaskan.
2. Manfaat bagi guru.
a. Keadaan siswa.
b. Keadaan materi pengajaran.
c. Keadaan metode pengajaran.
3. Manfaat bagi pembimbing/penyuluh.
4. Manfaat bagi sekolah.
5. Manfaat bagi oramg tua siswa .

9
E. Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan

Menurut  Slameto (1998:16-19), prinsip-prinsip yang harus ada dalam evaluasi,


sebagai berikut :

1. Prinsip keterpaduan.
2. Prinsip belajar siswa aktif.
3. Prinsip kontinuitas.
4. Prinsip koherensi.
5. Prinsip diskriminalitas.
6. Prinsip keseluruhan.
7. Prinsip pedagogis.
8. Prinsip akuntabilitas.

F. Evaluasi Dilaksanakan Secara Objektif

Objektif dalam arti bahwa evaluasi tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,


berdasarkan fakta dan data yang ada tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur subjektivitas dan
evaluator (penilaian).

Objektivitas dalam evaluasi antara lain ditujukkan dalam sikap-sikap evaluator sebagai
berikut :

1. Sikap ash-shidqoh, yakni berlaku benar dan jujur dalam mengadakan evaluasi,sikap ini
diperintahkan oleh Allah sebagai mana firman-Nya:

‫يا يها ا لذ ين ا منوا ا تقوا اهلل وكو نو ا مع الصد قني‬

Hai orang orang yang beriman ,bertaqwalah kepada allah dan jadilah kamu
orang orang yang benar (QS.At-taubah(9);119)

10
2. Sikap amanah, yakni suatu sikap pribadi yang setia, tulus hati dan jujur dalam
menjalankan sesutu yang diamanahkan (dipercayakan) kepadanya. Sikap ini
diperintahkan oleh Allah berdasarkan firman-Nya:

‫ان اهلل يا مر كم ان تؤدوا االمنت ايل اهلها‬

Sesungguhnya allah menyuruh kamu untuk menunaikan amanah kepada yang


berhak (QS An-nisa(4): 58).

3. Sikap rahman dan ta’awun, yakni sikap kasih sayang terhadap sesama dan sikap
salimg tolong menolong menuju kebaikan. Didalam hadits nabi disebutkan 

‫اليؤ من احدكم حيت حيب الخيه ما حيب لنفسه‬

Tidaklah (dipandang) beriman dari seorang kamu, sehingga disukainya untuk


saudaranya apa yang disukai untuk dirinya sendiri (HR.AL-bukharidari jarir).

G. Jenis-jenis Evaluasi Pendidikan

Berbicara mengenai jenis-jenis evaluasi pendidikan, hal ini dapat diklasifikasikan


dalam tiga segi, sebagai berikut:

1. Klasifikasi dilihat dari fungsinya.


a. Evaluasi formatif yaitu evaluasi yang menetapkan tingkat penguasaan manusia
didik dan menentukan bagian-bagian tugas yang belum dikuasai dengan tepat.
b. Evaluasi sumatif, yaitu penilaian secara umum tentang keseluruhan hasil dari proses
belajar mengajar yang dilakukan pada setiap akhir periode belajar mengajar secara
terpadu.
c. Evaluasi diagnostik ialah penilaian yang dipusatkan pada proses belajar mengajar
dengan melokalisasikan suatu titik keberangkatan yang cocok.

11
d. Evaluasi penempatan (placement evaluation) yang menitik beratkan pada penilaian
berbagai permasalahan yang berkaitan dengan:
i. Ilmu pengetahuan dan keterampilan peserta didik yang di perlukan untuk awal
proses belajar mengajar.
ii. Pengetahuan peserta didik tentang tujuan pengajaran yang telah di tetapkan
sekolah.
iii. Minat dan perhatian,kebiasaan bekerja,corak kpribadia yang menonjol yang
mengandung  konotasi kepada suatu metode tertentu.
2. Klaksifikasi evaluasi dilihat dari cara nya.
a. Evaluasi kuantitatif, dinyatakan dengan angka dapat dilakukan untuk menilai aspek-
aspek tingkahlaku peserta didik dalam bidang kognitif.
b. Evaluasi kualitatif, dinyatakan dengan ungkapan dan dilakukan untuk menilai
aspek-aspek afektif.

Kedua cara evaluasi tersebut membutuhkan tehnik pelaksanaan, yaitu tehnik tes
dan non-tes.

3. Klasifikasi dilihat dari tehniknya.


a. Tehnik tes; dibedakan menurut materi yang akan dinilai, bentuk, dan cara
membuatnya.
b. Tehnik non-tes; dapat dilaksanakan melalui pengamatan, wawancara, angket,
hasil karya/ laporan dan skala sikap (Slameto:1998:25-30).

Menurut chalib thaha (1996:46-64)tehnik tes dapat dibedakan menjadi sembilan yaitu:

1. Tes penempatan.
2. Tes pembedaan.
3. Tes sumatif.
4. Tes diagnostik.
5. Tes standar, yaitu tes yang di susun oleh tim ahli atau lembaga khusus yang
menyelenggarakan secara profesional.
6. Tes non-standar kebalikan dari tes standar .
7. Tes tulis, disajikan dalam bentuk bahasa tulisan .

12
8. Tes lisan, disajikan dengan menggunakan bahasa lisan.
9. Tes tindakan, yaitu tes yang respons atau jawabannya berupa tindakan atau tingkah
laku yang koonkrit peserta didik.

H. Sasaran Evaluasi

Merupakan tindakan yang harus ditempuh oleh pendidik dalam mengadakan evaluasi.
Menurut tabrani rusyan dalam Abuddin Nata (1997:143), yang menjadi sasaran pokok
evaluasi tersebut, sebagai berikut :

1. Segi tingkah laku yaitu segi-segi yang menyangkup sikap, minat, perhatian,
keterampilan peserta didik sebagai akibat dari proses belajar mengajar.
2. Segi pendidikan, yaitu penguasaan materi pelajaran yang diberikan oleh pendidik
dalam proses belajar mengajar.
3. Segi-segi yang menyangkut proses belajar mengajar, yaitu bahwa proses belajar
mengajar perlu diberi penilaian secara objektif dari pendidik.

I. Syarat-syarat Evaluasi Pendidikan Islam

Syarat-syarat yang dapat di penuhi dalam proses evaluasi pendidikan islam adalah
sebagai berikut.

1. Validity.
2. Reliable
3. Evisiensi.

J. Evaluasi dalam Pendidikan Islam

Merupakan cara atau tehnik untuk untuk mengamati tingkah laku peserta didik
berdasarkan  standar perhitungan yang bersifat kompreherensif dari seluruh aspek kehidupan
mental, psikologis, dan spiritual –religius.

13
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Evaluasi berasal dari kata to evaluate yang berarti menilai. Nilai dalam bahasa arab di
sebut al qimat.Istilah nilai ini mulanya dipopulerkan oleh para filsuf.

Merupakan cara atau tehnik untuk untuk mengamati tingkah laku peserta didik
berdasarkan  standar perhitungan yang bersifat kompreherensif dari seluruh aspek kehidupan
mental, psikologis,dan spiritual –religius.

B. Saran

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga apa yang dibahas dalam makalah ini
akan bermanfaat bagi kita semua.

14
DAFTAR PUSTAKA

Moh.Haitami Salim & Syamsul Kurniawan ‘’study ilmu pendidikan islam’’

Drs.Bukhari Umar.M.Ag’’ilmu pendidikan islam’’

Dra.Hj.Nur Uhbiyati’’ilmu pendidikan islam(IPI)’’

 Moh,haitami salim & syamsul kurniawan ‘’study ilmu pendidikan islam’’hal,240-241

 Drs.Bukhari Umar ,M.Ag ’’ilmu pendidikan islam’’hal,193-194

  Moh.Haitami Salim & Syamsul kurniawan’’study ilmu pendidikan islam ‘’hal.241-244

  Drs.Bukhari Umar ‘’Ilmu pendidikan islam’’hal.197

 Moh.Haitami Salim & Syamsul kurniawan’’study ilmu pendidikan islam ‘’hal.250

 Drs.Bukhari Umar’’Ilmu pendidikan islam’’hal.198

 
Dra.Hj.Nur Uhbiyati’’ilmu pendidikan islam(IPI)’’hal.139

 Moh.haitami salim & syamsul kurniawan’’study ilmu pendidikan islam’’hal.252-253

 Drs.Bukhari Umar ,M.Ag’’ilmu pendidikan islam’’200-202

 Moh.Haitami Salim & Syamsul Kurniawan ‘’study ilmu pendidikan islam’’hal.254-256

 Moh.Haitami Salim & Syamsul Kurniawan ‘’study ilmu pendidikan islam’’hal.206

15
MAKALAH

PRINSIP-PRINSIP METODE PENGAJARAN PAI

Disusun guna memenuhi tugas

Mata Kuliah: ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Dosen Pengampu:

Disusun oleh:

Irma Nur Aini – NIM 20178401011070

Rosidatul Ulfiah

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM AL QOLAM

GONDANGLEGI 2019

16