Askep Keluarga
Askep Keluarga
Disusun Oleh:
RIKA PUTRI PERMATA
NIM: 01.2.17. 00622
Halaman Judul.....................................................................................................................
Halaman pengesahan...........................................................................................................
Kata Pengantar.....................................................................................................................
Daftar Isi..............................................................................................................................
Daftar Gambar.....................................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................
1.2 Batasan Masalah....................................................................................................
1.3 Tujuan Penyusunan Laporan.................................................................................
1.4 Metode dan Sistematika Penulisan........................................................................
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Keluarga...................................................................................................
2.2 Konsep Teori Kasus (sesuai kasus yang diperoleh)..............................................
2.3 Konsep Asuhan Keperawatan................................................................................
BAB 3 TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian (dilengkapi dengan batasan mayor minor).........................................
3.2 Diagnosa Keperawatan..........................................................................................
3.3 Rencana Tindakan Keperawatan...........................................................................
3.4 Tindakan Keperawatan (meliputi upaya promotif, kuratif, rehabilitatif dan
pelaksanaan rujukan..............................................................................................
3.5 Evaluasi keperawatan............................................................................................
BAB 4 PENUTUP
4.1 Kesimpulan (berisi narasi singkat berdasarkan proses keperawatan yang telah
dilakukan.................................................................................................................
4.2 Saran ......................................................................................................................
Daftar Pustaka......................................................................................................................
Lampiran-lampiran..............................................................................................................
Berisi :
1) SAP
2) Lembar HE
3) Leaflet//poster/ Lembar Balik
4) Dokumentasi (berisi foto dokumentasi hasil pengkajian dan pelaksanaan tindakan
keperawatan)
BAB I
PENDAHULUAN
Menurut Friedman (1986) yang dikutip oleh Zaidin Ali (2010) membagi
tipe keluarga tradisional menjadi 8 tipe keluarga yaitu :
a. Nuclear Family (keluarga inti)
Terdiri dari orang tua dan anak yang masih menjadi tanggunganya dan tinggal
dalam satu rumah, terpisah dari sanak keluarga lainya.
b. Extended Family (keluarga besar)
Satu keluarga yang terdiri dari satu atau dua keluarga inti yang tinggal salam
satu rumah dan saling menunjang satu sama lain.
c. Single Parent Family
Satu keluarga yang dikepalai oleh satu kepala keluarga dan hidup
bersama dengan anak-anak yang masih bergantung kepadanya.
d. Nuclear dyed
Keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri tanpa anak, tinggal
dalam satu rumah yang sama
e. Blanded Family
Suatu keluarga yang terbentuk dari perkawinan pasangan yang masingmasing
pernah menikah dan membawa anak dari hasil perkaawinan mereka
sebelumnya.
f. Three generation Family
Keluarga yang terdiri dari tiga generasi, yaitu kakek, nenek, bapak, ibu,
dan anak dalam satu rumah.
g. Single adult living alone
Bentuk keluarga yang terdiri dari satu orang dewasa yang hidup dalam
rumahnya.
h. Middle age atau elderly couple
Keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri paruh baya.
Tipe keluarga non tradisional menurut Sussman (1974) yang dikutip oleh
Santun Setiawati (2008) membagi keluarga non tradisional menjadi 6 yaitu:
a. Keluarga dengan orang tua yang memiliki anak tanpa menikah
b. Pasangan yang memiliki anak tanpa menikah
c. Pasangan yang hidup bersama tanpa menikah (kumpul kebo)
d. Keluarga gay
e. Keluarga lesbi
f. Keluarga komuni : keluarga dengan lebih dari satu pasangan monogami
dengan anak-anak yang secara bersama-sama menggunakan fasilitas, sumber dan
memiliki pengalaman yang sama
1. Fungsi keagamaan
a. Membina norma/ajaran agama sebagai dasar dan tujuan hidup seluruh
anggota keluarga.
b. Menerjemahkan ajaran/norma agama ke dalam tingkah laku hidup sehari-
hari seluruh anggota keluarga.
c. Memberikan contoh konkret dalam hidup sehari-hari dalam pengalaman
dari ajaran agama.
d. Melengkapi dan menambah proses kegiatan belajar anak tentang
keagamaan yang tidak atau kurang diperolehnya disekolah dan
dimasyarakat.
e. Membina rasa, sikap, dan praktik kehidupan keluarga beragama sebagai
fondasi menuju keluarga kecil bahagia sejahtera.
2. Fungsi budaya
a. Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk meneruskan
norma-norma dan budaya masyarakat dan bangsa yang ingin
dipertahankan.
b. Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk menyaring norma
dan budaya asing yang tidak sesuai.
c. Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga, anggotanya mencari
pemecahan masalah dari berbagai pengaruh negative globalisasi dunia.
d. Membina budaya keluarga yang sesuai, selaras, dan seimbang dengan
budaya masyarakat/bangsa untuk menunjang terwujudnya norma
keluarga kecil bahagia sejahtera.
3. Fungsi cinta kasih
a. Menumbuh-kembangkan potensi kasih sayang yang telah ada antar-
anggota keluarga (suami-isteri-anak) ke dalam symbol- simbol nyata
(ucapan, tingkah laku) secara optimal dan terus menerus.
b. Membina tingkah laku saling menyayangi baik antar-anggota keluarga
maupun antar-keluarga yang satu dengan lainnya secara kuantitatif dan
kualitatif.
c. Membina praktik kecintaan terhadap kehidupan duniawi dan ukhrowi
dalam keluarga secara serasi, selaras, dan seimbang.
d. Membina rasa, sikap, dan praktik hidup keluarga yang mampu
memberikan dan menerima kasih sayang sebagai pola hidup ideal menuju
keluarga kecil bahagia sejahtera.
4. Fungsi perlindungan
a. Memenuhi kebutuhan rasa aman anggota keluarga baik dari rasa tidak
aman yang timbul dari dalam maupun dari luar keluarga.
b. Membina keamanan keluarga baik fisik maupun psikis dari berbagai
bentuk ancaman dan tantangan yang datang dari luar.
c. Membina dan menjadikan stabilitas dan keamanan keluarga sebagai
modal menuju keluarga kecil bahagia sejahtera.
5. Fungsi reproduksi
a. Membina kehidupan keluarga sebagai wahana pendidikan reproduksi
sehat baik bagi anggota keluarga maupun bagi keluarga sekitarnya.
b. Memberikan contoh pengalaman kaidah-kaidah pembentukan keluarga
dalam hal usia, pendewasaan fisik maupun mental.
c. Mengamalkan kaidah-kaidah reproduksi sehat, baik yang berkaitan
dengan waktu melahirkan, jarak antara dua anak dan jumlah ideal anak
yang diinginkan dalam keluarga.
d. Mengembangkan kehidupan reproduksi sehat sebagai modal yang
kondusif menuju keluarga kecil bahagiasejahtera.
6. Fungsi sosialisasi
a. Menyadari, merencanakan, dan menciptakan lingkungan keluarga sebagai
wahana pendidikan dan sosialisasi anak yang pertama dan utama.
b. Menyadari, merencanakan, dan menciptakan kehidupan keluarga sebagai
pusat tempat anak dapat mencari pemecahan dari berbagai konflik dan
permasalahan yang di jumpainya, baik di lingkungan sekolah maupun
masyarakat.
c. Membina proses pendidikan dan sosialisasi anak tentang hal- hal yang
diperlukannya untuk meningkatkan kematangan dan kedewasaan (fisik
dan mental), yang tidak/kurang diberikan oleh lingkungan sekolah
maupun masyarakat.
d. Membina proses pendidikan dan sosialisasi yang terjadi dalam keluarga
sehingga tidak saja dapat bermanfaat positif bagi anak, tetapi juga bagi
orang tua dalam rangka perkembangan dan kematangan hidup bersama
menuju keluarga kecil bahagia sejahtera.
7. Fungsi ekonomi
a. Melakukan kegiatan ekonomi baik di luar maupun di dalam lingkungan
keluarga dalam rangka menopang kelangsungan dan perkembangan
kehidupan keluarga.
b. Mengelola ekonomi keluarga sehingga terjadi keserasian, keselarasan,
dan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran keluarga.
c. Mengatur waktu sehingga kegiatan orang tua di luar rumah dan
perhatiannya terhadap anggota keluarga berjalan secara serasi, selaras,
dan seimbang.
d. Membina kegiatan dan hasil ekonomi keluarga sebagai modal untuk
mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.
8. Fungsi pelestarian lingkungan
a. Membina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkungan intern
keluarga.
b. Membina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkungan ektern
keluarga.
c. Membina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkungan yang
serasi, selaras, dan seimbang antara lingkungan keluarga dengan
lingkungan hidup masyarakat sekitarnya.
d. Membina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkungan hidup
sebagai pola hidup keluarga menuju keluarga kecil bahagia sejahtera.
2.2.2 Etiologi
Menurut (Widjadja,2009) penyebab hipertensi dapat dikelompookan menjadi dua
yaitu:
a. Hipertensi primer atau esensial
Hipertensi primer artinya hipertensi yang belum diketahui penyebab dengan
jelas. Berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi
primer, seperti bertambahnya usia, sters psikologis, pola konsumsi yang tidak
sehat, dan hereditas (keturunan). Sekitar 90% pasien hipertensi diperkirakan
termasuk dalam kategori ini.
b. Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder yang penyebabnya sudah di ketahui, umumnya berupa
penyakit atau kerusakan organ yang berhubungan dengan cairan tubuh,
misalnya ginjal yang tidak berfungsi, pemakaiyan kontrasepsi oral, dan
terganggunya keseimbangan hormon yang merupakan faktor pengatur tekanan
darah. Dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, dan
penyakit jantung.
Faktor-faktor resiko hipertensi ada yang dapat di kontrol dan tidak dapat
dikontrol menurut (Sutanto, 2010) antara lain :
a. Faktor yang dapat dikontrol :
Faktor penyebab hipertensi yang dapat dikontrol pada umumnya berkaitan
dengan gaya hidup dan pola makan. Faktor-faktor tersebut antara lain:
1. Kegemukan (obesitas)
Dari hasil penelitian, diungkapkan bahwa orang yang kegemukan mudah
terkena hipertensi. Wanita yang sangat gemuk pada usia 30 tahun mempunyai
resiko terserang hipertensi 7 kali lipat dibandingkan dengan wanita langsing
pada usia yang sama. Curah jantung dan sirkulasi volume darah penderita
hipertensi yang obesitas. Meskipun belum diketahui secara pasti hubungan
antara hipertensi dan obesitas, namun terbukti bahwa daya pompa jantung dan
sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi
dibanding penderita hipertensi dengan berat badan normal.
2. Kurang olahraga
Orang yang kurang aktif melakkukan olahraga pada umumnya cenderung
mengalami kegemukan dan akan menaikan tekanan darah. Dengan olahraga
kita dapat meningkatkan kerja jantung. Sehingga darah bisa dipompadengan
baik keseluruh tubuh.
3. Konsumsi garam berlebihan
Sebagian masyarakat kita sering menghubungkan antara konsumsi garam
berlebihan dengan kemungkinan mengidap hipertensi. Garam merupakan hal
yang penting dalam mekanisme timbulnya hipertensi. Pengaruh asupan garam
terhadap hipertensi adalah melalui peningkatan volume plasma atau cairan
tubuh dan tekanan darah. Keadaan ini akan diikuti oleh peningkatan ekresi
(pengeluaran) kelebihan garam sehingga kembali pada kondisi keadaan sistem
hemodinamik (pendarahan) yang normal. Pada hipertensi primer (esensial)
mekanisme tersebut terganggu, disamping kemungkinan ada faktor lain yang
berpengaruh.
4. Merokok dan mengonsumsi alkohol
Nikotin yang terdapat dalam rokok sangat membahayakan kesehatan selain
dapat meningkatkan penggumpalan darah dalam pembuluh darah, nikotin
dapat menyebabkan pengapuran pada dinding pembuluh darah. Mengonsumsi
alkohol juga dapat membahayakan kesehatan karena dapat meningkatkan
sistem katekholamin, adanya katekholamin memicu naik tekanan darah.
5. Stres
Stres dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara. Jika ketakutan,
tegang atau dikejar masalah maka tekanan darah kita dapat meningkat. Tetapi
pada umumnya, begitu kita sudah kembali rileks maka tekanan darah akan
turun kembali. Dalam keadaan stres maka terjadi respon sel-sel saraf yang
mengakibatkan kelainan pengeluaran atau pengangkutan natrium. Hubungan
antara stres dengan hipertensi diduga melalui aktivitas saraf simpatis (saraf
yang bekerja ketika beraktivitas) yang dapat meningkatkan tekanan darah
secara bertahap. Stres berkepanjanngan dapat mengakibatkan tekanan darah
menjadi tinggi.
2.2.5 Penatalaksanaan
Penanggulangan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi dua jenis
penatalaksanaan :
1) Penatalaksanaan Non Farmakologis
a) Diet pembatasan atau pengurangan konsumsi garam. Penurunan BB dapat
menurunkan tekanan darah dibarengi dengan penurunan aktivitas rennin
dalam plasma dan kadar adosteron dalam plasma.
b) Aktivitas
c) Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan
dengan batasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan,
jogging,bersepeda atau berenang.
2) Penatalaksanaan Farmakologis
Secara garis besar terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
pemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu:
a) Mempunyai efektivitas yang tinggi.
b) Mempunyai toksitas dan efek samping yang ringan atau minimal.
c) Memungkinkan penggunaan obat secara oral.
d) Tidak menimbulakn intoleransi.
e) Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien.
f) Memungkinkan penggunaan jangka panjang.
Golongan obat - obatan yang diberikan pada klien dengan hipertensi
seperti golongan diuretic, golongan betabloker, golongan antagonis
kalsium, golongan penghambat konversi rennin angiotensin.
SLKI
Tingkat Pengetahuan L.12111
Definisi : Kecukupan informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu
Ekspektasi : membaik
Kriteria hasil
Menuru Cukup Sedang Cukup Mening
n menurun meningk kat
at
SKALA OUTCOME 1 2 3 4 5
KESELURUHAN
Indikator:
Perilaku sesuai anjuran 1 2 3 4 5
Verbalisasi minat dalam belajar 1 2 3 4 5
Kemampuan menjelaskan 1 2 3 4 5
pengetahuan 1 2 3 4 5
Kemampuan menggambarkan
pengalaman yang sesuai dengan 1 2 3 4 5
topik
Perilaku sesuai dengan
pengetahuan
SLKI
Perfusi perifer L.020111
Definisi : Keadekuatan aliran darah pembuluh distal untuk menunjang fungsi jaringan
Ekspektasi : membaik
Kriteria hasil
Menuru Cukup Sedang Cukup Mening
n menurun meningk kat
at
SKALA OUTCOME 1 2 3 4 5
KESELURUHAN
1 2 3 4 5
Denyut nadi perifer
1 2 3 4 5
Penyembuhan luka
1 2 3 4 5
Sensasi
SIKI
Perawatan sirkulasi 1.02079
Definisi: : mengindentifikasi dan merawat area lokal dengan keterbatasan sirkulasi
perifer
Tindakan :
Observasi
Terapeutik :
Edukasi :
1. PENGKAJIAN
1.1. Data Umum
1) Nama Kepala Keluarga : Tn. E
2) Alamat :Dsn paras banjarejo kec ngadiluwih
3) Pekerjaan :Wiraswasta
4) Pendidikan :SLTA
5) Komposisi keluarga
Status Imunisasi * Ket
Hub
Jenis B POLI D Hepatitis Campa
No Nama dengan Umur Pendidikan
kelamin C O P k
KK
G T
1 Tn . E L Ayah 49 SLTA Ö Ö Ö Ö Ö Sehat
2 Ny . T P Ibu 43 SLTA Ö Ö Ö Ö Ö Sehat
3. Nn . R P Anak 21 SMA Ö Ö Ö Ö Ö Sehat
4 Sdr .C L Anak 15 SMP Sehat
Ö Ö Ö Ö Ö
: Perempuan
``` `: laki — laki
: tinggal serumah
: meninggal
: garis keturunan
7) Tipe Keluarga :
Keluarga inti terdiri dari Tn. E , Ny. T dan kedua anak kandung
8) Suku Bangsa :
Jawa — Indonesia. Tn. E berasal dari jawa timur dan Ny.T dari jawa timur
9) Agama :
Semua isi keluarga menganut agama Islam
1.3. Lingkungan
1) Karakteristik Rumah :
Memiliki sirkulasi udara yang baik, memiliki sistem sanitasi yang baik, dan memiliki
sistem penerangan ruang yang baik.
2) Denah Rumah
Kolam ikan lele Kanda
ng
Bagasi
area dapur
3) Karakteristik Lingkungan :
Lingkungan bersih nyaman dan tenang
2) Fungsi Sosial
Keluarga mereka semua muslim sehingga mereka aktif dengan kegiatan keagamaan
meskipun tidak mengikuti organisasi
4) Fungsi Reproduksi :
Tn E dan Ny T mengatakan tidak ingin mempunyai anak lagi mereka sudah bersyukur
mempunyai dua orang anak yang baik-baik, Ny.T masih mengikuti program KB
dikarenakan masih haid dan melakukan hubungan suami istri. Mereka sepakat untuk
membesarkan anaknya dengan baik dan memberi pendidikan yang baik.
b. Obyektif :
TD : 150/90 mmHg,
N : 80x/m,
S : 360C
R: 20x/m
Tn . E perokok aktif dan sering
minum kopi
2 a. Subyektif : Risiko perfusi perifer tidak Hipertensi
efektif tentang arterosklerosis
Tn. E mengatakan tensinya
kadang naik, kadang turun,
paling tinggi biasanya 180 dan
paling rendah 140.
b. Obyektif :
TD : 150/90 mmHg,
N : 80x/m,
S : 360C
R: 20x/m
6
7
8
III. RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA
Diagnosa Keperawatan :
TUJUAN KRITERIA EVALUASI
NO INTERVENSI
UMUM KHUSUS KRITERIA STANDAR
1 Mampu mengenal Setelah dilakukan 1. Pengetahuan - Mampu O:
masalah Hipertensi tindakan menjelaskan arti - indentifikasi kesiapan kesiapan dan kemampuan menerima
pada anggota keperawatan hipertensi informasi
kelaurga selama 1-2 x - Mampu - indentifikasi faktor — faktor yang dapat meningkatkan dan
kunjungan rumah menjelaskan menurunkan motivasi perilaku hidup bersihdan sehat
diharapkan penyebab T:
pengetahuan hipertensi - sediakan materi dan media pendidikan kesehatan
keluarga tentang - Mampu - jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
hipertensi menjelaskan - berikan kesempatan untuk bertanya
meningkat tanda dan gejala E:
hipertensi - jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
- Mampu - ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
menyebutkan - ajarkan strategi yang dapat di gunakan untuk meningkatan
cara pencegahan perilaku hidup bersih dan sehat
hipertensi
2. Sikap - Mampu
menyebutkan
salah satu
komplikasi dari
hipertensi
- Keluarga mampu
3. Perilaku untuk memutuskan
tindakan yang tepat
untuk mengatasi
masalah hipertensi
dengan membawa
anggota keluarga
yang sakit berobat
ke Rs atau
puskesmas
2 Keluarga mamapu
mengenal Risiko Setelah Pengetahuan - Keluarga mampu O:
perfusi perifer dilakukantindakan merawat anggota - peiksa sirkulasi perifer misal , nadi perifer, edema , penngisian
tidak efektif keperawatan keluarga yang kapiler , warna , suhu , ankle brachial index
selama 1-2 x sedang sakit. - indetifikasi faktor resiko gangguan sirkulasi , misal diabetes ,
kunjungan rumah - Keluarga mampu perokok , orang tua , hipertensi dan kadar kolesterol
diharapkan Risiko menentukan T:
perfusi perifer status nutrisi /gizi - hindari pemasangan infus atau pengambilan darah di area
tidak efektif dapat sesuai dengan keterbatasan perfusi
dicegah. standar kesehatan - hindari pengukuran tekanan darah pada ekstremitas dengan
yang mengalami keterbatasan perfusi
hipertensi - hindari penekanan dan pemasangan tourniquet pada area yang
- Keluarga mampu cedera
mengontrol emosi - lakukan pencegahan infeksi
dan menata stress - lakukan hidrasi
E:
- hancurkan berhenti merokok
- anjurkan berolahraga rutin
Sikap - Keluarga dan - anjurkan minum obat penurun tekanan darah tinggi
klien mampu - anjurkan minum obat pengontrol tekanan darah tinggi secara
menyebutkan teratur
penyebab - ajarkan program diet untuk memperbaiki sirkulasi
terjadinya
peningkatan
tekanan darah
- Keluarga mampu
menyebutkan
tanda
peningkatan
tekanan darah
- Keluarga mampu
menyebutkan
akibat yang
mungkin terjadi
dari peningkatan
tekanan darah.
Perilaku - Keluarga
amampu
merawat anggota
keluarga dengan
mengontrol
makanan yang
harus dipantangi
Keluarga
1. mampu
memanfaatkan
fasilitas
pelayanan
kesehatan yang
telah terseida
IV. TINDAKAN KEPERAWATAN KELUARGA
NO DIAGNOSA HARI PELAKSANAAN TINDAKAN TANDA
KEPERAWATAN KELUARGA /TANGGAL TANGAN
1 Kurang pengetahuan tentang manajemen Rabu , 10 juni 2020 Rika putri
O:
1 hipertensi penyebab kurang terpapar
- indentifikasi kesiapan kesiapan dan kemampuan
informasi menerima informasi
- indentifikasi faktor — faktor yang dapat meningkatkan
dan menurunkan motivasi perilaku hidup bersihdan
sehat
T:
- sediakan materi dan media pendidikan kesehatan
- jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
- berikan kesempatan untuk bertanya
E:
- jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi
kesehatan
- ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
- ajarkan strategi yang dapat di gunakan untuk
meningkatan perilaku hidup bersih dan sehat
V. EVALUASI
NO HARI / DIAGNOSA KRITERIA EVALUASI TANDA
TANGGAL KEPERAWATAN KELUARGA TANGAN
1 Rabu , 10 juni Kurang pengetahuan tentang S: Rika putri
2020 manajemen hipertensi penyebab Keluarga Tn. E mengatakan belum mengerti
tentang pengertian hipertensi, Penyebab
kurang terpapar informasi
hipertensi , Tanda dan gejala hipertensi
,Pencegahan hipertensi , Komplikasi hipertensi
O:
- Keluarga kooperatif
- Keluarga aktif bertanya saat diskusi
- Keluarga dan klien binggung menyebutkan
penyebab terjadinya peningkatan tekanan
darah
- Keluarga binggung menyebutkan tanda
peningkatan tekanan darah
- Keluarga binggung menyebutkan akibat
yang mungkin terjadi dari peningkatan
tekanan darah.
A:
Tujuan tercapai sebagian
P : intervensi di lanjutkan
O:
- Keluarga kooperatif
- Keluarga aktif bertanya saat diskusi
- Keluarga dan klien mampu menyebutkan
penyebab terjadinya peningkatan tekanan
darah
- Keluarga mampu menyebutkan tanda
peningkatan tekanan darah
- Keluarga mampu menyebutkan akibat yang
mungkin terjadi dari peningkatan tekanan
darah.
A:
Tujuan tercapai
P : intervensi di hentikan
O:
- Keluarga kooperatif
- Keluarga belum mampu untuk memutuskan
tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah
hipertensi dengan membawa anggota keluarga
yang sakit berobat ke puskesmas atau dokter
praktik swasta
- Keluarga belum mampu merawat anggota
keluarga yang sedang sakit.
- Keluarga belum mampu menentukan status
nutrisi /gizi sesuai dengan standar kesehatan
yang mengalami hipertensi
- Keluarga belum mampu mengontrol emosi
dan menata stress
A:
Tujuan Tercapai sebagian
P : intervensi di lanutkan
A:
Tujuan Tercapai
P : intervensi di hentikan
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Diagnosa yang penulis gunakan yaitu defisit pengetahuan dan Risiko perfusi
perifer tidak efektif pada keluarga Tn. E khususnya Tn . E. Perencanaan secara
umum sesuai dengan landasan teori, dan pada ssaat perencanaan dan skoring
semua keluargaterlibat. Dalam pelaksanaan semua anggota keluarga terlibat
dalam pelaksanaan tindakan keperawatan. Evaluasi keperawatan yang di
dapatkan adalah yaitu deficit pengetahuan pada keluarga Tn. E khususnya Tn .
E yang menderita Hipertensi dapat tercapai sebagian sesuai dengan
perencanaan.
4.2 Saran
Dari kesimpulan yang telah didapat, penulis menganggap perlu adanya
peningkatan mutu pelayanan asuhan keperawatan terkhusus dalam memberikan
informasi pada masyarakat luas mengenai beragam penyakit agar dalm
penatalaksanaan keperawatan keluarga dapat lebih optimal.
1. Untuk penulis
Dalam penerapan asuhan keperawatan diharapkan mahasiswa dapat
melakukan pengkajian yang lebih lengkap untuk mendapatkan hasil yang
optimal dan mampu memberikan asuhan keperawatan yang kompeten bagi
pasien.
2. Untuk Institusi
Diharapkan kepada institusi untuk melengkapi buku-buku sebagai referensi
dengan tahun penerbitan yang terbaru dengan masalah-masalah yang
berhubungan dengan masalah diatas, sehingga dapat memudahkan mahasiswa
dalam penyusunan penulisan laporan selanjutnya.
3. UntukK eluarga
Diharapkan dapat menjaga pola hidup sehat dan pola makan sesuai dengan
pembahasan, serta mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang terjangkau
dan ekonomis seperti puskesmas, klinik ataupun Rumah sakit.
Daftar Pustaka
Achjar, Komang Ayu Heni. (2010). Aplikasi Praktis Asuhan Keperawatan
Keluarga. Jakarta: Sagung Seto.
Ahmad, N. 2011. Cara Mudah Mencegah Mengobati Asam Urat dan Hipertensi,
Dinamikamedia. Jakarta.
Casey A dan Benson H., 2012. Panduan Harvard Medical School : Menurunkan
Tekanan Darah, Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer
Fauzi, Isma. 2014. Buku Pintar Deteksi Dini Gejala, & Pengobatan Asam Urat,
Diabetes & Hipertensi. Yogyakarta: Araska.
Ramayulis. (2008). Menu dan Resep Untuk Penderita Hipertensi, Penebar Plus.
Jakarta.
Setiati, Siti. 2015. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Ed. VI. Jakarta:
Interna Publishing.
Susanto, Tantut. (2012). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Aplikasi Teori Pada
Praktik Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta: Trans Info Media.
I. Latar Belakang
Hipertensi adalah suatu penekanan darah sistolik — diastolik yang tidak
normal. Batas sistolik 140 — 190 mmHg dan diastolik 90 — 95 mmHg yang
merupakan garis batas hipertensi
Gangguan jantung
Gangguan otak
Gangguan penglihatan
Gangguan ginjal
Dll.
Hypertension is described as a persistent increase in blood pressure, with primary causes including genetics, lifestyle, and stress. Risk factors involve obesity, inactivity, excessive salt intake, smoking, and alcohol consumption. Understanding these factors is crucial for prevention and management. Families are encouraged to adopt healthier lifestyles, such as exercising regularly and modifying diets to mitigate these risks and improve overall health outcomes .
The document highlights the necessity for families to adapt their roles and relationships as members age. It involves embracing changes such as declining physiological functions and preparing for the loss of loved ones. Supporting middle and older generations, redistributing family roles wisely, and ensuring adequate space for wisdom and experience are essential for this adaptation, encouraging continued family cohesion despite personal losses .
The document identifies several stages: family formation begins with marriage, facing childbirth involves preparing for descendants, dealing with infants requires care and love, and handling preschool children involves introducing social life and instilling norms. Managing school-age children focuses on education and preparation for the future, while handling teenagers requires maintaining communication as children seek identity. The transition into society involves encouraging young adults to establish their households, and the return to a couple involves dealing with emptiness after children leave, culminating in old age where individuals prepare for life's end .
Maintaining a balance between family income and expenditure is crucial for family well-being, as it ensures the sustainability and growth of family life. Economic stability allows families to meet daily needs, prepare for emergencies, and invest in the future. Proper management of finances contributes to harmony and minimizes financial stress, fostering a conducive environment for a 'small, happy and prosperous family' .
Family history significantly influences hypertension risk due to genetic predispositions. Management requires proactive measures like regular monitoring, dietary adjustments, physical activity, and stress management to mitigate genetic risks. Early interventions can help deter complications, making understanding family history crucial in preventive health strategies .
A family’s role in environmental preservation positively impacts the larger community by promoting sustainable practices such as conservation and responsible usage of resources. Families facilitate this through fostering awareness and adopting practices that maintain harmony with their surroundings, encouraging community involvement in environmental efforts, and instilling these values in children, thus contributing to broader societal changes .
Family members should recognize and decide on appropriate health actions, provide care for sick or incapacitated members, maintain a conducive home environment for health, and ensure beneficial relationships with healthcare institutions. Effective health management in the family includes using healthcare facilities properly and maintaining reciprocal communication with health services .
Healthy reproduction involves practicing guidelines related to birth timing, spacing between children, and desired family size. It enhances the conducive development of a healthy reproductive life, acting as a foundation for a small, happy, prosperous family. By responsibly managing reproductive health, families can avoid excessive stress and financial strain, ensuring resources and attention for each child's development, thus contributing positively to the family environment .
Environmental preservation is prioritized by fostering awareness, attitudes, and practices for internal and external family environments. Families are encouraged to maintain harmony between home and community surroundings, integrating environmental care into everyday life. This approach aligns with the goal of creating a small, prosperous, happy family by ensuring a sustainable and balanced living environment .
Primary hypertension lacks a clear cause and involves factors like age, psychological stress, and hereditary influences, while secondary hypertension results from identifiable causes such as kidney diseases or hormonal imbalances. Distinguishing between them is clinically significant as it directs treatment strategies; secondary hypertension may require specific interventions beyond lifestyle changes .