Anda di halaman 1dari 4

61.

Sebutkan 3 prinsip dalam gerak sosial vertikal


1) Hampir tidak ada masyarakat yang sifat sistem pelapisan sosialnya secara mutlak tertutup
sekalipun itu pada masyarakat yang berkasta. Misalnya, di India, seorang kasta Brahmana
apabila melakukan kesalahan besar dapat dikeluarkan dari kastanya dan turun menjadi
kasta yang lebih rendah.
2) Betapa pun terbukanya sistem lapisan sosial dalam suatu masyarakat tidak mungkin gerak
sosial vertikal dapat dilakukan sebebas-bebasnya, sedikit banyak akan ada hambatan-
hambatan.
3) Gerak sosial vertikal yang umum berlaku bagi semua masyarakat tidaklah ada setiap
masyarakat mempunyai ciri tersendiri bagi gerak sosialnya.

62. Sebutkan 3 faktor Individu Pendorong Mobilitas Sosial


1. Perbedaan Kemampuan
Perbedaan kemampuan termasuk faktor individu yang mempengaruhi mobilitas sosial.
Kemampuan diri tiap orang tentu berdampak pada pekerjaan yang dijalani, hingga mampu
mendorong terjadinya mobilitas sosial.
2. Orientasi Sikap Terhadap Mobilitas
Faktor individu berikutnya adalah orientasi sikap terhadap mobilitas. Maksudnya adalah
bagaimana sikap seseorang menghadapi perubahan atau mobilitas. Jika seseorang optimis akan
perubahan, maka akan mampu mendorong mobilitas sosial ke arah positif.
3. Faktor Kemujuran
Faktor kemujuran atau keberuntungan juga turut mendorong terjadinya mobilitas sosial.
Jika seseorang mujur atau memiliki peruntungan baik, maka mobilitas sosial dapat cepat
tercapai. Faktor ini pun tidak bisa diupayakan oleh tiap orang.

63. mengapa deskriminasi kelas menjadifaktor penghambatmobilitas sosial


diskriminasi dapat menyebabkan terjadinya perubahan mobilitas sosial karena orang lain yang
mendengar seseorang mengalami perubahan mobilitas sosial menjadi iri

contoh mobilitas vertikal naik:


pak joko widodo dari gubernur DKI jakarta menjadi presiden

contoh mobilitas vertikal turun:


(yang dialami pak setnov)

64. sebutkan 3 proses yang terjadi dalam mobilitas vertikal


 penerimaan
 pemindahan
 pelepasan
65. jelaskan 3 faktor penghambat mobilitas sosial vertikal dan horizontal
1. Kemiskinan
Kemiskinan adalah penghambat paling utama. Meskipun kemiskinan merupakan
penghambat utama, nyatanya kemiskinan merupakan salah satu motivasi terkuat bagi
anak sekarang agar dapat menaikkan status atau derajat orangtuanya. Kemiskinan ini
tidak menjadi penghambat asalkan faktor internal untuk bermobilisasi semakin kuat.
2. Diskriminasi Kelas
Diskriminasi kelas menjadi salah satu faktor yang sangat menghambat mobilitas sosial.
Diskriminasi kelas ini terdapat di tengah-tengah sistem sosial stratifikasi terbuka.
Diskriminasi kelas sangat mengganggu karena terjadi pembatasan dalam memasukkan
sekelompok orang ke dalam kelas. Walaupun diskriminasi kelas sangat mengganggu,
nyatanya sama seperti kemiskinan, diskriminasi kelas dapat menjadi motivator terbaik
untuk menggapai kelas ini. Contoh seseorang yang berusaha dan belajar lebih giat untuk
menyelesaikan studinya agar dapat masuk ke kampus yang ia gemari.
3. Pengaruh Sosial yang Kuat
Pengaruh sosial yang kuat juga menjadi penghambat mobilitas. Kelompok atau daerah
yang tidak mendapat pengaruh sosial akan sulit melakukan mobilisasi. Contohnya sebuah
kampung di pelosok yang terpencil. Karena sulit masuk akses, akhirnya kampung ini jadi
ketinggalan sehingga menjadi sulit maju.

66. jelaskan 3 faktor penghambat mobilitas sosial


1. Kemiskinan
Masyarakat yang mengalami kemiskinan akan kesulitan untuk mencapai status sosial tertentu.
Salah satu penyebab kemiskinan adalah pendidikan yang rendah. Emang kenapa kalau
pendidikannya rendah? Dengan pendidikan yang rendah, kualitasnya sebagai sumber daya
manusia pun juga menjadi rendah. Akibatnya, kemampuannya untuk bersaing dalam
mendapatkan pekerjaan menjadi terbatas.
2. Diskriminasi
Diskriminasi adalah membedakan perlakuan terhadap sesama karena alasan beda bangsa, suku,
ras, agama, dan golongan. Nah, perlakuan membedakan seperti ini sangat tidak baik, selain dapat
mengakibatkan konflik, juga dapat menghambat mobilitas sosial.
3. Perbedaan Jenis Kelamin (Gender)
Membeda-bedakan jenis kelamin, seperti memiliki pandangan bahwa derajat laki-laki
lebih tinggi daripada wanita juga bisa menghambat mobilitas sosial, lho! Misalnya,
pandangan bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi toh yang bekerja adalah
suami. Nah, perilaku seperti itu dapat menghalangi prestasi dan kesempatan seseorang
untuk melakukan mobilitas agar status sosialnya meningkat.

67. sebutkan 7 saluran mobilitas sosial


1) Angkatan Bersenjata
2) Lembaga-Lembaga Keagamaan
3) Lembaga Pendidikan
4) Organisasi Politik
5) Organisasi Ekonomi
6) Organisasi Keahlian
7) Perkawinan

68. sebutkan 3 dampak positif mobilitas sosial


a. Penyesuaian :Jika penyesuaian dapat dilakukan maka akan terhindar dari konflik yang
berkepanjangan, keteraturan tercipta, dan masyarakat mendapatkan ketenangan dalam
menjalankan aktivitasnya. 
b. Orang-orang akan berusaha untuk maju karena adanya kesempatan pindah strata. 
c. Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah
yang lebih baik. 

69. sebutkan 3 dmpak negatif mobilitas sosial


a. Konflik antar kelas 
Dalam mobilitas sosial, konflik antarkelas sosial tampak jika ada seseorang yang masuk
ke dalam kelas sosial tertentu tetapi mendapat penolakan dari masyarakat sekitar. 
b. Konflik antarkelompok sosial
Konflik yang terjadi pada kelompok-kelompok sosial dapat kita amati dari adanya
persaingan antarkelompok sosial untuk berebut kekuasaan. 
c. Konflik antargenerasi 
konflik antargenerasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama
dan generasi muda yang ingin mengadakan perubahan.

70. jelaskan pengertian lembaga pendidikan formal ,non formal ,dan informal sebagai
salah satu saluran mobilitas sosial
 Pendidikan formal
lembaga pendidikan yang berbentuk sekolah atau perguruan tinggi yang bersifat sistematis,
teratur, berjenjang, dan mempunyai syarat-syarat yang jelas. Pendidikan formal sendiri
terbagi lagi menjadi pendidikan umum, khusus, kejuruan, profesi, dan keagamaan. Lembaga
pendidikan ini  bisa didirikan oleh pihak pemerintah maupun swasta.
 Lembaga Non Formal
merupakan lembaga pendidikan yang diselenggarakan untuk kepentingan warga masyarakat
yang memerlukan layanan pendidikan, serta menjadi pelengkap pendidikan formal. Tempat
kursus, kelompok belajar, pusat latihan, pusat kegiatan belajar, majlis taklim, dan
sebagainya adalah beberapa contoh pendidikan nonformal. Hasil  atau nilai yang diraih dari
pendidikan ini a setara dengan nilai atau hasil dari pendidikan formal. Asalkan, lembaga
pendidiknan nonformal yang ditempuh sudah mendapat penyetaraan nilai dari lembaga
khusus yang dibentuk oleh pemerintahan serta mengacu pada standar nasional pendidikan.
 Pendidikan Informal
Lembaga pendidikan ini berbentuk kegiatan pendidikan keluarga. Lembaga pendidikan ini
merupakan lembaga pendidikan pertama bagi umat manusia yang dimana peran pranata
keluarga sangat berperan disini.
Menurut Popenoe, lembaga pendidikan mempunyai sejumlah fungsi, yaitu:
 Transmisi kebudayaan.
 Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
 Mengajarkan corak kepribadian.
 Sebagai sumber inovasi sosial.

Lembaga pendidikan juga berperan dalam mobilitas sosial. Peran lembaga pendidikan dalam


mobilitas sosial meningkatkan status dan kualitas seseorang dari yang rendah menuju ke
tingkat yang lebih tinggi. Oleh karenanya, lembaga pendidikan sering dianggap sebagai
perangkat atau social elevator bagi mobilitas sosial seseorang.
Misalnya:
 Seorang anak yang miskin dan dikucilkan oleh lingkungannya sendiri, mendapat
kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang tinggi. Setelah lulus, anak tersebut
kemudian menggunakan ilmunya untuk membantu lingkungan di sekitarnya. Lingkungan
yang selama ini mengabaikannya pun kini lebih peduli dan menghormati anak tersebut
setelah sang anak membantun lingkungannya.
 seorang anak difabel yang mengikuti pendidikan keahlian khusus akan menjadi anak
yang terampil dan berguna bagi masyarakat. Hal itu akan membuat masyarakat lebih jadi
lebih menghargai anak tersebut.