Anda di halaman 1dari 8

A.

RULE OF LAW
Rule of law adalah supremasi hukum atau superioritas hukum regular yang
mutlak yang bertentangan dengan pengaruh kekuasaan yang sewenang-wenang,
dan mencabut hak prerogatif atau bahkan kekuasaan bertindak yang besar di pihak
pemerintah. Rule of law sangat diperlukan untuk Negara seperti Indonesia karena
akan mewujudkan keadilan. Tetapi harus mengacu pada orang yang ada di
dalamnya yaitu oranr-orang yang jujur tidak memihak dan hanya memikirkan
keadilan tidak terkotori hal yang buruk.
Ada tidaknya rule of law pada suatu negara ditentukan oleh “kenyataan”,
apakah rakyat menikmati keadilan, dalam arti perlakuan adil, baik sesame warga
Negara maupun pemerintah. Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi
dua yaitu:
Pertama, pengertian secara formal (in the formal sence) diartikan sebagai
kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power), misalnya nrgara.
Kedua, secara hakiki/materiil (ideological sense), lebih menekankan pada cara
penegakannya karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and
unjust law).

B. GEOPOLITIK
Geopolitik merupakan Ilmu atau studi mengenai penyelenggaraan negara yang
tiap-tiap kebijakannya itu dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau
daerah pada suatu bangsa. Geopolitik sebagai sistem politik atau peraturan-
peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh
aspirasi nasional geografik (kepentingan yang titik beratnya terletak pada
pertimbangan geografi, wilayah atau territorial dalam arti luas). Geopolitik
bertumpu pada geografi sosial (hukum geografis), mengenai situasi, kondisi, atau
konstelasi geografi dan segala sesuatu yang dianggap relevan dengan karakteristik
geografi suatu negara.manfaat geopolitik yaitu, Sebagai pedoman, motivasi,
dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan, keputusan,
tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

C. GEOSTRATEGI INDONESIA
- Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara
untuk menentukan kebijakan, tujuan, serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan
nasional. Geostrategi dapat dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan
daalam upaya mewujudkan tujuan politik.
- Geostrategi indonesia merupakan cara atau strategi yang dilakukan dalam
wilayah indonesia yang menyeluruh dengan mengingat kondisi geografis serta
menggunakan seluruh potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam guna
mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup bernegara dan
mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional bernegara sebagai negara yang
bermartaba
A. GEOPOLITIK
Pengertian Geopolitik
Pengertian Geopolitik merupakan Ilmu atau studi mengenai penyelenggaraan negara
yang tiap-tiap kebijakannya itu dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah
atau daerah pada suatu bangsa.

Geopolitik bangsa Indonesia, adalah kebijakan dalamrangka mencapai tujuan


nasional dengan memanfaatkan keuntungan letak geografis Negara berdasarkan
pengetahuan ilmiah tentang kondisi geografis tersebut

Sehingga bisa disimpulkan kalau geopolitik ini merupakan sistem politik atau
peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan serta juga strategi nasional yang
didorong oleh aspirasi nasional geografik. Geopolitik ini dapat disebut juga dengan
sebutan wawasan nusantara. untuk lebih jelas dibawah ini akan dipaparkan
mengenai Geopolitik yang dikemukakan oleh para ahli.

Pengertian Geopolitik Menurut Para Ahli


Frederich Ratzel (1844-1904)
Seorang penggagas geopolitik menurutnya Geopolitik ialah sebagai ilmu bumi
politik (Political Geography), peletak dasar-dasar suprastruktur geopolitik ini bahwa
kekuatan suatu negara itu harus mampu untuk mewadahi pertumbuhannya.

maksudnya asemakin luas ruang potensi geografi yang ditempati oleh sekelompok
politik (kekuatan), makin memungkinkan kelompok politik terseebut untuk tumbuh.
Negara ialah sebagai suatu organisme yang memerlukan ruang hidup, mengenal
proses lahir, hidup, serta juga mati.

Rudolf Kjellen (1864-1922) dan Karl Haushofer (1869-1946)


Rudolf & Karl mengembangkan geopolitik ini ialah sebagai Geographical Politic
yang menitik beratkan kepada analisis fenomena geografi dari aspek politik geografi
menyangkut kependudukan, ekonomi sosial, serta juga pemerintahan, bahwa negara
tidak sekedar satuan biologis juga memiliki inteketualitas.

Rudolp Kjellen (1864-1922)


Menurutnya Geopolitik (Geographical Politic), yang dicetuskan oleh seorang sarjana
ilmu politik Swedia bernama Rudolp Kjellen pada 1900, didalama rangka
mengemukakan suatu system politik yang menyeluruh, melingkupi demopolitik,
ekonomopolitik, sosiopolitik, kratopolitik, termasuk juga itu geopolitik. Kjellen
lantas melanjutkan ajaran Ratzel mengenai teori organisme. Kjellen ini menegaskan
bahwa negara merupakan suatu organism yang dianggap ialah sebagai “prinsip
dasar”.

Karl Haushofer (1869-1946)


Menurut Beliau Geopolitik merupakan landasan ilmiah bagi tindakan politik
didalam perjuangan demi kelangsungan hidup suatu organisasi negara untuk dapata
memperoleh ruang hidupnya (lebensraum)”. Konsep geopolitik yang dikembangkan
oleh Karl Haushofer mencakup semua system politik pandangan Kjellen.

Fungsi Wawasan Nusantara


Wawasan Nusantara ini mempunyai fungsi ialah sebagai pedoman, motivasi,
dorongan, serta juga rambu-rambu (peraturan) didalam menentukan segala
kebijaksanaan, keputusan, tindakan, serta juga perbuatan bagi penyelenggara negara
pada tingkat pusat serta juga daerah, ataupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, juga bernegara.

Latar Belakang Wawasan Nusantara


dibawah ini merupakan latar belakang dari geopolitik atau wawasan nusantara,
diantaranya :

Falsafah Pancasila
Nilai-nilai pada pancasila ini mempunyai dasar pengembangan wawasan nasional.
Nilai-nilai itu ialah: Penerapan Hak

1. Hak Asasi Manusia (HAM), seperti ialah memberi kesempatan untuk beragama
sesuai dengan keyakinannya.
2. Sebagai kepentingan umum daripada kelompok serta juga individu.
3. Pengambilan keputusan dengan berdasarkan konsensus serta konsultasi.

Aspek Kewilayahan Nusantara


Pengaruh geografi merupakan fenomena yang dapat diperhitungkan, dikarenakan
Indonesia ini memiliki kekayaan suku bangsa serta juga Sumber Daya Alam (SDA).

Aspek Sosial Budaya


Indonesia ini memiliki ratusan suku bangsa yang juga tentu memiliki banyak adat
istiadat, bangsa, kepercayaan serta juga agama yang berbeda-beda, sehingga
kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung
potensi konflik

Aspek Kesejarahan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan persepsi Nasional
Indonesia diwarnai oleh adanya pengalaman sejarah yang tidak ingin terulang lagi
yakni perpecahan di dalam Negara Indonesia. Hal tersebut dusebabkan karena
kemerdekaan yang sudah dicapai oleh rakyat Indonesia itu merupakan hasil dari
semangat persatuan serta juga kesatuan bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini
juga harus dipertahankan demi persatuan nasional serta juga untuk menjaga
keutuhan wilayah Indonesia.

Kedudukan dan Paradigma Wawasan Nusantara


Adapun itu kedudukan dan paradigma dari geopolitik ini ialah :
 Wawasan nusantara (geopolitik) yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat
untuk mewujudkan serta juga mencapai suatu tujuan nasional.
 Spesifikasi dari Wawasan Nusantara Dalam Paradigma Nasional diantaranya
sebagai berikut :
o Pancasila ialah sebagai falsafah, ideologi bangsa, serta juga dasar negara
berkedudukan sebagai landasan idiil.
o Undang – Undang Dasar 1945 ialah sebagai landasan konstitusi negara,
yang berkedudukan ialah sebagai landasan idiil.
o Wawasan nasional ialah sebagai visi nasional, yang berkedudukan ialah
sebagai landasan konsepsional.
o Ketahanan nasional ialah sebagai konsepsi nasional, yang berkedudukan
sebagai landasan konsepsional.
o GBHN ialah sebagai politik dan strategi nasional, yang berkedudukan
ialah sebagai landasan operasional.

Tujuan Geopolitik
Adapun tujuan dari geopolitik ini terdapat 2 yakni :

Tujuan nasional, ini dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa
tujuan dari kemerdekaan Indonesia adalah “untuk dappat melindungi segenap
bangsa Indonesia serta juga seluruh tumpah darah Indonesia juga untuk mewujudkan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa , serta juga berpartisipasi
dalam melaksanakan ketertiban dunia yang dengan berdasarkan kemerdekaan
perdamaian abadi serta juga keadilan sosial “.

Tujuannya yang kedua adalah untuk membawa kesatuan ke dalam semua aspek dari
kedua kehidupan alam serta juga sosial, bisa disimpulkan bahwa tujuan darai bangsa
Indonesia ialah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta juga kepentingan
daerah untuk dapat mengatur serta juga membina kesejahteraan, perdamaian dan
juga bangsawan serta martabat manusia di seluruh dunia.
B. GEOSTRATEGI INDONESIA
1. Pengertian Geostrategi
Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara
untuk menentukan kebijakan, tujuan, serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan
nasional. Geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan
dalam upaya mewujudkan tujuan politik.

2. Pengertian Geostategi Indonesia


Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk
menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional
bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana
merancang strategi pembangunan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,
aman, dan sejahtera. Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupakan
geopolitik untuk kepentingan politik dan perang, melainkan untuk kepentingan
kesejahteraan dan keamanan.

3. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia


Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan
Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Isi konsep geostrategi
Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan
lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh
Komunis. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk
mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya
untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina.

Pada tahun 1965-an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep


geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa
geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan
keuletan dan daya tahan, juga untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik
bersifat internal maupun ekstemal. Gagasan ini agak lebih progresif, tapi tetap
terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekadar membangun kemampuan nasional
sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya.

Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang
geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. Pada era itu
konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan
potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan untuk
menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga tujuan nasional
dapat tercapai.

Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam


bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi, metode, dan doktrin dalam
pembangunan nasional.
geostrategi dalam pengelolaan suatu negara. Geostartegi merupakan strategi dalam
memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan, tujuan,
sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional.Geostrategi dapat pula
dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan
tujuan politik. Dari pengertian tersebut, kita dapat memaknai geostrategi
Indonesia sebagai strategi nasional bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah
negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional guna merancang arahan
tentang kebijakan, sarana dan sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan
dan tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta
melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Dengan demikian, geostrategi Indonesia memberi arahan tentang
bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang
lebih baik, aman dan sejahtera. Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud
Konsepsi “Ketahanan Nasional”. Dilihat dari perkembangannya, konsep geostrategi
Indonesia dikembangkan pertama kali oleh Sekolah Staf dan Komando Angkatan
Darat (Seskoad) di Bandung tahun 1962. Isi konsep geostrategi Indonesia yang
terumus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategis
di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh
komunis. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk
mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya
untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina. Pada tahun 1965-an Lembaga
Pertahanan Nasional (Lemhannas) mengembangkan konsep geostrategi
Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: bahwa geostrategi
Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan
daya tahan, pengembangan kekuatan nasional untuk menghadapi dan menangkal
ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun
eksternal. Sejak tahun 1972, Lemhannas terus melakukan pengkajian tentang
geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. Pada era itu
konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan
potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan guna
menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga tujuan nasional
dapat tercapai. Dan terhitung mulai tahun 1974, geostrategi Indonesia ditegaskan
wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi, metode, dan
doktrin dalam pembangunan nasional. Pengembangan konsep geostrategi
Indonesia memiliki dua tujuan utama. Pertama, menyusun dan mengembangkan
potensi kekuatan nasional baik yang berbasis pada aspek ideologi, politik, sosial
budaya dan hankam mupun aspek- aspek alamiah, bagi upaya kelestarian dan
eksistensi hidup negara dan bangsa untuk mewujudkan cita-cita Proklamsi dan
tujuan nasional. Kedua, menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam: a)
menegakkan hukum dan ketertiban (law and order); b) terwujudnya kesejahteraan
dan kemakmuran (welfare and prosperity); c) terselenggaranya pertahanan dan
keamanan (defense and prosperity); d) terwujudnya keadilan hukum dan keadilan
sosial (yuridical justice and social justice); dan e) tersedianya kesempatan rakyat
untuk mengaktualisasikan diri (freedom of the people). Geostrategi Indonesia ini
memiliki dua sifat pokok. Pertama, bersifat daya tangkal, yaitu ditujukan untuk
menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap
identitas, integritas, eksistensi bangsa dan negara Indonesia. Kedua, bersifat
pengembangan (developmental), yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa
dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga tercapai
kesejaheraan rakyat.
Share this :