Anda di halaman 1dari 7

Aku Scorpio.semua memanggilku Pio.

" kenalku saat  aku menjadi anak baru di sebuah sekolah yang
terpaksa aku masuki. aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan kelas itu. semua berbisik-
bisik mungkin karena namaku yang aneh tapi aku tak pernah bermasalah dengan hal itu." di mana
aku boleh duduk?" tanyaku pada guru yang membawaku." di belakang ada bangku kosong silakan
duduk di sana" jawabnya. aku berjalan kerah kursi kosong itu tanpa banyak bicara. " mari kita mulai
pelajarannya." guru itu mulai berbalik menghadap papan tulis dan menulis sebuah Kalimat. " Rumus
Albajar" aku membuang muka dari papan tulis dan memandang keluar kelas dari jendela yang tak
begitu tinggi." Ayah ingin kamu Sekolah di SMA Bintang Harapan" kata ayah sambil meletak formulir
pendaftaran yang sudah di tanda tanganinya." kalau aku tak mau?" tanyaku dingin." ayah suadah
siapakan banyak pilihan sekolah elite lainnya, jadi jangan khawatir." kata Ibu sambil meletakkan Teh
yang di bawanya dri dapur. aku berdiri " akan ku pikirkan." jawabku sambil berlalu. aku membanting
tubuhku di ranjang." haaaaaaaaah" aku menghela nafas panjang. kadang aku berharap aku bukanlah
anak ayah dan ibuku. Dari lahir hidupku sudah di atur sedemikan rupa dan aku terbiasa untuk
mengikutinya. tak ada alasan untuk berontak maupun marah. "Scorpio!! " bentakan sesorang
membuatku tersadar dari lamunanku tadi." apa kau mengeti pelajaran yang kubicarakan tadi?"
ternyata guru yang membantakku" ya.." jawabku singkat.guru itu berjalan menjauhi aku kembali
kedepan." haaaah" aku menghela nafas berat*****" ayah mendapat Laporan kau bengong di
kelas.." katanya ayah ketiak makan malam" ya.. aku bosan " jawabku" kau sedang belajar untuk
masa depanmu bagaimana kau bisa bosan?"tanya ayah heran" tidak tahu." aku menyuapkan nasi
kemulutku. makan malam hari ini terasa sangat membosankan sama seperti makan malam selama
ini.***aku membiarkan angin mempermainkan rambut panjangku.seakan mengajakku bermain.
bulan tampak pucat. tak bersemangat untuk bersinar. aku dudk di pinggir jendela kamarku. Aku ingin
menjadi orang lain batinku.***" Pagi Pio" sapa Mega anak yang duduk di sebelahku dalam kelas"
ya.." balasku singkat" sudah terbiasa disini?" tanyanya berbasa basi" lumayan" jawabku." kau tahu
tidak yang duduk di bangkuu dulu itu sudah meninggal tahu." kata mega serius" oh ya?" aku sama
sekali tak tertarik untuk tahu." di bunuh oleh pak Anton" bisik mega." guru?" tanyaku, aku mulai
tertarik dengan kisah ini." iya. sekarang dia ngajar kelas 3"" kenapa?"" kurang tahu deh,"" Lucuu
seorang guru mebunuh tapi tetap di biarkan mengajar"kataku sambil tersenyum sinis" tak ada bukti
kuat, tapi semua tahu Lucia terkahir bertemu dengan pak anton."" kriiingg..." Bunyi bell mengakhiri
pervakapan kami***" mega" panggilku saat pulang sekolah" ada apa?" tanyanya sambil tersenyum
manis. di sisinya ada angel dan Vori, " aku mau tahu cerita yang tadi." jawabku" yang mana?" tanya
angel" Lucia" jawabku. airmuka mereka berubah." jangan disini" Vori menarik tangan ku dan berlari
dari gerbang sekolah.
Sekolah angker

Aku pun memasukkan selendang itu kedalam tas, sesampai dikelas aku menjadi Volet,
ketemu !"Vio !!!! Lihat deh cepet !!!"teriakku panik, lalu Violet pun mendekatiku
"Apaan sih ?!"bentak Vio
"Lihat Vi, Lihat !!"kataku seraya menunjukkan selendang dari Silvi
"Hah !! Paan sih loe bawa-bawa selendang hantu itu !"bentak Vio
"Aku binggug Vi, katanya Silvi aku harus pake ni selendang"kataku
"Oh iya, aku tau caranya biar Silvi ambil temen yang lain tapi bukan kamu, ni caranya ada
disini !"kata Vio sambil melihatkan buku yang katanya ditulis oleh Silvi
"Caranya biar kamu ga jadi ikut ma aku dialamku :

Kamu harus cari mayatku yang ada disekolah, cari aja tempatnya sendiri
Aku beri kamu waktu sebelum aku menjemputmu, bakalan aku kirim surat kok !
Setelah nemuin mayat aku, kamu ambil rambutku pasti masi ada ! Satu helai saja
Lalu berikan kepada seseorang kamu beri orang itu selendang dan rambut itu
Maka saat aku menjemput dia akan hilang untuk selamanya

Semoga Berhasi"
"Vio, AYO BERAkSI"kataku mantap.Selesai sekolah, kami menunggu sekolahan sepi, lalu kami pun
beraksi.
"Vi, AYo kita lihat dikelas siapa tau ada !"kataku
"Oke"balas Vio, lalu kami mencari diseluruh sudut kelas, tetapi nihil.Lalu kami keseluruh sekolah,
tapi tak ada apa-apa.
  Ada surat didepan kelas, lalu kami membacanya
"Pukul 06.00 aku akan menjemputmu cepat waktumu tinggal 8 jam lagi"memang saat itu sudah
tengah malam, kami mencari terus-menerus, saat kami memasuki kelas lagi, kami duduk
dibangkuku.Aku melihat kedinding yang ada tulisannya, lalu ada lubang yang menyerupai kotak, lalu
kami coba membukanya.3 jam kami pakai untuk membukanya, lalu ada mayat yang sudah tinggal
tulang saja, kami pun mengambil rambutnya.Waktu tinggal 3 jam lagi, kami cepat-cepat mengambil
selendang.
"Vi, kita kasi kesiapa ?"tanyaku
"Hm....Aha Wendy aja !"serunya
"Jangan aku tidak tega !"bentakku.Waktu terus berjalan tak terasa 5 menit lagi akan pukul 06.00.
"Hah 1 menit lagi, aduh kita kasih kesiapa ?"tanyaku
"Sini buat aku aja, aku tak ingin kamu menjadi korban, selamat tinggal Dhean good bye, kita akan
berjumpa lagi dialam yang lain"kata Vio
"Vio jangan !!"seruku.Silvi pun datang ia memegang tangan Vio, lalu Silvi berkata
"Ma'afkan aku Dhe, aku harus melakukan ini, dendamku belum bisa ku lupakan, Vio akan ku jaga
sebaik-baiknya da da"lalu mereka hilang, hilang tanpa jejak, lalu sepucuk surat jatuh
"Dhe jangan sedih aku disini baik-baik saja, kata Silvi aku adalah orang terakhir yang menadi
pembalasannya, aku diberi tempat yang bagus.Jangn bersedih, aku akan selalu memberimu pesan
^^"Aku pun menangis, menangis sekuat-kuatnya, lalu aku pulang kerumah.Hari-hariku aku jalan ni
tanpa Vio, sahabatku sekarang adalah Queny, meski ia sahabatku tapi tak akan bisa menggantikan
Violet, da da Vio I MISS YOU :'(
Tamat
CERITA HANTU DISEKOLAH

Namaku Nara, aku sekolah di salah satu SMA swasta di Bandung. Aku kelas 3 SMA, aku
adalah siswa yang aktif di OSIS, dan aku memegang jabatan penting di OSIS sebagai
Bendahara. Sahabat-sahabatku Rere, Virlie, Ines, Tria, Tina, Anie, dan Marta. Mereka bilang
aku sahabat yang baik, pendengar curhat yang baik, dewasa, suka memberi, setia kawan, dan
kalau punya cowok pasti aku setia. Aku sangat bersahabat dengan mereka, semenjak kelas 1
SMA kami udah bersahabat dan nggak pernah pisah sampai kapanpun. Itu komitmen kami.
OSIS mengadakan acara penyeleksian buat Ketua OSIS yang baru yang biasa kita sebut
LDKS. Jadi, aku ngajar adik-adik kelasku. Sahabatku yang masuk di OSIS cuma Ines dan
Anie dan yang lain nggak ikutan. Suasana kelas yang bersahabat, asik, nggak ngebosenin,
rame, dan bikin betah yang membuat aku nggak mau pergi meninggalkan sekolah, jadi
pengen SMA terus. Aku duduk dengan Tria, dibelakangku ada Marta dan Tina, di depanku
ada Anie dan Rere, di depannya lagi ada Ines dan Virlie. Kita semua suka bercanda di kelas,
kita kompak banget dan nggak pernah musuhan.OSIS mengadakan acara penyeleksian bagi
para anak kelas 1 dan 2 yang yang akan menjadi pengurus termasuk ketua OSIS, para
penrurus kelas 3 mengadakan rapat saat itu. Termasuk aku salah satunya. Saat rapat,
sahabatku Anie, awalnya nggak setuju saat Bagas, Ketua OSIS kami, memutuskan acara
LDKS di sekolah, karena denger-denger nih, di sekolah kita ternyata banyak hantunya. Tapi
Bagas nggak percaya akan hal itu. Dia tetap bersih keras mau ngadain acara LDKS di
sekolah. Ines malah ngasih ide, lebih baik LDKS di gunung. “Justru itu malah lebih banyak
hantunya kali, Nes..,!! yang bener aja kamu !!”, kata Anie ketus. Tapi ya emang
kenyataannya juga gitu sih, di gunung malah lebih bahaya. Jadi kita bingung mau dimana kita
ngadain acara itu. Akhirnya kita diskusiin sama guru-guru juga. Pak Andry, dia guru
sekaligus Pembina OSIS. Dia lebih setuju kalau LDKS diadakan di sekolah aja, apalagi udah
dapet persetujuan dari Pak Rahman sebagai Kepala Sekolah. Jadi ya udah deh, kita semua
akhirnya mutusin untuk ngadain acara LDKS di sekolah. Hummmmm, emang bener-bener
hasil rapat yang ngebetein. Kata ku dalam hati.Aku nggak nyangka, ternyata banyak juga
siswa-siswa yang antusias mau jadi Ketua OSIS dan Pengurus OSIS. Aku berdiri di belakang
barisan antara Anie dan Ines dan juga Ratna salah satu temen aku di kelas. Waktu semakin
cepat berlalu, Pak Andry udah memberi banyak pengarahan dan nasihat ke semua siswa,
Kepala Sekolah dan guru-guru yang lain juga. Acara pembukaan LDKS pun berakhir, kita
semua beristirahat. Aku, Anie, Ines, Ratna, Bagas, Hariez, Risky, Uchan, dan Cyntia beserta
anak OSIS yang lain rapat di ruang OSIS membuat strategi buat nanti malam. Bagas
mengutarakan, nanti malam bakalan ada acara yang namanya “Jurit Malam”. Acara itu acara
puncak dimana adik-adik kelas kita bakal diberi tantangan. Tantangannya menurutku sangat
menyeramkan, yang bener aja, masa kita-kita sebagai kakak kelas disuruh berada di salah
satu tempat yang gelap gitu. Salah satu tempat/pos itu harus ada 2 orang yang nungguin. Kita
sebagai kakak kelas OSIS yang professional harus mau. “ Ya mau nggak mau sebenernya,
yang bener aja, masa aku harus berada di tempat gelap gitu sih, nanti kalau ada penampakan
yang tiba-tiba dateng gimana, hhuuuuuhhhh serrreeeeemmm, nggak mau ahhh!!” kata Anie.
Dia emang penakut banget. Bagas sebagai Ketua OSIS dan Risky sebagai Wakil Ketua OSIS,
lagi menentukan siapa aja orang-orang yang akan ditempatin di pos 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7.
Semua guru yang ikut, yaitu Pak Andry, Pak Sugeng, Bu Anne, Bu Lince dan Pak Adhy
ikutan nemenin jalannya rapat. Beberapa jam telah berakhir, waktu menentukan jam 8
malam, udah saatnya semua adik kelas makam malam. Anie dan Ratna sebagai Seksi
Konsumsi menyiapkan makan malam. Semua adik kelas dikumpulin di aula dan mereka
makan bersama. Setelah makan malam berakhir, kita semua ngadain rapat lagi, sedangkan
yang lain membuat permainan sama adik-adik kelas beserta para guru.Rapat berlangsung
lagi, kali ini rapatnya tentang nentuin dimana dan siapa aja kita berpasangan dan membuat
suatu rencana untuk tantangan bagi adik kelas kita. Di pos 1, Bagas sama Ines, mereka
bertempat di lantai 2, di pos 2, aku dan Vis.Oh my God..nggak mungkin, aku sampe nggak
percaya, kenapa aku bisa dipilih sama Bagas ditempat yang itu, di lantai 2 pintu ke 28..itu kan
gelap dan serem banget !!. Kataku sambil mengelus dada. Di pos 3, ditempatin sama Chika
dan Hariez. Di pos 4, ada Cyntia sama Cory, mereka nempatin ruangan deket pos satpam, pos
5 ada Nindy sama Uchan, mereka di aula. Yang di pos 6, ada Anie sama Risky, di lantai dasar
sekolah, dan terakhir ada Dian dan Ratna, mereka nempatin pos terakhir yaitu pos 7, di
tengah-tengah lapangan basket sekolah kita. Bagas bilang, “teman-teman, kalian masing-
masing pos harus punya tantangan yang nanti bakal dikasih ke adik kelas kita. Mereka satu
persatu jalan dari pos 1 sampai pos 7, kalian harus galak, tegas, dan buat mereka takut.
Tenang aja, saya udah minta izin sama semua guru, kita boleh melakukan hal itu sama adik
kelas kita, asal masih dibatas kewajaran, setuju semuanya??!!!”.Semua menjawab, “
SETUJUUUUUUUUU!!!”.Tapi jujur, sebenernya aku nggak, karena aku nggak bisa galak
sama orang. Rapat ditutup, kita semua buat barisan melingkar, berdoa menurut agama dan
kepercayaan masing-masing agar semua selamat dan nggak terjadi apapun yang kita nggak
harapkan. Berdoa selesai, semua berpencar, masing-masing menuju ke pos yang udah disuruh
sama Bagas waktu rapat. Termasuk aku, sama Vis menuju pos 2 di lantai 2 pintu 28. “ Vis,
gelap banget disini, nggak bisa apa lampunya dinyalain aja?”, kataku sambil ketakutan
megang leher karena berinding. “ Ya nggak bisa lah Ra, inget, kita tuh lagi LDKS. Kita mau
ngerjain adik-adik kelas kita, masa lampunya mau dinyalain, gimana bisa serem ntar
suasananya nggak asik dong..!!”, kata Vis.Gila…suasananya bener-bener sunyi, sepi, gelap,
Vis malah ngerokok aja lagi di samping aku, dia nggak tau apa aku lagi ketakutan, eh dia
malah bikin kesel karena asap rokoknya itu. Aku nggak tau apa yang dilakukan temen-temen
OSIS yang lain. Mereka buat rencana apa untuk adik-adik kelas. Tapi aku dan Vis udah buat
rencana yang cukup bagus untuk adik kelas yang ntar ke pos kita. Setelah satu jam setengah
kita duduk berdua di depan kelas pintu 28 lantai 2, tiba-tiba ada yang datang, Firman, anak
kelas 1. Dia datang dengan bawa satu batang lilin sendirian, awalnya aku takut, aku pikir itu
adalah lilin yang melayang sendiri, pas ngedeket, ternyata itu si Firman. “ Sebutin nama,
kelas, terus udah gitu push-up 25 kali !!!”, kata Vis. Firman langsung simpen lilinnya di
lantai, dia langsung ngelakuin apa yang Vis suruh. Kasian sebenernya disiksa gitu, tapi ya
mau gimana lagi, emang harusnya begitu. Setelah Firman selesai push-up, dia berdiri lagi
sambil menunggu hal apa yang bakal dia dapetin dari aku dan Vis.“ Sekarang kamu nyanyi
lagu Potong Bebek Angsa tapi semua nadanya pake ‘I’ “, kata aku ke Firman. Udah gitu,
Firman nyanyi sesuai yang aku suruh.. “piting bibik ingsi, misik di kiwili, nini minti dinsi,
dinsi impit kili, siring kikiri, siring kikinin, lilililililili lili…”, Firman nyanyi. “ Sekarang
kamu nyanyi lagu itu lagi tapi pake “o”, sambil jalan menuju pos 3, yang keras ya!!!”.Firman
jalan menuju pos 3 sambil nyanyi lagu Potong Bebek Angsa tapi pake “o”.
Hahahahahahahahhahahaha, aku dan Vis ketawa aja terbahak-bahak ngetawain si Firman,
sampe aku sakit perut.Aku nggak tau kira-kira di pos 3 si Firman bakal diapain sama Hariez
dan Chika. Sambil nunggu adik kelas yang lain datang lagi ke pos aku dan Vis, aku mainan
hp aja, aku smsan sama Rere, Virlie, dan Tria, aku kabari mereka semua dan certain apa aja
yang udah terjadi pas LDKS. Tiba-tiba, aku merasa merinding banget, seluruh bulu kudukku
berdiri, aku bingung apa yang udah terjadi. Aku lihat ke sekitar, semua tetep sepi, gelap, dan
aku lihat Vis disampingku, dia malah asik aja ngerokok. Pintu 28 letaknya deket banget sama
kamar mandi. Aku nggak mau ngelihat ke arah kamar mandi itu, bener-bener nggak mau
ngelihat. Kenapa aku nggak mau lihat, karena aku tau apa yang ada disana. Aku lihat sesuatu
disana walaupun jauh dan samar-samar. Tapi aku makin penasaran pengen lihat, padahal
hatiku berkata jangan. Tapi rasa penasaran selalu bertanya-tanya. Ku beranikan diri melihat
kearah sana. “Astaghfirullah!!”, kataku keras-keras. Apa yang telah aku lihat tadi, aku lihat
sosok perempuan bermuka rata, berambut panjang, dan berbusana putih, masuk ke kamar
mandi cewek. Aku langsung terkejut, aku meluk Vis tanpa disengaja. “Gila! Ra, kenapa sih
lo? Kok tiba-tiba meluk gue, kenapa lo Ra? Lagi horny ya? Haha!!”, kata Vis sambil ngisep
asap rokoknya. “Enak aja, siapa yang horny? Aku lihat hantu tau!!”, kataku sambil
ngedorong Vis dan ngehindar dari dia. “ Hahh!!, yang bener aja, masa ada hantu di sekolah,
salah lihat kali lo!”, kata Vis nggak percaya. Huft, aku bener-bener nggak habis pikir kenapa
hal itu bisa terjadi. Aku nggak nyangka aku bisa lihat yang kayak gitu. Serem banget
wujudnya, aku nggak mau lagi ikutan yang kayak gini, aku nyesel banget udah ikutan acara
kayak gini. Setelah beberapa jam kemudian, sekitar jam 3 pagi, udah sekitar 35 orang adik
kelas datang ke pos aku dan Vis. Aku capek, lelah, letih, aku pengen banget tiduran dan
istirahat. Vis malah tidur aja, aku mutusin untuk pergi ke pos 5, posnya Nindy dan Uchan.
Karena si Vis ngebosenin banget, aku jalan sendiri menuju ruang depan aula, karena pos 5
ada di depan aula. Aku nggak tau kenapa, pas aku jalan, kayak ada yang ngikutin. Aku lihat
dibelakangku, nggak ada siapapun yang ngikutin, tapi setelah aku terusin jalan lagi, kayak
ada yang ngikutin lagi. Terus dan terus dibelakangku ngikutin aku, pas aku lihat ke belakang
tarnyata… ”POCONG!!!!!!” ada pocong di belakang aku, deket banget, bentuknya tinggi
besar, mukanya serem banget. Aku langsung lari tergesa-gesa, aku ngedeketin Nindy dan aku
peluk dia. “ Buset, Ndy, kamu pasti nggak akan percaya apa yang aku ceritain, aku lihat
pocong tadi!!”, kata aku ke Nindy. Sama aja ternyata, Nindy nggak percaya sama yang udah
aku bilang barusan, sama aja kayak Vis, Uchan juga nggak percaya. Aku bête, kenapa sih
semua nggak ada yang percaya aku, kenapa di sekolah ini banyak hantunya. Karena aku
ngerasa takut dan ngerasa di pos 5 nggak aman, mending aku ke ruang guru aja. Setelah
beberapa lama aku istirahat dan menenangkan diri di ruang guru, aku jadi ngerasa pengen
kencing. Akhirnya dengan terpaksa aku kencing, aku ke kamar mandi ditemenin sama Bu
Lince karena aku takut ngelihat hantu lagi. Pas aku udah selesai kencing, aku beranjak
menuju ruang guru lagi, aku nggak mau lagi ke pos 2, biar aja Vis disana sendiri, aku nggak
mau lagi kesana. Aku jalan bersama dengan Bu Lince, tapi, Bu Lince ganti baju. Aku
bingung kapan Bu Lince ganti bajunya. Pas aku tanya, “Bu, ko Ibu ganti baju, tadi kan pake
baju warna biru muda, kenapa sekarang pake baju putih? Ganti bajunya kapan Bu?”, tanyaku
dengan nada sangat penasaran.Nggak aku bayangkan, ternyata itu bukan Bu Lince, dia
nengok ke arahku, ternyata itu adalah gadis muka rata yang aku lihat di depan kamar mandi
cewek waktu aku bersama dengan Vis tadi. “Haahhhhhh!!! Ko bisa!!!”.. aku lari dengan
tergesa-gesa menuju ruang guru, aku lihat disana ada Bu Lince, dia sedang duduk sambil
minum teh hangat, dia menggunakan baju warna biru muda dan tersenyum padaku. Aku
yakin, itu Bu lince yang asli, lalu yang daritadi mengantarku ke kamar mandi siapa? Apa
benar daritadi aku ditemani ke kamar mandi bersama dengan hantu? “Oh my Good !!”,
bener-bener hal yang nggak mau terulang lagi dalam hidupku, aku kapok banget ikutan
LDKS kayak gini

Anda mungkin juga menyukai