Anda di halaman 1dari 21
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan

AGAMA

AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan

HINDU

AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan

Kepemimpi

AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan

nan

AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
 
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan
AGAMA HINDU Kepemimpi nan

KELAS XI IPA 4

I Putu Pande Agus Asmara Widhiana Saputra (01)

Luh Gede Diah Werdhyastuti

(15)

Wayan Gede Endra Bratha (17) Ni Made Inten Kusuma Dewi (19)

KEPEMIMPINAN Pengertian Pengertian Tujuan Tujuan Fungsi Fungsi Asas-Asas Asas-Asas Sifat
KEPEMIMPINAN Pengertian Pengertian Tujuan Tujuan Fungsi Fungsi Asas-Asas Asas-Asas Sifat

KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN Pengertian Pengertian Tujuan Tujuan Fungsi Fungsi Asas-Asas Asas-Asas Sifat
KEPEMIMPINAN Pengertian Pengertian Tujuan Tujuan Fungsi Fungsi Asas-Asas Asas-Asas Sifat
KEPEMIMPINAN Pengertian Pengertian Tujuan Tujuan Fungsi Fungsi Asas-Asas Asas-Asas Sifat

Pengertian

Pengertian

Tujuan

Tujuan

KEPEMIMPINAN Pengertian Pengertian Tujuan Tujuan Fungsi Fungsi Asas-Asas Asas-Asas Sifat

Fungsi

Fungsi

Asas-Asas

Asas-Asas

KEPEMIMPINAN Pengertian Pengertian Tujuan Tujuan Fungsi Fungsi Asas-Asas Asas-Asas Sifat
KEPEMIMPINAN Pengertian Pengertian Tujuan Tujuan Fungsi Fungsi Asas-Asas Asas-Asas Sifat
KEPEMIMPINAN Pengertian Pengertian Tujuan Tujuan Fungsi Fungsi Asas-Asas Asas-Asas Sifat

Sifat

Sifat

KEPEMIMPINAN Pengertian Pengertian Tujuan Tujuan Fungsi Fungsi Asas-Asas Asas-Asas Sifat
Pengertian Kepemimpinan Kata kepemimpinan berasal dari kata dasar pimpin yang artinya bimbing atau tuntun. Dari kata
Pengertian
Kepemimpinan
Kata kepemimpinan berasal dari kata dasar pimpin
yang artinya bimbing atau tuntun. Dari kata pimpin lahirlah
kata pemimpin yang berarti orang yang berfungsi untuk
memimpin atau menuntun. Kepemimpinan memiliki berbagai
macam padanan istilah, seperti “Leadership”. “Leadership”.
Ajaran kepemimpinan dalam agama Hindu adalah kitab
Nitisastra. Kata Nitisastra berasal dari bahasa Sansekerta, dari
kata Niti dan Sastra. Niti berarti kemudi, pemimpin, politik dan
sosial etik, pertimbangan, dan kebijakan. Sedangkan Sastra
berarti perintah, ajaran, nasihat, aturan, teori dan tulisan ilmiah.
Ajaran Nitisastra mengandung ajaran-ajaran kepemimpinan
yang bersifat umum dan universal.
Dahulunya ada seorang Maharsi India yang pertama menjadi konseptor dalam penataan sistem pemerintahan di  kerajaan
Dahulunya ada seorang Maharsi India yang pertama
menjadi konseptor dalam penataan sistem pemerintahan di
kerajaan Magadha yang dipimpin oleh putra mahkota
bernama Chandra Gupta adalah Rsi Kautiliya. Kitabnya
bernama Arthasastra.
Untuk menjadi pemimpin yang baik, seseorang
hendaknya memiliki kelebihan sifat sifat yaitu:
Kelebihan dalam menggunakan rasio atau pikiran.
Kelebihan dalam bidang rohaniah.
Kelebihan dalam bidang jasmaniah.

Untuk menjadi pemimpin yang baik, seseorang hendaknya memiliki kelebihan sifat sifat yaitu:

Kelebihan dalam menggunakan rasio atau pikiran. Kelebihan dalam bidang rohaniah. Kelebihan dalam bidang jasmaniah. Ada juga persyaratan yang lain untuk menjadi seorang pemimpin yaitu:

Intelegensi adalah kemampuan dalam mengobservasi pengetahuan. Karakter adalah sifat-sifat kepribadian yang berhubungan dengan nilai-nilai. Kesiapsiagaan adalah selalu awas dan waspada pada setiap kemungkinan.

Jujur atau satya merupakan kode etik yang wajib dilakukan. Satya dalam agama Hindu ada 5 yang disebut Panca Satya yang terdiri dari dari:

Satya Hradaya adalah jujur terhadap diri sendiri. Satya Wacana adalah jujur terhadap ucapan atau perkataan. Satya Semaya adalah setia terhadap janji Satya Mitra adalah setia terhadap sahabat. Satya Laksana adalah jujur dalam perbuatan.

Untuk menjadi pemimpin yang baik, seseorang hendaknya memiliki kelebihan sifat sifat yaitu: • Kelebihan dalam menggunakan
Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah
Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah

Tujuan Kepemimpinan

Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah

Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.

Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah
Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah
Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah
Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah

Machstaat adalah prinsip negara untuk menguasai segala potensi yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan untuk diabdikan kembali pada tujuan masyarakat negara itu.

Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah
Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah

Rechstaat adalah prinsip negara yang bertujuan untuk mengatur kehidupan negara agar berbagai keadaan dan kepentingan yang berbeda – beda dapat diatur dalam rangka mempercepat tercapainya tujuan negara.

Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah
Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah

Pilisistaat adalah suatu prinsip negara yang memandang segala seluk beluk kehidupan negara harus dijaga agar tidak terjadi penyimpangan – penyimpangan demi terwujudnya tujuan negar a tepat pada sasarannya.

Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah

Supervisorystaat adalah prinsip negara yang memandang bahwa fungsi negara ialah mendorong segala unsur – unsur negara untuk lebih cepat mencapai tujuan.

Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah
Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah
Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah
Tujuan Kepemimpinan  Tercapainya kesejahteraan hidup jasmani “jagadhita” dan kebahagiaan hidup rohani “moksa”.  Machstaat adalah
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang

Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.

 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang

Untuk membentuk kepemimpinan negara yang baik, kuat,

bersih, dan berwibawa.

 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang

Untuk menjadi warga negara yang baik termuat dalam berbagai sastra agama Hindu.

Dapat menuntun umatnya menjadikan dirinya sebagai sumber inspirasi dalam membentuk dan memantapkan suatu pandangan hidup berbangsa dan bernegara.

 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang

Untuk mengintegrasikan masyarakat ke dalam tatanan

bernegara.

Untuk menuntun umat manusia agar tahu swdharmanya sebagai masyarakat dan juga sebagai pemimpin masyarakat.

 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
 Untuk membentuk kepengikutan atau sebagai warga negara yang taat.  Untuk membentuk kepemimpinan negara yang
Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah
Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah
Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah
Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah

Fungsi Kepemimpinan

Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah haknya untuk mengerakan orang-orang atau bawahanya untuk mau mengikuti dan melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan. Tugas adalah kewajiban yang harus dilaksanakan. Ada beberapa hal yang berhubungan dengan tugas dan wewenang seorang pemimpin yang dilaksanakan dalam kepemimpinanya, antara lain sebagai berikut :

Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah haknya untuk
Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah haknya untuk

Planning adalah suatu pemikiran, perencanaan, persiapan, keputusan dan penerapan yang dilakukan sebagai suatu kegiatan dari seorang pemimpin. Organisation adalah usaha untuk mengelompokan atau menata kegiatan-kegiatan yang telah dicantumkan dalam perencanaan.

Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah
Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah
Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah
Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah
Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah
Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah
Fungsi Kepemimpinan Seorang pemimpin hendaknya dapat melaksanakan tugas- tugasnya sesuai dengan wewenangnya. Wewenang seorang pemimpin adalah

Directing adalah mengusahakan agar rencana pekerjaan itu dapat dilaksanakan. Untuk mendapatkan hasil yang baik maka seorang pemimpin perlu mendengarkan atau mendapatkan masukan, pandangan dari orang lain atau bawahanya.

Coordination adalah tindakan untuk memperoleh dan memelihara kesatuan diantara perorangan atau bagian karena usaha yang satu secara konstan merupakan bagian atau pelengkap dari usaha-usaha lainya.

Controlling adalah pengawasan terhadap rencana yang telah dilaksanakan oleh pemimpin, untuk memperoleh keyakinanya. Melalui kontrol yang diterapkan oleh pemimpin, akan dapat diketahui apakah rencana yang dilaksanakan telah sesuai pelaksanaanya sebagaimana diharapkan.

 Directing adalah mengusahakan agar rencana pekerjaan itu dapat dilaksanakan. Untuk mendapatkan hasil yang baik maka

Asas-Asas Kepemimpinan

1. Panca Dasa Pramiteng Prabhu Kata Panca Dasa Pramiteng Prabhu terdiri dari  kata Panca artinya
1.
Panca Dasa Pramiteng Prabhu
Kata Panca Dasa Pramiteng Prabhu terdiri dari
kata Panca artinya lima, Dasa artinya sepuluh,
Pramiteng artinya sifat yang utama, Prabhu
artinya pemimpin/raja. Panca Dasa Pramiteng
Prabhu berarti lima belas macam sifat utama yang
patut dipedomani dan dilaksanakan oleh setiap
pemimpin dalam memimpin masyarakat atau
bangsa dan negaranya.
Bagian-bagian Panca Dasa Pramiteng Prabhu
Wijaya, artinya berlaku bijaksana dan penuh
hikmat dalam menghadapi masalah yang
sangat penting
Mantriwira, artinya bersifat pemberani dalam
membela negara
  Wicaksanengnaya, artinya sangat bijaksana dalam memimpin Natanggwan, artinya mendapat kepercayaan dari rakyat dan negara
Wicaksanengnaya, artinya sangat bijaksana
dalam memimpin
Natanggwan, artinya mendapat kepercayaan
dari rakyat dan negara 
Satyabhakti aprabhu, artinya selalu setia dan
taat pada atasan
Wakmiwak, artinya pandai berbicara baik di
depan umum maupun berdiplomasi
Sarjawaupasawa, artinya bersifat sabar dan
rendah hati
Dhirotsaha, artinya bersifat teguh hati dalam
segala usaha
Teulelana, artinya bersifat teguh iman, selalu
riang atau optimis dan antusias
Dibyacita, artinya bersifat lapang dada atau
toleransi dapat menghargai pendapat orang lain
 Tansatresna, artinya tidak terikat pada kepentingan golongan/pribadi yang bertentangan dengan kepentingan umum  Masihsatresnabhuwana, artinya
Tansatresna, artinya tidak terikat pada
kepentingan golongan/pribadi yang
bertentangan dengan kepentingan umum
Masihsatresnabhuwana, artinya bersifat
menyayangi isi alam
Ginengpratidina, artinya setiap hari
berusaha berbuat baik dan berusaha tidak
mengulangi perbuatan-perbuatan buruk.
Sumantri, artinya bersifat menjadi abdi
negara dan pensihat yang baik
Anayakenmusuh, artinya mampu
membersihkan musuh-musuh negara

2.

Sad Warnaning Raja Niti

Kata Sad Warnaning Rajaniti berasal dari bahasa sansekerta. Dari kata Sad artinya enam, Warnaning artinya kesan yang diperoleh; corak rupa; corak; ragam; sifat sesuatu yang utama, Raja artinya debu; abu; tepung sari; bunga, dan Niti artinya kemudi; pimpinan; politik dan sosial etik; pertimbangan; kebijakan (Kamus Kecil Sansekerta-Indonesia). Sad Warnaning Rajaniti adalah enam kesan, corak, dan sifat yang utama sebagai persyaratan kepemimpinan bagi seorang raja atau pemimpin yang harus dilaksanakan dalam kepemimpinannya guna memimpin bangsa dan negara.

Bagian-bagian Sad Warnaning Rajaniti

  • a. Abhigainnika, artinya seorang pemimpin harus mampu menarik perhatian yang positif dari masyarakat, bangsa, dan negara yang dipimpinnya.

  • b. Prajna, artinya seorang pemimpin harus memiliki daya kreatif yang benar yang sesuai dengan dharma guna memimpin bangsa dan negara ini.

  • c. Utsaha, artinya seorang pemimpin harus memiliki daya kreatif yang luhur untuk memajukan kepentingan masyarakatnya.

  • d. Sakya Samanta, artinya seorang pemimpin harus mampu mengontrol bawahannya dan sekaligus memperbaiki hal-hal yang dipandang kurang baik untuk menjadi lebih baik.

  • e. Atma sampad, artinya pemimpin harus memiliki moral yang baik dan luhur yang dapat dipedomani oleh bawahannya dan masyarakat yang dipimpinnya.

  • f. Aksudra Parisatha, artinya seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memimpin persidangan para mentrinya dan menarik kesimpulan yang bijaksana, sehingga dapat diterima oleh semua pihak.

3.

Panca Upaya Sandhi

Kata Panca Upaya Sandhi terdiri dari kata, Panca artinya lima, Upaya artinya usaha; akal; ikhtiar. Sandhi artinya rahasia; kode; berita. Panca Upaya Sandhi berarti lima macam usaha dan upaya yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mengahadapi dan menyelesaikan persoalan serta tantangan yang menjadi tanggungjawabnya. Ajaran Panca Upaya Sandhi tersurat dalam lontar Siwabuddha Gama Tattwa.

Bagian-Bagian Panca Upaya Sandhi

Maya, artinya seorang pemimpin hendaknya memiliki dan melakukan upaya dalam pengumpulan data atau permasalahan yang belum jelas kedudukan dan profesinya.

Upeksa, artinya seorang pemimpin hendaknya memiliki upaya dan kemampuan untuk meneliti dan menganalisis semua data dan informasi yang ada.

Indrajala, artinya seorang pemimpin hendaknya memiliki upaya dan kemampuan untuk mencarikan jalan keluar setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang dipimpinnya

Wikrama, artinya seorang pemimpin hendaknya memiliki upaya dan kemampuan untuk melaksanakan semua rencana dan rumusan yang telah diprogramkan sebelumnya.

Logika, artinya seorang pemimpin dalam melaksanakan semua tindakannya harus selalu didahului dengan pertimbangan nalar yang sehat dan dapat diterima oleh masyarakat.

  • 4. Nawa Natya

Kata Nawa Natya terdiri dari kata Nawa artinya sembilan, Natya artinya teguh; bertata susila (Kamus Bahasa Bali-Indonesia, 125). Nawa Natya dapat diartikan sembilan sifat dan sikap teguh serta bersusila yang harus dimiliki oleh para pemimpin dan para pembantu-pembantunya, guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bangsa dan negara yang dipimpinnya.

Bagian-bagian Nawa Natya O Pradnya Widagda, artinya seseorang yang bijaksana dan mahir dalam berbagai ilmu pengetahuan
Bagian-bagian Nawa Natya
O Pradnya Widagda, artinya seseorang yang bijaksana dan mahir dalam berbagai
ilmu pengetahuan serta teguh pendirian.
O Wira Sarwa Yudha, artinya pemberani, pantang menyerah dalam menghadapi
berbagai masalah atau tantangan.
O Paramartha, artinya para pemimpin hendaknya memiliki sifat yang mulia dan
luhur.
O Dhirotsaha, artinya para pemimpin hendaknya memiliki ketekunan dan keuletan
dalam semua pekerjaannya.
O Pragiwakya, artinya para pemimpin pandai berbicara di depan umum dan pandai
berdiplomasi.
O Samaupaya, artinya para pemimpin hendaklah setia pada janji yang dibuatnya
dengan pihak lain atau masyarakatnya.
O Laghawangartha, artinya para pemimpin hendaknya tidak bersifat pamrih
terhadap harta benda di dalam hidup ini
O Wruh ring Sarwa Bastra, artinya para pemimpin tahu cara mengatasi macam-
macam kerusuhan.
O Wiweka, artinya para pemimpin dapat membedakan mana yang benar dan mana
yang salah.

Sifat Kepemimpinan Hindu

Menurut Prof. Arifin Abdul Rachman dalam bukunya yang berjudul “Kerangka Pokok-Pokok Manajemen Umum” menyebutkan bahwa terdapat tiga golongan sifat-sifat para pemimpin, antara lain sebagai berikut.

Sifat-sifat pokok, yaitu sifat-sifat dasar yang dimiliki oleh setiap pemimpin, antara lain adil, suka melindungi, penuh inisiatif, daya tarik dan kepercayaan diri.

Sifat-sifat khusus karena pengaruh tempat yaitu sifat-sifat pokok yang sesuai dengan kepribadian bangsa.

Sifat-sifat khusus karena pengaruh dari berbagai macam atau golongan pemimpin, seperti pemimpin paratai poltik, keagamaan, serikat buruh dan lain-lain.

Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat

Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat yang dikenal dengan Sad Upaya guna. Serta menghubungkan dirinya dengan masyarakat yang dipimpinnya yang disebut Tri Upaya Sandhi. Lontar raja Pati Gondala meyebutkan sepuluh macam hal yang patut dijadikan sahabat oleh pemimpin yaitu:

Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat
Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat
Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat
Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat
Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat
Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat
Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat

Satya: kejujuran. Arya: orang besar. Dharma: kebajikan. Asurya: orang yang dapat mengalahkan musuh. Mantri: orang yang dapat mengalahkan kesusahan. Salyatawan: orang yang banyak sahabatnya. Bali: orang yang kuat dan sakti. Kaparamarthan: kerohanian. Kadiran: orang yang tetap pendiriannya. Guna: orang yang banyak ilmu.

Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat
Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat
Menurut ajaran agama Hindu pada Lontar Raja Pati Gondala menjelaskan bahwa seorang pemimpin bersifat penuh sahabat
TERIMAKASI H
TERIMAKASI H
TERIMAKASI H

TERIMAKASI

TERIMAKASI H
TERIMAKASI H
TERIMAKASI H
H
H
TERIMAKASI H