Anda di halaman 1dari 9

FARMASI KLINIK

KASUS

Dosen : Putu Rika Veryanti, S.Farm., M.Farm-Klin

Disusun Oleh:
Kelompok 2B 
Della Nur Angraini 20340052
Eva Audia MS 20340059
Ikbal Mubarok 20340076
Ulfah Eka Syafitri 20340084
Fakhrul Umam 20340089
Rauzatul Ulfa 20340091

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER 40


FAKULTAS FARMASI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2020
KASUS 2B

Pasien a.n Tn G, MRS ke bangsal melati tgl 1 september 2020 dgn keluhan panas selama 1
minggu, mual dan muntah, bila BAK terasa panas dan nyeri. Pasien juga alami nyeri pada
pergelangan tangan dan kaki yang sangat. Dari pemeriksaan, klinisi mendiagnosis ISK + RA.
Pasien mendapat terapi ciprofloxacin inj 2 x 200 mg, pamol 4 x 1, antasida sir 3 x C II,
lansoprasole 1 x 40 mg. Riwayat obat sebelumnya Ibuprofen 2x100 mg, kloroquin 1 x 250 mg,
metilprednisolon 3 x 4 mg. Data lab SGOT / SGPT 100 U/L / 300 U/L, Cr 2,5 g/dL, BUN 50
g/dL. Kerjakan dengan SOAP!(Tulis pada daftar pustaka semua literatur yang digunakan,
termasuk url web jurnal)
DATA BASE PASIEN
Nama : Tn. G
Usia :-
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tinggi Badan :-
Berat Badan :-
Past Medical History :Penyakit ISK + RA(Rheumatoid Arthirtis)
Medication History : Ibuprofen 2x100 mg
kloroquin 1 x 250 mg
metilprednisolon 3 x 4 mg
Terapi Obat : ciprofloxacin inj 2x200 mg
pamol 4 x 1
antasida sir 3 x C II
lansoprasole 1 x 40 mg
Family History :-
Social History :-
Allergic History :-
Catatan SOAP
SUBJEKTIF

Keluhan panas selama 1 minggu, mual dan


muntah, bila BAK terasa panas dan nyeri

Pasien juga alami nyeri pada pergelangan


tangan dan kaki yang sangat
OBJEKTIF

PEMERIKSAAN HASIL NILAI NORMAL


SGOT 100 U/L 0-35 U/L
Serum Glutamic
Oxaloacetic Transaminase
SGPT 300 U/L 0 – 35 U/L
Serum Glutamic Pyruvic
Transaminase
Cr 2,5 g/dL 0,7 – 1,3 mg/dL
Clereance creatinine
BUN 50 g/Dl 8 – 20 mg/dL
Blood Urea Nitrogen
ASSESMENT

PROBLEM TERAPI DRP KETERANGAN


MEDIKA
Demam selama 1 minggu Pamol 4 x 1 C1 terkait pemilihan obat pemilihan obat diganti
dikarenakan untuk meningkatkan
dosis 4x1
Infeksi Saluran Kemih Ciprofloxacin Inj C3 Dosis terlalu tinggi Pada dosis maksimum
2 x 200mg ciprofloxacin injeksi untuk ISK
2 x 100mg
Mual dan muntah Antasida sirup P2. Pasien menderita, atau dapat menyebabkan toksisitas pada
3 x C II mungkin menderita, dari pasien gagal ginjal. Harus
kejadian obat yang merugikan diperhatikan pada pasien gagal hati,
sirosis, edema atau gagal ginjal
Lansoprazole P3. 2 Perawatan Obat yang tidak Pada kasus pasien tidak didiagnosa
1 x 40mg
perlu gangguan pada lambung seperti tukak
lambung, GERD, dll.
Pasien hanya mengalami gejala mual
dan muntah
PLAN TERAPI
No. Rekomendasi dan Alasan Monitoring Target

1. Ciprofloksasin 100 mg secara IV sebagai lini kedua Monitoring kestabilan BUN Stabilnya BUN 8 – 20 mg/dL
pengobatan infeksi saluran kemih. dan Cr & Cr 0,7 – 1,3 mg/dL

2. Lansoprazole tab 15 – 30 mg diberikan 1x sehari 1 jam Monitoring mual dan muntah Hilangnya rasa mual dan
sebelum makan pagi hari. Setelah melalui 1 jam karena efek dari naiknya muntah
kemudian baru mulai kan untuk pemberian obat SGOT/SGPT
selanjutnya

3. Pamol diberikan 4 x 1 secara peroral dengan Monitoring kenaikan kadar Menurunkan demam dan kadar
meningkatkan dosis untuk menurunakan demam SGOT dan SGPT SGOT/SGPT

4. Celecoxib tab 200 mg diberikan setiap 12 jam. Monitoring nyeri padaa Hilangnya rasa nyeri pada
pergelengan tangan dan kaki pergelangan tangan dan kaki
yang berat yang berat
DAFTAR PUSTAKA

• JURNAL “EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN


KEMIH RAWAT INAP DI RS X KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2014
• JURNAL “EFFICACY OF CELECOXIB VERSUS IBUPROFEN FOR THE TREATMENT OF
PATIENTS WITH OSTEOARTHRITIS OF THE KNEE: A RANDOMIZED DOUBLE-BLIND,
NON-INFERIORITY TRIAL”
TERIMA KASIH