Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK : 1. Ai Dini Swastika 2. Ika karlina 3. Istianatun 4. Novit Fitrah Sabanda 5. Sri Kartini 6.

Yusman Nurmansyah

ASTO ( anti-streptolisin O) merupakan antibodi yang paling dikenal dan paling sering digunakan untuk indikator terdapatnya infeksi streptococcus. Lebih kurang 80 % penderita demam reumatik / penyakit jantung reumatik akut menunjukkan kenaikkan titer ASTO ini; bila dilakukan pemeriksaan atas 3 antibodi terhadap streptococcus, maka pada 95 % kasus demam reumatik didapatkan peninggian atau lebih antibodi terhadap streptococcus. Tes immunologi untuk mencari adanya dan mengukur titer antibodi terhadap Streptokokus beta hemolitik (antistreptolisin) yang sering ada didaerah faring. Titer ASTO naik pada 75-80% dari kasus-kasus dengan infeksi streptococcus di daerah faring, glomerulonefritis, demam rematik, endokarditis bakterialis. Tes ASTO yang tinggi (tunggal) hanya memberi kesan adanya infeksi streptokokus yang baru lalu atau sedang berjalan. Titer normal pada orang dewasa yaitu < 160

Streptococcus beta hemolitik mengeluarkan 2 hemolisin (streptolisin) yaitu: 1). Streptolisin O, adalah suatu protein (BM 60.000) yang secara aktif menghemolisis dalam keadaan tereduksi tapi dengan cepat terjadi menjadi tidak aktif bila teroksidasi.Streptolisin O secara kuantitatif bergabung dengan anti streptolisin O,suatu antibody yang timbul pada manusia setelah infeksi dengan setiap streptococcus yang menghasilkan streptolisin O.Antibodi ini menghambat hemolisis oleh streptolisin O.Penomena ini merupakan dasar tes kuantitatif untuk antibodi. 2).Streptolisin S, adalah penyebab zona hemolitik sekitar koloni streptococcus pada lempeng agar darah.Streptolisin S antibodi namun serum manusia atau binatang sering mengandung penghambat non-spesifik yang tidak tergantung pada pengalaman masa lalu strepiecoccus.

1.

Pada tes ini serum penderita di encerkan secara serial dan ditambahkan sejumlah streptolisin O yang tetap (Streptolisin O di awetkandengan sodium thioglycolate). Kemudian di tambahkan suspensi sel darahmerah 5%. Hemolisis akan terjadi pada pengenceran serum di manakadar/titer dari ASO tidak cukup untuk menghambat hemolisis tidak terjadi pada pengencaran serum yang mengandung titer ASO yang tinggi.(Handojo,1982)

2.

Aglutinasi pasif Streptolisin O merupakan antigen yang larut. Agar dapatmenyebabkan aglutinasi dengan ASO. Maka Streptolisin O perlu disalutkan pada partikel-partikel tertentu. Partikel yang sering dipakai yaitu pattikel lateks. (Handojo,1982) Tes hambatan hemolisis mempunyai sensitivitas yang cukup baik ,sedangkan tes aglutinasi latex memiliki sensitivitas yang sedang. Tesaglutinasi latex hanya dapat mendeteksi ASO dengan titer di atas 200IU/ml.(Handojo ,1982)

Reaksi auto imun terhadap Streptococcus secara teori akan mengakibatkankerusakan jaringan atau manifestasi demam rheumatic, dengan cara : 1. Streptococcus group A akan menyebabkan infeksi faring 2.Antigen Streptococcus akan menyebabkan pembentukan antibodi pada pejamu yang hiperimun. 3.Antibodi bereksi dengan antigen Streptococcus dan dengan jaringan pejamu yang secara antigeni sama seperti Streptococcus .4.Autoantibodi tersebut bereaksi dengan jaringan pejamu,sehinggamenyebabkan kerusakan jaringan.(Price, 2003)

Bila

dalam serum penderita terdapat ASO lebih dari 200 IU/ml, maka sisa ASO yang tidak terikat oleh Streptolisin O akan menyebabkan aglutinasi dari streptolisin Oyang disalurkan pada partikel partikel latex . Bila kadar ASO dalamserum penderita kurang dari 200 IU / ml , maka tidak ada sisa ASO bebasyang dapat menyebabkan aglutinasi dengan streptolisin O pada partikel partikel latex. (Handojo,1982)

Suatu infeksi oleh -hemolitik Streptococcus group A akan marangsang sel-sel imunokompeten untuk memproduksi antibody-antibodi, baik terhadap produk-produk ekstraselular dari kuman (streptolisin, hialuronidase,streptokinase, DNASE) maupun terhadap komponen permukaan dari dinding selkuman (cell-surface/membrane antigen-CSMA). ImunAb-CSMA yang di emdapkan pada glomerulus atau endocardium danmenyebabkan kerusakan-kerusakan pada bagian-bagian tubuh tersebut. Sebagian basar dari strain-strain serologik dari Streptococcus

Group

A menghasilkan duaenzim hemolitik yaitu Streptolisin O dan S. Di dalam tubuh penderita, StreptolisinO akan merangsang pembentukan antibodi yang spesifik yaitu anti streptolisin O(ASTO) sedangkan yang dibentuk Streptolisin S tidak spesifik. (Handojo,1982)

Tujuan

: Merupakan pemeriksaan yang dapat mendeteksi penyakit jaringan sendi, misal demam rematik akut Prinsip : Terbentuknya aglutinasi sebagai hasil reaksi antara serum yang mengandung antibody ASTO dengan suspensi latex yang mengandung partikel yang dilapis dengan streptolysin O yang dimurnikan dan distabilkan. Metode : ORTHO Anti Streptolosin O aglutinasi

1. 2. 3. 4. 5.

6.

Alat dan Bahan : Tabung serologi Kaca objek (slide test) Mikropipet 50 ul, 1000ul Pengaduk plastik Reagen ASLO (ortho) Serum pasien

Cara kerja : A.Kualitatif a. Masukkan 25 l sampel dan 25 l reagen CRF lateks/ RF lateks b. Lebarkan menggunakan lidi sampai bundaran slide hitam penuh c. Goyangkan dan lakukan pengamatan aglutinasi didepan cahaya dalam waktu 2 menit dengan menyalakan stopwacth,jika hasil positif maka lakukan pemeriksaan kwantitatif. Jika hasil negatif maka tidak perlu pemeriksaan lanjut.

B. Semi Kuantitatif
No tabung

1). Dibuat pengenceran serum, sebagai berikut:


Primary glysin (ml) (pengenceran 1/20) Gas (ml) Final dilution (peng.akhir) ASL titer (IU/ml)

1 2 3 4 5

0,2 0,1 0,1 0,1 0,1

0,1 0,1 0,2 0,3 0,4

1/30 1/40 1/60 1/80 1/100

300 400 600 800 1000

2). Dan masing-masing pengenceran diambil 50 ul, kemudian teteskan pada slide. 3). Tambahkan latex reagen masing-masing 1 tetes. 4). Campur hingga homogen. 5). Biarkan 3 menit, lalu baca ada tidaknya aglutinasi 6). Titer ASLO adalah pengenceran serum tertinggi yang masih positif

Wassalamualaikum Wr.Wb