Anda di halaman 1dari 14

Anti

Streeptolisin O
(ASTO)

Kelompok :
1. Ani Safitri
2. Ahmad Setiawan
3. Widya Hoerun N.L
Latar Belakang

– Suatu infeksi oleh β-hemolitic Streptococcus grup-A akan merangsang beberapa


sel imonokompoten untuk memproduksi beberapa Antibodi, baik terhadap
beberapa produk ekstraseluler dari kuman (streptolisin, hialuronidase,
streptokinase, DNAase) maupun terhadap komponen permukaan dari dinding
sel kuman cell surface membrane antigen (CSMA). Antibodi terhadap CSMA
inilah yang diduga menyebabkan terjadinya kelainan pada jantung
(endokardium) penderita demam rematik atau ginjal penderita
glomerulonefritis.
– Adanya antibody yang spesifik terhadap streptolisin-O ini kemudian dipakai
sebagai ASO biasanya mulai meningkat 1-4 minggu setelah terjadinya infeksi.
Titer ASO akan kembali normal setelah sekitar 6 bulan. Bila titer tidak menurun
,suatu infeksi ulangan mungkin terjadi.
Apa itu ASTO ?

Anti streptolisin O adalah suatu antibodi yang di bentuk oleh tubuh terhadap suatu
enzim proteolitik. Streptolisin O yang diproduksi oleh β-hemolitik Streptococcus
group A dan mempunyai aktivitas biologic merusak dinding sel darah merah serta
mengakibakan terjadinya hemolisis.
Anti-Streptolisin O bisa digunakan secara klinis untuk menegaskan infeksi yang
baru saja. Antibodi itu tidak merusak kuman dan tidak mempunyai dampak
perlindungan, tetapi adanya antibody itu dalam serum menunjukkan bahwa di
dalam tubuh baru saja terdapat streptokokus yang aktif.
Patogenitas

Bakteri berbentuk coccus biasanya berpasangan dan membentuk seperti rantai, spesies virullen dan
terkadang membentuk kapsul

Menyebabkan penyakit demam rematik yang disebabkan oleh Streeptococcus beta-hemolyticus


golongan A pada kerongkongan yang dapat menyebabkan nyeri pada kerongkoan dan demam.

Jika tidak cepat di tangani  perlengketan yang kuat di daerah sekitarnya dan merangsang
pengeluaran antibodi (Ig-G).

Antibodi yang dihasilkan akan mengikat kuman Streptococcus dan membentuk suatu kompleks imun
dan akan menyebar ke seluruh tubuh, terutama ke jantung, sendi, dan susunan saraf.
Macam-macam demam Reumatik

Demam Rematik pada jantung

Demam rematik pada sendi

Demam rematik pada susunan saraf


Gejala

Nafsu makan Nyeri pada Rasa sakit pada Dan Gangguan


Demam menurun kerongkongan sendi bahkan lainnya
mengalami
pembengkakan
Pemeriksaan ASTO

 Tujuan
Untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap Streptolisin O yang dikeluarkan oleh
Streptococcus β hemolitik.
 Metode
Aglutinasi
 Prinsip
Jika serum mengandung Anti Streptolisin O direaksikan dengan lateks yang sudah
disensitasi oleh Streptolisin O maka akan terjadi aglutinasi.
Ab (serum) + Ag (lateks disensitasi oleh Streptolisin O)  Aglutinasi
Alat Bahan
•Slide Hitam •Serum / Plasma
•Mikropipet dan tip •Kit ASTO test
•pengaduk
Cara Kerja

1. Kualitatif
Lanjutan … Kualitatif + Kuantitatif
Interpretasi Hasil
pembahasan

– ASTO ( anti-streptolisin O) merupakan antibodi yang paling dikenal dan paling


sering digunakan untuk indikator terdapatnya infeksi streptococcus.
– Diagnosa penyakit demam rematik (ASTO) perlu dilakukan pemeriksaan
laboratorium, diantaranya berupa pemeriksaan kadar LED (Laju Endap Darah),
CRP (C-Reaktive Factor), dan ASTO (Anti Streptolisin-O). Pemeriksaan tambahan
yang dapat dilakukan adalah sinar X, EKG dan echocardiography.
– Jika infeksi tidak segera diobati, bakteri Streptococcus yang ada akan
melakukan perlengketan yang kuat (adherence) di daerah sekitarnya dan
merangsang pengeluaran antibodi (Ig-G). Antibodi yang dihasilkan akan
mengikat kuman Streptococcus dan membentuk suatu kompleks imun dan akan
menyebar ke seluruh tubuh, terutama ke jantung, sendi, dan susunan saraf.
Lanjutan …

– Pembacaan hasil pada tes aglutinasi lebih dari 5 menit menggunakan serum yang
lipemik, serta penyimpanan reagensia yang salah merupakan factor kesalahan dalam
pemeriksaan. Hasil pemeriksaan ASTO metode slide bernilai positif (+) akan dilakukan
pemeriksaan lanjutan (semi kuantitatif) dan hasil positif pengenceran yang terakhir akan
dikalikan 200 IU/ml.
– Hasil pemeriksaan yang negatif berarti bahwa Anda tidak mengalami infeksi
streptococcus akhir-akhir ini. Dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan ASTO
ulangan dalam waktu 2-4 minggu setelah pemeriksaan pertama, karena hasil
pemeriksaan seringkali berubah menjadi positif pada pemeriksaan kedua.
– Hasil pemeriksaan ASTO yang positif berarti bahwa Anda pernah mengalami infeksi
streptococcus akhir-akhir ini, walaupun Anda mungkin sama sekali tidak merasakan
gejala apapun. Hasil pemeriksaan ASTO akan tetap positif selama 2-4 bulan setelah
infeksi terjadi.
Kesimpulan

ASTO ( anti-streptolisin O) merupakan antibodi yang paling dikenal dan paling


sering digunakan untuk indikator terdapatnya infeksi streptococcus. Lebih kurang
80 % penderita demam reumatik / penyakit jantung reumatik akut menunjukkan
kenaikkan titer ASTO ini, bila dilakukan pemeriksaan atas 3 antibodi terhadap
streptococcus, maka pada 95 % kasus demam reumatik / penyakit jantung
reumatik didapatkan peninggian atau lebih antibodi terhadap streptococcus.