Anda di halaman 1dari 26

REFERAT

KATARAK

NAMA: EDOARDO MAHENDRA A, S.Ked INDAH TRIANA PUTRI, S.Ked (1102009094) (1102009140)

PEMBIMBING : dr. D !"# H $%r &' K%()e# S*.M KEPANITERAAN K+INIK BAGIAN I+MU KESEHATAN MATA RSUD ,IBITUNG KABUPATEN BEKASI FAKU+TAS KEDOKTERAN UNI-ERSITAS .ARSI 2014

KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga pada akhirnya penulis dapat mennyelesaika presentasi kasus mata dengan mengambil tema KATARAK SE !L!S ! S!"E # Tugas imi merupakan salah satu syarat dalam mengikuti Kepaniteraan $ata di RS%D Kabupaten &ekasi# "enyelesaian tugas ini tak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak# $aka dengan segala kerendahan hati penulis haturkan u'apan terima kasih kepada pembimbing dr# Di'ky Hilarius Kambey, Sp#$, "enulis sangat menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, (leh karena itu penulis berharap kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan tugas ini dan sebagai bekal penulis untuk menyusun tugas)tugas lainnya di kemudian hari# Sem(ga re*erat ini banyak memberi man*aat bagi semua pihak yang membutuhkan#

, ) /&01, 2 Fe)r&%r 2014

Pe0&$ '

BAB I PENDAHU+UAN WH+ ,-./, mende*inisikan kebutaan sebagai tajam penglihatan diba0ah 1234# Kebutaan adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius bagi setiap negara# &erdasarkan WH+ 5,-.-6, pre7alensi kebutaan lebih besar pada negara berkembang# Kebutaan ini sendiri akan berdampak se'ara s(sial dan ek(n(mi bagi (rang yang menderitanya# !r(nisnya, .89 dari kebutaan yang terjadi dapat di'egah atau di(bati#3 !nd(nesia sebagai negara berkembang, tidak luput dari masalah kebutaan# Disebutkan, saat ini terdapat :8 juta penderita kebutaan di dunia 349 diantaranya berada di negara miskin atau berkembang# !nd(nesia, dalam 'atatan WH+ berada diurutan ketiga dengan terdapat angka kebutaan sebesar ,,:.9#; Di dunia ini :;9 kebutaan yang terjadi disebabkan (leh katarak# %ntuk !nd(nesia, sur7ei pada ,--82,--3 menunjukkan pre7alensi kebutaan men'apai ,,89 dengan 4,.;9 di antaranya disebabkan (leh katarak , dan yang terbesar karena katarak senilis#; Katarak adalah perubahan lensa mata yang semula jernih dan tembus 'ahaya menjadi keruh, sehingga 'ahaya sulit men'apai retina akibatnya penglihatan menjadi kabur# Katarak terjadi se'ara perlahan)lahan sehingga penglihatan penderita terganggu se'ara berangsur# "erubahan ini dapat terjadi karena pr(ses degenerasi atau ketuaan trauma mata, k(mplikasi penyakit tertentu, maupun ba0aan lahir#1,;

BAB II PEMBAHASAN I. ANATOMI DAN FISIO+OGI MATA Anat(mi dan *isi(l(gi mata sangat rumit dan mengaggumkan# Se'ara k(nstan mata menyesuaikan jumlah 'ahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada (bjek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang k(ntinu yang dengan segera dihantarkan ke (tak#1,.,; $ata memiliki struktur sebagai berikut < Sklera 5bagian putih mata6 < merupakan lapisan luar mata yang be0arna putih dan relati* kuat# K(njungti7a < selaput tipis yang melapisi bagian dalam kel(pak mata dan bagian s'lera# K(rnea < struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anteri(r serta membantu mem*(kuskan 'ahaya# "upil < daerah hitam ditengah)tengah iris# !ris < jaringan be0arna yag berbentuk 'in'in, menggantung di belakang k(rnea dan di depan lensa, ber*ungsi mengatur jumlah 'ahaya yang masuk ke mata dengan 'ara merubah ukuran pupil# Lensa < struktur 'embung ganda yang tergantung diantara hum(r a=u(s dan 7itreus, ber*ungsi membantu mem*(kuskan 'ahaya ke retina# Retina < lapisan jaringan peka 'ahaya yang terletak dibagian belakang b(la mata, ber*ungsi mengirimkan pesan 7isual melalui sara* (ptikus ke (tak# Sara* (ptikus < kumpulan jutaan serat sara* yang memba0a pesan 7isual ke (tak# Hum(r a=ueus < 'aian jernih dan en'er yang mengalir diantara lensa dan k(rnea 5mengisi segmen anteri(r b(la mata6 serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan k(rnea, dihasilkan (leh pr('essus 'iliaris#

Hum(r 7itreus < gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina 5mengisi segmen p(steri(r mata6

>ambar ,# 5http<22d('t(r(l(gy#net20p)'(ntent2upl(ads2/44-2412eye#jpg?imgre*url6 A. ANATOMI +ENSA "ada manusia, lensa mata bik(n7eks, tidak mengandung pembuluh darah 5a7askular6, tembus pandang, dengan diameter - mm dan tebal 8 mm yang memiliki *ungsi untuk mempertahankan kejernihan, re*raksi 'ahaya, dan memberikan ak(m(dasi## Ke depan berhubungan dengan 'airan bilik mata, ke belakang berhubungan dengan badan ka'a# Digantung (leh @unula Ainii 5Ligamentum suspens(rium lentis6, yang menghubungkannya dengan k(rpus siliaris# "ermukaan p(steri(r lebih 'embung daripada permukaan anteri(r# Lensa diliputi (leh kapsula lentis, yang bekerja sebagai membran yang sempermiabel, yang akan memper(leh air dan elektr(lit untuk masuk#1,.,; Disebelah depan terdapat selapis epitel subkapsular# ukleus lensa lebih keras daripada k(rteksnya# Sesuai dengan bertambahnya usia, serat)serat lamelar subepitel terus dipr(duksi, sehingga lensa lama)kelamaan menjadi lebih besar dan kurang elastik# ukleus dan k(rteks terbentuk dengan persambungan lamellae ini ujung ke ujung berbentuk 5 B 6 bila dilihat dengan slitlamp# &entuk 5 B 6 ini tegak di anteri(r dan terbalik di p(steri(r# Lensa ditahan ditempatnya (leh ligamen yang dikenal A(nula Ainii, yang
5

tersusun dari banyak *ibril dari permukaan k(rpus siliaris dan menyisip ke dalam ekuat(r lensa#1,.,; Lensa terdiri atas 389 air dan 189 pr(tein 5kandungan tertinggi diantara jaringan) jaringan tubuh6, dan sedikit sekali mineral yang biasa berada di dalam jaringan tubuh lainnya# Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada dikebanyakan jaringan lain# Asam ask(rbat dan glutati(n terdapat dalam bentuk ter(ksidasi maupun tereduksi# Tidak ada serat nyeri, pembuluh darah atau sara* di lensa#1,.,;

>ambar /# 5http<22duniamata#bl(gsp(t#'(m2/4,42482struktur)lainnya)lensa) kristalina#html?usg6

B. FISIO+OGI +ENSA Cungsi utama lensa adalah mem*(kuskan berkas 'ahaya ke retina# % tuk mem*(kuskan 'ahaya datang dari jauh, (t(t)(t(t siliaris relaksasi, menegangkan serat A(nula Ainii dan memperke'il diameter anter(p(steri(r lensa sampai ukurannya yang terke'il, dalam p(sisi ini daya re*raksi lensa diperke'il sehingga berkas 'ahaya paralel akan ter*(kus ke retina# %ntuk mem*(kuskan 'ahaya dari benda dekat, (t(t siliaris berk(ntraksi sehingga tegangan A(nula berkurang# Kapsul lensa yang elastik kemudian mempengaruhi lensa menjadi lebih s*eris diiringi (leh peningkatan daya biasnya# Kerjasama *isi(l(gis antar A(nula, k(rpus siliaris, dan lensa untuk mem*(kuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai %"3(3d%' .2,4

"ada (rang de0asa lensanya lebih padat dan bagaian p(steri(r lebih k(n7eks# "r(ses skler(sis bagian sentral lensa, dimulai pada masa kanak)kanak dan terus berlangsung perlahan)perlahan sampai de0asa dan setelah ini pr(ses bertambah 'epat, dimana nukleus menjadi besar dan k(rteks bertambah tipis# "ada (rang tua lensa lebih besar, lebih gepeng, 0arnanya kekuningan, kurang jernih dan tampak seperti D gray re*lek D atau Dsenil re*lek, yang sering disangka katarak# Karna pr(ses skler(sis ini lensa menjadi kurang elastis dan daya ak(m(dasinya berkurang# Keadaan ini disebut presbi(pia, dimana pada (rang !nd(nesia dimulai pada usia :4 tahun#/,. ,. PEMERIKSAAN +ENSA "emeriksaan yang dilakukan pada enyakit lensa adalah pemeriksaan tajam penglihatan dan dengan melihat lensa melalui slit lamp, (*talm(sk(p, penlight, l((p, sebaiknya dengan pupil dilatasi#; D. METABO+ISME +ENSA NORMA+ Transparansi lensa dipertahankan (leh keseimbangan air dan kati(n 5s(dium dan kalium6# Kedua kati(n berasal dari hum(r a=ueus dan 7itreus# Kadar kalium dibagian anteri(r lensa lebih tinggi dibandingkan p(steri(r, sedangkan kadar atrium lebih tinggi dibagian p(steri(r lensa# !(n kalium bergerak ke bagian p(steri(r dan keluar ke hum(r a=ueus, dari luar i(n natrium masuk se'ara di*usi bergerak ke bagian anteri(r untuk menggantikan i(n kalium dan keluar melalui p(mpa akti* a)K AT"ase, sedangkan kadar kalsium tetap dipertahankan didalam (leh Ea)AT"ase#. $etab(lisme lensa melalui glik(lisis anaer(b 5-896 dan H$")shunt 5896# Falur H$")shunt menghasilkan AD"H untuk bi(sintesis asam lemak dan rib(se, juga untuk akti7itas glutati(n reduktase dan ald(se reduktase# Ald(se reduktase adalah enAim yang merubah gluk(sa menjadi s(rbit(l, dan s(rbit(l dirubah menjadi *rukt(sa (leh enAim s(rbit(l dehidr(genase#. II. DEFINISI Katarak merupakan abn(rmalitas pada lensa mata berupa kekeruhan lensa yang menyebabkan tajam penglihatan penderita berkurang# Katarak lebih sering dijumpai pada (rang tua, dan merupakan penyebab kebutaan n(m(r , di seluruh dunia# "enuaan merupakan penyebab katarak yang terbanyak, tetapi banyak juga *a't(r lain yang
7

mungkin terlibat, antara lain < trauma, t(ksin, penyakit sistemik 5misG diabetes6, mer(k(k, dan herediter# Kata katarak berasal dari Bunani katarraktes yang berarti air terjun# Dalam bahasa !nd(nesia disebut bular dimana seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh# Katarak sendiri sebenarnya merupakan kekeruhan pada lensa akibat hidrasi, denaturasi pr(tein, dan pr(ses penuaan#sehingga memberikan gambaran area bera0an atau putih#1,; Kekeuruhan ini menyebabkan sulitnya 'ahaya untuk men'apai retina, sehingga penderita katarak mengalami gangguan penglihatan dimana (bjek terlihat kabur# $ereka mengidap kelainan ini mungkin tidak menyadari telah mengalami gangguan katarak apabila kekeruhan tidak terletak dibagian tengah lensanya#1,;

>ambar 1# 5http<22medi'ast(re#'(m2images2katarak/#jpg?imgre*url6 >angguan penglihatan yang dirasakan (leh penderita katarak tidak terjadi se'ara instan, melainkan terjadi berangsur)angsur, sehingga penglihatan penderita terganggu se'ara tetap atau penderita mengalami kebutaan# Katarak tidak menular dari satu mata ke mata yang lain, namun dapat terjadi pada kedua mata se'ara bersamaan#1,; Katarak biasanya berkembang lambat selama beberapa tahun dan pasen mungkin meninggal sebelum diperlukan pembedahan# Apabila diperlukan pembedahan maka pengangkatan lensa akan memperbaii ketajaman penglihtan pada H -49 kasus#sisanya mungkin mengalami kerusakan retina atau mengalami penyulit pas'a bedah serius misalnya glauk(ma, ablasi( retina, atau in*esi yang menghambat pemulihan daya pandang#1,;

>ambar :#5http<22medi'ast(re#'(m2images2katarak/#jpg?imgre*url6 III. EPIDEMIO+OGI Lebih dari -49 kejadian katarak merupakan katarak senilis# /4):49 (rang usia 34 tahun ke atas mengalami penurunan ketajaman penglihatan akibat kekeruhan lensa# Sedangkan pada usia ;4 tahun ketas insidensinya men'apai 34);49# "re7alensi katarak k(ngenital pada negara maju berkisar /): setiap ,4444 kelahiran# Crekuensi katarak laki) laki dan perempuan sama besar# Di seluruh dunia, /4 juta (rang mengalami kebutaan akibat katarak#8

I-.

ETIO+OGI DAN FAKTOR RISIKO "enyebab tersering dari katarak adalah pr(ses degenerasi, yang menyebabkan lensa mata menjadi keras dan keruh# "engeruhan lensa dapat diper'epat (leh *akt(r risik( seperti mer(k(k, paparan sinar %I yang tinggi, alk(h(l, de*isiensi 7it E, radang menahun dalam b(la mata, dan p(lusi asap m(t(r2pabrik yang mengandung timbal#1,; Eedera pada mata seperti pukulan keras, tusukan benda, panas yang tinggi, dan trauma kimia dapat merusak lensa sehingga menimbulkan gejala seperti katarak#; Katarak juga dapat terjadi pada bayi dan anak)anak, disebut sebagai katarak k(ngenital# Katarak k(ngenital terjadi akibat adanya peradangan2in*eksi ketika hamil, atau penyebab lainnya# Katarak juga dapat terjadi sebagai k(mplikasi penyakit in*eksi dan metab(lik lainnya seperti diabetes mellitus#1

-.

PATOFISIO+OGI "erubahan *isik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi# "erubahan dalam serabut halus multipel 5A(nula6 yang memanjang dari badan siliar ke sekitar daerah di luar lensa# "erubahan kimia dalam pr(tein lensa dapat menyebabkan k(agulasi, sehingga mengakibatkan pandangan dengan menghambat jalannya 'ahaya ke retina# Salah satu te(ri menyebutkan terputusnya pr(tein lensa n(rmal disertai in*luks air ke dalam lensa# "r(ses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar# Te(ri lain mengatakan bah0a suatu enAim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi# Fumlah enAim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak#1,; Terdapat / te(ri yang menyebabkan terjadinya katarak yaitu te(ri hidrasi dan skler(sis< ,# Te(ri hidrasi terjadi kegagalan mekanisme p(mpa akti* pada epitellensa yang berada di subkapsular anteri(r, sehingga air tidak dapatdikeluarkan dari lensa# Air yang banyak ini akan menimbulkan bertambahnya tekanan (sm(tik yangmenyebabkan kekeruhan lensa#3

/#

Te(ri skler(sis lebih banyak terjadi pada lensa manula dimana serabutk(lagen terus bertambah sehingga terjadi pemadatan serabut k(lagendi tengah# $akin lama serabut tersebut semakin bertambah banyak sehingga terjadilah skler(sis nukleus lensa#3 "erubahan yang terjadi pada lensa usia lanjut<; ,# Kapsula a# $enebal dan kurang elasti' 5,2: dibanding anak6 b# $ulai presbi(pia' '# &entuk lamel kapsul berkurang atau kabur d# Terlihat bahan granular /# Epitel)makin tipis a# Sel epitel 5germinati* pada ekuat(r bertambah besar dan berat6 b# &engkak dan 7aku(lisasi mit(k(ndria yang nyata 1# Serat lensa a# Serat irregular b# "ada k(rteks jelas kerusakan serat sel

10

'# &r(0n s'ler(ti' nu'leus, sinar %I lama kelamaan merubah pr(teinnukelus lensa, sedang 0arna '(klat pr(tein lensa nu'leusmengandung histidin dan tript(*an disbanding n(rmal d# K(rteks tidak ber0arna karenai kadar asam ask(rbat tinggi dan menghalangi *(t( (ksidasi# Sinar tidak banyak mengubah pr(tein pada serat muda# "erubahan *isik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparasi, akibat perubahan pada serabut halus multipel yang memanjang dari badan siliar ke sekitar daerah di luar lensa, misalnya menyebabkan penglihatan mengalami dist(rsi# "ada pr(tein lensa menyebabkan k(agulasi, sehingga mengakibatkan pandangan dengan penghambatan jalannya 'ahaya ke retina#;

G%()%r 5. Per)%0d 01%0 *e01$ 6%/%0 03r(%$ d%0 *e01$ 6%/%0 "%/%r%" -I. K+ASIFIKASI M3r73$31 Kapsular Subkapsular K(rtikal Supranuklear uklear "(lar M%/&r /%' !nsipien !ntumesen !mmatur $atur Hipermatur $(rgagni
11

O0'e/ K(ngenital !n*antile Fu7enile "resenile Senile

KATARAK SENI+IS 1. De7 0 ' d%0 E* d ( 3$31 Katarak senilis merupakan tipe katarak didapat yang timbul karena pr(ses degenerati* dan umum terjadi pada pasien di atas 84 tahun# "ada usia .4 tahun, lebih dair -49 indi7idu mengalami katarak senilis# %mumnya mengenai kedua mata dengan salah satu mata terkena lebih dulu#1 Cakt(r)*akt(r yang mempengaruhi (nset, tipe, dan maturasi katarak senilis antara lain<1 ,# Herediter /# Radiasi sinar %I 1# Cakt(r makanan :# Krisis dehidrasi(nal 8# $er(k(k 2. P%/37 ' 3$31 K(mp(sisi lensa sebagian besar berupa air dan pr(tein yaitu kristalin# Kristalin J dan K adalah 'haper(n, yang merupakan heat shock protein# Heat shock protein berguna untuk menjaga keadaan n(rmal dan mempertahankan m(lekul pr(tein agar tetap inakti* sehingga lensa tetap jernih# Lensa (rang de0asa tidak dapat lagi mensintesis kristalin untuk menggantikan kristalin yang rusak, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kekeruhan lensa#3,; $ekanisme terjadi kekeruhan lensa pada katarak senilis yaitu< 1. K%/%r%" 'e0 $ ' "3r/ "%$ Terjadi pr(tein pr(ses t(tal dimana jumlah berkurang, diikuti

dengan penurunan asam amin( dan kalium, yang mengakibatkan kadar


12

natrium meningkat# Hal ini menyebabkan lensa memasuki keadaan hidrasi yang diikuti (leh k(agulasi pr(tein#8 "ada katarak senilis k(rtikal terjadi derajat maturasi sebagai berikut< ) Der%8%/ 'e*%r%' $%(e$%r Terjadi demarkasi dari serat k(rtikal akibat hidrasi# Tahap ini hanya dapat diperhatikan menggunakan slitlamp dan masih bersi*at re7ersibel#; ) K%/%r%" 0' * e0 $erupakan tahap dimana kekeruhan lensa dapat terdeteksi dengan adanya area yang jernih diantaranya# Kekeruhan dapat dimulai dari ekuat(r ke arah sentral 5kunei*(rm6 atau dapat dimulai dari sentral 5kupuli*(rm6# ) K%/%r%" (%/&r Kekeruhan pada katarak imatur belum mengenai seluruh bagian lensa# I(lume lensa dapat bertambah akibat meningkatnya tekanan (sm(tik, bahan lensa yang degenerati*, dan dapat terjadi glauk(ma sekunder#1 ) K%/%r%" (%/&r Kekeruhan pada katarak matur sudah mengenai seluruh bagian lensa# Dep(sisi i(n Ea dapat menyebabkan kekeruhan menyeluruh pada derajat maturasi ini# &ila terus berlanjut, dapat menyebabkan kalsi*ikasi lensa#1,8 ) K%/%r%" 6 *er(%/&r "ada stadium ini pr(tein)pr(tein di bagian k(rteks lensa sudah men'air# Eairan keluar dari kapsul dan menyebabkan lensa menjadi mengerut#1,8 ) K%/%r%" M3r1%10 $erupakan kelanjutan dari katarak hipermatur, di mana nukleus lensa menggenang bebas di dalam kantung kapsul# "engeretuan dapat berjalan terus dan menyebabkan hubungan dengan A(nula @inii menjadi l(nggar#1,8 G%()%r 9 G%()%r 2
,8 1,8

G%()%r 9

G%()%r 4

13

Perbedaan stadium katarak


I0' * e0 Ke"er&6%0 ,% r%0 $e0'% Ringan (rmal I(%/&r Sebagian &ertambah 5air masuk6 Ir ' B $ " (%/% de*%0 S&d&/ ) $ " (%/% S6%d3: /e'/ Pe0#&$ / (rmal (rmal (rmal ) ) Terd(r(ng Dangkal Sempit L >lauk(ma (rmal (rmal (rmal ) ) M%/&r Seluruh (rmal H *er(%/&r $asi* &erkurang 5air keluar6 Tremulans Dalam Terbuka "seud(ps %7eitis L >lauk(ma

2. K%/%r%" 'e0 $ ' 0&"$e%r Terjadi pr(ses skler(tik dari nukleus lensa# hal ini menyebabkan lensa menjadi keras dan kehilangan daya ak(m(dasi# $aturasi pada katarak senilis nuklear terjadi melalui pr(ses skler(tik, dimana lensa kehilangan daya elastisitas dan keras, yang mengakibatkan menurunnya kemampuan ak(m(dasi lensa, dan terjadi (btruksi sinar 'ahaya yang mele0ati lensa mata# $aturasi dimulai dari sentral menuju peri*er# "erubahan 0arna terjadi akibat adanya dep(sit pigmen# Sering terlihat gambaran nukleus ber0arna '(klat 5katarak brunesens6 atau hitam 5katarak nigra6 akibat dep(sit pigmen dan jarang ber0arna merah 5katarak rubra6#8,3

14

G%()%r 10. (%) "%/%r%" )r&0e'e0' ()) "%/%r%" 0 1r% (!) "%/%r%" r&)r%

;. M%0 7e'/%' K$ 0 ' $ani*estasi dari gejala yang dirasakan (leh pasien penderita katarak terjadi se'ara pr(gresi* dan merupakan pr(ses yang kr(nis# >angguan penglihatan ber7ariasi, tergantung pada jenis dari katarak yang diderita pasien#1,8 >ejala pada penderita katarak adalah sebagai berikut< ,# "enurunan 7isus /# Silau 1# "erubahan mi(pik :# Dipl(pia m(n('ular 8# Hal( be0arna 3# &intik hitam di depan mata Tanda pada penderita katarak adalah sebagai berikut<1 ,# "emeriksaan 7isus berkisar antara 32- sampai hanya persepsi 'ahaya /# "emeriksaan iluminasi (blik 1# Shad(0 test :# +*talm(sk(pi direk 8# "emeriksaan sit lamp Derajat kekerasan nukleus dapat dilihat pada slit lamp sebagai berikut#

4. D %103'%
15

Diagn(sa katarak senilis dapat dibuat dari hasil anamnesis dan pemeriksaan *isik# "emeriksaan lab(rat(rium pre(perasi dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit) penyakit yang menyertai, seperti D$, hipertensi, dan kelainan jantung#3,; "ada pasien katarak sebaiknya dilakukan pemeriksaan 7isus untuk mengetahui kemampuan melihat pasien# Iisus pasien dengan katarak sub'apsuler p(steri(r dapat membaik dengan dilatasi pupil# "emeriksaan adneksa (kuler dan struktur intra(kuler dapat memberikan petunjuk terhadap penyakit pasien dan pr(gn(sis penglihatannya# 3 "emeriksaan slit lamp tidak hanya di*(kuskan untuk e7aluasi (pasitas lensa tetapi dapat juga struktur (kuler lain, misalnya k(njungti7a, k(rnea, iris, bilik mata depan# Ketebalan k(rnea harus diperiksa dengan hati)hati, gambaran lensa harus di'atat dengan teliti sebelum dan sesudah pemberian dilat(r pupil, p(sisi lensa dan intergritas dari serat A(nular juga dapat diperiksa sebab subluksasi lensa dapat mengidenti*ikasi adanya trauma mata sebelumnya, kelainan metab(lik, atau katarak hipermatur# "emeriksaan shad(0 test dilakukan untuk menentukan stadium pada katarak senilis# Selain itu, pemeriksaan (*thalm(sk(pi direk dan indirek dalam e7aluasi dari intergritas bagian belakang harus dinilai#; 5. D %103' ' B%0d 01 Katarak k(ngenital yang bermani*estasi sebagai leuk(k(ria perlu dibedakan dengan k(ndisi lain yang menyebabkan leuk(k(ria, seperti retin(blast(ma, retinopathy of prematurity, atau persistent hyperplastic primary vitreus 5"H"I6#8 9. T%/%$%"'%0% "enatalaksanaan de*initi* untuk katarak senilis adalah ekstraksi lensa# &ergantung pada integritas kapsul lensa p(steri(r, ada / tipe bedah lensa yaitu intra 'apsuler 'atara't ekstraksi 5!EEE6 dan ekstra 'apsuler 'atara't ekstraksi 5EEEE6#; I0d "%' !ndikasi penatalaksanaan bedah pada kasus katarak men'akup indikasi 7isus,medis, dan k(smetik#;

16

1. !ndikasi 7isusG merupakan indikasi paling sering# !ndikasi ini berbeda pada tiap indi7idu, tergantung dari gangguan yang ditimbulkan (leh katarak terhadap akti7itas sehari)harinya# 2. !ndikasi medisG pasien bisa saja merasa tidak terganggu dengan kekeruhan pada lensa matanya, namun beberapa indikasi medis dilakukan (perasi katarak seperti glauk(ma imbas lensa (lens-induced glaucoma), end(*talmitis *ak(ana*ilaktik, dan kelainan pada retina misalnya reti(pati diabetik atau ablasi( retina# ;. !ndikasi k(smetikG kadang)kadang pasien dengan katarak matur meminta ekstraksi katarak 5meskipun ke'il harapan untuk mengembalikan 7isus6 untuk memper(leh pupil yang hitam# Per' %*%0 Pre<O*er%' 3 ,# "asien sebaiknya dira0at di rumah sakit semalam sebelum (perasi /# "emberian in*(rmed '(nsent 1# &ulu mata dip(t(ng dan mata dibersihkan dengan larutan "(7id(ne)!(dine 89 :# "emberian tetes antibi(tik tiap 3 jam 8# "emberian sedati* ringan 5DiaAepam 8 mg6 pada malam harinya bila pasien 'emas 3# "ada hari (perasi, pasien dipuasakan# .# "upil dilebarkan dengan midriatika tetes sekitar / jam sebelum (perasi# Tetesan diberikan tiap ,8 menit ;# +bat)(bat yang diperlukan dapat diberikan, misalnya (bat asma, antihipertensi, atau anti glauk(ma# Tetapi untuk pemberian (bat antidiabetik sebaiknya tidak diberikan pada hari (perasi untuk men'egah hip(glikemia, dan (bat antidiabetik dapat diteruskan sehari setelah (perasi#

A0e'/e' ; ,# Anestesi %mum Digunakan pada (rang dengan ke'emasan yang tinggi, tuna rungu, atau retardasi mental, juga diindikasikan pada pasien dengan penyakit "arkins(n, dan reumatik yang tidak mampu berbaring tanpa rasa nyeri# /# Anestesi L(kal < Peribulbar block
17

"aling sering digunakan# Diberikan melalui kulit atau k(njungti7a dengan jarum /8 mm# E*ek < analgesia, akinesia, midriasis, peningkatan T!+, hilangnya re*leks Oculo-cardiac 5stimulasi pada n#7agus yang diakibatkan stimulus rasa sakit pada b(la mata, yang mengakibatkan bradikardia dan bisa menyebabkan 'ardia' arrest6 K(mplikasi < o "erdarahan retr(bulbar o Rusaknya sara* (ptik o "er*(rasi b(la mata o !njeksi ner7us (pti'us o !n*eksi Subtenon lock $emasukkan kanula tumpul melalui insisi pada k(njungti7a dan kapsul ten(n 8 mm dari limbus dan sepanjang area subten(n# Anestesi diinjeksikan diantar ekuat(r b(la mata# !opical-intracameral anesthesia Anestesi permukaan dengan (bat tetes atau gel 5pro"ymetacaine #$%&' lidocaine (&6 yang dapat ditambah dengan injeksi intrakamera atau in*usa larutan lid(kain ,9, biasanya selama hidr(diseksi# &erikut ini akan dideskripsikan se'ara umum tentang tiga pr(sedur (perasi pada ekstraksi katarak yang sering digunakan yaitu !EEE, EEEE, dan pha'(emulsi*ikasi, S!ES# 1. I0/r% ,%*'&$%r ,%/%r%!/ E=/r%!/ 30 (I,,E) Tindakan pembedahan dengan mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsul# Seluruh lensa dibekukan di dalam kapsulnya dengan 'ry(phake dan depindahkan dari mata melalui in'isi k(rneal superi(r yang lebar# Sekarang met(de ini hanya dilakukan hanya pada keadaan lensa subluksati( dan disl(kasi# "ada !EEE tidak akan terjadi katarak sekunder dan merupakan tindakan pembedahan yang sangat lama p(puler#!EEE tidak b(leh dilakukan atau k(ntraindikasi pada pasien berusia kurang dari :4 tahun yang
18

masih mempunyai ligamen hial(idea kapsular# "enyulit yang dapat terjadi pada pembedahan ini astigmatisme, gluk(ma, u7eitis, end(*talmitis, dan perdarahan#1,3,;

G%()%r 11. Te"0 " I,,E 2. E=/r% ,%*'&$%r ,%/%r%!/ E=/r%!/ 30 ( E,,E ) Tindakan pembedahan pada lensa katarak dimana dilakukan pengeluaran isi lensa dengan meme'ah atau mer(bek kapsul lensa anteri(r sehingga massa lensa dan k(rtek lensa dapat keluar melalui r(bekan# "embedahan ini dilakukan pada pasien katarak muda, pasien dengan kelainan end(tel, implantasi lensa intra ('ular p(steri(r, peren'anaan implantasi sekunder lensa intra ('ular, kemungkinan akan dilakukan bedah gluk(ma, mata dengan predip(sisi untuk terjadinya pr(laps badan ka'a, mata sebelahnya telah mengalami pr(lap badan ka'a, ada ri0ayat mengalami ablasi retina, mata dengan sit(id ma'ular edema, pas'a bedah ablasi, untuk men'egah penyulit pada saat melakukan pembedahan katarak seperti pr(laps badan ka'a# "enyulit yang dapat timbul pada pembedahan ini yaitu dapat terjadinya katarak sekunder#1,3,;

19

G%()%r 12. Te"0 " E,,E

G%(%)%r 1;. E,,E de01%0 *e(%'%01%0 IO+ ;. P6%!3e(&$' 7 !%/ 30 "hak(emulsi*ikasi 5pha'(6 adalah teknik untuk memb(ngkar dan memindahkan kristal lensa# "ada teknik ini diperlukan irisan yang sangat ke'il 5sekitar /)1mm6 di k(rnea# >etaran ultras(ni' akan digunakan untuk menghan'urkan katarak, selanjutnya mesin "HAE+ akan menyed(t massa katarak yang telah han'ur sampai bersih# Sebuah lensa !ntra +kular yang dapat dilipat dimasukkan melalui irisan tersebut# Karena in'isi yang ke'il maka tidak diperlukan jahitan, akan pulih dengan sendirinya, yang memungkinkan pasien dapat dengan 'epat

20

kembali melakukan akti7itas sehari)hari#Tehnik ini berman*aat pada katarak k(ngenital, traumatik, dan kebanyakan katarak senilis#1,3,; 4. S(%$$ I0! ' 30 ,%/%r%!/ S&r1er# (SI,S) !nsisi dilakukan pada sklera dengan ukuran insisi ber7ariasi dari 8); mm# amun tetap dikatakan S!ES sejak design arsiteknya tanpa jahitan, "enutupan luka insisi terjadi dengan sendirinya 5sel*)sealing6# Teknik (perasi ini dapat dilakukan pada stadium katarak immature, mature, dan hypermature# Teknik ini juga telah dilakukan pada kasus glauk(ma *ak(litik dan dapat dik(mbinasikan dengan (perasi trabekulekt(mi#3 >e0 ' /e60 " )ed%6 "%/%r%" E=/r% !%*'&$%r !%/%r%!/ e=/r%!/ 30 (E,,E) I0/r% !%*'&$%r !%/%r%!/ e=/r%!/ 30 (I,,E) Ke&0/&01%0 Ker&1 %0

!n'isi ke'il Ke"er&6%0 *%d% "%*'&$ *3'/er 3r Tidak ada k(mplikasi D%*%/ /er8%d 7itreus *er$e01"e/%0 r ' de01%0 Kejadian "%*'&$ end(phtalm(d(nesis lebih sedikit Edema sist(id makula lebih jarang Trauma terhadap end(telium k(rnea lebih sedikit Retinal deta'hment lebih sedikit Lebih mudah dilakukan Semua k(mp(nen lensa diangkat I0! ' $e) 6 )e'%r Ede(% ! '/3 d *%d% (%"&$% K3(*$ "%' *%d% ? /re&' S&$ / *%d% &' % @ 40 /%6&0 E0d3*/6%$( / ' Me(er$&"%0 d $%/%' *&* $ #%01 )% " Pe$e)%r%0 $&"% 8 "% %d% IO+

F%"3e(&$' 7 "%'

I0! ' *%$ 01 "e! $ A'/ 1(%/ '(% 8%r%01 /er8%d Pe0d%r%6%0 $e) 6 'ed " / Te"0 " *%$ 01 !e*%/
21

KOMP+IKASI K(mplikasi (perasi dapat berupa k(mplikasi pre(perati*, intra(perati*, p(st(perati* a0al, p(st(perati* lanjut, dan k(mplikasi yang berkaitan dengan lensa intra (kular (intra ocular lens' )O*)#3 A. K3(*$ "%' *re3*er%/ 7 a6 AnsietasG beberapa pasien dapat mengalami ke'emasan 5ansietas6 akibat ketakutan akan (perasi# Agen an"iolytic seperti diaAepam /)8 mg dapat memperbaiki keadaan# b6 ausea dan gastritisG akibat e*ek (bat pre(perasi seperti asetaA(lamid dan2atau gliser(l# Kasus ini dapat ditangani dengan pemberian antasida (ral untuk mengurangi gejala# '6 K(njungti7itis iritati* atau alergiG disebabkan (leh tetes antibi(tik t(pi'al pre(perati*, ditangani dengan penundaan (perasi selama / hari# d6 Abrasi k(rneaG akibat 'edera saat pemeriksaan tekanan b(la mata dengan menggunakan t(n(meter S'hi(tA# "enanganannya berupa pemberian salep antibi(tik selama satu hari dan diperlukan penundaan (perasi selama / hari# B. K3(*$ "%' 0/r%3*er%/ 7 a6 Laserasi m# re'tus superi(rG dapat terjadi selama pr(ses penjahitan# b6 "erdarahan hebatG dapat terjadi selama persiapan con+unctival flap atau selama insisi ke bilik mata depan# '6 Eedera pada k(rnea 5r(bekan membrane Des'emet6, iris, dan lensaG dapat terjadi akibat instrumen (perasi yang tajam seperti kerat(m# d6 Eedera iris dan irid(dialisis 5terlepasnya iris dari akarnya6 e6 Lepas2 hilangnya 7itre(usG merupakan k(mplikasi serius yang dapat terjadi akibat ruptur kapsul p(steri(r (accidental rupture) selama teknik EEEE# ,. K3(*$ "%' *3'/3*er%/ 7 %:%$ K(mplikasi yang dapat terjadi segera setelah (perasi termasuk hi*ema, pr(laps iris, kerat(pati striata, u7eitis anteri(r p(st(perati*, dan end(*talmitis bakterial# D. K3(*$ "%' *3'/3*er%/ 7 $%08&/ ,ystoid -acular .dema (,-.)' delayed chronic postoperative endophtalmitis' Pseudophakic ullous /eratopathy (P /)' ablasi( retina, dan katarak sekunder merupakan k(mplikasi yang dapat terjadi setelah beberapa 0aktu p(st (perasi# E. K3(*$ "%' #%01 )er"% /%0 de01%0 IO+
22

!mplantasi !+L dapat menyebabkan k(mplikasi seperti u veitis-glaucoma-hyphema syndrome (01H syndrome)' malp(sisi !+L, dan sindr(m lensa t(ksik (to"ic lens syndrome)#

PRE-ENTIF DAN PROMOTIF Katarak senilis tidak dapat di'egah karena penyebab terjadinya katarak senilis ialah (leh karena *akt(r usia, namun dapat dilakukan pen'egahan terhadap hal)hal yang memperberat seperti meng(ntr(l penyakit metab(lik, men'egah paparan langsung terhatap sinar ultra7i(let dengan menggunakan ka'a mata gelap dan sebagainya# "emberian intake anti(ksidan 5seperti asam 7itamin A, E dan E6 se'ara te(ri berman*aat#8 &agi per(k(k, diusahakan berhenti mer(k(k, karena r(k(k mempr(duksi radikal bebas yang meningkatkan risik( katarak# Selanjutnya, juga dapat mengk(nsumsi makanan bergiAi yang seimbang# $emperbanyak p(rsi buah dan sayuran# Lindungilah mata dari sinar ultra7i(let# Selalu menggunakan ka'a mata gelap ketika berada di ba0ah sinar matahari# Lindungi juga diri dari penyakit seperti diabetes#3 PROGNOSIS Tindakan pembedahan se'ara de*eniti* pada katarak senilis dapat memperbaiki ketajaman penglihatan pada lebih dari -49 kasus# Sedangkan pr(gn(sis penglihatan untuk pasien anak)anak yang memerlukan pembedahan tidak sebaik pr(gn(sis untuk pasien katarak senilis# Adanya ambli(pia dan kadang)kadang an(mali sara* (ptikus atau retina membatasi tingkat pen'apaian pengelihatan pada kel(mp(k pasien ini# "r(gn(sis untuk perbaikan ketajaman pengelihatan setelah (perasi paling buruk pada katarak k(ngenital unilateral dan paling baik pada katarak k(ngenital bilateral ink(mplit yang pr(resi* lambat#:

23

BAB III KESIMPU+AN Katarak adalah abn(rmalitas pada lensa mata berupa kekeruhan lensa yang menyebabkan tajam penglihatan penderita berkurang# Katarak merupakan penyebab kebutaan n(m(r , di seluruh dunia# Hal ini didukung (leh *a't(r usia, radiasi dari sinar ultra7i(let, kurangnya giAi dan 7itamin serta *a't(r tingkat kesehatan dan penyakit yang diderita# "enderita katarak akan mengalami gejala)gejala umum seperti penglihatan mulai kabur, kurang peka dalam menangkap 'ahaya 5*(t(*(bia6 sehingga 'ahaya yang dilihat hanya berbentuk lingkaran semu, lambut laun akan terlihat seperti n(da keruh ber0arna putih di bagian tengah lensa kemudian penderita katarak akan sulit menerima 'ahaya untuk men'apai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina# Katarak ada beberapa jenis menurut eti(l(ginya yautu katarak senile, '(ngenital, traumati', t(ksis, as(siasi, dan k(mplikata# Katarak hanya dapat diatasi melalui pr(sedur (perasi# Ada : jenis teknik (perasi katarak yaitu !EEE, EEEE, "ha'(emulsi*i'ati(n, S!ES# Akan tetapi jika gejala tidak mengganggu tindakan (perasi tidak diperlukan, kadang kala hanya dengan mengganti2menggunakan ka'amata# Karena kekeruhan 5(pasitas6 sering terjadi

24

akibat bertambahnya usia sehingga tidak diketahui pen'egahan yang e*ekti* untuk katarak yang paling sering terjadi#

DAFTAR PUSTAKA ,# E7a "R, Whit'her F"# Iaughan ? AsburyMs >eneral +phthalm(l(gy# ,.th ed# %SA < $' >ra0)HillG /44.# /# >uyt(n AE, Hall EH# TeNtb((k (* $edi'al "hysi(l(gy# ,, th ed# "hiladelphia < W#&# Saunders E(mpany G /443# 1# !lyas S# !lmu "enyakit $ata# Edisi ke)1# Fakarta< &alai "enerbit CK%!G /4,4# :# Kanski FF, &(0ling &# Elini'al +phthalm(l(gy < A Systemi' Appr(a'h# . th ed# Ehina< Else7ier < /4,,# 5e)b((k6 8# +'amp( IID# Eatara't, Senile < Di**erential Diagn(sis and W(rkup# /44-# Diakses dari http<22emedi'ine#meds'ape#'(m2arti'le2,/,4-,:)(7er7ie0, tanggal 4; Cebruari /4,:# 3# "as'(lini D, $ari(tti S"# >l(bal estimates (* 7isual impairment</4,4# &R F +phthalm(l# /4,,# .# S'anl(n IE, Sanders T# !ndra# !n# < K(malasari R, Subekti &, Hani A, edit(rs# &uku Ajar Anat(mi dan Cisi(l(gi# 1rd ed# Fakarta< "enerbit &uku Ked(kteran E>EG /44.#
25

;# Iaughan D>, Asbury T, Ri(rdan E7a "# Oftalmologi 0mum# Edisi ,:# Fakarta< Widya $edika, /444#

26