Anda di halaman 1dari 3

Nama: Iustitia Septuaginta Samben NIM: 07120120074

LAPORAN KASUS Kasus: Penyakit Akut

I. IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Usia Alamat Pekerjaan Pendidikan terakhir : Nn. E : Perempuan : 14 tahun : Sepatan : Pelajar : SMP

II. ANAMNESIS Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis terhadap pasien di Puskesmas Sepatan, tanggal 17 September 2013 pukul 10.00.

Keluhan utama: Sakit perut

Keluhan tambahan : Pusing

Riwayat penyakit sekarang: Pasien datang dengan keluhan sakit perut sejak 3 hari yang lalu di bagian kiri atas dan bawah perut. Nyeri tidak menjalar. Terasa melilit dan hilang timbul serta muncul tiba-tiba. Biasanya nyeri terasa sekitar 10 menit kemudian menghilang. Pasien merasa membaik setelah berbaring dan memburuk ketika berdiri. Nyeri di perut dapat terjadi 2-3 kali sehari, muncul pada saat pagi hari dan sore hari. Nyeri masih terasa setelah makan. Pasien juga mengeluh pusing yang dirasakan di

seluruh kepala dan terasa berputar-putar. Pasien membaik setelah diberi obat antasida. Pasien mempunyai kebiasaan makan tidak teratur, dia hanya makan 1-2 kali/hari.

Riwayat penyakit dahulu: Pasien tidak pernah mengeluh penyakit ini sebelumnya. Pasien sebelumnya pernah satu kali mengalami sakit kuning dan berobat jalan sebanyak 4 kali hingga dinyatakan sembuh.

Riwayat penyakit keluarga: Keluarga tidak mengalami keluhan serupa dan tidak terdapat riwayat darah tinggi serta diabetes mellitus. dan ayah pasien pernah mengalami sakit kuning saat kecil.

Riwayat Sosial Lingkungan rumah kurang bersih dan peliharaan yaitu ayam dapat masuk ke dalam rumah.

III. KESIMPULAN Pasien datang dengan keluhan sakit perut dengan nyeri yang terasa melilit dan hilang timbul serta muncul tiba-tiba sejak 3 hari yang lalu, di bagian kiri atas dan di bawah perut. Nyeri terasa sekitar 10 menit kemudian menghilang. Nyeri di perut dapat terjadi 2-3 kali sehari pada saat pagi hari dan sore hari. Pasien merasa membaik setelah berbaring dan memburuk ketika berdiri. Keluhan tambahan yaitu pusing yang dirasakan di seluruh kepala dan terasa berputar-putar. Pasien membaik setelah diberi obat antasida.

IV. ANALISIS Diagnosis Kerja : Dispepsia

FIFE: Feelings Insight : pasien merasa khawatir dengankeadaannya. : Pasien tidak mengetahui penyebab dari penyakitnya

Function

: Penyakit ini cukupmengganggupasien saat beraktivitas.

Expectation : Pasien ingin cepat sembuh.

Rekomendasi Pasien disarankan menjalani pola makan yang teratur yaitu meluangkan waktu untuk makan dan mengunyah makanan dengan benar sebelum ditelan. Pasien juga sebaiknya menghindari stress. Pasien juga sebaiknya tidak mengkonsumsi aspirin atau NSID lainnya apabila harus dikonsumsi maka harus dalam keadaan perut terisi makana. Untuk meredakan keluhan sebaiknya konsumsi antasida.

V. REVIEW PENYAKIT Dispepsia adalah perasaan tidak nyaman atau nyeri pada abdomen bagian atas atau dada bagian bawah yang menetap atau episodic. Keluhan ini biasanya muncul selama atau setelah makan. Karakteristik dari keluhan ini yaitu perasaan panas dan terbakar atau nyeri di antara area pusar dan bagian bawah dada. Serta perasaan penuh saat makan atau cepat kenyang. Dispepsia dapat disebabkan oleh konsumsi alcohol berlebihan, makanan pedas berlemak atau berminyak, makan terlalu banyak, stress atau cemas, makan terlalu cepat, minuman yang mengandung kafein dan merokok. Berdasarkan ada tidaknya penyebab dan kelompok gejala maka dispepsia
dibagi atas dispepsia organik dan dispepsia fungsional. Dispepsia organik adalah apabila penyebab dispepsia sudah jelas, misalnya ada ulkus peptikum, karsinoma lambung, kholelithiasis, yang bisa ditemukan secara mudah. Dispepsia fungsional adalah apabila penyebab dispepsia tidak diketahui atau tidak didapati kelainan pada pemeriksaan

gastroenterology konvensional, atau tidak ditemukannya adanya kerusakan organik


dan penyakit-penyakit sistemik.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003260.htm