Anda di halaman 1dari 4

SISTEM EMULSI KHUSUS

Emulsi ganda. Emulsi air dalam minyak dalam air (w/o/w), juga dikenal sebagai emulisi ganda,
dapat dibuat dengan mencampur suatu pengemulsi w/o seperti sorbitan mono-oleat dengan
mencampur suatu pengemulsi w/o seperti seperti sorbiton mono oleat dengan suatu fase minyak
seperti petrolatum cair dalam suatu mikser dan perlahan-lahan menambahkan fase air untuk
membentuk suatu emulsi air dalam minyak. Emulsi air w/o dalam minyak tersebut kemudian
didispersikan salam suatu larutan air dan suatu zat pengemulsi o/w, seperti polisorbat 80 (Tween
80), dalam suatu homogenizer atau penggiling koloid sehingga membentuk emulsi air dalam
minyak dalam air. Senyawa obat atau zat-zat lainnya dapat disatukan dengan fase dalam yang
merupakan fase air.
Mikroemulsi. Penggunaan mikroemulsi bisa jadi salah kaprah, karena mikroemulsi terdiri dari
misel-misel besar atau micelles ynang mengandung fase dalam, mirip seperi larutan yang
dilarutkan (solubilized solution). Tidak seperti emulsi, mikroemulsi, maupun solubilized solution
tampak jernih seperti larutan transparat, tapi berbeda dengan solubilized sistem, mikroemulsi
barang kali tidak stabil secara termodinamik. Keadaan mikroemulsi kelihatannya berada diantara
solubilized yang stabil secara termodinamik dan emulsi yang relative tidak stabil. Mikroemulsi
mengandung tetesan-tetesan minyak didalm fase air (o/w) atau tetesan-tetesan air dalam fase
minyak )w/o) dengan diameter kira-kira 10-200nm dan fraksi volume dari fase terdispers
bervariasi dari 0,2-0,8.
Nanopartikel. Nanopartikel adalah suatu produk yang seupa baik ukuran maupun bentukkan
dengan bulatan/bola-bola mikroemulsi. Nanopartikel dan mikroemulsi ini adalah misel-misel
yang dibentuk dengan suatu proses polimerisasi. Produk ini mengandung molekul-molekul obat
tyang terlarut, globulin atau toksoid. Nanopartikel polimetil metakrilat bernbentuk bulat dan
dapat dilihat dengan mikroskop electron dengan ukuran diameter lebih kecil dari 50nm.
Nanopartikel tersebut membentuk larutan koloid dalam air dan telah digunakan untuk
enkapsulasi koloid tetanus dan immunoglobulin G manusia untuk digunakan secara parenteral
dalam binatang untuk memperoleh titir antibody yang tinggi. Nanopartikel juga digunakan
sebagai carrier untuk zat-zat dibidang industry dan pertanian.
SETENGAH-PADATAN (SEMISOLID)

Gel. Gel adalah sistem padat atau setengah padat dari paling sedikit dua konstituen yang terdiri
dari massa seperti pagar yang rapat dan diselundupi oleh cairan. Jika matriks yang saling melekat
kaya akan cairan, maka produk ini seringkali disebut jelly. Contoh, jelly efedrin sulfat dan jelly
yang biasa dimakan. Jika cairannya hilang dan hajya tinggal kerangkanya saja, gel ini dikenal
sebagai xerogel. Contohnya lembaran gelatin, pita tragacanth dan tetesan akasia.
Gel bisa digolongkan baik dalam sistem dua fase atau dalam sistem satu fase. Massa gel dapat
terdiri dari gumpalan (flokulat) partikel-partikel kecil dan bukan molekul-molekul besar seperti
ditemukana pada gel aluminium hidroksida, magma bentonit dan magma magnesium. Struktur
gel dalam sistem dua fase ini tidak selalu stabil. Gel-gel tersebut mungkin tiksotropik yang
membentuk massa setengah padat pada pendiaman dan menjadi cairan jika dikocok.
Gel bisa dibagi dua golongan, yakni : gel anorganik dan gel organik. Gel anorganik umumnya
merupakan sistem dua fase, sedangkan gel organic merupakan sistem satu fase, karena matriks
padat dilarutkan kedalam cairan membentuk suatu campuran gelatin yang homogeny. Gel bisa
juga mengandung air, dan ini disebut hydrogel, contohnya : gelatin gel. Gel bisa juga
mengandung cairan organic,, dalam hal ini disebut organogel, misalnya petrolatum.
Sineresis dan penggembungan. Jika suatu gel didiamkan beberapa saat, maka gel tersebut
seringkali mengerut secara alamiah dan sebagian dari cairannya terperas keluar. Fenomena ini
dikenal sebagai sineresis, diperkirakan ini karena terjadinya strutur mtariks/serat sel yang terus
mengeras dan akhirnya mengakibatkan terperasnya air keluar. Sineresis dapat diamati pada jelly
yang kita makan seahri-hari atau gelatin pencuci mulut. Istilah bleeding yang berhubungan
dengan pembebasan minyak atau air dari dasar salep biasanya akibat dari struktur gel yang
kurang bukan karena kontraksi seperti pada sineresis.
Kebalikan dari sineresis adalah diserapnya cairan oleh suatu gel dengan meningkatkan volume.
Fenomena ini dikenal sebgai penggembungan (swelling). Gel bisa juga menyerap sejumlah
cairan tanpa pembesaran volume yang dapat dikur, in idisebut imhibisi. Cairan-cairan yang dapat
mengakibatkan penggembungan ialah cairan-cairan yang dapat mensolvasi suatu gel,
penggembungan gel-gel protein dipengaruhi oleh pH dan adanya elektrolit.
Penggolongan Basis Semi Solid

Contoh
I. Organogel
A. Tipe Hidrokarbon
B. Lemak Hewani dan Lemak Nabati
C. Lemak Dasar Sabun
D. Organogel Hidrofilik
II. Hidrogel
A. Hidrogel Organik
B. Hidrogel Anorganik

Petrolatum, gel minyak mineral-polietilena.


Lemak babi, minyak tumbuhan dihidrogenasi,
minyak cokelat.
Aluminium stearate, gel minyak mineral.
Basis karbowax, salep polietilen glikol.
Pasta pectin, jelly tragacanth.
Gel bentonit, gel magnesium aluminium silikat
koloidal.

III. Semisolid Tipe Emulsi


A. Basis yang dapat Diemulsikan
1. Air dalam Minyak (Absorpsi)
2. Minyak dalam Air
B. Basis Teremulsi
1. Air dalam Minyak
2. Minyak dalam Air

Petrolatum

hidrofilik,

lemak

wool

basis

Johston-Leet.
Basis Tween anhidrat.
Lemat wool hidrat, salep air mawar.
Salep hidrofilik, vanishing cream.

Organel. Menurut meyer petrolatum adalah suatu gel semisolid yang terdiri dari suatu komponen
cairan bersama dengan protoubutance dan fraksi malam (wax) yang berupa Kristal. Fraksi
Kristal mnyebabkan kerasnaya struktur gel, sedangkan pembentuk gel menstabilkan sistem dan
mengentalkan gel tersebut. Sefat-sifat fisik: titik leleh; konsistensi: panjang serat; warna serta
bau; begitu juga komposisi kimia dari produk, bergantung pada sumber minyak mentah dan
metode pemurniannya.
Organogel hidrofilik. Organogel polar termasuk didalamnya polietilen glikol dengan bobot
molekul tinggi dikenal sebagai Carbowax. Carbowax tersebut larut sampai kira-kira 75% dalam
air, oleh karena itu dapat tercucu air dengan sempurna, walaupun gelnya kelihatan dan terasa
seprti petrolatum. Carbowax bersifat anionic dan stabil, tapi kerugian zat tersebut menjadi cairan.
Zat tersebut juga menjadi lunak dengan adanya salisilat, benzoate, fenol dan fenolat.
Hydrogel. Basis dari golongan ini termasuk bahan-bahan yang dapat didispersikan secara
kolodial atau larut dalam air. Golongan tersebut terdiri dari koloida hidrofilik seperti silikia,

bentonit, pectin, natrium alginate, metilselulosa dan hydrogel alumina yang pada konsentrasi
tinggi membentuk gel-gel semisolid.