Anda di halaman 1dari 17

STRUKTUR KEPRIBADIAN

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Keperawatan Dosen Pengajar : Ns. Latifa Aini S., M.Kep., Sp.Kom.

Oleh :

Kelompok 06 Ahdya Islaha Widyaputi 082310101055 Moch. Salman A. 082310101071 Devi Chintya Ayu Palupi 092310101038

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER 2013

STRUKTUR KEPRIBADIAN A. STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT SIGMUND FREUD Menurut Sigmund Freud struktur kepribadian dibagi menjadi 3, yaitu : 1. Id (Das Es) Id adalah aspek biologis dari diri seseorang. Id ini mengandung hal-hal yang dibawa sejak lahir. Id merupakan energi psikis yang akan menggerakkan ego dan super ego. Energi psikis ini akan meningkat jika ada dorongan atau respon. Baik respon dari luar tubuh individu maupun respon dari dalam individu itu sendiri. Id ini memiliki prinsip kesenangan, kepuasaan untuk mencapai sesuatu. Dari prinsip inilah id mempunyai 2 cara dalam mencapai prinsip kesenangan atau kepuasan, yaitu : a. Respon atau reflek atau reaksi otomatis dari dalam tubuh itu sendiri. b. Proses primer dari seseorang, misalnya orang yang sedang lapar akan membayangkan makanan. Proses primer ini ada 3 cara, yaitu : 1) Perbuatan Seorang bayi yang sedang timbul dorongan primitifnya,misalnya menangis karena ingin menyusui ibunya. Bayi akan berhenti menangis ketika ia menemukan putting susu ibunya dan mulai menyusu. 2) Fungsi kognitif Yaitu kemampuan individu untuk membayangkan atau mengingat hal-hal yang memuaskan yang pernah dialami dan diperoleh. Dalam kasus ini individu akan berhayal terhadap hal-hal yang nikmat atau menyenangkan. 3) Ekspresi dari Afek atau Emosi Yaitu dengan memperhatikan emosi tertentu akan terjadi pengurangan terhadap dorongan-dorongan premitifnya. Dari cara inilah id akan mewujudkan prinsipnya dengan melakukan usaha untuk mencapai tujuannya. Menurut Freud, id mencoba untuk

menyelesaikan ketegangan yang diciptakan oleh prinsip kesenangan melalui proses utama, yang melibatkan pembentukan citra mental dari objek yang diinginkan sebagai cara untuk memuaskan kebutuhan. 2. Ego (Das Ich) Ego adalah dibawa sejak lahir, tetapi berkembang seiring dengan hubungan bertindak individu sekedar dengan lingkungan. Prinsipnya atau realitas atau kenyataan. Untuk bisa bertahan hidup,individu tidak bisa semata-mata mengikuti impuls-impuls dorongandorongan,individu harus belajar menghadapi realitas.sebagai ilustrasi dari pernyataan ini,seorang anak harus belajar bahwa dia tidak bisa mengambil makanan karena terdorong secara impulsif ketika dia melihat makanan. Jika ia mengambil makanan itu dari orang yang lebih besar,maka ia akan kena pukul. Ia harus memahami realita sebelum bertindak. Bagian dari jiwa atau struktur kepribadian yang menunda impuls secara langsung dan memahami realita seperti ini disebut ego. Menurut Freud, ego adalah struktur kepribadian yang berurusan dengan tuntutan realita,berisi penalaran dan pemahaman yang tepat. Ego berusaha menahan tindakan sampai dia memiliki kesempatan untuk memahami realitas secara akurat,memahami apa yang sudah terjadi didalam situasi yang berupa dimasa lalu,dan membuat rencana yang realistik dimasa depan. Tujuan ego adalah menemukan cara yang realistis dalam rangka memuaskan Id. Ego mempunyai beberapa fungsi diantaranya: a. Menahan menyalurkan dorongan b. Mengatur desakan dorongan-dorongan yang sampai pada kesdaran c. Mengarahkan suatu perbuatan agar mencapai tujuan yang diterima d. Berfikir logis e. Mempergunakan pengalaman emosi-emosi kecewa sebagai tanda adanya suatu yang salah,yang tidak benar, agar kelak dapat

dikategorikan dengan hal lain untuk memusatkan apa yang akan dilakukan sebaik-baiknya. 3. Super Ego (Das Ueber Ich) Komponen terakhir untuk mengembangkan kepribadian adalah super ego. Superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian. Ada dua bagian super ego, yaitu : a. Yang ideal ego mencakup aturan dan standar untuk perilaku yang baik. Perilaku ini termasuk orang yang disetujui oleh figur otoritas orang tua dan lainnya. Mematuhi aturan-aturan ini menyebabkan perasaan kebanggaan, nilai dan prestasi. b. Hati nurani mencakup informasi tentang hal-hal yang dianggap buruk oleh orang tua dan masyarakat. Perilaku ini sering dilarang dan menyebabkan buruk, konsekuensi atau hukuman perasaan bersalah dan penyesalan. Superego bertindak untuk menyempurnakan dan membudayakan perilaku kita. Ia bekerja untuk menekan semua yang tidak dapat diterima mendesak dari id dan perjuangan untuk membuat tindakan ego atas standar idealis lebih karena pada prinsip-prinsip realistis. Superego hadir dalam sadar, prasadar dan tidak sadar. Interaksi dari Id, Ego dan super ego adalah : Dengan kekuatan bersaing begitu banyak, mudah untuk melihat bagaimana konflik mungkin timbul antara ego, id dan super ego. Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara efektif mengelola tekanan ini, sedangkan mereka dengan kekuatan ego terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi terlalu keras hati atau terlalu rendah diri.

B. STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT JUNG Menurut Jung struktur kepribadian dibagi menjadi 3, yaitu : 1. Ego Ego merupakan jiwa sadar yang terdiri dari persepsi, ingatan, pikiran dan perasaan-perasaan sadar. Ego bekerja pada tingkat conscious Dari ego lahir perasaan identitas dan kontinyuitas seseorang. Ego seseorang adalah gugusan tingkah laku yang umumnya dimiliki dan ditampilkan secara sadar oleh orang-orang dalam suatu masyarakat. Ego berperan penting dalam menentukan persepsi, fikiran, perasaan dan ingatan yang bisa masuk kedalam kesadaran. Ego merupakan bagian manusia yang membuat ia sadar pada dirinya. 2. Personal Unconscious Struktur fisik ini merupakan wilayah yang berdekatan dengan ego. Terdiri dari pengalaman-pengalaman yang pernah disadari tetapi dilupakan dan diabaikan dengan cara repression. Pengalaman-pengalaman yang kesannya lemah juga disimpan ke dalam personal unconscious. Penekanan kenangan pahit kedalam personal unconscious dapat dilakukan oleh diri sendiri secara mekanik namun bisa juga karena desakan dari pihak luar yang kuat dan lebih berkuasa. Pengalaman yang tidak disetujui ego untuk muncul kepada kesadaran tidak hilang tetapi disimpan dalam personal unconscious. Personal unconscious berisikan pengalaman, pengalaman yang ditekan,dilupakan,dan yang gagal menimbulkan kesan sadar. 3. Collective Unconscious Collective unconscious terdiri dari beberapa Archetype, yang merupakan ingatan ras akan suatu bentuk pikiran universal yang diturunkan dari generasi ke generasi. Bentuk pikiran ini menciptakan gambaran-gambaran yang berkaitan dengan aspek-aspek kehidupan, yang dianut oleh generasi tertentu secara hampir menyeluruh dan kemudian ditampilkan berulang-

ulang pada beberapa generasi berikutnya. Beberapa archetype yang dominan seakan terpisah dari kumpulan archetype lainnya dan membentuk satu sistem sendiri. Collective unconscious merupakan kesadaran yang bersifat universal yang membentuk kepribadian seseorang diantaranya : a. Persona yang merupakan topeng yang dipakai manusia sebagai respon terhadap tuntutan-tuntutan kebiasaan dan tradisi masyarakat serta terhadap kebutuhan archetypal sendiri. b. Anima & Animus merupakan elemen kepribadian yang secara psikologis berpengaruh terhadap sifat bisexual manusia. Anima adalah archetype sifat kewanitaan / feminine pada laki-laki, sedangkan Animus adalah archetype sifat kelelakian / maskulin pada perempuan. c. Shadow adalah archetype yang terdiri dari insting-insting binatang yang diwarisi manusia dalam evolusinya dari bentuk-bentuk kehidupan yang lebih rendah kebentuk yang lebih tinggi. d. Self, yang secara bertahap menjadi titik pusat dari kepribadian yang secara psikologis didefinisikan sebagai totalitas psikis individual dimana semua elemen kepribadian terkonstelasi disekitarnya. Self membimbing manusia kearah self-actualization, merupakan tujuan hidup yang terus-menerus diperjuangkan manusia tetapi jarang tercapai. C. STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT ADLER Menurut Adler Manusia dimotivasi oleh adanya dorongan utama, yaitu mengatasi perasaan inferior dan menjadi superior. Inferioritas berarti merasa lemah dan tidak memiliki keterampilan untuk menghadapi tugas atau keadaan yang harus diselesaikan. Hal itu tidak berarti rendah diri terhadap orang lain dalam pengertian yang umum, meskipun ada unsur membandingkan kemampuan diri dengan kemampuan orang lain yang lebih matang dan berpengalaman. Misalnya manusia yang lebih lemah akan berjuang untuk menjadi lebih kuat.

Sedangkan superioritas bukan berarti lebih baik dibandingkan dengan orang lain, melainkan mencoba untuk menjadi lebih baik, semakin dekat dengan tujuan ideal seseorang. Adler meyakini bahwa motif utama setiap orang adalah untuk menjadi kuat, kompeten, berprestasi dan kreatif. D. STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT LUDWIG KLAGES Klages merupakan peletak psikologi kepribadian modern, menurutnya tingkah laku individu terbentuk karena adanya 2 kekuatan, yaitu kekuatan pendorong dan penghambat. 1. Tempramen adalah sifat batin yang tetap mempengaruhi perbuatan, perasaan dan pikiran. Klages membedakan tempremen menjadi dua jenis yakni sanguinis dan phlegmatis. a. Tempramen sanguinis lebih bersifat ekspresif dengan daya reaksi yang tinggi, memiliki kemauan yang cukup kuat dan senantiasa bersikap aktif serta selalu mencoba menghindarkan diri dari rintangan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. b. Tempramen phlegmatis adalah kebalikan dari pada orang yang bertempramen sanguinis temponya lambat suasana hati yang depresif, daya reaksi yang berat. Keinginan untuk selingan dan perubahan sedikit sekali dan kerapkali menunjukkan sifat-sifat yang sangat teliti dan penuh pertimbangan kesusilaan 2. Perasaan adalah terdapat keinginan, Adapun keinginan tersebut yaitu keinginan menerima dan keinginan menolak. Keinginan menerima dikaitkan dengan perasaan cinta maupun suka dan keinginan menolak dikaitkan dengan perasaan benci. 3. Daya ekspresi adalah kemapuan untuk melakukan sesuatu atau bertindak sedangkan ekspresi adalah pengungkapan atau proses menyatakan perasaan. Berdasarkan defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa daya ekspresi adalah kemampuan untuk mengungkapkan perasaan. Manusia memiliki dorongan nafsu.

E. STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT KURT LEWIN Menurut Lewin sebaiknya menggambarkan pribadi itu dengan menggunakan definisi konsep-konsep struktural secara spasial. Dengan cara ini , Lewin berusaha mematematisasikan konsep-konsepnya sejak dari permulaan. Matematika Lewin bersifat non-motris dan menggambarkan hubunganhubungan spasial dengan istilah-istilah yang berbeda. Pada dasarnya matematika Lewin merupakan jenis matematika untuk menggambarkan interkoneksi dan interkomunikasi antara bidang bidang spasial dengan tidak memperhatikan ukuran dan bentuknya. Pemisahan pribadi dari yang lain-lainnya di dunia dilakukan dengan menggambarkan suatu figur yang tertutup. Batas dari figur menggambarkan batas batas dari entitas yang dikenal sebagai pribadi. Segala sesuatu yang terdapat dalam batas itu adalah P (pribadi), sedangkan segala sesuatu yang terdapat di luar batas itu adalah non-P. Selanjutnya untuk melukiskan kenyataan psikologis ialah menggambar suatu figur tertutup lain yang lebih besar dari pribadi dan yang melingkupnya. Bentuk dan ukuran figur yang melingkupi ini tidak penting asalkan ia memenuhi dia syarat yakni lebih besar dari pribadi dan melingkupimya. Figur yang baru ini tidak boleh memotong bagian dari batas lingkaran yang menggambarkan pribadi. Lingkaran dalam elips ini bukan sekedar suatu ilustrasi atau alat peraga, melainkan sungguh-sungguh merupakan suatu penggambaran yang tepat tentang konsep-konsep struktural yang paling umum dalam teori Lewin, yakni pribadi, lingkungan psikologis dan ruang hidup. 1. Ruang Hidup Ruang hidup mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Ruang hidup meliputi segala sesuatu yang harus diketahui untuk memahami tingkah laku kongkret manusia individual dalam suatu lingkungan psikologis tertentu pada saat tertentu. Tingkah laku adalah fungsi dari ruang hidup. Secara matematis : TL = f( RH)

Fakta non psikologis dapat dan sungguh sungguh mengubah fakta fakta psikologis. Fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan perubahan perubahan dalam dunia fisik. Ada komunikasi dua arah antara ruang hidup dan dunia luar bersifat dapat ditembus (permeability), tetapi dunia fisik (luar) tidak dapat berhubungan langsung dengan pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkungan psikologis sebelum mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi. 2. Lingkungan Psikologis Meskipun pribadi dikelilingi oleh lingkungan psikologisnya, namun ia bukanlah bagian atau termasuk dalam lingkungan tersebut. Lingkungan Psikologis berhenti pada batas pinggir elips, Tetapi batas antara pribadi dan lingkungan juga bersifat dapat ditembus. Hal ini berarti fakta fakta lingkungan dapat mempengaruhi pribadi. Secara matematis : P = f (LP) Dan fakta pribadi dapat mempengaruhi lingkungan. Secara matematis : LP = f (LP) 3. Pribadi Menurut Lewin, pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Daerah dalam personal dibagi menjadi sel sel. Sel sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel sel periferal ;p; sel sel dalam pusat lingkaran disebut sel sel sentral,s. Sistem motor bertidak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat melakukan suatu tindakan pada satu saat. Begitu pula dengan sistem perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada satu saat. Bagian bagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen; tidak bisa berdiri sendiri.

F. STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT ALLPORT Menurut Allport struktur kepribadian dibagi menjadi 6, yaitu : 1. Sifat (Trait) Di dalam kepribadian terdapat sifat dasar yakni : (Nyata, Berkembang, Fleksibel, Empirik dan Kemandirian yang relatif). Nah dari 5 sifat dasar ini, terdapat sifat umum dan sifat khusus yang berkembang pada tiap-tipa sifat dasar. 2. Traits-Habit-Atitud Dalam struktur ini, dinyatkan bahwa kepribadian dapat dibentuk karena sifat dasar, kebiasaan, sikap dalam menghadapi sesuatu, dan kategori nomotetik. 3. Trait dan Konsistensi Pribadi Stuktur ini mengarah pada praktikum stimulus-respon. dia membagi atas 3 trait didalamnya. yaitu (gregorius=suka berteman);(shyness=pemalu) dan (self esteem=kepercayaan diri).

4. Propium Propium adalah struktur yang membahas tentang perkembangan baik itu dalam emosi, kecakapan individu, kemampuan persepsi dan tujuan hidup seseorang. Perkembangannya sama dengan perkembangan sigmund freud, ia membaginya dalam 5 tahap yaitu Oral, Anal, Phalic, Laten dan Genital. 5. Motivasi Kekuatan dari stuktur notivasi dalam pribadi menurut Gordon allport berbeda dengan yang lain, dimana ia mengatakan bahwa yang paling menunjang dala motivasi ialah kemampuan kognitif dan perencanaan hidup. Dari dua hal itu, ia mampu membentuk motivasi dalam dirinya karena ia telah memiliki kemampuan kognitif dan perencanaan.

6. Otonomi Fungsional Otonomi fungsional adalah struktur yang membahas tentang keanekaragaman pribadi. Kenapa ada yang suka membaca? Kenapa ada yang suka melukis? itulah yang disebut dengan keanekaragaman pribadi yang dibagi dalam dua tingkat otonomi yaitu: Kebiasaan dan Minat. Kebiasaan adalah struktur yang terbentuk dari keterikatan lingkungan kita. Misalnya jika kita tinggal di lingkungan yang banyak pemain bola, maka kita akan ikut juga untuk bermain bola, sedangkan Minat adalah stuktur yang terbentuk dari kesadaran akan target yang kita inginkan. G. STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT H.J. EYSENCK Menurut Eysenck, kepribadian tersusun dalam suatu hierarki yang memiliki 4 tingkatan berdasarkan tingkat keumumannya, yakni : 1. Specific Response Specific Response berada di hierarki terendah karena specific response merupakan kumpulan tindakan atau respon yang paling tidak umum, yang terjadi sesekali saja. Misalnya, membeli barang, menelepon teman, memindahkan perabot. 2. Habitual Response Habitual response atau yang kita kenal kebiasaan bertingkah laku dan berpikir. Habitual response merupakan kumpulan dari specific response dimana tindakan atau respon yang dilakukan bisa terulang kembali pada saat-saat tertentu. Misalnya, kebiasaan seseorang untuk membeli makanan dan minuman maupun mengundang teman bila mengadakan suatu pesta. 3. Trait Trait (sifat), kumpulan dari habitual response, kemunculannya lebih konsisten. Misalnya, orang yang pesta tadi, ia selalu terlihat berkumpul bersama orang-orang, maka bisa dihipotesakan ia memiliki trait sosialis.

4. Type Type (tipe) merupakan kumpulan dari trait. Eysenck membagi tipe menjadi 3 dimensi : a. Extraersi (E) vs Intraversi b. Neurotisisme (N) vs Stabilitas Emosional c. Psikotisme (P) vs Kontrol Impuls H. STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT RAYMOND CATTELL Menurut Raymond Cattell, struktur kepribadian adalah sebagai berikut : Trait Trait adalah elemen dasar dari kepribadian yang berperan vital dalam usaha meramalkan tingkah laku. Hal ini tampak definisi kepribadin menurut Cattell. Menurutnya, kepribadian adalah struktur kompleks yang tersusun dalam berbagai kategori yang memungkinkan prediksi tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu, mencakup seluruh tingkah laku baik yang konkrit atau yang abstrak. Trait dapat diklasifikasikan memakai 3 kategori yaitu: a. Kategori Kepemilikan 1) Trait Umum Trait yang dimiliki oleh semua orang dalam tingkatan tertentu. Bersifat universal yang mungkin dilatarbelakangi oleh hereditas manusia dan berada pada kelompok budaya yang sama serta menghadapi pola tekanan sosial yang sama pula. 2) Trait Khusus Trait yang dimiliki satu orang saja (bisa juga dimiliki oleh beberapa orang dengan kombinasi antar trait yang berbeda). Sifat unik ini terutama berhubungan dengan interest dan attitude. b. Kategori Kedalaman 1) Trait Permukaan

Merupakan sifat yang tampak, yang menjadi tema umum dari beberapa tingkah laku. Misalnya: remaja yang lincah. Menyenangkan orang lain, dan merencanakan kegiatan yng menarik mungkin dapat dikatakan memiliki trait permukaan yang periang (surface traits cheerfulness). 2) Trait Sumber Elemen-elemen dasar yang menjelaskan tingkah laku. Sifat ini tidak dapat disimpulkan langsung dari amatan tingkah laku dan hanya dapat diidentifikasi memakai analisis faktor. Trait sumber ini bisa bersifat konstitusional (dibawa sejak lahir) atau bersifat bentukan lingkungan (environmental mold). c. Kategori Modalitas Ekspresi 1) Trait Kemampuan (ability) Menentukan keefektivan seseorang dalam usaha mencapai tujuan. Contoh: kecerdasan. 2) Trait Temperamen (temperament) Gaya atau irama tingkah laku. Contoh: ketenangan, kegugupan, keberanian, santai, mudah terangsang. 3) Trait Dinamik (dynamic) Motivasi atau kekuatan pendorong tingkah laku. Contoh: dorongan, interes, ambisi menguasai sesuatu. I. STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT GARDNER MURPHY Murphy memberi definisi struktur sebagai cara bagaimana bagian-bagian membentuk keseluruhan dan disusun menjadi suatu kesatuan. Menurut Murphy komponen-komponen pokok kepribadian adalah : 1. Disposisi-disposisi fisiologis Disposisi-disposisi kepribadian itu merupakan sifat-sifat organis, dan ini ada tiga macam, yaitu : a. Disposisi umum jaringan, seperti misalnya tempo metabolisme.

b. Disposisi jaringan-jaringan khusus seperti misalnya tonus otot. c. Disposisi yang timbul dari organisasi bermacam-macam jaringan, seperti misalnya lapar. Dengan kata lain sifat-sifat organis itu terdiri atas tegangan-tegangan jaringan tubuh. 2. Kanalisasi Sifat-sifat organis dapat diarahkan oleh keharusan-keharusan sosial menjadi bentuk-bentuk tingkah laku tertentu. Misalnya hal makan. Masyarakat tertentu memberi arah mengenai macam-macam makanan apa yang dapat/boleh dimakan, bagaimana makanan itu disiapkan, dan bagaimana cara memakannya. Murphy menyebut proses ini, yaitu pemberian arah oleh masyarakat sehingga terbentuk bentuk-bentuk tingkah laku tertentu: kanalisasi. 3. Response-response bersyarat Sifat-sifat organis itu juga dapat diolah menjadi sifat-sifat simbolis dengan proses persyaratan. Orang mungkin dapat bereaksi terhadap tegangan jaringan tubuh yang asli. Misalnya mula-mula keadaan lapar mendorong orang untuk mencari makan, namun nantinya berpikir tentang hal lapar itu telah dapat mendorong orang untuk mencari makan. Murphy menyatakan, bahwa the ultimate elements in personality structure are the needs or tensions. Suatu tegangan adalah suatu konsentrasi eneergi pada jaringan atau kelompok jaringan-jaringan tertentu. Tegangan-tegangan ini mempunyai hubungan fungsional satu sama lain, sehingga tegangan dapat meluas dari satu daerah ke daerah lainnya. 4. Kebiasaan-kebiasaan kognitif dan perseptual.

DAFTAR PUSTAKA Sujanto, Agus. 1999. Psikologi Kepribadian. Jakarta : Bumi Aksara. Sunaryo. 2004. Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta : EGC

Soal 1. Seorang bayi yang sedang menangis karena ingin menyusui ibunya. Bayi akan berhenti menangis ketika ia menemukan putting susu ibunya dan mulai menyusu. Berdasarkan kasus tersebut menurut Sigmund Freud termasuk dalam struktur kepribadian a. Id b. Ego c. Trait d. Super ego e. Kanalisasi 2. Seseorang yang merasa lemah akan berusaha untuk menjadi lebih kuat. Berdasarkan kasus tersebut termasuk struktur kepribadian menurut a. ADLER b. Jung c. Freud d. Erik erison e. Sullivan 3. Menurut Sigmund Freud, cara menghilangkan atau menghindarkan ketidakenakan dan kenikmatan melalui a. Proses primer b. Libido seksual c. Reflek d. Reflek otomatis e. insting 4. Seseorang memiliki perasaan untuk menerima atau menolak. Berdasarkan hal tersebut termasuk struktur kepribadian menurut a. Ludwig Klages b. Jung c. Freud

d. Erik erison e. Sullivan 5. Totalitas terhadap segala peristiwa psikis baik yang disadari maupun yang tidak disadari menurut jung adalah a. Tempramen b. Tabiat c. Personalitas d. Karakter e. watak