Anda di halaman 1dari 2

Aspek Teknis Marikultur

Aspek teknis dalam manajemen marikultur dapat meliputi kebutuhan (peralatan dan
atau bahan) dan atau proses kegiatan akuakultur yang berkaitan dengan kegiatan
operasional sehari hari dalam pengelolaan usaha marikultur tersebut. Pengetahuan
tentang aspek aspek teknis ini sangat penting dalam rangka manajemen atau pengelolaan
tentang aspek aspek teknis ini sangat penting dalam rangka manajemen atau pengelolaan
usaha marikultur yang baik, lancar dan bekelanjutan serta menghasilkan produksi (panen)
yang diharapkan.
Aspek teknis marikultur seperti dua jenis akuakultur lainyya (tawar dan payau)
secara umum terbagi menjadi dia faktor penting, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal meliputi proses kegiatan marikultur yang berkaitan langsung dengan spesies
yang dibudidayakan, seperti komoditas perikanan laut ekonomis penting yang
dibudidayakan, penanganan benih (benur) dan kesehatan spesies yang dibudidayakan.
Faktor eksternal merupakan faktor faktor yang berkaitan dengan proses kegiatan
operasional marikultur di luar spesies atau dapat diartikan sebagai faktor lingkungan yang
berperan dalam manajemen marikultur seperti pakan dan kontrol air (kuantitas maupun
kualitas).
Aspek aspek teknis dalam kegiatan manajemen marikultur terdiri dari :
1. Komoditas ikandan udang laut yang dibudidayakan, menyangkut jenis / spesies,
kuantitas dan kualitasnya. Masing masing spesies yang dibudidayakan memiliki
keunggulan keunggulan yang bebeda dengan permintaan pasar yang berbeda pula.
2. Induk yang dibudidayakan, meliputi seleksi, kuantitas, padat tebar, umur, ukuran,
asal (alam atau panti pembenihan), transportasi dan kualitas.
3. Benih (benur) yang dibudidayakan, menyangkut pemilihan atau seleksi, jumlah
(padat tebar), umur, ukuran, asal (alam atau panti pembenihan, pembenihan sendiri
ataupun didatangkan dari luar), transportasi dan kualitas serta lama pemeliharaan.
4. Pakan alami yang dibudidayakan dan dimanfaatkan, menyangkut jenis, kepadatan,
penanganan, fungsi atau manfaatnya, kualitas, kuantitas, teknik pemberian dan lama
pemberian.
5. Pakan buatan yang meliputi jenis, kualitas dan kuantitas, teknik pemberian dan lama
pemberian serta ransum atau formulasi bahan pakan.
6. Pendederan yang menyangkut teknik yang digunakan, tingkat kelangsungan hidup,
penanganan, tempat dan lama pemeliharaan serta umur atau ukuran.
7. Penanganganan hama dan atau penyakit yang meliputi deteksi dan identifikasi,
pencegahan dan pengendalian, penanganan dan atau pengobatan, peralatan dan
bahan / obat yang digunakan serta lama perlakuan.
8. Kontrol kuantitas air yang berhubungan dengan sistem yang dipergunakan, debit
atau suplai air, kebutuhan dan sumber air.
9. Kontrol kualitas air menyangkut teknik, paramaeter, penanganan, alat dan bahan
yang digunakan.
10. Pola budidaya yang terkait dengan sistem dan kelebihana dan atau kekurangan.
11. Pemupukan dan atau pengapuran, menyangkut cara, jenis pupuk atau kapur,
komposisi, dosis, waktu dan lama pemberian.
12. Panen, meliputi ukuran atau umur dan jumlah produksi serta teknik yang digunakan.
13. Pasca panen yang menyangkut penanganan dan jenis pengolahan.