Anda di halaman 1dari 12

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

bagian dari Sentra Primer Baru Timur, yang memiliki fungsi sebagai pusat pemerintahan

BAB II

kotamadya, perkantoran, perdagangan, dan jasa.

TINJAUAN KONDISI KECAMATAN

2.2.2 Kebijakan Tentang Pola Ruang


2.1

Batasan Geografis dan Administrasi

Rencana pola pemanfaatan ruang kawasan perkotaan merupakan bentuk pemanfaatan

Kecamatan Ciracas merupakan bagian dari Kota Administrasi Jakarta Timur, yang terletak
o

di 106 49' 35" Bujur Timur dan 60 10' 37" Lintang Selatan. Kecamatan yang memiliki

ruang wilayah kota/kawasan perkotaan yang menggambarkan ukuran, fungsi serta


karakter kegiatan manusia dan atau kegiatan alam.

luas wilayah sebesar 1608 hektar ini, memiliki batas administratif sebagai berikut :
Sebelah Utara

: Kecamatan Kramat Jati

Sebelah Timur

: Kecamatan Cipayung

Sebelah Barat

: Kecamatan Pasar Rebo

Sebelah Selatan

: Kecamatan Cimanggis, Kabupaten Bogor

a.

Kawasan Hijau

Secara garis besar kawasan hijau adalah ruang terbuka hijau yang terdiri dari kawasan
hijau lindung dan kawasan hijau binaan yang terdapat dalam wilayah perkotaan.
Kawasan hijau lindung meliputi hutan lindung, cagar alam, dan hutan bakau di pantai

Tabel 2.1 berikut menunjukkan kelurahan yang ada di Kecamatan Kramat Jati beserta

lama bagian barat Jakarta, serta Taman Nasional Laut di Kepuluan Seribu. Sedangkan

luasan wilayahnya.

yang dimaksud dengan kawasan hijau binaan meliputi Ruang Terbuka Hijau (RTH)
berbentuk areal dengan fungsi sebagai fasilitas umum; Ruang Terbuka Hijau berbentuk

Tabel 2.1
Kelurahan di Wilayah Kecamatan Ciracas
Kelurahan
Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total Luas

Luas (Ha)
450
337
393
219
209
1608

jalur untuk fungsi pengaman, peneduh, peyangga, dan atau keindahan lingkungan;

Persentase (%)

27,99
20,96
24,44
13,62
12,99
100

Sumber : Jakarta Dalam Angka Tahun 2007

Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbentuk kawasan hijau budidaya pertanian.


Berdasarkan RTRW DKI Jakarta 2010, persentase keseluruhan luasan lahan kawasan
hijau, baik kawasan hijau lindung, dan kawasan hijau binaan yang direncanakan sampai
dengan tahun 2010 ditetapkan sebanyak 9.544 Ha (13,94%) dari luas keseluruhan
wilayah kota Jakarta, dengan perincian sebanyak 340 Ha diperuntukkan untuk
pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) lindung, dan 9.204 Ha diperuntukkan untuk

2.2

Tinjauan Kebijakan Makro yang Terkait dengan Kecamatan Ciracas

pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) binaan. Untuk wilayah Kotamadya Jakarta

Pada bagian ini akan dibahas kebijakan-kebijakan di tataran yang lebih tinggi yang terkait

Timur, persentase luas ruang terbuka hijau yang ditargetkan pada tahun 2010 adalah

dengan Kecamatan Ciracas menckup aspek struktur ruang, pola ruang, kependudukan,

sebesar 4,72 % dari luas Kota Jakarta.

transportasi, utilitas, banjir dan pengendalian bencana, PKL dan pedestrian, serta
kebijakan lain yang terkait.

b.

Kawasan Perumahan

Berdasarkan RTRW Kotamadya Jakarta Timur, kebijakan pengembangan kawasan


2.2.1 Kebijakan Tentang Struktur Ruang

perumahan di kotamadya Jakarta Timur dilakukan dengan :

Struktur ruang Kecamatan Ciracas dalam kebijakan RTRW DKI 2010 diarahkan untuk

1.

berkembang menjadi kawasan perumahan dengan kepadatan menengah dan bangunan

Mengembangkan perbaikan lingkungan pada kawasan perumahan kumuh sedang


dan ringan

umum. Kecamatan Ciracas, berdasarkan sistem pusat kegiatan di Jakarta merupakan


LAPORAN AKHIR

II - 1

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

2. Mengembangkan peremajaan lingkungan secara terbatas pada kawasan perumahan


kumuh berat melalui pembangunan rumah susun murah
3. Mempertahankan fungsi perumahan pada kawasan mantap
4. Melengkapi fasilitas umum di kawasan kawasan perumahan
5. Mengembangkan kawasan perumahan KDB rendah pada daerah bagian selatan jalan
lingkar luar
6. Mendorong pengembangan kawasan perumahan KDB rendah beserta fasilitasnya
terutama pada kawasan pembangunan baru secara vertikal.
Prosentase luas kawasan perumahan di kotamadya Jakarta Timur ditargetkan sebesar
9,06% dari luas Kota Jakarta, sedangkan kawasan perumahan KDB rendah ditargetkan
sebesar 2,20 % untuk kawasan non resapan air dan 0,44 % untuk kawasan resapan air

Kecamatan
Matraman
Pulo Gadung
Makasar
Cakung

Arahan
Jumlah Penduduk (Jiwa)
Kepadatan Penduduk (Jiwa/Ha)
214.000
441
319.500
205
196.600
91
489.100
115

Sumber : RTRW Propinsi DKI Jakarta 2010

Berdasarkan Tabel 2.2, dapat dibuat suatu pie chart yang akan menunjukkan persentase
arahan kependudukan masing-masing kecamatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
pada Gambar 2.1.
GAMBAR 2.1
ARAHAN JUMLAH PENDUDUK JAKARTA TIMUR TAHUN 2010

dari luas Kota Jakarta.


c.

Kawasan Ekonomi Prospektif

Pada Kecamatan Ciracas tidak terdapat kebijakan yang terkait dengan pengembangan
kawasan ekonomi prospektif.
2.2.3 Kebijakan Tentang Kependudukan
Berdasarkan arahan kebijakan persebaran penduduk Propinsi DKI Jakarta, jumlah
penduduk di Kotamadya Jakarta Timur pada tahun 2010 dibatasi sebanyak-banyaknya
2.800.000 jiwa, dengan tenaga kerja formal termasuk tenaga kerja penglaju yang dapat
ditampung sebanyak 1.600.000 jiwa. Kecamatan Ciracas diarahkan menampung 162.300
jiwa, dengan kepadatan 101 jiwa/hektar. Pola distribusi dan kepadatan penduduk dapat
dilihat pada Tabel 2.2.
Sumber : Pengolahan Data Tabel II-1

Tabel 2.2
Arahan Kependudukan Jakarta Timur
Tahun 2010
Kecamatan
Pasar Rebo
Ciracas
Cipayung
Kramat Jati
Jati Negara
Duren Sawit

LAPORAN AKHIR

Arahan
Jumlah Penduduk (Jiwa)
Kepadatan Penduduk (Jiwa/Ha)
130.600
101
162.300
101
203.000
74
302.100
226
344.600
324
438.000
192

Berdasarkan Gambar 2.1, dapat diketahui bahwa dibandingkan dengan kecamatankecamatan lain yang ada di wilayah Jakarta Timur, Kecamatan Ciracas diharapkan dapat
menampung 6 % penduduk yang diarahkan berada di wilayah Jakarta Timur.
2.2.4 Kebijakan Tentang Transportasi
Berdasarkan arahan RTRW DKI Jakarta 2010, kebijakan pengembangan prasarana
transportasi meliputi prasarana untuk pejalan kaki dan kendaraan bermotor, angkutan
II - 2

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

kereta api, angkutan sungai, danau, dan penyeberangan, angkutan laut, dan angkutan
udara yang dikembangkan sebagai pelayanan angkutan terpadu untuk lalu lintas lokal,
regional, nasional, dan internasional. Kebijakan pengembangan sistem transportasi
dilakukan untuk mencapai tujuan, yaitu tersusunnya jaringan sistem transportasi yang
efisien dan efektif, meningkatnya kelancaran lalu lintas dan angkutan; terselenggaranya
pelayanan angkutan yang aman, tertib, nyaman, teratur, dan efisien; terselenggaranya
pelayanan angkutan barang yang sesuai dengan perkembangan sarana angkutan dan
teknologi transportasi angkutan barang; meningkatnya keterpaduan baik antara sistem
angkutan laut, udara, dan darat maupun antar moda angkutan darat; meningkatnya
disiplin pengguna jalan dan pengguna angkutan.
Berkaitan dengan sistem angkutan jalan darat dilakukan kebijakan pengembangan sistem
angkutan jalan melalui pengembangan jaringan jalan sesuai dengan fungsi dan hierarki
jalan serta terminal bis antar kota dan terminal bis dalam kota; menata pelayanan

muka tanah, penurunan muka air tanah, dan kerusakan struktur tanah.
Berdasarkan RTRW DKI Jakarta 2010, pengembangan prasarana sumber air dan sumber
air bersih di wilayah Jakarta dilakukan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk
sebesar 38,00 m3/detik pada tahun 2010 dengan tingkat konsumsi maksimal sebesar 175
liter/orang/hari. Pemenuhan kebutuhan tersebut dilayani oleh beberapa Instalasi
Pengolahan Air (IPA) yaitu IPA I di Pejompongan, IPA II di Pulogadung, IPA III di Buaran,
IPA IV di Cisadane, IPA V di Cisadane, dan IPA VI di Buaran. Kecamatan Ciracas
termasuk dalam pelayanan IPA VI Buaran yang memiliki sumberair Waduk Jatiluhur
dengan kapasitas 2.000 liter/detik.
Berdasarkan RTRW Kotamadya Jakarta Timur, pengembangan sumber air dan air bersih
di Kotamadya Jakarta Timur adalah :
1.

angkutan umum yang disesuaikan dengan hierarki jalan; melaksanakan manajemen lalu

terutama pada kawasan perumahan yang padat penduduknya.


2.

taman parkir pada pusat-pusat kegiatan untuk menghilangkan parkir pada badan jalan
secara bertahap; lokasi terminal angkutan barang dengan fasilitasnya dan pangkalan truk
diarahkan pada kawasan pelabuhan dan industri/pergudangan, serta lokasi yang
ditetapkan pada jaringan jalan arteri.

Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan kegiatan


pendistribusian dan penyediaan hidran umum di lokasi yang belum terlayani air bersih,

lintas termasuk didalamnya sistem satu arah, pengaturan dengan lampu lalu lintas, dan
kebijakan pembatasan lalu lintas pada daerah tertentu; membangun gedung-gedung dan

Terlaksananya konservasi air bawah tanah untuk pengendalian penurunan

3.

Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan perumahan secara


bertahap.

3.

Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah.

4.

Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau.

5.

Pencegahan air limbah ke dalam tanah dan pencemaran sumber sumber


air terutama di Kecamatan Ciracas, Cipayung, Pasar Rebo, Kramat Jati dan Makasar.

2.2.5 Kebijakan Tentang Utilitas

6.

Pengamanan dan peningkatan fungsi Kanal Tarum Barat.

Kebijakan tetang utilitas terdiri dari kebijakan prasarana air bersih dan sumber air bersih,
drainase dan pengendalian banjir, irigasi, air limbah, persampahan, energi, serta
telekomunikasi.

b.

Drainase

Kebijakan pengembangan drainase dan prasarana pengendalian banjir diarahkan untuk


menciptakan lingkungan kota yang bebas banjir dan genangan air; menata daerah aliran

a.

Air Bersih

Kebijakan pengembangan prasarana air bersih dan sumber air bersih diarahkan untuk :
1.

Mencapai tujuan berkurangnya pemakaian air tanah dan terpeliharanya


sumber daya air tanah dan air permukaan sebagai air baku

2.

atau koridor 13 (tigabelas) sungai utama sebagai bagian penting dari unsur kota dengan
menjadikannya sebagai orientasi kawasan; mengoptimalkan dan memadukan fungsi
jaringan saluran makro, sub makro, mikro, dan lokasi tampungan air (waduk/situ) dalam
pengelolaan sistem kawasan.

Terlaksananya distribusi air bersih untuk seluruh lapisan masyarakat

LAPORAN AKHIR

II - 3

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Pengembangan drainase diarahkan sebagai saluran air hujan yang merupakan saluran

prasarana pengolahan sampah dengan teknologi yang berwawasan lingkungan hidup.

umum, badan air berupa saluran, kali, sungai, banjir kanal, situ dan waduk tidak dapat

Pengembangan prasarana persampahan ditujukan untuk mencapai target penanganan

diubah peruntukannya. Pengembangan banjir dan drainase di Kotamadya Jakarta Timur

90% dari jumlah total sampah, yang dilakukan baik pada sumbernya, proses

adalah :

pengangkutannya maupun pengelolaannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

1.

Peningkatan kapasitas Kali Ciliwung, Kali Baru Timur, Kali Cipinang, Kali
Sunter, dan Kali Jati Kramat.

2.

Pembangunan

dan

Pengelolaan prasarana sampah dilakukan dengan teknologi tepat guna untuk


meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pemanfaatan prasarana sampah. Selain itu

peningkatan

kapasitas

saluran

menyelesaikan

pengembangan prasarana sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta

genangan air terutama di kawasan Kampung Rambutan, Kampung Makasar, Kebon

pengelolaannya dilakukan dengan teknologi yang tepat.

Pala, Dewi Sartika, Otista Raya, Kebon Nanas, Cipinang Jaya, Cipinang Muara, dan

Pengembangan sarana persampahan di Kotamadya Jakarta Timur adalah :

Pondok Bambu.

1.

3.

Penataan bantaran sungai melalui penertiban bangunan illegal di bantaran


Kali Ciliwung, Kali Baru Timur, Kali Cipinang, Kali Sunter, dan Kali Jati Kramat.

4.

Peningkatan

Kapasitas

sungai,

saluran

penghubung

dan

kepadatan penduduk sedang terutama pada kawasan kumuh


2.

saluran

lingkungan, serta pengembangan sistem folder pada areal dataran rendah.

Pembangunan septicktank komunal pada kawasan perumahan dengan


Peningkatan kapasitas transfer station di Cakung dan pembangunan
transfer station di bagian selatan jalan lingkar luar

3.

Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah di antaranya


penggunaan incinerator yang ditempatkan pada kawasan perumahan padat di sisi

c.

Air Limbah

bantaran sungai yang belum sepenuhnya terlayani

Berdasarkan RTRW DKI Jakarta 2010, kebijakan pengembangan prasarana air limbah

4.

Pengadaan lokasi penampungan sementara pada setiap kelurahan;

diarahkan untuk meminimalkan tingkat pencemaran pada badan air dan tanah, serta

5.

Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah, dengan

meningkatkan sanitasi kota melalui pengaturan fungsi drainase; memperluas pelayanan

penerapan konsep 3R (reused, reduced, dan recycling)

pengelolaan air limbah sistem perpipaan tertutup melalui pengembangan sistem terpusat
di kawasan perumahan, kawasan pusat bisnis, kawasan industri dan pelabuhan, serta

e.

pengembangan sistem modular dengan teknologi terbaik yang dapat diterapkan.

Berdasarkan RTRW DKI Jakarta 2010, kebijakan pengembangan prasarana energi

Pembagian zona pelayanan pengolahan air limbah yang direncanakan meliputi zona

diarahkan untuk tujuan terlaksananya pemanfaatan energi gas bagi kebutuhan rumah

tengah utara seluas 4.300 Ha, zona tengah selatan seluas 1.820 Ha, zona barat laut

tangga dan transportasi, dan tersedianya tenaga listrik yang terjamin keandalan dan

seluas 2.020 Ha, zona barat daya seluas 2.170 Ha, zona tenggara seluas 1.240 Ha, zona

kesinambungan penyediaannya. Pengembangan prasarana energi dilakukan melalui

timur laut seluas 3.570 Ha, zona tanjung priok seluas 1.500 Ha. Berdasarkan pembagian

pengembangan

zona tersebut, Kecamatan Ciracas termasuk dalam zona pelayanan pengolahan air

perdagangan, jasa, dan perumahan diprioritaskan di WP Tengah dan WP Pantai Utara;

limbah zona tenggara.

pengembangan jaringan distribusi listrik melalui saluran kabel bawah tanah untuk

Listrik dan Energi

pelayanan

gas

melalui

jaringan

pipa

untuk

kawasan

industri,

kawasan perkantoran, perdagangan/jasa, industri dan perumahan baru; dan memperluas


d.

Persampahan

Berdasarkan

RTRW

pengadaan gardu induk dan gardu distribusi.


DKI

Jakarta

2010,

kebijakan

pengembangan

prasarana

persampahan diarahkan untuk meminimalkan volume sampah dan pengembangan


LAPORAN AKHIR

f.

Telekomunikasi
II - 4

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Berdasarkan

RTRW

DKI

Jakarta

2010,

kebijakan

pengembangan

prasarana

6.

telekomunikasi diarahkan untuk mencapai tujuan mewujudkan sistem telekomunikasi


lokal, antar kota dan antar negara, dan terjamin keandalannya untuk menunjang Kota

aman di ruang publik.


7.

Jakarta sebagai kota jasa. Pengembangan sarana telekomunikasi di Kotamadya Jakarta


Timur adalah :
1.

Terciptanya ruang sosial sehingga pejalan kaki dapat beraktivitas secara


Terwujudnya keterpaduan sistem, baik dari aspek penataan lingkungan
atau dengan sistem transportasi atau aksesilibitas antar kawasan.

8.

Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan

Terwujud perencanaan yang efektif dan efisien sesuai dengan tingkat


kebutuhan dan perkembangan kawasan.

teknologi telekomunikasi yang memadai;


2.

Penambahan dan pembangunan sentral-sentral telepon baru;

2.2.7 Kebijakan Tentang Kawasan Khusus

3.

Perluasan pengadaan telepon umum dan peningkatan pelayanan warung

Pada Kecamatan Ciracas tidak terdapat kebijakan tentang kawasan khusus.

telekomunikasi di kawasan perumahan padat penduduk.


2.3
g.

Tinjauan Kondisi Struktur Ruang dan Kegiatan

Di Kecamatan Ciracas terdapat beberapa pusat kegiatan yang melayani seluruh

Irigasi

Berdasarkan RTRW DKI Jakarta 2010, kebijakan pengembangan prasarana irigasi

kelurahan yang ada di Kecamatan Ciracas, maupun yang melayani wilayah lain di luar

diarahkan untuk menunjang penyediaan air bagi lahan pertanian yang terdapat di

kecamatan. Berdasarkan kondisi eksisting, pusat kegiatan tersebut dibagi berdasarkan

kawasan Timur dan Timur Laut, Barat dan Barat Laut serta Selatan Jakarta; serta

skala pelayanannya, yaitu :

mengintensifkan kegiatan dan hasil pertanian pada lokasi pertanian.

1.

Pusat Kegiatan Sub Tersier I

2.

Pusat Kegiatan Sub Tersier II

2.2.6 Kebijakan Tentang Pedestrian

Tabel 2.3 menjelaskan lokasi pusat-pusat kegiatan yang ada di Kecamatan Ciracas

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 30/PRT/M/2006, prinsip umum

beserta skala kekhasannya.

perencanaan penyediaan prasarana dan sarana ruang pejalan kaki harus memenuhi
kaidah sebagai berikut:
1.

pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman


Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
2.

Ruang yang direncanakan harus dapat diakses oleh seluruh pengguna,


termasuk oleh pengguna dengan berbagai keterbatasan fisik.

3.

Lebar jalur pejalan kaki harus sesuai dengan standar prasarana.

4.

Harus memberikan kondisi aman, nyaman, ramah lingkungan dan mudah


untuk digunakan, sehingga pejalan kaki tidak harus merasa terancam dengan lalu
lintas atau ganggungan dari lingkungan sekitarnya.

5.

Tabel 2.3
Pusat Kegiatan Eksisting Kecamatan Ciracas

Prinsip teknis penataan sistem sirkulasi dan jalur penghubung mengacu

Jalur yang direncanakan mempunyai daya tarik atau nilai tambah lain diluar
fungsi utama.

LAPORAN AKHIR

Fungsi
Sub tersier I
Sub tersier I
Sub tersier I
Sub tersier I

Nama Jalan
Jl. Ciracas Raya
(Kelurahan Ciracas)
Jl. Cibubur Raya
(Kelurahan Cibubur)
Jl. Lapangan Tembak
(Kelurahan Cibubur)

Pasar Ciracas

Jenis Kegiatan
Dominan
Perdagangan

Pasar Cibubur

Perdagangan

Ruko Cibubur dan


Ramayana Departemen
Store
Kantor Kecamatan
Ciracas
Kantor Kelurahan Ciracas

Perdagangan

Nama Kawasan

Sub tersier II

Jl. Penganten Ali


(Kelurahan Ciracas)
Jl. Raya Ciracas

Pemerintahan

Sub tersier II

Jl. Raya Cibubur

Kantor Kelurahan
Cibubur

Pemerintahan

Sub tersier II

Jl. Haji Baping

Kantor Kelurahan
Susukan

Pemerintahan

Pemerintahan

II - 5

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Fungsi

Nama Jalan

Sub tersier II

Jl. Kampung Jati

Sub tersier II

Jl. Kelapa Dua Wetan

Nama Kawasan
Kantor Kelurahan
Rambutan
Kantor Kelurahan Kelapa
Dua Wetan

Jenis Kegiatan
Dominan
Pemerintahan
Pemerintahan

seluas 1.047,49 hektar. Rumah sangat kecil tersebut sebagian besar berlokasi di
sempadan Sungai Cipinang. Penggunaan lahan terkecil adalah sebagai rumah kecil yaitu
seluas 0,65 hektar.

Sumber : Hasil Observasi 2008

2.4

Berdasarkan Tabel 2.4, Sebagian besar lahan perumahan merupakan rumah sangat kecil

2.4.2 Perkantoran

Tinjauan Kondisi Penggunaan Lahan

Kondisi penggunaan lahan berdasarkan kondisi eksisting di Kecamatan Ciracas, terdiri

Fungsi Perkantoran dibagi menjadi dua yaitu perkantoran swasta dan kantor

atas :

pemerintahan. Fungsi perkantoran di Kecamatan Ciracas tersebar di setiap kelurahan

1. Perumahan

yang ada. Berdasarkan perhitungan kondisi eksisting, luas lahan yang digunakan sebagai

2. Perkantoran

perkantoran swasta di Kecamatan Ciracas sebanyak 37,69 hektar, jumlah tersebut

3. Perdagangan

merupakan 2,34 % lahan Kecamatan Ciracas. Selain perkantoran swasta, terdapat pula

4. Industri

kantor pemerintahan. Berdasarkan hasil tinjauan dan perhitungan lapangan, penggunaan

5. RTH

lahan dengan fungsi pemerintahan di Kecamatan Ciracas memiliki jumlah luasan sebesar

6. Fasilitas

51,69 hektar. Untuk melihat luas lahan yang digunakan sebagai perkantoran dengan lebih

7. Campuran

rinci dapat dilihat dari Tabel 2.5.

8. Sektor Informal
Tabel 2.5
Luas Penggunaan Lahan Perkantoran di Kecamatan Ciracas
Tahun 2008

9. Kawasan Khusus
2.4.1 Perumahan
Perumahan di Kecamatan Ciracas dibagi menjadi 4 jenis yaitu rumah sangat kecil, rumah
kecil, rumah sedang, rumah besar, dan rumah toko. Luas penggunaan lahan sebagai

Guna Lahan
Kantor Swasta
Kantor Pemerintahan Daerah
Jumlah

Luas Lahan (Ha)


37,69
51,69
89,38

Persentase (%)
2,34
3,21
5,55

Sumber : Hasil Perhitungan dan Survey Lapangan 2008

perumahan di kecamatan ini sebanyak 1.075,67 hektar. Untuk melihat luas lahan yang
digunakan sebagai perumahan dengan lebih rinci dapat dilihat dari Tabel 2.4.

2.4.3 Perdagangan
Berdasarkan hasil tinjauan dan perhitungan lapangan, penggunaan lahan dengan jenis

Tabel 2.4
Luas Penggunaan Lahan Perumahan di Kecamatan Ciracas
Tahun 2008
Guna Lahan
Rumah Sangat Kecil
Rumah Kecil
Rumah Sedang
Rumah Besar
Rumah Toko
Jumlah

Luas Lahan (Ha)


1.047,49
0,65
7,55
2,83
17,50
1075,67

Sumber : Hasil Perhitungan dan Survey Lapangan 2008

LAPORAN AKHIR

Persentase (%)
65,14
0,04
0,47
0,18
1,09
66,90

perdagangan di Kecamatan Ciracas memiliki jumlah luasan sebesar 4,97 hektar dengan
persentase sebesar 0,31 %. Bangunan perdagangan ini berada di sepanjang Jl. Raya
Bogor Kelurahan Susukan, Jl. Lingkar Selatan Kelurahan Rambutan, Jl. Ciracas Raya, Jl.
Kelapa Dua Wetan, Jl. Lapangan Tembak, serta beberapa bangunan tersebar di dalam
kawasan perumahan penduduk.
2.4.4 Industri

II - 6

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Berdasarkan perhitungan terhadap kondisi eksisting, sebesar 117,073 hektar luas


Kecamatan Ciracas digunakan sebagai kawasan industri dan jumlah tersebut merupakan
7,28 % lahan Kecamatan Ciracas. Lokasi persebaran bangunan industri tersebut
sebagian besar berada di Kelurahan Susukan dan Kelurahan Ciracas. Untuk melihat luas

Tabel 2.8
Luas Penggunaan Lahan Fasilitas di Kecamatan Kramat Jati
Tahun 2008

lahan yang digunakan sebagai industri dengan lebih rinci dapat dilihat dari Tabel 2.6.

Jenis Fasilitas
Fasiltas Ibadah
Fasilitas Pendidikan
Fasilitas Kesehatan
Fasilitas Pelayanan Umum
Fasilitas Sosial Budaya
Fasilitas Rekreasi dan Olahraga
Fasilitas Terminal
Jumlah

Tabel 2.6
Luas Penggunaan Lahan Industri di Kecamatan Ciracas
Tahun 2008
Guna Lahan
Kawasan Industri
Kawasan Pergudangan
Jumlah

Luas Lahan (Ha)


117,073
117,073

Persentase (%)
7,28
7,28

Sumber : Hasil Perhitungan dan Survey Lapangan 2008

Luas (Ha)
4,25
44,92
2,06
22,48
2,44
4,04
0,28
80,47

Persentase
0,26
2,79
0,13
1,39
0,15
0,25
0,02
4,99

Sumber : Hasil Perhitungan dan Survey Lapangan 2008

2.4.5 RTH

Berdasarkan Tabel 2.8 dapat diketahui bahwa sebagian besar lahan fasilitas di

Luas lahan kecamatan ini yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau seluas 185,28

Kecamatan Ciracas digunakan sebagai fasilitas pendidikan yaitu seluas 44,92 hektar,

hektar atau 11,52 % dari luas lahan total Kecamatan Ciracas. Lokasi ruang terbuka hijau

sedangkan luas lahan fasilitas terkecil merupakan fasilitas terminal yaitu seluas 0,28

di Kecamatan Ciracas sebagian besar berlokasi di sebelah selatan wilayah kecamatan.

hektar.

Tabel 2.7 menunjukkan luas lahan yang diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau
berdasarkan jenisnya.

2.4.7 Campuran
Pada Kecamatan Ciracas tidak terdapat penggunaan lahan campuran.

Tabel 2.7
Luas Penggunaan Lahan RTH di Kecamatan Kramat Jati
Tahun 2008
Guna Lahan
Taman
Jalur Hijau
Jumlah

Luas (Ha)
1,00
184,28
185,28

Persentase (%)
0,06
11,46
11,52

Sumber : Hasil Perhitungan dan Survey Lapangan 2008

2.4.6 Fasilitas
Fasilitas umum dan sosial yang terdapat di Kecamatan Ciracas terdiri dari fasilitas

2.4.8 Sektor Informal


Sektor informal di Kelurahan Kramat Jati terdapat hampir di sepanjang jalan-jalan arteri
dan kolektor. Lokasi persebarannya terdapat di sepanjang Jl. Raya Bogor, Jl. Lingkar
Luar Taman Mini, Jl. Raya Cibubur, dan Jl. Raya Ciracas.
2.4.9 Kawasan Khusus
Pada Kecamatan Ciracas tidak terdapat kawasan khusus.

Ibadah, pendidikan, kesehatan, pelayanan umum, sosial budaya, rekreasi dan olah raga,
serta terminal. Lokasi persebaran fasilitas berada tersebar di seluruh wilayah Kecamatan
Ciracas. Luas lahan yang diperuntukkan sebagai fasilitas di Kecamatan Ciracas seluas
80,47 Ha atau 4,99 % dari luas lahan kecamatan. Luas masing-masing fasilitas
berdasarkan jenisnya dapat dilihat pada Tabel 2.8.
LAPORAN AKHIR

2.5

Tinjauan Kondisi Kependudukan

Kecamatan Ciracas memiliki jumlah penduduk sebesar 200.770 jiwa, dengan kepadatan
penduduk sebesar 124 jiwa/ha. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai jumlah dan
kepadatan penduduk masing-masing kelurahan, dapat dilihat dari Tabel 2.9.
II - 7

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Persentase Jenis Jalan (%)


Aspal
Diperkeras
Tanah
62
26
12
79,26
14,82
5,92

Kelurahan
Rambutan
Total

Jumlah
100
100

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

Tabel 2.9
Jumlah dan Distribusi Kepadatan Penduduk di Kecamatan Ciracas
Tahun 2006
Kelurahan

Luas Wilayah (Ha)

Jumlah Penduduk
(jiwa)

Kepadatan
Penduduk (jiwa/ha)

450
337
393
219
209
1.608

60.746
34.454
41.919
38.558
25.093
200.770

134
102
106
176
120
124

Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total

Berdasarkan Tabel 2.10, sebagian besar yaitu 79,26 % jalan yang terdapat di Kecamatan
Ciracas merupakan jalan aspal, sedangkan sisanya merupakan jalan perkerasan dan
jalan tanah. Melalui tabel tersebut dapat diketahui pula bahwa di setiap kelurahan yang
ada di Kecamatan Ciracas jumlah jalan aspal lebih besar persentasenya dari pada jenis
jalan lainnya. Hierarki jalan yang ada di kecamatan ini dapat dilihat dari Tabel 2.11.
Tabel 2.11
Hieraki Jalan di Kecamatan Ciracas
Tahun 2007

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

Jumlah penduduk tertinggi berada pada Kelurahan Cibubur yaitu sebesar 60.746 jiwa,

Nama Jalan

sedangkan yang terendah berada di Kelurahan Rambutan yaitu sebesar 25.093 jiwa.

Jalan Tol Lingkar Luar


Jalan Tol Jagorawi
Jl. Raya Bogor
Jl. Raya Centex
Jl. Raya Ciracas
Jl. Raya PKP
Jl. Lapangan Tembak
Jl. Tanah Merdeka
Jl. Raya Poncol
Jl. Penganten Ali
Jl. Kelapa Dua Wetan
Jl. Taruna Jaya

Meskipun jumlah penduduk tertinggi berada di Kelurahan Cibubur, namun tingkat


kepadatan penduduk tertinggi berada di Kelurahan Susukan yaitu sebesar 176 jiwa/ha.
Hal ini mengidikasikan bahwa Kelurahan Susukan merupakan kelurahan yang memiliki
beban penduduk paling besar dibandingkan dengan daya tamping ruangnya.
2.6

Tinjauan Kondisi Sistem Transportasi dan Pergerakan

Kondisi transportasi di Kecamatan Ciracas dapat diketahui melalui data kondisi dan

Fungsi Jalan

ROW (meter)

Jalan Tol
Jalan Tol
Arteri
Arteri
Arteri
Arteri
Arteri
Kolektor
Kolektor
Kolektor
Kolektor
Kolektor

53
28
15
9
7
5
6
7
8
5
5
6

ketersediaan jalan serta hasil observasi lapangan mengenai kondisi kemacetan yang ada.

Berdasarkan hasil observasi lapangan 2009, pada Kecamatan Ciracas terdapat

Kondisi transportasi di Kecamatan Ciracas dapat dilihat melalui kondisi jalan beserta

beberapa titik kemacetan misalnya pada persimpangan Jl. Lingkar Luar Taman Mini

pelayanan transportasi yang ada. Untuk mengetahui persentase jenis jalan lingkungan di

dengan Jl. Tanah Merdeka, terutama pada saat terjadi banjir. Selain itu kemacetan juga

masing-masing kelurahan yang ada di Kecamatan Ciracas dapat dilihat pada Tabel 2.10.

sering terjadi pada persimpangan Jl. Lapangan Tembak dengan Jl. Kelapa Dua Wetan,
yang mana kawasan ini merupakan kawasan perdagangan.

Tabel 2.10
Persentase Kondisi Jalan Menurut Kelurahan
Tahun 2006
Kelurahan
Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan

LAPORAN AKHIR

Persentase Jenis Jalan (%)


Aspal
Diperkeras
Tanah
87
8
5
74
19
7
82
13
5
83
15
2

Pada Kecamatan ini terdapat satu buah terminal dengan skala pelayanan regional yang
berlokasi di Kelurahan Rambutan. Selain itu terdapat pula 8 buah halte bus yang tersebar
Jumlah
100
100
100
100

pada 5 kelurahan yang ada, serta 2 buah halte Bus Transjakarta yaitu Halte Rumah Sakit
Harapan Bunda dan Halte Fly Over Bogor.

II - 8

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Kondisi pedestrian di Kecamatan Kramat Jati dapat dikatakan kurang memenuhi standar.
Drainase dan Pengendalian Banjir

Berdasarkan hasil pengelihatan, jumlah pedestrian yang disediakan kurang dan banyak

2.7.3

yang berubah fungsi menjadi lahan sektor informal.

Sistem drainase alami di Kecamatan Ciracas yang digunakan untuk tangkapan air
meliputi danau dan sungai. Tabel 2.13 menunjukkan sistem tata air di Kecamatan
Ciracas.

2.7

Tabel 2.13
Sistem Drainase Alami Kecamatan Ciracas

Tinjauan Kondisi Pelayanan Utilitas

Kondisi pelayanan utilitas di Kecamatan Ciracas meliputi kondisi air bersih, listrik,
Jenis

drainase dan pengendalian banjir, air kotor, sampah, serta telekomunikasi.

Nama

Situ

Kelapa Dua
Wetan
Rawa Dongkal
Rawa Cimanggis

2.7.1 Air Bersih


Sesuai dengan Perda No. 3 tahun 1977, PAM JAYA merupakan pengelola air bersih untuk
wilayah DKI Jakarta. Total ketersediaan air bersih oleh PAM saat ini 18,2 m 3/detik

Sungai

(54%), sisanya dipenuhi oleh sumur bor/dalam (2,8%) dan sumur pantek/dangkal

Lokasi
Kelurahan Kelapa Dua
Wetan
Kelurahan Cibubur
Perbatasan Kelurahan
Cibubur dan Kelurahan
Cimanggis

Sentiong
Cipinang

Luas
(Ha)

Panjang
(m)

10
12,02

57
7 10

Sumber : Olahan PT. Jakarta Konsultindo

(43,2%). Pada tahun 1997, PAM JAYA melakukan kerjasama dengan PT. THAMES PAM
JAYA untuk pengelolaan operasional pelayanan air bersih di bagian timur Jakarta.

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa pada kedua sungai yang melewati

Kecamatan Ciracas menjadi salah satu wilayah pelayanan PT. THAMES PAM JAYA, yang

Kecamatan Ciracas terdapat rencana pelebaran daerah aliran sungai yaitu Sungai

menginduk pada IPA (Instalasi Pengelolaan Air) Buaran. IPA ini memiliki kapasitas

Sentiong menjadi 10 meter sedangkan Sungai Cipinang menjadi 25 meter.

produksi air bersih 5000 liter per detik. Gambar 2.3 menunjukkan pelayanan air bersih di
DKI Jakarta.

Selain drainase berupa sistem tata air alami, Kecamatan Ciracas hingga tahun 2005
memiliki dua jaringan drainase yaitu :

2.7.2 Listrik

1.

Drainase primer di Jalan Raya Ciracas

2.

Drainase sekunder di Jalan Raya Bogor

Berdasarkan Tabel 2.12 diketahui bahwa 49.997 kepala keluarga yang ada di Kecamatan
Ciracas telah menggunakan listrik dari PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tidak
terdapat sumber listrik lain yang digunakan oleh penduduk di kecamatan ini.
Tabel 2.12
Jumlah Kepala Keluarga Pengguna Listrik PLN Menurut Kecamatan
Tahun 2006
Kelurahan
Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total

Jumlah Pengguna Listrik


PLN
14.066
9.252
8.748
10.199
7.732
49.997

2.7.4 Sampah
Berdasarkan Tabel 2.14 diketahui bahwa volume sampah yang dihasilkan Kecamatan
Ciracas berjumlah 37,2 m3, dengan jumlah dipo sebanyak 22 buah. Kelurahan penghasil
sampah terbanyak adalah Kelurahan Cibubur yaitu sebanyak 11,5 m 3, sedangkan yang
paling sedikit adalah Kelurahan Kelapa Dua Wetan sebanyak 1,2 m 3. Dengan jumlah

Jumlah Kepala Keluarga

volume sampah tersebut, namun tidak seluruh sampah yang ada dapat terangkut.

14.066
9.252
8.748
10.199
7.732
49.997

Pengelolaan sampah yang ada saat ini belum efektif untuk menangani permasalahan
persampahan yang ada. Hal ini dikarenakan pengelolaan sampah di tingkat yang lebih
tinggi yang belum optimal.

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

LAPORAN AKHIR

II - 9

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Tabel 2.14
Jumlah Lokasi Penampungan Sampah Sementara
Menurut Jenis dan Kelurahan Tahun 2006
Kelurahan

Jumlah Dipo

Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total

8
4
4
1
5
22

Persentase
Terangkut
(%)
81
68
70
99
81
-

Kondisi pelayanan fasilitas umum dan sosial berdasarkan kondisi eksisting di Kecamatan
Ciracas, terdiri atas 6 (enam) fungsi pelayanan, yaitu :

Volume Sampah
(m3)
11,5
1,2
8
9
7,5
37,2

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

2.7.5 Telekomunikasi
Pelayanan telekomunikasi di Kecamatan Ciracas dilakukan dengan pelayanan telepon
rumah/kantor yang dilakukan operasionalnya oleh PT. Telkom, selain itu juga melalui
penggunaan telepon genggam yang saat ini sudah digunakan oleh sebagian besar
penduduk Kecamatan Ciracas. Terdapat juga pelayanan

telepon umum untuk

masyarakat, fasilitas wartel maupun warnet, dan juga pelayanan melalui kantor pos yang
terdapat di seluruh wilayah Kecamatan Ciracas.

2.

Kesehatan

3.

Peribadatan

4.

Perdagangan

5.

Olahraga

6.

Fasilitas Pengendalian Bencana

2.8.1 Pendidikan
Tabel 2.16 menunjukkan, Kecamatan Ciracas memiliki 185 fasilitas pendidikan yang
terdiri dari TK, SD, SLTP, SLTA, perguruan tinggi, dan tempat kursus. Di Kecamatan
Ciracas, jenis fasilitas pendidikan terbanyak adalah SD yaitu sebanyak 71 buah,
sedangkan yang paling sedikit adalah fasilitas pendidikan berupa perguruan tinggi
sebanyak 1 buah. Di antara seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan ini, Kelurahan
Rambutan merupakan yang paling sedikit.

Telepon Umum

Wartel/Warnet

Jumlah

12
6
21
8
47

50
70
78
55
21
274

62
76
99
63
21
321

Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total

Pendidikan

Cibubur memiliki fasilitas pendidikan terbanyak, sedangkan Kelurahan Kelurahan

Tabel 2.15
Jumlah Telepon Umum dan Wartel/Warnet
Tahun 2006
Kelurahan

1.

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

Berdasarkan Tabel 2.15 diketahui bahwa di Kelurahan Ciracas terdapat 47 buah telepon
umum dan 274 buah wartel/warnet. Telepon umum yang ada tersebar hampir di seluruh
kelurahan, namun hanya Keluraha Rambutan yang tidak memiliki sarana telepon umum.

Tabel 2.16
Jumlah Fasilitas Pendidikan Menurut Kelurahan
Tahun 2006
Kelurahan

TK

SD

SLTP

SLTA

Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total

11
8
10
15
6
50

20
9
19
14
9
71

7
5
5
2
6
25

4
9
4
2
4
23

Perguruan
Tinggi
1
1

Tempat
Kursus
4
3
4
1
3
15

Jumlah
47
34
42
34
28
185

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

2.8.2 Kesehatan
Berdasarkan Tabel 2.17 jumlah fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Ciracas
adalah sebanyak 125 buah yang terdiri dari rumah sakit, puskesmas, pos KB, apotek, dan

2.8

Tinjauan Kondisi Pelayanan Fasilitas Umum dan Sosial

LAPORAN AKHIR

lainnya. Di Kecamatan ini hanya memiliki satu buah rumah sakit yang berlokasi di
II - 10

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Kelurahan Rambutan. Kelurahan Ciracas merupakan kelurahan yang memiliki jumlah

Berdasarkan Tabel 2.19 diketahui bahwa jumlah fasilitas perdagangan di Kecamatan

fasilitas kesehatan paling sedikit yaitu sebanyak 20 buah sedangkan Kelurahan

Ciracas berjumlah 705 unit, yaitu berupa pasar dan fasilitas perdagangan lainnya.

Rambutan adalah yang paling banyak yaitu sebanyak 31 buah.


Tabel 2.17
Jumlah Fasilitas Kesehatan Menurut Kelurahan
Tahun 2006
Rumah
Sakit
1
1

Kelurahan
Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total

Tabel 2.19
Jumlah Pasar di Kecamatan Ciracas
Tahun 2006

Puskesmas

Pos KB

Apotek

Lainnya

Jumlah

Kelurahan

2
1
1
1
1
6

14
12
3
17
14
60

3
5
3
1
3
15

4
11
13
3
12
43

23
29
20
22
31
125

Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

Inpres
1
1
2

Jenis Pasar
Lingkungan
Regional
-

Induk
-

Jumlah
1
1
2

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

2.8.3 Peribadatan

Berdasarkan Tabel 2.19, diketahui bahwa hanya terdapat 2 unit pasar inpres. Pasar

Jumlah fasilitas peribadatan di Kecamatan Ciracas adalah sebanyak 305 buah yang

tersebut berlokasi di Kelurahan Cibubur dan kelurahan Ciracas. Selain fasilitas

terdiri dari masjid, mushola, gereja, dan lainnya. Jenis fasilitas peribadatan berupa

perdagangan pasar, pada kecamatan ini juga terdapat fasilitas perdagangan lainnya

mushola merupakan jumlah terbanyak di Kecamatan Ciracas yaitu sebanyak 200 buah.

seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2.20.

Jumlah fasilitas peribadatan per kelurahan dapat dilihat pada Tabel 2.18.
Tabel 2.20
Jumlah Fasilitas Perdagangan Lainnya di Kecamatan Ciracas
Tahun 2006

Tabel 2.18
Jumlah Fasilitas Peribadatan Menurut Kelurahan
Tahun 2006
Kelurahan
Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total

Masjid
19
21
28
8
15
91

Mushola
44
28
57
41
30
200

Gereja
3
5
5
13

Lainnya
1
1

Jumlah
66
54
91
49
45
305

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

Pada Tabel 2.18 diketahui bahwa di antara 5 kelurahan yang ada di Kecamatan Ciracas,
Kelurahan Ciracas merupakan jumlah wilayah yang memiliki jumlah fasilitas peribadatan
terbanyak yaitu sebanyak 91 buah, sedangkan Kelurahan Rambutan adalah yang paling
sedikit yaitu sebanyak 45 buah.
2.8.4 Perdagangan
LAPORAN AKHIR

Kelurahan
Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total

Toko Swalayan
5
1
2
8

Waserba
3
1
5
2
1
12

Rumah Makan
104
52
227
120
180
683

Jumlah
112
54
234
122
181
703

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

Jenis fasilitas perdagangan lainnya yang mendominasi di Kecamatan Ciracas adalah


rumah makan yaitu sebanyak 683 unit. Kelurahan yang memiliki jumlah fasilitas
perdagangan lainnya terbanyak adalah Kelurahan Ciracas yaitu sebanyak 234 unit,
sedangkan yang paling sedikit jumlah fasilitas perdagangan lainnyanya adalah Kelurahan
Kelapa Dua wetan.
2.8.5 Fasilitas Olah Raga
II - 11

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Berdasarkan Tabel 2.21 dapat diketahui bahwa di Kecamatan Ciracas terdapat 178

2.9.1 Banjir

fasilitas olah raga. Sebagian besar jenis fasilitas olah raga yang tersedia di kecamatan ini

Kerawanan terhadap banjir dapat diketahui berdasarkan hasil observasi lapangan yang

adalah lapangan bola voli yaitu sebanyak 82 buah. Kelurahan yang memiliki fasilitas olah

menunjukkan bahwa terdapat beberapa titik genangan air pada Kecamatan Ciracas pada

raga terbanyak adalah Kelurahan Cibubur yaitu sebanyak 75 buah, sedangkan yang

saat musim hujan. Beberapa titik tersebut adalah di sepanjang Sungai Cipinang, di sekitar

paling sedikit adalah Kelurahan Susukan dan Kelurahan Rambutan yaitu masing-masing

Terminal Kampung Rambutan, dan sekitar Jl. Tanah Merdeka Kelurahan Rambutan.

sebanyak 16 buah.

Penyebab banjir di kawasan sepanjang Sungai tersebut adalah luapan Sungai Cipinang
khususnya di musim hujan, yang disertai oleh berubahnya fungsi sempadan sungai
Tabel 2.21
Jumlah Fasilitas Olah Raga Menurut Kelurahan
Tahun 2006

Kelurahan
Cibubur
Kelapa Dua Wetan
Ciracas
Susukan
Rambutan
Total

Sepak
Bola
8
3
2
2
2
17

Kolam
Renang
-

Bulu
Tangkis
20
26
3
7
8
64

menjadi kawasan perumahan.

Tenis

Bola Voli

Lainnya

1
1
4
6

43
16
10
7
6
82

3
6
9

Jumlah
75
52
19
16
16
178

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2007

2.9.2 Kebakaran
Sebagian besar perumahan yang ada di Kecamatan Ciracas merupakan rumah kecil
yang pola jalannya tidak teratur dan lebarnya sempit, bahkan terdapat beberapa lokasi
yang memiliki kepadatan bangunan tinggi. Kondisi tersebut merupakan beberapa faktor
pendukung kerentanan suatu kawasan terhadap bahaya kebakaran, oleh karena itu
Kecamatan Ciracas dapat dikategorikan menjadi salah satu kawasan yang berpotensi
rawan terhadap kebakaran.

2.8.6 Fasilitas Pengendalian Bencana


Pada Kecamatan Ciracas tidak terdapat fasilitas pengendali banjir. Fasilitas pengendali

2.9.3 Gempa Bumi

banjir yang ada berupa Banjir Kanal Timur (BKT) tidak melewati Kecamatan Ciracas,

Seluruh wilayah DKI Jakarta memiliki kerawanan terhadap bencana gempa bumi. Selain

namun Kecamatan Ciracas menjadi salah satu wilayah pelayanan BKT ini. Selain

berdasarkan kejadian yang pernah terjadi, hal ini didukung oleh adanya faktor kerentanan

mengandalkan Banjir Kanal Timur, untuk mengurangi atau mencegah terjadinya banjir,

yang dimiliki seluruh wilayah DKI Jakarta terhadap bahaya gempa bumi seperti lokasi DKI

kecamatan ini mengupayakan peningkatan kapasitas sungai yang melewati wilayah

Jakarta yang berada di titik gempa, banyaknya lingkungan perumahan padat yang

Kecamatan Ciracas, memperbaiki/meningkatkan kualitas sempadan sungai yang ada,

memiliki jalan lingkungan sempit sehingga menyulitkan evakuasi, serta banyaknya

serta meningkatkan kapasitas dan kualitas waduk/danau dan kawasan di sekitarnya.

gedung-gedung bertingkat. Resiko ini diperbesar oleh kondisi lingkungan yang padat
dimana ruang-ruang evakuasi sangat minim.

2.9

Tinjauan Daerah Rawan Bencana

Kecamatan Ciracas rawan terhadap bencana gempa bumi, kebakaran, dan banjir.
Kerawanan terhadap bahaya kebakaran terutama berada di kawasan perumahan dengan
kepadatan bangunan tinggi, yaitu di kelurahan Susukan, Kelurahan Rambutan, dan
Kelurahan Ciracas sedangkan kerawanan banjir terutama di sekitar aliran Sungai
Cipinang.

LAPORAN AKHIR

II - 12