Anda di halaman 1dari 5

Apa Bedanya Hard Skill dan Soft Skill?

Kunci yang membedakan antara hard skill dengan soft skill adalah seseorang bisa
memiliki hard skill yang baik yaitu seseorang yang harus pintar atau ber IQ tinggi.
Kinerja otak kirinya harus baik karena disanalah tempat berlangsungnya semua
proses berpikir logis.

Sementara itu, untuk memiliki soft skill yang baik, justru tingkat EQ seseorang
menjadi penentunya. Contohnya jika seseorang memiliki jiwa kepemimpinan
tinggi, maka dengan mudah dapat menjalin komunikasi santai bersama bawahan.

Contoh Hard Skill di Dunia Kerja


Dalam dunia kerja, terdapat beberapa contoh hard skil yang dibutuhkan. Dengan
memilikinya, seorang pelamar akan lebih mudah mendapat tempat di suatu
perusahaan atau lembaga lain.

Contoh 1: Kemampuan Bahasa Asing

Menguasai bahasa asing akan baik terutama jika CV ditulis dalam Bahasa Inggris.
Selain Bahasa Inggris, jika seorang pelamar mampu berbahasa asing maka tentu
lebih diprioritaskan.

Contoh 2: Akta, Sertifikat dan Piagam

Bagaimanapun juga, kemampuan yang banyak juga harus diiringi dengan


banyaknya jumlah akta, sertifikat maupun piagam milik seseorang. Karena banyak
perusahaan yang melakukan teknik eliminasi di tahap pertama filtering pegawai
baru, maka bukti dokumen sangat penting sebagai referensi sebelum bertemu
dalam sesi wawancara.

Contoh 3: Kecepatan Mengetik

Seiring dengan berkembangnya teknologi, kecepatan mengetik menjadi alasan


yang cukup masuk akal mengapa perusahaan menginginkan karyawan dengan
kecepatan mengetik tinggi. Adakalanya proposal proyek harus diselesaikan secepat
dan sebagus mungkin. Oleh karena itu, kecepatan mengetik juga bisa
mengantarkan seseorang menuju kesuksesan.

Contoh 4: Mampu Mengoperasikan Komputer Atau Alat Elektronik Lainnya

Komputer merupakan sarana yang digunakan paling dominan dalam dunia kerja
zaman ini. Dengan kemampuan mengoperasikan komputer, printer, scanner, atau
LCD, maka bukan tidak mungkin atasan lebih memperhatikan kinerja seorang
karyawan.

Contoh 5: Up To Date Terhadap Teknologi Software

Banyaknya software baru yang digunakan di dunia perkantoran tentu cukup


membingungkan. Namun jika seseorang mempelajarinya secara kontinyu tidak
akan ada program yang terlalu rumit. Selain melalui kursus, video tutorial yang
bisa diunduh dengan mudah juga dapat membantu.

Contoh Soft Skill di Dunia Kerja


Berbeda dengan hard skill yang berkutat pada teknis bekerja seseorang, soft skill
lebih mengarah pada kemampuan deal with something. Saat memiliki kecakapan-
kecakapan tersebut, maka bukan tidak mungkin kenyamanan bekerja pribadi dan
orang lain bisa terjaga. Efek jangka panjangnya, atmosfer lingkungan kerja bisa
semakin positif dan motivatif.

Contoh 1: Kemampuan Berkomunikasi

Kemampuan berkomunikasi sangat erat kaitannya dengan kemampuan berbicara.


Seorang karyawan yang bisa membaur dengan senior, junior dan atasan dengan
tetap mengikuti koridor kesopanan akan dengan mudah diterima di berbagai
situasi.
Contoh 2: Fleksibilitas

Meskipun tidak sesuai dengan pemikiran, tetapi patuh dan menjalankan hasil rapat
dengan maksimal harus dilakukan. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki
fleksibilitas tinggi bisa menjadi motivasi orang lain dalam menyikapi masalah.

Contoh 3: Kepemimpinan

Ciri orang yang memiliki jiwa kepemimpinan tinggi adalah planner. Namun,
bukan perencana yang baik jika tidak bisa mengeksekusi keputusan secara tegas.
Jadi, kunci utama sikap kepemimpinan adalah mampu merencanakan dan
mengeksekusi dengan menguntungkan semua pihak.

Contoh 4: Motivasi

Motivasi bisa menular dan diciptakan. Seseorang yang memiliki kecerdasan


intrapersonal dalam dirinya akan bisa memotivasi diri meskipun hanya dengan
mendengar lagu atau menulis kata-kata. Hal inilah yang langka dan perlu dipelajari
agar seseorang tidak menggantungkan mood-nya pada suasana.

Contoh 5: Kesabaran

Sabar bukan berarti lemah. Dalam dunia kerja sabar berarti membiarkan sesuatu
terjadi agar tidak lebih banyak merugikan. Contohnya saat dibebani tugas terlalu
berat. Dengan sabar dan menjalankannya, justru atasan akan semakin melirik
kinerja karyawan itu.

Contoh 6: Sikap Persuasif

Sikap yang satu ini bisa dimiliki semua orang dengan kadar yang berbeda-beda.
Semakin tinggi sikap persuasifnya, seorang karyawan akan lebih banyak disukai
baik oleh atasan, rekan dan konsumen.

Contoh 7: Skill Problem Solving


Skill yang satu ini harus dipelajari mendalam. Pasalnya, sebuah perusahaan pasti
mengalami masalah, baik dalam lingkup tim maupun skala lebih luas. Kreativitas
juga dibutuhkan untuk meningkatkan alternatif pemecahan masalah.

Contoh 8: Kerja Sama

Bekerja sama dengan rekan membutuhkan kepekaan sosial. Tanpa kepekaan sosial,
bisa jadi kinerja tim akan berkurang karena ada pihak yang merasa tersisih. Oleh
karena itu, kerjasama harus selalu terjadi saat ada proyek yang memang
dialokasikan untuk teamwork.

Contoh 9: Manajemen Waktu

Disiplin dalam bekerja, datang tepat waktu, penampilan rapi dan terorganisasi
adalah ciri utama seseorang yang mempunyai manajemen waktu baik. Jika ada
salah satu saja yang berantakan padahal etos kerjanya tinggi, dapat dipastikan
bahwa karyawan tersebut bekerja di luar kapasitasnya.

Contoh 10: Etika Bekerja

Bekerja dengan senior, junior, atasan atau bawahan tentu ada etikanya. Jika
ditelusuri lebih mendalam, etika bekerja bisa menular baik yang positif maupun
negatif. Jadi, sebisa mungkin bangunlah etika bekerja yang positif.

Contoh 11: Kemampuan Budgeting dan Literasi Finansial

Kemampuan budgeting dan literasi finansial tidak hanya dibutuhkan seseorang


secara pribadi, tetapi juga perusahaan. Jika ada calon karyawannya yang mampu
mengatur hal itu, kemungkinan akan diterima tentu lebih besar. Karena bisa jadi
suatu saat perusahaan juga mengalami masalah budgeting.

Analisis Hard Skill dan Soft Skill Pribadi dalam Dunia Kerja
Untuk menganalisis hard skill dan soft skill pribadi, seseorang harus peka. Selain
peka, kemampuan tersebut juga harus diukur sehingga bisa dikembangkan lebih
lanjut.