Anda di halaman 1dari 10

Pelanggaran Etika Profesi

Disusun oleh:

Delfa Bahari Sianturi 150405014

Fenny Wijaya 150405015

Bimanyu Yoga Bratajaya S. 150405018

Universitas Sumatera Utara

2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa yang
selalu melimpahkan rahmat, berkat dan hidayah-Nya bagi kami sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini.
Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing
yang telah memberikan arahan kepada kami dalam pembuatan makalah ini.
Judul makalah ini adalah “PELANGGARAN ETIKA PROFESI”. Tujuan
penulisannya adalah untuk mempelajari mengenai etika profesi serta masalah
yang ditimbulkan akibat pelanggaran etika profesi. Adapun metode yang penulis
gunakan untuk pembuatan makalah ini adalah metode browsing internet.
Makalah ini kami selesaikan dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah
Etika Profesi jurusan Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara.
Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak
untuk penyempurnaan makalah ini. Terima kasih.

Medan, September 2015

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

1.1. Latar Belakang ............................................................................................... 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 2

2.1. Pengertian Etika Profesi ................................................................................. 2

2.2. Pentingnya Etika Profesi ................................................................................ 2

2.3. Faktor Penyebab Terjadinya Pelanggaran Etika Profesi ................................ 2

2.4. Studi Kasus ..................................................................................................... 3

2.4.1. Tragedi Bhopal ................................................................................ 3

2.4.2. Penyebab Tragedi Bhopal ............................................................... 3

2.4.2.1. Hasil Investigasi PT Union Carbide ................................. 4

2.4.2.2. Penyebab Sesungguhnya .................................................. 4

2.4.3. Pihak yang Terkait Atas Insiden ini ................................................ 5

2.4.4. Pasca Insiden Bhopal ...................................................................... 5

2.4.5. Pembersihan Area ........................................................................... 5

BAB III KESIMPULAN ...................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Pengertian etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang
buruk, etika juga merupakan ilmu tentang hak dan kewajiban moral atu
akhlak. Sedangkan profesi atau bidang pekerjaan yang dilandasi
pendidikan keahlian tertentu. Sehingga pengertian etika profesi adalah
suatu ilmu mengenai hak dan kewajiban yang dilandasi dengan
pendidikan keahlian tertentu salah satunya dalam bidang keteknikan. Pada
aplikasinya etika profesi bidang keteknikan ini merupakan suatu ilmu
tentang hak dan kewajiban untuk menyelesaikan masalah dalam suatu
pekerjaan. Dasar ini diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan-
penyimpangan yang menyebabkan ketidaksesuaian.
Alasan kami menulis makalah ini selain untuk memenuhi tugas
mata kuliah Etika Profesi adalah ingin mengedukasi orang banyak
mengenai apa itu etika profesi, mengapa kita perlu mengetahui
pentingnya etika profesi serta akibat yang ditimbulkan jika melanggar
etika profesi. Sebab saat ini banyak pihak yang tidak mengerti pentingnya
beretika dalam profesi sehingga menimbulkan pelanggaran-pelanggaran
yang menimbulkan dampak negatif yang merugikan bagi orang lain,
bahkan hajat hidup orang banyak.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2. Tinjauan Pustaka
2.1. Pengertian Etika Profesi
Menurut Keiser, etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk
memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan penuh
ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan
tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

2.2. Pentingnya Etika Profesi


Etika sangat penting dalam menyelesaikan suatu masalah, sehingga bila
suatu profesi tanpa etika akan terjadi penyimpangan -penyimpangan yang
mengakibatkan terjadinya ketidakadilan. Ketidakadilan yang dirasakan
oleh orang lain akan mengakibatkan kehilangan kepercayaan yang
berdampak sangat buruk, karena kepercayaan merupakan suatu dasar atau
landasan yang dipakai dalam suatu pekerjaan.

2.3. Faktor Penyebab Terjadinya Pelanggaran Etika Profesi


 Pengaruh Jabatan
Misalnya yang melakukan pelanggaran etika profesi itu adalah
pimpinan atau orang yang memiliki kekuasaan tinggi pada profesi
tersebut maka orang lain yang posisi kedudukannya berada di
bawah orang tersebut enggan melaporkan kepada pihak
berwenang atas pelanggaran yang terjadi.
 Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat.
 Organisasi profesi tidak dilengkapi dengan sarana dan mekanisme
penyampaian keluhan dari masyarakat.
 Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban
profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya.
 Pengaruh kekeluargaan

2
Misalnya seseorang memiliki hubungan kekerabatannya dengan
pihak yang melakukan pelanggaran, maka orang tersebut
cenderung untuk tidak melaporkan pelanggaran tersebut kepada
pihak yang berwenang.
 Manajemen yang buruk dari perusahaan, serta tidak kompetennya
pihak-pihak didalamnya.

2.4. Studi Kasus


2.4.1. Tragedi Bhopal
Tragedi Bhopal pada 3 Desember 1984 adalah musibah
industri terburuk dalam sejarah dunia. Tragedi ini terjadi akibat
pengeluaran 40 metrik ton metil isosianat (MIC) dari pabrik
pestisida Union Carbide yang terletak di kota Bhopal, ibu kota
negara bagian Madhya Pradesh di India. Pabrik tersebut berasal
dari Amerika Serikat dan dibuka di India pada 1969 dan diperluas
untuk menghasilkan karbaril pada 1979. Sekitar sepetiga dari satu
juta penduduk di Bhopal tinggal di kawasan yang padat penduduk.
MIC (metil isosianat) merupakan perantara dalam penghasilan
karbaril. Insiden ini langsung menewaskan sekitar 3000 jiwa dan
melukai 150.000 hingga 600.000 lainnya—15.000 di antaranya
kemudian meninggal pasca insiden tersebut.
Penyebabnya adalah dimasukkannya air ke dalam tangki-tangki
berisi MIC. Reaksi yang kemudian terjadi menghasilkan banyak
gas beracun dan memaksa pengeluaran tekanan secara darurat.
Penyelidikan yang dilakukan menyatakan bahwa beberapa langkah
keselamatan lainnya tidak dijalankan dan standar operasi di pabrik
tersebut tidak sesuai dengan standar di pabrik Union Carbide
lainnya. Selain itu, ada kemungkinan langkah-langkah keselamatan
tersebut dibiarkan sebagai bagian dari “prosedur penghematan”
yang dilakukan perusahaan tersebut di pabrik itu.

2.4.2. Penyebab Tragedi Bhopal

3
2.4.2.1. Hasil Investigasi PT Union Carbide
Tim investigasi Union Carbide Corporation (UCC) telah
tiba di Bhopal pada hari dimana insiden terjadi tetapi tidak
dapat melakukan investigasi dikarenakan Biro Investigasi
Pusat India telah memegang kendali dan menyegel pabrik;
merebut kendali atas catatan pabrik; serta melarang adanya
wawancara karyawan pabrik yang masih bertugas pada
malam hari dimana insiden tersebut berlangsung. Yang
telah diketahui sebelumnya adalah bahwa unit metil
isosianat (MIC) telah ditutup enam minggu sebelum insiden
berlangsung dan tangki penyimpanan MIC– yaitu tangki
dimana gas dilepaskan, telah terisolasi pada saat itu. Tim
UCC hanya diizinkan untuk mengambil sampel dari residu
di tangki 610 dan setelah beberapa bulan analisis ekstensif,
dikeluarkan laporan pada bulan Maret 1985. Penyelidikan
awal UCC menunjukkan bahwa volume air yang cukup
banyak telah dimasukkan ke dalam tangki MIC dan
menyebabkan reaksi kimia yang memaksa tekanan untuk
membuka katup dan memungkinkan terjadinya kebocoran
gas. Sebuah komite ahli yang bekerja atas nama pemerintah
India, melakukan investigasi sendiri dan memperoleh
kesimpulan yang sama. Insiden ini terjadi meskipun ada
fakta bahwa sistem telah dirancang dan dioperasikan untuk
menjaga agar tidak ada air yang pernah masuk di tangki
manapun selama lima tahun pabrik ini telah beroperasi.

2.4.2.2. Penyebab sesungguhnya


Setelah melalui penyelidikan panjang, pemeriksaan catatan
pabrik, dan sekitar 70 wawancara terhadap sejumlah pihak
di India, akhirnya diketahui pasti penyebab insiden
kebocoran gas tersebut adalah karena adanya sabotase.
Kebocoran gas disebabkan oleh masuknya langsung dari air

4
ke tangki 610 melalui selang yang terhubung ke tangki dan
bukan karena pencucian tangki dengan air yang
sebelumnya sempat diduga menjadi penyebab terjadinya
insiden ini.

2.4.3. Pihak yang terkait atas insiden ini


Investigasi menunjukkan bahwa hanya karyawan dengan
keterampilan dan pengetahuan yang layak dan memadai yang dapat
‘merusak’ tangki tersebut. Sebuah penyelidikan independen oleh
perusahaan konsultan rekayasa Arthur D. Little, Inc.,
menyimpulkan bahwa air hanya dapat masuk ke dalam tangki
secara disengaja, karena sistem keselamatan proses akan mencegah
air yang memasuki tangki secara tidak sengaja.

2.4.4. Pasca insiden Bhopal


Warga yang bertahan setelah insiden itu diwawancara dan
mengaku terbangun pada saat kejadian itu karena merasakan pedas
seperti cabai pada mata dan tenggorokan mereka. Titik didih MIC
yang rendah menyebabkan MIC kembali menguap pada suhu tubuh
dan terhirup oleh paru-paru sehingga menyebabkan kerusakan
saluran pernafasan yang akut. Sementara lembaga kesehatan
masyarakat setempat kewalahan menangani banyaknya korban,
sebagian besar penduduk di kota telah melarikan diri dan banyak
mayat yang langsung dikremasi sebelum penyebab kematian
didokumentasi secara resmi. Setelah insiden tersebut, pabrik Union
Carbide di Bhopal berhenti beroperasi dan tidak pernah kembali
beroperasi.

2.4.5. Pembersihan Area


Sudah 31 tahun insiden Bhopal berlalu, namun upaya pembersihan
area yang terkontaminasi gas beracun berlangsung lambat. Tempat
kejadian insiden Bhopal masih terlihat tak jauh berbeda dengan 31

5
tahun yang lalu. Yang terlihat yaitu struktur baja kurus berkarat
dan bangunan pabrik yang bobrok. Tanah tetap terkontaminasi
bahan kimia yang dibuang di tahun-tahun sebelum bencana terjadi.
Air tanah disekitar kawasan pabrik tersebut tidak layak
dikonsumsi. Pemerintah bahkan belum menangani secara memadai
apa yang perlu dilakukan dalam hal kompensasi, perawatan
kesehatan dan pembersihan area yang terkontaminasi.

6
BAB III
KESIMPULAN

3. Kesimpulan
Dari kasus Tragedi Bhopal dapat disimpulkan bahwa pelanggaran etika
profesi yang dilakukan baik oleh perorangan maupun kelompok dapat
menimbulkan dampak negatif bagi orang banyak. Meninjau dari peristiwa
diatas, hanya karena seseorang yang tidak bertanggung jawab dan tidak
menaati etika profesi, dapat meluluhlantahkan hampir seisi kota dan
menimbulkan kerusakan lingkungan yang berkepanjangan. Sekitar 62,6 %
penduduk Bhopal menjadi korban atas insiden kebocoran gas tersebut.
Masyarakat yang tidak tahu menahu menjadi korban karena seseorang yang
tidak beretika dalam menjalankan profesinya. Hal ini tentu saja menimbulkan
luka mendalam bagi masyarakat Bhopal dan menjadi peristiwa pahit yang
tidak akan dapat dilupakan masyarakat Bhopal. Selain itu, menurunnya rasa
kepercayaan masyarakat terhadap pabrik atau industri yang dibangun di
daerah tempat mereka tinggal merupakan konsekuensi yang tak dapat
dipungkiri. Lambatnya upaya pemerintah untuk memperbaiki keadaan pasca
insiden tersebut turut memperparah penderitaan masyarakat dan dampaknya
masih berlangsung bahkan sampai saat ini, terhitung sejak Tragedi Bhopal
pada Desember 1984. Sebagai manusia yang bermoral dan berakhlak,
hendaknya pelaku profesi khususnya di bidang keteknikan (engineering) dapat
senantiasa menaati etika profesi sebagai pedoman dalam bertindak. Tidak
hanya selalu loyal terhadap perintah, tapi juga harus memikirkan dampaknya
bagi masyarakat serta menjunjung tinggi profesionalitas dan etika. Pelaku
profesi harus selalu menanamkan rasa tanggung jawab dalam diri masing-
masing dan menghindari perilaku yang menyimpang atau bertentangan etika
profesi.