Anda di halaman 1dari 4

GANGGUAN TIDUR ( INSOMNIA )

Definisi dan Ringkasan

Insomnia adalah gangguan kesehatan dimana penderitanya kesulitan untuk tidur, ini berarti

sang penderita memiliki kesulitan untuk memulai atau tetap tidur. Insomnia juga

didefinisikan sebagai kondisi yang menghasilkan kualitas tidur buruk dengan gangguan

fungsional pada siang hari. Diagnosa klinis insomnia biasanya diberikan jika kondisi

kesehatan ini terjadi minimal tiga kali dalam seminggu. Menurut National Institute of

Health, sekitar 30% dari total populasi memiliki gejala dari gangguan tidur ini, dengan

wanita yang lebih banyak dibandingkan pria, biasanya karena perubahan hormon. Kondisi

ini juga lebih umum terjadi pada mereka yang berusia lanjut, di atas 60 tahun, karena

munculnya perubahan siklus tidur dan perkembangan penyakit lainnya yang yang timbul

seiring pertambahan usia.

Penyebab dari Insomnia

Insomnia dapat menjadi primer atau sekunder. Insomnia primer terjadi saat tidak terdapat

faktor lain yang menjadi penyebab kondisi tersebut. Sementara insomnia sekunder terjadi

disebabkan oleh atau bersamaan dengan penyakit lainnya. Insomnia dapat bersifat

sementara, berlangsung selama kurang dari satu minggu; akut, berlangsung selama kurang

dari satu bulan dan biasanya disebabkan oleh stres; atau kronis, berlangsung selama lebih

dari satu bulan.

Beberapa faktor psikologis dan lingkungan turut berperan dalam timbulnya gejala insomnia.

Berada di bawah tekanan yang sangat besar, seperti kematian salah seorang anggota
keluarga atau menjadi pengangguran, dapat berujung pada kondisi ini. Kondisi lainnya,

seperti asma bronkial, penyakit asam lambung (acid reflux), dan sindrom rasa sakit kronis

menghasilkan rasa ketidaknyamanan fisik yang bertahan, juga dapat menjadi penyebab

utama insomnia. Gaya hidup Anda juga dapat menjadi salah satu penyebab, seperti seorang

pekerja malam dan orang yang sering bepergian dan mengalami jet lag. Gangguan sekitar,

seperti suara yang berlebihan atau suhu yang berubah-ubah, atau metode pengobatan

tertentu, seperti steroid, juga dapat berujung pada gangguan tidur. Insomnia kronis juga

dapat terjadi karena sebab-sebab psikologis, seperti stres kronis, kecemasan, depresi,

atau gangguan bipolar.

Gejala Umum

Insomnia merupakan gangguan yang mempengaruhi tidak hanya jumlah/kuantitas, tapi juga

mutu/kualitas tidur Anda. Mereka yang menderita insomnia tidak dapat tidur di malam hari

dan biasanya merasa cemas di siang hari. Mereka juga sering terbangun di malam hari dan

kesulitan untuk kembali tidur setelah terbangun. Sakit kepala adalah hal yang umum terjadi.

Beberapa pasien bergantung pada alkohol atau pil tidur untuk dapat tertidur. Mereka yang

menderita insomnia biasanya merasa lelah pada siang hari dan kurang dapat menjaga

keseimbangan suasana hati dan emosi. Mereka juga biasanya mengalami penurunan dalam

prestasi atau fungsi kerja dan mungkin mengalami masalah pada daya ingat dan konsentrasi.

Hal ini berujung pada lebih banyak kesalahan saat bekerja atau di sekolah dan mungkin saja

berbahaya bagi keseharian mereka.


Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Jika Anda mengalami gangguan dalam tidur, terutama jika hal tersebut mengganggu

kegiatan Anda sehari-hari atau gangguan tersebut berlangsung selama sebih dari satu bulan,

maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan praktisi kesehatan atau dokter umum. Anda

akan diperiksa secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan terhadap riwayat kesehatan dan

tes pada fisik Anda. Anda juga akan ditanya perihal riwayat tidur Anda, dan mungkin akan

diminta untuk membuat buku harian tidur, yang berisi tentang rincian dari pola tidur Anda.

Sebagai tambahan, Anda juga mungkin akan diminta untuk melalui sebuah tes tidur, yang

dikenal dengan nama polisomnografi, untuk memonitor kegiatan otak ketika Anda tidur.

Tujuan dari penanganan insomnia adalah untuk mengenali dan mengobati penyebab dari

gangguan tersebut. Pengobatan yang berhasil biasanya melibatkan gabungan dari

obat/farmakologi serta penggunaan teknik perilaku. Membiasakan diri untuk tidur yang

sesuai sangat penting dalam penanganan insomnia, baik itu secara primer maupun sekunder.

Kebiasaan ini meliputi menghindari nikotin, kafein dan alkohol, serta tidak tidur di siang

hari dan makan makanan ringan sebelum tidur. Mengendalikan lingkungan tidur dengan

meminimalkan cahaya terang pada malam hari dan menghilangkan gangguan seperti

menonton televisi juga sebaiknya dilakukan.

Terapi perilaku dengan latihan bersantai/relaksasi juga sedikit banyak mem bantu. Jika Anda

didiagnosa terkena insomnia, maka Anda akan dirujuk untuk menemui ahli tidur atau

psikiater untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka mungkin akan memberikan beberapa obat -

obatan, seperti antihistamin, pil tidur atau benzodiazepin, untuk memb antu Anda tertidur.
Obat-obatan tersebut biasanya diberikan dalam dosis kecil untuk dikonsumsi selama jangka

pendek, terutama bagi para pasien berusia lanjut.