Anda di halaman 1dari 11

PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN MENURUT PARA AHLI DAN

SEJARAH PERKEMBANGANNYA

Secara Bahasa
Secara etimologi, Ilmu berasal dari kata bahasa Arab yaitu “ilm”, bahasa
Inggris, “science” atau bahasa latin “Scientia” yang mengandung kata kerja scire yang
berarti tahu atau mengetahui.

Secara Istilah
Secara Terminologi kata Ilmu adalah suatu anugerah yang diberikan kepada
umat manusia dari Tuhan sebagai bentuk kesempurnaan yang membedakan dari ciptaan
lainnya. Ilmu memiliki substansi dasar yaitu pengetahuan yang memiliki sifat ilmiah
dan sistematis.

Secara Umum
Ilmu merupakan pengetahuan tentang fakta baik yang bersifat natural maupun
sosial yang berlaku umum dan sistematis atau pengetahuan yang sudah di atur menurut
urutan dan arti sera menyeluruh dan sistematis.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian ilmu adalah


pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara sistematis menurut metode
tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang pengetahuan
atau kepandaian tentang soal duniawi, akhirat, lahir, batin dan lain sebagainya.
Ilmu juga memiliki sejarah yang perkembangan yang sangat panjang, menurut
Tim Dosen Filsafat Ilmu (2001:63), menyebutkan “Perkembangan ilmu pengetahuan
hingga sekarang tidaklah berlangsung secara mendadak, melainkan melalui proses
bertahap, melainkan melalui proses bertahap dan evolutif”.

PENGERTIAN ILMU MENURUT PARA AHLI

Beberap para ahli dalam bidang ilmu telah memberikan pemahamannya terkait ilmu
yang di jelaskan dalam teorinya secara umum untuk mendeskripsikan pengertian ilmu
seperti di bawah ini :
NS. Asmadi
Menurut NS. Asmadi, ilmu adalah sekumpulan pengetahuan yang padat dan
proses mengetahuai melalui penyeledikan yang sistematis dan terkendali (metode
ilmiah)

DR. H.M. Gade


Menurut DR. H.M. Gade, ilmu falsafah yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas
kemungkinan pengetahuan manusia.
Popper
Menurut Popper, ilmu adalah tetap dalam keseluruhan dan hanya mungkin
direorganisasi.

Minto Rahayu
Menurut Minto Rahayu, ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara
sistematis dan berlaku umum.

Harold H.titus
Menurut Harold H.titus, ilmu diartikan sebagai common science yang diatur dan
diorganisasikan, mengadakan pendekatan terhadap benda-benda atau peristiwa-
peristiwa dengan menggunakan metode-metode observasi yang teliti dan kritis.
Dr. H. Ali As’ad
Menurut Dr. H. Ali As’ad, ilmu adalah suatu sifat yang jika dimiliki seseorang
maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya.
Prof. DR. A. Baiquni
Menurut Prof. DR. A. Baiquni, Science merupakan general consensus dari
masyarakat yang terdiri dari para scientist.
Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag
Menurut Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, Ilmu adalah yang empiris,
rasional, umum dan sistematik, dan ke-empatnya serentak.
J. Haberer 1972
Menurut J. Haberer, Ilmu adalah suatu hasil aktivitas manusia yang merupakan
kumpulan teori, metode dan praktek dan menjadi pranata dalam masyarakat.
D. Bernal 1977
Menurut D. Bernal, Ilmu adalah suatu pranata atau metode yang membentuk
keyakinan mengenai alam semesta dan manusia.
E. Cantote 1977
Menurut E. Cantote Ilmu adalah suatu hasil aktivitas manusia yang mempunyai
makna dan metode.1977 -1992
Nazir
Menurut Nazir, ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis,
pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah
umum.
Shapere
Menurut Shapere, pada dasarkan konsep ilmu mencakup tiga hal yaitu adanya
rasionalitasm dapat digeneralisasi dan dapat disistematisasi.
Schulz
Menurut Schulz, Pengertian ilmu mencakup logika, adanya interpretasi subjektif
dan konsistensi dengan realitas sosial
John G.Kemeny
Menurut John G.Kemeny, ilmu merupakan semua pengetahuan yang
dikumpulkan dengan metode ilmiah sebagai prosedur.
The Liang Gie
Menurut The Liang Gie, ilmu merupakan rangkaian aktivitas manusia yang
rasional dan kognitif dengan metode berupa aneka prosedur dan susunan langkah
sehingga akan menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-
gejala kealaman, kemasyarakatan atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran,
memperoleh pemahaman dan memberikan penjelasan atau melakukan penerapan.
Dr. Maurice Bucaille
Menurut Dr. Maurice Bucaille, ilmu adalah kunci untuk mengungkapkan segala
hal dalam bentuk apapun, baik dalam jangka waktu yang lama maupun jangka pendek.
Harsojo
Menurut Harsojo, ilmu adalah sekumpulan akumulasi pengetahuan yang
disistematiskan.
Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag
Menurut Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag, ilmu adalah sesuatu yang
empiris, rasional (dapat diterima akal), umum & sistematik, dan dari keempat aspek
tersebut terjadi secara serentak
Prof. Dr Syed Naquib Alattas
Menurut Prof. Dr Syed Naquib Alattas, ilmu adalah ketibaan makna dalam diri
seseorang yang dapat menyebabkan perubahan berdasarkan ilmu yang dicapai atau
diperoleh.
Mohammad Hatta
Menurut Mohammad Hatta, ilmu adalah sebuah pengetahuan yang teratur
mengenai pekerjaan hukum secara kausal dalam suatu golongan masalah yang sama
tabiatnya, maupun menurut kedudukannya yang tampak dari luar, maupun dari dalam.
Izuddin Taufiq
Menurut Izuddin Taufiq, ilmu merupakan penelusuran informasi atau data
melalui sebuah pengamatan, pengkajian & eksperimen, yang bertujuan untuk
menetapkan hakikat, landasan dasar maupun asal usulnya.
Karl Pearson
Menurut Karl Pearson, ilmu adalah keterangan yang stabil & komprehensif
tentang suatu fakta dari pengalaman dengan istilah yang sederhana.
Ashely Montagu
Menurut Ashely Montagu, ilmu adalah pengetahuan dalam satu sistem yang
berasal dari studi, pengamatan juga percobaan untuk menentukan dasar prinsip tentang
suatu hal yang sedang dikaji.
John G. Kemeny
Menurut John G. Kemeny. ilmu ialah segala pengetahuan yang dikumpulkan
dengan menggunakan metode ilmiah dan merupakan hasil dari sebuah proses yang
dibuat dengan menggunakan metode tersebut.
Thomas Kuhn
Menurut Thomas Kuhn, ilmu merupakan himpunan kegiatan yang dapat
menghasilkan banyak penemuan, baik dalam bentuk penolakan maupun
pengembangannya.
Poespoprodjo
Menurut Poespoprodjo, ilmu merupakan sebuah proses perbaikan diri secara
berkesinambungan yang terdiri dari perkembangan teori & uji empiris.
Afanasyef
Afanasyef adalah seorang pemikir Marxist dari Rusia yang menjelaskan tentang ilmu,
dimana ilmu merupakan pengetahuan manusia tentang alam, pikiran dan masyarakat.
Beliau mencerminkan alam & berbagai konsep, kategori & hukum-hukum, yang mana
ketetapan & kebenarannya diuji oleh pengalaman praktis.

PERIODE DAN ZAMAN PERKEMBANGAN ILMU


Dalam tiap periode sejarah perkembangan ilmu pengetahuan memiliki ciri khas
dan karakteristik tertentu, serta pembagian periode terdapat perbedaan dan jumlahnya.
Karena itu, berikut ini secara mudah akan dilakukan pembagian atau klasifikasi secara
garis besar dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan berdasarkan dari masing-
masing periode, tokoh berpengaruh dan karya-karya mereka.
Berikut ini adalah gambaran dari perkembangan ilmu dari zaman pra Yunani
Kuno hingga zaman kontemporer yang bisa dilihat dari kaca mata periodisasinya, tokoh
dan karya-karyanya.
Zaman Pra Yunani Kuno
Sejarah ilmu pengetahuan zaman pra yunani kuno memiliki 3 fase, yaitu zaman
batu tua, zaman batu muda dan zaman logam.
Zaman Batu Tua
Zaman Batu Tua berlangsung selama 4 juta tahun sebelum masehi sampai
20.000/10.000 SM. Zaman ini memiliki beberapa ciri khas, seperti menggunakan alat-
alat sederhana dari batu dan tulang, mengenal cocok taman dan beternak, dan dalam
kehidupan sehari-hari. Hal ini didasari dengan pengamatan primitif menggunakan
sistem “trial and error” (mencoba-coba dan salah) kemudian bisa berkembang menjadi
“know how“. Pada zaman ini yang menjadi tokoh utama disebut dengan manusia purba.
Namun, secara spesifik data diri mereka belum ditemukan, tapi terlihat jelas hasil karya
mereka seperti peralatan yang terbuat dari batu dan tulang.
Zaman Batu Muda
Zaman Batu Muda berlangsung dari 10.000 SM hingga 2000 SM atay abad 100
hingga abad 20 SM. Zaman ini telah banyak perkembangan yang signifikan, seperti
kemampuan menulis yang dinyatakan dengan gambat dan symbol atau lambang,
kemampuan membaca (bermula dari bunyi atau suku kata tertentu), dan kemampuan
berhitung. Pada zaman ini juga berkembangan masalah perbintangan, perdagangan,
hukum, hingga matematika.
Pada zaman batu muda sudah terdapat kerajaan-kerajaan besar yang ikut andil
dalam sejarah, seperti kerajaan Mesir, Babylon, Sumeria, Niniveh, India , dan Cina.
Karya yang tinggalkan dari zaman batu muda berupa batu Rosetta (Hieroglip), segitiga
dengan unit 3,4,5 (segitiga siku-siku), nilai logam sebagai nilai tukar, perundangan yang
ditulis, lukisan di dinding gua, tulisan Kanji (Pistographic Writing), dan zodiac (Salam,
2004: 30-34).
Zaman Logam
Zaman Logam berlangsung dari abad 20 SM hingga abad 6 SM. Pada zaman ini
pemakaian logam sebagai bahan peralatan sehari-hari, seperti peralatan masak,
perhiasan, hingga peralatan perang.
Pada zaman logam didominasi oleh kerajaan Mesir, namun kerajaan cina dan
sumeria juga ikut berperan. Karya pada masa ini didominasi dengan alat-alat yang
terbuat dari besi dan perungu. Selain itu senu membuat patung juga menjadi karya yang
fenomenal pada masanya. Seperti karya patung istrei fir’aun (Neferitti).
Zaman Yunani Kuno
Zaman yunani Kuno berlangsung dari abad 6 SM hingga sekitar abad 6M. Pada
zaman menggunakan sikap “an inquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki
sesuatu secara kritis)”, dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap
“receptive attitude mind (sikap menerima segitu saja)”. Sehingga pada zaman ini filsafat
tumbuh dengan subur.
Zaman keemasan atau puncak kejayaan Yunani dibawah pimpinan Iskandar
Agung tahun 356 – 323 SM dari Macedonia yang merupakan salah seorang murid dari
Aristoteles.
Pada abad ke-0 M, perkembangan ilmu mulai mendapat hambatan yang
disebabkan dengan kelahiran kristen. Sedangkan pada abad pertama sampai abad ke-2M
mulai ada pembagian wilayah perkembangan ilmu.
Wilayah pertama berpusat di Athena yang difokuskan untuk bidang kemampuan
intelektual. Wilayah kedua berpusat di Alexandria yang fokus pada bidang empiris.
Namun, setelah Alexandria dikuasi oleh Roma yang tertarik pada hal-hal abstrak, pada
abad ke-4 dan ke-5 Masehi ilmu pengetahuan benar-benar beku. Menurut Hull dalam
buku karangan Salam (2004:52), menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh tiga
pokok penting yaitu:
1. Penguasa Roma yang menekan kebebasan berpikir
2. Ajaran Kristen yang tidak boleh disangkal
3. Kerjasama gereja dengan penguasa sebagai otoritas kebenaran.
Meskipun demikian, pada abad ke-2 Masehi sempat ada Galen (bidang
kedokteran) dan tokoh aljabar, Pappus dan Diopanthus yang berperan dalam
perkembangan ilmu pengetahuan.
Pada zaman Yunani Kuno Menurut Burhanuddin Salam (2004), M. Thoyibi
(1997), serta Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001), ada banyak bermunculan ilmuwan-
ilmuwan terkemuka yang popular hingga masa ini, seperti:
Thales (624-545 SM)
Ilmuan dari Miletos, Yunani (sekarang bagian dari Turki) adalah filsuf pertama
sebelum masa Sokrates. Menurutnya, zat utama yang menjadi dasar segala materi
adalah air. Pada masanya ia menjadi filusuf yang mempertanyakan isi dasar alam.
Pythagoras (582 SM – 496 SM)
Seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling terkenal melalui
Teoremanya. Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema
Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku- siku
adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya).
Socrates (470 SM – 399 SM)
Seorang filsuf dari Athena, Yunani, adalah salah satu filsuf tradisi filosofis Barat
yang paling penting. Ia dikenal berkat pemikirannya yang ditulis oleh muridnya yaitu
Plato. Salah satu catatan yang terkenal adalah Dialogue, yang isinya berupa percakapan
antara dua orang pria tentang berbagai topik filsafat. Socrates percaya bahwa manusia
ada untuk suatu tujuan, dan bahwa salah dan benar memainkan peranan yang penting
dalam mendefinisikan hubungan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya.
Sedangkan Sokrates sendiri mempunyai metode sendiri yang dikenal dengan “Maieutike
Tekhne” yang merupakan metode dialetika untuk melahirkan kebenaran.
Aristoteles (384 SM-322 SM)
Seorang filsuf Yunani yang memberikan kontribusi dibidang Metafisika, Fisika,
Etika, Politik, Ilmu Kedokteran, dan Ilmu Alam. Dari keseluruhan kontribusi yang
diberikan Aristoteles dapat dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh
pada pemikiran barat dan pemikiran keagaman lain pada umumnya.
Plato (427 SM-347SM)
Guru dari Aristoteles dengan karyanya yang paling terkenal adalah Republik
(Politeia), ia menguraikan garis besar pandangannya pada keadaan “ideal”. Sumbangsih
Plato yang terpenting tentu saja adalah ilmunya mengenai ide. Dunia fana ini tiada lain
hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Di dunia ideal semuanya sangat
sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa dipegang
saja, tetapi juga mengenai konsep-konsep pikiran, hasil buah intelektual.
Zaman Pertengahan
Zaman pertengahan berlangsung pada abad 6M-14M , zaman ini juga disebut
denan zaman kegelapan (The Dark Ages) yang ditandai dengan banyaknya para
Theolog di lapangan ilmu pengetahuan. Pada zaman ini filsafat sering dikenal dengan
sebagai “Anchilla Theologiae (Pengabdi Agama)”. Selain itu, yang menjadi ciri khas
pada masa ini adalah dipakainya karya-karya Aristoteles dan Kitab Suci sebagai
pegangan.
Ketika bangsa Eropa mengalami masa kegelapan, kebangkitan justru menjadi milik
Islam. Hal ini dimulai dengan munculnya Nabi Muhammad SAW pada abad ke-6M,
perluasan wilayah, pembinaan hukum serta penerjemahan filsafat Yunani, dan kemajuan
ilmu pengetahuan Islam pada abad ke-7 M sampai abad ke-12 M. Pada masa ini Islam
mandapatkan masa keemasannya (Golden Age).
Pada abad pertengahan juga terjadi perkembangan kebudayaan di Asia Selatan
dan Timur seperti ajaran Lao Tse (menjaga keharmonisan dengan alam) dan Confucius
(konsep kode etik luhur mangatur akal sehat).
Zaman pertengahan ini ilmu pengetahuan di Eropa tidak berkembang, dan karya
ilmuwan yang masih menjadi pegangan hanya karya aristoteles. Menurut Salam (2004),
pada abad 12 M, yang diklaim sebagai awal mula zaman Renaissance telah muncul
beberapa nama yang mempelopori di bidang ilmu dan eksperimen, yaitu:
Roger Bacon (1214 M – 1294 M)
Seorang filsuf Inggris yang dikenal dengan Doctor Mirabilis (guru yang sangat
mengagumkan). Teorinya menyatakan bahwa apa yang menjadi landasan awal dan ujian
akhir dari semua ilmu pengetahuan adalah pengalaman, dan syarat mutlak untuk
mengolah pengetahuan adalah dengan matematika. Sehingga ia dikenal sebagai pelopor
empirisme
Thomas Aquinas (1225 M –1274 M)
Seorang filsuf dan ahli teologi dari Italia, yang terkenal karena dapat membuat
sintesis dari fisafat Aristoteles dan ajaran Gereja Kristen.
Gerard van Cremona (1114 M –1187 M)
Seorang penerjemah Arab karya ilmiah, ia menerjemahkan sekitar 70 bahasa
Arab dan karya-karya klasik Yunani ke dalam bahasa Latin termasuk karya Euclidius,
Al-Farabi, Al-Farghani dan karya-karya lain.
Giovanni Boccaccio (1313 M – 1375 M)
Seorang Italia penulis dan penyair. Karya yang dihasilkan dalam periode ini
meliputi Filostrato dan Teseida, Filocolo, sebuah versi prosa yang ada roman Prancis,
dan La Caccia di Diana, sebuah puisi dalam daftar sajak oktaf neapolitan perempuan.
Selama Eropa mengalami masa kegelapan, pada bagian sebeleh selatan Laut
tengah berkembang kerajaan Bangsa Arab yang dipengaruhi dengan Islam, sehingga
semakin banyak pula tokoh-tokoh dan ilmuan Islam yang berperan dalam
perkembangan ilmu.
Berdasarkan buku Sejarah Filsafat Ilmu & Teknologi karangan Burhanuddin
Salam (2004), buku Filsafat Ilmu dan Perkembangannya karangan M. Thoyibi (1997),
serta buku Filsafat Ilmu yang disusun oleh Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001),
disebutkan beberapa tokoh ilmuwan muslim yang berpengaruh bagi sejarah
perkembangan ilmu. Mereka adalah sebagai berikut:
Al-Farabi (870 M – 950 M)
Seorang komentator filsafat Yunani yang sangat ulung di dunia Islam. Ia
berkontribusi di berbagai bidang seperti matematika, filosofi, pengobatan, bahkan
musik.
Al-Khawarizmi (780 M – 850 M)
Ia memiliki hasil pemikiran yang berdampak besar pada matematika, yang
terangkum dalam bukunya “al-jabar”. Karya lainnya adalah al-Kitab al-mukhtasar fi
hisab al-jabr wa’l-muqabala (Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan
dan Menyeimbangkan), Kitab surat al-ard (Pemandangan Bumi). Karya tersebut masih
tersimpan di Strassberg, Jerman
Al-Kindi (801 M – 873 M)
Filsuf pertama dari kalangan Islam. Ia menuliskan banyak karyanya dalam
bidang geometri, astronomi, astrologi, aritmatika, musik(yang dibangunnya dari
berbagai prinip aritmatis), fisika, medis, psikologi, meteorologi, dan politik.
Al-Ghazali (1058 M – 1111 M)
Filsuf dan seorang theolog Persia yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat.
Ia memiliki banyak karya berupa kitab Al-Munqidh min adh-Dhalal, Al-Iqtishad fi al-
I’tiqad, Al-Risalah al-Qudsiyyah, Kitab al-Arba’in fi Ushul ad-Din, Mizan al-Amal, Ad-
Durrah al-Fakhirah fi Kasyf Ulum al-Akhirah, Ihya Ulumuddin (Kebangkitan Ilmu-Ilmu
Agama) merupakan karyanya yang terkenal, Kimiya as-Sa’adah (Kimia Kebahagiaan),
Misykah al-Anwar (The Niche of Lights), Maqasid al-Falasifah, Tahafut al-Falasifah
(buku ini membahas kelemahan-kelemahan para filosof masa itu).
Ibnu Sina (980 M –1037 M)
Dikenal sebagai Avicenna di Dunia Barat, yaitu seorang filsuf, ilmuwan dan
juga dokter. Ibu sina dikenal sebagai Bapak Pengobatan Modern, karya yang merupakan
rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad. Karyanya adalah The Book of
Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Al-Qanun fi At Tibb.
Ibnu Rusyd (1126 M – 1198 M)
Seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia) Karya Ibnu Rusyd meliputi pada bidang
filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume.
Ibnu Khaldun (1332 M – 1406 M)
Seorang sejarawan muslim dari Tunisia yang sering disebut dengan bapak
pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah
Muqaddimah (Pendahuluan).
Jabir Ibnu Hayyan atau Gebert (721 M – 815 M)
Dia adalah seorang tokoh Islam yang mempelajari dan mengembangkan ilmu
kimia.
Al-Razi (865 M – 925 M)
Seorang dokter terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan satupenelitian
Al-Kimi atau sekarang lebih terkenal disebut ilmu Kimia.
Ibnu Haitham
Dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah
seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri,
pengobatan, dan filsafat.

Al-Battani (850 M – 929 M)


Memberikan kontribusi untuk astronomi dan matematika. Dalam astronomi, Al-
Battani juga meningkatkan ketepatan pengukuran presesi sumbu bumi.
Selain tokoh diatas, masih ada banyak lagi ilmuan muslim yang lain seperti :
Dalam bilang ilmu fiqih ada Imam Hanafi (699M – 767 M), Imam Malik (712 M -798
M), Imam Syafi’i (767 M – 820 M) dan Imam Hanbali (780 M – 855 M) yang besar
dengan kitab masing-masing.
Yaqut bin Abdullah al Hamawi (1179 M – 1229 M)
Merupakan seseorang yang mengarang kitab Mu’jam al-Buldan (Kamus
Negara).
Ibnu Yunis
Dikenal sebagai seseorang yang menggabungkan dokumen-dokumen penelitian
yang dibuat 200 tahun sebelumnya dan menyiapkan untuk tabel astronomi Hakimite.
Umar al-khayam
Dikenal dengan karya Kalender Jalali-nya yang sempurna dan dipakai Persia
untuk penanggalan.
Cendekiawan seperti Will Durant dan Fielding H. Garrison, kimiawan Muslim dianggap
sebagai pendiri kimia. Abu Rayhan al-Biruni sebagai perintis indologi, geodesi dan
antropologi.
Zaman Renaissance
Zaman Renaissance ini berlangsung dari abad 14M hingga 17M. Zaman ini
disebut sebagai zaman kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu
dilahirkannya kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir. Zaman ini juga
disebut dengan peralihan dan kebangkitan ketika kebudayaan abad tengah mulai
berubah menjadi kebudayaan yang modern, dan pemikiran yang terbebas dari dogma-
dogma agama. Hal ini ditandai dengan lahirnya penemuan-penemuan baru.
Masa ini juga muncul ilmuwan-ilmuwan baru yang menemukan teori dan konsep
baru menjadi sejarah dalam perkembangan ilmu. Menurut Burhanuddin Salam (2004),
M. Thoyibi (1997), dan Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001) sepakat dengan tokoh
ilmuwan yang berpengaruh pada masa ini, mereka adalah:
Niklas Koppernigk atau Nicolaus Copernicus (1473 M – 1543 M)
Seorang astronom, matematikawan, dan ekonom yang berkebangsaan Polandia
yang mengembangkan teori heliosentrisme (berpusat di matahari).
Galileo Galilei (1564 M – 1642 M)
Seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam
revolusi ilmiah. Ia memiliki sumbangsih dalam keilmuan antara lain adalah
penyempurnaan teleskop (dengan 32x pembesaran) dan berbagai observasi astronomi
seperti menemukan satelit alami Jupiter -Io, Europa, Ganymede, dan Callisto- pada 7
Januari 1610.

Tycho Brahe (1546 M – 1601 M)


Seorang bangsawan Denmark yang terkenal sebagai astronom/astrolog dan
alkimiawan. Tycho adalah astronom pengamat paling menonjol di zaman pra-teleskop.
Akurasi pengamatannya pada posisi bintang dan planet tak tertandingi pada zaman itu.
Untuk penerbitan karyanya, Tycho memiliki mesin cetak dan pabrik kertas.
Johannes Kepler (1571 M – 1630 M)
Seorang tokoh penting dalam revolusi ilmiah, ia adalah seorang astronom
Jerman, matematikawan dan astrolog. Ia paling dikenal melalui hukum gerakan
planetnya. Penjelasan Kepler tentang pembiasan cahaya tertuang dalam buku
Supplement to Witelo, Expounding the Optical Part of Astronomy (Suplemen untuk
Witelo, Menjabarkan Bagian Optik dari Astronomi).
Francis Bacon (1561 M – 1626 M)
Seorang filsuf, negarawan dan penulis Inggris. Karya-karyanya membangun dan
mempopulerkan matodologi induksi untuk penelitian ilmiah, seringkali disebut metode
Baconian atau, secara sederhana, metode ilmiah.
Andreas Vesalius (1514 M – 1564 M)
Ia adalah ahli anatomi. Karyanya berupa buku De Humanis Corporis Fabrica
(Pengerjaan Tubuh Manusia). Karyanya yang lain ialah Tabulae Anatomicae Sex. Karya
ini menekankan keutamaan pembedahan dan memperkenalkan isilah pandangan
anatomis tubuh manusia. Maka dari itu, Vesalius disebut-sebut sebagai pemulai masa
anatomi manusia modern. Vesalius juga membuktikan bahwa tulang dada (sternum)
terdiri dari tiga bagian. Ia pun juga menulis Radicis Chynae, sebuah teks pendek
mengenai tumbuhan obat.
Zaman Modern
Zaman modern telah terintis dari abad 15M, namun indikator yang nyata terlihat
jelas pada abad 17M dan berlangsung hingga 20M. Hal ini ditandai dengan adanya
penemuan dalam bidang ilmiah. Menurut Slamet Iman Santoso, dalam buku yang
disusun oleh Tim Dosen Filsafat UGM (2017:79), terdapat 3 pokok yang menyebabkan
berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara
kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib
dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453.
Pada zaman modern ini juga terdapat ilmuwan-ilmuwan dalam bidang ilmiah.
Eropa merupakan basis perkembangan ilmu melahirkan ilmuwan yang populer. Menurut
Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001: 79-83), tokoh yang menjadi pioner pada masa ini
adalah Rene Dekrates, Isaac Newton, Charles Darwin, dan J.J. Thompson. Berikut ini
beberapa nama tokoh ilmuwan yang berkontribusi dalam perkembangan ilmu, antara
lain:
Isaac Newton (1643 M – 1727 M)
Seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan
teolog. Ia juga disebut sebagai bapak fisika klasik.

René Descartes (1596 M – 1650 M)


Ia juga disebut dengan Renatus Cartesius adalah seorang filsuf dan
matematikawan Perancis. Karya yang paling penting ialah Discours de la méthode
(1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641). Descartes, kadang dipanggil
“Penemu Filsafat Modern” dan “Bapak Matematika Modern”.
Charles Robert Darwin (1809 M – 1882 M)
Seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi
teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama dengan mengajukan seleksi
alam sebagai mekanismenya. Teori ini kini dianggap sebagai komponen integral dari
biologi (ilmu hayat).
Joseph John Thomson (1856 M –1940 M)
Ia adalah seorang ilmuwan yang penelitiannya membuahkan penemuan elektron.
Thomson mengetahui bahwa gas mampu menghantar listrik.
Zaman Kontemporer
Zaman ini berawal dari abad 20M dan berlangsung hingga saat ini. Zaman
modern ini ditandai dengan adanya teknologi-teknologi canggih dan spesialis ilmu-ilmu
yang semakin tajam dan mendalam. Pada zaman ini bidang fisika menempati kedudukan
paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Hal ini disebabkan karena fisik
dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-
unsur fundamental yang membentuk alam semesta.
Sebagian besar aplikasi ilmu dan teknologi di abad 21 merupakan hasil penemuan
mutakhir di abad 20. Pada zaman ini, ilmuwan yang menonjol dan banyak dibicarakan
adalah fisikawan. Bidang fisika menjadi titik pusat perkembangan ilmu pada masa ini.

Anda mungkin juga menyukai