Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MTE

Pemeriksaan Fisik Pada Neonatus

Oleh :
Aufa Ummaimah Epiloksa
1940312074

Pembimbing :
dr. Anggia Perdana Harmen, Sp. A, M.Biomed

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK


RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
2020
1. Perbedaan caput succadenum, hematoma sefal, perdarahan subgalea
a. Caput Succadenum
Caput succedaneum adalah edema dari kulit kepala anak yang terjadi karena
tekanan dari jalan lahir kepada kepala anak. Karena tekanan serviks pada kulit kepala
 vena tertutup  tekanan dalam veneus meninggi sehingga terjadi akumulasi darah
subkutan pada lapisan kulit (jaringan longgar di bawah lingkaran tekanan dan pada
tempat yang terendah), bukan lapisan yang lebih dalam seperti tengkorak ataupun otak.

b. Cephalhematoma
Cephalhematoma adalah pembengkakan pada daerah kepala yang disebabkan
karena adanya akumulasi darah dibawah lapisan kulit akibat rusaknya pembuluh darah
kecil pada kepala janin selama proes kelahiran dimana terjadi benturan kepala janin
dengan pelvis. Kelainan ini lama menghilang (1-3 bulan).
c. Perdarahan subgaleal
Perdarahan subgaleal terjadi akibat pecahnya vena yang menghubungkan antara
sinus dural dan vena kulit kepala. Darah menumpuk diantara aponeurosis epikranial
kulit keala dan periosteum. Seringkali berkaitan dengan trauma kepala (40%).

2. Reflek Primitif Pada Neonatus


a. Refleks Rooting : Bayi akan menggerakkan kepalanya menuju jari yang
menyentuh sudut mulutnya dan berusaha memasukkan jari tersebut ke dalam
mulutnya.

b. Refleks Sucking : Kelanjutan dari refleks rooting dimana bayi akan mengisap
jari yang sudah masuk ke dalam mulutnya.

c. Refleks Tonick Neck : Bayi ditidurkan lalu kepalanya diarahkan ke satu sisi.
Positif jika lengan dan tungkai yang dihadapi menjadi hipertoni dan ekstensi
sedangkan lengan dan tungkai pada sisi lainnya menjadi hipertoni dan fleksi.
Refleks ini muncul sejak lahir hingga dan menghilang pada usia 5 - 6 bulan.
d. Refleks Palmar Grasp : Jari telunjuk pemeriska menyentuh sisi luar tangan
menuju bagian tengah telapak tangan secara cepat sambal menekan permukaan
telapak tangan. Positif jika fleksi seluruh jari atau menggenggam tangan
pemeriksa. Refleks ini muncul sejak lahir hingga dan menghilang pada usia 6
bulan.

e. Refleks Plantar Grasp : Ibu jari pemeriksa menekan pangkal ibu jari bayi atau
anak di daerah plantar. Positif jika fleksi plantar seluruh jari kaki. Refleks ini
muncul sejak lahir hingga dan menghilang pada usia 9 - 10 bulan.
f. Refleks Babinski : Muncul segera setelah lahir hingga kira-kira 1 tahun. Muncul
Ketika permukaan telapak kaki digores pada bagian lateral, yakni mulai tumit
hingga pangkal jari. Positif jika ibu jari dorsofleksi diikuti dengan mekarnya
jari lain.
g. Refleks Berjalan / Stepping reflex : Bayi dipegang di daerah dada, lalu
pemeriksa mendaratkan bayi dalam kondisi berdiri diatas tempat pemeriksa.
Pada bayi < 3 bulan, salah satu kaki yang menyentuh alas tempat pemeriksa
akan berjingkat. Pada bayi > 3 bulan bayi akan menapakkan kakinya, kemudian
diikuti oleh kaki lainnya dan kaki yang sudah menyentuh alas pemeriksa akan
berekstensi seolah-olah melangkah untuk melakukan gerakan berjalan secar
otomatis.

h. Refleks Moro : menghilang saat usia 3-4 bulan, terjadi akibat suara atau
gerakan yang mengejutkan dimana kedua tangan serta kakinya akan
menangkup dalam posisi memeluk untuk melindungi diri, jemari
menggenggam. Refleks ini muncul sejak lahir hingga dan menghilang pada
usia 6 bulan.
i. Refleks Terjun / Parachute Reflex : Bayi dipegang pada daerah thoraks dengan
kedua tangan dan kemudian diposisikan seolah-olah akan terjun menuju meja
periksa dengan posisi kepala lebih rendah dibandingkan kaki. Refleks positif
jika kedua lengan bayi diluruskan dan jari-jari kedua tangannya
dikembangakan seolah-olah hendak mendarat di atas meja periksa dengan
kedua tangan. Refleks ini muncul pada usia 8 – 9 bulan dan akan ada seterusnya.

j. Refleks Glabellar : Mata akan berkedip setiap kali dahi diketuk berulang kali.
Reflek ini bisa juga muncul pada orang dewasa dengan Parkinson.
k. Refleks Snout : Refleks ini muncul jika pemeriksa melakukan perkusi pada
bibir atas bayi. Hasil positif jika bibir atas dan bawah menjungur atau kontraksi
otot-otot disekitar bibir atau dibawah hidung. Refleks ini muncul sejak lahir
dan akan menghilang pada usia 3 bulan.
l. Refleks Landau : Refleks dimana jika bayi mengangkat kepala, maka tubuh,
tangan, dan kakinya menekuk ke arah belakang. Begitu juga sebaliknya jika
kepala menunduk. Refleks ini muncul pada usia 3 bulan dan akan menghilang
pada usia 21 bulan.
m. Refleks Withdrawal : Pemeriksaan dilakukan dengan jarum untuk merangsang
telapak kaki. Dalam keadaan normal akan terlihat fleksi pada tungkai yang
dirangsang dan ekstensi pada tungkai kontralateral, tetapi ekstensi tungkai
kontralateral ini tidak selalu ada.
n. Eyeblink Reflex : Refleks gerakan seperti menutup dan mengejapkan mata.
Berperan dalam melindungi mata dari cahaya dan benda asing. Refleks ini
bersifat permanen dalam kehidupan dimana jika bayi terkena sinar atau
hembusan angin, maka matanya akan menutup.
o. Refleks Tonic Labyrinthine : Pada posisi telentang, refleks ini dapat diamati
dengan mengangkat bayi beberapa saat lalu dilepaskan. Tungkai yang diangkat
akan bertahan sesaat kemudian jatuh. Refleks ini akan hilang pada usia 6 bulan.
p. Refleks Merangkak / Crawling Reflex : Jika ibu atau seseorang
menelungkupkan bayi baru lahir, ia membentuk posisi merangkak karena saat
di dalam rahim kakinya tertekuk kearah tubuhnya.
q. Swallowing Reflex : Refleks gerakan menelan benda-benda yang didekatkan
ke mulut, memungkinkan bayi untuk memasukkan makanan ke dalam mulut.
r. Refleks Swimming : Reflek ini ditunjukkan pada saat bayi diletakkan di kolam
ang berisi air, ia akan mulai mengayuh dan menendang seperti gerakan
berenang. Refleks ini akan menghilang pada usia empat sampai enam bulan.
Refleks ini berfungsi untuk membantu bayi bertahan jika ia tenggelam.
Meskipun bayi akan mulai mengayuh dan menendang seperti berenang, namun
meletakkan bayi di air sangat beresiko. Bayi akan menelan banyak air pada air
saat itu.

3. Klasifikasi Bayi Baru Lahir Berdasarkan Usia Gestasi


a. Neonatus kurang bulan (NKB): bayi dilahirkan dengan masa gestasi < 37
minggu (< 259 hari)

b. Neonatus cukup bulan (NCB): bayi dilahirkan dengan masa gestasi 37-42
minggu (259-293 hari)

c. Neonatus lebih bulan (NLB): bayi dilahirkan dengan masa gestasi > 42
minggu (> 293 hari)
4. Klasifikasi Bayi Baru Lahir Berdasarkan Berat Badan Lahir

a. Bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK): “Small for gestational age/SGA”
bayi dilahirkan dengan berat lahir < persentil 10 menurut grafik Lubchenco

b. Bayi sesuai untuk masa kehamilan (SMK): “Appropriate for gestational


age/AGA” bayi dilahirkan dengan berat lahir diantara persentil 10 dan 90
menurut grafik Lubchenco

c. Bayi besar untuk masa kehamilan (BMK): “Large for gestational age/LGA”
bayi dilahirkan dengan berat lahir > persentil 90 menurut grafik Lubchenco

5. Klasifikasi bayi baru lahir berdasarkan berat badan lahir dan umur gestasi

a. NCB-KMK (neonatus cukup bulan-kecil masa kehamilan): bayi yang lahir


cukup bulan (masa gestasi ≥ 37 minggu) dengan berat badan lahir kurang dari
berat badan untuk masa kehamilan (berat lahir < persentil 10 menurut grafik
Lubchenco)

b. NCB-SMK (neonatus cukup bulan-sesuai masa kehamilan): bayi yang lahir


cukup bulan (masa gestasi ≥ 37 minggu) dengan berat badan lahir sesuai
dengan masa kehamilan (berat lahir diantara persentil 10 dan 90 menurut
grafik Lubchenco)

c. NCB-BMK (neonatus cukup bulan-besar masa kehamilan): bayi yang lahir


cukup bulan (masa gestasi ≥ 37 minggu) dengan berat badan lahir berlebih
dari berat badan untuk masa kehamilan (berat lahir > persentil 90 menurut
grafik Lubchenco)

d. NKB-KMK (neonatus kurang bulan-kecil masa kehamilan): bayi yang lahir


prematur (masa gestasi < 37 minggu) dengan berat badan lahir kurang dari
berat badan untuk masa kehamilan (berat lahir < persentil 10 menurut grafik
Lubchenco)

e. NKB-SMK (neonatus kurang bulan-sesuai masa kehamilan): bayi yang lahir


prematur (masa gestasi < 37 minggu) dengan berat badan lahir sesuai dengan
masa kehamilan (berat lahir diantara persentil 10 dan 90 menurut grafik
Lubchenco)
f. NKB-BMK (neonatus kurang bulan-besar masa kehamilan): bayi yang lahir
prematur (masa gestasi < 37 minggu) dengan berat badan lahir berlebih dari
berat badan untuk masa kehamilan (berat lahir > persentil 90 menurut grafik
Lubchenco)

Grafik dan Interpretasi Kasus

a. Bayi perempuan, usia gestasi 38 minggu, BB=1,8 kg, LK=32 cm, PB=47 cm
b. Bayi laki-laki, usia gestasi 34 minggu, BB=2,5 kg, LK=32 cm, PB=45 cm
c. Bayi perempuan, usia gestasi 35 minggu, BB=1,5 kg, LK=30 cm, PB=42 cm
d. Bayi laki-laki, usia gestasi 41 minggu, BB=5 kg, LK=35 cm, PB=52 cm
e. Bayi perempuan, usia gestasi 30 minggu, BB=600 g, LK=23 cm, PB=32 cm
f. Bayi laki-laki, usia gestasi 32 minggu, BB=1500 g, LK=30 cm, PB=41 cm
Fenton Preterm Growth Chart – Girls
Keterangan gambar :
a. Ungu = Neonatus Cukup Bulan – Kecil masa kehamilan asimetrik

b. Orange = Neonatus Kurang Bulan – Kecil masa kehamilan asimetrik

c. Merah = Neonatus Kurang Bulan – Kecil masa kehamilan simetrik


Fenton Preterm Growth Chart – Boys
Keterangan gambar :
a. Biru = Neonatus Kurang Bulan – Sesuai masa kehamilan

b. Kuning = Neonatus Cukup Bulan – Besar massakehamilan

c. Hijau = Neonatus Kurang Bulan – Sesuai masa kehamilan