Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ISCHIALGIA DI

RUANG SADEWA 2

Disusun untuk memenuhi tugas stase Keperawatan Medikal Bedah (Non Bedah)

Oleh:
Kelompok 14
Lia Anis Syafaah G3A020069

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2021

A. Resume Pengkajian
1. Identitas Klien
Nama : Ny. U
Usia : 46 Tahun
Pekerjaan : Buruh
Agama : Islam
Alamat : Semarang
Diagnosa Medis : Ischialgia
Tanggal Masuk : 15 Juni 2021

2. Keluhan Utama
Klien mengeluh nyeri pada punggung bawah menjalar hingga kedua kaki
sampai tungkai. Nyeri terasa panas dan seperti tertusuk-tusuk. Nyeri
bertambah saat bergerak.

3. Riwayat Kesehatan Dahulu


Klien mengatakan pernah melakukan pengobatan rawat jalan di RS
Roemani dengan keluhan yang sama di tahun 2019. Klien juga mengatakan
memiliki riwayat penyakit kista ginjal.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga


Tidak ada riwayat penyakit apapun.

5. Pemeriksaan Fisik
a. Kesadaran : Composmentis, GCS 15
b. TTV :
TD : 129/75 mmHg
Nadi : 83x/menit
RR : 20x/menit
c. Pengkajian Nyeri :
P : Proses penyakit
Q : Panas dan tertusuk-tusuk
R : Punggung bawah menjalar hingga tungkai kaki
S:5
T : Hilang timbul
d. Pemeriksaan Ekstremitas
Ekstremitas bawah
Pemeriksaan kanan kiri
Pergerakan menurun menurun
Kekuatan 3/3/3 3/3/3
Tonus normal normal
Reflek babinski - -
Reflek chaddoks - -
B. Data Penunjang
Hematologi
Hemoglobin 12.9 g/dl
Hematokrit 37.70 %
Jumlah Eritrosit 4.63 /uL
Jumlah Leukosit 4.4 /uL

Hitung Jenis
Netrofil L 44.0 %
Neutrofil Absolut 2 10 3/uL
Limfosit H 41.5 %
Limfosit Absolut (ALC) 1.8 10 3/uL
Monosit 7.7 %
Eosinofil H 6.1 %
Basofil 0.7 %
HFLC H 3.6 %
NLCR 1.11
Immature Granulositik 0.0

Jumlah Trombosit 162 /uL


MCV 81.4 fL
MCH 27.9 pg
MCHC 34.2 %

KIMIA KLINIK
Glukosa Darah Sewaktu 94 mg/dL
Ureum 17.4 mg/dL
Creatinin 0.7 mg/dL
Natrium L 132.0 mmol/L
Kalium 3.90 mmol/L
Calsium H 1.20 mmol/L

Hasil Foto Rontgen Lumbal


Gambaran spondylosis lumbal

C. Analisa Data
Data Etiologi Masalah
DS : Agen pencedera fisik Nyeri akut (D.0077)
Pasien mengatakan
nyeri pada punggung
bawah menjalar sampai
kaki
- P : proses penyakit
- Q : tertusuk-tusuk
dan panas
- R : punggung bawah
menjalar ke kaki
- S:5
- T : hilang timbul

DO :
- Pasien tampak
meringis
- Bersikap protektif
(posisi menghindari
nyeri)

DS : Nyeri Gangguan mobilitas


- Pasien mengeluh fisik (D.0054)
nyeluh saat bergerak
- Pasien enggan
melakukan
pergerakan

DO :
- Rentang gerak
menurun
- Gerakan tampak
terbatas
- Fisik tampak lemah
- Kekuatan otot
ekstremitas bawah
Kanan 3/3/3
Kiri 3/3/3
D. Pathway Keperawatan

Spondilosis
lumbalis

ISCHIALGIA

Nervus
ischiadius

Perubahan Nyeri Akut Penurunan


sensasi kerja reflek

Gangguan
Mobilitas
E. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (nerves ischiadicus
terjepit) (D.0077)
2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri (D.0054)

F. Fokus Intervensi dan Luaran


DX 1. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (nerves ischiadicus
terjepit) (D.0077)
Luaran Intervensi
Luaran Utama : Manajemen nyeri (I.08238)
Tingkat nyeri menurun (L.08066)
dengan kriteria hasil : Observasi
a. Kemampuan menuntaskan - Identifikasi lokasi, karakteristik,
aktivitas meningkat durasi, frekuensi, kualitas nyeri
b. Keluhan nyeri menurun - Identifikasi skala nyeri
c. Meringis menurun Terapeutik
d. Gelisah menurun - Berikan teknik non farmakologis
untuk mengurangi nyeri
(Aromaterapi, relaksasi otot
progresif)
- Fasilitasi istirahat dan tidur
Edukasi
- Anjurkan memonitor nyeri secara
mandiri
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian analgetik

DX 2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri (D.0054)


Luaran Intervensi
Luaran utama mobilitas fisik Dukungan mobilisasi (I.05173)
(L.05042) O:
Setelah dilakukan tindakan - Identifikasi adanya nyeri atau
keperawatan diharapkan mobilitas keluhan fisik lainnya
fisik meningkat dengan kriteria hasil : - Identifikasi toleransi fisik
- Pergerakan ekstremitas melakukan pergerakan
meningkat - Monitor tekanan darah dan
- Kekuatan otot meningkat frekuensi jantung sebelum
- ROM meningkat memulai mobilisasi
- Gerakan terbatas menurun - Monitor kondisi umum selama
- Kelemahan fisik menurun melakukan mobilisasi
T:
INTERVENSI - Fasilitasi aktivitas mobilitas
dengan alat bantu (mis. Pagar
tempat tidur)
- Fasilitas melakukan pergerakan,
jika perlu
- Libatkan keluarga untuk
membantu pasien dalam
meningkatkan pergerakan
E:
- Jelaskan tujuan dan prosedur
mobilisasi
- Anjurkan melakukan mobilisasi
dini
- Ajarkan mobilisasi sederhana
yang harus dilakukan (mis.
Duduk di tempat tidur, duduk di
sisi tempat tidur, pindah dari
tempat tidur ke kursi

G. Implementasi
No
Waktu Implementasi Respon Pasien
.
1 17 Juni - Mengidentifikasi lokasi, S:
2021 karakteristik, durasi, Pasien mengatakan
frekuensi, kualitas nyeri nyeri pada
punggung bawah
menjalar sampai
kaki
- P : proses
penyakit
- Q : tertusuk-
tusuk dan panas
- R : punggung
bawah menjalar
ke kaki
- S:5
- T : hilang
timbul

O:
Pasien tampak
menahan nyeri

- Memberikan terapi non S:


farmakologi (swedish Pasien mengatakan
massage) merasa lebih rileks
dengan skala nyeri
4

O:
Pasien tampak
nyaman

2 18 Juni - Mengidentifikasi toleransi S:


2021 fisik melakukan pergerakan Pasien sulit
mengangkat kedua
kaki karna nyeri

O:
Pasien tampak
menahan nyeri

- Memberikan latihan ROM S:


pasif Pasien mengatakan
nyeri saat kaki
digerakan
O:
Pasien tampak
meringis karna
nyeri
- Memberikan terapi non S:
farmakologi (swedish Pasien mengatakan
massage) merasa lebih rileks
dengan skala nyeri
4

O:
Pasien tampak
nyaman

3 19 Juni - Memberikan latihan ROM S:


2021 pasif Pasien mengatakan
nyeri saat kaki
digerakan, nyeri
skala 4

O:
Pasien tampak
menahan nyeri
- Memberikan terapi non S:
farmakologi (swedish Pasien mengatakan
massage) tubuhnya terasa
rileks, skala nyeri 3

O:
Pasien tampak
nyaman

H. Evaluasi
D
Waktu Respon Perkembangan
X
1 17 Juni 2021 S:
Pasien mengatakan nyeri pada punggung bawah
menjalar sampai kaki
- P : proses penyakit
- Q : tertusuk-tusuk dan panas
- R : punggung bawah menjalar ke kaki
- S:5
- T : hilang timbul
O:
Pasien tampak menahan nyeri

A:
Masalah nyeri akut belum teratasi

P:
- Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas nyeri
- Berikan teknik non farmakologis untuk
mengurangi nyeri (swedish massage)
- Kolaborasi pemberian ketorolac

18 Juni 2021 S:
- P : proses penyakit
- Q : tertusuk-tusuk dan panas
- R : punggung bawah menjalar ke kaki
- S:4
- T : hilang timbul

O:
Pasien tampak menahan nyeri

A:
Masalah nyeri akut belum teratasi

P:
- Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas nyeri
- Berikan teknik non farmakologis untuk
mengurangi nyeri (swedish massage)
- Kolaborasi pemberian ketorolac

18 Juni 2021 S:
- P : proses penyakit
- Q : tertusuk-tusuk dan panas
- R : punggung bawah menjalar ke kaki
- S:3
- T : hilang timbul

O:
Pasien tampak lebih rileks

A:
Masalah nyeri akut belum teratasi
P:
- Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas nyeri
- Kolaborasi pemberian ketorolac

2 17 Juni 2021 S:
Pasien mengatakan sulit mengangkat kedua kaki
karna nyeri saat digerakan

O:
- Pasien tampak menahan nyeri
- Gerakan tampak terbatas
- Fisik tampak lemah
- Kekuatan otot ekstremitas bawah
Kanan 3/3/3
Kiri 3/3/3

A:
Masalah gangguan mobilitas fisik

P:
- Lanjutkan intervensi identifikasi toleransi fisik
melakukan pergerakan
- Berikan latihan ROM pasif

18 Juni 2021 S:
- Pasien mengatakan nyeri pada pinggang dan kaki
saat ingin bergerak

O:
- Gerakan tampak terbatas
- Kekuatan otot ekstremitas bawah
Kanan 3/3/3
Kiri 3/3/3
-
A:
Masalah gangguan mobilitas fisik belum teratasi

P:
- Lanjutkan intervensi identifikasi toleransi fisik
melakukan pergerakan
- Berikan latihan ROM pasif

19 Juni 2021 S:
Pasien mengatakan mampu duduk dengan dibantu
O:
Kekuatan otot ekstremitas bawah
Kanan 2/2/2
Kiri 2/2/2

A:
Masalah gangguan mobilitas fisik belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi