100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
31K tayangan20 halaman

Laporan Kasus Varicella

Laporan kasus ini membahas seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang datang dengan keluhan ruam berisi cairan di seluruh tubuh disertai demam dan sakit kepala. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan diagnosa banding, pasien didiagnosis menderita varicella berdasarkan kriteria klinis WHO.

Diunggah oleh

riva rainiza zuddin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
31K tayangan20 halaman

Laporan Kasus Varicella

Laporan kasus ini membahas seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang datang dengan keluhan ruam berisi cairan di seluruh tubuh disertai demam dan sakit kepala. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan diagnosa banding, pasien didiagnosis menderita varicella berdasarkan kriteria klinis WHO.

Diunggah oleh

riva rainiza zuddin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Kasus Internsip

Varicella
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Menjalani
Program Internsip di Puskesmas Lut Tawar

Disusun Oleh:
dr. Dina Suharti

Pembimbing:

dr. Linda Yanthy, M.K.M

PUSKESMAS LUT TAWAR


KABUPATEN ACEH TENGAH
PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA (PIDI)
2022
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Kasus

Varicella (Chickenpox)

Oleh:
dr. Dina Suharti

Peserta Internsip Dokter Indonesia


Kabupaten Aceh Tengah
Provinsi Aceh
Periode 2/2022

Dokter Pendamping PIDI


Puskesmas Lut Tawar

dr. Linda Yanthy, M.K.M


NIP. 19740227200312 2 002

2
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan kasus ini
Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang
telah membawa kita umatnya dari zaman jahiliyah ke zaman islamiyah, serta
kepada para sahabat dan keluarga beliau.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada dr. Linda Yanthy, M.KM
yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing penulis dalam
penyusunan laporan kasus yang berjudul “Varicella”.
Tidak ada kata sempurna dalam pembuatan sebuah laporan
kasus.Keterbatasan dalam penulisan maupun kajian yang dibahas merupakan
beberapa penyebabnya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan
terhadap laporan kasus ini demi perbaikan di masa yang akan datang.

Aceh Tengah, 31 Oktober 2022

Penulis

3
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL.......................................................................................... 1
LEMBAR PENGESAHAN............................................................................... 2
KATA PENGANTAR........................................................................................ 3
DAFTAR ISI....................................................................................................... 4
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................... 5
DAFTAR TABEL.............................................................................................. 6
PENDAHULUAN.............................................................................................. 7

LAPORAN KASUS........................................................................................... 9
Identitas Pasien............................................................................................. 9
Anamnesis.................................................................................................... 9
Pemeriksaan Fisik Kulit............................................................................... 10
Pemeriksaan Penunjang................................................................................ 10
Diagnosis Banding....................................................................................... 11
Resume......................................................................................................... 11
Diagnosa Klinis............................................................................................ 11
Tatalaksana................................................................................................... 12
Edukasi ........................................................................................................ 12
Prognosis...................................................................................................... 12

ANALISA KASUS............................................................................................. 13
KESIMPULAN.................................................................................................. 19
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 20

4
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Lesi Pada Regio Facialis................................................................10

Gambar 2. Lesi Pada Regio Abdominalis........................................................10

Gambar 3. Gambaran klinis Varicella.............................................................14

Gambar 4. Siklus Hidup Varicella Zoster Virus..............................................15

Gambar 5. Multinucleated Giant Cell pada Pemeriksaan Tzank.....................16

5
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Diagnosis Banding Varicella................................................................... 17

6
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Varicella zoster virus (VZV) merupakan famili human (alpha) herpes virus.
Virus terdiri atas genome DNA double-stranded, tertutup inti yang mengandung
protein dan dibungkus oleh glikoprotein. Virus ini dapat menyebabkan dua jenis
penyakit yaitu varicella (chickenpox) dan herpes zoster (shingles).(1) Setelah
infeksi varicella, virus akan laten di ganglia saraf dan pada 10-20% kasus akan
aktif kembalimenyebabkan herpes zoster.(2)
Varicella merupakan penyakit yang sangat menular dan paling sering
terjadi pada masa anak-anak, dengan angka kejadian terbanyak pada usia 5-9
tahun.(3,4) Varicella biasanya tergolong ringan, tetapi dapat berubah serius jika
dialami oleh bayi yang berusia di bawah 12 bulan, remaja, orang dewasa, ibu
hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah. (5)
Pada tahun 1767, Heberden dapat membedakan dengan jelas antara
chickenpox dan smallpox, yang diyakini kata “chickenpox” berasal dari bahasa
Inggris yaitu “gican” yang maksudnya penyakit gatal ataupun berasal dari Bahasa
Perancis yaitu “chiche-pois”, yang menggambarkan ukuran dari vesikel. Pada
tahun 1888, Von Bokay menemukan hubungan antara varicella dan herpes zoster,
ia menemukan bahwa varicella dicurigai berkembang dari anak-anak yang
terpapapar dengan seseorang yang menderita herpes zoster akut. Pada tahun 1943,
Garland mengetahui terjadinya herpes zoster akibat reaktivasi virus yang laten.
Pada tahun 1952, Weller dan Stoddard melakukan penelitian secara invitro,
mereka menemukan varicella dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama.
(6)
Varicella terdapat diseluruh dunia dan tidak ada perbedaan ras maupun jenis
kelamin. Varicella terutama mengenai anak-anak yang berusia dibawah 20 tahun
terutama usia 3 - 6 tahun dan hanya sekitar 2% terjadi pada orang dewasa. Di
Amerika, varicella sering terjadi pada anak-anak dibawah usia 10 tahun dan 5%
kasus terjadi pada usia lebih dari 15 tahun dan di Jepang umumnya terjadi pada

7
anak-anak dibawah usia 6 tahun sebanyak 81,4 %.(6) Penularan varicella
mencapai 87% antara individu yang tinggal dalam satu rumah.(4)
Mortality rate kasus ini pada kelompok 15-44 tahun 20 kali lebih tinggi
daripada kelompok usia 5-14 tahun.(7) Penularan varicella terjadi melalui droplet,
aerosol, dan kontak langsung melalui saluran napas.(2) Varicella Zooster Virus
masuk melaui saluran pernapasan atas, atau setelah penderita berkontak dengan
lesi kulit, selama masa inkubasinya terjadi viremia primer. Infeksi mula-mula
terjadi pada selaput lendir saluran pernapasan atas kemudian menyebar dan terjadi
viremia primer. Pada viremia primer ini virus menyebar melalui peredaran darah
dan sistem limfa.(8)
Varicella umumnya dapat sembuh sendiri, dan paling umum di temui pada
anak dengan ruam dan demam seperti melepuh. Penyakit ini dapat dipersulit oleh
infeksi bakteri sekundar, pneumonia, dan ensefalitis.(7)

8
LAPORAN KASUS

I. IdentitasPasien
Nama : Nn.A
Umur : 9 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Suku : Gayo
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Kenawat, Lut Tawar, Aceh Tengah
Tanggal Pemeriksaan :13 September 2022

II. Anamnesis
Keluhan Utama
Bintil berisi air
Keluhan Tambahan
Demam, sakit kepala dan badan
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan utama muncul bintil berisi air di seluruh
tubuh sejak 2 hari yang lalu. Bintil berisi air awalnya hanya muncul pada wajah,
kemudian meluas ke daerah dada, perut dan seluruh tubuh dan terasa gatal.
Sebelum muncul bintil berair pasien mengeluh demam yang tidak terlalu tinggi
dan terus menerus, pasien sudah minum obat demam untuk mengatasi keluhan
tersebut. Keluhan lain yang dirasakan pasien yaitu pasien sakit kepala sejak
munculnya demam hingga saat ini.

Riwayat Penyakit Dahulu


Asma(-), Alergi (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


Nenek pasien mengalami keluhan yang sama 2 minggu yang lalu, saat ini
abang pasien juga mengalami keluhan yang sama

9
Riwayat Pemakaian Obat
Paracetamol

Riwayat Kebiasaan Sosial


Pasien pelajar, aktif di sekolah maupun di rumah. Personal hygiene tidak
terlalu baik
Pemeriksaan Fisik
Vital sign

Kesadaran : Compos mentis

HR : 86 x/menit

RR : 18 x/menit

T : 37,40C

BB : 25 kg

TB : 131 cm

Foto klinis pasien


(Pemeriksaan tanggal 13 September 2022)

Gambar 1. Lesi pada regio Facialis Gambar 2. Lesi pada regio Abdominalis

10
Status dermatologis

Regio :Facialis, trunk, ekstremitas superior dan inferior


Deskripsi lesi :Tampak vesikel seperti tetesan air di atas kulit eritematous, isi
vesikel jernih, beberapa sudah pecah membentuk krusta, ukuran
lentikuler sampai gutata, jumlah multiple, konfigurasi polimorfik,
distribusi generalisata.
Status Generalisata
Mata: Konjungtiva anemis (-)
Telinga/ Hidung/ Mulut: dalam batas normal
Tenggorokan: Faring hiperemis (-), Tonsil T1/T1
Leher: Pembesaran KGB (-)
Thorax: Simetris, Ves(+/+), Rh(-/-), Wh (-/-)
Abdomen: Peristaltik normal, nyeri(-), soepel
Ekstremitas Superior: Edema (-/-), Akral hangat
Ekstremitas Inferior: Edema (-/-), Akral hangat
Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang, diagnosis Varicella di tegakkan
berdasarkan anamnesis dan gejala klinis.
Diagnosis Banding
1. Miliaria Rubra
2. Folikulitis
3. Acne Vulgaris
4. Impetigo Bulosa

Resume
Telah dilakukan pemeriksaan pada perempuan berusia 9 tahun dengan
keluhan utama muncul bintil berisi air di seluruh tubuh sejak 2 hari yang lalu.
Nenek pasien mengalami keluhan yang sama 2 minggu yang lalu, saat ini abang
pasien juga mengalami keluhan yang sama. Dari pemeriksaan dermatologis pada
Facialis, trunk, ekstremitas superior dan inferior tampak vesikel seperti tetesan air di

11
atas kulit eritematous, isi vesikel jernih, beberapa sudah pecah membentuk krusta, ukuran
lentikuler sampai gutata, jumlah multiple, konfigurasi polimorfik, distribusi generalisata .

Diagnosis Klinis
Varicella (Chickenpox)

Tatalaksana
Farmakoterapi
o Acyclovir 400mg tab 5x1
o Paracetamol 500mg 3x1
o Cetirizin 10mg tab 2x1/2
o Salicyl talk 2x1

II.Edukasi
- Menjelaskan kepada pasien tentang penularan dari penyakit ini
- Menjelaskan kepada pasien untuk menjaga hygiene agar tidak terjadi infeksi
sekunder pada lesi

III. Prognosis

- Quo ad vitam : Dubia ad bonam


- Quo ad fungtionam : Dubia ad bonam
- Quo ad sanactionam : Dubia ad bonam

12
ANALISA KASUS

Telah dilakukan pemeriksaan pada perempuan berusia 9 tahun dengan


keluhan utama adanya dengan keluhan utama muncul bintil berisi air di seluruh
tubuh sejak 2 hari yang lalu. Bintil berisi air awalnya hanya muncul pada wajah,
kemudian meluas ke daerah dada, perut dan seluruh tubuh. Sebelum muncul bintil
berair pasien mengeluh demam yang tidak terlalu tinggi dan terus menerus, pasien
sudah minum obat demam untuk mengatasi keluhan tersebut. Keluhan lain yang
dirasakan pasien yaitu pasien sakit kepala sejak munculnya demam hingga saat
ini.

Berdasarkan teori, Manusia adalah satu satu host dari Varicella zoster
virus (VZV). Gejala yang timbul pada anak dan orang dewasa adalah ruam yang
sering di dahului oleh demam ringan selama 2 sampai 3 hari, menggigil, malaise,
sakit kepala, anoreksia, sakit punggung dan pada beberapa pasien sakit
tenggorokan dan batuk kering. (4)

Pada orang yang tidak di vaksinasi, ruam biasanya muncul mulai wajah
dan kulit kepala, dengan cepat menyebar ke badan dan relative jarang pada
ekstremitas. Lesi baru timbul di sekitar lesi lama dan dengan distribusi pada
bagian sentral. Ruam cenderung lebih banyak di area scapula dan bokong. Dan
juga lebih banyak di area proksimal ekstremitas dibandingkan area distal. Tidang
jarang terdapat lesi pada telapak tangan dan telapak kaki. Vesikel sering muncul
lebih awal dalam jumlah besar pada area yang rentan mengalami peradangan
seperti selangkangan dan kulit yang sering terbakar sinar matahari. (4)

Ciri khas lesi dari varicella adalah progrsivitas yang cepat hanya dalam
waktu 12 jam dari macula eritematous menjadi papula dan kemudian menjadi
vesikel. Vesikel yang khas berdiameter 2-3mm dan berbentuk elips dengan
panjang sumbu sejajar dengan lupatan kulit. Vesikel awal dangkal dan berdinding
tipis dan di kelilingi area eritema yang tidak teratur. Yang membentuk “dew drops

13
on rose fetal”. Cairan vsikel segera berubah menjadi keruh akibat masuknya sel-
sel inflamasi dan mengubah vesikel menjadi pustule yang kemudian mengering di
awali pada bagian tengah membentuk umbilicated pustule kemudian membentuk
krusta. Krusta akan lepas dalam waktu 1 sampai 3 minggu, meninggalkan bekas
leka berwarna merah muda dangkal dan akan menghilang seiring waktu. Bekas
luka tidak akan menimbulkan scar kecuali terjadi superinfeksi oleh bakteri.(4)

Vesikel juga dapat timbul di mukosa seperti mulut, hidung, faring, laring
trakea, GI tract, traktus urinarius dan vagina. Vesikel pada mukosa pecah dengan
cepat dan meninggalkan ulkus dangkal 2 hingga 3 mm dan sering tidak disadari
oleh pasien.(4)

Demam akan menetap selama lesi baru masih muncul dan tinggi demam
berhubungan dengan keparahan ruam. Apabila demam terus berlanjut dapat
menandakan adanya infeksi bakteri sekunder atau komplikasi lain. Gejala yang
paling mengganggu adalah gatal, biasanya gatal menetap sampai seluruh lesi
berubah menjadi krusta.(4)

Gambar 3. Gambaran klinis Varicella

Nenek pasien mengalami keluhan yang sama 2 minggu yang lalu, saat ini
abang pasien juga mengalami keluhan yang sama. Berdasarkan teori, Varicella
zoster virus (VZV), termasuk human herpesvirus tipe 3, dengan sifat penularan

14
tinggi. Penyebaran virus melalui droplet saluran pernafasan, virus dari vesikel
yang terbang di udara, atau kontak langsung dengan lesi kulit.(5)

Seseorang dengan varicella dianggap menular mulai satu sampai dua hari
sebelum timbul ruam sampai semua lesi telah menjadi krusta. Dibutuhkan 10-21
hari setelah seseorang terpapar virus sampai menimbulkan keluhan. Berdasarkan
studi penularan Antara anggota rumah tangga, sekitar 90% orang dengan kontak
erat akan terkena varicella.(9)

Pada hari ke 0-5, virus bereplikasi di traktus respiratorius atas ke tonsil dan
jaringan limfoid regional lainnya (viremia primer), dimana VZV menginfeksi sel
T. Setelah penularan ke host yang rentan, VZV berkembang biak di tonsil,
menginfeksi sel T yang memasuki sirkulasi dan menyebarkan virus ke kulit dan
mungkin organ lain. Pada kasus ini muncul di kelenjar limfe retro aurikular.(4,5)

Fase selanjutnya viremia sekunder virus menyebar ke reticuloendothelial


system (liver, spleen) dan organ lain. Bersamaan dengan ini muncullah fase
prodromal dengan klinis gejala demam dan malaise diikuti erupsi dan muncul
rash/ruam yang khas. Melalui sirkulasi darah, sel T yang terinfeksi virus varisela
akhirnya mengangkut virus ke sel epidermis kulit dan selaput lendir. Di lokasi ini,
VZV bereplikasi menyebabkan lesi vesikuler yang khas dan dilepaskan ke dalam
droplet dari saluran pernapasan.(4,5)

Gambar 4. Siklus hidup Varicella zoster Virus

15
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis terdapat keluhan bintil berair,
demam, malaise, dan nyeri kepala. Kemudian disusul timbulnya lesi kulit berupa
papul eritem yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel serta
disertai rasa gatal. Pada kasus ini terdapat juga faktor resiko kontak dengan
penderita varicella yaitu nenek pasien dan pasien tinggal dengan nenek.
Sedangkan dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda patogmonis khas varicella.
Tidak dilakukan pemeriksaan penujang pada pasien ini.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada varicella adalah Tzank.


Yaitu melakuakn pewarnaan dengan hematoxylin dan eosin, Giemsa atau pewarna
serupa. Pada pemeriksaan ini akan di dapatkan multinucleated giant cell dan sel
epitel yang mengandung acidhopilic intranuclear. Pemeriksaan penunjang yang
paling sensitive san spesifik untuk mendeteksi VZV adalah polymerase chain
reaction (PCR) dengan waktu penyelesaian yang lebih cepat yaitu ±24 jam.
Specimen yang dapat digunakan untuk pemeriksaan adalah cairan vesikel,
kerokan lesi, krusta, biopsy jarungan atau cairan serebrospinal. Pemeriksaan
serologi yang dapat dilakukan untuk penegakan diagnosis adalah ELISA (Enzyme
linked immunosorbent assay) Namun pada beberapa studi menyebutkan
pemeriksaan ini kurang sensitive terutama pada orang yang mendapatkan vaksin.
(4)

Gambar 5. Multinucleated giant cell pada pemeriksaan Tzank

16
Tabel 1. Diagnosis banding Varicella
Penyakit Predileksi Lesi Gambar

Miliaria Seluruh Papul diatas makula


Rubra Tubuh eritematous, jumlah
multipel, susunan
tersebar diskret,
distribusi generalisata

Folikulitis Kepala, Pustul dengan dasar


ekstremitas makula eritematous
atas, bentuk bulat, multiple,
ekstremitas distribusi regional
bawah, pubis, sampai generalisata
axilla

Acne Wajah dan Pustul, papul dengan


Vulgaris Thoraks makula eritematous,
posterior berbentuk bulat,
multiple, distribusi
regional

Impetigo Seluruh Lesi berupa bula


bulosa Tubuh dengan dasar
kecuali eritematous, jumlah
lipatan miltiple

Pasien mendapatkan terapi kombinasi berupa terapi oral dan topikal.


Adapun terapi yang diberikan adalah Acyclovir 400mg tab 5x1, Paracetamol
500mg 3x1, Cetirizin 10mg tab 2x1/2 dan salicyl talk

17
Berdasarkan kepustakaan, penggunaan asiklovir, valasiklovir famsiklovir,
brivudin dan pyrophosphate analog foscarnet efektif untuk mengobati infeksi
VZV. Berdasarkan data, valasiklovir dan famciclovir lebih baik dan lebih mudah
di serap dalam pengobatan varicella. Dengan demikian, penggunaan kedua obat
tersebut bisa dengan dosis yang lebih kecil dibandingkan acyclovir. Varisela
bersifat self limited disease, namun pemberian antiviral bisa diindikasikan pada
individu dengan imunokompromis, neonatus, pasien dengan infeksi kulit kronik
atau penyakit paru serta individu yang telah berusia > 13 tahun. Akan tetapi, pada
sebuah penelitian menunjukkan pengobatan acyclovir pada anak usia 2-12 tahun
dengan dosis 20mg/kgBB 4 kali sehari selama 5 hari mengurangi jumlah lesi,
waktu untuk pembentukan lesi baru, durasi lesi, demam dan gejala lainnya
dibandingkan placebo.(4,5) Terapi antivirus topical tidak memiliki manfaat
signifikan dalam pengobatan varicella. terapi topical hanya berguna pada herpes
zoster dan tidak dianjurkan pada varicella.(4)

Pada anak yang sehat, varicella umumnya dapat sembuh sendiri. Kompres
dingin, lotion kalamin, Caladryl clear (seng asetat 0,1% + pramoxine 1%), mandi
air hangat dengan soda kue atau oatmeal (3 cangkir per bak air) dan antihistamin
oral dapat meredakan gatal. Krim dan lotion mengandung glukokortikoid tidak
boleh digunakan pada varicella. Antipiretik juga dapat digunakan untuk
meredakan nyeri dan demam. Penggunaan asam salisilat harus dihindari karena
dapat menyebabkan Reye syndrome. Apabila terjadi infeksi bakteri minor dapat
ditatalaksana dengan cara merendam dengan air hangat. Apabila terjadi infeksi
bakteri yang luas dapat di tatalaksana dengan antibiotic yang efektif melawan
bakteri Staphylococcus aureus dan streptococcus hemolitik grup A.(4)

Pencegahan varicella yaitu dengan vaksin varicella dengan tingkat


efektivitas 70-90% dalam mencegah varicella dan 95% dalam mencerah varicella
dengan gejala berat. Dosis pertama vaksin dapat diberikan pertama kali pada umur
12-15 tahun dan dosis kedua dapat diberikan pada umur 4-6 tahun.(10)

18
KESIMPULAN

Pasien datang dengan keluhan muncul bintil berisi air di seluruh tubuh sejak
2 hari yang lalu. Bintil berisi air awalnya hanya muncul pada wajah, kemudian
meluas ke daerah dada, perut dan seluruh tubuh. Nenek dan abang pasien juga
mengalami keluhan yang sama. pemeriksaan fisik didapatkan tanda patogmonis
khas varicella. Varicella zoster virus (VZV) dapat menyebabkan dua jenis
penyakit yaitu varicella (chickenpox) dan herpes zoster (shingles). Ruam biasanya
muncul mulai wajah dan kulit kepala, dengan cepat menyebar ke badan dan
relative jarang pada ekstremitas. Varisela bersifat self limited disease, namun
pemberian antiviral bisa diindikasikan pada individu dengan imunokompromis,
neonatus, pasien dengan infeksi kulit kronik atau penyakit paru. Varicella dapat di
cegah dengan menggunakan vaksin

19
DAFTAR PUSTAKA

1. Ayoade F, Kumar S. Varicella Zoster. StatPearls [Internet]. 2021;


2. Varicella [Internet]. Available from: https://www.who.int/teams/health-
product-policy-and-standards/standards-and-specifications/vaccine-
standardization/varicella
3. Dhinata KS, Nababan GT, Pratama DC. Pemanfaatan Eritropoietin sebagai
Neuroprotektan Terhadap Kerusakan Sistem Saraf Pusat Neonatus Akibat
Infeksi Varisela Kongenital. J Ilm Mhs Kedokt Indones. 2018;6(2):4–12.
4. Kang S, Amagai M, Bruckner AL, Enk AH, Margolis DJ, McMichael AJ,
et al. Fitzpatrick’s Dermatology. Ninth Edit. Kang S, Amagai M, Bruckner
AL, Enk AH, Margolis DJ, McMichael AJ, et al., editors. United States:
Mc Graw Hill Education; 2019. 3037–3045 p.
5. Rosyidah DU, Anam ZHF. Case Report: A Chicken Pox Of 14-Year-Old
Adolescent Boy In Boarding School. 2014;108–18.
6. Lubis RD. Varicella dan Herpes Zoster. USU e-Repository. 2009;1–13.
7. Lo Presti C, Curti C, Montana M, Bornet C, Vanelle P. Chickenpox: An
update. Med Mal Infect [Internet]. 2019;49(1):1–8. Available from:
https://doi.org/10.1016/j.medmal.2018.04.395
8. Putra. Varicella Pada Wanita Dewasa Usia 28 Tahun. Medula [Internet].
2014;2(3):111. Available from:
juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medula/article/viewFile/120/118
9. Chickepox (Varicella) [Internet]. Center for Disease Control and
Prevention. 2022. Available from:
https://www.cdc.gov/chickenpox/hcp/index.html
10. Kota V, Grella MJ. Varicella (Chickenpox) Vaccine [Internet]. StatPearls
[Internet]. 2022. Available from:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441946/

20

Anda mungkin juga menyukai