Anda di halaman 1dari 14

By :

Kelompok 2

Pembimbing
:

dr. Andi Rifai

Nama-nama
kelompok :

Farah Fauziyah R.A

007
Andi Aulia Ladies Melani
Muhammad Ichfan Nabiu
Nurlaela
Muftihatu Rahmi
Elpis Husain
Novi Herman
030
Sri Wahyuni Marante
034
Melda Al-Idrus

12 777
12 777 015
12 777 016
12 777 025
12 777 027
12 777 029
12 777
12 777

12 777

Seorang anak 3 tahun diantar ibunya ke RS dengan


demam yang tinggi dan anaknya rewal dan tak
pernah tidur sejak semalam. Menurut ibunya, dalam
3 bulan terakhir ini sudah berkali kali ia membawa
anaknya ke dokter dengan keluhan beringus dan
batuk yang hilang timbul dan hampir 1 bulan
terakhir ini batuk dan beringus anaknya tidak
berhenti yang kadang disertai sesak. Pada saat
penimbangan di posyandu bulan lalu BB anaknya 10
kg. Anaknya ini adalah anak ke 3, kedua kakaknya
juga sering mengalami keluhan yang sama, hanya
saja tidak separah anaknya yang ketiga ini.

Anak 3 tahun
Demam tinggi
Rewel dan tdk pernah tidur sejak semalam
Beringus & batuk hilang timbul 3 bln lalu
Terutama malam hari
Disertai sesak
Bulan lalu BB 10 kg
Ada riwayat keluarga

1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.

Anatomi dan fisiologi dari skenario !


Patomekanisme dari semua gejala !
Kenapa batuk & beringus pada malam hari?
Bagaimana hubungan sesak napas dengan
demam & batuk?
Apakah ada hubungan riwayat keluarga dengan
gejala yang ditentukan?
Apa saja faktor yang menyebabkan sesak napas?
Apa DD dari skenario?

Batuk dimulai dari suatu rangsangan pada reseptor


batuk. Reseptor ini berupa serabut saraf non mielin
halus yg terletak baik di dalam maupun diluar
rongga toraks

Zat/benda asing
mencapai
reseptor

Menyampaikan
pesan kepusat
batuk

Hidung
menghirup napas

Otot perut dan


dada akan
berkontraksi kuat

Udara di paruparu terjebak

Epiglotis dan pita


suara menutup
rapat

Epiglotis akan
membuka dgn
tiba-tiba

Batuk

agen infeksius, toksin, mediator


inflamasi

Demam

peningkatan

monosit/makrofag, sel - sela


endotel/sel lain

sitokin - sitokin pirogenik


(IL-1, TNF, IL-6, IFN)

konservasi/produksi panas

hipotalamus
anterior

peningkatan
PGE2
(Harrison, Prinsip Prinsip Ilmu Penyakit Dalam).

Aktivasi makrofag dan


mediator-mediator radang

Inhalan/benda asing

SESAK NAPAS

Inflamasi

Otot polos yang menghubungkan cincin


tulang rawan akan berkontraksi/memendek
Produksi kelenjar lendir yang berlebihan
Akan terjadi reaksi pembengkakan
dalam saluran napas

Mekanisme kompensasi

Kejang/berkerutnya otot polos


dari saluran pernapasan
Sembab/pembengkakan selaput lendir
Proses keradangan
Pembentukan dan timbunan lendir
yang berlebihan dalam
rongga saluran pernapasan

Diagnosis Differensial
DD/GEJALA

TB PARU

BRONKOPNEUM
ONIAE

BRONCHITIS

RHINOFARINGITIS

Umur 3 tahun

Demam

Beringus

Batuk

Ingus dan batuk


3 bulan

+/_

Sesak

BB menurun

Riwayat
keluarga (+)

DD

BRONKITIS

RHINOFARI
NGITIS

BRONKOPN
EUMONIAE

TB PARU

DEFENISI

ETIOLOGI

Virus
Bakteri

Bronkitis adalah
peradangan pada selaput
lendir bronchus (saluran
pernafasan dari trachea
hingga saluran napas di
dalam paru-paru).

Iritasi pada hidung &


faring yg secara umum
disebabkan oleh RV.
Rhinofaringitis disebut sbg
common cold, pilek atau
flu

Virus:RV,
mycovirus, virus
influenza
Bakteri:Strep
Pyogenes, Strep
Grup A

Peradangan pada
parenkim paru yang
melibatkan
bronkus/bronkiolusyang
berupa distribusi bercakbercak

Virus : Virus
influenza,
adenovirus, RSV
Organisme
atipikal
:
chlamdia
trachomatis
Bakteri

Perubahan
cuaca,
polusi
udara.

EPIDEMIOLOGI

AS : 14 juta
org menderita
bronkitis
> 12 juta org
menderita
bronkitis akut
(1994)

PATOFISIOLOGI
Patofisiologi
Bronchitis.ppt
x

Patofisiologi Rhinovirus.pptx

Negara
berkembang 30%
Anak < 5 tahun
Amerika : 13%
drseluruh
penyakit anak

Patofisiologi
Bronkopneum
oniae.pptx