Anda di halaman 1dari 30

OLEOCHEMICAL PRODUCTION

PT. SARI DUMAI SEJATI


Oleh,
Ricky Firmansyah
Management Trainee - Oleochemical
PENDAHULUAN

IMPROVEMENT
PRESENTATION PROSES
& OLEOCHEMICAL
ACTION PLAN
CONTENT

STRUKTUR
OPERASIONAL
1. PENDAHULUAN

Oleochemical PT. SDS


 Merupakan Pabrik Oleochemical dengan
kapasitas 500 Ton/day x 2.
 Produk Utama : Crude Fatty acid (%yield = ±
94%)
 Produk Samping : Crude Glycerine 88-90%
 Plant designed by JJ Lurgi
 DCS System Yokogawa Centum 300
BAHAN BAKU, PRODUK DAN CHEMICAL
YANG DIGUNAKAN DIDALAM PROSES

 Oil (RPO/RBDPS/CPKO)
 Process Water
 HP Steam
 Fatty Acid
 Glycerine
 HCl
 Ca(OH)2
 Filter Aid
OIL (RPO/RBDPS/CPKO)
 Digunakan sebagai raw material didalam proses
hidrolisis
 Mudah terbakar tetapi flash point tinggi
 Rumus kimia :

Process Water
 Air demin dengan temperatur 80˚C
 Digunakan sebagai raw material didalam proses
hidrolisis
HP Steam
 60-63 Barg Steam
 Digunakan sebagai pemanas reaktan dalam proses
hidrolisis

Fatty Acid
 Produk dari proses hidrolisis
 Mudah terbakar tetapi flash point tinggi
 Rumus kimia :
Glycerine
 Produk samping dari proses hidrolisis
 Memiliki viskositas yang tinggi
 Mudah terbakar tetapi flash point tinggi
 Rumus kimia :
HCl
 Digunakan untuk memisahkan MONG dari glycerine
water
 Sangat beracun dan korosif

Ca(OH)2
 Digunakan untuk menetralkan pH glycerine sekitar 7-8
 Berbentuk seperti kristal putih atau powder
Filter Aid
 Digunakan sebagai bahan penyerap kotoran
dan memperluas bidang penyaringan pada
filter press
Spesifikasi SPKFA

(Sumber : Analisa labor 24-25 September)


2. PROSES OLEOCHEMICAL

PROSES BLOK
SECTION 3 DIAGRAM
PROSES
OVERVIEW

CONTENT

PROSES
SECTION 2 PROSES
SECTION 1
BLOK DIAGRAM
PROSES OLEOCHEMICAL
Crude
Fatty Acid

Water

Oil
Steam Splitting
Section
1

Oil
Uap HCl, Ca(OH)2, Filter Aid Uap

Preconcentrator Glycerine Water Glycerine Water


Evaporation Crude
3 Stage Pretreatment
Section 1 Section 2
4 Stage Glycerine
Section 3

MONG
SECTION 1
 Reaksi
 Prinsip Operasi
 Metode Operasi
 Parameter Operasi
 Prinsip Operasi Preconcentrator
Reaksi Hydrolysis

Oil + Process Water Fatty Acid + Glycerine Water


Prinsip Operasi

 Senyawa trigliserida yang terdapat dalam


minyak atau lemak dihidrolisa dengan air
sehingga menghasilkan asam lemak (Fatty
acid) dan glycerine water pada temperatur 244
– 250 °C dan tekanan pada 52 bar tanpa
menggunakan katalis didalam splitting column.
Metode Operasi
Kondisi Operasi Splitting Column
 Matrial bahan baku masuk kedalam splitting
column secara counter current.
 Fatty Acid keluar dari bagian atas splitting
column sedangkan glycerine water dari bagian
bawah splitting column.
 Oil di umpankan masuk splitting column pada
temperature 85°C, sedangkan Process Water di
umpankan kedalam splitting pada temperatur 80°C.
 Temperatur reaksi pada 244 – 250°C dan tekanan
reaksi pada 52 bar.
 Pemanasan splitting column dibantu
menggunkan High Pressure Steam, HP steam
dijaga minimal 5 bar diatas tekanan reaksi untuk
mecegah terbentuknya steam bublle.
 Bagian atas splitting column dilengkapi dengan
10-tray heat exchanger untuk transfer panas dari
keluaran fatty acid terhadap proses water yang
masuk.
Parameter Operasi Splitting
Column
 Tekanan = 52 bar
 Temperatur
 Temperatur Bottom = 250 ˚C
 Temperatur Middle Bottom = 249 ˚C
 Temperatur Middle Top = 249 ˚C
 Temperatur Top = 244 ˚C
 Steam = 10 – 15 % dari Feed oil
 Level Interphase = 60 - 65 %
 Ratio water : oil = 3 : 2
 Flow oil = 20833 kg/h (500 TPD)
 Degree Of Splitting = ≥ 99 %
 DOS of Formula =
Prinsip Operasi Glycerine
Preconcentrator
 Uap yang dihasilkan dari flashing vessel digunkan untuk
pemekatan gliserin di preconcentrator yang dibantu dengan
sistem vakum.
 Pemekatan dilakukan dengan 3 stage preconcentrator untuk
menaikan %glycerine dari ±15% menjadi ± 35%.
 Uap yang dihasilkan pada preconcentrator pertama digunakan
untuk memanaskan preconcentrator kedua, dan Uap yang
dihasilkan pada preconcentrator kedua digunakan untuk
memanaskan prconcentrator ketiga. Vapor yang dihasilkan pada
preconcentrator ketiga selanjutnya dikondensasikan pada
kondensor vakum utama.
 Vakum dihasilkan dengan sistem penggerak ejector yang
menggunkan steam bertekanan 3 barg sehingga tercapai sistem
vakum 65 - 75 mbarA.
SECTION 2
 Prinsip Operasi
 Metode & Kondisi Operasi
 Spesifikasi Bahan Baku & Produk
Prinsip Operasi
 Glycerine water yang dihasilkan pada section 1 memerlukan
chemical pretreatment untuk memperoleh glycerine dengan
kualitas yang tinggi (Treated Glycerine Water).
 Section 2 ini bertujuan untuk menghilangkan fatty matter seperti
lemak bebas, fatty acid, gums, dan pengotor organik lainnya
(MONG = material organik non glicerine).
 Chemical bantuan yang digunakan pada proses operasi : HCl,
Ca(OH)2, dan Filter Aid.
 Pengotor-pengotor akan dipisahkan dari glycerine water
menggunakan filter press.
Metode Operasi
Metode & Kondisi Operasi
 Untreated glycerine dari section 1 dipanaskan sampai temperatur 90 °C.
 HCl dengan konsentrasi ± 30% ditambahkan melalui static mixer dengan
menggunkan pompa dosing sampai pH untreated glycerine 2.5 – 3. Pemakaian HCl
sekitar 0.025% dari umpan glycerine water.
 Di separation vessel HCl bereaksi dengan gums dan phospatida (acid splitting) dan
free fatty matter (fase ringan) dipisahkan dari glycerine water (fase berat). Fase
ringan ini akan dikumpulkan pada tempat penampungan overflow dimana akan
secara berkala di drain.
 Di treatment vessel dilakukan penambahan Ca(OH)2 untuk menetralkan pH
glycerine water 7.5 – 8. Pemakaian Ca(OH)2 sekitar 0.065% umpan glycerine water.
 Di tambahkan juga chemical filter aid ke dalam treatment vessel untuk menyerap
kotoran dan memperluas bidang penyaringan pada filter press. Pemakaian filter aid
sekitar 0.10-0.11% umpan glycerine water kemudian dllikukan penyaringan di filter
press.
 Air gliserine yang keluar dari filter press aka melalui fine filter, untuk memastikan
tidak ada filter aid yang terikut.
SECTION 3
 Prinsip Operasi
 Metode & Kondisi Operasi
Prinsip Operasi
 Treated glycerine water dari section 2 dengan
kemurnian 35% di evaporasi untuk membuang
kadar air didalamnya melalui sistem evaporasi 4
stage sehingga dihasilkan crude glycerine dengan
kemurnian 88 – 90%.
 Evaporator pertama dipanaskan dengan
menggunkan steam tekanan rendah 3 barG, Uap
air yang dihasilkan oleh evaporator pertama
digunakan untuk memanaskan evaporator kedua,
dan seterusnya. Uap air pada evaporator
keemapat akan dikondensasikan di kondenser
akhir.
Metode Operasi
Metode & Kondisi Operasi
 Treated glycerine water dipanaskan terlebih melalui preheater sampai
temperatur 90 – 120 °C.
 Evaporator pertama dipanaskan dengan menggunkan steam tekanan
rendah 3 barG, Uap air yang dihasilkan oleh evaporator pertama
digunakan untuk memanaskan evaporator kedua, dan seterusnya. Uap
air pada evaporator keemapat akan dikondensasikan di kondenser akhir.
 Vakum yang digunakan pada section 3 dihasilkan dengan sistem
penggerak ejector yang menggunkan steam bertekanan 3 barg sehingga
tercapai sistem vakum 65 - 75 mbarA.
 Konsentrasi akhir dari crude glycerine dapat dijaga menggunkan fungsi
dari temperatur differensial antara temperatur liquid dengan temperatur
vapor. Temperatur differensial dijaga berkisar antar 25 – 30 °C.
 Kapasitas pengolahan glycerine kosentrasi 35% adalah 220 TPD = 9167
kg/h, menghasilkan produk crude glycerine dengan kosentrasi 88 – 90%;
75 TPD = 3125 kg/h.
4. CONTINUOS IMPROVEMENT
& ACTION PLAN
No Kendala Operasional Upaya Penyelesaian / Action Plan

Sulitnya memastikan level air yang terdapat Pembuatan sight glass pada degasser D109 untuk memastikan level air yang terdapat
1 didalam degasser D109 ketika terjadi kesalahan didalam degasser D109 / Pembuatan level indicator manual dilapangan untuk
di pembacaan level indicator. memastikan level didalam degasser.

Terdapat deposits pasir atau bahan pengotor Pembuatan strainer sebelum masuk effluent, untuk mencegah terdapat nya deposits
lain didalam kolam effluent sehingga dapat pasir didalam kolam effluent
2
menyebabkan overflow karena aliran
tersumbat. Penjadwalan pembersihan kolam effluent pada saat plant shutdown

Unit store menentukan forklift mana yang khusus dapat digunakan oleh pihak
Peminjaman forklift yang sulit guna departemen oleochemical
3 pengantaran order chemical serta untuk Adanya satu forklift khusus untuk departemen oleochemical sehingga dapat digunakan
membuang limbah cake section 2 untuk mengambil chemical secara sendiri dan pembuangan limbah cake tanpa
merepotkan pihak store

4 Kelengkapan tools Membuat tempat penyimpanan tools secara khusus agar tidak tercecer
Membuat logbook pemakaian tools, sehingga pemakaian tools bisa dikontrol.
Schedule CI
Estimasi Lama
No Upaya Penyelesaian / Action Plan Pelaksanaan Kerja PIC
Pengerjaan

Plant 1 = Januari 2015 (Ketika Plant


Pembuatan sight glass pada degasser D109 / shutdown) Ricky
1 10 HK
Pembuatan level indicator manual. Plant 2 = November 2014 (Ketika Plant Firmansyah
Shutdown)

Ricky
November 2014 10 HK
Pembuatan strainer sebelum masuk effluent Firmansyah
2
Ricky
Penjadwalan pembersihan kolam effluent November 2014 10 HK
Firmansyah

Ricky
3 Unit store menentukan forklift mana yang khusus Desember 2014 10 HK
Firmansyah
dapat digunakan oleh pihak departemen
oleochemical
Ricky
Membuat tempat penyimpanan tools secara khusus Oktober 2014 10 HK
Firmansyah
agar tidak tercecer
4
Ricky
Membuat logbook pemakaian tools, sehingga Oktober 2014 10 HK
Firmansyah
pemakaian tools bisa dikontrol.
Thank You
&
Best Regards