Anda di halaman 1dari 21

PEMERIKSAAN PLASMA PROTOMBIN TIME (PPT)

DENGAN ALAT SEMI OTOMATIS

OLEH:
KELOMPOK I

I Kadek Hardyawan

(P07134014032)

Ni Made Parwati

(P07134014034)

Isma Dewi Nur Ayati

(P07134014036)

Dwi Sri Yani Purwanti

(P07134014038)

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia


Politeknik Kesehatan Denpasar
Jurusan Analis Kesehatan
Tahun 2016

Praktikum V

: Pemeriksaan Plasma Protombin Time (PPT) Dengan Alat


Semi Otomatis

Tanggal praktikum
Tempat praktikum
I.

: Selasa, 11 Oktober 2016


: Lab. Hematologi JAK Poltekkes Denpasar

TUJUAN
1. Tujuan Umum
a. Mahasiswa mampu

memahami

dan melakukan

pemeriksaan

Hemostasis
b. Mahasiswa mampu memahami teknik serta cara melakukan
pemeriksaan PPT (Plasma Prothrombin Time)
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat melakukan
pemeriksaan

PPT

(Plasma

Prothrombin Time).
b. Mahasiswa dapat mengintepretasikan hasil pemeriksaan PPT
II.

(Plasma Prothrombin Time).


METODE
Pemeriksaan PPT/PT dilakukan dengan menggunakan metode
fotooptik atau elektromekanik.

III. PRINSIP
Pemeriksaaan PPT/PT dilakukan dengan menilai terbentuknya
bekuan apabila dalam plasma yang telah diinkubasi ditambahkan campuran
tromboplastin jaringan dan ion kalsium.
IV. DASAR TEORI
IV.1. Darah
Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian yaitu plasma
darah dan sel darah. Sel darah terdiri dari tiga jenis yaitu eritrosit, leukosit
dan trombosit. Volume darah secara keseluruhan adalah satu per dua belas
berat badan atau kira-kira lima liter. Sekitar 55% adalah plasma darah,
sedang 45% sisanya terdiri dari sel darah. Fungsi utama darah dalam
sirkulasi adalah sebagai media transportasi, pengaturan suhu, pemeliharaan
keseimbangan cairan, serta keseimbangan basa eritrosit selama hidupnya
tetap berada dalam tubuh. Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula
yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa
cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut
plasma darah. (Widayati, dkk, 2010).

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk


45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan
yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.
a. Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99% dari jumlah korpuskula).
Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak
dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung
hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan
dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit
menderita penyakit anemia. Keping-keping darah atau trombosit (0,6 1,0%), bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
b. Sel darah putih atau leukosit (0,2%)
Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas
untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya
oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau
tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit
menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan
leukosit menderita penyakit leukopenia.
c. Plasma darah
Pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung : albumin, bahan
pembeku darah, immunoglobin (antibodi), hormon, berbagai jenis
protein, berbagai jenis garam.
IV.2. Plasma
Plasma adalah bagian dari darah yang mengandung banyak ion,
molekul anorganik dan molekul organik yang sedang diangkut ke berbagai
bagian tubuh atau membantu transport zat-zat lain. Plasma adalah darah di
tambah fibrinogen, plasma mengandung gas, glukosa, lemak, subtansi non
protein, nitrogen, enzim, hormon, vitamin, dan pigmen. Protein plasma terdiri
dari 90% air dan 10% zat padat. Bahan padat ini terdiri dari 7% protein yang
meliputi antibodi, phospolipida cholesterol, glukosa, enzim sedangkan bahan
anorganik bukan protein terdiri dari P, Na, Ca, K, Mg, Fe, dan HC0 3.
(Wibowo, 2011)
IV.3. Trombosit

Trombosit adalah fragmen atau kepingan-kepingan tidak berinti dari


sitoplasma megakariosit yang berukuran 1-4 mikron, volume 7 8 fl,
berbentuk cakram bikonveks, dan beredar dalam sirkulasi darah selama 10
hari. Trombosit terbentuk di sumsum tulang, Setelah keluar dari sumsum
tulang, sekitar 20-30 % trombosit mengalami sekuestrasi di limpa.
(Feriansyah, reizha. 2014)
Trombosit dapat dibagi dalam 3 daerah (zona) :
- zona daerah tepi berperan sebagai adhesi dan agregasi
Permukaan diselubungi reseptor glikoprotein yang digunakan untuk reaksi
-

adhesi & agregasi yang mengawali pembentukan sumbat hemostasis.


zona sol gel menunjang struktur dan mekanisme interaksi trombosit
Membran plasma dilapisi fosfolipid yang dapat mengalami invaginasi

membentuk sistem kanalikuler.


zona organel berperan dalam pengeluaran isi trombosit
Trombosit memiliki zona luar yang jernih dan zona dalam yang berisi
organel-organel sitoplasmik.
(anitamuina.2013)

Trombosit memiliki dua fungsi berbeda, yaitu


- Melindungi integritas endotel pembuluh darah
Melindungi pembuluh darah terhadap kerusakan endotel akibat traumatrauma kecil yang terjadi sehari-hari dan mengawali penyembuhan luka
pada dinding pembuluh darah. Trombosit membentuk sumbatan dengan
jalan adhesi (perlekatan trombosit pada jaringan sub-endotel pada
-

pembuluh darah yang luka) dan agregasi (perlekatan antar sel trombosit)
Interaksi trombosit dengan pembuluh darah disebut hemostasis primer
Trombosit memiliki peran dalam sistem hemostasis, suatu mekanisme faali
tubuh untuk melindungi diri terhadap kemungkinan perdarahan atau
kehilangan darah.

IV.4. Pembentukan trombosit


Trombosit berasal dari fragmentasi sitoplasma megakariosit, suatu sel
muda yang besar dalam sumsum tulang. Megakariosit matang ditandai proses
replikasi endomiotik inti dan makin besarnya volume plasma, sehingga pada
akhirnya sitoplasma menjadi granular dan terjadi pelepasan trombosit. Setiap
megakariosit mampu menghasilkan 3000 - 4000 trombosit, waktu dari
diferensiasi sel asal (stem cell) sampai dihasilkan trombosit memerlukan

waktu sekitar 10 hari. Umur trombosit pada darah perifer 7-10 hari. Bila
kebutuhan hemostasis meningkat, atau ada rangsangan terhadap sumsum
tulang, produksi trombosit dapat meningkat 7-8 kali. Trombosit yang baru
dibentuk biasanya berukuran lebih besar dan memiliki kemampuan hemostasis
yang lebih baik daripa trombosit tua yang ada dalam sirkulasi (AK
Aman.2011). Trombosit mempunyai peran penting dalam hemostasis yaitu:

Melindungi pembuluh darah terhadap kerusakan endotel akibat traumatrauma kecil yang terjadi sehari-hari.

Mengawali pembuluhan luka pada dinding pembuluh darah.

Strabilisis fibrin.

IV.5. Hemostasis
Hemostasis adalah kemampuan alami untuk menghentikan
perdarahan pada lokasi luka oleh spasme pembuluh darah, adhesi trombosit
dan keterlibatan aktif faktor koagulasi, adanya koordinasi dari endotel
pembuluh darah, agregasi trombosit dan aktivasi jalur koagulasi.
(Rafsan,2012) Hemostasis terdiri dari enam komponen utama, yaitu:
trombosit, endotel vaskuler, prokoagulan plasma protein faktor, natural
antikoagulan protein, protein fibrinolitik dan protein antifibrinolitik. Semua
komponen ini harus tersedia dalam jumlah cukup, dengan fungsi yang baik
serta tempat yang tepat untuk dapat menjalankan faal hemostasis dengan
baik. Interaksi komponen ini dapat memacu terjadinya thrombosis disebut
sebagai sifat prothrombotik dan dapat juga menghambat proses thrombosis
yang berlebihan, disebut sebagai sifat antithrombotik. (Rafsan,2012), paling
sedikit antara 5 komponen-komponen berikut :

Pembuluh darah

Trombosit

Faktor-faktor koagulasi

Inhibitor

Sistem fibrinolysis (Suliarni, 2003)

Jalur ekstrinsik
Proses koagulasi dalam darah in vivo dimulai oleh jalur ekstrinsik
yang melibatkan komponen dalam darah dan pembuluh darah. Komponen
plasma utama dari jalur ekstrinsik adalah faktor VII yang merupakan vitamin
K dependen protein (seperti halnya faktor IX, X, protrombin, dan protein C).
Jalur ekstrinsik akan diaktifasi apabila tissue factor yang berasal dari sel-sel
yang mengalami kerusakan atau stimulasi kontak dengan faktor VII dalam
peredaran darah dan akan membentuk suatu kompleks dengan bantuan ion Ca.
(Mantik, 2004)
Jalur Intrinsik
Jalur intrinsik merupakan suatu proses koagulasi paralel dengan jalur
ekstrinsik, dimulai oleh komponen darah yang sepenuhnya ada berada dalam
sistem pembuluh darah. Jalur ini memerlukan faktor VIII, faktor IX, faktor X,
faktor XI, dan faktor XII, juga memerlukan prekalikrein dan HMWK, begitu
juga ion kalsium dan fosfolipid yang disekresi dari trombosit. Mula- mula
jalur intrinsik terjadi apabila prekalikrein, HMWK, faktor XI dan faktor XII
terpapar ke permukaan pembuluh darah adalah stimulus primer untuk fase
kontak. Kumpulan komponen-komponen fase kontak merubah prekallikrein
menjadi kallikrein, yang selanjutnya mengaktifasi faktor XII menjadi faktor
XIIa. Faktor XIIa kemudian dapat menghidrolisa prekallikrein lagi menjadi
kallikrein, membentuk kaskade yang saling mengaktifasi. Faktor XIIa juga
mengaktifasi faktor XI menjadi faktor XIa dan menyebabkan pelepasan
bradikinin, suatu vasodilator yang poten dari HMWK. Dengan adanya Ca2+,
faktor XIa mengaktifasi faktor IX menjadi faktor IXa, dan faktor IXa
mengaktifasi faktor X menjadi faktor Xa. (SULIARNI, 2003)
IV.6. Faktor-faktor pembekuan darah

Faktor I

: Disebut fibrinogen,
Adalah suatu glikoprotein dengan berat molekul 330.000 dalton,
tersusun atas 3 pasang rantai polipeptida. Kadar fibrinogen
meningkat pada keadaan yang memerlukan hemostasis dan pada

keadaan nonspesifik, misalnya inflamasi, kehamilan, dan


penyakit autoimun.

Faktor II : Disebut dengan protrombin,


Dibentuk di hati dan memerlukan vitamin K. Faktor ini
merupakan prekusor enzim proteolitik tromion dan mungkin
asselerator konversi protrombin lain.

Faktor III : Merupakan tromboplastin Jaringan


Berupa lipoprotein jaringan activator protombin. Sifat produk
jaringan ini dalam kaitannya dengan aktivitas pembekuan belum
banyak diketahui, sehingga sulit dinyatakan sebagai faktor
spesifik.

Faktor IV : Merupakan Ion kalsium


Protein

diperlukan

untuk

mengaktifkan

protrombin

dan

pembentukan fibrin.

Faktor V : Dikenal sebagai proasselerin atau faktor labil,


Protein ini dibentuk oleh hati dan kadarnya menurun pada
penyakit hati. Faktor ini merupakan faktor plasma yang
mempercepat perubahan protrombin menjadi trombin.

Faktor VI : Istilah ini tidak dipakai

Faktor VII : Merupakan asselerator koversi protrombin serum,


Dibuat

di

hati

dan

memerlukan

vitamin

dalam

pembentukannya. Faktor ini merupakan faktor serum yang


mempercepat perubahan protrombin.

Faktor VIII: Dikenal sebagai faktor antihemofili,


Tidak dibentuk di hati. Merupakan faktor plasma yang berkaitan
dengan faktor III trombosit dan faktor chrismas (IX),
mengaktifkan protrombin.

Faktor IX : Disebut dengan faktor chrismas,


Dibuat di hati memerlukan vitamin K. Merupakan faktor serum
yang berkaitan dengan faktor III trombosit dan VII AHG
mengaktifkan protrombin.

Faktor X : Disebut dengan faktor stuart-power,


Dibuat di hati dan memerlukan vitamin K. Merupakan kunci dari
semua jalur aktivasi faktor-faktor pembekuan.

Faktor XI : Sebagai antisenden tromboplastin plasma,


dibentuk di hati tetapi tidak memerlukan vitamin K.

Faktor XII : Disebut faktor Hageman.


Merupakan faktor plasma mengaktifkan PTA (faktor XII)

Faktor XIII : Merupakan faktor untuk menstabilkan fibrin,


diproduksi di hati maupun megakariosit. Faktor ini menumbulkan
bekuan fibrin yang lebih kuat yang tidak larut dalam urea
(Anonim, 2005)

IV.7. Pemeriksaan penyaringan untuk Kelainan Koagulasi


Bilamana pada suatu pemeriksaan anamnesis dan fisik ditemukan adanya
kecenderungan perdarahan maka seharusnya dilakukan pemeriksaan skrining
hemostasis seperti halnya hitung trombosit, waktu perdarahan, dan pemeriksaan
yang khususnya menggambarkan kelainan koagulasi dan rangkaian hemostasis
seperti pembentukan fibrin dan fibrinolysis yaitu activated partial thromboplastin
time (APTT), prothrombin time (PT), trobin cloting time (TCT), fibrinogen,
euglobin lysis time (ELT), fibrinogen-fibrin degradation product (FDP). (Mantik,
2004)
IV.8. Plasma Protrombin Time (PPT)
Plasma Protrombin Time (PPT) adalah waktu yang diperlukan plasma
untuk mengaktifkan protrombin menjadi trombin yang diperlukan untuk
membentuk membentuk fibrin. Pemeriksaan ini digunakan untuk menguji
pembekuan darah melalui jalur ekstrinsik (faktor VII) dan jalur bersama yaitu
faktor pembekuan VII, X, V, protrombin dan fibrinogen. Selain itu juga dapat
dipakai untuk memantau efek antikoagulan oral karena golongan obat tersebut
menghambat pembentukan faktor pembekuan protrombin, VII, IX, dan X
(Anonim, 2010)
Prinsip pemeriksaan ini adalah mengukur lamanya terbentuk bekuan bila ke
dalam plasma yang diinkubasi pada suhu 37C, ditambahkan reagens

tromboplastin jaringan dan ion kalsium. Dilakukan dengan menambahkan suatu


bahan yang berasal dari jaringan (biasanya dari otak, plasenta dan paru-paru) pada
plasma sitrat dan dengan memberikan kelebihan Ca2+, kemudian diukur waktu
terbentuknya bekuan. Pemanjangan Masa Protrombin berhubungan dengan
defisiensi faktor-fakor koagulasi jalur ekstrinsik seperti faktor VII, faktor X,
faktor V, protrombin dan fibrinogen, kombinasi dari faktor-faktor ini, atau oleh
karena adanya suatu inhibitor.
Reaksi yang terjadi pada pemeriksaan PPT :

(Anonim, 2005)

Pemberian heparin dapat meningkatkan nilai PPT karena terjadi pemanjangan


waktu pembekuan darah. Pemanjangan tersebut masih dapat dikatakan dalam
batas aman untuk tidak terjadi perdarahan jika International Normalized Ratio
(INR) kurang dari 2. International Normalized Ratio (INR) adalah satuan yang
lazim digunakan untuk pemantauan pemakaian antikoagulan oral. INR
didadapatkan dengan membagi nilai PT yang didapat dengan nilai PT normal
kemudian dipangkatkan dengan ISI. International Committee for Standardization
in Hematology (ICSH) menganjurkan tromboplastin jaringan yang digunakan
harus

distandardisasi

dengan

tromboplastin

rujukan

dari

WHO

untuk

mendapatkan International Sensitivity Index (ISI). (Beni, 2013)


IV.9. Specimen Untuk Pemeriksaan PPT
Bahan pemeriksaan untuk uji PT adalah plasma sitrat yang diperoleh dari
sampel darah vena dengan antikoagulan natrium sitrat 3,8% dengan perbandingan

9:1. Darah sitrat harus diperiksa dalam waktu selambat- lambatnya 2 jam setelah
pengambilan. Plasma dipisahkan dan disimpan pada suhu 205 0C. Penyimpanan
sampel plasma pada suhu 2-8oC menyebabkan teraktivasinya faktor VII
(prokonvertin) oleh sistem kalikrein. (Beni, 2013)
V.

ALAT DAN BAHAN


Phlebotomi Koagulasi
Alat :
a. Jarum vacutainer
b. Holder
c. Tourniquet
d. Tabung vakum :
Tutup merah :
dibuang

karena

Bahan :
a. Alcohol swab 70%
b. Kapas Kering, plaster
untuk
masih

mengandung cairan jaringan


Tutup biru :
untuk
pemeriksaan PPT dan APTT

Analisis pada alat Semi Automatic Merk TECO


Alat :
a. alat Semi Automatic
Merk TECO

Bahan :
a.
b.

Plasma Natrium Sitrat


Reagen liquid PT-s

VI. CARA KERJA


Pemeriksaan PT ( Protombin Time) menggunakan Reagen PT- S (Dried)
(TECO)
1. Disiapkan sampel plasma sitrat 50 L dan dimasukkan ke dalam cuvet
2. Dipipet reagen 100 L dan Inkubasi PT-S liquid Reagent selama 10 menit
3.
4.
5.
6.

pada alat [37C] (prewarm)


Buka light protection cap
Letakkan kuvet kedalam channel pengukuran
Tutup light protection cap
Pada display akan tertera Timer incubationCount-down

Incu 120
Adj S
GO S
7. Setelah muncul GO-S masukkan reagen PT-S liquid yang sudah diinkubasi
pada alat sebanyak 100 L
8. Dicatat hasil detik INR

Note :

Gunakan Pipet Tip, kuvet dan stir bar yang selalu baru.

Penambahan reagen ke dalam cuvette harus dilakukan dengan cepat.

Volume pemipetan reagen dan plasma harus tepat.

Perhatikan STABILITAS reagent and control terhadap SUHU (lihat tabel).


Catalog No.
A0230-040
P6000-010
P8000-010

REAGENT
CONTROL
CALIBRATOR
STABILITAS
TEClot PT-Sensitive
TEControl N
TECal Normal

2-8C
7 hari
24 jam
24 jam

Produk
TEClot PT-S
TEControl N
TECal Normal
20-25C
36 jam
8 jam
8 jam

Ukuran
10 X 4 ml
10 X 1 ml
10 X 1 ml
37C
8 jam
2 jam
2 jam

Persiapan Sampel :
1. Tabung dengan antikoagulan sitrat harus terbuat dari plastik, bertutup rapat.
2. Segera lakukan pemeriksaan, pemeriksaan yang ditunda hanya dalam batas
waktu 2 jam setelah pengambilan pada suhu kamar.
3. Jangan menginkubasi plasma pada suhu 37C > 2 menit.
Persiapan & Penyimpanan Control / Calibrator :
1. Larutkan Control / Calibrator dengan 1,0 ml aquabidest dan diamkan selama 5
menit pada suhu kamar agar terjadi rehidrasi.
2. Homogenkan

hingga larut dengan sempurna selama 15 menit dengan

menggunakan Mixer Roller.


3. Diamkan kembali pada suhu kamar selama 15 menit.
4. Simpan dalam tabung plastik bertutup rapat (Centrifuge Tube) dan segera
simpan pada suhu 2 - 8 .
5. Ambil bila dibutuhkan dan diamkan pada suhu kamar sebelum digunakan.
Control / Calibrator yang sudah dipakai tidak boleh disimpan kembali ke
lemari es.

6. Stabilitas bahan Control / Calibrator hanya 24 jam pada suhu 2 8 C dan


rentan terhadap perubahan suhu.
Persiapan & Penyimpanan Reagen :
1. Larutkan reagen dengan aquabidest sesuai dengan ukuran yang terdapat pada
botol dan diamkan selama 5 menit agar terjadi rehidrasi pada suhu kamar.
2. Homogenkan hingga larut dengan sempurna selama 15 menit dengan
menggunakan Mixer Roller, diamkan selama 5 menit pada suhu kamar.
3. Pindahkan seperlunya untuk pemeriksaan ke tabung reagent yang baru
(penambahan reagent baru harus menggunakan tabung baru, jangan dicampur
dengan yang lama ).
4. Simpan kembali sisa reagen ke lemari es dengan segera pada suhu 2 8 C
(jangan dibekukan).
Inkubasi reagen PT pada alat (suhu 37 C ) tidak boleh lebih dari 30
menit., bila lebih dari 30 menit reagen akan rusak
VII.

INTERPRETASI HASIL
PARAMETER
PPT
Kontrol PPT

NILAI RUJUKAN
Normal = perbedaan dengan control < 2 detik
14,7 detik

VIII. HASIL PENGAMATAN


Data probandus
Nama : Isma Dewi Nur Ayati
JK
: Perempuan
Umur : 20 Tahun
Sampel : Plasma Sitrat
Hasil
: PPT = 15,5 detik
INR = 1,06
Kontrol : PPT = 14,7 detik
ISI = 0,39

Alat semi otomatis merek TECO

Kuvet untuk pemeriksaan PPT

Reagen dan kontrol untuk

Sampel yang digunakan

pemeriksaan PPT

Hasil pemeriksaan PPT beserta INR


IX. PEMBAHASAN
Protrombin disintesis oleh hati dan merupakan prekursor tidak aktif dalam
proses pembekuan. Protrombin (F II) dikonversi menjadi thrombin oleh

tromboplastin untuk membentuk bekuan darah. Pemeriksaan PT digunakan untuk


menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan jalur bersama, yaitu :
faktor I (fibrinogen), faktor II (prothrombin), faktor V (proakselerin), faktor VII
(prokonvertin), dan faktor X (faktor Stuart). Perubahan faktor V dan VII akan
memperpanjang PT selama 2 detik atau 10% dari nilai normal.
Pemeriksaan PPT juga sering dipakai untuk memantau efek pemberian
antikoagulan oral. Pemberian kepekaan reagen tromboplastin yang dipakai dan
perbedaan cara pelaporan menimbulkan kesulitan bila pemantauan dikerjakan di
laboratorium yang berbeda-beda. Untuk mengatasi masalah tersebut ICTH
(International Comittee on Thrombosis and Haemostasis) dan ICSH (International
Comitte for Standardization in Haematology) menganjurkan agar tromboplastin
jaringan yang akan digunakan harus dikalibrasi terlebih dahulu terhadap
tromboplastin rujukan untuk mendapatkan ISI (International Sensitivity Index).
Juga dianjurkan agar hasil pemeriksaan PPT dilaporkansecara seragam dengan
menggunakan INR (International Normalized

Ratio), yaitu

rasio yang

dipangkatkan dengan ISI dari reagens tromboplastin yang digunakan.


Dalam setiap pemeriksaan laboratorium, ketepatan hasil sebagian besar
ditentukan dari proses pre-analitik karena resiko penyimpangan hasil banyak
diakibatkan karena ketidaktepatan prosedur saat pre-analitik. Dalam pengumpulan
sampel untuk pemeriksaan faal heostasis dalam hal ini pemeriksaan PPT ( Plasma
Prothrombin Time ), perlu dipastikan menggunakan sampel yang sesuai.
Pemeriksaan PPT ( Plasma Prothrombin Time ) menggunakan sampel plasma dari
antikoagulan natrium sitrat 3.2% (0.109 M)

atau (0,11 mol/L) dengan

menggunakan perbandingan 9 : 1 (9 bagian darah dan 1 bagian natrium sitrat) .


Setelah pengambilan darah vena menggunakan tabung natrium sitrat, spesimen
harus segera dihomogenkan untuk mencegah aktivasi proses koagulasi dan
pembentukan bekuan darah yang menyebabkan hasil tidak valid. Spesimen
dihomogenkan secara perlahan dan lembut 4-5 kali (tidak lebih dari 5 kali) karena
pencampuran yang terlalu kuat dan berkali-kali (lebih dari 5 kali) dapat
mengaktifkan penggumpalan platelet dan mempersingkat waktu pembekuan.
Sampel segera disentrifuge dengan kecepatan 3000 rpm selama 10 menit atau
5000 rpm selama 3 menit agar mendapatkan plasma yang sedikit mengandung
platelet (poor plasma platelets). Pemeriksaan faal hemostasis diharapkan

dilakukan segera setelah pengumpulan spesimen dan dilakukan dalam waktu 2


jam setelah pengumpulan spesimen.
Sitrat, oksalat, dan EDTA merupakan antikoagulan yang langsung mengikat
Ca. Dalam pemeriksaan PPT antikoagulan yang dipakai adalah sitrat karena sitrat
memiliki pH netral sedangkan EDTA memiliki pH basa yang akan mengakibatkan
pemanjangan PPT. Plasma yang diabsorbsi dengan barium sulfa mengandung
fibrinogen, faktor V, VIII, XI, XII, XIII. Plasma ini tidak dapat membeku karena
tidak mengandung protrombin, faktor X dan faktor VII yang diperlukan untuk
aktivasi intrinsik. Faktor XI dan XII stabil dalam plasma simpan, tidak diabsorsi
oleh barium dan tidak habis oleh proses pembekuan. (Anonim, 2005)
Sampel yang telah diambil, sebaiknya dilakukan pemeriksaan sesegera
mungkin. Pengaruh penyimpanan sampel pemeriksaan plasma sitrat terhadap hasil
pemeriksaan PT adalah dapat menghambat aktivitas faktor - faktor pembekuan
sehingga hasilnya dapat memanjang. Hal ini disebabkan karena CO2 akan keluar
dari plasma sehingga pH meningkat. Dengan meningkatnya pH plasma sitrat
terjadi perubahan faktor V dan VII karena kedua faktor ini mempunyai sifat yang
sangat labil, sehingga dapat menghambat aktivitas faktor - faktor pembekuan lain
dan hasil pemeriksaan PPT dapat memanjang.(Anonim, 2005)
Proses pengambilan sampel dilakukan pada pukul 8 dan pemeriksaan
dilakukan sekitar pukul 9.30. Apabila tidak segera dilakukan pemeriksaan, sampel
plasma yang telah dipisahkan dapat disimpan pada suhu ruang (2050C).
Penyimpanan sampel plasma pada suhu 2-8oC akan menyebabkan teraktivasinya
faktor VII (prokonvertin) oleh sistem kalikrein. Maka dari itu sebaiknya
pemerikaan dilakukan segera atau maksimal 2 jam setelah pengambilan sampel.
Sampel plasma yang telah disiapkan kemudian diukur kadar plasma
prothrombin time dengan menggunakan alat semi otomatik merk TECO yang
sebelumnya alat tersebut harus di-warming up terlebih dahulu selama 30 menit.
Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap sampel, dilalukan pemeriksaan
terhadap kontrol terlebih dahulu. Sebelumnya bahan dan reagen/kontrol yang akan
digunakan dikondisikan pada suhu ruang terlebih dahulu agar nantinya reaksi
yang terjadi dapat maksimal dan memberikan hasil yang representatif.

Pada pemeriksaan kontrol, pertama-tama dilakukan inkubasi reagen yang


telah dibuat pada suhu 37OC minimal selama 10 menit dan maksimal 30 menit,
apabila inkubasi lebih dari 30 menit dapat menyebabkan reagen menjadi rusak
dan akan memberikan hasil yang tidak sesuai dengan yang semestinya. Pada
praktikum ini dilakukan pemipetan reagen sebanyak 600l yang dimasukkan pada
kuvet tanpa magnet. Pada saat menunggu inkubasi reagen, praktikan dapat
mempreparasi larutan kontrol, dengan cara memipet sebanyak 50l kontrol dan
dimasukkan pada cuvet dengan magnetic. Setelah waktu inkubasi reagen selesai,
kuvet kontrol dimasukkan ke dalam channel pengukuran dengan memastikan
kuvet telah diletakkan dengan posisi yang benar. Setelah light protection cap
tertutup pada display akan tertera waktu inkubasi yang akan menghitung mundur
mulai dari 120. Ketika waktu inkubasi kontrol telah mendekati selesai maka akan
muncul suara yang menunjukkan praktikan harus memipet reagen sebanyak
100l, kemudian muncul Adj S, pada tahap ini praktikan mulai bersiap untuk
mencampurkan reagen dengan kontrol dengan memasukkan tip ke lubang sampel.
Setelah muncul GO S pada display, maka praktikan dapat mengeluarkan
reagen ke kuvet kontrol. Setelah reagen dan kontrol di campurkan maka alat akan
mulai mengukur waktu prothrombin plasma dan akan mencetak hasil secara
otomatis.
Pada pemeriksaan kontrol hasil kontrol yang didapatkan, berada diatas
nilai normal kontrol. Setelah dilakukan pengulangan, ternyata nilai kontrol masih
diatas nilai kontrol normal. Hal ini kemungkinan disebabkan karena stabilitas
yang telah melewati masa simpannya dimana untuk reagen yang telah dicampur
hanya dapat bertahan sampai 36 jam. Untuk dapat melanjutkan praktikum, maka
digunakan nilai kontrol yang sebelumnya telah diuji oleh pembimbing kami yaitu
sebesar 14,7 detik.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan sampel dengan cara yang sama, yaitu
memipet 50 l sampel dan masukkan dalam cuvet dengan magnetic. Kuvet
sampel dimasukkan ke dalam channel pengukuran dengan memastikan kuvet
sampel telah diletakkan dengan posisi yang benar. Setelah light protection cap
tertutup pada display akan tertera waktu inkubasi yang akan menghitung mundur
mulai dari 120. Ketika waktu inkubasi sampel telah mendekati selesai maka akan

muncul suara yang menunjukkan praktikan harus memipet reagen sebanyak


100l, kemudian muncul Adj S, pada tahap ini praktikan mulai bersia untuk
mencampurkan reagen dengan sampel dengan memasukkan tip ke lubang sampel.
Setelah muncul GO S pada display, maka praktikan dapat mengeluarkan
reagen ke kuvet sampel. Setelah reagen dan sampel di campurkan maka alat akan
mulai mengukur waktu prothrombin plasma dan akan mencetak hasil secara
otomatis. Kuvet dan tip yang digunakan bersifat disposable, yaitu hanya sekali
pakai dan tidak dapat dipergunakan kembali.
Para praktikum kali ini dilakukan pemeriksaan PPT (Plasma Prothrombin
Time) pada probandus atas nama Isma Dewi Nur Ayati (perempuan/20th) dengan
hasil PPT yang diperoleh adalah 15,5 detik. Dimana hasil ini dinyatakan normal
karena memiliki perbedaan dengan ontrol < 2 detik (kontrol PPT = 14,7 detik) dan
nilai INR yang didapat adalah 1,06.
a. Hasil memanjang pada:
1) Obstructive jaundice
2) Penyakit-penyakit hepar yang lanjut
3) Penyakit-penyakit perdarahan pada newborns
4) Penyakit-penyakit congenital seperti :
Deficiency faktor VII
Deficiency faktor V
Deficiency faktor II
5) Syndrome nephrotic.
6) Penderita-penderita yang mendapatkan pengobatan dengan obat-obat
b. Hasil memendek pada:
1) tromboflebitis,
2) infark miokardial,
3) embolisme pulmonal.
4) Pengaruh Obat : barbiturate, digitalis, diuretic, difenhidramin (Benadryl),
kontrasepsi oral, rifampin, metaproterenol (Alupent,
Metaprel)\
Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :
1. Sampel darah membeku
2. Membiarkan sampel darah sitrat disimpan pada suhu kamar selama beberapa
jam
3. Diet tinggi lemak (pemendekan PT)

4. Penggunaan alkohol (pemanjangan PT) dapat menyebabkan perubahan


endogen dari produksi PT.
(Beni, 2013)

Hal Yang Perlu Diperhatikan Pada Pemeriksaan Hemostasis


1. Antikoagulan
Untuk pemeriksaan koagulasi antikoagulan yang dipakai adalah natrium
sitrat 0,109 M dengan perbandingan 9 bagian darah dan 1 bagian natrium
sitrat.Untuk

hitung

trombosit

antikoagulan

yang

dipakai

adalah

Na2EDTA.Jika dipakai darah kapiler, maka tetes darah pertama harus


dibuang.
2. Penampung
Untuk mencegah terjadinya aktivasi factor pembekuan, dianjurkan
memakai penampung dari plastic atau gelas yang telah dilapisi silicon.
3. Semprit dan Jarum
Dianjurkan memakai semprit plastic dan jarum yang cukup besar. Paling
kecil nomor 20.
4. Cara pengambilan darah
Pada waktu pengambilan darah, harus dihindari masuknya tromboplastin
jaringan. Yang dianjurkan adalah pengambilan darah dengan memakai 2
semprit. Setelah darah dihisap dengan semprit pertama, tanpa mencabut
jarum, semprit pertama dilepas lalu pasang semprit kedua. Darah semprit
pertama tidak dipakai untuk pemeriksaan koagulasi, sebab dikhawatirkan
sudah tercemar oleh tromboplastin jaringan.
5. Kontrol
Setiap kali mengerjakan pemeriksaan koagulasi, sebaiknya diperiksa juga
satu kontrol normal dan satu kontrol abnormal. Selain tersedia secara
komersial, kontrol normal juga dapat dibuat sendiri dengan mencampurkan
plasma yang berasal dari 10 sampai 20 orang sehat, yang terdiri atas pria dan
wanita yang tidak memakai kontrasepsi hormonal. Plasma yang dipakai
sebagai kontrol tidak boleh ikterik, lipemik, maupun hemolisis.
6. Penyimpangan dan pegiriman bahan
Pemeriksaan koagulasi sebaiknya segara dikerjakan, karena beberapa
faktor pembekuan bersifat labil. Bila tidak dapat diselesaikan dalam waktu 4
jam setelah pengambilan darah, plasma disimpan dalam tempat plastik
tertutup dan dalam keadaan beku. Untuk pemeriksaan APTT dan assay faktor

VIII atau IX, bahan yang dikirim adalah plasma citrat dalam tempat plastik
bertutup dan diberi pendingin, tetapi untuk PT dan agregasi trombosit jangan
diberi pendingin karena suhu dingin dapat mengaktifkan F VII tetapi
menghambat agregasi trombosit.

X.

KESIMPULAN
1. Pemeriksaan PPT ( Plasma Prothrombin Time ) menggunakan sampel
plasma sitrat (0,11 mol/L) dengan perbandingan 9:1 ( 9 bagian darah
dan 1 bangian natrium sitrat) dan diperiksan menggunakan alat semi
otomatis merek TECO dengan metode fotooptik.
2. Hasil pemeriksaan PPT ( Plasma Prothrombin Time ) atas Isma Dewi
Nur Ayati (perempuan/20th) 15,5 detik dan nilai INR sebesar 1,06b
berada dalam rentang normal.

XI. DAFTAR PUSTAKA

A.J. Hoffbrand, J.E. Pettit, P.A.H. Moss. 2005. Kapita Selekta : Hematologi. Edisi
4. Jakarta : EGC. Hlm 221-229.
Anonim. 2014. Apusan darah tepi. [online]. Tersedia : http://digilib.unimus.
ac.id/download.php?id=5843. (diakses 12 Oktober 2016)

AK Aman. 2011. Chapter 1. [online]. Tersedia : repository.usu.ac.id/bitstream/


123456789/24560/4/Chapter%20II.pdf. (diakses 12 Oktober 2016)
Feriansyah, reizha. 2014. Trombosit. [online]. Tersedia : http://dokumen.tips/
documents/trombosit-4.html. (diakses 12 Oktober 2016)
Anonim. (2010). No Title. [online]. tersedia : digilib.unimus.ac.id/download.php?
id=5830 (diakses 12 Oktober 2016)
Beni, M. (2013). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian, 615. [online].
tersedia : http://eprints.undip.ac.id/44038/3/M.BENI_G2A009088_Bab2
KTI.pdf (diakses 12 Oktober 2016)
Rafsan. 2009. Hemostasis. [online]. tersedia : file:///D:/PPT/HEMOSTASIS%20 ~
%20Laboratorium%20Analysis.htm. Diakses tanggal 2 Oktober 2015
SULIARNI.

(2003).

AKTIFITAS

FAKTOR

VII

PADA

SEPSIS.

Hematology/Oncology Clinics of North America, 17(1), 149176. [online].


tersedia

https://doi.org/10.1016/S0889-8588(02)00102-8

(diakses

Oktober 2016)

Denpasar, 18 Oktober 2016


Praktikan
(Kelompok 1 Genap)
Lembar Pengesahan

12

Mengetahui,
Pembimbing I

Pembimbing II

dr. Sianny Herawati, Sp.PK

Rini Riowati, B.Sc

Pembimbing III

Pembimbing IV

I Ketut Adi Santika, A.Md.AK

Luh Putu Rinawati, S.Si

Pembimbing V

Putu Ayu Suryaningsih, S.ST