Anda di halaman 1dari 24

GETARAN MEKANIK

GETARAN MEKANIK TUGAS GETARAN MEKANIK Oleh : Gunawan Wibisono (161910101013) JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

TUGAS GETARAN MEKANIK

Oleh :

Gunawan Wibisono

(161910101013)

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER

2018

2.1

Pengertian Getaran

Getaran adalah gerakan bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu. Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang berhubungan dengan gerak tersebut. Semua benda yang mempunyai massa dan elastisitas mampu bergetar, jadi kebanyakan mesin dan struktur rekayasa (engineering) mengalami getaran sampai derajat tertentu dan rancangannya biasanya memerlukan pertimbangan sifat osilasinya.

2.1 Pengertian Getaran Getaran adalah gerakan bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu. Getaran berhubungan dengan gerak

Gambar 2.1 model massa pegas sederhana

  • A. Salah satu tujuan belajar getaran adalah mengurangi efek negatif getaran melalui desain mesin yang baik.

  • B. Hampir semua alat gerak mempunyai masalah getaran karena adanya ketidak seimbangan mekanisme, contohnya :

    • 1. Mechanical failures karena material fatigue

    • 2. Getaran dapat mengakibatkan keausan yang lebih cepat

    • 3. Dalam proses manufaktur, getaran dapat menyebatkan hasil akhir yang buruk.

5

  • C. Selain efek yang merusak, getaran dapat digunakan untuk hal hal yang berguna.

    • 1. Getaran digunakan dalam conveyors getar, mesin cuci, sikat gigi

elektrik.

  • 2. Getaran juga digunakan dalam pile driving, vibratory testing of materials.

  • 3. Getaran digunakan untuk menaikan efisiensi dari proses permesinan seperti casting dan forging.

C. Selain efek yang merusak, getaran dapat digunakan untuk hal hal yang berguna. 1. Getaran digunakan

Gambar 2.2 mekanisme getaran pada mobil

  • A. Beberapa Contoh Getaran Beberapa contoh getaran yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari hari antara lain :

    • 1. senar gitar yang dipetik

    • 2. bandul jam dinding yang sedang bergoyang

    • 3. ayunan anak - anak yang sedang dimainkan

    • 4. mistar plastik yang dijepit pada salah satu ujungnya, lalu ujung lain diberi simpangan dengan cara menariknya, kemudian dilepaskan tarikannya.

    • 5. Pegas yang diberi beban.

  • B. Periode dan Frekuensi Getaran Perhatikan gambar berikut ini

  • :

    Gambar 2.3 periode dan frekuensi getaran 1. titik A merupakan titik keseimbangan 2. simpangan terbesar terjauh

    Gambar 2.3 periode dan frekuensi getaran

    • 1. titik A merupakan titik keseimbangan

    • 2. simpangan terbesar terjauh bandul ( ditunjuk kan dengan jarak AB = AC ) disebut amplitudo getaran

    • 3. jarak tempuh B A C A B disebut satu getaran penuh

    • C. Hubungan antara Periode dan Frekuensi Getaran Dari definisi periode dan frekuensi getaran di atas, diperoleh hubungan

    :

    Gambar 2.3 periode dan frekuensi getaran 1. titik A merupakan titik keseimbangan 2. simpangan terbesar terjauh

    Keterangan :

    T = periode, satuannya detik atau sekon f = frekuensi getaran, satuannya 1/detik atau s -1 atau H

    • D. Pengelompokkan Getaran

      • 1. Getaran Bebas dan Paksa.

      • 2. Getaran Teredam dan tak teredam.

      • 3. Getaran Deterministic dan Random

    • 2.2 Energi Getaran  Hukum Kekekalan Energi Pada setiap getaran pasti terkait sejumlah energi yang kita kenal sebagai Energi Kinetik, yaitu energi yang dimiliki benda atau sistem karena keadaannya yang bergerak itu. Kita tentunya masih ingat bahwa energi kinetik adalah : Dengan

    :

    m: massa benda (kg) , V: kecepatan benda (m/s) .

    Sebuah benda yang berada di atas sebuah permukaan juga mempunyai energi yang terkait kedudukannya itu, yaitu energi potensial gravitasi. Karena benda mempunyai energi potensial gravitasi ini, maka ia mendapatkan kerja yang dilakukan oleh gaya gravitasi ketika jatuh. Besarnya energi potensial gravitasi ini adalah :

    Dengan :

    E p = m.g.h

    m = massa benda (kg) g = percepatan gravitasi (m/s 2 ) h = jarak titik pusat massa benda ke acuan nol (m).

    Pada benda-benda yang terkait dengan pegas terdapat energi potensial lain yang disebut sebagai energi potensial elastis E P' . Energi potensial elastis ini muncul ketika pegas diregangkan atau

    dimampatkan. Karena energi potensial elastis inilah, pegas yang diregangkan atau dimampatkan dapat kembali ke kedudukan semula karena kerja yang dilakukan oleh gaya pemulih. Contoh yang jelas adalah alat penutup pintu yang seringkali ditempelkan pada pintu berkawat anti nyamuk yaitu peralatan yang bekerja berdasarkan kerja pegas. Ketika pintu dibuka, pegas yang ada dalam peralatan itu termampatkan sehingga memiliki energi potensial elastis. Ketika pintu dilepas, pegas yang termampatkan tadi meregang kembali untuk berusaha kembali ke ukurannya semula sambil gaya pemulihnya melakukan kerja menutup pintu. Untuk pegas dengan konstanta pegas k N/m, maka ketika ukuran pegas bertambah atau berkurang dengan x, didapat energi potensial elastis. Sistem yang bergetar, dengan demikian berpeluang mempunyai ketiga jenis energi tersebut, atau energi total sistem yang bergetar adalah dengan demikian energi total juga dapat ditulis menjadi Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa, tanpa adanya gesekan dan kerja dari luar, maka energi awal dan energi akhir total adalah sama. Ini berarti bahwa :

    Perhatikan sistem getaran pegas-massa dengan pegasnya dalam posisi horizontal. Pada kasus semacam ini ( E p ) awal dan (E p ) akhir adalah sama karena h awal = h akhir dan biasanya diambil sama dengan nol. Kecepatan dan percepatan tidak konstan pada sistem getaran benda berbalik arah, ketika simpangannya maksimum, karena kecepatannya nol. Jadi benda yang bergerak (mempunyai kecepatan), tidak bergerak terus ke arah yang sama, namun berbalik karena kecepatannya nol pada saat itu. Berarti kecepatannya makin lama makin kecil, atau tidak konstan. Pada bagian gerakan yang lain kecepatannya membesar, namun mengecil kembali sampai nol, kemudian membesar kembali dan peristiwa semacam ini berulang-

    ulang terus. Jadi gerak bolak-balik itu menyiratkan dua jenis perubahan kecepatan, yaitu :

    • 1. Besarnya, besar kecil - besar dan seterusnya.

    • 2. Arahnya, kanan kiri - kanan dan seterusnya.

    • 1. Getaran Bebas Dan Getaran Paksa

    A.

    Getaran Bebas

     

    Getaran

    bebas terjadi

    jika sistem berosilasi karena

    bekerjanya gaya yang ada dalam sistem itu sendiri (inherent), dan jika ada gaya luas yang bekerja. Sistem yang bergetar bebas akan bergerak pada satu atau lebih frekuensi naturalnya, yang merupakan sifat sistem dinamika yang dibentuk oleh distribusi massa dan kekuatannya. Semua sistem yang memiliki massa dan elastisitas dapat mengalami getaran bebas atau getaran yang terjadi tanpa rangsangan luar.

    ulang terus. Jadi gerak bolak-balik itu menyiratkan dua jenis perubahan kecepatan, yaitu : 1. Besarnya, besar

    Gambar 2.4 sistem pegas massa dan daigram benda bebas

    • B. Getaran Paksa

    Getaran

    paksa

    adalah getaran

    yang terjadi karena

    rangsangan gaya luar, jika rangsangan tersebut berosilasi maka sistem dipaksa untuk bergetar pada frekuensi rangsangan. Jika frekuensi rangsangan sama dengan salah satu frekuensi natural sistem, maka akan didapat keadaan resonansi dan osilasi besar

    17

    yang berbahaya mungkin terjadi. Kerusakan pada struktur besar seperti jembatan, gedung ataupun sayap pesawat terbang, merupakan kejadian menakutkan yang disebabkan oleh resonansi. Jadi perhitungan frekuensi natural merupakan hal yang utama.

    B. Getaran Paksa Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena rangsangan gaya luar, jika rangsangan tersebut

    Gambar 2.5 getaran paksa dengan peredam

    • 2. Getaran Teredam dan Tak Teredam

      • A. Damping

        • 1. Dalam system dynamic bekerja dissipative forces

    friction, structural resistances.

    • 2. Umumnya, damping dalam structural systems adalah kecil dan mempunyai efek yang kecil terhadap natural frekuensi.

    • 3. Tetapi, damping mempunyai pengaruh yang besar dalam mengurangi resonant pada structural system.

    3.

    Getaran Deterministic dan Random

    • A. Getaran Deterministic Sinyal disebut deterministic, selama harga dari sinyal dapat diprediksi.

    3. Getaran Deterministic dan Random A. Getaran Deterministic Sinyal disebut deterministic , selama harga dari sinyal

    Gambar 2.6 Getaran deterministic

    3. Getaran Deterministic dan Random A. Getaran Deterministic Sinyal disebut deterministic , selama harga dari sinyal

    Gambar 2.7 Getaran deterministic dan harmonic

    • B. Getaran Random

      • 1. Tidak memiliki sinyal yang periodik maupun

    harmonik

    3.

    Tetapi getaran random bisa di gambarkan secara

    statistik

    Getaran adalah suatu gerakan yang berulang dengan sendirinya pada suatu selang waktu tertentu yang dapat terjadi pada sistem di mana memiliki massa dan sifat elastis serta padanya bekerja gangguan. Masalah getaran terjadi bilamana ada bagian-bagian berputar atau bergerak bolak - balik dalam suatu mesin itu sendiri, bangunan di sekitarnya juga dihadapkan pada getaran dari mesin tersebut. contoh utamanya adalah lokomotif, perputaran poros dan sebagainya.

    • A. Secara umum penyebab getaran antara lain:

      • 1. Khusus pada mesin, karena adanya massa berputar atau bolak-balik yang tidak seimbang.

      • 2. Adanya gaya luar yang memaksa sistem untuk bergetar.

      • 3. Gesekan kering antara dua permukaan.

      • 4. Gempa bumi yang menyebabkan pada gedung bertingkat.

      • 5. Angin yang menyebabkan getaran pada kabel-kabel transmisi dan pohon.

  • B. Sedangkan untuk menghindari getaran caranya antara lain:

    • 1. Menghilangkan penyebabnya.

    • 2. Memasang saringan jika hanya bunyi sebagai objek yang tidak diinginkan.

    • 3. Memasang mesin pada pondasi dengan isolasi yang baik.

    • 4. Memasang peredam kejut (shock-breaker).

    • 2.3 Jenis-Jenis Getaran

      • 1. Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena adanya gaya

    luar yang bekerja pada suatu sistem sehingga sistem tersebut

    bergetar.

    2. Getaran bebas adalah getaran suatu sistem tanpa adanya gaya dari luar yang memaksa terjadinya getaran,
    • 2. Getaran bebas adalah getaran suatu sistem tanpa adanya gaya dari luar yang memaksa terjadinya getaran, melainkan karena adanya keadaan awal yang diberikan sehingga sistem tersebut bergetar.

    2. Getaran bebas adalah getaran suatu sistem tanpa adanya gaya dari luar yang memaksa terjadinya getaran,
    • 2.4 Sistem Massa Pegas Untuk mengurangi efek getaran, salah satu pendekatannya yaitu melakukan studi lengkap terhadap persamaan gerakan sistem yang ditinjau. Mula - mula sistem di idealisasikan dan di sederhanakan dengan terminologi massa, pegas, dan peredam ( dashpot ) yang berturut turut menyatakan benda, elastisitas dan gesekan sistem. Kemudian persamaan gerakan ( equation of motion ) menyatakan perpindahan sebagai fungsi waktu akan memberi jarak kedudukan massa sesaat selama gerakan dan kedudukannya setimbangan. Kemudian dari persamaan gerakan diperoleh sifat penting sistem getaran yaitu frekuensi pribadi ( natural frequency ).

    Gambar 2.8 Diagram Natural Frequency Getaran merupakan suatu sistem massa-pegas. Dimana suatu massa M dipasang pada

    Gambar 2.8 Diagram Natural Frequency

    Getaran merupakan suatu sistem massa-pegas. Dimana suatu massa M dipasang pada suatu pegas dengan kekakuan k. Di bagian depan massa M dipasang suatu piston yang diberi celah kecil dan diberi rumah yang diisi oli. Seperangkat piston tersebut menunjukkan suatu mekanisme redaman dan itu sama prinsipnya pada shock absorber pada mobil.

    Dari sistem peredamSemua mesin memiliki tiga komponen dasar yang digabungkan untuk menentukan bagaimana mesin akan bereaksi terhadap gaya yang menyebabkan getaran tersebut, sepertihalnya sistem massa - pegas. Tiga komponen dasar tersebut adalah Massa (M), Kekakuan (k), dan Redaman (c). Komponen - komponen ini merupakan karakteristik yang tidak dapat dipisahkan pada suatu mesin atau struktur yang akan menahan atau melawan getaran.

    a.

    Massa

    :

    massa mewakili inersia benda untuk tetap

    pada kondisi awal. Suatu gaya mencoba untuk membawa perubahan pada kondisi awal yang ditahan oleh massa. Massa ini diukur dalam kg.

    • b. Kekakuan : kekakuan adalah gaya yang dibutuhkan untuk membuat struktur menjadi terdefleksi dengan jarak tertentu. Pengukuran gaya yang dibutuhkan untuk memperoleh defleksi disebut kekakuan. Satuan dari kekakuan adalah N/m.

    • c. Peredam : suatu gaya yang diatur pada bagian struktur ke dalam gerakan atau struktur yang mekanismenya tidak dapat dipisahkan untuk memperlambat gerakan ( kecepatan ).

    Karakteristik ini untuk mengurangi percepatan gerakan yang disebut dengan peredamyang diukur dengan N/(m/s). Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, efek yang dikombinasikan untuk mengendalikan efek gaya dalam kaitannya dengan massa, kekakuan dan redaman, menentukanbagaimana suatu sistem akan bereaksi terhadap gaya luar yang diberikan.

    • 2.5 Karakteristik Getaran Kondisi suatu mesin dan masalah masalah mekanik yang terjadi dapat diketahui dengan mengukur karakteristik getaran pada mesin tersebut. Karakteristik - karakteristik getaran yang penting antara lain adalah :

      • 1. Frekuensi Getaran

      • 2. Perpindahan Getaran ( Vibration Displacement )

      • 3. Kecepatan Getaran ( Vibration Velocity )

      • 4. Percepatan Getaran ( Vibration Acceleration )

    Fasa getaran dengan mengacu pada gerakan pegas, kita dapat mempelajari karakteristik suatu getaran dengan memetakan gerakan dari pegas tersebut terhadap fungsi waktu. Gerakan massa pegas dari posisi netral ke batas atas dan kembali lagi ke posisi netral dan dilanjutkan ke batas bawah, dan kembali lagi ke posisi netral, disebut satu siklus getaran ( satu periode ).

    • 1. Peredam viskous, Efek redaman terjadi pada permukaan luncur yang dilumasi dari dashpot dengan kecepatan rendah dan celah yang kecil. Peredam Arus Eddy juga termasuk jenis viskous diman gaya hambat redaman tergantung pada kecepatan dan koefisien redamannya, dengan demikian persamaan differential gerak sistem menjadi linear.

    • 2. Peredam arus Eddy, yaitu peredam plat konduktor persegi non ferrous yang bergerak dalam arah tegak lurus garis fluks magnetik.

    • 3. Peredam Coulomb (gesekan kering) ; Efek redaman terjadi jika dua permukaan dalam keadaan kering (tanpa dilumasi) dimana gaya hambat redaman praktis konstan, tidak tergantung pada kecepatan.

    • 4. Peredam struktur, efek redaman terjadi akibat gesekan dari molekul. Dari diagram tegangan regangan benda bergetar,tidak memberikan persamaan lurus tapi membentuk kecepatan kopsterisis dimana luas kurva menyatukan penyerapan energi akibat gesekan molekul persiklus/radian.

    • 5. Peredam antar mula, energi getaran diserap oleh slip mikroskopik pada antara permukaan dengan bagian mesi yang berfluktuasi .Besarnya serapan energy tergantung pada koefisien gesek, tekanan antara dua plat dan amplitude getaran.

    A.

    Elemen Pegas

     
     

    Pegas linier biasanya diasumsikan tidak memiliki massa dan

    x = deformasi (peripndahan suatu titik acuan), k = konstanta pegas

    atau kekakuan pegas. Kerja pegas disimpan dalam bentuk regangan

    yang merupakan energi potensial pegas. Pegas dapat disusun seri

    maupun paralel, perhitungannya akan beda.

    B.

    Elemen Inersia

     

    Benda dari elemen inersia diasumsikan benda rigid, bisa

    mendapat atau kehilangan energi kinetik saat kecapatan benda tsb

    berubah. Untuk analisis simpel, kita dapat menganggap beberapa

    benda dijadikan satu persamaan saja. Contohnya kasus beberapa

    benda translasi yang terhubung dengan batang kaku, atau benda

    translasi dan berputar berpasangan. Cara perhitungannya akan beda.

    C. Elemen – Elemen Peredam Dalam banyak sistem, energi vibrasi secara bertahap diubah menjadi panas atau
    C.
    Elemen – Elemen Peredam
    Dalam banyak sistem, energi vibrasi secara bertahap diubah
    menjadi panas atau suara. Karena pengurangan energi, respon,
    seperti perpindahan dari sistem secara bertahap menurun.
    Mekanisme energi vibrasi secara bertahap diubah menjadi panas
    atau suara inilah yang dikenal sebagai redaman ( dumping ). Sebuah
    peredam diasumsikan tidak memiliki massa atau elastisitas, dan
    kekuatan redaman hanya ada jika ada kecepatan relatif antara dua
    ujung damper.
    D.
    Konstruksi Peredam Viskos
    Redaman viskos adalah mekanisme peredam yang paling

    umum digunakan dalam analisis getaran. Ketika sistem mekanik

    bergetar dalam medium fluida seperti air udara, gas, dan minyak,

    perlawanan yang diakibatkan oleh fluida bergerak ke arah bodi

    menyebabkan energy berhamburan. Dalam kasus ini, jumlah energi

    yang hilang tergantung pada banyak faktor, seperti ukuran dan

    kecepatan getaran bodi. Dalam redaman viskos, gaya redaman

    sebanding dengan kecepatan getaran bodi.

    • 2.7 Penyebab terjadinya getaran

      • 1. Khususnya pada mesin , karena adanya massa berputar atau bolak-balik yang tidak seimbang.

      • 2. Adanya gaya luar yang memaksa sistem untuk bergetar.

      • 3. Gesekan kering antara dua permukaan.

      • 4. Gempa bumi yang menyebabkan getaran pada gedung bertingkat.

      • 5. Angin yang menyebabkan getaran pada kabel-kabel transmisi dan pohon.

    • 2.8 Istilah dalam getaran

      • 1. Getaran bebas adalah getaran suatu system tanpa adanya gaya luar yang memaksa untuk bergetar, namun bergetar karena adanya kondisi awal yang diberikan.

      • 2. Getaran paksa adalah getaran suatu system karena adanya gaya luar yang memaksa getaran dimana frekuensi system sama dengan frekuensi gaya luar.

      • 3. Periode adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus.

      • 4. Frekuensi adalah banyaknya siklus dalam satu satuan waktu. F = siklus / detik.

      • 5. Amplitudo adalah perpindahan terjauh dari getaran suatu system dari posisi rata - ratanya, terdiri dari simpangan, kecepatan dan percepatan.

      • 6. Sistem satu derajat kebebasan adalah suatu system yang dapat bergetar pada banyak atau satu arah jika system diperoleh, dimana system tersebut hanya dapat bergetar pada satu model atau cara atau hanya satu koordinat bebas dipakai untuk menyelesaikan secara khusus dari lokasi getaran.

      • 7. Gerak harmonic sederhana adalah gerakan partikel yang bergerak pada garis lurus, dengan percepatan selalu searah atau sejalan dengan jarak dari partikel ketitik tertentu pada garis edarnya terhadap arah titik tertentu.

    • 8. Osilasi adalah suatu partikel dalam gerak periodic yang bergeral bolak-balik melalui lintasan yang sama. Contohnya keseimbangan arloji.

    • 9. Under dumping adalah system peredam dash pot ntuk getaran

    bebas dimana akan terjadi oksilasi dengan nilai C ( redaman ) < Ck ( redaman kritis ) atau factor peredam ε < 1. 10. Critical dumping adalah adalah system peredam dash pot untuk

    getaran bebas dimana tidak terjadi oksilasi dengan nilai C ( redaman ) = Ck ( redaman kritis ) atau factor peredam ε = 1.

    11. Upper dumping adalah system peredam dash pot untuk getaran bebas dimana tdak terjadi oksilasi dengan nilai C ( redaman ) > Ck ( redaman kritis ) atau factor peredam.

    • 2.9 Macam-macam getaran

      • 1. Getaran Paksa Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena adanya gaya luar yang bekerja pada suatu sistem sehingga sistem tersebut bergetar. Bila gaya luar, biasanya f ( t ) = fc sin ω n t atau fc cos ω n t bekerja pada sistem getaran paksa. Sistem cenderung bergetar pada frekuensi sendiri di samping mengikuti gaya eksitasi. Dengan adanya gesekan bagian gerakan yang ditahan oleh gaya sinusoidal secara perlahan hilang. Dengan demikian, sistem akan bergetar pada frekuensi pribadi sistem. Bagian getaran yang berlanjut terus disebut getaran keadaan steady atau respon sistem keadaan steady dibutuhkan dalam analisa getaran karena efek sinambungnya.

      • 2. Getaran Bebas Getaran bebas adalah getaran suatu sistem tanpa adanya gaya dari luar yang memaksa terjadinya getaran, melainkan karena adanya keadaan awal yang diberikan sehingga sistem tersebut bergetar. Getaran bebas adalah getaran yang diamati sebagai sistem yang berpindah dari kedudukan keseimbangan statis. Getaran bebas

    dari sistem memenuhi sistem masa dan sifat elastisitas dan pada kondisi awal tidak bekerja eksitasi dari luas. Gaya yang bekerja adalah gaya bebas gesekan dan berat.

    Massa akibat adanya gesekan getaran hilang sesuai dengan waktu getaran ini transier.

    • a. Governor Governor adalah alat kontrol otomatis yang selalu berperan mengatur dan mengendalikan mesin. Selain itu, governor atau biasa juga disebut speed limiter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur dan mengatur kecepatan suatu mesin.

    • b. Prinsip Kerja Governor Governor adalah alat yang digunakan untuk mengontrol kecepatan dari penggerak mula / utama dari kecepatan berlebihan dan menstabilkan kecepatan putaran mesin yang diinginkan. Governor mengatur kecepatan rata-rata mesin atau penggerak mula apabila terjadi variasi kecepatan frekuensi beban. Jika beban motor konstan maka kecepatan motor konstan dari suatu siklus ke siklus lainnya. Jika beban meningkat, kecepatan motor menurun dan sudut governor akan bertambah dengan perubahan, sehingga menggerakkan katup terbuka untuk memperbanyak fluida kerja yang meningkatkan beban.

    • c. Karakteristik Governor

      • 1. Penurunan kecepatan, atau berkurangnya kecepatan mesin dari tanpa beban ke beban penuh yang dinyatakan dalam putaran/menit atau sebagai presentase dari kecepatan normal/ rata-rata.

      • 2. Pengaturan Isohkhorik, yaitu mempertahankan kecepatan mesin konstan pada segala beban, pengaturan kecepatan yang mungkin dari penurunan kecepatan nol.

    • 3. Kepekaan/sensitify atau perubahan kecepatan yang diperlukan sebelum Governor akan melakukan gerakan.

    • 4. Kestabilan yaitu kemampuan mengatur waktu mempertahankan kecepatan mesin yang diinginkan tanpa naik turun atau constan.

    • 5. Ayunan, yaitu naik turun yang kontinyu dari mesin terhadap kecepatan yang diperlukan meskipun ketika beban tidak bertambah.

    • 6. Ketangkasan, kecepatan aksi pengatur. Biasanya dinyatakan sebagai waktu dalam detik yang diperlukan governor untuk menggerakkan kendali bahan bakar dari kedudukan tanpa batasan bahan sampai beban penuh.

    • 7. Daya dari pengatur, gaya yang ditimbulkan pada governor untuk mengatasi tahanan dalam sistem kendali bahan bakar.

    • 3. Getaran Harmonik Sederhana Gerakan / Getaran Harmonik adalah suatu gerakan dari titik yang mengelilingi lingkaran atau getaran dengan amplitudo dan frekuensi yang sama setiap saat. Gerakan harmonik adalah suatu sistem dengan amplitudo dan frekuensi yang sama.

    3. Kepekaan/sensitify atau perubahan kecepatan yang diperlukan sebelum Governor akan melakukan gerakan. 4. Kestabilan yaitu kemampuan

    Gambar 2.9 gerakan harmonik sederhana sistem benda - pegas

    Amplitudo adalah perpindahan terjauh suatu sistem dari posisi rata- rata. Frekuensi adalah banyaknya siklus per satuan waktu.

    f = siklus/detik (Hz)

    ω = rad/detik

    Frekuensi pribadi adalah frekuensi dari sistem getaran bebas ditentukan dari sifat sistem itu.

    • 2.10 Sistem derajat kebebasan Banyak sistem yang dapat bergetar dengan banyak atau satu cara dan arah. Jika sistem dipaksa lalu sistem tersebut dapat bergetar hanya pada satu bentuk/cara atau jika hanya satu koordinat bebas diharapkan untuk menyelesaikan secara khusus dari lokasi geometrik dari massa pada sistem dalam ruang, maka sistem itu dinamakan sistem dengan satu derajat kebebasan. Di bawah ini diberikan beberapa contoh sistem dengan satu derajat kebebasan. Sistem gaya pegas ditunjukkan pada gambar di bawah. Jika massa m dipaksa untuk bergetar vertikal, hanya satu koordinat ( x ( t ) ) untuk mendefinisikan lokasi massa. Pada waktu kapan pun dari posisi keseimbangan. Dengan demikian, sistem ini dikatakan mempunyai satu derajat kebebasan. Jika pendulum torsi dipaksa untuk bergerak pada sumbu longitudinal dari poros, konfigurasi dari sistem dapat dikhususkan

    oleh satu koordinat θ(t). ini juga disebut sistem dengan satu derajat

    kebebasan.

    Sistem massa gaya pegas pada cakra ditunjukkan pada gambar di samping di mana disebut sebagai sistem dengan satu derajat kebebasan karena keduanya, baik y ( f ) atau θ ( t ) tidak bebas satu sama lain.

    • 2.11 Getaran dan fenomenanya Getaran adalah suatu gerakan yang berulang dengan sendirinya pada suatu selang waktu tertentu yang dapat terjadi pada sistem di mana memiliki massa dan sifat elastis serta padanya bekerja gangguan. Masalah getaran terjadi bilamana ada bagian-bagian berputar atau bergerak bolak-balik dalam suatu mesin itu sendiri, bangunan di sekitarnya juga dihadapkan pada getaran dari mesin tersebut. contoh utamanya adalah lokomotif, perputaran poros dan sebagainya. Mesin suatu sistem, sangat akrab dengan masalah getaran karena memiliki massa dan sifat elastis serta adanya gangguan berupa massa berputar dan bolak-balik yang tidak seimbang. Secara umum penyebab getaran antara lain :

      • 1. Khusus pada mesin, karena adanya massa berputar atau bolak- balik yang tidak seimbang.

      • 2. Adanya gaya luar yang memaksa sistem untuk bergetar.

      • 3. Gesekan kering antara dua permukaan.

      • 4. Gempa bumi yang menyebabkan pada gedung bertingkat.

      • 5. Angin yang menyebabkan getaran pada kabel - kabel transmisi dan pohon.

    Efek dari getaran dan tegangan yang berlebihan, bunyi yang tidak diinginkan, keausan dan bagian tertentu atau kelelahan dari bagian keseluruhan. Walaupun ada efek yang merugikan, pada pihak yang lain, fenomena getaran juga dapat dimanfaatkan pada instrumen musik, saringan getar, penggetar, dan lain - lain.

    Sedangkan untuk menghindari getaran caranya antara lain:

    • 1. Menghilangkan penyebabnya.

    • 2. Memasang saringan jika hanya bunyi sebagai objek yang tidak diinginkan.

    • 3. Memasang mesin pada pondasi dengan isolasi yang baik.

    • 4. Memasang peredam kejut (shock - breaker)

    • 2.12 Getaran torsi

    Getaran torsi adalah sudut periodic poros elastic dengan rotor yang diikatkan kepadanya. Karena kemiripan dan antara getaran lurus dan getaran torsi, maka teori analisa yang di bahas dalam getaran lurus berlaku pula terhadap getaran torsi.

    Sebuah piringan bulat dengan momen inersia(I) diikatkan keujung bawah poros tegak elastisapabila massa poros kecil dan mempunyai kekauan torsi (k) meski persamaan differensial gerakan untuk getaran torsi bebas piringan.

    • A. Fenomena getaran torsi

    Getaran torsi banyak terjadi pada sistem-sistem permesinan, seperti pada poros engkol motor bakar. Dengan mempertimbanhgkan momen inersia sebuah roda atau piringan Jo yang dihubungkan pada sebuah batang vertikal dengan diameter d, Panjang L dan modulus geser a. ujung bagian atas batang dalam keadaan terikat. Sistem ini akan mengalami getaran torsi terhadap sumbu

    simetrisnya. Konstanta pegas torsional batang di peroleh dari hubungan antara momen torsi dan sudut punter, sebagai berikut :

    KT

    Dimana Kt penurunan rumus.

    adalah momen punter (torsional stiffness) di dapat dari

    Dimana Ip adalah momen inersia polar bagian melintang batang dalam

    • m persamaan gerak untuk gerak rotasi dengan menggunakan hukum newton untuk gerak rotasi terhadap pusat massa menjadi :

    Sumber : www.jevuska.com

    • B. OSILASI

    Osilasi adalah variasi periodik umumnya terhadap waktu dari suatu hasil pengukuran, contohnya pada ayunan bandul. Istilah vibrasi sering digunakan sebagai sinonim osilasi, walaupun sebenarnya vibrasi merujuk pada jenis spesifik osilasi, yaitu osilasi mekanis. Osilasi tidak hanya terjadi pada suatu sistem fisik, tapi bisa juga pada sistem biologi dan bahkan dalam masyarakat. Osilasi terbagi menjadi 2 yaitu osilasi harmonis sederhana dan osilasi harmonis kompleks. Dalam

    osilasi harmonis sederhana terdapat gerak harmonis sederhana.

    • C. Aplikasi Osilasi harmonic

    Suatu sistem dalam keadaan setimbang statis maupun dinamis, apabila dalam sistem demikian disimpangkan sehingga dihasilkan gerak osilasi, maka gerak demikian dinamakan gerak harmonik, dari osilator harmonik sederhana yang terdiri atas massa ( m ), dengan kostanta pegas K. Sistem pegas massa berosilasi pada sumbu x pada permukaan horizontal. Osilator harmonik sederhana ditempatkan pada gerakan osilasi terus menerus atau dinyatakan sebagai osilasi bebas. Dalam praktiknya, sistem osilasi ini akan kehilangan energi dan akhirnya akan berhenti. Untuk osilasi harmonik teredam, ditinjau kembali suatu benda bermassa m dihubungkan dengan pegas, pada osilator sederhana akan selamanya berosilasi, tetapi pada kenyataannya pada setiap sistem mempunyai redaman sehingga sistem akan berhenti berosilasi, Pengaruh gaya gesek pada benda yang bergerak harmonik adalah amplitudonya akan makin berkurang, akhirnya menjadi nol, artinya gerakan berhenti. Hal ini disebabkan karena tak ada energi yang diambil dari luar. Gerakan ini disebut gerak harmonic teredam. Untuk mempertahankan osilasi suatu sistem osilator, maka energi berasal dari sumber luar harus diberikan pada sistem yang

    besarnya sama dengan energi disipasi yang ditimbulkan oleh peredamnya, osilasi yang demikian dinamakan sebagai osilasi paksaan atau disebut gerak harmonik yang dipaksakan yaitu gerak harmonik yang dipengaruhi oleh gaya luar yang bekerja terus menerus secara periodik.