Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

”SI MANIS CARICA” : USAHA YANG MENGUNTUNGKAN SEBAGAI BISNIS


INOVATIF KHAS BENGKULU

BIDANG KEGIATAN :
PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan Oleh :

MIKE HANDAYANI (F1F015007,Angkatan 2016)

ANI GUSTIA DEWI (F1F016033,Angkatan 2016)

ELISA KARTIKA (F1F016028,Angkatan 2016)

UNIVERSITAS BENGKULU
BENGKULU
2017
DAFTAR ISI Halaman
COVER I
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................ II
DAFTAR ISI .................................................................................... III
RINGKASAN .................................................................................. IV
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang ....................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah ............................................... 1
1.3 Tujuan ..................................................................... 2
1.4 Luaran yang Diharapkan ………………………… 2
1.5 Manfaat Kegiatan .................................................. 2
BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA 3
2.1 Kondisi Umum Lingkungan .................................. 3
2.2 Potensi Sumberdaya, Peluang Pasar dan Gambaran Usaha ......... 3
2.3 Proyeksi Keuangan dalam Kegiatan Usaha ........... 4
BAB III METODE PELAKSANAAN 6
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 8
4.1 Anggaran Biaya ………………….................….... 8
4.2 Jadwal Kegiatan …………………………………. 9
Lampiran
1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen 10
Pembimbing............................................................
2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ............................... 16
3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas ............... 17
4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan .......................... 18
RINGKASAN

Di Indonesia tanaman pepaya sudah tidak asing lagi, banyak jenis tanaman pepaya
yang banyak kita jumpai dengan melihat bagian tanaman yang dapat kita konsumsi, mulai
dari buah, bunga, serta daun papaya yang tidak hanya enak dikonsumsi tetapi juga
mengandung banyak manfaat bagi tubuh.
Di Kepahiang, tanaman pepaya juga banyak tumbuh ditanam masyarakat. Petani
Pepaya menjual buah pepaya dalam bentuk segar, petik di kebun langsung di jual ke
pengepul. Sehingga harga buah pepaya sangat murah, harga jual antara Rp.1.000 - Rp 2.000.
artinya nilai jual hasil produksi pepaya sangat rendah. Sebaliknya bila buah pepaya di beri
sentuhan dengan dibuat olahan salah satunya dalam bentuk manisan maka nilai jual menjadi
lebih bermakna dapat meningkat menjadi 200%. Sehingga dengan inovasi teknologi
pengolahan dapat meningkatkan pendapatan.
Mahasiswa sebagai calon penggagas wirausaha tergerak untuk mengembangkan
olahan dari buah pepaya dengan cara membuat manisan kering buah pepaya. Hal tersebut
dapat dilakukan karena manisan buah pepaya selain mudah diolah, menjadi makanan
cemilan, bahkan dapat di jadikan sebagai cenderamata atau oleh-oleh khas bengkulu bagi
wisatawan yang datang ke bengkulu dan dapat disimpan lebih lama.
Manisan merupakan salah satu pilihan cemilan ketika sedang menjalankan aktifitas,
olahan manisan pepaya tidak hanya digemari dikalangan anak anak tetapi juga orang dewasa.
Di samping itu buah pepaya juga banyak mengandung vitamin dan nutrisi yaitu terutaman
kandungan kalsium yang tinggi. Selain itu manisan pepaya juga tergolong usaha yang sangat
mudah dan tepat dijalankan serta menguntungkan dari aspek ekonomi. Sebab keuntungan
yang di dapatkan dari usaha ini lumayanbesar sehingga patut untuk diperhitungkan.
Hal ini telah dirincikan mulai dari potensi sumber daya yang ada dan peluang pasar
yang terlihat. Menumbuhkan suatu gagasan inovatif untuk membuat olahan manisan pepaya
yang sekaligus menjadi salah satu pilihan oleh oleh dari kota Bengkulu.
Peluang usaha yang dijalankan cukup baik, karena belum adanya usaha sejenis
dipasaran, yang bisa menambah daya saing produk.

Kata kunci : manisan pepaya, buah tangan, inovatif, bisnis


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan Negara yang memiliki iklim tropis, semua tanaman dapat
tumbuh dengan baik. Contohnya tanaman pepaya yang dapat tumbuh subur.
Di Kepahiang Propinsi Bengkulu tanaman pepaya sangat mudah dijumpai dan
melimpah. Hasil tanaman pepaya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui
bagaimana cara memanfaatkan buah yang masih muda untuk dijadikan olahan.
Buah pepaya yang di jual di sepanjang jalan lintas Kabupaten Kepahiang jumlahnya
sangat melimpah, menurut laporan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang produksi buah
pepaya produksi perbulan 108,7 Ton dengan populasi 32.165 tanaman per hektar . semua
buah yang di hasilkan di jual dalam bentuk buah utuh dengan harga bervariasi antara Rp.100-
Rp2000 per buah, maka jika diperhitungkan secara ekonomi belum optimal dan belum dapat
meningkatkan penghasilan petani pepaya. Untuk meningkatkan nilai tambah buah pepaya
dapat di kembangkan oleh suatu inovasi teknologi dengan cara di buat manisan baik dalam
bentuk basah maupun manisan kering. Teknologi yang di terapkan dalam pembuatan manisan
sangat mudah, dan sederhana, yaitu irisan buah pepaya mengkal di rendam dengan air kapur
dan di rebus dengan air gula dan di lanjutkan dengan proses pengeringan maka menjadi suatu
produk olahan pepaya manisan kering. Ditambah lagi jika dengan sentuhan kemasan yang
menarik maka nilai jual manisan pepaya kering semakin tinggi.
Yang menjadi masalah dalam usaha pembuatan pepaya manisan kering adalah, yang
pertama permintaan pasar yaitu konsumen belum mengenal betul akan manfaat dan khasiat
dari buah pepaya, yang konsumen tahu bahwa pepaya manisan kering hanya memiliki cita
rasa yang enak, padahal dari pepaya manisan kering syarat akan kandungan gizi yang baik,
antara lain kandungan kalsium, sehingga baik untuk pertumbuhan tulang. Vitamin C, untuk
kekebalan dan daya tahan tubuh.
Sajian hidangan manisan buah merupakan salah satu kuliner nusantara yang telah
menjadi salah satu cemilan yang favorit di kalangan masyarakat. Salah satunya yaitu di buat
menggunakan bahan dasar buah pepaya. Dalam penyajiannya manisan buah pepaya sering di
jadikan sebagai camilan saat bersantai bersama keluarga. Selain itu manisan buah pepaya
juga sangat menyehatkan tubuh sebab pengolahannya dilakukan dengan tepat dan tanpa
penambahan bahan kimia yang berbahaya. Di samping itu buah pepaya juga banyak
mengandung vitamin dan nutrisi yaitu terutaman kandungan kalsium yang tinggi. Selain itu
manisan pepaya juga tergolong usaha yang sangat mudah dan tepat dijalankan serta
menguntungkan dari aspek ekonomi. Sebab keuntungan yang di dapatkan dari usaha ini
lumayanbesar sehingga patut untuk diperhitungkan. Selain itu dalam membuat manisan buah
pepaya sendiri terbilang sangat mudah dan bahan baku juga mudah didapatkan dipasaran
Sedangkan ketika pepaya yang sudah mulai matang, jika dijual memiliki harga jual
yang rendah. Untuk itu dibentuknya gagasan awal mengenai olahan manisan pepaya agar
bernilai jual yang tinggi. Selain itu gagasan inovatif ini mengacu kepada ide untuk membuat
olahan manisan papaya, manisan ini juga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh atau buah tangan
khas Bengkulu. Sebab, di Kota Bengkulu belum adanya pengembangan usaha sejenis.
1.2 Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah dalam proposal ini yaitu :
1. Bagaiman cara memproduksi olahan pepaya manisan kering yang menarik
konsumen?
2. Bagaimana cara mengenalkan makanan olahan pepaya manisan kering kepada
konsumen yang memiliki banyak khasiat dalam kesehatan?
3. Bagaimana cara memasarkan yang efektif dan efisien dalam usaha pepaya
manisan kering?

1.3 Tujuan
Dalam kegiatan ini di maksudkan untuk :
1. Menerapkan teknologi inovasi olahan pepaya manisan kering yang memiliki nilai
ekonomi
2. Mengenalkan olahan Pepaya manisan kering khas bengkulu kepada masyarakat
3. Mendapatkan generating in come khususnya bagi mahasiswa yang berwirausaha.

1.4 Luaran yang Di harapkan

1. Terdapat suatu produk olahan pepaya manisan kering khas dari bengkulu
2. Pengetahuan masyarakat meningkat akan variasi jenis makanan yang di produksi
dari bengkulu yaitu satu jenis makanan pepaya manisan kering
3. Menciptakan mahasiswa yang handal dalam berwirausaha yang di cirikan ke
mandiri, dengan penghasilan yang menjanjikan.

1.5 Manfaat

1. Mahasiswa wirausaha memiliki pengalaman dalam berbisnis


2. Bengkulu lebih dikenal dari aspek olahan kuliner
3. Meningkatkan kesejahteraan petani pepaya secara berkesinambungan.
BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Kondisi Umum Lingkungan


Usaha pepaya manisan kering ini di beri nama “SI MANIS CARICA” usaha ini
merupakan rintisan dari serangkaian usaha yang akan di lakukan oleh tim wirausaha.
Selanjutnya jika usaha berkembang maka, tim juga akan melakukan pengembangan usaha
diversifikasi olahan yang bersumber dari buah pepaya antara lain tim akan memproduksi
olahan lainnya seperti asinan pepaya, keripik pepaya, pempek pepaya. Usaha produk pepaya
manisan kering akan di lakukan di kota bengkulu, dengan pertimbangan lokasi kegiatan
usaha dekat dengan lingkungan domisili tim calon wirausaha. Tempat produksi yang di
miliki tim calon wirausaha adalah tempat kos-kosan yang cukup luas, dan ada tempat untuk
memproduksi olahan pepaya manisan kering. Alat-alat yang akan di gunakan tim wirausaha
bisa di peroleh dengan cara meminjam atau menyewa. Jarak antara tempat produksi dengan
sumber bahan baku ( dari kepahiang) sekitar 50 km, namun di pasar kota bengkulu sendiri
sangat banyak di jumpai buah pepaya mengkal, sehingga tidak akan terjadi kekurangan bahan
baku.
Maka dari itu kami menginovasikan ide pembuatan manisan pepaya yang merupakan
produk inovasi terbaru dengan memanfaatkan sumber daya lokal Kabupaten Kepahiang
sebagai makanan khas provinsi bengkulu yang kaya manfaat bagi kesehatan.
Manisan Pepaya ini merupakan salah satu peluang bisnis terbaru yang ada di Provinsi
Bengkulu. Manisan ini akan dipasarkan di berbagai tempat seperti super market, toko oleh-
oleh khas Bengkulu dan tempat-tempat wisata dengan target yaitu masyarakat sekitar maupun
pengunjung atau wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia serta
mancanegara.

2.2 Potensi Sumber Daya, Peluang Pasar dan Gambaran Usaha

Buah pepaya yang di jual di sepanjang jalan lintas Kabupaten Kepahiang jumlahnya
sangat melimpah, menurut laporan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang produksi buah
pepaya produksi perbulan 108,7 Ton dengan populasi 32.165 tanaman per hektar . semua
buah yang di hasilkan di jual dalam bentuk buah utuh dengan harga bervariasi antara Rp.100-
Rp2000 per buah, maka jika diperhitungkan secara ekonomi belum optimal dan belum dapat
meningkatkan penghasilan petani pepaya. Untuk meningkatkan nilai tambah buah pepaya
dapat di kembangkan oleh suatu inovasi teknologi dengan cara di buat manisan baik dalam
bentuk basah maupun manisan kering. Teknologi yang di terapkan dalam pembuatan manisan
sangat mudah, dan sederhana, yaitu irisan buah pepaya mengkal di rendam dengan air kapur
dan di rebus dengan air gula dan di lanjutkan dengan proses pengeringan maka menjadi suatu
produk olahan pepaya manisan kering. Ditambah lagi jika dengan sentuhan kemasan yang
menarik maka nilai jual manisan pepaya kering semakin tinggi.
Hasil survei permintaan akan cemilan yaitu dengan jumlah mahasiswa unib sekitar
16.000 orang dan yang suka cemilan 10 %. Yang ingin mengkonsumsi 7 % yang berminat
untuk mengkonsumsi sebesar 2 %. Di tambah masyarakat yang di luar kampus dan
wisatawan sekitar 2 % dari jumlah populasi masyarakat di kota bengkulu. Adapun Potensi
persaingan industri manisan pepaya ini dapat ditinjau dari segi aspek persaingan produk
substitusi dan persaingan industri sejenis. Dari aspek persaingan produk substitusi, sebagai
makanan pendamping siap saji yang praktis, manisan pepaya menghadapi persaingan dengan
industri produk manisan berbahan baku buah yang lainnya. Walaupun demikian, cita rasa
dan khasiat dari pepaya menjadikan manisan ini mempunyai daya tarik tersendiri dan spesifik
yang tidak terdapat dari jenis manisan lain.
Produk yang dihasilkan yaitu di tinjau dari segi keunggulan rasa aroma dll sampai ke
tampilan kemasan yang berisi tentang informasi kemasan, edukasi penggunaan, serta
mengenai kandungan gizi.

Tenaga kerja yang akan dibutuhkan dalam usaha ini yaitu meliputi seorang pemilik
sebagai pemegang sekaligus mengerjakan kegiatan produksi. Selain itu juga seorang manajer
pemasaran dan distribusi serta memainkan peran sebagai pengatur keuangan dan
pengawasan. Setelah usaha berkembang dengan pesat maka kami akan mulai merekrut
masyarakat sekitar dengan memilih orang-orang yang tepat dan yang mempunyai komitmen
membantu suksesnya kegiatan usaha ini. Kemudian kami akan melakukan pelatihan diawal
agar para pekerja mampu berkerja dengan baik dan mengerti teknis pembuatan usaha abon
gurita ini sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dari hasil pelatihan
tersebut

Lebih lanjut, pelaksanaan kegiatan akan menerapkan sistem 4P, dimana dengan
sistem ini 4 aspek penting dalam pemasaran dapat terealisasikan. Pertama yaitu product, para
pelaksana kegiatan tentu akan sangat memperhatikan produk mulai dari kualitas maupun
kuantitasnya. Sehingga produk dapat diterima dipasar yang lebih modern, misalnya
supermarket dan lain-lain. Selanjutnya price, yaitu harga. Dimana dalam aspek ini harga
sangat disesuaikan dengan harga produk sejenis, sehingga produk ini dapat bersaing di
pasaran. Place yaitu tempat. Dalam aspek ini segala bentuk kegiatan pemasaran dilakukan
ditempat-tempat yang telah di tetapkan sebagai tempat yang strategis, sehingga kegiatan ini
dapat menunjang keberhasilan kegiatan pemasaran produk. Selanjutnya promotion yaitu
promosi. Dalam aspek ini sangat diperhatikan dalam setiap kegiatan promosi dipastikan
mengandung unsur kreativitas. Sehingga dengan promosi yang kreatif tentu akan dapat
menghantarkan kegiatan pada puncak kesuksesan.

Kemudian beberapa metode lain yang dapat menunjang pemasaran produk abon
gurita ini, kami akan menggunakan media jejaring sosial sebagai media yang mampu
menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu juga dengan tujuan mengenalkan produk inovasi
yang kami produksi. Kami juga akan mengusulkan label aman dan halal degan bantuan
BPOM setempat agar lebih meyakinkan para konsumen tentang manfaat dan keamanan dari
abon gurita yang kami produksi. Setelah produk meyakinkan untuk dipasarkan secara luas,
kami akan memulai bekerja sama dengan toko-toko atau supermarket yang ada di Provinsi
Bengkulu. Selain itu kami akan membuat iklan dengan menggunakan website atau
sebagainya untuk memperkenalkan produk ini.
BAB III
METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan kegiatan usaha dilakukan disalah satu rumah anggota yang berada di pinggiran
jalan raya yaitu Jl. W.R. Supratman Kelurahan Kandang Limun, Bengkulu agar lebih
strategis atau terlihat banyak orang berlalu lintas dijalan raya sehingga mempermudah proses
kegiatan usaha terlebih pada kegiatan promosi produk. Kegiatan dilakukan selama 4 bulan.
Dimulai dari persiapan peralatan, pencarian bahan baku produksi, pencarian resep baru,
pengelolaan usaha, pengemasan produk, uji pasar, pemasaran dan lain-lain.

Langkah-langkah terstrukturnya sebagai berikut :

Persiapan Peralatan
Menemukan Resep Baru Berupa

Manisan pepaya

Pengelolaan Usaha

Pengemasan Produk

Uji Pasar (Menentukan pasar mana


yang lebih efisien)

Pemasaran
Membeli peralatan kemasan berupa kantong plastik yang tebal dan mesin press tidak
lupa komputer dan printer yang di gunakan untuk membuat logo atau merk kemasan.
Mempersiapkan unit – unit atau peralatan yang digunakan untuk membuat manisan pepaya.
Untuk bisnis kuliner alat-alat yang digunakan haruslah steril dan tidak terkontaminasi oleh
apapun termasuk kotoran.
Resep makanan yang baru haruslah sekreatif mungkin namun tidak juga
meninggalkan cita rasa yang khas dari manisan pepaya ini sendiri yang di pastikan dahsyat
dan enak, hal ini dilakukan agar konsumen penasaran akan produk yang dibuat sehingga
membuat mereka jadi ingin membeli.
Proses pembuatan pepaya manisan kering. Bahan : pepaya mengkal, kapur sirih, gula
putih, esens, citrun zuur.
Cara pembuatan :
1. Buah pepaya di kupas,di cuci kemudian di belah- belah menjadi beberapa bagian
dan di buang bijinya.
2. Buah Pepaya yang sudah dipotong-potong dengan pisau yang memiliki lekukan
agar memiliki bentuk yang menarik, dengan ketebalan 5 mm. Selanjutnya irisan
buah pepaya direndam dalam air kapur selama 4 jam
3. irisan pepaya yang sudah di rendam air kapur, di cuci bersih.
4. Irisan pepaya bersih di masukkan ke dalam wajan dan di tambahkan gula ¾
bagian (gunakan api kecil)
5. Manisan pepaya terus di panaskan hingga keluar air, kemudian di beri warna
essens. Masak hingga airnya hampir mengering. Pada saat tersebut ditambahkan
gula sisa.
6. Setelah kering, angkat dan di angin-anginkan kemudian di jemur di atas tampah.
7. Pepaya manisan kering siap di kemas, di beri label dan siap di pasarkan.
BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

a. Anggaran Biaya

1. investasi
No Alat dan Bahan Jumlah Unit Harga Satuan Total
1 Pisau 3 Rp.20.000 Rp.60.000
2 Telenan 3 Rp.15.000 Rp.45.000
3 Kompor + tabung gas 1 Rp.500.000 Rp.500.000
4 Etalase/gerobak 1 Rp.300.000 Rp.300.000
5 Ember 5 Rp.20.000 Rp.100.000
6 Kuali 2 Rp.40.000 Rp.80.000
7 Panci 1 Rp.35.000 Rp.35.000
8 Nampan dan Serbet 2 Rp.30.000 Rp.30.000
Jumlah Rp1.150.000

2. Biaya Operasional Per bulan


- Biaya Tetap
No Keterangan Total
1 Penyusutan etalase/gerobak 1/66 x Rp. 1,317,300 RP.19,959
2 Penyusutan talenan 1/36 x Rp.20.000 Rp.556
3 Penyusutan Kantong plastik Kemasan.1/30, x 8000 Rp. 266,6
4 Penyusutan Wadah 1/48 x Rp. 128,300 Rp. 2.673
5 Penyustan Panci 1/48 x Rp. 135,200 Rp. 2,817
6 Penyusutan ember 1/48 x Rp. 150,000 Rp. 3,125
7 Penyusutan kompor dan tabung gas 1/48 x Rp.500.000 Rp. 10,416
8 Penyusutan nampan dan serbet 1/24 x Rp.30.000 Rp. 2,392
9 Penyusutan Peralatan Tambahin yang lain 1/24 x Rp 63,100 Rp. 2,626
10 Gaji karyawan 1/30 Rp. 700.00
Total Biaya Tetap Rp. 1561,356

3. Biaya Variabel
Dari tabel diatas dapat diketahui kebutuhan modal yang dibutuhkan dalam melakukan
usaha yaitu sebagai berikut :

No Keterangan Jumlah (Rp)


1 Buah Pepaya Rp.35.000 x 30 Rp.1.050.000
2 Kapur sirih Rp.8.000 x 30 Rp.24.000
3 Gula Pasir Rp. 20.000 x 30 Rp.600.000
4 Garam Halus Rp. 1.500 x 30 Rp.4500
5 Air Bersih Rp. 5000 x 30 Rp.150.000
6 Mika Pengemas Rp. 10.000 x 30 Rp.300.000
7 Biaya Sewa Tempat Rp. 16.200 x 30 Rp.486.000
8 Biaya Listrik dan air Rp.15.200 x 30 Rp.456.000
11 Label per buah Rp.200 x 30 Rp.6000
Total Biaya Variabel Rp.3.076.500
Tabel tersebut dapat diketahui kebutuhan modal yang harus dikeluarkan
adalah Rp. 4.226.000,00

A. Penentuan Harga Pokok Penjualan


Dalam menentukan harga dapat diklarifikasikan dengan membuat perhitungan
produksi sebagai berikut :

Produk awal berupa Abon gurita dalam bentuk bungkusan /bulan.


1.bungkusan kecil (1/4 kg) : 1000 bungkus X Rp.4.000,00 = Rp.4.000.000,00
2.bungkusan besar (1/2 kg) : 800 bungkus X Rp.7.000,00 = Rp.5.600.000,00
Jumlah Rp.9.600.000,00/bulan

B. Rencana Laporan Laba/Rugi


1. Keuntungan per-periode yaitu :
Keuntungan = Total pendapatan – Total biaya produksi
= Rp. 9.600.000,00 – Rp. 4.226.000,00
= Rp. 5.374.000
Jadi, dalam sekali periode produksi keuntungan atau laba bersih yang didapatkan
adalah Rp. 5.374.000

2. Revenue Cost Ratio (R/C Ratio)


R/C Ratio = Total Pendapatan : Total biaya
= Rp. 9.600.000,00 : Rp. 4.226.000,00
= Rp.2,27
Artinya setiap pengeluaran biaya sebesar Rp.100 akan menghasilkan penerimaan
sebesar Rp.2,27
b. Jadwal Kegiatan
Berikut ini adalah jadwal kegiatan dimulai dari koordinasi antar rekan kerja sampai
dengan pengumpulan laporan akhir kegiatan.

KEGIATAN Pengumpulan
Laporan Akhir Kegiatan

Bulan 4
Minggu KEGIATAN Pembuatan Draft
Laporan

KEGIATAN Evaluasi
Penjualan

Bulan 3 KEGIATAN Pembuatan


Minggu Laporan

KEGIATAN Pemasaran

KEGIATAN Proses
Bulan 2 Pengolahan Mulai Hingga
Minggu Pada Aktivitas Pengemasan

Kegiatan Pembelian Bahan


Baku

Kegiatan Persiapan Alat dan


Bahan
Bulan 1
Minggu
Kegiatan Koordinasi
Kelompok

0 2 4 6 8 10
LAMPIRAN 2.BIODATA KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK

Lampiran 2.1.Biodata Ketua Dan Anggota

1.Ketua
1 Nama Lengkap Mike Handayani
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Statistika
4 NIM F1F016007
5 Nomor Telepon/Hp 082186975208

2.Anggota 2
A.Identitas Diri.
1 Nama Lengkap Ani Gustia Dewi
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Statistika
4 NPM F1F016033
7 Nomor Telepon/Hp 0823-0736-7626

3.Anggota 3
1 Nama Lengkap Elisa Kartika
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Statistika
4 NPM F1F016028
7 Nomor Telepon/Hp 0853 8159 2246
Lampiran 2

JUSTIFIKASI ANGGARAN KEGIATAN

1. Peralatan Penunjang

Printer khusus Rp.1.200.000,00


Komputer Rp.3.000.000,00
Kompor gas 2 tungkumesin press Rp.450.000,00
Blender Rp.1000.000,00
Meja dan kursi Rp.500.000,00
Tabung gas 12 kg Rp.150.000,00
Hand sealler Rp.2.000.000,00
Perlengkapan dapur Rp.500.000,00
Jumlah Rp.8.800.000,00

2.Biaya Habis Pakai

Gaji pegawai Rp.700.000,00


Listrik Rp.456.000,00
Air Rp.486.000,00
Transportasi(uji pasar dan lain sebagainya) Rp.50.000,00
Jumlah biaya Rp.1.692.000,00
Lain-lain(pemasaran) Rp.700.000,00
Total biaya produksi Rp.2.392.000,00

Total Keseluruhan Anggaran Biaya = Rp. 8.800.000,00 + 2.200.000,00


= Rp. 11.000.000,00
Lampiran 3

SUSUNAN ORGANISASI TIM KEGIATAN DAN PEMBAGIAN TUGAS

No. Nama/NIM Program Bidang Alokasi Waktu Uraian Tugas


Studi Ilmu (jam/minggu)
1 Mike Statistika Statistika 48 - Koordinator
Handayani/ Pelaksanaan PKM
F1F016007 - Perencanaan &
perancangan kegiatan
PKM
- Manajer Pemasaran
- Melaksanakan
Kegiatan PKM
bersama hingga
Selesai

2 Ani Gustia Statistika Statistika 48 - Membuat Strategi


Dewi / Pemasaran
F1F0160 - Manajer Produksi.
- Manajer Pemasaran
- Pelaksanaan Kegiatan
PKM hingga selesai
- Melaksanakan PKM
bersama
3 Elisa Statistika Statistika 48 - Menemukan Resep
Kartika / Baru
F1F0160 - Mencatat Seluruh
Kegiatan Selama
PKM berlangsung
- Manajer Pemasaran
- Melaksanakan
Kegiatan PKM
Bersama