Anda di halaman 1dari 11

Tugas Rutin (Makalah)

“Analisis Terbentuknya Permukiman Kumuh dan Liar”

Mata Kuliah : Geografi Transport dan Permukiman


Dosen Pengampu: Drs. Mbina Pinem, M.Si.

Disusun Oleh:
TAMIMA AZRI ADILA
NIM: 3161131050
Kelas: C Reguler 2016

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Karunia
dan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Geografi Transport
dan Permukiman ini dengan tepat waktu. Adapun judul makalah yang akan saya bahas yaitu
“Analisis Terbentuknya Permukiman Kumuh dan Liar”.
Pembuatan tugas rutin ini bertujuan sebagai tugas individu mata kuliah Geografi
Transport dan Permukiman.
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Mbina Pinem selaku dosen
pengampu yang telah membimbing saya dalam pembuatan tugas rutin ini.
Makalah ini saya yakini jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangannya
seperti pepatah yang mengatakan “tak ada gading yang tak retak”, baik isi maupun
penyusunannya. Atas semua itu dengan rendah hati saya harapkan kritik dan saran yang
membangun guna menyempurnakan tugas rutin ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Lubuk Pakam, November 2019

Tamima Azri Adila


NIM.3161131050

i
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ........................................................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .................................................................................................... 2
1.3. Tujuan dan Manfaat ................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................... 3
2.1. Pengertian Permukiman Kumuh .............................................................................. 3
2.2. Karakteristik Permukiman Kumuh .......................................................................... 3
2.3. Sebab Dan Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh ........................................... 4
2.4. Upaya Mengatasi Permukiman Kumuh ................................................................... 5
BAB III PENUTUP .............................................................................................................. 7
3.1. Kesimpulan .............................................................................................................. 7
3.2. Saran ........................................................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pemukiman kumuh merupakan masalah yang dihadapi oleh hampir semua kota-
kota besar di Indonesia bahkan kota-kota besar di negara berkembang lainnya.
pengkajian tentang permukiman kumuh, pada umumnya mencakup tiga segi, pertama
kondisi fisiknya, kedua kondisi sosial ekonomi budaya komunitas yang bermukim di
pemukiman tersebut, dan ketiga dampak oleh kedua kondisi tersebut. Kondisi fisik
tersebut antara lain tampak dari kondisi bangunannya yang sangat rapat dengan kualitas
konstruksi rendah, jaringan jalan tidak berpola dan tidak diperkeras, sanitasi umum dan
drainase tidak berfungsi serta sampah belum dikelola dengan baik. Salah satu sifat
urbanisasi yang terjadi pada negara yang sedang berkembang umumnya dikatakan
sebagai urbanisasi semu yang dapat diartikan bahwa urbanisasi semu merupakan
fenomena Migrasi dari desa ke kota tanpa adanya persiapan, sehingga pada Urbanisasi
semu ini ditandai dengan berbagai masalah seperti kemiskinan perkotaan,
membengkaknya sektor informal dengan berbagai permasalahan. Sebagai lawannya
adalah sifat urbanisasi di negara-negara industri yang maju yang dikatakan sebagai
urbanisasi murni, sebagaiamana Urbanisasi murni merupakan fenomena migrasi dari
desa ke kota dengan dilakukan persiapan untuk menunjang kebutuhan diperkotaan,
sehingga tidak menimbulkan permasalahan kemiskinan di perkotaan maupun
permasalahan lainnya yang disebabkan urbanisasi, dan sebaliknya fenomena urbanisasi
menjadi memberkan dampak baik untuk keberlangsungan suatu kawasan perkotaan Hal
ini dikaitkan dengan kenyataan bahwa di negaranegara maju perpindahan penduduk dari
desa ke kota telah dijamin oleh tersedianya lapangan pekerjaan non pertanian di kota-
kota, tetapi umumnya di negara sedang berkembang pekerjaan non pertanian di kota
tidak terjamin (Sujarto dalam Kuswartojo, 2005).

1
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1. Apa definisi Permukiman Kumuh?
2. Apa saja karakteristik Permukiman Kumuh?
3. Apa sebab dan proses terbentuknya Permukiman Kumuh?
4. Bagaimana upaya mengatasi Permukiman Kumuh?

1.3. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk menganalisis terbentuknya permukiman kumuh dan
liar dan untuk memenuhi salah satu tugas rutin mata kuliah Geografi Transport Dan
Permukiman.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Permukiman Kumuh


Pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung dan
dapat merupakan kawasan perkotaan dan perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan
tempat tinggal/hunian dan tempat kegiatan yang mendukung kehidupan masyarakat.
Sedangkan kata “kumuh” menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai
kotor atau cemar.
Menurut Johan Silas Pemukiman Kumuh dapat diartikan menjadi dua bagian,
yang pertama ialah kawasan yang proses pembentukannya karena keterbatasan kota
dalam menampung perkembangan kota sehingga timbul kompetisi dalam menggunakan
lahan perkotaan. Sedangkan kawasan pemukiman berkepadatan tinggi merupakan
embrio pemukiman kumuh. Pengertian pemukiman kumuh yang kedua ialah kawasan
yang lokasi penyebarannya secara geografis terdesak perkembangan kota yang semula
baik, lambat laun menjadi kumuh yang disebabkan oleh adanya mobilitas sosial
ekonomi yang stagnan.

2.2. Karakteristik Permukiman Kumuh


Karakteristik permukiman kumuh menurut Johan Silas yaitu :
1. Keadaan rumah pada permukiman kumuh dibawah standar, rata-rata 6 m2/orang.
Sedangkan fasilitas kekotaan secara langsung tidak terlayani karena tidak tersedia.
Namun karena lokasinya dekat dengan permukiman yang ada, maka fasilitas
lingkungan tersebut tidak sulit mendapatkannya.
2. Permukiman ini secara fisik memberikan manfaaat pokok yaitu dekat dengan tepat
mencari nafkah (opportunity value) dan harga rumah juga murah (asas
keterjangkauan) baik membeli atau menyewa. Manfaat permukiman disamping
pertimbangan lapangan kerja dan harga murah adalah kesempatan mendapatkannya
atau aksesibilitas tinggi. Hampir setiap orang tanpa syarat yang bertele-tele pada
setiap saat dan tingkat kemampuan membayar apapun selalu dapat diterima dan
berdiam disana, termasuk masyarakat “residu” seperti residivis, WTS dan lain-lain.

3
Kriteria umum permukiman kumuh :
1. Mandiri dan produktif dalam banyak aspek, namun terletak pada tempat yang perlu
dibenahi.
2. Keadaan fisik hunian minim dan perkembangannya lambat. Meskipun terlambat,
namun masih dapat ditingkatkan.
3. Para penghuni lingkungan permukiman kumuh pada umumnya bermata pencarian
tidak tetap dalam usaha non-formal dengan tingkatan pendidikan rendah.
4. Pada umumnya penghuni mengalami kemacetan mobilitas pada tingkat yang paling
bawah meskipun tidak miskin serta tidak menunggu bantuan pemerintah, kecuali
dibuka peluang untuk mendorong mobilitas tersebut.
5. Ada kemungkinan dilayani oleh berbagai fasilitas kota dalam kesatuan progam
pembangunan kota pada umumnya.
6. Kehadirannya perlu dilihat dan diperlukan sebagai bagian sistem kota yang satu.
Tetapi tidak semua dianggap permanen.

Sedangkan kriteria khusus permukiman kumuh yaitu sebagai berikut:


1. Berada di lokasi tidak legal
2. Dengan keadaan fisik yang substandar, penghasilan penghuninya amat rendah
(miskin)
3. Tidak dapat dilayani berbagai fasilitas kota
4. Tidak diingini kehadirannya oleh umum, (kecuali yang berkepentingan)
5. Permukiman kumuh selalu menempati lahan dekat pasar kerja (non formal), ada
sistem angkutan yang memadai dan dapat dimanfaatkan secara umum walau tidak
selalu murah.

2.3. Sebab dan Proses Terbentuknya Pemukiman Kumuh


1. Sebab Terbentuknya Pemukiman Kumuh.
Dalam perkembangan suatu kota sangat erat kaitannya dengan mobilitas
penduduknya. Masyarakat yang mampu cenderung memilih tempat huniannya keluar
dari pusat kota. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung
memilih tempat tinggal di pusat kota khususnya kelompok masyarakat urbanisasi
yang ingin mencari pekerjaan dikota. Tidak tersedianya fasilitas perumahan yang
terjangkau oleh kantong masyarakat yang kurang mampu serta kebutuhan akan akses
ke tempat usaha menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di

4
perkotaan. Ledakan penduduk di kota-kota besar, baik karena urbanisasi maupun
karena kelahiran yang tidak terkendali juga dapat menjadi salah satu penyebab
terbentuknya pemukiman kumuh. Lebih lanjut, hal ini mengakibatkan
ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah
untuk menyediakan pemukiman-pemukiman baru, sehingga para pendatang akan
mencari alternatif tinggal di pemukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di
kota.
2. Proses Terbentuknya Pemukiman Kumuh.
Dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal, baik secara perorangan maupun
dibangunkan oleh orang lain dapat mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan
kumuh, yang padat, tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan
yang memenuhi standar teknis dan kesehatan.

2.4. Upaya Mengatasi Pemukiman Kumuh


Kemiskinan merupakan salah satu penyebab timbulnya pemukiman kumuh di
kawasan perkotaan. Pada dasarnya kemiskinan dapat ditanggulangi dengan adanya
pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan, peningkatan lapangan pekerjaan
dan pendapatan kelompok miskin serta peningkatan pelayanan dasar bagi kelompok
miskin dan pengembangan institusi penanggulangan kemiskinan. Peningkatan
pelayanan dasar ini dapat diwujudkan dengan peningkatan air bersih, sanitasi,
penyediaan serta usaha perbaikan perumahan dan lingkungan pemukiman pada
umumnya.
Cara Mengatasi Pemukiman Kumuh:
1. Program Perbaikan Kampung, yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi
kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada.
2. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh yang dilakukan dengan
membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta
menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat.
Selain usaha dari pemerintah diharapkan masyarakat juga ikut terlibat dalam
mengatasi pemukiman kumuh di perkotaan. Sehingga diperlukan kerjasama antara
pemerintah, pihak swasta dan masyarakat untuk mengatasi adanya pemukiman kumuh.
Namun, pemukiman kumuh tidak dapat diatasi dengan pembangunan fisik semata-mata
tetapi yang lebih penting yaitu mengubah prilaku dan budaya dari masyarakat di

5
kawasan kumuh. Jadi, masyarakat juga harus menjaga lingkungannya agar tetap bersih,
rapi, tertur dan indah. Sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman, tertib dan asri.

6
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Tumbuhnya pemukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota
besar yang mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan
kemampuan pemerintah untuk menyediakan pemukiman-pemukiman baru sehingga para
pendatang akan mencari alternatif tinggal di pemukiman kumuh untuk mempertahankan
kehidupan di kota.
Daerah kumuh yang terbentuk ini sering dipandang potensial menimbulkan
banyak masalah perkotaan karena dapat menjadi sumber timbulnya berbagai perilaku
menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya.Cara mengatasi
pemukiman kumuh ini dapat dilakukan oleh pemerintah dengan cara menjalin kerjasama
dengan pihak swasta dan masyarakat yang tinggal di pemukiman kumuh tersebut.
Sehingga permasalahan pemukiman kumuh ini dapat diatasi dengan tuntas.

3.2. Saran
Pemerintah selain memberikan rumah susun juga harus memberikan lapangan
pekerjaan bagi mereka yang belum punya pekerjaan dan masyarakat harus selalu
menjaga lingkungannya agar tetap indah, bersih, dan teratur.

7
DAFTAR PUSTAKA

http://habibipuji.blogspot.com/2012/12/makalah-permukiman-kumuh-tugas-kapita.html
(Di akses pada tanggal 24 November 2019, pukul 21:35 WIB)

https://warnetghelegar.blogspot.com/2018/12/makalah-pemukiman-kumuh.html
(Di akses pada tanggal 24 November 2019, pukul 21:39 WIB)

http://repository.unpas.ac.id/15440/3/04.%20BAB%20I.pdf
(Di akses pada tanggal 24 November 2019, pukul 21:45 WIB)

http://nurfitriekhoirunnisa.blogspot.com/2012/06/makalah-mengenai-pemukiman-
kumuh.html
(Di akses pada tanggal 24 November 2019, pukul 21:46 WIB)

http://kotaku.pu.go.id:8081/wartaarsipdetil.asp?mid=8368&catid=2&
(Di akses pada tanggal 24 November 2019, pukul 21:53 WIB)