Anda di halaman 1dari 3

1.

Teori Administrasi Publik


Teori administrasi menjelaskan upaya-upaya untuk mendefinisikan fungsi universal yang
dilakukan para pimpinan dan asas-asas yang menyusun praktik kepemimpinan yang baik.

Teori menurut Stephen P. Robbins


1) Teori Hubungan Manusia.
Teori ini semula dirintis oleh Elton Mayo. Pengembangan teori Mayo didasarkan pada
penemuan selam memimpin proyek Hawtorne yang berada di leingkungan Western
Electric Company pada tahun 1927-1932.

(2) Teori Pengambilan Keputusan


Para pemikir yang menonjol dalam bidang ini adalah Simon, March, Russel Eckoff, Jay
Forrester, Martin Starr dan Kenneth Boulding.dalam proses pengambilan keputusan para
pemikir menyarankan dipergunakan statistik, model optimasi, model informasi dan
simulasi.

(3) Teori Perilaku


Teori perilaku sebenarnya bermaksud untuk mengitegrasikan semua pengetahuan
mengenai anggota organisasi, struktur dan prosesnya.

(4) Teori Sistem


Dalam teori ini, organisasi dipandang sebagai suatu sistem yang menampilkan
karakteristiknya sebagai penerima masukan (input absorbers), pengolah (prosesor), dan
penghasil (output generatot). Selanjutnya kerangka pemikiran sistem akan menunjukan dua
hal: (a) bahwa perubahan dari atau dalam salah satu subsistem akan mengkibatkan
perubahan pada subsistem-subsistem lainnya. (b) suatu sistem akan selalu berhubungan
dengan sistem yang lebih besar.

Teori administaris menurut Stephen Bailey


(1) Teori deskriptif atau deskripsi struktur bertingkat dan berbagai hubungan dengan
lingkungan kerjanya.
(2) Teoti Normatif atau nilai-nilai yang menjadi tujuan bidan ini, alternative keputusan
yang seharusnya diambil oleh penyelenggara administrasi public (praktisi) dan apa
yang seharusnya dikaji dan dianjurkan kepada pelaksana kebijakan.
(3) Teori Asumtif, pemahaman yang benar tergadap realitas seorang administrator, suatu
teori yang tidak mengambil asumsi model setan muapun model malaikat berkras.
(4) Teori Instrumens, atau peningkatan teknik-teknik manajerual dalam rangka efisiensi
dan efektivaras pencapian tujuan publik.

2. Evaluasi kebijakan publik artinya melihat kembati aturan atau kebijakan yang telah dibuat,
apakah ada yang masih belum baik sehingga harus diperbaiki lagi atau memang sudah siap
untuk diterapkan.
Contoh kasus:
1. Kasus Prita Mulyasari
Bermula ketika seorang ibu bernama Prita curhat melalui jejaring sosial facebook
mengenai pelayanan Rumah Sakit Omni Internasional yang tidak memadai di
Tangerang. Dia mengeluarkan kejengkelannya terhadap pelayanan RS yang
diangganya tidak professional. Curhatan Prita diketahui oleh media, sehingga mereka
mengekspos hal ini dalam penerbitan beritanya. Ada yang melalui surat kabar, internet
dan TV yang nyata-nyatanya disaksikan oleh hamper seluruh masyarakat Indonesia.
Akibatnya semua orang membicarakan kasus ini sepanjang waktu, kemudian muncul
pro dan kontra terhadap Prita di masyarakat. Ada pihak yang mendukung Prita dan ada
pihak yang tidak suka kepada Prta. Dipihak lain RS Omni Internasional menggugat
Prita secara Perdata dan Pidana sehingga dia sempat dipenjara karena melakukan
pencemaran nama baik. Hal ini menjadi mengkhawatirkan di dalam masyarakat karena
banyak yang berbeda argument sehingga ditakutkan aka nada pihak-pihak yang
memancing terjadinya keributan. Pada akhirnya pemerintah mengagendakan kasus
Prita sebagai kasus yang harus diselesaikan dengan segera, karena bisa mengganggu
stabilitas nasional. Mulanya Pemerintah berusaha memfasilitasi mediasi antara Prita
dengan pihak RS, namun tidak menemui jalan keluar. Sehingga kasus ini akhirnya
diselesaikan di ranah hukum.

2. Kasus Darsem
Siapa rakyat Indonesia yang tidak tahu Darsem? Dialah seorang WNI yang bekerja
sebagai TKW di Arab Saudi yang akan menjalani hokum pancung akibat membunuh
majikannya sendiri. Awalya berita ini menjadi pembicaraan karena menyangkut nyawa
seseorang, ditambah lagi dia akan dihukum mati di negara orang. Hampir seluruh
media di tanah air memberitakan kasus ini. Daam beberapa hari saja pemberitaan dan
pembicaraan mengenai Darsem semakin banyak didengar. Hal ini juga dikarenakan
sebelumnya juga ada TKW Indonesia yang telah dipancung pemerintah Arab Saudi
yaitu Sumiati. Penyebab dipancungnya Sumiati sama dengan Darsem yaitu membunuh
majikan. Muncul keprihatinan masyarakat Indonesia terhadap Darsem, sebagai salah
satu pahlawan devisa negara dia banyak dibela oleh masyarakat, bahkan ada gerakan
sejuta koin untuk Darsem yang dipelopori oleh masyarakat sebagai bentuk
keprihatinan. Melihat bahwa kasus Darsem ini menjadi hot topik di masyarakat, apalagi
ini menyangkut nyawa seorang WNI di luar negeri, maka pemerintah harus mengalami
kebijakan. Setelah mengadakan perundingan, akhirnya Pemerintah melalui Menteri
Luar Negeri Martin Natalegawa dan juga Dubes RI di Arab Saudi menebus Darsem
dengan sejumlah uang agar bebas dari hokum pancung.

3. Ekologi Administrasi Negara yaitu susatu ilmu yang mempelajai adanya proses saling
mempengaruhi sebagai akibat adanya hubungan normative secara total dan timbal balik
antara pemerintah dengan lembaga-lembaga tertinggi negara maupun antar pemerintah,
vertical-horizontal, dan dengan masyarakatnya.
Pemahaman mengenai pengaruh ekologi terhadap administrasi negara adalah sangat
penting bagi penyelenggara negara. Beberapa faktor ekologi yang sangat berperan
mempengaruhi proses administrasi pada setiap negara adalah faktor lokasi dan poisis
geografis, keadaan dan kekayaan alam, kemampuan penduduk (fisik alamiah).

Sumber Referensi:
Ali Mufiz, 2014, Pengantar Ilmu Administrasi Negara, Tangerang Selatan: Penerbit UT