Anda di halaman 1dari 20

INDIKATOR MUTU UNIT KERJA RSUD TOTO KABILA

HASIL CAPAIAN RATA


TARGET
INDIKATOR JULI AGUS SEPT CAPAIAN
A. Area Klinis
1. Waktu Tunggu Rawat Jalan 75 95 90 ≤60 mnt 87
2. Jam Visite Dokter Spesialis 64 73 68 100 % 68
3. Kelengkapan Asesmen Nyeri 93 82 82 100 % 86
4. Waktu Tunggu Pelayanan Resusitasi (Respon Time Code Blue) 0 0 0 ≤5 mnt 0
5. Waktu Tunggu Pelayanan USG Rawat Inap 46 50 65 80 % 53
6. Kesesuaian Penandatanganan Persetujuan Operasi (Informed Consent) 100 100 100 100 % 100
7.  Peresepan Obat Tidak Sesuai Formularium 0 0 0 0% 0
8.  Kepatuhan Pelaksanaan Protokol Risiko Jatuh 95 84 89 100 % 90
9.  Kesalahan Penulisan Resep (Prescription Errors) 0 0 0 0% 0
10. Pemantauan Status Fisiologis Pasien Pasca Anesthesi setiap 15 menit di Ruang
Pemulihan (RR) 100 100 100 100% 100
11.  Kelengkapan Discharge Summary 87 81 78 90 % 82
12.  Angka Kejadian Phlebitis Akibat Pemasangan Infus Intravena (Kateter Intravena) 32 20 18 5% 23
13. Ketepatan Diet 100 99 97 100% 98.7
14. Pelaksanaan asesmen pra bedah 100 100 100 100% 100
15. Pelaksanaan pemantauan diskrepansi diagnosis pre dan post operasi 0 0 0 0 0
16. Pelaksanaan asesmen pra sedasi dan pra anastesi 100 100 100 100% 100
17. Evaluasi ulang bila terjadi konversi tindakan dari lokal/regional ke general 100 0 0 100% 100
Analisis :

Data diatas menunjukan bahwa

1. Waktu tunggu rawat jalan terbilang lama karena, pasien membutuhkan waktu rata-rata 87 menit untuk mendapatkan pemeriksaan oleh
dokter spesialis. Sedangkan target waktu tunggu rawat jalan adalah ≤60 menit
2. Jam visite dokter spesialis idealnya dilakukan sebelum jam 11.00 wita, tetapi dari hasil analisa capaian indikator hanya sekitar 68 % dari
target capaian 100%. Sehingga disimpulkan sebesar 32 % dokter spesialis, visite di atas jam 11.00 wita.
3. Kelengkapan assesmen nyeri setiap ruangan sudah mencapai 86 % dari target capaian 100 %
4. Belum ada data untuk waktu tunggu pelayanan resusitasi (Respon Time Code Blue)
5. Waktu tunggu pelayanan USG rawat inap belum mencapai target 80 %. Hal ini menunjukan pasien dapat di USG kurang dari 3 hari sejak
orderan dokter n baru mencapai 53%
6. Kesesuaian Penandatanganan Persetujuan Operasi sudah mencapai target dengan presentase 100 %
7. Tidak ada Peresepan Obat Tidak Sesuai Formularium.
8. Kepatuhan Pelaksanaan Protokol Risiko Jatuh sudah di jalankan di semua unit kerja 90% dari target 100%
9. Tidak ada Kesalahan Penulisan Resep
10. Pemantauan Status Fisiologis Pasien Pasca Anesthesi setiap 15 menit di Ruang Pemulihan (RR) selalu dilakukan oleh petugas
di ruang IBS, sehingga target capaian terpenuhi sebesar 100 %.
11. Kelengkapan Discharge Summary selalu diperhatikan oleh petugas yang ada diruangan. Sehingga pasien pulang dapat
membawa resume untuk kontrol kembali saat rawat jalan. Hal ini ditunjukan pada presentase capaian indikator sebesar 82%.
12. Angka Kejadian Phlebitis Akibat Pemasangan Infus Intravena (Kateter Intravena) masih ditemukan di unit kerja, terbukti
dengan presentase 23% kejadian plebitis yang terjadi di unit kerja. Sedangkan batas capaian untuk phlebitis adalah hanya 5 %.
Rekomendasi

Direktur RSUD Toto Kabila

dr. Serly Daud, M.Kes


NIP. 19740818 200604 2 005
INDIKATOR MUTU UNIT KERJA RSUD TOTO KABILA
HASIL RATA
CAPAIAN TARGET
INDIKATOR JULI AGUS SEPT CAPAIAN
A. Area Keselamatan Pasien
1. Persentase Pelaksanaan Prosedur Identifikasi Pasien Oleh Petugas Kesehatan 94 93 93 100 % 93
2. Persentase Kesesuaian Pengisian Form Handover Yang Dilakukan Oleh Petugas Kesehatan 100  91 91 >90 %  94
3. Persentase Pelaksanaan Komunikasi Efektif Verbal Atau Via Telepon Yang Dilakukan
Readback Dan Verifikasi Dalam 1x24 Jam 79 81 86 100 %  82
4. Persentase Pelaporan Critical Value Hasil Pemeriksaan Diagnostik Laboratorium 47 54  45 100 %  49
5. Persentase Permintaan (prescription/ R/) Elektrolit Konsentrasi Pekat (NaCl 3% , 7,46%) yang
diencerkan di Instalasi Farmasi - - - 100 % -
 10
6. Persentase Pelaksanaan Prosedur Marking Site
100 100 0 100 %  100
7. Kelengkapan Pengisian Format Check List Keselamatan Pasien Pada Pasien dengan Tindakan  10
Pembedahan Dengan Sedasi dan local Anestesi, dan Prosedur Diagnostik Invasive 100  100 0 100 %  100
8. Persentase Kepatuhan Petugas Kesehatan Dalam Melakukan Kebersihan Tangan Dengan
Metode Enam Langkah Dan Lima Momen 67  74  79 80%  73
9. Insiden Pasien Jatuh Selama Perawatan Rawat Inap Di Rumah Sakit 0 0  0 0%  0
Analisa :

Data diatas menunjukan bahwa :

1. Persentase Pelaksanaan Prosedur Identifikasi Pasien Oleh Petugas Kesehatan sudah mencapai 93% dari target capaian 100% artinya
hampir seluruh tindakan yang akan dilakukan oleh petugas, selalu diawalai dengan identifikasi pasien.
2. Persentase Kesesuaian Pengisian Form Handover Yang Dilakukan Oleh Petugas Kesehatan sudah 94% capaiannya dari target ≥90% .
3. Persentase Pelaksanaan Komunikasi Efektif Verbal Atau Via Telepon Yang Dilakukan Readback Dan Verifikasi Dalam 1x24 Jam sebesar
82 % dari target capaian 100 %, dan sisanya 18% di verifikasi lebih dari 1 x 24 jam.
4. Persentase Pelaporan Critical Value Hasil Pemeriksaan Diagnostik Laboratorium sebesar 49% dari capaian target 100%. Dari presentase
ini dapat disimpulkan sekitar 51 % hasil pemeriksaan diagnostik laboratorium dilaporkan pada dokter lebih dari 30 menit sejak dilakukan
pemeriksaan.
5. Persentase Permintaan (prescription/ R/) Elektrolit Konsentrasi Pekat (NaCl 3% , 7,46%) yang diencerkan di Instalasi Farmasi (tidak ada
data)
6. Persentase Pelaksanaan Prosedur Marking Side sudah memenuhi target capaian indikator sebesar 100%.
7. Kelengkapan Pengisian Format Check List Keselamatan Pasien Pada Pasien dengan Tindakan Pembedahan Dengan Sedasi dan local
Anestesi, dan Prosedur Diagnostik Invasive sudah mencapai target 100%.
8. Persentase Kepatuhan Petugas Kesehatan Dalam Melakukan Kebersihan Tangan Dengan Metode Enam Langkah Dan Lima Momen sudah
mencapai 73% dari 80% standar capaian.
9. Tidak ada Insiden Pasien Jatuh Selama Perawatan Rawat Inap Di Rumah Sakit selama bulan juli, agustus, september 2018 sehingga target
capaian untuk indikator terpenuhi yaitu sebesar 0 %.
Rekomendasi
INDIKATOR MUTU UNIT KERJA RSUD TOTO KABILA

HASIL
RATA
CAPAIAN TARGET
INDIKATOR JULI AGUS SEPT CAPAIAN
A. Area Manajerial
1. Ketersediaan stok obat penting (kritikal) bagi pasien yang dibutuhkan di rumah sakit
0 22 28 100 % 17
2. Ketersediaan Reagen di laboratorium
99 98 97 ≥80 % 98
3. Insiden Rate Tertusuk Jarum
0 1 0 0% 0
4. Kepuasan Pelanggan
90 90 90 ≥90 % 90
5. Kepuasan Pegawai
72 72 72 ≥90 % 72
6. Trend 10 Besar Diagnose Dan Data Demografi Yang Bersangkutan
-
7. Persentase realisasi penerimaan dibandingkan dengan target penerimaan
100 %
8. Kecepatan Respon terhadap Komplain (KRK)
≥75 % 33%
9. Rasio Pendapatan PNBP Terhadap Biaya Operasional (PB)
≥82%
10.Terlaksananya Pemantauan Fungsi Peralatan Critical secara Rutin  10
100 100 0 100 % 100
11. Terkalibrasinya Seluruh Alat Critical.
100  100 100 100 % 100
12. Ketersediaan handrub di rumah sakit

Analisa :

Data diatas menunjukan bahwa :


1. Ketersediaan stok obat penting (kritikal) bagi pasien yang dibutuhkan di rumah sakit, presentasenya hanya mencapai 17%
dari 100% standar.
2. Presentase Ketersediaan Reagen di laboratorium sudah mencapai 98% dari capaian target 80%
3. Insiden Rate Tertusuk Jarum mencapai target capaian 0%.
4. Presentase Kepuasan Pelanggan sudah mencapai standar 90%
5. Presentase Kepuasan pegawai sebesar 72% dari 90% standar capaian.
6. Trend 10 Besar Diagnose Dan Data Demografi Yang Bersangkutan
7. Persentase realisasi penerimaan dibandingkan dengan target penerimaan
8. Kecepatan Respon terhadap Komplain (KRK) sebesar 33%, dari 75% standar capaian.
9. Rasio Pendapatan PNBP Terhadap Biaya Operasional (PB)
10. Terlaksananya Pemantauan Fungsi Peralatan Critical secara Rutin sudah mencapai target yakni 100%
11. Terkalibrasinya Seluruh Alat Critical presentase bulan juli 100% , hal ini sudah sesuai target capaian indikator
Rekomendasi

Direktur RSUD Toto Kabila

dr. Serly Daud, M.Kes


NIP. 19740818 200604 2 005
INDIKATOR UTAMA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TOTO KABILA

AREA KLINIS INDIKATOR MUTU

1. Pencegahan dan pengendalian infeksi, Angka kejadian infeksi aliran darah perifer
surveilans dan pelaporan (Plebitis)

AREA KESELAMATAN PASIEN INDIKATOR MUTU

1. Pengurangan risiko infeksi terkait Persentase kepatuhan petugas kesehatan


pelayanan kesehatan dalam melakukan kebersihan tangan dengan
metode enam langkah dan lima momen

AREA MANAJERIAL INDIKATOR MUTU

1. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan


Kurangnya ketersediaan handrub
obat penting untuk memenuhi kebutuhan
pasien
1. Profil Indikator: Angka Kejadian Phlebitis Akibat Pemasangan Infus Intravena

KLINIS, INSIDEN, KESELAMATAN,


Area Pengukuran
MANAJERIAL PPI, JCI LIBRARY OF MEASURES
,

Aspek Spesifik Klinik / Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Surveilans dan Pelaporan

Safety, Access, Appropriateness, Acceptability,


Dimensi Mutu
Effectiveness, Efficiency

Angka Kejadian Phlebitis Akibat Pemasangan Infus Intravena (Kateter


Judul Indikator
Intravena)

Definisi Phlebitis merupakan inflamasi pada vena, yang ditandai dengan adanya daerah
Operasional yang merah, nyeri dan pembengkakan di daerah penusukan atau sepanjang vena

Tujuan Untuk memantau tingkat kejadian phlebitis akibat pemasangan infus


Peningkatan
Mutu

Numerator (N) Jumlah kasus Phlebitis

Denominator (D) Seluruh pasien yang terpasang infus (kateter intravena)

Kriteria Inklusi Pasien rawat inap yang terpasang infus (kateter intravena)

Kriteria Eksklusi Pasien rujukan yang terpasang infus

Alasan Pemilihan Terwujudnya penyelenggaraan sistem pelayanan keperawatan berbasis mutu dan
Indikator keselamatan pasien dalam pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit

Tipe Indikator Struktur/Input, Proses, Output, Outcome

Numerator (N )
Formula x 100 ‰=… ‰
Denominator (D)

Jangka Waktu Setiap bulan


Laporan

Frekuensi Harian, Mingguan, Bulanan,


Penilaian Data
Metodologi Retrospectif, Concurrent,
Pengumpulan
Data

Target Sampel & Semua pasien yang terpasang infus intravena


Sample Size Total sampling

Area Monitoring

Nilai Ambang / ≤5%


Standar (Target)

1. Setiap hari PIC Pengumpul data mengumpulkan data kejadian Phlebitis akibat
pemasangan infus intravena, dan melakukan rekapitulasi jumlah numerator,
denominator, pencapaian sesuai formula.

2. Setiap bulan PIC mengkalkulasi jumlah numerator, denominator dan


pencapaian indikator sesuai formula dan dibandingkan dengan target serta
Jelaskan
dianalisis sederhana, dilaporkan keatasan langsung dan ditembuskan ke UPM.
Pengumpulan
Data Dan 3. Setiap tiga bulan Ketua Pelaksana Program Mutu membuat laporan triwulan
Analisanya dengan merekapitulasi hasil capaian bulanan disajikan dalam grafik kontrol
yang dibandingkan dengan target, lengkap dengan interpretasi dan analisis
dari bulan ke bulan, bandingkan dengan praktek klinik terbaik, standar
nasional dan rumah sakit lain bila ada serta laporan pelaksanaan program
peningkatan mutu FOCUS-PDCA bila target tidak tercapai. Laporannya
dilaporkan ke atasan langsung dan ditembuskan ke UPM.

Tingkat Instalasi: Penanggung Jawab Program Mutu Mendiseminasikan hasil


Jelaskan pencapaian mutu keseluruh staf di wilayah kerjanya.
Bagaiman Data
Tingkat Rumah Sakit: Diseminasi dilakukan oleh Direktur Utama dengan
Akan Diseminasi
instalasi/bidang/bagian terkait.
Ke Staff
Format pencatatan

Pasien Rawat inap yang terpasang kateter intravena

INTRAVENA (KATETER
INTRAVENA) PER HARI
JUMLAH PASIEN YANG
PPA

KASUS PHLEBITIS PER

PHLEBITIS TERJADI
TERPASANG INFUS

NAMA PASIEN
TANGGAL

PROFESI

NAMA

KET
NO RM
HARI

NO
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Nama Alat Audit:
1

Lampirkan Alat 2
Audit:
3

dst

Catatan

Buat rincian pada kolom 4 sampai kolom 10 jika terjadi kasus phlebitis

Angka Numerator Jumlah kasus phlebitis pada kolom 3

Angka Jumlah seluruh pasien yang terpasang infus


Denominator intravena (kateter perifer) pada kolom 2

2. Persentase Kepatuhan Petugas Kesehatan Dalam Melakukan Kebersihan Tangan


Dengan Metode Enam Langkah Dan Lima Momen

KLINIS, INSIDEN, KESELAMATAN,


Area
Pengukuran
MANAJERIAL PPI, JCI LIBRARY OF MEASURES
,
Aspek Spesifik SIKP 5/ Mengurangi Risiko Infeksi Akibat Perawatan Kesehatan

Safety, Access, Appropriateness,


Dimensi Mutu
Acceptability, Effectiveness, Efficiency

Judul Indikator Persentase Kepatuhan Petugas Kesehatan Dalam Melakukan


Kebersihan Tangan Dengan Metode Enam Langkah Dan Lima
Momen

Kepatuhan cuci tangan adalah ketaatan petugas dalam melakukan


prosedur cuci tangan dengan menggunakan metode 6 langkah dan lima
momen. Lima momen yang dimaksud adalah :
Definisi 1. Sebelum kontak dengan pasien
Operasional 2. Sebelum melaksanakan tindakan aseptic
3. Setelh kontak dengan pasien
4. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien
Setelah kontak dengan alat dan lingkungan sekitar pasien

Tujuan
Tergambarnya upaya rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien
Peningkatan
khususnya dari infeksi rumah sakit
Mutu

Jumlah komulatif kegiatan lima momen petugas yang diawali dengan


Numerator (N) melakukan kebersihan tangan metode enam langkah yang tepat dan benar
dalam suatu periode survey (momen)

Jumlah komulatif seluruh kegiatan lima momen petugas yang seharusnya


Denominator
diawali dengan melakukan kebersihan tangan metode enam langkah yang
(D)
tepat dan benar dalam periode survey yang sama (momen)

Kriteria Inklusi semua karyawan RSUD Toto Kabila

Kriteria Karyawan RSUD Toto Kabila yang sedang menjalani cuti, dan tugas
Eksklusi belajar di luar gorontalo

Cuci tangan adalah salah satu prosedur yang paling penting dalam
mencegah infeksi nosokomial. Tangan adalah 'instrumen' yang digunakan
untuk menyentuh pasien, memegang alat, perabot rumah sakit dan juga
Alasan untuk keperluan pribadi seperti makan. Ignaz Semmelweis adalah orang
Pemilihan pertama yang menunjukkan pentingnya penularan infeksi melalui tangan.
Indikator Ketika ia menjadi staf dokter di rumah sakit di Vienna pada tahun 1840-
an ia memperhatikan bahwa cuci tangan ternyata dapat mencegah
penularan infeksi. Sejak itu, ditunjang dengan penelitian, cuci tangan jadi
komponen paling penting dalam pencegahan infeksi.

Tipe Indikator Struktur/Input, Proses, Output, Outcome

Numerator ( N )
Formula x 100 %=… %
Denominator (D)

Jangka Waktu Setiap 3 bulan


Laporan
Frekuensi Harian, Mingguan, Bulanan,
Penilaian Data

Metodologi Retrospectif, Concurrent,


Pengumpulan
Data

Hanya bisa surveilans (observasi langsung) dengan purposive sampling


Target Sampel
ketika ada kegiatan yang seharusnya dilakukan kebersihan tangan dengan
& Sample Size
metode enam langkah dan lima momen.

Area Semua Area Klinis


Monitoring

Nilai Ambang / ≥80%


Standar
(Target)

1. Setiap hari PIC Pengumpul data mengumpulkan data kepatuhan lima


momen dan enam langkah dalam melakukan kebersihan tangan, dan
melakukan rekapitulasi jumlah numerator, denominator, pencapaian
sesuai formula.

2. Setiap bulan PIC mengkalkulasi jumlah numerator, denominator dan


pencapaian indikator sesuai formula dan dibandingkan dengan target
Jelaskan serta dianalisis sederhana, dilaporkan keatasan langsung dan
Pengumpulan ditembuskan ke UPM.
Data Dan
Analisanya 3. Setiap tiga bulan Ketua Pelaksana Program Mutu membuat laporan
triwulan dengan merekapitulasi hasil capaian bulanan disajikan dalam
grafik kontrol yang dibandingkan dengan target, lengkap dengan
interpretasi dan analisis dari bulan ke bulan, bandingkan dengan
praktek klinik terbaik, standar nasional dan rumah sakit lain bila ada
serta laporan pelaksanaan program peningkatan mutu FOCUS-PDCA
bila target tidak tercapai. Laporannya dilaporkan ke atasan langsung
dan ditembuskan ke UPM.

Jelaskan Tingkat Instalasi: Penanggung Jawab Program Mutu Mendiseminasikan


Bagaiman Data hasil pencapaian mutu keseluruh staf di wilayah kerjanya.
Akan
Diseminasi Ke Tingkat Rumah Sakit: Diseminasi dilakukan oleh Direktur Utama
Staff dengan instalasi/bidang/bagian terkait.

Nama Alat Alat Audit : Kertas Kerja Monitoring


Audit:

Lampirkan Alat
Audit:
BLANKO SURVEY KEPATUHAN MELAKUKAN HAND HYGIENE
INSTALASI : RUANG: HARI: TANGGAL: JAM:………….SAMPAI………… OBSERVER :
NO TENAGA KESEHATAN SBL KONT STL KONT SEBELUM STL TERPAPAR STL KONTAK KEPATUHAN
PASIEN PASIEN TINDAKAN CAIRAN LINGKUNGAN HAND HYGIENE
1 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
2 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
3 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
4 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
5 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
6 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
7 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
8 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
9 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
10 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
11 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
12 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
13 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
14 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
15 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
16 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
17 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
18 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
19 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
20 D P CS PL PR FT PG DM MP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
TOTAL
% KEPATUHAN % %
Keterangan :
D : Dokter PG : Petugas gisi
P : Perawat DM : Dokter Muda
CS : Cleaning service MP : Mahasiswa perawat
PL : Petugas lab Kepatuhan melakukan hand hygiene :1. Hand hygiene sebelum dan sesudah kontak dengan pasien
PR : Petugas radiologi 2. Hand Hygiene sebelum melakukan tindakan
FT ; Fisioterapi 3. Hand Hygiene setelah terpapar cairan tubuh pasien
4. Hand hygiene setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien

3. Kurangnya ketersediaan handrub

KLINIS, INSIDEN, KESELAMATAN,


Area Pengukuran
MANAJERIAL PPI, JCI LIBRARY OF MEASURES
,
Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat penting untuk memenuhi
Aspek Spesifik
kebutuhan pasien

Safety, Access, Appropriateness, Acceptability,


Dimensi Mutu
Effectiveness, Efficiency

Judul Indikator Kurangnya ketersediaan handrub

Definisi Handrub adalah antiseptic untuk mengurangi bakteri tanpa mempengaruhi


Operasional flora kulit

Tujuan Tergambarnya komitmen rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan pasien


Peningkatan yang dibutuhkan secara rutin untuk mencegah infeksi
Mutu

Numerator (N) Jumlah handrub yang tersedia di rumah sakit

Denominator (D) Jumlah yang dibutuhkan di rumah sakit yang seharusnya tersedia dalam 1 bulan

Kriteria Inklusi Stok handrub yang harus tersedia di rumah sakit


Kriteria Eksklusi

Indikator ini digunakan untuk menggambarkan manajemen pengadaan rutin


Alasan Pemilihan
peralatan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pasien. Apabila ketersediaan
Indikator
peralatan dipenuhi oleh rumah sakit maka dapat mencegah infeksi

Tipe Indikator Struktur/Input, Proses, Output, Outcome

Numerator (N )
Formula x 100 ‰=… ‰
Denominator (D)

Jangka Waktu Setiap bulan


Laporan

Frekuensi Harian, Mingguan, Bulanan,


Penilaian Data

Metodologi Retrospectif, Concurrent,


Pengumpulan
Data

Target Sampel & Seluruh unit kerja yang tersedia handrub


Sample Size Total sampling

Area Monitoring

Nilai Ambang / 100 %


Standar (Target)

1. Setiap hari PIC Pengumpul data mengumpulkan data ketersediaan handrub,


dan melakukan rekapitulasi jumlah numerator, denominator, pencapaian
sesuai formula.

2. Setiap bulan PIC mengkalkulasi jumlah numerator, denominator dan


pencapaian indikator sesuai formula dan dibandingkan dengan target serta
Jelaskan
dianalisis sederhana, dilaporkan keatasan langsung dan ditembuskan ke UPM.
Pengumpulan
Data Dan 3. Setiap tiga bulan Ketua Pelaksana Program Mutu membuat laporan triwulan
Analisanya dengan merekapitulasi hasil capaian bulanan disajikan dalam grafik kontrol
yang dibandingkan dengan target, lengkap dengan interpretasi dan analisis
dari bulan ke bulan, bandingkan dengan praktek klinik terbaik, standar
nasional dan rumah sakit lain bila ada serta laporan pelaksanaan program
peningkatan mutu FOCUS-PDCA bila target tidak tercapai. Laporannya
dilaporkan ke atasan langsung dan ditembuskan ke UPM.

Jelaskan Tingkat Instalasi: Penanggung Jawab Program Mutu Mendiseminasikan hasil


Bagaiman Data
pencapaian mutu keseluruh staf di wilayah kerjanya.

Akan Diseminasi Tingkat Rumah Sakit: Diseminasi dilakukan oleh Direktur Utama dengan
Ke Staff instalasi/bidang/bagian terkait.

Format pencatatan

Ketersediaan Handrub di unit kerja

Nama Alat Audit:


1 2 3
Lampirkan Alat
Audit:

Angka Numerator Jumlah handrub yang tersedia di rumah sakit

Angka Jumlah yang dibutuhkan di rumah sakit yang


Denominator seharusnya tersedia dalam 1 bulan