Anda di halaman 1dari 16

Kelompok 5

Annisa Suci Rahmadani 1571041009


Delila Ayutami
1571041022
Ira Novia Fridayanti
1571040036

PERKEMBANGAN
EMOSI DAN
GENDER

EMOSI

Pengertian
Perasaan atau efek yang muncul
ketika seseorang berada dalam
sebuah
kondisi
atau
sebuah
interaksi yang penting baginya.

Emosi

Setiap kegiatan atau pergelakan


pikiran, perasaan, nafsu, setiap
keadaan mental yang hebat dan
meluap-luap.
Suatu respon terhadap perangsang
yang
menyebabkan
perubahan
fisiologis disertai perasaan yang
kuat dan biasanya mengandung
kemungkinan untuk meletus.

Amara
h
Kesedih
an

Rasa
takut
Kenikmat
an

Cinta
Bentukbentuk
emosi
Jengk
el

Malu
Terkej
ut

Faktor-faktor yang mempengaruhi


perkembangan emosi
Perubahan jasmani atau fisik
Perubahan dalam hubungan dengan orangtua
Perubahan dalam hubungan dengan temanteman
Perubahan pandangan luar
Perubahan dalam hubungannya dengan sekolah

Hubungan antara emosi dan


tingkah laku
Respons yang cepat tapi ceroboh
Mendahulukan perasaan kemudian pikiran
Memperlakukan realitas sebagai realitas
simbolik
Masa lampau diposisikan sebagai masa
sekarang
Realitas yang ditentukan oleh keadaan

Emosi
Remaja
Remaja tidak lagi mengungkapkan amarahnya dengan
cara gerakan amarah yang meledak-ledak, melainkan
dengan menggerutu, tidak mau berbicara, atau dengan
suara keras mengritik orang-orang yang menyebabkan
marah.
Remaja juga iri hati terhadap orang-orang yang memiliki
benda lebih banyak.
Tidak mengeluh dan menyesali diri sendiri, seperti yang
dilakukan anak-anak.
Suka bekerja sambilan agar dapat memperoleh uang
untuk membeli barang yang diinginkan atau bila perlu
berhenti sekolah untuk mendapatkannya

GENDER

Pengaruh Biologis
Terhadap Gender
Pubertas memperkuat aspek-aspek seksual dari
sikap dan perilaku gender (Galambos, 2014). Ketika
tubuh dialiri oleh hormon, anak perempuan mulai
berperilaku feminin, sementara laki-laki berperilaku
maskulin. Peningkatan penggabungan seksualitas
ke dalam perilaku gender pada remaja dapat
meningkatkat
periaku
sterotip
laki-laki
dan
perempuan, khususnya ketika mereka berinteraksi
dengan jenis kelamin lain. Dengan demikian,
perempuan mungkin menampilkan perilaku yang
sensitif, hangat dan berusara lembut ketika
menghadapi laki-laki yang ingin diajak kencan.
Sementara itu laki-laki menampilkan perilaku yang
asertif, sombong dan kuat, karena mereka
beranggapan bahwa perilaku semacam itu dpat
meningkatkan seksualitasnya.

Pengaruh Sosial Terhadap


Gender
Pengaruh
orang tua

Pengaruh
sekolah dan
guru

Pengaruh
Saudara
kandung
Pengaruh
media
massa

Pengaruh
teman
sebaya
Pengaruh
kognitif

Teori perkembangan
kognitif mengenai gender
Teori skema gender

Stereotip, Perbedaan dan


Persamaan Gender
Stereotip
Gender
Kategori luas yang mencerminkan berbagai
Stereot
ip

kesan dan keyakinan kita mengenai


perempuan dan laki-laki.
Mengandung gambaran mengenai
anggota tipikal dari suatu kategori
sosial tertentu.

Prasangka dan diskriminasi terhadap individu


sehubungan dengan jenis kelaminnya
Old fashioned
sexism
Ditandai
oleh
sikap
yang
membenarkan peran gender
tradisional,
perbedaan
perlakuan terhadap laki-laki dan
perempuan, serta stereotip yang
menyatakan bahwa perempuan

Sexsi
m

Modern
sexism
Ditandai
oleh
penyangkalan
terhadap diskriminasi yang masih
berlangsung,
sikap
antagonis
terhadap
tuntuan
perempuan,
kurangnya
dukungan
terhadap
berbagai kebijakan yang dirancang

Perbedaan dan persamaan


gender
Persamaan dan perbedaan fisik
Suatu bagian dari hipotalamus yang terlibat dalam perilaku
sekual pada laki-laki lebih besar dibandingkan pada perempuan
(Swaab dkk., 2001).
Daerah corpus callosumjaringan yang memungkinkan
komunikasi antara kedua hemisfer otakcenderung lebih besar
pada perempuan dibandingkan pada laki-laki (le Vay, 1994).
Sebuah daerah di lobus parietal yang berfungsi dalam
keterampilan visuouspasial cenderung lebih besar pada laki-laki
dibandingkan pada perempuan (Frederikse dkk., 2000).
Area di otak yang terlibat dalam ekspresi emosi, cenderung
memperlihatkan aktivitas metabolisme yang besar pada
perempuan dibandingkan pada laki-laki (Gur dkk. 1995).

Perbedaan dan perbedaan


kognitif (Santrock, 2007)
Eleanor Maccoby dan Carol Jacklin (1974) menyimpulkan bahwa laki-laki
memiliki keterampilan matematika dan visuospasial, jenis keterampilan yang
diperlukan oleh arsitek untuk merancang sudut dan dimensi bangunan) yang
lebih baik dibandingkan perempuan, sementara perempuan memiliki
kemampuan verbal yang lebih baik dibandingkan laki-laki.

Maccoby (1987) berkesimpulan bahwa perbedaan verbal antara


perempuan dan laki-laki menghilang namun perbedaan
matematika dan visuospasial masih tetap ada.
Janet Shibley Hyde (1993, 2004; Hyde & Mezulis, 2001),
berpendapat bahwa perbedaan kognitif antara perempuan dan
laki-laki itu terlalu dibesar-besarkan. Meskipun demikian,
beberapa peneliti mengemukan bahwa laki-laki memiliki
keterampilan visuouspasial yang lebih baik dibandingkan
perempuan (Blakemore, Barenbaum, & Liben, 2005; Ruble, Martin,
& Barenbaum, 2006).

Persamaan dan Perbedaan


Sosio-emosional
Emosi
dan
regulasin
ya

Agresi

Komunik
asi
dalam
relasi

Perilaku
prososi
al

Klasifikasi peran
gender
Maskulin,
feminitas,
andorgini
Konteks,
budaya
dan peran
Andorgini
dan
pendidika
n

Maskulinitas
tradisional
dan masalah
perilaku pada
remaja lakilaki

Tansende
nsi peran
gender

Daftar Pustaka
Ali, Muhammad, Muhammad Asrori. 2015.
Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik.
Jakarta: Bumi Aksara
Hurlock,
Elizabeth
B.
1980.
Psikologi
Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang
Rentang Kehidupan, Edisi Kelima. Jakarta:
Erlangga
Santrock, John W. 2007. Remaja Edisi 11 Jilid 1.