Anda di halaman 1dari 47

Nama : Dr.

dr Sulaiman Yusuf, SpAK


Tempat/Tanggal lahir : Adan-Sigli, 02-02-1963

Pendidikan :
- S1 : FK Unhas Makassar , 1991
- Spesialis : Spesialis Anak , FK USU 2001
- SpA(K) : Gastroentero-Hepatologi : FKUI 2011
- S3 : FK UGM, Yogyakarta (2015)

Pekerjaan /jabatan ;
- Kepala Divisi Gastroentero-hepatologi BIKA FK Unsyiah
- Kepala Bagian IKA FK Unsyiah/RSUDZA (2013-skrg)
SAKIT PERUT BERULANG
PADA ANAK
Sulaiman Yusuf
Divisi Gastrohepatologi
Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM
Definisi
Prevalens
Patofisiologi
Organik vs fungsional
Alarm signs
Kriteria Rome III
Bagaimana evaluasi?
Bagaimana mengobati?
Hubungan dengan H pylori
Apley, 1958
Sakit perut 3 kali atau lebih selama
minimal 3 bulan dan
mengganggu aktivitas
Sebagian besar kasus adalah
fungsional
Kriteria Rome II
(12 minggu)

• Dispepsia fungsional
• Irritable Bowel Syndrome ( IBS)
• Nyeri perut fungsional
• Migren abdominal
• Aerofagia
Kriteria Rome III
(2 bulan)
• Kolik infantil
• Dispepsia fungsional
• Irritable Bowel Syndrome ( IBS)
• Migren abdominal
• Nyeri perut fungsional
• Sindrom nyeri perut fungsional
Definisi
Prevalens
Patofisiologi
Organik vs fungsional
Alarm signs
Kriteria Rome III
Bagaimana evaluasi?
Bagaimana mengobati?
Hubungan dengan H pylori
• Gejala yang sering dikeluhkan oleh anak
dan remaja
• Dialami oleh 7 – 15% anak usia 4 – 16
tahun
• 75% remaja pernah mengalami sakit
perut, 21 % diantaranya mengganggu
aktivitas
• Laki-laki : perempuan sama pada anak,
pada remaja perempuan lebih sering
• Kelainan organik hanya 5 – 10%
Dihubungkan dengan
• Absensi sekolah
• Kunjungan ke dokter anak
• Pertengkaran dalam keluarga
• Depresi dan kecemasan anak sendiri
Definisi
Prevalens
Patofisiologi
Organik vs fungsional
Alarm signs
Kriteria Rome III
Bagaimana evaluasi?
Bagaimana mengobati?
Hubungan dengan H pylori
• Kelainan struktural
• Inflamasi
• Infeksi
• Lain lain
• Hipersensitivitas visceral
• Tingkat saluran cerna
• Medulla spinalis
• Otak
• Activation of intrinsic primary
afferent neuron (IPANS)
• Genetik
Girus Post centralis (bilateral)

Mid brain (thalamus)

medulla

Nucleus in dorsalis root

Serabut saraf A Serabut saraf C


(kulit, otot) (viseral, peritoneum, otot dalam)
Nyeri tajam, terlokalisasi Nyeri tumpul , tidak terlokalisasi
Lambung , hati, pankreas, traktus
biliaris, duodenum proksimal
 EPIGASTRIUM
Duodenum distal, jejunum, ileum,
sekum, kolon proksimal
Kolon transversum distal, kolon
 UMBILIKAL
desendens, sigmoid, rektum,
traktus urinarius, organ genitalia
dalam  SUPRAPUBIK
Definisi
Prevalens
Patofisiologi
Organik vs fungsional
Alarm signs
Kriteria Rome III
Bagaimana evaluasi?
Bagaimana mengobati?
Hubungan dengan H pylori
Fungsional Organik

Ramchdani
Persistensi Kriteria
gejala
Psikogenik sampai Rome II Alarm sign
usia remaja
Riwayat Rome III
keluarga
Definisi
Prevalens
Patofisiologi
Organik vs fungsional
Alarm signs
Kriteria Rome III
Bagaimana evaluasi?
Bagaimana mengobati?
Hubungan dengan H pylori
• Penurunan BB dan TB • Organomegali
• Perdarahan GI • Massa
• Muntah (bilious) • Nyeri ketok CVA
• Diarea kronik • Kelainan perianal
• Lokasi nyeri (fisura, ulkus, skin tag)
menjauhi umbilikus • Artritis
• Nyeri kuadran kanan
atas dan bawah
• Riwayat keluarga IBD
• Gejala sistemik (+)
Definisi
Prevalens
Patofisiologi
Organik vs fungsional
Alarm signs
Kriteria Rome III
Bagaimana evaluasi?
Bagaimana mengobati?
Hubungan dengan H pylori
• Kolik infantil
• Dispepsia fungsional
• Irritable Bowel Syndrome ( IBS)
• Migren abdominal
• Nyeri perut fungsional
• Sindrom nyeri perut fungsional
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Kolik infantil
Bayi usia sampai 4 bulan, memenuhi
kriteria berikut :
1. Tangisan paroksismal yang dimulai dan
berhenti tiba-tiba
2. Episode 3 jam/hari, selama 3 hari/minggu
berlangsung > 1 minggu
3. Tidak terdapat gagal tumbuh
Kolik infantil…

Terminologi
Infantile colic
Three months colic
Evening colic
Paroxysmal fussing'
Kolik infantil…
Etiologi
• Setelah 40 tahun penelitian, penyebab kolik
infantil masih tidak jelas
• Penyebab organik → kurang dari 5 %
• Gastrointestinal
• Problem perilaku
• Bentuk ekstrim dari tangisan normal
• Gabungan dari berbagai etiologi
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Kolik infantil…
Gastrointestinal
• Alergi susu sapi
• Intoleransi laktosa
• Peningkatan inflamasi, mikroflora dan
gas dalam usus
• Motilin → hiperperistalsik → nyeri
abdomen dan kolik
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Altered Fecal Microflora and Increased Fecal


Calprotectin in Infants with Colic
Rhoads MJ, Fatheree NJ, Norori J, Liu Y, Lucke FJ, Tyson EJ,
Ferris MJ. J Pediatr 2009

Conclusion:
Gut inflammation and an
altered, less diverse fecal
flora are seen in infants with
colic.
Although causality cannot be
assumed, we have identified
an organism that might be
pathogenically linked to the
condition
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Kolik infantil…
Problem perilaku
Interaksi dengan orangtua
Temperamen sulit
Reaksi tidak adekuat dari orangtua
Kelelahanan dan kecemasan orangtua
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Kolik infantil…
Bentuk ekstrim dari tangisan normal
• Tangisan pada bayi mencapai puncak pada
usia 6 minggu
• Menurun sampai sekitar usia 4 bulan
• Variasi diurnal normal pada sore hari
• Bayi kolik → 241 to 300 menit per hari
• Bayi normal → 103 to 112 menit per hari
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Total crying time in infants


Brazelton TB. Crying in infancy. Pediatrics 1962

Crying/24 hours

75 Percentile

25 Percentile

Age in weeks
Penyebab organik kolik infantil

CNS Gastrointestinal Trauma/infeksi

Hematoma Hernia Otitis media


subdural Konstipasi ISK
Alergi susu sapi Infeksi virus
Meningitis Refluks Fraktur
Intoleransi laktosa Child abuse
Anal/rectal fissure Benda asing di
Acute abdomen mata atau telinga
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Dispepsia fungsional
Memenuhi semua kriteria :
1. Sakit berulang atau rasa tidak enak di atas
umbilikus
2. Tidak membaik dengan defekasi atau
perubahan frekuensi dan bentuk tinja
3. Tidak terdapat bukti kelainan inflamasi,
anatomi, metabolik atau neoplasma
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Irritable Bowel Syndrome (IBS)


Memenuhi kedua kriteria berikut :
1. Rasa tidak enak/nyeri di perut berhubungan
dengan 2 atau lebih hal dibawah ini :
a. Membaik dengan defekasi
b. Berhubungan dengan frekuensi defekasi
c. Berhubungan dengan bentuk tinja
2. Tidak terdapat bukti kelainan inflamasi,
anatomi, metabolik atau neoplasma
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Migren abdominal
Memenuhi semua kriteria :
1. Nyeri perut paroksismal di periumbilikal dalam
waktu 1 jam atau lebih
2. Sehat diantara episode serangan
3. Nyeri tidak berhubungan dengan aktivitas
4. Nyeri berhubungan dengan 2 gejala berikut
(anoreksia, mual, muntah, sakit kepala, fotofobia,
pucat)
5. Tidak terdapat bukti kelainan inflamasi, anatomi,
metabolik atau neoplasma
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Nyeri perut fungsional


Memenuhi semua kriteria :
1. Nyeri perut yang episodik atau terus
menerus
2. Tidak memenuhi kriteria lain
3. Tidak terdapat bukti kelainan
inflamasi, anatomi, metabolik atau
neoplasma
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Sindrom nyeri perut fungsional

Memenuhi kriteria nyeri perut


fungsional ditambah 1 atau lebih hal
berikut :
1. Kehilangan fungsi sehari hari
2. Tambahan gejala somatik seperti sulit
tidur, sakit kepala, nyeri di lengan
atau tungkai atau tulang belakang
Definisi
Prevalens
Patofisiologi
Organik vs fungsional
Alarm signs
Kriteria Rome III
Bagaimana evaluasi?
Bagaimana mengobati?
Hubungan dengan H pylori
• Lokasi nyeri
• Kualitas nyeri (rasa penuh, terbakar,
tertekan, tajam)
• Frekuensi
• Lama nyeri
• Timing (makan, stres, malam hari)
• Gejala penyerta (sakit kepala, mual,
muntah, fotofobia, pucat)
Alarm signs
(Tanda bahaya)
• DPL
• LED
• SGOT/SGPT, GGT, bilirubin
• Urinalisis, kultur urin
• Tinja, darah samar
• BHT
• USG
•Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Penyebab SPB organik


• Konstipasi kronis • Kolelitiasis
• Intoleransi laktosa • Kolesistitis
• Infeksi parasit • Kista duktus koledokus
• Asupan sorbitol atau • Epilepsi abdomen
• Purpura Henouch-
fruktosa Schonlein
• Ulkus peptikum • ISK
• Esofagitis • Hidronefrosis
• Divertikulum Meckel • Urolitiasis
• Intususepsi • Torsi ovarium
• Hernia • Kista ovarium
• Apendisitis kronik • Endometriosis
Sakit perut berulang

Anamnesis dan PF

Kategori gejala

Dispepsia Gangguan pola Nyeri Sindrom nyeri


(Nyeri epigastrium, mual, defekasi (gejala tunggal) siklik
muntah, nyeri dada, (diare/konstipasi)
kembung, cepat kenyang)

Tanda bahaya Tidak


Ya
Kelainan fungsional:
1. Darah perifer lengkap dan hitung jenis 1. Sakit perut (gejala tunggal)
2. LED sakit perut fungsional
3. Darah samar tinja, Urin lengkap 2. Sakit + dispepsia:
dispepsia fungsional
Diare Dispepsia Nyeri kuadran kanan
1. Sakit + gangguan defekasi:
1. Pemeriksaan parasit 1. Serologi H pylori atas/bawah abdomen, irritable bowel syndrome
2. ELISA Giardia muntah berulang 2. Nyeri siklik
3. Toksin C. difficile 1. USG abdomen migrain abdominal
4. Lactose breath test 2. Barium enema/meal
Definisi
Prevalens
Patofisiologi
Organik vs fungsional
Alarm signs
Kriteria Rome II
Bagaimana evaluasi?
Bagaimana mengobati?
Hubungan dengan H pylori
• Penjelasan kepada orangtua
• Terapi psikologis
• Banyak serat (untuk konstipasi)
• Kurangi non absorbable karbohidrat
• Kurangi laktosa
• Imipramine, cyproheptadine dan
pizotifen
• Antispasmodik?
Gejala kolik infantil

ASI eksklusif

Alarm signs
Ya Tdk
Demam Tumor
Muntah Perdarahan
Diet rendah Formula FTT Letargi
alergi pada hipoalergen Konstipasi Kejang
ibu 1 minggu 1 minggu Takipnoe Acute abdomen

Perbaikan? Penyebab organik

Ya Larutan gula
Intervensi perilaku
Tdk Obati penyebab
Kurangi stimulasi
Lanjutkan organik
Probiotik
diet
Definisi
Prevalens
Patofisiologi
Organik vs fungsional
Alarm signs
Kriteria Rome II
Bagaimana evaluasi?
Bagaimana mengobati?
Hubungan dengan H pylori
• Prevalens H pylori
– ↑ dengan bertambah usia dan riwayat keluarga
infeksi H pylori dan ulkus peptikum
– ↓ pada sosial ekonomi baik
• Data:
– Assiri: 192 anak dengan dispepsia berulang
• 50% endoskopi abnormal (gastritis,
gastroduodenitis, esofagitis)
• 18% H pylori positif
– RSCM: Sakit perut berulang  30% H pylori
positif
– Surakarta: 42,2% H pylori positif
• Gejala
– Manifestasi umum infeksi (-)
– Gastritis akut dan kronik, ulkus gaster dan
duodenum
– Sakit perut berulang???
• Ashom : 20 anak dengan dispepsia dan sakit
perut, H pylori (+)
• Group I: Hanya PPI
• Group II: PPI + AB
• Setelah terapi, tidak terdapat perbedaan
perbaikan gejala
• Setelah PPI tes, bila perbaikan (-)  indikasi
untuk endoskopi
• Sakit perut terjadi bila sudah terdapat ulkus
• Diagnosis
– Invasif
• Endoskopi & biopsi
– Non-invasif
• Serologi H pylori
• Urea breath test (pemeriksaan non invasif
terbaik)
• Terapi
– Triple terapi (PPI + 2 AB)
– Resistensi terhadap klaritromisin dan
metronidazol
– Penting pola kuman dan resistensi