Anda di halaman 1dari 43

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 1

SEHAT MASALAH GANGGUAN


PSIKOSOSIAL JIWA

ANAK INDIVIDU INDIVIDU INDIVIDU


KELUARGA KELUARGA KELUARGA
KELOMPOK KELOMPOK KELOMPOK

DEWASA INDIVIDU INDIVIDU INDIVIDU


KELUARGA KELUARGA KELUARGA
KELOMPOK KELOMPOK KELOMPOK

LANJUT INDIVIDU INDIVIDU INDIVIDU


USIA KELUARGA KELUARGA KELUARGA
KELOMPOK KELOMPOK KELOMPOK

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 2


Sehat Sakit

Anak Lanjut Usia

Masyarakat Rumah Sakit

Rumah Tempat lain

17/11/2019 KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 3


Levels of Care & Intervention
low high

1 MPKP
Mental hospital
PICU
Frequen Costs
cy of Psychiatric service at PICU
2
need general
hospital/clinics
3 Community mental health AC CMHN
services
(outpatient/outreach)
IC CMHN
4 Mental health care
BC CMHN
through primary health care
services
5 Informal and formal community care/support
outside the health sector DSSJ

6
Self and family care

high low
Quantity of services needed
17/11/2019
KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 4
(Maramis A, 2005; adapted from van Ommeren, 2005)
 Adanya policy yang berpihak pada kesehatan jiwa

 Tatanan pelayanan dengan pendekatan komunitas

 Tenaga kesehatan dan masyarakat bersama-sama melaksanakan upaya


kesehatan jiwa

 Hak asasi, undang-undang dan peraturan yang berpihak pada kesehatan


jiwa

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 5


 PICU: Psychiatric Intensive Care Unit adalah pelayanan
yang ditujukan untuk pasien gangguan jiwa yang
dalam kondisi krisis psikiatri.

 Merupakan gabungan pelayanan gawat darurat


psikiatri dan pelayanan intensif.

 Dapat diselenggarakan di rumah sakit jiwa atau unit


psikiatri rumah sakit umum

 Menerima rujukan dari masyarakat, puskesmas,


ruangan lain.

 Mengirim pasien yang telah melewati masa krisisnya


ke masyarakat (dirawat CMHN) atau ke ruangan lain
(rsj)

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 6


 Ancaman segera terhadap kehidupan,
kesehatan, harta benda atau lingkungan

 Kehilangan kehidupan, gangguan


kesehatan, kerusakan harta benda dan
lingkungan

 Cenderung peningkatan bahaya yang


tinggi dan segera terhadap kehidupan,
kesehatan, harta benda atau lingkungan

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 7


 Tindakan intensif adalah tindakan yang
diberikan secara terus menerus pada
pasien dengan kondisi darurat.

 Tindakan intensif diberikan sesuai


dengan level kedaruratan yang dialami
pasien.

 Secara umum ada tiga fase tindakan


intensif bagi pasien yaitu: fase intensif I,
II, dan III.

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 8


• Kedaruratan psikiatri adalah gangguan
pikiran, perasaan, perilaku dan atau sosial
yang membahayakan diri sendiri atau orang
lain yang membutuhkan tindakan intensif
yang segera. Sehingga prinsip dari
kedaruratan psikiatri adalah kondisi darurat
dan tindakan intensif yang segera.

• Berdasarkan prinsip tindakan intensif


segera, maka penanganan kedaruratan
dibagi dalam fase intensif I (24 jam
pertama), fase intensif II (24-72 jam
pertama), dan fase intensif III (72 jam-10
hari).

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 9


30 - 21 Behavior is considerably influenced by
delusions or hallucinations OR serious
impairment in communication or judgment
OR inability to function in almost all areas.

20 - 11 Some danger of hurting self or others


OR occasionally fails to maintain minimal
person hygiene OR gross impairment in
communication.

10 - 01 Persistent danger of severely hurting


self or others OR persistent inability to
maintain minimal personal hygiene OR
serious suicidal act with clear expectation of
death.

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 10


 Rapid assessment/screening assessment
 Identitas pasien
 Kondisi pasien yaitu tanda vital dan keluhan
utama dengan skor RUFA (perawat) dan skor
GAF (dokter)

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 11


 Riwayat perawatan yang lalu
 Psikiater/perawat jiwa yang baru-baru ini menangani
pasien (bila memungkinkan)
 Diagnosa gangguan jiwa di waktu yang lalu dengan tanda
dan gejala yang dialami pasien saat ini
 Stresor sosial, lingkungan, dan kultural yang menimbulkan
masalah pasien saat ini
 Kemampuan dan keinginan pasien untuk bekerjasama
dalam proses tritmen
 Riwayat pengobatan dan respons terhadap terapi,
mencakup jenis obat yang didapat, dosis, respons
terhadap obat, efek samping dan kepatuhan minum obat,
serta daftar obat terakhir yg diresepkan dan nama dokter
yang meresepkan.
 Pemeriksaan kognitif untuk mendeteksi kerusakan kognitif
atau neuro psikiatrik
 Tes kehamilan untuk semua pasien perempuan usia subur

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 12


 Prinsip tindakan
◦ Life saving
◦ Mencegah cedera pada pasien, orang lain dan
lingkungan
 Indikasi :
◦ Pasien dengan skor 1-10 skala RUFA

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 13


 Intervensi untuk fase ini adalah:
 Observasi ketat
 Bantuan pemenuhan kebutuhan dasar (makan, minum,
perawatan diri)
 Manajemen pengamanan pasien yang efektif (jika
dibutuhkan).
 Terapi modalitas yang dapat diberikan pada fase ini
adalah terapi musik.
 Psikofarmakoterapi intensif: titrasi psikofarmaka (dosis
maksimal kemudian diturunkan secara bertahap s.d.
Optimal)

 Evaluasi
 Evaluasi dilakukan setiap shift untuk menentukan
apakah kondisi pasien memungkinkan untuk
dipindahkan ke ruang intensif II.

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 14


 Prinsip tindakan
◦ Observasi lanjutan dari fase krisis (Intensif I)
◦ Mempertahankan pencegahan cedera pada pasien,
orang lain dan lingkungan
 Indikasi :
◦ Pasien dengan skor 11-20 skala RUFA

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 15


 Intervensi untuk fase ini adalah:
 Observasi frekuensi dan intensitas yang lebih
rendah dari fase intensif I
 Terapi modalitas yang dapat diberikan pada fase
ini adalah terapi musik dan terapi olah raga.
 Psikofarmaka dengan dosis optimal, mungkin
masih perlu parenteral

 Evaluasi dilakukan setiap shift untuk


menentukan apakah kondisi pasien
memungkinkan untuk dipindahkan ke ruang
intensif III.
 Bila kondisi pasien diatas skor 20 skala RUFA
maka pasien dapat dipindahkan ke intensif III.
Bila dibawah skor 11 skala RUFA maka pasien
dikembalikan ke fase intensif I

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 16


 Prinsip tindakan
◦ Observasi lanjutan dari fase akut (Intensif II)
◦ Memfasilitasi perawatan mandiri pasien
 Indikasi :
◦ Pasien dengan skor 21-30 skala RUFA

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 17


 Intervensi untuk fase ini adalah:
 Observasi dilakukan secara minimal
 Pasien lebih banyak melakukan aktivitas secara mandiri
 Terapi modalitas yang dapat diberikan pada fase ini
adalah terapi musik, terapi olah raga dan life skill
therapy.
 Psikofarmaka: dosis optimal, per oral.
 Evaluasi
 Evaluasi dilakukan setiap shift untuk menentukan
apakah kondisi pasien memungkinkan untuk
dipulangkan.
 Bila kondisi pasien diatas skor 30 skala RUFA maka
pasien dapat dipulangkan dengan mengontak perawat
CMHN terlebih dahulu. Bila dibawah skor 20 skala RUFA
pasien dikembalikan ke fase intensif II, dan dibawah
skor 11 skala RUFA pasien dikembalikan ke fase intensif
I.

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 18


Intensif II
(RUFA 11-20)

Intensif I Intensif III


(RUFA 1-10) (RUFA 21-30)

Pulang
(RUFA > 30)

Intensif I
(RUFA 1-10)

YA
(RUFA 1-30) UPIP Intensif II Intensif III
(RUFA 11-20) (RUFA 21-30)

TRIASE:
UGD/Poliklinik Pengkajian Pulang
Psikiatri RUFA/Rapid (RUFA >30)
assessment

Intensif I
(RUFA 1-10)
TIDAK Pulang Intensif III
(RUFA 21-30)
Intensif II
(RUFA 11-20)

Pulang
(RUFA >30)

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 19


Pengkajian

Evaluasi Diagnosis

Implementasi Perencanaan

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 20


Pengkajian Diagnosis Tindakan Monitoring
• Demografi • Rufa 1-10 • Intensif 1 dan
• GAF • Rufa 11-20 • Intensif 2 Evaluasi
• RUFA • Rufa 21-30 • Intensif 3 • Intensif 1
• Intensif 2
• Intensif 3

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 21


• 30 - 21 Behavior is considerably influenced
by delusions or hallucinations OR serious
impairment in communication or judgment
OR inability to function in almost all areas.

• 20 - 11 Some danger of hurting self or


others OR occasionally fails to maintain
minimal person hygiene OR gross
impairment in communication.

• 10 - 01 Persistent danger of severely


hurting self or others OR persistent inability
to maintain minimal personal hygiene OR
serious suicidal act with clearexpectation of
death.
KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 22
 Skala kategorial untuk menentukan
tingkat intensitas gangguan jiwa pasien

 Terdiri 3 kategori:
◦ Intensif I: nilai RUFA 1-10
◦ Intensif 2: nilai RUFA 11-20
◦ Intensif 3: nilai RUFA 21-30

 Menentukan tindakan yang harus


diberikan kepada pasien

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 23


 Perilaku Kekerasan dan Risiko Perilaku
Kekerasan
 Halusinasi
 Waham
 Risiko Bunuh Diri
 Isolasi Sosial
 Ansietas Berat – Panik
 Putus Zat/ Over dosis
 Defisit Perawatan Diri

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 24


Domain Intensif I Intensif II Intensif III
1 - 10 11 - 20 21 - 30
Pikiran Orang lain / Orang lain / Orang lain /
makhluk lain makhluk lain makhluk lain
mengancam mengancam mengancam
Perasaan Marah dan Marah dan Kadang marah
jengkel terus- jengkel dan jengkel,
menerus (seringkali) sering tenang
Tindakan Terus-menerus Hanya Kadang-kadang
mengancam mengancam masing
orang lain secara verbal mengancam
(verbal) Tidak ada secara verbal.
Terus-menerus tindakan Komunikasi
berusaha kekerasan fisik cukup koheren
mencederai Komunikasi
orang lain (fisik) kacau
Komunikasi
sangat kacau KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 25
Intensif I Intensif II Intensif III

• Kendalikan secara • Dengarkan • Dengarkan


verbal keluhan pasien keluhan pasien
• Pengikatan ATAU tanpa menghakimi • Latih cara
Isolasi • Latih cara fisik mengendalikan
• Psikofarmaka: anti mengendalikan marah dengan
psikotik marah: nafas cara verbal,
parenteral, anti dalam spiritual.
ansietas • Beri psikofarmaka: • Pertahankan
antipsikotik oral pemberian
psikofarmaka oral:
anti psikotik

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 26


Domain Intensif I Intensif II Intensif III
1 - 10 11 - 20 21 - 30

Pikiran Sangat dikendalikan Lebih Masih bisa


oleh isi halusinasi dikendalikan mengendalikan
oleh halusinasi, diri
kadang-kadang
masih bisa
mengendalikan
diri

Perasaa Takut, marah, “lucu” Takut, marah, Takut, marah,


n (tergantung isi “lucu” “lucu”
halusinasi) (tergantung isi (tergantung isi
halusinasi) halusinasi)

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 27


Domain Intensif I Intensif II Intensif III
1 - 10 11 - 20 21 - 30

Tindakan •Perilaku terteror •Perilaku lebih •Meningkatnya


semacam panik. dikendalikan oleh tanda-tanda
•Risiko tinggi isi halusinasi. sistem syaraf
bunuh diri atau •Kesulitan terhadap ansietas:
membunuh orang berhubungan meningkatnya
lain. dengan orang lain. denyut jantung,
•Aktivitas fisik •Rentang perhatian pernafasan, dan
merefleksikan hanya beberapa tekanan darah).
halusinasi detik atau menit. •Perhatian mulai
(kekerasan, agitasi, •Gejala fisik seperti sedikit menyempit.
menarik diri, ansietas berat •Asyik dengan
katatonia) (keringat dingin, pengalaman
•Tak mampu tremor, tak sensori dan belum
berespon thd mampu mengikuti mampu
perintah yang perintah). membedakan
kompleks halusinasi dan
•Tak mampu kenyataan
berespon terhadap
lebih dari satu
orang
KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 28
Intensif I Intensif II Intensif III

• Dengarkan • Dengarkan • Dengarkan


ungkapan pasien keluhan pasien keluhan pasien
tanpa membantah tanpa menghakimi • Latih cara
atau mendukung • Latih cara mengontrol
• Yakinkan pasien mengontrol halusinasi dengan
dalam keadaan halusinasi dengan bercakap dengan
aman menghardik orang lain, dan
• Berikan • Beri psikofarmaka: melakukan
psikofarmaka antipsikotik oral aktivitas terjadwal.
parenteral: anti • Pertahankan
psikotik pemberian
psikofarmaka oral:
anti psikotik

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 29


Domain Intensif I Intensif II Intensif III
1 - 10 11 - 20 21 - 30
Pikiran Terus menerus Pikiran Pikiran kadang-
terfiksasi didominasi oleh kadang
dengan isi waham, dikendalikan
wahamnya kadang masih wahamnya
memiliki pikiran
yang rasional
Perasaan Sangat Lebih Kadang masih
dipengaruhi dipengaruhi dipengaruhi
oleh wahamnya wahamnya wahamnya
Tindakan Komunikasi Komunikasi Komunikasi
sangat kacau, masih kacau. sering
selalu Tidak terganggu
dipengaruhi mencederai waham
oleh waham. orang lain
Mungkin
mengancam
orang lain
Mencederai
orang lain KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 30
Intensif I Intensif II Intensif III

• Dengarkan • Dengarkan • Dengarkan


ungkapan klien keluhan pasien keluhan pasien
walaupun terkait tanpa • Bantu identifikasi
wahamnya tanpa menghakimi stimulus waham
membantah atau • Komunikasi sesuai dan usahakan
mendukung kondisi obyektif menghindari
• Berkomunikasi pasien stimulus tersebut
sesuai kondisi • Beri • Pertahankan
obyektif psikofarmaka: pemberian
• Psikofarmaka: anti antipsikotik oral psikofarmaka
psikotik oral: anti psikotik
parenteral, anti
ansietas

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 31


Domain Intensif I Intensif II Intensif III
1 - 10 11 - 20 21 - 30

Pikiran Terus-menerus Sering Kadang-


berpikir bunuh dipengaruhi kadang
diri pikiran bunuh berpikir untuk
diri bunuh diri

Perasaan Terus menerus Seringkali Kadang-


putus asa putus asa kadang putus
asa

Tindakan Mencoba Mengancam Isyarat bunuh


bunuh diri bunuh diri diri
dengan cara
yang
lethalitasnya
tinggi
KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 32
Intensif I Intensif II Intensif III

• Tempatkan di • Dengarkan • Dengarkan


tempat yang keluhan pasien keluhan pasien
mudah diawasi tanpa menghakimi • Latih cara
• Awasi kondisi • Buat kontrak mengendalikan
pasien dengan keamanan dorongan bunuh
ketat • Tingkatkan harga diri
• Observasi variatif diri pasien • Awasi dengan
• Berikan • Kerahkan ketat
psikofarmaka dukungan sosial • Pertahankan
• Pertimbangkan • Awasi dengan pemberian
mengusulkan ECT ketat psikofarmaka oral:
jika perlu anti depresan
• Beri psikofarmaka:
anti depresan oral

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 33


Domain Intensif I Intensif II Intensif III
1 - 10 11 - 20 21 - 30

Pikiran Tidak mampu Hanya berkonsentrasi Konsentrasi berkurang


berkonsentrasi pada hal tertentu
sedikitpun

Perasaan Teror Khawatir berat Khawatir


Takut

Tindakan Napas pendek, rasa Napas pendek, napas pendek,mulut


tercekik dan palpitasi, berkeringat, tekanan kering, anoreksia,
nyeri dada, sakit kepala, darah naik diare/konstipasi
pucat dan gemetar Persepsi sangat sempit, Banyak bicara dan cepat
Persepsi sangat kacau, merasa tidak mampu Sering merasa gelisah,
takut menjadi gila, takut menyelesaikan masalah gerakan tersentak-
kehilangan kendali Bicara cepat terkadang sentak (meremas tangan)
Bloking, berteriak blocking Adanya perasaan tidak
Ketakutan Tegang aman
Agitasi, mengamuk, Gelisah, kurang atau Hanya berfokus pada
marah sama sekali tak mampu masalahnya
berkonsentrasi

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 34


Intensif I Intensif II Intensif III

• Yakinkan pasien • Yakinkan pasien • Dengarkan


dalam keadaan aman keluhan pasien
aman • Respons tenang • Latih cara
• Reaksi tenang • Berikan anti mengendalikan
• Berikan anti ansietas oral ansietas dengan
ansietas • Ajarkan tentang verbal dan
parenteral cara relaksasi: spiritual.
nafas dalam • Pertahankan
pemberian
psikofarmaka
oral: anti
ansietas

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 35


RUFA PUTUS ZAT
Domain Intensif I ( 1 – 10) Intensif II (11 – 20) Intensif III (21 – 30)
Pikiran Keinginan memakai zat Keinginan memakai zat kuat Keinginan memakai zat agak
sangat kuat kuat
Perasaan Putus asa Putus asa Putus asa
Tindaka Mual menetap kadang- Mual ringan tanpa muntah Adanya nyeri otot yang berat,
n kadang muntah Goose flesh jelas dan dapat Merasa kedinginan,tangan
Goose flesh jelas pada diraba kedinginan dan berkeringat
tubuh dan tangan Butir-butir keringat jelas di Tidak ada rasa sakit, bowel
Berkeringat basah di muka dahi sound normal
dan dada Gelisah dan kurang istirahat Tidak menguap
Sepanjang waktu yang moderat, sering Tidak ada penyumbatan hidung
melakukan pergerakan bertukar posisi & bersin
atau berpindah atau Mata berair, air mata di sudut Tidak mual dan tidak muntah
bolak-balik mata atau Mual yang hilang
Air mata mengalir ke muka Adanya tremor yang moderat timbul
Adanya tremor berat pada saat lengan Kadang-kadang ada goose flesh
walaupun lengan tidak diekstensikan atau dilebarkan tapi tidak teraba dan tidak
diekstensikan atau Midriasis jelas atau Tidak tampak goose
dilebarkan Kadang-kadang bersin flesh
Midriasis Kadang-kadang menguap Jarang keringat yang
Bersin dengan konstan dan Adanya gelombang rasa jelas,telapak tangan basah
berair sakit, abdominal cramp atau Keringat tidak kelihatan
Sering menguap Adanya perubahan suhu yang Aktivitas lebih dari
Adanya rasa sakit, tidak terkontrol normal,gerakan kaki naik turun,
abdominal cramp, Nyeri otot yang ringan (nyeri kadang-kadang berubah posisi
diare,hiperaktivitas dan sedang) atau Aktifitas
bising usus meningkat Sistolik di bawah 160 normal
Tidak ada perubahan suhu Nadi 70-89 x/ menit Tidak keluar air mata
Tidak ada kejang otot, otot Tremor tidak terlihat atau
lengan dan leher tidak tremor tidak kelihatan tapi dapat
kaku sewaktu istirahat dirasakan dari ujung-ujung jari
(nyeri berat)
Sistolik 160-180 Sistolik
KEGAWADARURATAN PSIKIATRI dibawah
17/11/2019 130 36
Intensif I Intensif II Intensif III

• Bina hubungan • Diskusikan obat • Mendiskusikan


saling percaya untuk mengatasi mekanisme
• Dengarkan keluhan gangguan nutrisi terjadinya reaksi
pasien • Mendiskusikan cara putus zat
• Jelaskan mekanisme mengatasi gejala • Mendiskusikan
terjadinya nyeri fisik yang masih rencana rehabilitasi
hebat muncul yang akan dijalani
• Ajarkan teknik oleh pasien
relaksasi untuk
mengatasi nyeri
• Psikofarmaka:
analgesik +
diazepam

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 37


Domain Intensif I Intensif II Intensif III
1 - 10 11 - 20 21 - 30
Pikiran Keinginan pakai tinggi

Perasaan Putus asa

Tindakan 1. Tingkat kesadaran 1. Tingkat kesadaran 1. Tingkat kesadaran


koma somnolen compos mentis
2. Komunikasi tidak ada 2. Komunikasi terbatas 2. Komunikasi koheren
3.Tanda-tanda vital : : non verbal dan bicara baik verbal maupun non
Respirasi hipoventilasi kacau verbal serta gelisah
kurang dari 12 kali 3. Tanda-tanda vital : 3.Tanda-tanda vital
permenit, Heart rate respirasi normal, heart (gejala putus zat ):
bradikardi, suhu badan rate bradikardi , suhu respirasi normal, heart
hipotermia dan tekanan badan fluktuatif, rate takikardi,suhu
darah menurun tekanan darah hipotensi badan fluktuatif,
(hipotensi) 4. Respon fisik : pupil tekanan darah
4. Respon fisik :pupil dilatasi meningkat dari normal
miosis (pinpoint pupil), 4.Respon fisik (gejala
bibir dan tubuh putus zat) : pupil
membiru dilatasi,
gooseflesh,yawning,lakr
imasi, berkeringat,
rhinorea, emosi labil,
nyeri abdomen, diare ,
mual dan atau muntah
dan tremor

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 38


Intensif I Intensif II Intensif III

•Komunikasi terapeutik •a) Komunikasi terapeutik •a) Kaji tingkat nyeri pasien dengan
•● Bicara dengan tenang •● Bicara dengan tenang menggunakan skala nyeri 1-10 (1-3 nyeri
•● Gunakan kalimat singkat dan jelas •● Gunakan kalimat singkat dan jelas ringan , 4-7 nyeri sedang, 8-10 nyeri berat)

•b) Kaji keadekuatan pernafasan, ventilasi dan •b) Kaji lokasi nyeri, intensitas nyeri dan
oksigensiasi dan tingkat kesadaran pasien karakteristik nyeri
•b) Kaji keadekuatan pernafasan, ventilasi dan
•c) Pasang O2 100% sesuai kebutuhan oksigensiasi dan tingkat kesadaran pasien •c) Diskusikan dengan klien penyebab nyeri
yang terjadi
•d) Observasi adanya needle track bekas •c) Pasang O2 100% sesuai kebutuhan
suntikan pada lengan dan kaki pasien •d) Diskusikan pengalaman pasien dalam
•d) Obsevasi tanda-tanda vital setiap 4 jam
mengatasi nyeri
•e) Kolaborasi : untuk ambil darah untuk •e) Observasi drip naloxon dalam IVFD NaCl
analisis kimia darah •e) Ajarkan teknik distraksi ( ngobrol,
0,9% atau dextrose 5 % 500 ml per 6 jam
melakukan kegiatan yang menyenangkan)
•f) Observasi TTV setiap 5 menit selama 4 jam •f) Kolaborasi terapi medis lainnya secara
•f) Ajarkan teknik relaksasi tarik nafas dalam
•g) Kolaborasi :Pertimbangkan intubasi simtomatik
endotrakheal bila ragu keadekuatan •g) Obsevasi CINA setiap 4 jam
pernafasan, oksigenasi kurang dan •h) Kolaborasi pemberian therapy analgesik
hipoventilasi menetap (sesuai keluhan)
•h) Kolaborasi : pasang IVFD (NaCl 0,9% atau •a. Tramal 3x50 mg
dextrose 4 %) untuk mendukung tekanan •b. Jika perlu , injeksi diazepam 1 ampul IM
darah, mencegah koma dan dehidrasi atau IV.
•i) Pasang kathether untuk analisis urine •i) Libatlan pasien dalam terapi modalitas :
untuk menentukan jenis zat yang digunakan Living skill dan terapi musik
terakhir
•j) Pasien dipuasakan untuk menghindari
aspirasi
•k)Coba untuk mendapat riwayat penggunaan
obat dari orang lain yang ikut bersama
pasien.
•l) Kolaborasi terapi medis pemberian
antidotum naloxon

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 39


Domain Intensif I Intensif II Intensif III
1 - 10 11 - 20 21 - 30

Pikiran 1. Selalu berfikir 1. Sering berfikir 1. Kadang-


bahwa oarang lain orang lain akan kadang berfikir
akan mencelakakan mencelakakan orang lain akan
dia dia mencelakakan

Perasaan 1.Afek datar 2. Afek tumpul 3.Afek tumpul

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 40


Domain Intensif I Intensif II Intensif III
1 - 10 11 - 20 21 - 30

Tindakan 1.Respon terhadap 1.Respon terhadap 1.Respon terhadap


lingkungan apatis lingkungan apatis lingkungan ada tapi
jarang
2. Respon motorik kataton
2. Respon motorik 2.Respon motorik ada
dan stupor
mulai ada tapi jarang
pergerakan tubuh
3. Komunikasi dengan
3. Komunikasi 3 Komunikasi dengan
orang lain tidak ada
orang lain verbal
dengan orang lain
seperlunya
ada tapi non verbal

4. Kemampuan perawatan 4. Kemapuan


4. Kemampuan
diri total care perawatan diri total
perawatan diri care
care

KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 41


Intensif 1 Intensif 2 Intensif 3

Penuhi kebutuhan dasar Kaji tingkat masalah Bantu pasien mengenal


pasien (tidur, makan, isolasi sosial pada penyebab isolasi
personal hygiene ) pasien
Bantu pasien mengenal
Kolaborasi dengan dokter Penuhi kebutuhan dasar keuntungan
untuk pemberian obat yang pasien (tidur, makan, berhubungan dengan
dibutuhkan pasien. personal hygiene) orang lain

Latih pasien Bantu pasien mengenal


berhubungan dengan kerugian bila tidak
perawat berhubungan dengan
orang lain

Bantu pasien
berinteraksi dengan
orang lain secara
bertahap

17/11/2019 KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 42


KEGAWADARURATAN PSIKIATRI 17/11/2019 43

Anda mungkin juga menyukai