Anda di halaman 1dari 25

SPIRITUAL & PSIKOSOSIAL

PADA LANSIA

Amira Permata Sari Tarigan


SPIRITUALITAS & RELIGIUSITAS

Spiritual, aspek kemanusiaan yang merujuk pada cara seseorang mencari


dan mengekspresikan makna, tujuan/maksud, dan cara pengalaman
mereka yang saling berhubungan pada waktu atau kejadian, pada diri
sendiri, pada lainnya, pada alam, pada orang terdekat, maupun pada yang
kuasa

Religiusitas, sebuah perangkat kepercayaan yang merujuk pada


aktifitas yang didasarkan atas keyakinan dan keimanan baik yang
dilakukan dengan kasat mata maupun sesuatu yang tak kasat
mata
SPIRITUALITAS & RELIGIUSITAS
Studi gerontology & geriatric, konsep agama lebih diorientasikan
berupa system kepercayaan dan keyakinan, praktik dan ritual yang
mana akan menghubungkan seseorang kekondisi realitas dan orang
lain. Sehingga agama memiliki makna yag lebih luas berupa
pengalaman dan kode etik bersama dan disampaikan kepada ke orang
lain dari waktu kewaktu

Mengidentifikasi
Kepercayaan thd
praktek keagamaan Kegiatan ibadah
agama yg dianutnya
seseorang
KEBUTUHAN SPIRITUAL

Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan manusia untuk menghadapi


penyimpangan social, cultural, ansietas, ketakutan, kematian, dan
sekarat, keterasingan social serta filosofi kehidupan

Spiritualitas sebagai sumber internal dalam diri manusia, menjadi


sangat penting dalam membangun filosofi hidup, memberikan makna
dalam hubungan antar diri sendiri, orang lain, kelompok dan Tuhan
Indikator kebutuhan spiritual terkait
hubungannya dengan diri sendiri:

Kebutuhan untuk memiliki arti, makna tujuan hidup

Mengekspresikan kreatifitas

Memiliki harapan & martabat

Tantangan hidup yang lebih bermakna

Memiliki visi hidup

Menyiapkan dan menerima kematian


Indikator terpenuhi kebutuhan spiritualnya
seseorang adalah apabila ia mampu:

Merumuskan arti personal Mengembangkan arti Menjalin hubungan positif


yang positif tentang tujuan penderitaan dan meyakini dan dinamis melalui
keberadaan kehidupan di hikmah dari suatu kejadian keyakinan, rasa percaya dan
dunia. atau penderitaan. cinta kasih yang tinggi.

Merasakan kehidupan yang mengembangkan hubungan


Membina integritas personal
terarah terlihat melalui antar manusia dengan
dan merasa diri berharga.
harapan. positif.
KARAKTERISTIK SPIRITUAL

Hubungan dengan Hubungan dengan Hubungan dengan Hubungan dengan


Diri Sendiri Alam Orang Lain Tuhan

• Kekuatan dalan • Mengetahui ttg • Berbagi waktu • Merumuskan


dan self-relience tanaman, iklim, • Mengasuh anak, personal yg positif
• Pengetahuan diri dll orang tua • Mengembangkan
• Sikap • Berkomunikasi • Mengembangkan arti suatu kejadian
dengan alam arti suatu kejadian • Mengambangkan
hub antar manusia
Pertimbangan tahap perkembangan

Keluarga

Latar belakang etnik budaya


FAKTOR YANG MEM-
PENGARUHI SPIRITUAL Pengalaman hidup sebelumnya

Krisis dan perubahan

Terpisah dari ikatan spiritual

Askep yang kurang sesuai


MANIFESTASI PERUBAHAN FUNGSI SPIRITUAL

Individu yang mengalami gangguan spiritual


biasanya memverbalisasikan distress yang
Verbalisasi distress
dialaminya atau mengeksporesasikan
kebutuhan untuk mendapatkan bantuan

klien yang merasa cemas dengan hasil


Perubahan pemeriksaan atau menunjukkan kemarahan
perilaku setelah mendengar hasil pemeriksaan mungkin
saja sedang menderita sisstres spiritual
PERAN KEPERAWATAN DALAM SPIRITUALITAS
• Mencangkup mendengarkan dengan penuh perhatiian, mengajukan
Pengkajian
pertanyaan- pertanyaan dengan terampil, mengobservasi & berpikir kritis

• Mendengarkan dengan penuh perhatian, memulai percakapan yang


Teman
mengarah pada topic spiritual adan menyediakan diri secara teratur

• Mencangkup menulis surat, menelepon, atau melakukan pendekatan


Advokat
tentang sebab yang mempengaruhi kesejahteraan klien

• Bersifat sensitive terhadap kebutuhan yang tidaak terungkap, meningkatkan


Pemberi asuhan sikap membantu, mendengarkan adanya distress spiritual

• Mengelola sumber yg terbatas untuk mendapatkan manfaat yang maksimal


Manajer kasus
mengelola bantuan untuk klien guna meminimalkan keletihan akan ancietas

• Melibatkan sikap religious organisasi, sikap religious pribadi dan korelasi


Penelitii
aktivitas religious dengan kesehatan, penyesuain pribadi dan paktik lain
ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN

• Konsep tentang ketuhanan


• Sumber harapan dan kekuatan
Data Subjektif • Agama dan ritual
• Hubungan antar keyakinan spiritual
dgn kondisi kesehatan

• Afek dan sikap


• Perilaku
Data Objektif
• Verbalisasi
• Lingkungan
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan penyesuaian terhadap


Distress spiritual sebagai etiologi / penyakit bd ketidakmampuan untuk
penyebab masalah lain merekonsiliasi penyakit dengan
keyakinan spiritual

Berduka yang disfungsionall: keputusan


bd keyakinan bahwa agama tidak Gangguan pola tidur bd distress spiritual
mempunyai arti
INTERVENSI

Menciptakan lingkungan yang mendukung praktik keagamaan dan keyakinan yang biasa dilakukan

Hasil yang diharapkan:


• Menggali akar keyakinan dan praktik spiritual
• Mengidentifikasi faktor dlm kehidupan yg menantang keyakinan spiritual
• Menggali alternatif memodifikasi/ menguatkan keyakinan
• Mengidentifikasi dukungan spiritual
• Melaporkan berkurangnya distress spiritual setelah dilakukannya intervensi
• Membantu klien memenuhi kewajiban agamanya
• Membantu klien menggunakan sumber dari dirinya agar lebih efektif
• Membina hubungan personal dengan tuhan jika mengalami suatu peristiwa
IMPLEMENTASI

Fokus pada persepsi klien terhadap kebutuhan spiritualnya

Menerapkan teknik komunikasi terupetik

Meningkatkan kesadaran dengan kepekaan pada pesan verbal klien

Bersikap empati serta mehami atas perasaan klien

Membantu memfasilitasi klien agar dapat memenuhi kewajiban agama

Memahami masalah klien tanpa menghakimi walaupun bukan


berarti menyetujui klien
PERUBAHAN PSIKOSOSIAL
A. Kepribadian
Prediktor yang kuat dari emosi dan kesejahteraan (well being) individu. Studi
menyebutkan, emosi negatif menurun seiring dengan bertambahnya usia, sedangkan
emosi positif cenderung stabil hingga lansia kemudian menurun secara bertahap.

A. Model Koping
Untuk memiliki kondisi kesehatan mental yg positif:

1. Adaptive defenses
2. Cognitive appraisal model :
a) Problem focus coping
b) Emotion focus coping → proaktif, pasif
Mempunyai harga diri tinggi

Menilai kehidupannya berarti

Menerima nilai dan keunikan orang lain

Menerima dan menyesuaikan kondisi jika pasangan meninggal


PERKEMBANGAN
Menyiapkan dan menerima datangnya kematian
PSIKOSOSIAL
LANSIA Melaksanakan kegiatan agama secara rutin

Merasa dicintai dan berarti di keluarga

Berpartisipasi dalam kegiatan agama secara rutin

Menyiapkan diri jika ditinggal anak yang telah mandiri


MASALAH PSIKOSOSIAL PADA
LANJUT USIA

a. Penurunan Kondisi b. Penurunan Fungsi c. Perubahan Aspek


Fisik dan Potensi Seksual Psikososial

d. Perubahan yang e. Perubahan Dalam


f. Penurunan Kondisi
Berkaitan Dengan Peran Sosial di
Fisik
Pekerjaan Masyarakat
Lanjut usia secara psikososial yang dinyatakan krisis
Apabila:

A. Ketergantungan pada
orang lain (sangat
memerlukan pelayanan
orang lain),
Masa pensiun
B. Mengisolasi diri
atau menarik diri dari
Sakit berat cukup lama
kegiatan kemasyarakatan
karena berbagai sebab
Meninggalnya pasangan
FAKTOR PSIKOLOGIS YANG
MENYERTAI LANSIA

A. Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual


pada lansia

B. Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta


diperkuat oleh tradisi dan budaya

C. Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi dalam


kehidupannya

D. Pasangan hidup telah meninggal


PERUBAHAN ASPEK PSIKOSOSIAL

KOGNITIF PSIKOMOTOR

• Proses belajar, persepsi, • meliputi hal yang


pemahaman, pengertian, berhubungan dengan
perhatian dan lain-lain dorongan kehendak
sehingga menyebabkan seperti gerakan, tindakan,
reaksi dan perilaku lansia koordinasi, yang
menjadi makin lambat berakibat bahwa lansia
menjadi kurang cekatan.
TIPE PERUBAHAN KEPRIBADIAN LANSIA

Tipe Kepribadian
• tidak banyak mengalami gejolak, tenang dan mantap sampai sangat tua
Konstruktif

• kecenderungan mengalami post power sindrome, apalagi jika pada masa


Tipe Kepribadian
lansia tidak diisi dengan kegiatan yang dapat memberikan otonomi pada
Mandiri
dirinya
• dipengaruhi kehidupan keluarga, apabila kehidupan keluarga selalu
Tipe Kepribadian
harmonis maka pada masa lansia tidak bergejolak, jika pasangan hidup
Tergantung
meninggal maka pasangan yang ditinggalkan akan menjadi merana
• merasa tidak puas dengan kehidupannya, banyak keinginan yang kadang-
Tipe Kepribadian
kadang tidak diperhitungkan secara seksama sehingga menyebabkan
Bermusuhan
kondisi ekonominya buruk

Tipe Kepribadian • terlihat sengsara, karena perilakunya sendiri sulit dibantu orang lain atau
Kritik Diri cenderung membuat susah dirinya.
ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN

BIOLOGI PSIKOLOGI SOSIAL BUDAYA

• Riwayat • Kepribadian • Hubungan dg


kesehatan • Keterampilan keluarga
• Riwayat genetik verbal • Hubungan dg
• Riwayat gangguan • Pengalaman lingkungan sekitar
tidur • Konsep diri • Aktivitas klien
• Riwayat aktivitas • Kebiasaan • Kegiatan agama
INTERVENSI
Diskusikan tentang perkembangan psikososial yg
normal dan menyimpang
Individu
Diskusikan cara mencapai perkembangan
psikosial yang normal

Jelaskan pada keluarga ttg perkembangan yang


normal dan menyimpang

Diskusikan pada keluarga mengenai cara


Keluarga
memfasilitasi perkmbangan psikososial

Latih keluarga utk memfasilitasi perkembangan


psikososial
IMPLEMENTASI

Implementasi keperawatan terhadap masalah psikososial :

 Memenuhi kebutuhan pada setiap fase perkembangan, agar individu dapat


melalui tahap dengan baik

 Membantu terbentuknya perilaku karakter sesuai tahap

 Mengetahui peran orang tua/ caregiver dalam memberi kesempatan pada


individu untuk mencapai tahap tersebut
TERIMA
KASIH