LAPORAN

PENGUKURAN GIZI TODLLER (1-3 TAHUN)
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Gizi

Di susun oleh : Normalasari Dwinugraheni P07120112067

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN 2013

B. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan. 12 dan 14 kg (Arisman. berat anak usia 1-3 tahun masing-masing 10. Berat badan baku dapat pula mengacu pada naku berat badan dan tinggi badan dari WHO/NCHS. Dengan demikian. Berbeda dengan berat badan lahir biasanya tiga kali lipat yang terjadi dalam waktu 12 bulan pertama Anak yang berumur 1-3 tahun akan mengalami pertambahan berat sebanyak 22. sebagai hasil proses pematangan. dan tinggi sebesar rata-rata 12 cm setahun (tahun kedua 12 cm. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi sel-sel tubuh. Termasuk juga perkembangan emosi. Laju pertumbuhan melambat jauh setelah tahun pertama kehidupan. organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Proses ini merupakan suatu fenomena yang komplek karena melibatkan bermacam-macam faktor didalamnya. berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau seluruhnya. tahun-tahun prasekolah dan sekolah adalah masa pertumbuhan yang signifikan di bidang sosial. karena pertumbuhan fisik berlangsung tidak sedramatis ketika masih berstatus bayi. Berat badan anak usia 1-6 tahun = [usia x 2 + 8). .BAB I PENDAHULUAN A. dapat diukur dengan menggunakan satuan panjang dan berat.5 kg. 1998). menjalin hubungan dengan lingkungan dan membangun rasa percaya terhadap dirinya. berpikir. Bersifat kuantitatif. atau rumus perkiraan berat badan anak. Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan dan perkembangan merupakan suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan dimulai sejak masa konsepsi hingga dewasa (Pillitteri. kognitif dan emosional (Lucas. et al. tetapi juga terjadi pematangan kemampuan motorik. Meskipun pertumbuhan fisik mungkin kurang terlihat dan dilanjutkan pada tingkat yang stabil selama tahun pertama. 1999). 2004). Menurut Whaley dan Wong (2000) pertumbuhan ialah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler. Anak tidak hanya bertambah tinggi dan berat.. intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih. Tinjauan Pustaka Periode yang dimulai setelah infant dan berlangsung sampai pubertas sering disebut periode laten atau periode pertumbuhan aktif. ketiga 8-9 cm). 2004).

3. 4. Lemak terdapat pada margarin. Pemenuhan kebutuhan karbohidrat yaitu : setengah dari kebutuhan enregi. Vitamin adalah zat-zat organik yang kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umumnya dapat dibentuk oleh tubuh. Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang terdiri dari dua jenis yaitu karbohidrat sederhana (gula pasir dan gula merah) sedangkan karbohidrat kompleks (tepung. Jadi hanya tersedia sedikit ruangan bagi kalori ”kosong” atau makanan tinggi lemak atau gula. kacang-kacangan. susu. C. mentega. 2004). vitamin. tahu. anak 3 tahun membutuhkan 1300 kkal perhari. mereka membutuhkan makanan bergizi dalam porsi yang lebih daripada orang dewasa. 2. kebutuhan protein. dan sayuran dan buah-buahan segar (wortel. gandum). Pemberian makanan pendamping ASI dan makanan sapihan yang tepat waktu dan tepat mutu Pada masa batita (2-3) dan prasekolah (3-4). keju. Protein untuk pertumbuhan. a. Pada masa ini. vitamin terdapat dalam susu. terdapat pada ikan. kuning telur. dan nafsu makannya juag menurun. dan tempe. jagung. Perkembangan tulang dan gigi bergantung kepada konsumsi kalsium yang cukup. Yaitu. karena disamping untuk pemeliharaan juga diperlukan untuk pertumbuhan. gigi.. Menurut AKG kebutuhan protein pada balita usia 1-3 tahun adalah 25 gr. Vitamin A untuk pertumbuhan tulang. otot. lemak hewan atau lemak tumbuhan. dan mineral tetap tinggi. dan kulit juga mencegah kelainan bawaan. Walaupun demikian. telur. Karena anak-anak tumbuh dan berkembang baik tulang. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tinggi kalsiumnya penting untuk pencegahan osteoporosis nantinya (Moore. Pemenuhan kebutuhan lemak yaitu sebesar 25%-30% dari kebutuhan energi. et al. kebutuhan gizi anak per satuan berat badan lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. minyak ikan. Zat gizi yang dibutuhkan balita adalah : 1. Kebutuhan kalsium anak mencapai 800 mg/hari. . Pedoman umum yang dapat digunakan adalah kebutuhan kalori pada masa awal anak-anak sama dengan 1000 kkal + 100 kkal setiap umur. kebutuhan kalori (per kg) tidak setinggi pada waktu masa bayi.Menurut Alisjahbana (1985) balita merupakan golongan yang rawan untuk mengalami masalah gizi. mata. 1997). Mereka mungkin dapat beresiko untuk terkena malnutrisi ketika mereka memiliki nafsu makan yang buruk dalam jangka waktu yang lama atau mengkonsumsi makanan dalam jumlah terbatas (Lucas. mangga. minyak goreng. daun singkong. beras. mentega. dan darah. pepaya.

dalam arti dapat memeberikan semua unsur gizi esensial yang diperlukan bayi. berguna dalam pertumbuhan sel-sel darah merah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. wortel. dan sea food. Bayi diberi nasi lunak yang ditambah dengan telur. bayam. Pola pemberian makanan pada bayi dan anak menurut Depkes-Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat (2005) yaitu : Umur 1-2 tahun :     Pemberian ASI diteruskan sampai umur 2 tahun. daging sapi. b.5 mg. c.. vitamin B6 yaitu 0. untuk menjaga kesehatan gusi. Menurut AKG pemenuhan kebutuhan zat besi yaitu sebesar 8 mg.5 mg. (Damanik. Menurut AKG pemenuhan kebutuhan vitamin A pada balita usia 1-3 tahun yaitu 400 RE. ayam. 5. Menurut AKG pemenuhan kebutuhan untuk balita usia 1-3 tahun yaitu sebesar 5 µg. jeruk. kacang hijau 3 kali sehari. b. Vitamin B untuk menjaga sistem susunan saraf agar berfungsi normal. a. d. vitamin ini terdapat di dalam nasi. roti. Vitamin D berguna dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Yodium berguna untuk menyokong susunan saraf pusat berkaitan dengan daya pikir dan mencegah kecacatan fisik dan mental. daging. dan tempe. vitamin B3 yaitu 6 mg. et al. Makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan. nangka.daun ubi jalar). zat ini terdapat dalam daging. banyak terdapat mangga.5 mg dan vitamin B12 0. Menurut AKG pemenuhan kebutuhan kalsium sebesar 500 mg c. Menurut AKG pemenuhan kebutuhan yodium sebesar 90µg. 2011) Baik makanan pendamping maupun makanan sapihan haruslah mendekati mutu ASI. tahu. susu. . ikan. Mineral berguna untuk menumbuhkan dan memperkuat jaringan serta mengatur keseimbangan cairan tubuh. Menurut AKG pemenuhan kebutuhan vitamin C untuk balita usia 1-3 tahun yaitu 40 mg. Kalsium berguna untuk pertumbuhan tulang dan gigi zat ini terdapat dalam susu sapi. ikan. mencegah penyakit beri-beri dan anemia. vitamin B2 yaitu 0.9 µg. hati ayam. Menurut AKG pemenuhan kebutuhan vitamin B1 yaitu 0. Zat besi. Vitamin C berguna dalam pembentukan integritas jaringan dan peningkatan penyerapan zat besi. Zat ini terdapat dalam rumput laut. tempe. pisang. Anak dibantu untuk makan sendiri.

Menurut anjuran makanan satu hari yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI untuk anak usia 1 – 3 tahun membutuhkan :       1. 0. berat badan kurang dan alergi.Umur 2-3 tahun :   Bayi diberi makanan yang bisasa dimakan oleh keluarga 3 kali sehari yang terdiri dari nasi. perkembangan. sayur dan buah. maka perlu asupan gizi yang cukup. lauk pauk. Mahasiswa memahamai kebutuhan gizi bayi dan balita 2. Untuk menjamin pertumbuhan. segelas susu (200 ml). karies gigi. Makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan. Tujuan 1.5 ikan (50 g) atau padanannya. pica. 2 tempe (@25 g) atau padanannya. penyakit kronis. berat badan berlebih.5 mangkok nasi (@200 g) atau padanannya. dan tahap-tahap dalam pemberian makanan pada bayi dan balita 3. seiris buah papaya(100 g) atau padanannya. masalah gizi anak antara lain anemia defisiensi besi. semangkuk sayur (100 g). Mahasiswa memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan dan pengaruhnya terhadap kebutuhan gizi. dan kesehatan balita. Menurut Arisman (2004). Mahasiswa dapat melakukan penilaian status gizi pada bayi dan balita . D.

responden sedang dalam keadaan batuk.000. Pada saat pengukuran memiliki berat badan 10 kg dan panjang badan 80 cm. Ngaglik. Dalam sehari. Saat dialkukan assesment. respoden berusia 1 tahun lebih 9 bulan. B. dan alpukat serta tidak memiliki efek alergi terhadap makanan tertentu.5 kg dan panjang badan lahir 49 cm. orangtuanya berpenghasilan Rp 3. Responden adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara. Makanan yang digemari oleh responden adalah brokoli. Definisi Responden pada kasus balita usia 1-3 tahun ini adalah seorang balita perempuan bernama KQFM. Data Objektif BB lahir BB PB lahir PB LILA LK LD : 3. Ketika dilakukan assesment. responden makan sebanyak 3 kali sehari ditambah dengan mengkonsumsi susu sebanyak kurang lebih 10 kali dalam sehari. Pada saat lahir responden memiliki berat badan lahir 3.BAB II ISI A. Slema C.00 per bulan. Responden pada saat dilakukan assesment tidak mengkonsumsi multivitamin.5 kg : 10 kg : 49 cm : 80 cm : 15 cm : 47 cm : 48 cm . Data Subjektif Biodata : Nama Umur Jenis Kelamin Nama Ibu Nama Ayah Pekerjaan Ibu Pekerjaan Ayah Jumlah anak Alamat : EVN : 21 bulan (1 tahun lebih 9 bulan) : perempuan : TRT : AGN : Ibu Rumah Tangga : Wiraswasta :1 : Jetis Baran. Sardonoharjo. setelah itu responden mengkonsumsi susu formula.000. jeruk. Responden minum ASI eksklusif selama 6 bulan dan masa dari laktasinya sampai 7 bulan.

Indeks BB/U. nilai-nilai indeks antropometri dapat digunakan sebagai indikator untuk menentukan status gizi (Jahari.3 46.7 49.0 40. digunakan beberapa indeks yaitu : BB/TB.4 43. Usia (bl) Lahir 3 6 12 18 24 Kepala (cm) 35. Lingkar kepala digunakan sebagai indeks KKP kronis selama 2 tahun pertama kehidupan. Dengan batasan (Cut-Off Point) tertentu.0 47.BAB III PEMBAHASAN A. Kurang kalori protein yang terjadi pada usia ini. ditujukan untuk menentukan kemungkinan adanya keadaan patologis yang berupa pembesaran (Hidrosefalus) atau pengecilan (mikrosefalus). Diatas 2 tahun. BMI/U. ketebalan kulit kepala serta tulang tengkorak. menyebabkan penurunan jumlah sel otak yang berakibat mengecilnya lingkar kepala secara abnormal. Tabel ukuran lingkar kepala dan lingkar dada anak balita (Arisman. 2004). atau retardasi pertumbuhan yang berlangsung dalam kandungan. pertambahan ukuran lingkar kepala naik secara perlahan dan hasil pengukuranya tak lagi bermanfaat (Arisman. 2002). 2004). TB/U dan BB/TB merupakan indikator status gizi yang memiliki karakteristik masing-masing. TB/U. Klasifikasi Status Gizi Berdasarkan Antropometri menurut WHO-NCHS Indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U) Status Gizi Gizi lebih Gizi baik Gizi kurang Gizi buruk Keterangan > +2 SD < -3 SD < -2 SD s/d ≥ -3 SD < -3 SD ≥ 2 SD < -2 SD >+ 2 SD ≥ -2 SD s/d +2 SD <-2 sampai ≥ s/d ≥-3 SD <.0 Dada (cm) 35 40 44 47 48 50 . LK/U dan LILA/U. Anthropometri Dalam interpretasi data anthropometri responden.3 SD Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) Berat Badan menurut Tinggi Badan Normal Pendek Gemuk Normal Kurus Sangat kurus (Sumber : Depkes. 2001) Pengukuran lingkar kepala yang merupakan prosedur baku dibagian anak. Lingkar kepala terutama berhubungan dengan ukuran otak dan dalam skala kecil. BB/U.

jika rasio lingkar kepala/lingkar dada (yang diukur pada usia 6 bulan hingga 5 tahun) kurang dari satu berarti telah terjadi kegagalan perkembangan (otot atau lemak dinding dada). (Supariasa.8 55 Berbeda dengan lingkar kepala.5 53 60 50. . ukuran lingkar dada baru bermanfaat setelah anak usia 2 tahun.36 50. pertumbuhan tulang tengkorak melambat. 2004).26 yang terletak pada -2SD – (+2SD) sesuai yang terlihat pada grafik. Ukuran lingkar kepala dan lingkar dada pada usia 6 bulan hampir sama. Berat Badan/Tinggi Badan (BB/TB) Indeks BB/TB merupakan indikator yang baik untuk menilai status gizi saat ini dan juga dapat membedakan proporsi badan (Supariasa. Karena itu. Menurut klasifikasi status gizi dengan indikator BB/TB dari WHO-NCHS.0 52 48 50. Nilai Z-score untuk responden untuk indeks BB/TB adalah -0. Setelah itu. 2004). Indeks ini dapat mendeteksi kegemukan serta dapat untuk mengukur sattus gizi akut atau kronis. rasio tersebut dapat dijadikan indikator KKP anak kecil (Arisman. 2004). Berat badan K . responden termasuk ke dalam kategori normal (≥-2 SD s/d +2 SD). Berat Badan/Umur (BB/U) Indeks BB/U merupakan indikator yang baik untuk menilai status gizi saat ini karena berat badan merupakan parameter yang labil. dan sebaliknya perkembangan dada menjadi lebih cepat.

Stunting disebbabkan karena kurangnya intake makanan. . Namun ukuran lingkar kepala ini hanya akan dapat digunakan sebagai indeks adanya defisiensi energi-protein kronis pada anak dibawah umur 2 tahun. Nilai TB/U yang dibawah standar mencerminkan salah satu bentuk abnormal atau kegagalan patologis dalam penbcapaian potensial pertumbbuhan secara linear.adalah 10 kg sedangkan umurnya 21 bulan. pertumbuhan lingkar kepala anak sudah mulai melambat dan tidak akan menggambarkan banyak hal karena sudah tidak terlalu sensitif untuk kondisi malnutrisi yang tidak terlalu ekstrim (Gibson. Lingkar Kepala/Umur (LK/U) Lingkar kepala akan menggambarkan ukuran otak. Nilai Z-score responden berada di rentang -2SD – (+2SD) sehingga tergolong normal meskipun ada dibawah garis median.+2SD. atau kombinasi dari semua faktor. Tinggi Badan/Umur (TB/U) Menurut Gibson (2005). TB/U adalah ukuran yang dapat dibgunakan sebagai indeks untuk penilaian riwayat status gizi masa lampau. Sedangkan untuk anak diatas umur 2 tahun. Dari grafik diatas diketahui bahwa K tergolong normal karna Z-scorenya masih dalam rentang -2SD . riwayat penyakit. Pertumbuhan yang tidak mmencukupi tinggi relatif dengan umur disebut stunting. kualitas makanan yang kurang baik. dengan pengukuran ini akan dapat mendeteksi akan adanya kondisi patologis yang tidak biasa berkaitan dengan ukuran kepala seperti macrochepalic dan microchepalic. 2005).

Rasio lingkar kepala/lingkar dada responden 0. Penggunaan lingkar lengan atas sebagai indikator status gizi dikombinasikan dengan parameter umur. Oleh karena itu.24 yang terletak pada -1 SD – (+1SD) sesuai yang terlihat pada grafik. Indeks lingkar lengan atas sulit digunakan untuk melihat pertumbuhan anak karena pada usia 2-5 tahun perubahannya tidak tampak secara nyata. 2004). 2.+1SD. Perkembangan lingkar lengan atas yang besarnya hanya terliat pada tahun pertama kehidupan (5. Lingkar lengan atas merupakan parameter yang labil sehingga merupakan indeks status gizi saat ini. Dengan demikian. (Supariasa.Meskipun demikian jika melihat pada gambar ukuran lingkar kepala respoden jika dibandingkan dengan umurnya adalah termasuk normal karena masih berada dalam rentang -1SD . lingkar lengan atas merupakan indeks status gizi masa kini.4 cm). Lingkar Lengan Atas/Umur (LILA/U) Lingkar lengan atas sebagaimana dengan berat badan merupakan parameter yang labil. untuk indeks LILA/U adalah 0. Responden juga tidak memiliki data biokimia . status gizi responden normal dan tidak mengalami KEP berat. Lingkar lengan atas menggambarkan keadaan jaringan otot dan lapisan lemak dalam kulit. dapat berubah-ubah dengan cepat.98 Berdasarkan pengukuran pada responden diketahui bahwa lingkar kepala nya adalah 47 cm yang selisihnya hanya 0. lebih tepatnya berada pada nilai 0.5 cm pertahun dan kurang sensitif untuk usia selanjutnya. Nilai Z-score responden yang terlihat dalam tabel.07 cm dengan pustaka diatas.12 di garis median. Indeks LLA/U baik untuk menilai KEP berat. sedangkan umur 2 tahun sampai 5 tahun sangat kecil yaitu kurang lebih 1.98 kurang dari satu yang berarti kekurangan protein. Rasio lingkar kepala/lingakr dada = 47/48 = 0. Biokimia Assesment biokimia tidak dilakukan. Sedangkan lingkar dadanya sebesar 48 cm yang sesuai dengan tabel diatas.

Menumpuk3-5 kubus keatas 5. Kesepuluh gizi tersebut antara lain: 1. Gigi bersih dan gusi merah muda 7. 5. 8. marah. bertambah tinggi. missal ‘mana matamu’ mana rambutmu ? 6. Dapat membuka kaos kakinya sendiri 3. 2. kecewa. Naik turun tangga dengan bantuan 4. sedih. 9. Rambut Berkilau dan Kuat. 4. Menyebut namanya sendiri 7. Mulai membentuk kalimat sederhana )terdiri atas 2 kata. Dapat melempar bola 11. Wajah ceria. Menunjukkan berbagai macam perasaan (senang. Kulit dan kuku bersih serta tidak pucat. Tertarik pada hal-hal yang dilakukan orang dewasa. . Penuh perhatian dan bereaksi aktif. Motorik Usia 18 Bulan 16 Hari-21 Bulan 15 Hari 1. bertambah berat. Dapat mengunyah makanan secara baik 12. Akan tetapi. dsb) 14. Gerakan saat berjalan atau mengambil sesuatu sudah mulai terkendali dan terarah 8. Membuka dan menutup tas dengan kancing tarik(ritsleting) 13. responden memiliki semua tanda-tanda tersebut. Postur tubuh tegap dan otot padat. 10. Menunjukkan 3 bagian tubuh yang disebut orang lain. mata bening dan bibir segar. Menunjukkan atau menyebutkan benda-benda yang sangat dikenal 10. rambut responden tidak berkilau. Berjalan membawa benda besar yang ringan(kotak atau kaleng kosong) 2. 3. Berdasarkan dari tanda-tanda di atas. 6.3. misalnya menyapu 9. hal ini disebabkan karena responden sangat suka bermain di luar sehingga rambut dari responden berwarna merah akibat seringnya terpapar sinar matahari langsung. Tidur yang nyenyak. Bertambah umur. Bergerak aktif dan berbicara lancar sesuai umur. Clinical Menurut PDGMI (Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia) tengah mensosialisasikan 10 pesan pada masyarakat luas demi meningkatkan pengetahuan mengenai gizi. Nafsu makan baik dan buang air besar teratur.

78 gr Kebutuhan Karbohidrat =( Keb Energy – (Keb protein+keb lemak) ) : 4 = (1000 kkal – (80 kkal + 250 kkal) ): 4 = (1000 kkal – 330 kkal) :4 = (670 kkal) :4 = 167. 21 bulan 16 hari-24 bulan 15 hari responden sudah dapat melakukan sesuia dengan yang tertulis dalam daftar skala perkembangan balita. Ketika ditanyakan dengan daftar perkembangan balita usia 15 bulan 16 hari-18 bulan 15 hari serta. menurut WKPG adalah 2 gr/kg BB/ hr Kebutuhan protein= BB x Keb tiap BB per hari x 4 kkal = 10 kg x 2 gr/kg BB/ hr x 4 kkal = 20 gr x 4 kkal / hari = 80 kkal Perhitungan kebutuhan protein berdasarkan RDI.2 gr/kg BB/ hr x 4 kkal = 22 gr x 4 kkal / hari = 88 kkal Kebutuhan lemak = 25 % x Kebutuhan energy : 9 kkal = 25% x 1000 kkal : 9 kkal = 250 kkal : 9 kkal = 27.5 gr .2 gr/kg BB/ hr Kebutuhan protein= BB x Keb tiap BB per hari x 4 kkal = 10 kg x 2. EER = (89x10-100) +20 = (890-100)+ 20 = 810 kkal Perhitungan energy balita secara sederhana menurut Arisman (2007). Hal ini menunjukkan bahwa responden tersebut. sudah berkembang melebihi dari umurnya.Dari daftar perkembangan motorik usia 18 bulan 16 hari-21 bulan 15 hari dapat diketahui bahwa responden sudah dapat melakukan hal-hal tersebut. Perhitungan Energy Perhitungan energy balita menggunakan rumus dari Krause’s pada anak usia 13-35 bulan EER (estimated energy requirement) = TEE(Total energy expenditure) + Energy depotition = (89 x BB(kg)-100) + 20 kkal Diketahui bahwa BB responden : 10 kg. Fomon SJ 2. Berat Jumlah Energi 0-10 kg 100 kkal/ kg BB 1000 kkal +( 50 kkal/kg BB diatas 10 11-20 g kg) >20 kg 1500 kkal +( 20 kkal/kg BB diatas 20 kg) Berdasarkan pustaka tersebut makan jumlah energy yang dibutuhkan responden dengan berat badan 10 kg adalah Kebutuhan energy= BB x Jumlah energy setiap berat badan pasien = 10 kg x 100 kkal/kg BB = 1000 kkal Perhitungan kebutuhan protein untuk batita 1-3 th.

Mengkonsumsi susu 3 kali sehari. Sedangkan berdasarkan pengukuran LILA/U. B. Untuk memberikan nutrisi yang tepat pada anak c. jangan berlebih karena efek rasa kenyangnya akan mengurangi asupan zat gizi lainnya.Tujuan Diet a. Kesimpulan Berdasarkan antropometri BB/U. BB/TB. disarankan untuk mengurangi konsumsi minyak atau makanan yang digoreng dengan alternatif mengukus atau memanggang makanan tersebut. responden tidak mengalami KEP berat. Untuk meningkatkan daya imunitas tubuh dan daya tumbuh kembang anak. asupan lemak dan protein berlebih sedangkan asupan karbohidrat dan energi belum mencukupi 100%. Sedangkan berdasarkan pengukuran LILA/U. Untuk mendukung masa pertumbuhan anak d. 3. Memenuhi kebutuhan energi anak usia 1-3 tahun b.1. 2. Untuk tidak memperparah batuk. Saran 1. TB/U. . status gizi responden saat ini dan dahulu adalah normal. Menyediakan makanan dengan porsi kecil. responden tidak mengalami KEP berat. Hal ini terjadi karena responden sedang sakit. BAB IV PENUTUP A. dengan frekuensi yang sering dan tampilan yang menarik. LK/U. Secara dietary.

2000. 2009. Jakarta: . Prosiding Kongres PERSAGI Lucas. I Dewa Nyoman. A. Penilaian Status Gizi. Pola Asuh Dan Status Gizi Anak Usia 0-36 Bulan Di Desa Kutambaru Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat Tahun 2010. & Sharon A. Rosalind S. Principles of Nutritional Assessment. dkk. 10 Tanda Anak Bergizi Baik. Jakarta: Departemen Kesehatan dan JICA (Japan International Coorpertion Agency) Gibson.. Feucht. Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi.html Moore. Mary Courtney. Diterima tanggal 11 Mei 2011 dari http://marhendraputra. Jakarta: EGC.2011. Aspek Kesehan dan Gizi Anak Balita.dkk. Soetjiningsih. Child Helath Nursing : A Comprehensive Approach to the Care of Children and Theit Families (5thEd. 2004. Betty L.cc/info-sehat/56-10-tanda-anak-bergizi-baik-. Jakarta: Hipokrates. 1985.co. Jakarta: Yayasan Obor Arisman. Dr. USA : Elsevier Marhendraputra. Tumbuh Kembang Anak (Edisi Dua). New York: Oxford University Press Jahari AB. 2005. 1997. 2002. dan Yenny Yovila. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Philadelphia : Lippincot Nasional PERSAGI dan Temu Ilmiah XII. Buku Pedoman Terapi Diet dan Nutrisi Edisi II. Medan: Universitas Sumatera Utara Departemen Kesehatan RI. Penilaian Status Gizi dengan Antropometri (Berat Badan dann Tinggi Badan).). Whaley & Wong. Jakarta: EGC Supariasa. Nutrition in Childhood. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1998. 2004.DAFTAR PUSTAKA Alisjabana. 2002. 2002. Damanik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful