Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

ADMINISTRASI KEPENDIDIKAN DALAM PROFESI KEGURUAN

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah


Profesi Kependidikan
Dosen Pengampu: Novitawati, S. Psi

Disusun Oleh:
Mariyana A1E307902
Tony Ispihani A1E307906
Adi Rusandy A1E307935
Asri Fatimah A1E307950
Hadiatul Hasanah A1E307953
Aulia Rahman A1E307927
Tri Wibowo A1E307957

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI S1 PGSD TERINTEGRASI
BANJARBARU
2009
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirabbilalamin, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT
yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Administrasi Kependidikan dalam
Profesi Keguruan” ini dengan baik dan benar serta tepat waktu. Makalah ini
disusun sebagai tindak lanjut dari tugas yang diberikan pada mata kuliah Profesi
Kependidikan
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Profesi
Kependidikan Ibu Novitawati, S. Psi atas bantuan dan bimbingannya dalam
pembuatan makalah ini. Tak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada teman-teman yang telah ikut membantu dalam
pembuatan makalah ini.
Penulis sangat menyadari bahwa dalam penyusunan makalh ini masih
banyak terdapat kekurangan dan kejanggalan, hal tersebut dikarenakan kurangnya
pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, demi
kesempurnaan laporan penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun
dari berbagai pihak agar penulis dapat menyempurnakan laporan lainnya dimasa
yang akan datang.
Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat diterima dan
bermanfaat bagi kita semua baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan
datang.

Banjarbaru, 6 Oktober 2009


Penulis

Kelompok 8
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................. i


Daftar isi .................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Perumusan Masalah .................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan......................................................................... 2
D. Metode Penulisan ........................................................................ 2
BAB II Admnistrasi Kependidikan dalam Profesi Keguruan .......................... 3
A. Pengertian dan Konsep Administrasi Kependidikan .................. 3
B. Fungsi Administrasi Kependidikan ............................................ 8
C. Lingkup Bidang Garapan Admnistrasi Pendidikan ................... 12
D. Peranan Guru dalam Administrasi Pendidikan ........................... 14
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 15
A. Kesimpulan ................................................................................. 15
B. Saran-Saran ................................................................................. 15
Daftar Pustaka .................................................................................................. 16
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Administrasi pendidikan seringkali disalah artikan sebagai semata-mata
ketatausahaan pendidikan. Namun sebenarnya pengertian administrasi
pendidikan sebenarnya adalah bukan sekedar itu.
Ibarat kita mempelajari manusia, salah satu cara yang dapat kita tempuh
adalah meninjaunya dari keadaan fisik manusia itu. Kita dapat melihat bagian
tubuhnya, struktur tulangnya , peredaran darahnya, susunan otot-ototnya atau
pencernaan.
Dengan menggunakan anogi itu, pengertian administrasi pendidikan akan
diterangkan dengan meninjaunya dari berbagai aspek.
Administrasi pendidikan mempunyai pengertian kerjasama untuk
mencapai tujuan pendidikan. Kerjasama dalam menyelenggarakan sekolah
harus dibina sehingga semua tang terlibat dalam urusan sekolah tersebut
memberikan sumbangannya secara maksimal.
Administrasi pendidikan mengandung pengertian proses untuk mencapai
tujuan pendidikan. Proses itu dimulai dari perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pemantauan dan penilaian. Administrasi pendidikan dapat dilihat
dari proses pengambilan keputusan, administrasi dilihat dari segi komunikasi,
dapat dilihat dengan kerangka berpikir, serta administrasi pendidikan yang
secara sempit dipandang sebagai kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah
kegiatan rutin catat mencatat.
Ruang lingkup pembicaraan tentang administrasi pendidikan itu juga
tergantung pada level dari tujuan pendidikan yang ingin dicapai yaitu pada
tingkat kelas sampai pada tingkat sistem pendidikan nasional. Makin luas
cakupannya makin banyak yang terlibat dan makin kompleksnya
permasalahan.
Oleh karana itu, makalah ini akan membahas tentang administrasi
pendidikan keguruan yang ditujukan untuk guru khususnya karena wawasan
pendidikan amat penting. Wawasan itu dapat membantunya mengambil
keputusan yang tepat dalam melaksanakan tugasnya.
B. Rumusan Masalah
Apa saja pengertian administrasi pendidikan jika dirumuskan dari berbagai
sudut pandang sehingga kita mampu mengetahui peranan guru dalam
administrasi pendidikan?

C. Tujuan
Tujuan yang ingin yang dicapai melalui penyusunan makalah ini adalah
agar guru dapat :
1. Mengetahui pengertian administrasi dipandang dari berbagai sudut
2. Mengetahui fungsi administrasi pendidikan
3. Memahami ruang lingkup bidang garapan administrasi pendidikan
menengah, dan
4. Menjalankan peranannya dalam administrasi pendidikan.

D. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode
kepustakaan dan bahan tambahan dari internet.
BAB II
ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM
PROFESI KEGURUAN

A. Pengertian dan Konsep Administrasi Pendidikan


1. Pengertian Administrasi Pendidikan
Culbertson (1982), mengatakan bahwa Schwab pada tahun enam
puluhan telah mendiskusikan bagaimana kompleksnya administrasi
pendidikan sebagai ilmu.
Pengertian administrasi dari berbagai aspek agar kita dapat memahami
lebih baik sebagai berikut :
Pertama, administrasi pendidikan mempunyai pengertian kerja sama
untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika tujuan itu kompleks, maka cara
mencapai tujuan itu juga kompleks, dan sering kali tujuan yang demikian
itu tidak dapat di capai satu orang saja, tetapi harus melalui kerja sama
dengan orang lain, dengan segala aspek kerumitan.
Pada tingkat sekolah, sebagai salah satu bentuk kerja sama dengan
pendidikan misalnya, terdapat tujuan sekolah, untuk mencapai tujuan
pendidikan di sekolah itu diperlukan kerja sama di semua personil
sekolalh (guru, murid, kepala sekolah, staf tata usaha), dan orang di luar
sekolah yang ada kaitannya dengan sekolah. Kerja sama untuk mencapai
tujuan pendidikan dengan berbagai aspeknya ini dapat dipandang sebagai
administrasi pendidikan.
Kedua, administrasi pendidikan mengandung pengertian proses untuk
mencapai tujaun pendidikan. Proses itu dimulai dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pemantauan, dan penilaian. Perencanaan
meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai, bagaimana
mencapainya, berapa lama, berapa orang yang diperlukan, dan berapa
banyak biaya.
Pengkoordinasian mengandung makna menjaga agar tugas-tugas yang
telah di bagi itu tidak dikerjakan menurut kehendak yang
mengerjakannya saja, tetapi menuruti aturan sehingga menyumbang
terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan atau disepakati.
Pengarahan diperlukan agar kegiatan yang dilakukan bersama itu tetap
melaui jalur yang telah ditetapkan, tidak terjadi penyimpanganyang dapat
menimbulkan pemborosan. Kdang-kadang karena beberapa faktor,
perumusan tujuan itu tidak jelas. Dalam keadaan demikian, diperlukan
pula adanya pengarahan. Agar pengarahan ini sesuai dengan apa yang
telah ditetapkan, diperlukan pengarahan yang mempunyai kemampuan
kepemimpinan.
Proses pemantauan (monitoring), yaitu suatu kegiatan untuk
mengumpulkan data dalam usaha mengetahui sudah sampai seberapa
jauh kegiatan pendidikan telah mencapai tujuannya. Dan kesulitan apa
yang ditemuidalam pelaksanaan itu. Pemantauan dilakukan untuk
mendapatkan bukti-bukti atau data dalam menetapkan apakah tujuan itu
telah tercapai atau tidak.
Proses kerja sama pendidikan itu akhirnya harus dinilai apakah tujaun
telah ditetapkan tercapai, dan kalau tidak apakah hambatan-hambatannya.
Penialaian ini dapat berupa penilaian proses kegiatan atau penilaian hasil
kegiatan itu.
Ketiga, administrasi pendidikan dapat dilihat dengan kerangka
berpikir sistem. Sistem adalah keseluruhan yang terdiri dari bagian-
bagian dan bagian-bagian itu berinteraksi dalam suatu proses untuk
mengubah masukan menjadi keluaran. Dalam melihat sekolah sebagai
sustu sistem kita harus melihat : (a) masukannya, yaitu bahan mentah
yang berasal dari luar sistem (lingkungan) yang akan diolah oleh sistem;
dalam sekolah dasar sistem masukan ini adalah anak-anak yang masuk
sekolah itu, (b) prosesnya, yaitu kegiatan sekolah beserta aparatnya untuk
mengolah masukan menjadi keluaran, dan (c) keluaran, yaitu masukan
yang telah diolah melalui proses tertentu.
Keempat, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi
manajemen. Perhatian tertuju kepada usaha untuk melihat apakah
pemanfaatan sumber-sumber yang ada dalam mencapai tujuan
pendidikan sudah mencapai sasaran yang ditetapkan dan apakah dalam
pencapaian tujauan itu tidak terjadi pemborosan.
Kelima, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi
kepemimpinan. Administrasi pendidikan dilihat dari kepemimpinan
merupakan usaha untuk menjawab pertanyaan bagaimana kemampuan
administrator pendidikan itu.
Keenam, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari proses
pengambilan keputusan, yaitu memilih kemungkinan tindakan yang
terbaik dari sejumlah kemungkinan-kemungkinan tindakan yang dapat
dilakukan. Karena mengambil keputusan selalu ada resikonya, maka guru
harus mempelajari bagaimana mengambil keputusan yang baik.
Administrasi pendidikan merupakan ilmu yang dapat menuntun
pengambilan keputusan yang baik.
Ketujuh, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi
komunikasi. Komunikasi dapat diartikan secara sederhana sebagai usaha
untuk membuat orang lain mengerti apa yang kita maksud, dan kita juga
mengerti apa yang dimaksudkan orang lain itu.
Kedelapan, administrasi pendidikan sering diartikan dalam pengertian
yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan
rutin catat-mencatat, mendokumentasikan kegiatan, menyelenggarakan
surat-menyurat dengan segala aspek, serta mempersiapkan laporan.
Perlu pula dicatat, bahwa administrasi pendidikan dapat ditinjau pula
dari cakupannya. Ada administrasi pendidikan pada satuan pendidikan
seperti administrasi pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah,
perguruan tinggi serta kursus-kursus; dan ada pula administrasi
pendidikan yang dilihat dari cakupan wilayah, yaitu tingkat kecamatan,
kabupaten, provinsi, dan nasional.

2. Konsep Administrasi Pendidikan


a. Sistem Pendidikan Nasional
Definisi sistem pendidikan nasional itu dari Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan
Nasional bab 1 Pasal 1 Ayat 3 Undang-Undang tersebut sebagai
berikut :
“sistem pendidikan nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu dari
semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan
yang lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan
nasional.”
Sistem pendidikan nasional merupakan perluasan pengertian sistem
pengajaran nasional yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar
1945 BAB XIII, pasal 31 ayat 2. Perluasan ini memungkinkan
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tidak membatasi pada
pengajaran saja, melainkan meluas kepada masalah yang berhubungan
dengan pembentukan manusia Indonesia. Beberapa hal lain yang kita
temukan mengenai sistem pendidikan nasional dalam undang-undang
itu adalah:
1) Sistem pendidikan nasional merupakan alat dan sekaligus tujuan
yang sangat penting dalam mencapai cita-cita nasional
2) Sistem pendidikan nasional dilaksanakan secara semesta,
menyuluruh, dan terpadu.
3) Pengelolaan sistem pendidikan nasional adalah tanggung jawab
Menteri P dan K(UUSPN No. 2/89 Pasal 49).
Terdapat unsur-unsur penting yang dapat diambil dari pengertian
diatas,antara lain Pertama, sistem pendidikan nasional mempunyai
satuan dan kegiatan. Satuan pendidikan adalah lembaga kegiatan
belajar mengajar yang dapat mempunyai wujud sekolah, kursus,
kelompok belajar, ataupun bentuk lain yang berlangsung dalam
bangunan tertentu atau tidak. Kedua, sistem pendidikan nasional
adalah alat dan tujuan dalam mencapai cita-cita pendidikan nasional.
Ketiga, sebagai suatu sistem pendidikan nasional harus dilihat sebagai
keseluruhan unsur atau komponen dan kegiatan pendidikan yang ada
di nusantara ini. Ciri sistem pendidikan nasional itu adalah:
1) Berakar kepada kebudayaan nasional berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945.
2) Merupakan suatu kebulatan yang dikembangkan dalam usaha
mencapai tujuan nasional.
3) Mencakup jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah.
4) Mengatur jenjang, kurikulum, penetapan kebijaksanaan (terpusat
dan tidak terpusat), tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan,
kriteria, dan kedudukan penyelenggaraan pendidikan oleh
pemerintah dan masyarakat, kebebasan penyelenggaraan
pendidikan, serta kemudahan untuk mendapatkan pendidikan yang
sesuai dengan peserta didik dan lingkungan.
Unsur-unsur sistem pendidikan nasional menurut Undang-Undang
Nomor 2/1989 itu dapat dibedakan atas:
1) Unsur I : Dasar, fungsi, dan tujuan sistem (BAB I)
2) Unsur II : Norma yang dipakai dalam sistem (BAB III, X,
XI,XII, XIII, BAB XVIII, XV, XVI, BAB XIX, dan BAB XX)
3) Unsur III : Jenjang Pendidikan (BAB V)
4) Unsur IV : Peserta didik (BAB VI)
5) Unsur V : Tenaga kependidikan (BAB VII)
6) Unsur VI : Sumber daya pendidikan (BAB VIII)
7) Unsur VII : Kurikulum (BAB IX)
8) Unsur VIII : Organisasi (BAB XIV, XV)

b. Sekolah sebagai Bagian dari Sistem Pendidikan Nasional


Jenjang pendidikan adalah unsur atau komponen sistem pendidikan
nasional, yaitu termasuk dalam komponen organisasi. Jenjang
pendidikan terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi. Pendidikan dasar merupakan pendidikan sembilan
tahun, terdiri dari program pendidikan enam tahun di sekolah dasar
dan program pendidikan tiga tahun di sekolah lanjutan tingkat pertama
(PP Nomor 28 Tahun 1990). Jika kita berbicara tentang sekolah
menengah, maka kita berbicara tentang sekolah menengah, maka kita
berbicara tentang dua jenjang sekolah, karena sekolah menengah
pertama berada dijenjang pendidikan dasar, sedangkan sekolah di atas
sekolah menengah pertama berada pada jenjang pendidikan
menengah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Tahun 1990 tentang
Pendidikan Menengah, pendidikan menengah didefinisikan sebagai
pendidikan yang diselenggarakan bagi lulusan pendidikan dasar.
Pendidikan menegah mempunyai bentuk satuan pendidikan yang
terdiri atas:
1) Sekolah menengah umum
2) Sekolah menengah kejuruan
3) Sekolah menengah keagamaan
4) Sekolah menengah kedinasan
5) Sekolah menengah luar biasa
Sebagai suatu unsur atau komponen sistem pendidikan nasional,
sekolah menengah harus ikut menyumbang terhadap tercapainya
tujuan pendidikan nasional. Sebagai suatu sistem, pendidikan
mempunyai masukan yang diolah melalui proses tertentu untuk
dijadikan keluaran.

B. Fungsi Administrasi Pendidikan


Pada dasarnya fungsi administrasi merupakan proses pencapaian tujuan
melalui serangkaian usaha itu (Longenecker, 1964).
1. Tujuan Pendidikan Menengah
Tujuan pendidikan menengah perlu dibicarakan di sini karena alasan
sebagai berikut : (a) tujuan pendidikan menengah merupakan jabaran dari
tujuan pendidikan nasional; (b) tujuan pendidikan menengah merupakan
titik berangkat administrasi pendidikan pada jenjang sekolah menenga;,
dan (c) tujuan pendidikan menengah itu juga merupakan tolak ukur
keberhasilan kegiatan adminstrasi pendidikan dijenjang pendidikan itu.
Tujuan instutisional sekolah menengah adalah tujuan yang dijabarkan
dari tujuan pendidikan nasional. Di dalam UU No 2 Tahun 1989 itu
disebutkan bahwa tujuan nasional pendidikan adalah mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.
Tujuan nasional tersebut kemudian dijabarkan dalam tujuan
intruksional, yaitu tujuan untuk tiap jenjang pendidikan. Peraturan
pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 adalah peraturan yang mengatur
institusi pendidikan menengah. Dalam peraturan pemerintah tersebut
dinyatakan bahwa tujuan pendidikan menengah adalah : (a) meningkatkan
pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih
tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan kesenian; dan (b) meningkatkan kemampuan
siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal-
balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitarnya.
Menurut kurikulum, tujuan khusus SMA ialah agar lulusan SMA dapat
memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Di bidang pengetahuan;
b. Di bidang keterampilan; dan
c. Di bidang nilai dan sikap.
Tujuan nasional serta tujuan instutisional itu harus selalu dijadikan
pedoman sekolah dan guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Untuk
guru, tujuan-tujuan tersebut perlu dijabarkan lagi ke dalam tujuan yang
lebih sempit sehingga dapat dijadikan pedoman operasional dalam
mengajar. Institusional itu dijabarkan secara hierarkis menjadi tujuan : (1)
kurikuler, (2) instuksional umum, dan (3) instuksional khusus.
a. Tujuan kurikuler, yaitu tujuan suatu mata pelajaran dalam suatu
institusi;
b. Tujuan instruksional umum,yaitu tujuan suatu pokok bahasan terrtentu
suatu mata pelajaran dalam suatu tingkat dan dalam suatu jenjang
institusi;
c. Tujuan instruksional khusus, yaitu tujuan suatu mata pelajaran dalam
suatu periode atau unit waktu tertentu dalam suatu tingkat pada jenjang
institusi
2. Proses sebagai Fungsi Administrasi Pendidikan Menengah.
a. Perencanaan
Perencanaan adalah pemilihan dari sejumlah alternatif tentang
penetapan prosedur pencapaian, serta perkiraan sumber yang dapat
disediakan untuk mencapai tujuan tersebut. Beberapa tahap dalam
perencanaan, yaitu tahap : (a) identifikasi masalah, (b) perumusan
masalah, (c) penetapan tujuan, (d) indentifikasi alternatif, (e) pemilihan
alternatif, dan (f) elaborasi alternatif.
Proses perencanaan di sekolah harus dilaksanakan secara kolaboratif,
artinya dengan mengikutsertakan personel sekolah dalam semua tahap
perencanaan itu.
Perencanaan pendidikan di pendidikan menengah dapat dibedakan
atas beberapa kategori menurut : (a) jangkauan waktunya; (b)
timbulnya; (c) besarnya; (d) pendekatan; serta (e) pelakunya.
Menurut jangkauan waktunya perencanaan pendidikan menengah
dapat dibagi menjadi perencanaan jangka pendek, perencanaan jangka
menengah, dan perencanaan jangka panjang.
Menurut timbulnya,perencanaan dapat dibedakan atas perencanaan
yang berasal dari bawah, dan yang berasal dari atas.
Dari sudut besarannya, perencanaan dapat dibedakan atas
perencanaan makro, perencanaan meso, dan perencanaan mikro.
Menurut pendekatannya, perencanaan dapat dibedakan menjadi
perencanaan terpadu dan perencanaan tercerai. Di samping itu, dapat
dibedakan antara perencanaan berdasarkan program dan perencanaan
tambal sulam.
Menurut pelakunya perencanaan individual, perencanaan kelompok,
dan perencanaan lembaga.
b. Pengorganisasian
Pengorganisasian di sekolah dapat didefinisikan keseluruhan proses
untuk memilih dan memilah orang-orang serta mengalokasikan
prasaarana dan sarana untuk menunjang tugaas orang-orang itu dalam
rangka mencapai tujuan sekolah.
Siagian (1985), mengemukakan prinsip pengorganisasian itu adalah :
(a) organisasi itu mempunyai tujuan yang jelas, (b) tujuan organisasi
harus dapat diterima oleh setiap anggota organisasi, (c) tujuan
organisasi harus dapat diterima oleh setiap orang dalam organsasi, (d)
adaanya kesatuan arah dari berbagai bagian organisasi, (e) adanya
kesatuan perintah, (f) adanya keseimbangagan antara wewenang dan
tanggung jawab seseorang dalam melaksanakan tugasnya, (g) adanya
pembagian tugas yang jelas, (h) struktur organisasi permanen, (i)
adanya jaminan terhadap jabatan-jabatan dalam organisasi itu, (k)
adanya balas jasa yang setimpal yang diberikan kepada setiap anggota
organisasi, dan (l) penempatan orang yang bekerja dalam organisasi itu
hendaknya sesuai dengan kemampuannya.
c. Pengarahan
Pengarahan diartikan sebagai suatu usaha untuk menjaga agar apa
yang telah direncanakan dapat berjalan seperti yang dikehendaki.
Kegiatan pengarahan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara
lain : (a) melaksanakan orientasi tentang pekerjaan yang akan
dlaksanakan oleh individu atau kelompok, dan (b) memberikan
petunjuk umum dan petunjuk khusus, baik secara lisan maupun tertulis,
secara langsung maupun tidak langsung (Suharsimi, 1988).
d. Pengkordinasian
Pengkoordinasian di sekolah diartikan sebagai usaha untuk
menyatupadukan kegiatan dari berbagai individu atau rumit di sekolah
agar kegiatan mereka berjalan selaras dengan anggota atau unit lainnya
dalam usaha mencapai tujuan sekolah.
e. Pembiayaan
Pembiayaan sekolah adalah kegiatan untuk mendapatkan biaya serta
mengelola anggaran pendapatan dan belanja pendidikan menengah.
f. Penilaian
Secara rinci maksud penilaian adalah untuk : (a) memperolah dasar
bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu masa kerja pekerta tersebut
berhasil, (b) menjamin cara kerja yang efektif dan efisien, (c)
memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran dan untuk menghindari
situasi yang dapat merusak, serta (d) memajukan kesanggupan para
guru dan orang tua murid dalam mengembangkan organisasi sekolah.

C. Lingkup Bidang Garapan Administrasi Pendidikan dan Pendidikan


Menengah
Administrasi pendidikan pada pokoknya adalah semua bentuk usaha
bersama untuk mencapai tujuan pendidikan dengan merancang, mengadakan,
dan memanfaatkan sumber-sumber (manusia, uang, peralatan, dan waktu).
Tujuan pendidikan memberikan arah kegiatan serta kriteria keberhasilan
kegiatan itu.
1. Bidang administrasi material: kegiatan administrasi yang menyangkut
bidang-bidang materi. Seperti: ketatausahaan sekolah, administrasi
keuangan, alat-alat perlengkapan.
2. Bidang administrasi personal, yang mencakup di dalamnya persoalan guru
dan pegawai sekolah dan sebagainya.
3. Bidang administrasi kurikulum, yang mencakup didalamnya pelaksanaan
kurikulum, pembinaan kurikulum, penyusunan silabus, persiapan harian,
dan sebagainya
Untuk memahami apa yang telah di uraikan secara lebih baik, secara
ringkas perlu ditegaskan hal-hal berikut:
1. Administrasi pendidikan menengah merupakan bentuk kerja sama personel
pendidikan menengah untuk mencapai tujuan pendidikan menengah.
2. Administrasi pendidikan menengah merupakan suatu proses yang
merupakan daur (siklus) penyelenggaraan pendidikan menengah, dimulai
dari perencanaan, diikuti oleh pengorganisasian, pengarahan, pelaksanaan,
pemantauan, dan penilaian tentang usaha sekolah untuk mencapai
tujuanya.
3. Administrasi pendidikan menengah merupakan usaha untuk melakukan
menejemen sistem pendidikan menengah.
4. Administrasi pendidikan menengah merupakan kegiatan memimpin,
mengambil keputusan, serta komunikasi dalam organisasi sekolah sebagai
usaha untuk mencapai tujuan pendidikan menengah itu.
Sekolah adalah organisasi yang diadakan untuk mencapai tujuan
pendidikan. Ciri organisasi sekolah adalah:
1. Adanya interaksi (saling pengaruh) antara berbagai unsur sekolah.
Interaksi antar unsur disekolah meliputi:
a. Interaksi yang ada di sekolah itu sendiri
b. Interaksi antar sekolah dengan lembaga pendidikan lainnya,
c. Interaksi antar sekolah dengan lembaga nonpendidikan,
d. Interaksi sekolah dengan masyarakat.
2. Adanya kegiatan
Kegiatan ini dapat ditinjau dari dua dimensi, yaitu dimensi pengajaran dan
dimensi pengelolaan. Jika dimensi itu digabungkan maka kita dapat
membedakan kegiatan itu menjadi empat kategori pokok, dan satu kategori
pendukung yang merupakan titik temu dari keempat kategori pokok tadi.
Empat kategori pokok dan satu kategori pendukung tersebut, yaitu :
a. Yang berhubungan langsung dengan pengajaran sekaligus langsung
dengan pengelolaan, meliputi:
1) Kurikulum
2) Supervisi
b. Yang berhubungan langsung dengan pengelolaan tetapi tidak langsung
dengan pengajaran, yaitu:
1) Kemuridan
2) Keuangan
3) Sarana dan prasarana
4) Kepegawaian
5) Layanan khusus
c. Yang tidak berhubungan langsung, baik dengan pengajaran maupun
dengan pengelolaan, yaitu:
1) Hubungan sekolah-masyarakat
2) BP3
d. Yang tidak langsung berhubungan dengan pengelolaan tetapi langsung
dengan pengajaran.
e. Kegiatan pendukung, yaitu pengelolaan ketata usahaan, yang
diperlukan oleh semua kegiatan butir pertama hingga keempat.
Dengan demikian diperoleh lima buah klasifikasi kegiatan, yaitu:
a. Yang berhubungan langsung dengan pengajaran sekaligus langsung
dengan pengelolaan
b. Yang berhubungan langsung dengan pengelolaan tetapi tidak langsung
dengan pengajaran
c. Yang tidak berhubungan langsung, baik dengan pengajaran maupun
dengan pengelolaan
d. Yang tidak langsung berhubungan dengan pengelolaan tetapi langsung
dengan pengajaran
e. Yang langsung atau tidak langsung berhubungan dengan keempat jenis
kegiatan tersebut.

D. Peranan Guru dalam Administrasi Pendidikan


Tugas utama guru yaitu, mengelola proses belajar mengajar dalam suatu
lingkungan tertentu, yaitu sekolah. Dalam lingkup administrasi sekolah itu
peranan guru amat penting. Dalam menetapkan kebijaksanaan dan
melaksanakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengkoordinasian, pembiayaan dan penilaian kegiatan kurikulum, kesiswaan,
sarana dan prasarana, personalia sekolah, keuangan dan hubungan sekolah
masyarakat, guru harus aktif memberikan sumbangan, baik pikiran maupun
tenaganya.
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1992, Pasal 20 disebutkan bahwa:
“Tenaga kependidikan yang akan ditugaskan untuk bekerja sebagai pengelola
satuan pendidikan dan pengawas pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah dipilih dari kalangan guru”. Ini berarti bahwa selain peranannya
untuk menyukseskan kegiatan administrasi di sekolah, guru perlu secara
sungguh-sungguh menimba pengalaman dalam administrasi sekolah.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Administrasi pendidikan bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan,
pengertian administrasi pendidikan dapat dirumuskan dari berbagai sudut
pandang kerja sama, proses kerja sama itu, sistem dan mekanismenya,
manajemen, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan, komunikasi dan
ketatausahaan.
Guru sangat berperan dalam administrasi pendidikan, tugas utama guru
yang sebagai pengelola dalam proses belajar mengajar di lingkungan tertentu,
yaitu sekolah.

B. Saran
Sebagai seorang mahasiswa yang merupakan calon guru hendaknya benar-
benar-benar memahami konsep, ruang lingkup, serta fungsi umum
administrasi pendidikan serta implementasinya disekolah. Hal ini dikarenakan
agar organisasi pendidikan, dalam hal ini sekolah tempat kita mengabdikan
diri nanti dapat berfungsi secara efektif, efisien, produktif, dan optimal.
DAFTAR PUSTAKA

Daryanto.2006.Administrasi Pendidikan.Jakarta:Rineka Cipta.


http://dromigo.blogspot.com/2008/12/administrasi-pendidikan-dalam-profesi.html
diakses pada tanggal 6 Oktober 2009.Pukul 11.15 AM.
http://makalah85.blogspot.com/2008/12/administrasi-pendidikan.html
diakses pada tanggal 6 Oktober 2009.Pukul 11.15 AM.
Soetjipto.2009.Profesi Keguruan.Jakarta: Rineka Cipta.